Anda di halaman 1dari 13

ALAT PEMICU PELEDAKAN

Resti Prasuryani(1)
Ahmad Abdillah(2)
abstract
Blasting activities are part of the mining activities that aim to release the
rock from its parent rock mass by using explosives. A rock blasting activities will
achieve optimal results certainly supported with equipment and blasting
equipment used in accordance with the blasting method is applied and
considering the nature of the rocks. Given the importance of blasting activities in
the mining industry, the need of an underlying knowledge of blasting equipment
and supplies which would both have different functions and meanings. Basic
knowledge is quite important because without the basic knowledge is not possible
to carry out blasting activities that will actually pose a risk and endanger the
mine workers. Practicum blasting is a good means to teach and provide the basic
understanding, so that later on can already be expected to understand the sense
of blasting equipment and tools as well as their respective functions.
Keywords : detonator, blasting
RINGKASAN
Kegiatan peledakan merupakan bagian dari kegiatan penambangan yang
bertujuan untuk melepaskan batuan dari massa batuan induknya dengan
menggunakan bahan peledak. Suatu kegiatan peledakan batuan akan mencapai
hasil yang optimal tentu saja ditunjang dengan perlengkapan dan peralatan
peledakan yang dipakai sesuai dengan metode peledakan yang di terapkan serta
memperhatikan sifat dari batuan tersebut. Mengingat pentingnya kegiatan
peledakan pada industri pertambangan maka perlu di dasari oleh pengetahuan
mengenai peralatan dan perlengkapan peledakan yang tentu keduanya memiliki
fungsi dan arti yang berbeda. Pengetahuan dasar tersebut cukup penting karena
tanpa pengetahuan dasar tersebut tidak mungkin untuk menjalankan kegiatan
peledakan yang nantinya malah menimbulkan resiko serta membahayakan para
pekerja tambang tersebut. Kegiatan praktikum peledakan merupakan sarana yang
baik untuk mengajarkan dan memberikan pemahaman yang mendasar tersebut,
sehingga nantinya di harapkan sudah dapat memahami pengertian perlengkapan
dan peralatan peledakan serta masing masing fungsinya.
Kata kunci : detonator, peledakan

1.

PENDAHULUAN
Kegiatan peledakan merupakan bagian dari kegiatan penambangan
yang bertujuan untuk melepaskan batuan dari massa batuan induknya
dengan menggunakan bahan peledak. Suatu kegiatan peledakan batuan
akan mencapai hasil yang optimal tentu saja ditunjang dengan
perlengkapan dan peralatan peledakan yang dipakai sesuai dengan metode
peledakan yang di terapkan serta memperhatikan sifat dari batuan tersebut.
Mengingat pentingnya kegiatan peledakan pada industri
pertambangan maka perlu di dasari oleh pengetahuan mengenai peralatan
dan perlengkapan peledakan yang tentu keduanya memiliki fungsi dan arti
yang berbeda. Pengetahuan dasar tersebut cukup penting karena tanpa
pengetahuan dasar tersebut tidak mungkin untuk menjalankan kegiatan
peledakan yang nantinya malah menimbulkan resiko serta membahayakan
para pekerja tambang tersebut.
Kegiatan praktikum peledakan merupakan sarana yang baik untuk
mengajarkan dan memberikan pemahaman yang mendasar tersebut,
sehingga nantinya di harapkan sudah dapat memahami pengertian
perlengkapan dan peralatan peledakan serta masing masing fungsinya.

2.

PEMBAHASAN
A. Definisi Peralatan Peledakan
Peralatan peledakan adalah perangkat peledakan yang digunakan
untuk menguji dan menyalakan rangkaian peledakan, sehingga nantinya
alat tersebut dapat digunakan berulang kali.

1. Alat Pemicu Peledakan Listrik ( Blasting Machine Electric)


Alat pemicu peledakan merupakan sumber energi
pengahantar arus listrik menuju detonator. Cara kerja blasting
machine pada umumnya didasarkan atas penyimpanan arus pada
suatu kapasitor dan arus tersebut dilepaskan seketika pada saat yang
dikehendaki. Ada beberapa cara pengumpulan arus listrik yang dapat
dihasilkan yaitu :

Gerakan mekanis untuk tipe generator, yaitu dengan memutar


handle untuk mengumpulkan arus listrik yang diperlukan untuk
suatu kegiatan peledakan. Putaran handle tersebut dihentikan
setelah indikator menyala dan menandakan arus sudah terkumpul
maksimum dan siap dilepaskan.

Baterai untuk tipe kapasitor, yaitu dengan mengontakkan kunci


kearah starter dan setelah lampu indikator menyala yang
menandakan arus sudah terkumpul maksimum dan arus listrik
siap dilepaskan.
Arus yang terkumpul pada blasting machine dan siap

dilepaskan saat akan melakukan kegiatan peledakan harus mampu


mengatasi tahanan listrik di dalam rangkaian peledakan. Untuk itu
perlu diketahui benar kapasitas dan spesifikasi blasting machine
yang akan digunakan, jangan samapai kapasitasnya lebih kecil
dibandingkan tahanan listrik seluruhnya. Tahanan rangkaian listrik
harus diukur atau dihitung terlebih dahulu dan harus dijaga jangan
sampai terjadi suatu kebocoran arus karena terdapat suatu kawat
terbuka yang berhubungan dengan tanah, air, dan material lain yang
bersifat konduktor. Produsen blasting machine biasanya
mencantumkan jumlah arus yang dapat ditampung serta diledakan
untuk itu pentingnya memahami dan membaca spesifikasi blasting
machine.

Gambar 1. Blasting Machine Electric


2. Alat Pemicu Peledakan Non Listrik( Blasting Machine Non
Electric )
Alat pemicu non elektrik dapat dikatagorikan menjadi dua
kelompok yaitu penyulut sumbu api dan pemicu nonel ( Shorter non
electric ). Alat pemicu nonel dinamakan shot firer. Suatu sumbu
nonel mengandung bahan reaktif yaitu HMX yang akan terinisiasi
oleh gelombang kejut akibat impact. Alat pemicu nonel dilengkapi
dengan peluru disebut shot shell primer dengan ukuran tertentu.
Shot shell primer diaktifkan oleh pemicu, yaitu pegas bertekanan
tinggi yang terdapat di dalam alat pemicu nonel. Alat pemicu nonel
ada yang menggunakan stiker yang disisipkan di bagian atas barrel,
dan ada juga yang menggunakan hentakan kaki.

Gambar 2. Blasting Machine Nonel


3. Kawat Utama ( Lead Wire )
Kawat utama termasuk ke dalam alat peledakan, karena dapat
dipakai berulang kali. Berbeda dengan lead in line atau extendaline
atau sumbu nonel utama pada saat proses berlangsungnya peledakan
akan langsung rusak dan tidak boleh digunakan lagi karena HMX
yang terdapat didalamnya sudah bereaksi habis. Kawat utama
berfungsi sebagai penghubung rangkaian peledakan listrik dengan

alat blasting machine. Ukuran untuk peledakan pada keadaan normal


adalah kawat tembaga ganda berukuran 23/0.076 yang diisolasi
dengan plastik PVC dengan tahanan 5.8 6 ohms per 100 meter,
atau dapat pula digunakan kawat tembaga ganda berukuran 24/0.20
mm dengan tahanan 4.6 5 ohms per 100 meter. Untuk kegiatan
peledakan yang cukup berat biasanya menggunakan kawat tembaga
berukuran 70/0.76 dengan tahanan sebesar 1.8 ohms per 100 meter.

Gambar 3. Lead Wire


4. Alat Pengukur Tahanan
Alat pengukur tahanan atau Blastometer digunakan untuk
keperluan peledakan dan tidak disarankan untuk penggunaan lain.
Alat pengukur tahanan biasanya digunakan untuk mengukur tahanan
pada kawat penyambung dan juga leg wire pada detonator listrik.

Gambar 4. Blastometer
5. Alat Pengukur Kebocoran Arus
Kebocoran arus dapat disebabkan oleh adanya kawat yang
tidak terisolasi secara baik, misalnya pada sambungan yang langsung
kontak dengan air, tanah basah, atau bebatuan yang bersifat

konduktor. Kontak tersebut dapat menghentikan arus menuju


detonator sehingga detonator tidak dapat meledak dan terjadi miss
fire. Alat ukur yang dapat digunakan untuk mendeteksi kebocoran
arus adalah AECI Digital Earth Leakage Tester LT 02. Alat ini
dapat mengukur tahanan antara 0 20 kohms dengan skala 10 ohms
dan menggunakan tenaga baterai 9 V. LT 02 ini sangan berguna
untuk mengontrol serta memeriksa kegiatan peledakan yang sangat
luas dengan menggunakan banyak detonator. Terutama untuk
memeriksa adanya gagal ledak pada peledakan massa batuan dan
peledakan muti row pada tambang terbuka.

Gambar 5. AECI LT- 02


B. Definisi Perlengkapan Peledakan
Perlengkapan peledakan ( Blasting supplies ) adalah material
yang diperlukan untuk membuat rangkaian peledakan sehingga isian
bahan peledak dapat dinyalakan. Perlengkapan peledakan hanya bisa
digunakan sekali saja atau dengan kata lain hanya untuk satu proses
kegiatan peledakan,
1. Detonator
Detonator merupakan alat pemicu awal yang menimbulkan
inisiasi dalam bentuk letupan sebagai bentuk aksi yang
memberikan efek kejut terhadap bahan peledak peka detonator atau
primer. Detonator disebut juga sebagai blasting capsule atau
blasting cap.Berikut adalah beberapa jenis detonator yaitu :

Detonator Listrik

Detonator listrik akan selalu dilengkapi oleh dua buah


kawat yaitu leg wire, ujung kedua kawat di dalam detonator
listrik dihubungkan dengan kawat halus yang akan memijar
setelah ada hantaran listrik. Nantinya kawat halus yang
diselubungi oleh bahan peledak akan terbakar secara
keseluruhan disebut fusehead.
Table 1.
Keuntungan dan Kerugian Penggunaan Detonator Listrik
Keuntungan
Jumlah lubang ledak yang dapat

Kerugian
Tidak boleh digunakan pada cuaca

diledakan sekaligus relatif lebih

mendung apalagi disertai klat,

banyak,

karena kilat dapat menhasilkan


hantaran listrikm sehingga terjadi

Dengan adanya elemen tunda

ledakan premature.
Pengaruh gelombang radio dan arus

dalam detonator, pola peledakan

listrik luar dari dalam bumi dapat

menjadi lebih bervariasi dan arah

pula mengaktifasi aliran listrik pada

serta fregmentasi peledakan

detonator

dapat diatur dan diperbaiki


Penanganannya lebih mudah dan

Membutuhkan alat peledakan

praktis

khusus yang eletrik yaitu sumber


arus listrik, alat penguji tahanan, dan
peralatan listrik lainnya yang tentu
tidak murah

Detonator Non Elektrik


Detonator non elektrik ini dibuat untuk mengatasi
kelemahan yang ada pada detonator listrik yang dipengaruhi
oleh arus listrik liar dan juga cuaca disekitar lokasi kegiatan
peledakan. Prinsip kerja dari detonator nonel adalah dengan cara

mentransmisikan gelombang energi rendah menuju detonator


tanpa mempengaruhi bahan peledak yang diginakan. Ketika
proses inisiasi dilakukan signal energi rendah tersebut bergerak
sepanjang sumbu yang kecepatan propagasinya enam kali
kecepatan suara. Komponen utama dari detonator nonel ini
adalah sumbu nonel, lapisan luar, lapisan tengah, dan lapisan
dalam.
2. Sumbu Api
Sumbu api adalah sumbu yang digunakan untuk dapat
merambatkan api guna dapat meledakan bahan peledak. Sumbu api
ini biasanya terdiri dari dua komponen yaitu inti sumbu api yang
merupakan potassium nitrat black powder dan pembungkusnya
biasanya berupa jute. Sedangkan sumbu api berdasarkan kecepatan
rambatnya di kelompokkan menjadi dua yaitu :

Sumbu api berkecepatan 120 second/yard.

Sumbu api berkecepatan 90 second/yard.

Gambar 6. Sumbu Api


3. Sumbu Ledak
Sumbu ledak ( detonating fuse ) adalah suatu sumbu yang
berintikan initiating explosive yang dimasukan kedalam suatu
pembungkus plastik. Fungsi sumbu ledak ialah untuk merambatkan
gelombang detonasi sampai isian. Inti dari sumbu ledak adalah high
explosive. Pada sumbu ledak ini ketika proses peledakan akan terjadi
rambatan gelombang detonasi.

Anyaman tekstil
sintetis

Selubung
plastik

Serat nylon

PETN

Inti katun

Gambar 7. Sumbu Ledak


4. Penyambung
Penyambung disini merupakan perlengkapan yang diperlukan
untuk menghubungkan kawan listrik atau sumbu peledakan antar
lubang ledak. Tujuannya antara lian :

Sekedar menyambungkan leg wire antar lubang memakai kawat


penyambung pada peledakan dengan detonator listrik.

Menyambungkan sumbu nonel antar lubang dan sekaligus


mengatur waktu delay

Menyambung sumbu api antar lubang pada peledakan dengan


detonator biasa.

5. Kawat Penyambung pada Peledakan Listrik


Terdapat beberapa jenis kawat penyambung pada rangkaian
peledakan listrik yang masing masing mempunyai fungsi yang
berbeda diantaranya :

Conneting wire yaitu kawat yang diperlukan untuk menyambung


leg wire antar lubang. Pada kondisi lapangan yang normal dan
kering digunakan kawat tembaga berukuran 20 AWG yang
ditutupi plastik PVC.

Bus wire adalah kawat tembaga tanpa penutup plastik atau


terbuka berukuran 10, 12 atau 14 AWG yang diperlukan untuk
hubungan pararel atau seri pararel di dalam peledakan
terowongan. Kawat alumunium dilarang dipakai karena
dikhawatirkan terjadi oksidasi yang dapat menimbulkan resistensi
tinggi dalam rangkaian.

Lead wire, berfungsi menghubungkan rangkaian peledakan listrik


dengan alat pemicu ledakan listrik yang dinamakan blasting
machine.

6. Penyambung Sumbu Api


Terdapat beberapa tipe penyambung sumbu api dengan
bentuk dan fungsi yang berbeda. Beberapa diantaranya adalah
multiple fuse ignitor, plastic ignitor cord, bole hole connector,dan
slotted connectors.

Multiple Fuse Ignitor


Multi Fuse Ignitor adalah alat bantu penyulut beberapa
sumbu api berupa silinder terbuat dari tembaga atau alumunium
dan di dalamnya terdapat ramuan pembakar. Diameter silinder
dirancang sesuai dengan jumlah sumbuapi yang bisa dimasukan,
umumnya sekitar delapan sumbu dan sebuah sumbu pokok.
Sumbu pokok atau masterfuseadalah sumbu yang menghantarkan
rambatan api ke dalam silinder MFI.

Gambar 7. Multiple Fuse Ignitor

Plastic Ignitor Cord


Plastic Ignitor Cord adalah alat bantu penyulut beberapa
sumbu api berbentuk panjang yang bagian luarnya diselubungi
plastik. Terdapat dua jenis PIC, yaitu PIC cepat dan PIC lambat.
PIC cepat mempunyai kecepatan nominal rambatan api 30
cm/detik, sedangkan PIC lambat hanya 3 cm/detik.

10

blackpowder

selubung plastik

selubung plastik

kawat

3 utas tali kertas terpilin

blackpowder

tali kertas

Gambar 8. (A).PIC-cepat dan (B).PIC-lambat


7. Bahan Peledak
Bahan peledak adalah suatu campuran bahan bahan kimia
terbentuk padat ataupun campuran dari keduanya yang apabila
terkena suatu aksi misalnya panas atapun gesekan akan berubah
secara kimiawi menjadi zat zat kimia lain sebagian besar atau
seluruhnya berbentuk gas dan perubahannya berlangsung dalam
waktu singkat.

Gambar 9. ANFO

3. Kesimpulan

11

Pemahaman akan definisi maupun fungsi dari peralatan dan


perlengkapan peledakan merupakan hal yang sangat penting, mengingat
keduanya memiliki definisi dan fungsinya yang berbeda. Pemahaman dasar
tersebut harus dikuasai sebelum melakukan kegiatan peledakan agar dapat
membedakan antara peralatan dan perlengkapan peledakan sehingga nantinya
saat pembuatan primer yang ditunjang dengan peralatan dan perlengkapan
dapat disesuaikan dengan fungsinya.
Langkah tersebut dapat menghindari kesalahan dalam melakukan
kegiatan peledakan yang dapat menyebabkan kecelakaan maupun penurunan
target produksi yang tentunya sangat merugikan perusahaan tambang
tersebut.
Oleh sebab itu pemahaman dasar akan pengetahuan peralatan dan
perlengkapan peledakan berserta fungsinya merupakan faktor dasar yang
mendukung kegiatan peledakan yang aman serta dapat meningkatkan target
produksi perusahaan tambang.
Sementara itu dari hasil praktikum peledakan dapat disimpulkan
beberapa hal yaitu :
1. Horse power pada keadaan isothermal 13.215 Hp dan pada keaadan
adiabatic sebesar 18.084 Hp
2. Horse power pada keadaan isothermal 126.477 Hp dan pada keaadan
adiabatic sebesar 169.268 Hp. Besarnya volume total akan berbanding
lurus dengan penggunaan jumlah alat sedangkan besarnya diameter mata
bor akan berbanding lurus dengan tekanan yang dihasilkan oleh alat bor.
3. Tekanan kompresor yang dihasilkan adalah 82.836 psi. Horse power pada
keadaan isothermal 17.306 Hp dan pada keaadan adiabatic sebesar 23.903
Hp.
Dapat disimpulkan juga bahwa besarnya volume total akan
berbanding lurus dengan penggunaan jumlah alat sedangkan besarnya
diameter mata bor akan berbanding lurus dengan tekanan yang dihasilkan
oleh alat bor.
DAFTAR PUSTAKA

12

Panjah, Najib, Mei 2011, Peledakan Tambang


.najibpanjah.com/2011/05/peledakan-tambang.html. Diakses 30
Oktober 2014, jam 16.07 (online, word).
Zaenal, November 2011, Makalah Peralatan dan Perlengkapan
Peledakanbahangaliantambang.blogspot.com/2013/11/makalahperalatan-peledakan.html. Diakses 1 Oktober 2014, jam 18.29 (online,
word).
Anonim, 1987, Anzomex Primers, the new generation, ICI Australia Operation,
Pty. Ltd. Explosive Division.
Anonim, 11 Januari 2011 Peralatan Perlengkapan Peledakan
Tambang,id.forcures.org/stonesand/peralatan-perlengkapan-peledakantambang. html.Diakses 1 Oktober 2014, jam 20.22 (online, word).

13