Anda di halaman 1dari 2

.

Batugamping
Batugamping berwarna abu-abu gelap putih, keras,
kompak, struktur masif, tekstur kristalin, sebagian
terkekarkan kuat, terisi mineral kalsit dan oksida besi,
umumnya tidak menunjukkan suatu perlapisan, ketebalan
2 8 meter. Batugamping ini tersusun oleh mineral kalsit
(CaCo3), terjadi secara organik, mekanik atau kimia.
Batugamping ini pada umumnya membentuk perbukitan
merupakan areal perladangan dan semak belukar. Potensi
bahan galian Batugamping di Kecamatan Juhar, terdapat
di desa Kidupen dan desa Pergendangan, di Kecamatan
Payung, terdapat di desa Tanjung Mbelang, sedangkan di
Kecamatan Tiga Binanga terdapat di desa Lau Kapur,
pada umumnya dapat dijangkau dengan kenderaan roda
empat melalui jalan beraspal dengan kondisi jalan baik.
Berdasarkan hasil analisa kimia contoh Batugamping,
memperlihatkan komposisi sebagai berikut : SiO2 = 37,96
%, TiO2 = 0,85 %, Al2O3 = 35,95 %, Fe2O3 = 2,95 %,
CaO = 4,47 %, MgO = 6,82 %, MnO = 0,02 %, H2O =
10,98 %. Penggunaan batugamping tergantung pada
sifat-sifat fisik dan kimianya. Penggunaan sebagai bahan
bangunan ditentukan oleh sifat fisiknya, sedangkan
sebagai bahan industri ditentukan oleh sifat kimianya.
Batugamping banyak digunakan sebagai bahan baku
semen, karbid, bahan pemutih, penetral keasaman tanah
dalam pertanian, pupuk industri, keramik, bahan
bangunan, bahan ornamen, pengembang dan pengisi
dalam industri cat, kertas, karet, kaca dan plastik serta
dalam industri farmasi, kosmetik dan industri kimia
lainnya. Disamping itu, daerah yang mempunyai

topografi
wisata.

karst

dapat

dikembangkan

menjadi

objek

Beri Nilai