Anda di halaman 1dari 8

Tugas Fisika I

Gerak dalam Dua Dimensi

Oleh :
Oktavia Situmeang
Teknik Informatika
Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia
2015

DAFTAR ISI

I.
II.
III.
IV.
V.
VI.

PENDAHULUAN
PEMBAHASAN
ANALISIS PENGGUNA
REKOMENDASI
ANALISIS DESAIN
KESIMPULAN

1
2
2
2
4
8

Makalah Gerak dalam Dua Dimensi


Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia
Jalan Bridjen Katamso Km 2,5 Tanjungpinang

Email : oktaall4jc@yahoo.com
Abstract : Mahasiswa dapat memahami Benda yang bergerak konstan dan bergerak lurus
berubah beraturan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keadaan gerak benda bisa di paparkan pada ruang 1 dimensi, 2 dimensi, dan 3 dimensi. Keadaan
gerak benda membahas tentang posisi, kecepatan dan percepatan benda. Gerak pada dimensi 1
terjadi pada gerak lurus, sedangkan gerak di ruang 2 dimensi pada gerak putar,dan gerak pada
ruang 3 dimensi yaitu pada gerak peluru.
1.2. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk tugas kelompok mata kuliah Fisika dasar 1 dan
untuk menambah wawasan tentang gerak dua dimensi.
BAB II
PEMBAHASAN
Apakah yang dimaksud dengan gerak secara Fisika? Gerak ditentukan karena adanya kelajuan,
kecepatan, dan percepatan benda. Seluruh kajian tentang gerak benda yang dipelajari akan
berhubungan dengan kedudukan benda, kecepatan, percepatan, dan waktu. Dalam membahas
tentang gerak benda, seringkali benda dimisalkan sebagai partikel atau benda titik, yaitu benda
yang ukurannya diabaikan dan memiliki massa tetap (konstan). Hal ini dimaksudkan untuk
memudahkan dalam mempelajari gerak benda tersebut.
Dalam makalah ini, akan dipelajari materi tentang gerak dengan lebih dalam menggunakan
perhitungan vector, diferensial, dan integral.
2.1 Vektor Posisi
Besaran dalam Fisika digolongkan ke dalam dua kelompok, yaitu besaran scalar dan
besaran vector. Besaran scalar adalah besaran yang memiliki nilai saja, sedangkan besaran vector
adalah besaran yang memiliki nilai dan arah. Apabila benda dianggap sebagai benda titik, atau
partikel, posisi benda tersebut pada suatu bidang dapat dinyatakan dengan vector posisi r, yaitu
sebuah vector yang ditarik dari titik asal sampai ke posisi titik tersebut berada. Vektor posisi r
suatu partikel pada bidang xy dapat dinyatakan sebagai berikut :

r = xi + yj

(1-1)

Dengan (x, y) adalah koordinat partikel, sementara i dan j adalah vector satuan yang menyatakan
arah pada sumbu x dan sumbu y. Vektor satuan memiliki nilai 1 satuan.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan Gambar 1.1 berikut :

Posisi partikel A di bidang xy adalah pada x = 5 cm dan y = 3 cm, atau pada


Koordinat (5,3). Vektor posisi partikel A dinyatakan sebagai berikut :
rA = xAi + yAj = (5i +3j) cm.
2.2 Perpindahan
Perpindahan adalah perubahan posisi (kedudukan) suatu benda dalam waktu tertentu.
Sebuah partikel berpindah dari titik P ke titik Q menurut lintasan kurva PQ, seperti pada Gambar
1.2. Apabila posisi titik P dinyatakan sebagai r P dan posisi titik Q dinyatakan sebagai r Q maka
perpindahan yang terjadi dari titik P ke titik Q tersebut adalah vector r, yaitu

r = rQ - rP

(1-2)

Gambar 1.2
Persamaan (1-2) jika diubah dalam kalimat dapat dinyatakan bahwa perpindahan suatu benda
sama dengan posisi akhir benda dikurangi posisi awal. Bagaimanakah cara menentukan besar
perpindahan yang dilakukan oleh partikel tersebut? Setiap benda membutuhkan waktu untuk
berpindah atau mengubah kedudukannya. Dalam kasus perpindahan tersebut, pada saat t = t 1,
partikel berada di titik P dengan vector posisinya r P. Pada saat t = t2, partikel berada di titik Q
dengan vektor posisinya rQ.
Kemudian, apabila rP = (xPi + yPj) dan rQ = (xQi + yQj)

Ada beberapa penyebutan tentalng keadaan khusus dari gerak benda yaitu:
Benda diam berarti possisi benda tetap atau tidak begantung waktu sehingga kecepata benda
nol.
Benda bergerak berarti bila posisi benda berubah terhadap waktu.
Gerak lurus beratutan berarti gerak benda pada kecepatan tetap sehingga percepatan yang
dialami benda adalah nol.
Gerak lurus berubah beraturan berarti bila benda bergerak dengan percepatan tetap GLBB
merupakan gerak berarah lurusdan dalam keadaan dipercepat atau diperlambat. Dalam keadaan
dipercepat bila percepatannya positif (a>0) dan merupakan gerak diperlambat apabila a<0.
Kecepatan
Kecepatan berak benda adalah laju perubahan posisi benda itu. Kecepatan benda merupakan
besaran vektor yang dapat ditampilkan dalam bentuk kecepatan rerata atau kecepatan sesaat.
Kecepatan Rerata
Kecepatan rerata adalah perubahan posisi benda dibagi dengan selang waktunya.
Informasi kecepatan rerata sangatlah sederhana sebab hanya dilandasi posisi dan waktu akhir dan
awal saja. Arah kecepatan rerata adalah posisi akhir benda relatif dan posisi awalnya dan selang
waktunya diambil dari waktu ketika benda mencapai posisi akhr dikurangi dengan waktu keyika
benda berda pada posisi awal.
Kecepatan Sesaat
Kecepatan sesaat adalah kecepatan rerata pada selang waktu kecil. Kecepatan sesaat merupakan
tuunan posisi terhadap waktu. Artinya bila (r ) berubah terhadap waktu maka kecepatan
sesaatnya dapat diperoleh dengan menurunkannya terhadap t pada t yang diinginkan. Mengacu
paparan mengenai vektor , bahwa kecepatan sesaat merupakan hasil perkalian antarakelajuan
benda dengan vektor satuan kecepatan itu.
Percepatan
Percepatan didefnisikan sebagai laju perubahan kecepatan terhadp waktu. Jika kecepatan awal
benda v0 dan berubah menjadi v selama interval waktu t, maka percepatannya a, dapat
dirumuskan dengan

a = (v-v_0)/t
dengan a adalah percepatan benda (m/s2)
v0 adalah kecepatan awal benda ( m/s )
v adalah kecepatan akhir benda ( m/s )
t adalah interval waktu ( s )
tidak semua percepatan adalah konstan namun secara umum mendekati keadaan ini.
Gerak Lurus Beraturan
Apabila suatu benda adalah erak denan kelajua konstan pada suatu lintasan garis yang lurus ,

maka dikatakan bahwa benda tersebut bergerak lurus beraturan. Jarak yang ditempuh s selama
waktu t dengan kelajuan v adalah
S = v.t , dengan
s adalah jarak tempuh ( m )
v adalah kelajuan ( m/s )
t adalah waktu tempuh ( s )
pada gerak lurus beraturan , kecepatan benda setiap saat selalu konstan, artinya kecepatan awal
sama dengan kecepatan akhir. Oleh karena itu jarak yang ditempuh benda berbanding lurus
dengan waktu.
Untuk menyelidiki bahwa pada gerak lurus beraturan itu kecepatan suatu benda adalah konstan ,
harus melkukan kegiatan sebagai berikut :
Rangkaikan pewaktu ketik, pita ketik, dan kereta dinamika pada papan pada papan luncur.
Miringkan papan luncur sehingga kereta dinamika tepat akan bergerak.
Berikan sedikit sentuhan sehingga kereta dinamika mulai bergerak dan brsamaan dengan itu
jalankan pewaktu detik.
Potong pita ketik setiap 5 ketikan dan tempelkan berurutan ke samping sebagai diagram
batang antara kecepatan dan waktu, da terlihat bahwa kecepatan kereta dinamika setiap saat
selalu konstan.
Gerak Lurus Berubah Beraturan
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, benda dikatakan mengalami gerak lurus beraturan jika
memiiki kecepatan ynag konstan, apabila sekarang kecepatannya berubah secara teratur, dengan
kata lain mengalami perubahan secara konstan maka gerak semacam ini disebut gerak lurus
berubah beraturan.
Dalam gerak dipercepat didapatkan beberapa besaran yaitu perpindahan, kecepatan, dan
percepatan yang bernilai positif, ataupun bernilai negatif.
Perpindahan bernilai negatif berarti bahwa benda mengakhiri gerakannya di belakang titik awal
gerakan. Kecepatan negatif menunjukkan bahwa gerak benda berlawanan dengan arah acuan
atau disebut gerak mundur. Percepatan negatif berarti bahwa benda memperlambat gerakannya.
Untuk menyelidiki bahwa pada gerak lurus berubah beraturan percepatan suatu benda adalah
konstan dengan kata lain kecepatannya berubah secara teratur , dapat dilakukan dengan kegiatan
sebagai berikut :
Rangkaikan pewaktu ketik, pita ketik, dan kereta dinamika pada papan luncur.
Miringkan papan luncur lebih curam dibandingkan dengan kegiatan pada gerak lurus
beraturan dan tahan kereta dinamika agar tidak meluncur.
Lepaskan kereta dinamika agar bergerak,dan bersamaan dengan itu jalankan pewaktu ketik.
Potong pita ketik setiap 5 ketikan dan tempelkan urutan ke samping sebagai diagram batang
antara kecepatan dan waktu. Terlihat bahwa kecepatan kereta dinamika setiap saat berubah
secara teratur.
Hubungan antara Kecepatan dan Percepatan paa GLBB
Untuk menentuan kecepatan akhir dari suatu benda yang bergerak dengan kecepatan awal dan
mengalami percepatan tetap hasilnya adalah

v = v0 + at

, dengan

v adalah kecepatan akhir ( m/s )


v0 adalah kecepatan awal ( m/s )
a adalah percepatan ( m/s2 )
t adalah interval waktu ( s )
Hubungan antara Perpindahan , Percepatan , dan Waktu pada GLBB
Kecepatan akhir benda yang dipercepat selama waktu t adalah v = v0 + at. Pertanyaan yang
timbul adalah seberapa jauh benda bergerak selama interval waktu t ini?
Jika mengetahui kecepatan rata-rata selamainterval waktu t, maka dapat menentukan
perpindahan benda s = vt. Untuk percepatan a konstan kecepatan rata-rata benda dapat dicari
seperti mencari rata-rata dua bilangan
V rata-rata = v_(0+v)/2
Dengan v adalah kecepatan akhir benda. Karena v = v0 + at, maka
V rata-rata = (v_0+v_0+at)/2 = v0 + at
Jadi perpindahan benda adalah
S = ( v0 + at ) t
S = v0t + at2 dengan,

S adalah perpindahan ( m )
V0 adalah kecepatan awal ( m/s )
a adalah percepatan ( m/s2 )
t adalah interval waktu
Gerak Jatuh Bebas
Gerak jatuh bebas adalah gerak lurus berubah beraturan yang memilki kecepatan awal sama
dengan nol dan dan mengalami percepatan a = g.
Dengan demikian kita dapat menerapkan rumus gerak lurus berubah beraturan pada benda yang
bergerak jatuh bebas. Kelajuan benda ketika mencapai bumi pada gerak jauh bebas sama dengan
kelajuan yang diperlukan untuk melempar benda tersebut dari bumi ke ketinggian h yang sama.
Untuk membuktikan pernyataan ini, menggunakan rumus
V2 = v02 + 2as
Dengan menggntikan s dengan h maka diperoleh
V2 = v02 + 2ah
Ketika benda dijatuhkan , maka v0 = 0 dan a = g, sehingga
V2 = 2gh
V = 2gh

I.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa
Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Fasharkan Mentigi mencapai nilai 75
untuk komponen learnability, 74 untuk efficiency, 75 untuk memoriability, 75 untuk
error dan 74 untuk satisfaction.
Dari hasil penjumlahan komponen tersebut maka diperoleh nilai 74,6 yang dibuat
berdasarkan parameter yang digunakan maka Sistem Informasi Manajemen
Kepegawaian mencapai nilai 4 (70-84) yang berarti mudah dimengerti oleh para
pengguna/operator.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Badre, A.N. 2002, Shaping Web Usability: Interaction design in context, AddisonWesley, Boston.
[2] Suparmo , (2007), Uji Ketergunaan Situs Web jaringan Perpustakaan Asosiasi
Perguruan Tinggi Khatolik Di Indonesia (APTIK) bagi Mahasiswa Yang Sedang
Menulis Skripsi Pada tahun Akademik 2006/2007 Di Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta, Tesis Magister,Universitas Indonesia. di akses 10Desember 2008 dari
http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/16089
[3] www.eprints.binadarma.ac.id/2010/1/wahyuhidayat.pdf

Anda mungkin juga menyukai