Anda di halaman 1dari 14

Proses menua

BAB I
PROSES MENUA

TUJUAN BELAJAR
TUJUAN KOGNITIF
Setelah membaca bab ini dengan seksama, maka anda sudah akan dapat: :
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Proses menua
2. Menjelaskan tentang proses menua
3. Menjelaskan dengan kata-kata sendiri mengenai pentingnya memahami proses menua
4. Mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia
TUJUAN AFEKTIF
Setelah membaca bab ini dengan penuh perhatian, maka penulis mengharapkan anda akan
dapat:
1. Mengetahui pentingnya pengetahuan tentang proses menua
2. Menciptakan hidup yang berguna bagi lansia.

Proses menua

I.

PENDAHULUAN

Keinginan untuk hidup dengan lebih baik selalu diimpikan oleh semua manusia. Salah
satu keinginan tersebut adalah HIDUP SELAMANYA atau HIDUP ABADI artinya manusia
(mungkin seluruh makhluk hidup) sangat menginginkan menjadi Panjang Umur dan tidak akan
pernah meninggal dunia atau mati.
Dalam sejarah pencarian kehidupan abadi dikenal beberapa peradaban dengan tekad yang luar
biasa untuk menemukan dan mempraktekan cara hidup yang baik untuk mencapai keabadian.
Hal ini dapat kita lihat pada peradaban Mesir kuno, dimana telah muncul praktek tentang tata
cara mengawetkan jenasah Raja (mumi) pada masa tersebut dengan tujuan apabila suatu saat
hari nanti ditemukan obat pembangkit kehidupan, maka raja-raja Mesir kuno dapat dihidupkan
kembali oleh rakyatnya. Lain lagi dengan bangsa Cina, di Cina telah terdapat sebuah pendapat
yang mengatakan bahwa obat keabadian dapat ditemukan oleh manusia, dimana seorang Raja
yang bernama Qin Shihuang menugaskan kepada para ahli kesehatan di negerinya untuk
mencari obat yang dapat menghindari kematian, bahkan pada masa tersebut setelah Sang Raja
meninggal khusus dibuat sebuah pemakaman yang bernama TERRACOTTA. Dimana
didalamnya terdapat replika tubuh dari pasukan Raja Qin Shihuang yang berharap dapat
dihidupkan kembali setelah berhasil ditemukan rahasia obat kematian.
Tidak hanya di negeri Tiongkok, legenda tentang hidup abadi juga telah berkembang di
negeri eropa, dimana pada masa tersebut telah muncul ide tentang adanya sebuah mata air
keabadian, yang apabila airnya diminum maka manusia tersebut dapat mencapai hidup yang
abadi. Tulisan ini juga tercantum di dalam Injil umat Kristiani.
Pada Zaman Romawi kuno bahkan telah berkembang pengertian tentang penuaan dan orang
lanjut usia yang lebih maju. Pada masa tersebut dikenal istilah ipsa est morpus, yang berarti
lanjut usia merupakan sebuah penyakit yang harus dicarikan cara atau obat untuk
menyembuhkannya. Lanjut usia juga diartikan sebagai kelemahan atau ketidakberdayaan.
Pada awal masehi pun telah berkembang berbagai cara yang digunakan oleh masyarakat
cina yang lebih maju pemikirannya yaitu dengan menggunakan obat-obatan tradisional dan
batu-batuan jenis giok untuk mengobati penyakit penuaan.
Pada masa sekarang telah banyak yang dilakukan oleh para ilmuan untuk mencari
penyebab dari proses penuaan dan dengan harapan manusia dapat mengatasi proses tersebut.
Namun sampai dengan hari ini, belum didapatkan penelitian yang memuaskan dan dapat
dipraktekkan untuk mengatasi masalah penuaan bahkan masalah kematian.

II. TEORI TENTANG PROSES PENUAAN


DEFINISI

Proses menua

Menua adalah suatu proses menghilangnya kemampuan jaringan untuk


memperbaiki diri dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan
terhadap jejas dan tidak dapat pula memperbaiki kerusakan yang dialami. Menua
bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakan suatu proses menurunnya daya tahan tubuh
dalam menghadapi rangsangan dari dalam maupun luar tubuh. Walaupun demikian,
memang harus diakui bahwa ada berbagai penyakit yang sering menghinggapi kaum
lanjut usia.
Proses menua sudah mulai berlangsung sejak seseorang mencapai usia dewasa,
misalnya dengan terjadinya kehilangan jaringan pada otot, susunan saraf dan jaringan
lainnya, hingga tubuh mati sedikit demi sedikit. Sebenarnya, tidak ada batas yang tegas
pada usia berapa penampilan seseorang mulai menurun. Pada setiap orang fungsi
fisiologis tubuhnya sangat berbeda, baik didalam hal pencapaian puncaknya maupun saat
menurunnya. Hal ini juga sangat individual. Namun umumnya, fungsi fisiologis tubuh
kita mencapai puncaknya pada umur antara 20-30 tahun. Setelah mencapai puncak, fungsi
alat tubuh akan berada dalam kondisi tetap untuk beberapa saat, kemudian menurun
sedikit demi sedikit sesuai bertambahnya umur.
Sampai saat ini banyak sekali teori yang menerangkan proses menua, mulai dari
teori degeneratif yang didasari oleh habisnya daya cadangan vital, teori terjadinya atrofi;
teori yang mengatakan bahwa proses tua adalah proses evolusi, teori imunologik: teori
adanya produk sampah/ waste products dari tubuh sendiri yang makin bertumpuk, dan lain
sebagainya. Tetapi seperti kita ketahui, usia lanjut akan selalu ditandai dengan perubahan
fisiologik maupun psikologik.
Yang penting kita ketahui, pengetahuan tentang gizi yang baik, serat
mempertahankan aktivitas fisik dapat menghambat dan memperlambat kemunduran
fungsi alat tubuh yang disebabkan bertambahnya umur. Dengan begitu manusia secara
progresif akan kehilangan daya tahan secara progresif terhadap infeksi dan akan
menumpuk makin banyak distorsi metabolik dan struktural yang disebut sebagai penyakit
degeneratif (seperti: hipertensi, aterosklerosis, DM, dan kanker) yang akan mengakhiri
hidup dengan proses yang dramatik seperti stroke, infark miokard, dsb.
Yang jelas bahwa proses menua itu merupakan kombinasi dari bermacam-macam
faktor yang saling berkaitan.
TEORI-TEORI PROSES PENUAAN
1. Teori Genetik Clock
Menurut teori ini, menua telah terprogram secara genetik untuk tiap spesies
tertentu.
Di mana setiap spesies mempunyainya di dalam nuklei suatu jam genetik yang
telah diputar menurut suatu replikasi tertentu. Konsep ini didukung oleh kenyataan bahwa
ini merupakan cara yang menerangkan mengapa pada beberapa spesies terlihat perbedaan
usia yang nyata. Secara teoritis dapat dimungkinkan memutar jam ini lagi meski hanya

Proses menua

untuk beberapa waktu dengan dengan pengaruh-pengaruh dari luar misalnya dengan
pencegahan penyakit dengan obat-obatan atau tindakan-tindakan tertentu. Pengontrolan
genetik umur menurut Hayflick dilakukan di tingkat selular melalui sebuah penelitian
kultur sel in vivo yang menunjukkan adanya hubungan antara kemampuan membelah sel
dengan umur spesies (manusia= 50x), dan dari penelitian itu jelas bahwa nukleuslah yang
menentukan jumlah replikasi, kemudian menua dan mati, bukan sitoplasmanya.
2. Teori Non Genetik
Teori ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:
a. Teori Mutasi Somatik
Teori ini membahas tentang pentingnya faktor lingkungan yang dapat
menjadikan mutasi. Menurut teori ini terjadinya mutasi yang progresif pada
DNA sel Somatik akan menyebabkan terjadinya penurunan kemampuan fungsi
sel tersebut. Hal tersebut bisa terjadi karena adanya radiasi atau zat kimia yang
berbahaya yang dapat memperpendek umur. Salah satu teori yang mendukung ini
adalah hipotesa Error Catastrophe. Menurut hipotesa ini, menua disebabkan
kesalahan beruntun sepanjang waktu yang lama, adanya kesalahan proses
transkripsi DNA dan RNA dan translasinya, menyebabkan timbulnya enzim yang
salah dan menganggu metabolisme, sehingga merusak fungsional sel dan terjadi
dalam jumlah besar dan mengakibatkan terjadinya catastrophe.
b. Teori Kerusakan Immunitas Tubuh
Jika mutasi somatik dapat menyebabkan kelainan permukaan sel, maka
hal ini dapat menyebabkan kelainan pada antigen permukaan sel, sehingga
sistem imun menganggap sel yang berubah adalah sel asing dan
menghancurkannya. Peristiwa ini yang menjadi dasar terjadinya peristiwa
autoimun. Hasilnya dapat pula berupa reaksi antigen yang luas yang mengenai
jaringan, efek menua akan menyebabkan reaksi histoinkomtabilitas pada banyak
jaringan. Di pihak lain sistem imun menurun pada proses menua, daya serang
terhadap sel kanker menurun sehingga kanker meningkat sesuai dengan
bertambahnya usia.
c. Teori Kerusakan Akibat Radikal Bebas
Radikal bebas dapat terbentuk di alam bebas dan di dalam tubuh jika
fagosit pecah dan sebgai produk sampingan di dalam rantai pernafasan dalam
mitokondria. Radikal bebas dalam rantai pernafasan bersifat merusak, sangat
reaktif, dapat bereaksi dengan DNA, protein, dan dengan gugus SH. Selain ini
radikal bebas dapat dinetralkan dengan senyawa non enzimatik seperti Vitamin
C, Provitamin A, dan Vitamin E.
d.

Teori Menua Akibat Metabolisme


Pada tahun 1935 McKay, memperlihatkan bahwa pengurangan intake
kalori pada rodentia muda akan menghambat pertumbuhan dan memperpanjang
umur, hal ini terjadi karena menurunnya salah satu atau beberapa proses
metabolisme. Menurut Balin dan Alllen, ada hubungan antara tingkat

Proses menua

metabolisme dengan panjang umur. Hal ini dapat ditunjukkan melalui


modifikasi cara hidup yang jarang bergerak ke hidup yang lebih banyak
bergerak, dapat meningkatkan usia hidup. Dari penyebab-penyebab terjadinya
proses menua tersebut ada beberapa peluang yang memungkinkan kita dapat
mengintervasi, supaya proses menua dapat diperlambat. Yang paling banyak
kemungkinannya adalah mencegah meningkatnya radikal bebas, kedua dengan
memanupulasi sistem imun tubuh, ketiga melalui metabolisme makanan.
Selain faktor-faktot tersebut di atas, juga terdapat faktor lain seperti lingkungan
dan gaya hidup (life style).
PERKEMBANGAN TERBARU TEORI TENTANG PROSES PENUAAN
Dalam perkembangan ilmu pengetahuan pada masa kini, telah diketahui banyak
hal tambahan dan beberapa teori terbaru yang dapat dijadikan acuan dalam memahami
terjadinya proses penuaan pada manusia. Hal ini terungkap suatu simposium CIGP
(Collegeum Internatonale of Gerontology and Pharmacologhical) di Beijing China,
acara ini juga dihadiri oleh dr. Tony Setiabudhi, Ph. D. Dengan Prof. Yin sebagai
narasumbernya. Dalam seminar tersebut terungkap beberapa penemuan atau publikasi
baru mengenai penyebab dari terjadinya penuaan pada manusia. Hal tersebut antara lain:
1.

Penuaan dan Pengaruh Genetika


Dalam sebuah penelitian ditemukan sebuah gen mutan yang disebut sebagai
Caenorabditis elegans yang disinyalir membuat beberapa perubahan gen yang
menyebabkan terhentinya beberapa tahap metabolisme yang berlebihan pada sel di
sekitarnya dan dianggap sebagai salah satu faktor penyebab terjadinya
peningkatan umur kehidupan pada beberapa spesies, contohnya pada lalat buah
(Drosophila). Dalam penelitian lainnya juga ditemukan bahwa kandungan
Superoxide dalam mitokondria dan jumlah produksi hidrogen peroksida dalam
hati dan ginjal berhubungan dengan umur kehidupan maksimal suatu spesies.

2.

Stress Carbon
Carbon adalah salah satu hasil sampingan yang terdapat pada proses
metabolisme manusia. Biasanya zat kimia ini dikeluarkan oleh manusia melalui
sistem ekskresi. Pada kenyataannya di beberapa kasus yang dianggap sebagai
penyebab terjadinya proses penuaan, ditemukan adanya penimbunan zat Carbon
ini. Sehingga dapat dianggap bahwa penimbunan karbon merupakan salah satu
unsur yang terdapat dalam tahapan proses terjadinya penuaan pada manusia /
makhluk hidup.

3.

Peran Penting Tidur Dalam Mencegah Penuaan


Dalam perkembangan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa tidur
adalah proses dimana sebagian sel tubuh mengalami istirahat. Hal ini dimungkinkan
sebagai salah satu cara untuk memperlambat kerja metabolisme merugikan yang
menyebabkan terjadinya penuaan. Namun hal ini masih dalam Penelitian???.

Proses menua

4. Stem Cell
Dalam perkembangan penelitian terbaru yang dilakukan, didapatkan sebuah
fakta mengejutkan dimana terdapat sebuah cairan bernama Cardio-Lysin, yang
merupakan sebuah cairan yang dapat digunakan untuk mencetak bentuk sebuah
jantung yang mati, dan apabila dalam cetakan tersebut dibenamkan stem cell jantung
baru, maka akan perlahan-lahan terbentuk kembali sebuah organ jantung dan
dikatakan dapat berdenyut seperti jantung normal.
PROSES TERJADINYA PENUAAN
Manusia senantiasa mengalami proses penuaan yang hingga kini tak dapat
dihindari. Proses penuaan ditandai dengan adanya kemunduran fungsi dari berbagai
organ tub uh secara perlahan-lahan. Proses menua tersebut ada yang normal yaitu yang
tidak menimbulkan sakit dan ada pula yang patologis yang terjadi karena kemunduran
fungsi akibat penyakit. Dengan disertai daya imunologik yang menurun karena usia
lanjut, maka peluang terserang penyakit adalah lebih besar. Dalam hal ini jumlah sel
Limfosit T yang sangat berperan dalam sistem pertahanan tubuh fungsinya telah
menurun, walaupun jumlahnya sama. Pada penyakit AIDS jumlah sel Limfosit T sangat
berkurang sehingga sering dihinggapi macam-macam penyakit infeksi sebagai
komplikasi.
Arteriosklerosis adalah dasar dari proses ini. Dalam hal ini terdapat pengerasan
dari dinding pembuluh darah sehingga kurang elastis seperti semula, seingkali ada
bercak-bercak endapan kapur pada lapisan sel-sel endotel yang melapisi bagian dalam
dari pembuluh darah yang ikut membuat pembuluh darah menjadi kaku. Pada usia lanjut
selain perubahan dari penampilan seperti tersebut diatas, pada kulit dan rambut terdapat
pula kemunduran dari fungsi otak dikarenakan otak yang makin mengecil. Daya
keseimbangan mungkin terganggu dan fungsi panca indra mengalami kemunduran
disertai fungsi organ-organ yang juga mundur antara lain paru-paru, jantung, ginjal, hati
dan otot. Tinggi badan dapat berkurang beberapa sentimeter karena keping-keping
tulang belakang menipis. Kini diketahui bahwa penuaan antara lain disebabkan juga
karena keusakan DNA dari sel-sel tubuh pada masa proses penuaan. Beberapa
komponen yang mempengaruhi proses menua.
a. Faktor fisiologik
- Genetik
- Sirkulasi darah
- Regulasi hormon dan neural.
b. Gaya hidup
- Nutrisi
- Stress
- Aktifitas fisik
c. Lingkungan
- Kimia
- Obat

Proses menua

- Radiasi
- Mikroorganisme
d. Proses menua pada Makromolekul
- Protein
- DNA-RNA
- Lipid
e. Proses menua pada sel
- Hilangnya sel
- Penurunan fungsi
f. Penyakit terkait
- Kardiovaskular
Gangguan fungsi yang merupakan manifestasi awal penyakit:
- Berhenti makan dan minum
- Inkontinesia urin
- Pusing
- Acute Confusional State
- Demensia
- Kehilangan berat badan
- Failure to Thrive
Oleh karena itu, proses atau mekanisme penuaan merupakan gabungan beberapa
faktor yang dapat mempercepat terjadinya peristiwa tersebut. Proses dan faktor-faktor ini
sekaligus menjelaskan tentang beberapa proses terjadinya penuaan yang telah diketahui
sampai saat ini.
III. PERUBAHAN-PERUBAHAN YANG TERJADI PADA LANSIA
1. Perubahan Fisik
Meliputi perubahan dari tingkat sel sampai kesemua sistem organ tubuh,
diantaranya sistem pernafasan, pendengaran, penglihatan, kardiovaskuler, sistem
pengaturan tubuh, muskuloskeletal, gastrointestinal, genito urinaria, endokrin dan
integumen.
a. Sistem pernafasan
- Otot pernafasan kaku dan kehilangan kekuatan, sehingga volume udara inspirasi
berkurang, sehingga pernafasan cepat dan dangkal.
- Penurunan aktivitas silia menyebabkan penurunan reaksi batuk sehingga potensial
terjadi penumpukan sekret.
- P enurunan aktivitas paru ( mengembang & mengempisnya ) sehingga jumlah
udara pernafasan yang masuk keparu mengalami penurunan, kalau pada
pernafasan yang tenang kira kira 500 ml.
- Alveoli semakin melebar dan jumlahnya berkurang ( luas permukaan normal
50m), menyebabkan terganggunya prose difusi.
- Penurunan oksigen (O2) Arteri menjadi 75 mmHg menggangu prose oksigenasi
dari hemoglobin, sehingga O2 tidak terangkut semua kejaringan.

Proses menua

- CO2 pada arteri tidak berganti sehingga komposisi O2 dalam arteri juga menurun
yang lama kelamaan menjadi racun pada tubuh sendiri.
- kemampuan batuk berkurang, sehingga pengeluaran sekret & corpus alium dari
saluran nafas berkurang sehingga potensial terjadinya obstruksi.
b. Sistem persyarafan
- Cepatnya menurunkan hubungan persyarafan
- Lambat dalam merespon dan waktu untuk berfikir
- Mengecilnya syaraf panca indera
- Berkurangnya penglihatan, hilangnya pendengaran, mengecilnya syaraf pencium
& perasa lebih sensitif terhadap perubahan suhu dengan rendahnya ketahanan
terhadap dingin
c. Panca indera
Penglihatan
- Kornea lebih berbentuk skeris
- Sfingter pupil timbul sklerosis dan hilangnya respon terhadap sinar
- Lensa lebih suram (kekeruhan pada lensa).
- Meningkatnya ambang pengamatan sinar : daya adaptasi terhadap kegelapan
lebih lambat, susah melihat dalam cahaya gelap
- Hilangnya daya akomodasi
- Menurunnya lapang pandang & berkurangnya luas Pandang
- Menurunnya daya membedakan warna biru atau warna hijau pada
skala
Pendengaran
- Presbiakusis (gangguan pada pendengaran) :
Hilangnya kemampuan (daya) pendengaran pada telinga dalam,
terutama terhadap bunyi suara, antara lain nada nada yang tinggi, suara yang
tidak jelas, sulit mengerti kata kata, 50 % terjadi pada usia diatas umur 65
tahun
- Membran timpani menjadi atropi menyebabkan otosklerosis
- Terjadinya pengumpulan serumen, dapat mengeras karena meningkatnya
kreatin
Pengecap dan penghidu
- Menurunnya kemampuan pengecap
- Menurunnya kemampuan penghidu sehingga mengakibatkan selera makan
berkurang
Peraba
- Kemunduran dalam merasakan sakit
- Kemunduran dalam merasakan tekanan, panas dan dingin
d. cardiovaskuler
- Katub jantung menebal dan menjadi kaku

Proses menua

- Kemampuan jantung memompa darah menurun 1 % pertahun sesudah berumur


20
tahun. Hal ini menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya
- Kehilangan elastisitas pembuluh darah
Kurangnya efektifitasnya pembuluh darah perifer untuk oksigenasi, perubahan
posisi dari tidur keduduk ( duduk ke berdiri ) bisa menyebabkan tekanan darah
menurun menjadi 65 mmHg ( mengakibatkan pusing mendadak )
- Tekanan darah meningkat akibat meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer
(normal 170/95 mmHg )
e. Sistem genito urinaria
- Ginjal, Mengecil dan nephron menjadi atropi, aliran darah ke ginjal menurun
sampai 50 %, penyaringan diglomerulo menurun sampai 50 %, fungsi tubulus
berkurang akibatnya kurangnya kemampuan mengkonsentrasi urin, berat jenis
urin menurun proteinuria ( biasanya + 1 ) ; BUN meningkat sampai 21 mg %,
nilai ambang ginjal terhadap glukosa meningkat.
- Vesika urinaria / kandung kemih, Otot otot menjadi lemah, kapasitasnya menurun
sampai 200 ml atau menyebabkan frekwensi BAK meningkat, vesika urinaria
susah dikosongkan pada pria lanjut usia sehingga meningkatnya retensi urin
- Pembesaran prostat 75 % dimulai oleh pria usia diatas 65 tahun
- Atropi vulva
- Vagina, Selaput menjadi kering, elastisotas jaringan menurun juga
permukaanmenjadi halus, sekresi menjadi berkurang, reaksi sifatnya lebih alkali
terhadap perubahan warna
- Daya sexual, Frekwensi sexsual intercouse cendrung
menurun tapi kapasitas untuk melakukan dan menikmati berjalan terus
f.

Sistem endokrin / metabolik


- Produksi hampir semua hormon menurun
- Fungsi paratiroid dan sekesinya tak berubah
- Pituitary, Pertumbuhan hormon ada tetapi lebih rendah dan hanya ada di
pembuluh darah dan berkurangnya produksi dari ACTH, TSH, FSH dan
LH
- Menurunnya aktivitas tiriod BMR turun dan menurunnya daya pertukaran zat
- Menurunnya produksi aldosteron
- Menurunnya sekresi hormon bonads :
progesteron, estrogen, testosteron
- Defisiensi hormonall dapat menyebabkan hipotirodism, depresi dari sumsum
tulang serta kurang mampu dalam mengatasi tekanan jiwa (stess)

g. sistem pencernaan
- Kehilangan gigi, Penyebab utama adanya periodontal disease yang biasa terjadi
setelah umur 30 tahun, penyebab lain meliputi kesehatan gigi yang buruk dan gizi
yang buruk.

Proses menua

- Indera pengecap menurun, Adanya iritasi yang kronis dari selaput lendir, atropi
indera pengecap ( 80 %), hilangnya sensitivitas dari syaraf pengecap dilidah
terutama rasa manis, asin, asam & pahit.
- Esofagus melebar
- Lambung, rasa lapar menurun (sensitivitas lapar menurun ), asam lambung
menurun, waktu mengosongkan menurun.
- Peristaltik lemah & biasanya timbul konstipas
- Fungsi absorbsi melemah ( daya absorbsi terganggu )
- Makin mengecil & menurunnya tempat penyimpanan, berkurangnya aliran darah
h. Sistem muskuloskeletal
- Tulang kehilangan densikusnya rapuh
- resiko terjadi fraktur
- kyphosis
- persendian besar & menjadi kaku
- pada wanita lansia > resiko fraktur
- Pinggang, lutut & jari pergelangan tangan terbatas
- Pada diskus intervertebralis menipis & menjadi pendek ( tinggi badan
berkurang)
- Gerakan volunter gerakan berlawanan
- Gerakan reflektonik Gerakan diluar kemauan sebagai reaksi terhadap
rangsangan pada lobus.
- Gerakan involunter Gerakan diluar kemauan, tidak sebagai reaksi terhadap
suatu perangsangan terhadap lobus
- Gerakan sekutu Gerakan otot lurik yang ikut bangkit untuk menjamin
efektifitas dan ketangkasan otot volunter
i.

sistem kulit & karingan ikat


- Kulit keriput akibat kehilangan jaringan lemak
- Kulit kering & kurang elastis karena menurunnya cairan dan hilangnya jaringan
Adiposa
- Kelenjar kelenjar keringat mulai tak bekerja dengan baik, sehingga tidak begitu
tahan terhadap panas dengan temperatur yang tinggi
- Kulit pucat dan terdapat bintik bintik hitam akibat menurunnya aliran darah dan
menurunnya sel sel yang meproduksi pigmen
- Menurunnya aliran darah dalam kulit juga menyebabkan penyembuhan luka luka
kurang baik
- Kuku pada jari tangan dan kaki menjadi tebal dan rapuh
- Pertumbuhan rambut berhenti, rambut menipis dan botak serta warna rambut
kelabu
- Pada wanita > 60 tahun rambut wajah meningkat kadang kadang menurunT
- Temperatur tubuh menurun akibat kecepatan metabolisme yang menurun
- Keterbatasan reflek menggigil dan tidak dapat memproduksi panas yang
banyak rendahnya akitfitas otot.

Proses menua

j.

sistem reproduksi dan kegiatan sexual


- perubahan sistem reprduksi.
- selaput lendir vagina menurun/kering.
- menciutnya ovarium dan uterus.
- atropi payudara.
- testis masih dapat memproduksi meskipun adanya penurunan secara berangsur
berangsur
- dorongan sex menetap sampai usia diatas 70 tahun, asal kondisi kesehatan baik.
- kegiatan sexual.

Sexualitas adalah kebutuhan dasar manusia dalam manifestasi kehidupan yang


berhubungan dengan alat reproduksi. Setiap orang mempunyai kebutuhan sexual, disini
kita bisa membedakan dalam tiga sisi :
1) fisik, Secara jasmani sikap sexual akan berfungsi secara biologis melalui organ
kelamin yang berhubungan dengan proses reproduksi,
2) rohani, Secara rohani tertuju pada orang lain sebagai manusia, dengan tujuan
utama bukan untuk kebutuhan kepuasan sexualitas melalui pola pola yang baku seperti
binatang dan
3) sosial, Secara sosial kedekatan dengan suatu keadaan intim dengan orang
lain yang merupakan suatu alat yang apling diharapkan dalammenjalani sexualitas.
Sexualitas pada lansia sebenarnya tergantung dari caranya, yaitu dengan cara
yang lain dari sebelumnya, membuat pihak lain mengetahui bahwa ia sangat berarti
untuk anda. Juga sebagai pihak yang lebih tua tampa harus berhubungan badan, msih
banyak cara lain unutk dapat bermesraan dengan pasangan anda. Pernyataan pernyataan
lain yang menyatakan rasa tertarik dan cinta lebih banyak mengambil alih fungsi
hubungan sexualitas dalam pengalaman sex.
2. Perubahan-perubahan mental/ psikologis
Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan mental adalah :
- Pertama-tama perubahan fisik, khususnya organ perasa.
- kesehatan umum
- Ttingkat pendidikan
- Keturunan (herediter)
- Lingkungan
- Gangguan saraf panca indra, timbul kebutaan dan ketulian
- Gangguan konsep diri akibat kehilangan jabatan
- Rangkaian dari kehilangan yaitu kehilangan hubungan dengan teman dan famili
- Hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik, perubahan terhadap gambaran diri dan
perubahan konsep diri
Perubahan kepribadian yang drastis keadaan ini jarang terjadi lebih sering
berupa ungkapan yang tulus dari perasaan seseorang, kekakuan mungkin oleh
karena faktor lain seperti penyakit-penyakit. Kenangan (memory) ada dua :
a. kenangan jangka panjang, berjam-jam sampai berhari-hari yang lalu, mencakup
beberapa perubahan
b. Kenangan jangka pendek atau seketika (0-10 menit), kenangan buruk.
Intelegentia Quation :
tidak berubah dengan informasi matematika dan perkataan verbal,\

Proses menua

berkurangnya penampilan,persepsi dan keterampilan psikomotorterjadi


perubahan pada daya membayangkan, karena tekanan-tekanan dari faktro
waktu.
3. Pengaruh proses penuaan pada fungsi psikososial.
- perubahan fisik, sosial mengakibatkan timbulnya penurunan fungsi, kemunduran
orientasi, penglihatan, pendengaran mengakibatkan kurangnya percaya diri pada
fungsi mereka.
- Mundurnya daya ingat, penurunan degenerasi sel sel otak.
- Gangguan halusinasi.
- Lebih mengambil jarak dalam berinteraksi
- Fungsi psikososial, seperti kemampuan berfikir dan gambaran diri
4. Perubahan Spiritual
Agama atau kepercayaan makin terintegarsi dalam kehidupannya (Maslow,1970).
Lansia makin matur dalam kehidupan keagamaannya, hal ini terlihat dalam berpikir
dan bertindak dalam sehari-hari. (Murray dan Zentner,1970).

KESIMPULAN
Penuaan bukanlah suatu penyakit yang harus ditakuti, tetapi merupakan suatu proses yang
terjadi pada semua makhluk hidup. Namun pada perkembangannya, kita harus mencari
penyebab dari proses penuaan tersebut, dengan harapan bahwa kita dapat mengurangi dampak
negatif dari setiap proses yang terjadi, selain itu apabila dimungkinkan kita dapat menemukan
obat dari Penuaan tersebut.
Dalam mencari obat atau treatment tersebut terdapat beberapa teori yang menjelaskan
mengenai faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penuaan, antara lain:
1.
Teori Mutasi Somatik
2.
Teori Genetik Clock

Proses menua

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Teori Kerusakan Immunitas Tubuh


Teori Kerusakan Akibat Radikal Bebas
Teori Menua Akibat Metabolisme
Penuaan dan Pengaruh Genetika
Stress Carbon
Stem Cell
Peran Penting Tidur Dalam Mencegah Penuaan

Proses penuaan dapat terjadi pada semua organ tubuh, antara lain ditandai dengan adanya
kemunduran produksi sel Limfosit T dan kemunduran pada beberapa organ manusia termasuk
rambut, dsb. Mekanisme penuaan juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain:
1.
Faktor fisiologik
2.
Gaya Hidup
3.
Lingkungan
4.
Proses Menua pada Makromolekul
5.
Proses Menua Pada Sel
6.
Penyakit Terkait
Pada lansia terjadi perubahan2, yaitu :
1. Perubahan Fisik
Meliputi perubahan dari tingkat sel sampai kesemua sistem organ tubuh, diantaranya sistem
pernafasan, pendengaran, penglihatan, kardiovaskuler, sistem pengaturan tubuh,
muskuloskeletal, gastrointestinal, genito urinaria, endokrin dan integumen.
2. Perubahan-perubahan mental/ psikologis
3. Pengaruh proses penuaan pada fungsi psikososial
4. perubahan spiritual

Proses menua

DAFTAR PUSTAKA

Hardywinoto, Dr , SKM , Setiabudi Toni, Ph.D, Panduan Gerontoroli, cetakan 2 , PT


Gramedia pusaka utama Jakarta, 2005
Powerpoint Literatur: WHYaging2007
Website: www.wikipedia.or.id
Website: www.freewebtown.com/gerontologi
Website: www.google.com