Anda di halaman 1dari 7

KESTRA ------------------------ Jurnal Kesehatan Mitra Lampung Vol. 9 No.

2, Mei
2012

ISSN 0216-9630

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN MENARCHE PADASISWI


KELAS IX DI SMP PURNAMA DESA PALPUTIH SIMPANG
KECAMATA TANJUNG BINTANG KABUPATEN LAMPUNG
SELATAN
Armen Patria*)
Dea Ratna Puspitasari **)
Masa remaja merupakan masa pertumbuhan anak menjadi dewasa atau masa terjadi perkembangan
seksual, pada masa ini umumnya remaja mengalami pubertas. Peristiwa terpenting yang terjadi pada
remaja adalah terjadinya menarche. Secara umum keadaan gizi akan mempengaruhi kesehatan seseorang
secara optimal. Apabila keadaan gizi seseorang baik, maka kesehatannya akan baik sehingga tidak terjadi
gangguan pada proses-proses yang terjadi di dalam tubuh sehingga dapat terjadinya menarche lebih dini.
Tujuan Penelitian ini adalah Ingin mengetahui hubungan status gizi dengan menarche pada siswi kelas IX
di SMP Purnama Desa Palputih Simpang Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan
Tahun 2011.
Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain penelitian cross secsional, populasi seluruh
siswi kelas IX berjumlah 42 siswi dan sampelny adalah keseluruhan populasi dengan tehnik pengambilan
sampel total random sampling. Untuk mengumpulkan data penulis menggunakan form berupa tabel. Data
dianalisis secara univariat dengan persentase dan bivariat dengan chi square.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapat hasil bahwa secara umum siswi kelas IX yang ada di
SMP Purnama sebagian besar dengan gizi yang sedang yaitu sebanyak 27 siswi (64,3%), dengan kategori
menarche pada siswi kelas IX adalah sebanyak 7 orang (16,7%) mengalami menarche dini. berdasarkan
hasil analisis menggunakan fishers excat diperoleh nilai value sebesar 0,24. Tampak bahwa nilai
value 0,24 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima yang menyatakan bahwa ada hubungan status gizi
dengan usia menarche.
Kata Kunci : Status Gizi dan Menarche

PENDAHULUAN

umur rata-rata 12,5 tahun. Menarche atau

Data demografi menunjukkan bahwa

menstruasi pertama merupakan salah satu

remaja merupakan populasi yang besar

perubahan pubertas yang pasti dialami

dari penduduk dunia. Jumlah penduduk

setiap anak perempuan (Ganong, 2003).

dunia tahun 2005 adalah 6.445.398.968

Sedangkan di Inggris usia rata-rata untuk

jiwa. Menurut WHO bahwa seperlima dari

mecapai menarche adalah 13,1 tahun,

penduduk dunia sekitar 1.289.079.793 jiwa

sedangkan

atau 20% merupakan remaja berusia 10-19

Menarche dicapai pada usia 18,8 tahun

tahun. Usia menarche remaja putri di

(Jamaluddin, 2004).

1.

suku

Bunding

di

Papua,

Eropa sekitar 16-18 tahun, sementara pada

Jumlah penduduk di Indonesia tahun

tahun 2002 didapati usia menarche sekitar

2011 adalah 236954.100 jiwa terdiri dari

12,5-13,5 tahun (Institut National Detudes

118591.100 jiwa laki-laki dan 118363.000

Demographiques,

jiwa perempuan sedangkan jumlah remaja

2003).

Di

Amerika

sekitar 95% anak perempuan mempunyai

usia

tanda pubertas pada umur 12 tahun dan

41.167.801 jiwa atau 17,37% (Departemen

10-19 tahun berjumlah sekitar

KESTRA ------------------------ Jurnal Kesehatan Mitra Lampung Vol. 9 No. 2, Mei


2012

Kesehatan RI, 2009). Pada tahun 2008,

Berbagai

ISSN 0216-9630

penelitian

menunjukkan

jumlah remaja di Indonesia mencapai 62

bahwa faktor yang berhubungan dengan

juta jiwa atau 25% (Dhamayanti, 2009).

usia menarche antara lain adalah pengaruh

Waktu menarche pada remaja di Indonesia

genetik, kondisi sosial ekonomi, kesehatan

bervariasi antara 10-16 tahun dan rata-rata

umum, kesejahteraan, status gizi, jenis

menarche 12,5 tahun, usia menarche lebih

latihan fisik tertentu dan jumlah anggota

dini di daerah perkotaan dari pada yang

keluarga. Penelitian Burhanuddin (2007)

tinggal di desa dan juga lebih lambat

menemukan bahwa dari 400 orang pelajar

wanita yang kerja berat (Wiknjosastro,

putri Bugis Kota dan Desa di Sulawesi

1999). Departemen Kesehatan Republik

Selatan yang sudah menarche berusia

Indonesia melaporkan terjadi penurunan

antara 10.62 tahun sampai 15.71 tahun.

usia menarche di Indonesia.

Hal ini meliputi kelompok Kota 200 orang

Penduduk Lampung tahun 2011

dengan usia rata-rata 12,93 tahun dan

berjumlah 7.691.800 jiwa, terdiri dari laki-

kelompok Desa 200 orang dengan usia

laki berjumlah 3.918.064 jiwa, perempuan

rata-rata 13,18 tahun pada pelajar putri

berjumlah 3.773.736 jiwa. Remaja usia 10-

Bugis. Disimpulkan bahwa ditemukan

19 tahun di propinsi Lampung berjumlah

perbedaan berat badan, status gizi, status

1.306.600 jiwa atau 17%. (Departemen

sosial

Kesehatan RI, 2009). Prevalensi status gizi

responden

di Lampung terdapat 3,5% gizi buruk, 10%

menarche pada pelajar putri Bugis Kota

gizi kurang, 79,8% gizi baik, dan 6,8 gizi

dan Desa di Sulawesi Selatan.

lebih.

ekonomi

dan

terhadap

aktivitas

fisik

pencapaian

usia

Dari hasil prasurvey pada siswi kelas


Kabupaten Lampung Selatan dengan

IX di SMP Purnama Desa Palaputih

luas wilayah 3180,78 km2 memiliki 381

Simpang dan diperoleh hasil bahwa dari 15

desa yang tersebar di dua puluh kecamatan

orang siswi menyatakan bahwa mereka

dan empat kelurahan. Badan Pusat Statistik

mulai mengalami menarche dengan usia

Kabupaten Lampung Selatan tahun 2007

yang berbeda-beda yaitu antara 10 sampai

mendata terdapat 1.341.258 jiwa penduduk

14 tahun.

yang terdiri dari 696.281 laki-laki dan

Berdasarkan latar belakang di atas

644.977 perempuan dengan rata- rata

maka peneliti tertarik untuk mengetahui

kepadatan

421,68

per

km2

Kesehatan Lampung Selatan, 2008).

(Dinas

lebih lanjut hubungan status gizi dengan


menarche pada siswi kelas IX SMP
Purnama

Desa

Palputih

Simpang

KESTRA ------------------------ Jurnal Kesehatan Mitra Lampung Vol. 9 No. 2, Mei


2012

ISSN 0216-9630

Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten

17,37%. Departemen Kesehatan Republik

Lampung Selatan tahun 2011. Penelitian

Indonesia melaporkan terjadi penurunan

ini dilakukan di SMP Purnama Desa

usia menarche di Indonesia. (4) Di

Palputih Simpang Kecamatan Tanjung

Lampung tahun 2011 jumlah remaja usia

Bintang

Selatan

10-19 tahun sekitar 1.306.600 jiwa atau

karena siswi-siswi kelas IX di SMP ini

17%. Prevalensi status gizi di Lampung

mengalami menarche dengan usia yang

terdapat 3,5% gizi buruk, 10% gizi

berbeda-beda

kurang, 79,8% gizi baik, dan 6,8 gizi

Kabupaten

dan

Lampung

status

gizi

yang

bervariasi.

lebih. (5) Dari hasil prasurvey pada siswi

Berdasarkan latar belakang masalah


diatas,

maka

masalah

yang

akan

kelas IX di SMP Purnama Desa Palputih


Simpang dan diperoleh hasil bahwa dari

diidentifikasikan adalah sebagai berikut :

15

(1) Pada saat ini umur menarche rata-rata

mereka mulai mengalami haid untuk

12 tahun dan sangat besar variasinya,

pertama kali dengan usia yang berbeda-

diantaranya dipengaruhi oleh keluarga,

beda yaitu antara 10 sampai 14 tahun.

gizi, iklim, keadaan sosial ekonomi,

Berdasarkan perumusan masalah diatas,

keadaan emosional dan bentuk badan.

maka tujuan yang ingin dicapai dari

Semakin mudanya usia menarche ini ada

penelitian ini adalah :(1) diketahuinya

kemungkinan karena semakin baiknya

gambaran status gizi pada siswi kelas IX

nutrisi dan kesehatan pada generasi

di SMP Purnama Desa Palputih Simpang

sekarang.

Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten

(2)

Studi

epidemiologis

orang

siswi

menyatakan

mengungkapkan bahwa usia menarche

Lampung

wanita di berbagai belahan dunia semakin

Diketahuinya gambaran usia menarche

cepat. Pada tahun 2002 remaja putri di

pada siswi kelas IX di SMP Purnama

Eropa didapati usia menarche sekitar

Desa

12,5-13,5 tahun. Di Amerika sekitar 95%

Tanjung Bintang Kabupaten Lampung

anak

tanda

Selatan tahun 2011. (3) Diketahuinya

pubertas pada umur 12 tahun dan umur

hubungan status gizi dengan menarche

rata-rata 12,5 tahun. Sedangkan di Inggris

pada siswi kelas IX di SMP Purnama

usia rata-rata untuk mecapai menarche

Desa

adalah 13,1 tahun. (3) Di Indonesia,

Tanjung Bintang Kabupaten Lampung

penduduk remaja usia

Selatan tahun 2011.

perempuan

mempunyai

10-19 tahun

berjumlah sekitar 41.167.801 jiwa atau


3

Selatan

Palputih

Palputih

tahun

bahwa

Simpang

Simpang

2011.

(2)

Kecamatan

Kecamatan

KESTRA ------------------------ Jurnal Kesehatan Mitra Lampung Vol. 9 No. 2, Mei


2012

II.

Teknik

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode

ISSN 0216-9630

pengumpulan

data

yang

digunakan dalam penelitian ini adalah

analitik yaitu suatu penelitian yang

penelitian

mencoba mengetahui mengapa masalah

mengumpulkan data langsung. Peneliti

kesehatan tersebut bisa terjadi, kemudian

mengumpulkan data dengan menggunakan

melakukan

media form status gizi dan menarche.

analisis

hubungan

antara

lapangan

dengan

faktor resiko (faktor yang mempengaruhi


efek) dengan faktor efek (faktor yang
dipengaruhi oleh resiko) (Riyanto, 2011).
Desain penelitian yang digunakan dalam

III. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Analisis Univariat
Tabel 1

penelitian ini adalah cross sectional


merupakan

suatu

penelitian

mempelajari

hubungan

antara

yang
faktor

resiko (independen) dengan faktor efek


(dependen), dimana melakukan observasi
atau pengukuran variabel sekali dan
sekaligus

pada

waktu

yang

sama

(Riyanto, 2011).
Populasi
adalah

penelitian

kelas

Desa

Palputih

IX

ini
SMP

Simpang

Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten


Lampung

Selatan

tahun

pelajaran

2010/2011 yang berjumlah 46 siswi


Menurut Arikunto (2006) sampel
adalah

sebagian

Statusgizi
Gizibaik
Gizisedang
Total

Jumlah
15
27
42

Persentase
35,7
64,3
100

Berdasarkan tabel di atas dapat


diketahui bahwa sebagian besar siswsi

dalam

siswi-siswi

Purnama

Distribusi Frekuensi Status Gizi


Siswi kelas IX di SMP
Purnama

yang

diambil

dari

keseluruhan objek penelitian atau yang


diteliti dan dianggap mewakili populasi.

kelas IX SMP Purnama dengan Gizi


yang sedang yaitu sejumlah 27 siswi
(64,3%).
Tabel 5.2 Distribusi Frekuensi Kategori
Menarche Siswi Kelas IX SMP
Purnama

Kategori
Menarchedini
Menarchenormal
Menarcheterlambat
Total

Jumlah
7
32
3
42

Persentase
16,7
76,2
7,1
100

Jika populasi > dari 100 maka digunakan


teknik penetapan sampel yaitu sekitar 1015% atau 20-25% atau lebih. Jika
populasi < 100 maka sampelnya adalah
keseluruhan populasi.
4

Berdasarkan tabel

di atas dapat

diketahui bahwa siswi kelas IX SMP


Purnama yang mengalami menarche dini
yaitu sebanyak 7 orang (16,7%).

KESTRA ------------------------ Jurnal Kesehatan Mitra Lampung Vol. 9 No. 2, Mei


2012

yang

B. Analisis Bivariat

ISSN 0216-9630

menunjukkan

bahwa

terdapat

hubungan antara status gizi dengan

Tabel 5.3 Distribusi Responden menurut


Status Gizi dan Kategori
Menarche

menarche pada siswi SMP Purnama.


Jika

dikaitkan

dengan

teori

Soetjiningsih (2004) yang menyatakan


VARI
ABEL

Kategori menarche
Total
Dini

Status
Gizi
Gizi
Baik

n
5

Normal

%
n
%
33,3 8 53,3

Terlam
bat
n % n %
2 13,3 15 100

bahwa secara umum keadaan gizi akan


mempengaruhi

kesehatan

seseorang

secara optimal. Apabila keadaan gizi


seseorang baik, maka kesehatannya pun

Gizi
Sedang
Jumlah

7,4

16,7

7,4

1 3,7 27 100

akan baik sehingga tidak terjadi gangguan

32 76,2

3 7,1 42 100

pada proses-proses yang terjadi di dalam

24

P Value= 0,24

tubuh. Demikian pula dengan suatu

Berdasarkan tabel diatas diketahui

sistem yang ada di dalam tubuh. Dengan

bahwa untuk siswi yang mengalami

kata lain kesehatan akan berpengaruh

menarche dini dengan gizi baik sebanyak

pada pertumbuhan dan perkembangan

5 orang (33,3%), sedangkan siswi yang

seseorang. Kesehatan yang baik akan

mengalami menarche dini dengan gizi

mengakibatkan

sedang 2 orang (7,4%), Berdasarkan hasil

perkembangan tidak terhambat, demikian

analisis

exact

pula sebaliknya. Dengan keadaan status

diperoleh value sebesar 0,24. Tampak

gizi yang baik maka diperoleh keadaan

bahwa nilai value 0,24 0,05 sehingga

kesehatan tubuh yang optimal sehingga

Ho ditolak yang menyatakan bahwa ada

memungkinkan

hubungan

menarche lebih dini.

menggunakan

status

gizi

fishers

dengan

usia

pertumbuhan

untuk

dan

terjadinya

menarche.
III. KESIMPULAN DAN SARAN

C. Pembahasan
Dari hasil penelitian dan analisis data

A. Kesimpulan

siswi yang mengalami menarche dini

Berdasarkan hasil penelitian dan

dengan gizi baik sebanyak 5 orang

pembahasan, maka dapat ditarik beberapa

(33,3%)

yang

kesimpulan diantaranya: (1) Status gizi

mengalami menarche dini dengan gizi

siswi kelas IX yang ada di SMP Purnama

sedang 2 orang (7,4%). Berdasarkan hasil

dengan gizi sedang sebesar 64,3%. (2)

analisis

Kategori menarche pada siswi kelas IX

sedangakan

menggunakan

siswi

fishers

exact

diperoleh hasil nilai value: 0,024 0,05,


5

yang

ada

di

SMP

Purnama

yang

KESTRA ------------------------ Jurnal Kesehatan Mitra Lampung Vol. 9 No. 2, Mei


2012

mengalami menarche dini sebesar 16,7%.

(3) Ada hubungan status gizi dengan


menarche pada siswi kelas IX di SMP
Purnama

Desa

Palputih

Simpang

Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten


Lampung Selatan tahun 2011 ( = 0,24).

B. Saran
Saran yang dapat diberikan oleh
peneliti adalah : (1) Diharapkan untuk
dapat menjaga status gizinya dengan
mengkonsumsi gizi seimbang sehingga
dapat

menunjang

kesehatan

reproduksinya. (2) Bagi Institusi SMP


Purnama Diharapkan hasil penelitian ini
dapat

menjadi

sekolah

sebagai

masukan

bagi

tambahan

pihak

informasi

dalam memberikan konseling tentang


kesehatan

reproduksi

dan

guna

meningkatkan kegiatan UKS di sekolah.


DAFTAR PUSTAKA
Almasteir, Sunita. 2009. Prinsip Dasar
Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka
Utama
Andira,
Dita.
2010.
Seluk-Beluk
Kesehatan
Reproduksi
Wanita.Yogyakarta : A+Plus Books
Anonim. 2011. Buku Panduan Penulisan
Skripsi dan Tugas Akhir.Bandar
Lampung: Perguruan TinggiUmitra
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur
Penelitian
Suatu
Pendekatan
Praktik.Jakarta: Rineka Cipta
Burhanuddin, Sudirman. BeberapaVariabel
yang Berpengaruh terhadap Usia
Menarche Pelajar Putri Bugis Kota
dan Desa di Sulawesi Selatan (Suatu
6

ISSN 0216-9630

Pendekatan
Antropologi
Ragawi
Ditinjau dari Aspek Biologis dan
Lingkungan.2007. http://www.adln.lib
.unair.ac.id/ diakses 14 April 2011

Departemen Kesehatan RI. 2009.Jumlah


Penduduk Indonesia dan Jumlah
Penduduk
di
propinsi
Lampung.http://www.depkes.go.id/do
wnloads/publikasi/Data%20Penduduk
%20Sasara %20Program.pdf diakses
12 April 2011
Depkes, 2003. Zat gizi dalam makanan
.www.depkes.go.id diakses 14 April
2011
Dinas kesehatan Lampung Selatan.2008 .
Jumlah Penduduk di kabupaten
Lampung
Selatan.http://keslamsel.
wordpress.com/ diakses 12 April 2011
Dorland, W.A. Newman. 2002. Kamus
Kedokteran Dorland. Jakarta : EGC
Ganong, William F. 2003. Buku Ajar
Fisiologi Kedokteran. Jakarta : EGC
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_ne
gara_menurut_kepadatan_pendudukdi
akses 12 April 2011
Ismawardeni.
2010
.
Hubungan
antaraStatus Gizi dengan Usia
Menarche,diakses pada 14 april 2011
dari
website:www.bascommetro.
com/2010/07/hubngan-antara-statusgizi-dengan.html diakses 14 April
2011
Jamaluddin, 2004. Gambaran pengetahuan
remaja putri tentang menarche.
addy1571.files.wordpress.com
diakses 14 April 2011
Manuaba. 2001.
Memahami Kespro
Wanita, edisi 2. Jakarta : EGC
Nelson. 2000. Ilmu Kesehatan Anak.
Jakarta : EGC
Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metodologi
Penelitian Kesehatan. Jakarta :
Rineka Cipta
Price. 1995. Patofisiologi, edisi 4. Jakarta :
EGC
Proverawati,
Atikah
dan
Wati
Kusuma,Erna. 2010. Ilmu Gizi untuk

KESTRA ------------------------ Jurnal Kesehatan Mitra Lampung Vol. 9 No. 2, Mei


2012

Keperawatan dan Gizi Kesehatan.


Yogyakarta : Nuha Medika
Riyanto, Agus. 2011. Aplikasi Metodologi
Penelitian Kesehatan. Yogyakarta:
Nuha Medika
Sediaoetama. 2006. Ilmu Gizi Untuk
Mahasiswa dan Profesi, Jilid I.
Jakarta : Dian Rakyat
Soetjiningsih. 2004.Tumbuh Kembang
Anak. Jakarta :EGC
Sugiyono.
2011.
Statistika
Untuk
Penelitian. Bandung: Alfabeta
Suhardjo.2003.Berbagai Cara Pendidikan
Gizi. Jakarta : PT. Bumi Aksara
Supriasa. 2006. Penilaian Status Gizi.
Jakarta : EGC
Wiknjasastro. 1999. Ilmu Kandungan.
Jakarta : Yayasan Bima Pustaka
Sarwono
Winaris Wahyu, Imam. 2010. 100
Tanya Jawab Kesehatan.

ISSN 0216-9630