Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ketika suatu laporan keuangan menjalankan fungsinya sebagaimana
mestinya yaitu memberikan informasi yang wajar dan relevan kepada pengguna,
maka evaluasi menjadi suatu hal yang sangat fundamental dalam pelaporan.
Kinerja suatu laporan keuangan meliputi beberapa aspek yang harus dinilai.
Makalah ini mencoba membahas secara lugas dan terfokus pada analisis atas
ukuran-ukuran kinerja keuangan. Bagian pertama menjelaskan bagaimana
varians antara data aktual dan data anggaran dihitung untuk unit bisnis. Karena
anggaran beban dan pendapatan merupakan anggaran untuk unit bisnis,
pembahasan ini dapat diperluas untuk mencakup pusat beban dan pusat
pendapatan. Bagian selanjutnya menjelaskan bagaimana laporan dari variansvarians ini digunakan oleh manajemen senior untuk mengevaluasi kinerja unit
bisnis.
Kinerja keuangan adalah gambaran setiap hasil ekonomi yang mampu di
raih oleh perusahaan perbankan pada periode tertentu melalui aktivitas-aktivitas
perusahaan untuk menghasilkan keuntungan secara efisien dan efektif, yang
dapat diukur perkembangannya dengan mengadakan analisist erhadap datadata keuangan yang tercermin dalam laporan keuangan.
1.2 Rumusan Masalah
a. Bagaimana cara menghitung varians ?
b. Bagaimanakah varians dalam praktik itu ?
c. Apa saja keterbatasan analisis varians ?
d. Mengapa hasil yang dilaporkan pada laporan keuangan Solartronics, INC
untuk bulan januari sangat buruk ?
e. Apa tambahan data yang akan berguna untuk menganalisis kinerja
perusahaan pada bulan januari ?

BAB II
KAJIAN TEORITIK
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Menghitung Varians
Varians bersifat hierarkis. Varians dimulai dengan kinerja unit bisnis
keseluruhan, yang dibagi menjadi varians pendapatan dan varians beban.
Varians pendapatan dibagi lebih lanjut menjadi varians volume dan varians harga
untuk unit bisnis keseluruhan dan untuk setiap pusat tanggung jawab pemasaran
dalam unit tersebut. Varians tersebut dapat dibagi lebih lanjut berdasarkan area
dan distrik penjualan. Varians beban dapat dibagi menjadi beban beban produksi
dan beban lainnya. Beban produksi dapat dapat dibagi lebih lanjut berdasarkan
pabrik dan departemen dalam suatu pabrik. Oleh karena itu, perusahaan bisa
mengidentifikasi setiap varians dengan manajer individual yang bertanggung
jawab untuk itu. Analisis ini adalah alat yang sangat ampuh. Tanpanya,
kemanjuran anggaran laba akan sangat terbatas.
Kerangka analisis yang digunakan dalam analisis varians meliputi ide berikut:

Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kunci yang mempengaruhi laba


Merinci varians laba keseluruhan berdasarkan faktor penyebab kunci

tersebut
Fokus pada dampak laba dari variasi dalam setiap faktor penyebab
Mencoba untuk menghitung dampak yang spesifik dan dapat dipisahkan
dari setiap faktor penyebab dengan cara memvariasikan satu faktor saja

sementara faktor-faktor lainnya dianggap konstan


Menambahkan kompleksitas secara bertahap, lapis per lapis, mulai dari
tingkat akal sehat yang paling mendasar (mengupas bawang)

Menghentikan proses tersebut ketika kompleksitas yang ditambahkan di


tingkat yang baru dibuat tidak dijustifikasi dengan tambahan wawasan
mengenai

faktor-faktor

penyebab

yang

mendasari

varians

laba

keseluruhan.
A. Varians pendapatan
Dalam bagian ini, djelaskan mengenai bagaimana menghitung
varians harga, volume dan bauran penjualan. Penghitungan tersebut
dibuat untuk setiap lini produk, dan hasil dari lini produk kemudian
diagresikan untuk menghitung total varians. Varians yang positif adalah
menguntungkan, karena hal tersebut mengindikasikan bahwa laba aktual
melebihi laba yang dianggarkan, dan varians yang negatif adalah tidak
menguntungkan.
a) Varians Harga Penjualan
Varians harga penjualan dihitung dengan mengalikan selisih antara harga
aktual dan harga standar dengan volume aktual.
b) Varians Bauran dan Volume
Seringkali varians bauran dan varians volume tidak dapat dipisahkan.
Persamaan untuk gabungan dari varians bauran dan volume adalah:
Varians bauran dan volume = (volume aktual-volume anggaran) x
kontribusi per unit yang dianggarkan
Varians volume diakibatkan dari menjual lebih banyak unit
daripada yang dianggarkan. Sedangkan varians bauran diakibatkan dari
menjual proporsi produk yang berbeda dari yang diasumsikan dalam
anggaran. karena setiap produk memperoleh kontribusi perunit yang
berbeda, maka penjualan proporsi produk yang berbeda dari yang
dianggarkan akan menghasilkan suatu varians.
c) Varians Bauran
Varians bauran dari masing-masing produk diperoleh dari persamaan :

Varians bauran = [(total volume penjualan aktual x anggaran proporsi) (volume penjualan aktual)] x kontribusi perunit yang dianggaran
d) Varians volume
Varians volume dapat dihitung dengan cara mengurangkan varians
bauran dari gabungan antara varians bauran dan varians volume.
Varians volume = [(total volume penjualan aktual) x (persentase
anggaran) - [(anggaran penjualan) x kontribusi anggaran per unit)]
e) Analisis Pendapatan Lainnya
Varians pendapatan dapat dibagi-bagi lebih lanjut.
f) Penetrasi Pasar dan Volume Industri
Salah satu perluasan dari analisis laba adalah untuk memisahkan varians
bauran dan volume menjadi jumlah yang disebabkan oleh perbedaan
dalam volume industri. Prinsipnya adalah bahwa manajer unit bisnis
bertanggung jawab atas pangsa pasar, tetapi mereka tidak bertanggung
jawab atas volume industri Karena hal tersebut sangat dipengaruhi oleh
kondisi ekonomi. Persamaan berikut ini digunakan untuk memisahkan
dampak penetrasi pasar dan volume industri untuk varians bauran dan
volume :
Varians pangsa pasar = [(penjualan aktual) - (volume industri)] x
penetrasi pasar yang dianggarkan x kontribusi anggaran per unit
Varians pangsa pasar dihitung untuk setiap produk secara terpisah, dan
varians total adalah jumlah perhitungan secara aljabar. Varians volume
industri bisa dihitung dengan cara sebagai berikut :
Varians volume industri = (volume industri aktual) (volume industri
dianggarkan) x penetrasi pasar dianggarkan x kontribusi per unit
dianggarkan

B. Varians Beban
a) Biaya Tetap
Varians antara biaya tetap aktual dengan yang dianggarkan didapat
dari pengurangan, karena biaya-biaya ini tidak dipengaruhi baik oleh
volume penjualan maupun volume produksi.
b) Biaya Variabel
Adalah biaya yang bervariasi secara langsung dan proporsional
dengan volume. Biaya produksi yang dianggarkan harus disesuaikan
dengan volume produksi aktual. Volume yang digunakan untuk
menyesuaikan beban produksi variable yang dianggarkan adalah
volume produksi, bukan volume penjualan, yang digunakan dalam
menentukan varians pendapatan.
C. Rangkuman Varians
Ada beberapa cara dengan mana varians dapat dirangkum dalam
suatu laporan bagi manajemen. Ini digunakan karena jumlahnya dapat
ditelusuri dengan mudah. Bentuk penyajian lainnya adalah dengan
menunjukkan jumlah aktual beserta dengan variansnya. Hal ini
memberikan indikasi mengenai relatif pentingnya setiap varians sebagai
bagian dari total pos pendapatan atau beban yang terkait.
2.1.2 Varians Dalam Praktik
A. Periode Waktu dari Perbandingan
Perbandingan untuk tahun tersebut sampai dengan tanggal tertentu tidak
terlalu dipengaruhi oleh penyimpangan temporer yang mungkin terlihat aneh
untuk bulan sekarang, dan oleh karena itu , tidak perlu terlalu diperhatikan oleh
manajemen. Di pihak lain, hal tersebut mungkin menyembunyikan timbulnya
faktor penting yang tidak bersifat temporer.
Perbandingan antara anggaran tahunan dengan perkiraan saat ini akan
kinerja aktual untuk satu tahun penuh menunjukkan seberapa dekat manajer unit
bisnis memperkirakan akan memenuhi target laba tahunan. Bila kinerja untuk
5

tahun tersebut sampai dengan tanggal tertentu lebih buruk dibandingkan dengan
anggaran untuk tahun tersebut sampai tanggal itu, adalah mungkin bahwa deficit
yang terjadi akan dapat diatasi di bulan-bulan yang tersisa.
B. Fokus pada Margin Kotor
Di banyak perusahaan, perubahan dalam biaya atau faktor-faktor lainnya
diperkirakan akan mengarah kepada perubahan dalam harga jual, dan tugas dari
manajer pemasaran adalah untuk memperoleh margin kotor yang dianggarkan
yaitu penyebaran yang konstan antara biaya dan harga jual. Kebijakan semacam
itu terutama penting dalam periode inflasi. Suatu analisis varians dalam sistem
semacam itu tidak akan memiliki varians harga jual. Melainkan, akan ada varians
margi kotor.
Margin kotor per unit adalah selisih antara harga jual dengan biaya
produksi. Analisis varians dilakukan dengan mensubstitusi margin kotor untuk
harga jual dalam persamaan pendapatan. Margin kotor adalah selisih antara
harga jual aktual dengan biaya produksi standar.
C. Standar Evaluasi
Dalam sistem pengendalian manajemen, standar formal digunakan dalam
evaluasi laporan atas aktuvitas aktual dan terdiri atas tiga jenis: (1) standar atau
anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya; (2) standar histories; atau (3)
standar eksternal.
a) Standar atau anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya
Bila dipersiapkan dan dikoordinasikan secara hati-hati, maka merupakan
standar yang unggul. Standar ini merupakan dasar terhadap mana kinerja
aktual diperbandingkan di banyak perusahaan. Seandainya angka-angka
anggaran didaptkan secara acak, maka tentu saja angka-angka tersebut
tidak akan menghasilkan dasar yang andal untuk perbandingan.
b) Standar historis

Ini merupakan catatan kinerja aktual yang telah lewat. Hasil dari bulan
berjalan dapat dibandingkan dengan hasil bulan sebelumnya. Standar jenis
ini memiliki dua kelemahan yang serius: (1) kondisi mungkin saja berubah
antara kedua periode tersebut sedemikian rupa sehingga perbandingan
menjadi tidak valid lagi; dan (2) kinerja periode sebelumnya mungkin saja
tidak dapat diterima.
Standar jenis ini memiliki 2 kelemahan :
Kondisi mungkin saja berubah

antara

kedua

periode

tersebut

sedemikian rupa sehingga perbandingan menjadi tidak valid lagi


Kinerja periode sebelumnya mugnkin saja tidak dapat diterima
c) Standar eksternal
Merupakan standar yang diturunkan dari kinerja pusat tanggung jawab lain
atau perusahaan-perusahaan lain dengan industri yang sama. Kinerja dari
satu kantor cabang penjualan dapat dibandingkan dengan kinerja dari kantor
cabang penjualan lainnya. Bila kondisi-kondisi dari kedua pusat tanggung
jawab tersebut adalah serupa, maka perbandingan semacam itu dapat
menghasilkan dasar yang bisa diterima untuk mengevaluasi kerja.
Keterbatasan standar Standar adalah ukuran yang andal mengenai
bagaimana kinerja yang seharusnya. Langkah pertama yang penting dalam
analisi varians adalah pengujian terhadap validitas dari standar tersebut
d) Keterbatasan Standar
Varians antara kinerja aktual dan standar adalah bermakna hanya jika
diturunkan dari standar yang valid. Walaupun sangat mudah untuk mengacu
pada varians yang menguntungkan atau tidak menguntungkan, kata-kata ini
mengimplikasikan bahwa standar adakah ukuran yang andal mengenai
bagaimana kinerja yang seharusnya. Bahkan biaya standar mungkin bukan
merupakan estimasi yang akurat mengenai berapa biaya yang seharusnya
dalam situasi tersebut. Situasi ini dapat karena salah satu atau kedua
alasan:

standar tersebut tidak ditetapkan dengan selayaknya, atau


walaupun standar tersebut ditetapkan secara layak dalam kondisi yang
ada pada waktu itu.

D. Sistem Biaya Penuh


Jika perusahaan memiliki sistem biaya penuh (full-cost system), baik
biaya overhead variabel maupun tetap dimasukkan dalam persediaan pada biaya
standar per unit. Jika Persediaan akhir lebih tinggi dibandingkan dengan
persediaan awal, sebagian dari biaya Overhead tetap yang terjadi di periode
tersebut tetap akan tinggal di persediaan dan Bukannya mengalir ke harga pokok
penjualan. Sebaliknya, jika saldo persediaan turun Selama periode tersebut,
lebih banyak biaya overhead tetap yang dilepaskan ke harga Pokok penjualan
dibandingkan dengan jumlah aktual yang terjadi dalam periode tersebut.
Hal yang penting adalah bahwa varians produksi seharusnya dikaitkan dengan
volume produksi, bukan dengan volume penjualan.
E. Jumlah Rincian
Varians pendapatan dianalisis pada beberapa tingkatan pertama, secara
total; kemudian berdasarkan volume, bauran, dan harga; lalu menganalisis
varians volume dan bauran berdasarkan volume industri dan pangsa pasar. Pada
setiap tingkatan ini, varians tersebut dianalisis berdasarkan produk individual.
Proses dari satu tingkat ke tingkat yang lainnya ini sering disebut dengan
mengupas bawang yaitu lapisan demi lapisan dikupas, dan proses tersebut
akan terus berlanjut selama rincian tambahan masih dianggap berharga.
F. Biaya Teknik dan Biaya Diskresioner

Varians yang menguntungkan dalam biaya teknik biasanya merupakan


indikasi dari kinerja yang baik: yaitu semakin rendah biayanya maka semakin
baik kinerjanya. Hal ini tergantung pada kualifikasi bahwa kualitas pengantaran
tepat waktu dinilai memuaskan. Sebaliknya kinerja dari pusat beban kebijakan
biasanya dinilai memuaskan apabila beban aktual hamper setara dengan jumlah
yang dianggarkan, tidak lebih tinggi maupun lebih rendah. Hal ini disebabkan
karena varians yang menguntungkandapat mengindikasikan bahwa pusat
tanggung jawab tersebut tidak melaksanakan dengan mencukupi fungsi-fungsi
yang disetujui akan dilaksanakan olehnya. Karena beberapa elemen dalam pusat
beban kebijakan secara fakta merupakan beban teknik (misalnya; fungsi
pembukuan dalam organisasi kontroler), varians yang menguntungkan adalah
benar-benar menguntungkan elemen-elemen ini.

2.1.3

Keterbatasan Analisis Varians


Walaupun analisis varians adalah alat yang ampuh, alat tersebut memiliki

beberapa keterbatasan. Keterbatasan yang paling penting adalah bahwa


walaupun analisis ini mengidentifikasikan di mana varians terjadi, tetapi tidak
mengatakan mengapa varians ini terjadi atau apa yang dilakukan mengenainya.
Misalnya, laporan tersebut mungkin saja menunjukkan adanya varians
signifikanyang tidak menguntungkan dalam beban pemasaran, dan mungkin saja
mengidentifikasikan varians ini dengan beban promosi penjualan yang tinggi.
Tetapi, laporan tersebut tidak menjelaskan mengapa beban promosi penjualan
tinggi dan apa, jika ada, tindakan yang sedang dilakukan. Penjelasan naratif,
yang melengkapi laporan kinerja, seharusnya memberikan penjelasan semacam
itu. Masalah kedua dalam analisis varians adalah untuk menentukan apakah

suatu varians adalah signifikan. Teknik statistik dapat digunakan untuk


menentukan apakah ada perbedaan yang signifikan anatara kinerja aktual dan
standar untuk beberapa proses tertentu; teknik-teknik ini umumnya disebut
sebagai pengendalian mutu secara statistik.
Keterbatasan ketiga dari analisis varians adalah bahwa ketika laporan
kinerja menjadi lebih teragregasi, varians yang saling meniadakan dapat
menyesatkan pembacanya. Demikian pula, ketika varians menjadi semakin
teragregasi, para manajer menjadi semakin bergantung pada penjelasanpenjelasan dan prediks yang menyertainya. Akhirnya, laporan itu hanya
menunjukkan apa yang telah terjadi. Laporan tersebut tidak menunjukkan
dampak masa depan dari tindakan-tindakan yang telah diambil oleh manajer.

A. Tindakan Manajemen
Ada satu prinsip utama dalam menganalisis laporan keuangan formal:
Laporan laba bulanan sebaiknya tidak berisi hal-hal yang tak terduga. Informasi
yang signiifikan harus dikomunikasikan secepatnya melalui telepon, faks, e-mail,
atau

pertemuan

pribadi

segera

setelah

itu

diketahui.

Laporan

formal

menginformasikan kesan umum bahwa manajer senior telah mengetahui dari


sumber-sumber tersebut. Berdasarkan informasi ini, ia dapat bertindak sebelum
menerima laporan formal.
Laporan formal tersebut adalah tetap penting. Salah satu manfaat utama
dari laporan formal adalah bahwa laporan tersebut memberikan tekanan yang
diinginkan pada manajer di tingkat yang lebih rendah untuk mengambil tindakan
perbaikan atas inisiatif mereka sendiri. Laporan laba adalah tidak berguna
kecuali laporan tersebut mengarah pada tindakan. Tindakan tersebut mungkin

10

terdiri dari pujian atas kerja yang telah dilakukan dengan baik, saran-saran untuk
melakukan hal secara berbeda, memproses atau tindakan ketenagakerjaan
yang lebih drastic lagi. Tetapi, tindakan tindakan ini tidak dilakukan untuk setiap
unit bisnis setiap bulan. Selama bisnis berjalan baik, pujian adalah paling
diperlukan, dan kebanyakan orang tidak mengharapkan untuk memperoleh
pujian secara rutin.

2.2 Penelitian Terdahulu


Penelitian yang dilakukan oleh Bayu Januar Darmawan (2010) yang
berjudul Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja Perusahaan PT Astra
International Tbk periode 2007-2008 dengan menggunakan laporan keuangan
sebagai data primer. Penilaian ini sangat penting dalam proses pengambilan
keputusan dan kebijakan bagi para pengguna laporan keuangan diantaranya
manajemen, investor, kreditur, bankers, dan pemerintah. Dari hasil penelitian
dapat dilihat dari rasio likuiditas mengalami peningkatan, tetapi perusahaan tidak
mampu membayar kewajiban jangka pendek karena nilai penjaminannya lebih
rendah dari nilai hutangnya, dilihat dari tingkat profitabilitas perusahaan
menghasilkan keuntungan yang cukup meningkat faktor ini bisa mempengaruhi
kebijakan dan keputusan yang diambil khususnya dalam memberikan tingkat
pengembalian yang cukup tinggi.
Penelitian yang sama dilakukan juga oleh Frederik dan Sinta (2010), yang
berjudul Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan pada PT
Astra

International

Tbk

Periode

2007-2009. Analisis

dilakukan

dengan

menggunakan Rasio Likuiditas, Solvabilitas, Aktivitas, Profitabillitas. Hasil


penelitian tersebut adalah dari keempat rasio yang digunakan memiliki

11

perkembangan yang cukup signifikan terdapat pada rasio aktivitas dimana


tingkat keefisienan aktivitas perusahaan terbaik dimiliki pada tahun 2007,
sedangkan di tahun berikutnya memiliki rasio yang berkurang secara signifikan.
Pada tahun 2007 aktivitas yang dimiliki perusahaan efektif lebih dikarenakan
adanya sebagian utang yang diproporsikan untuk meningkatkan kinerja baik
jangka pendek maupun jangka panjang, sedangakan pada tahun selanjutnya
penurunan lebih dikarenakan adanya krisis finansial dan adanya penurunan
penerimaan utang perusahaan terhadap pembiayaan aset dan investasi
perusahaan Kemampuan perusahaan dalam mengatasi masalah likuidasi yang
baik terdapat pada tahun 2009 dimana current assets perusahaan dapat
menutupi utang jangka pendek perusahaan. Pada tahun 2008 PT Astra
International Tbk memiliki tingkat pertumbuhan utang yang tinggi untuk
membiayai aset dan meningkatkan kinerja perusahaan serta meminimalisasikan
dampak krisis pada perusahaan yaitu krisis financial yang mengakibatkan
beberapa

bagian

usaha

PT

Astra

International

mengalami

penurunan

pendapatan yang cukup besar, sehingga dalam peminjaman utang bisa lebih
dikategorikan konservatif yang dikarenakan utang yang diambil oleh perusahaan
berbanding positif dengan hasil yang dicapai perusahaan. Aktivitas yang paling
optimum terjadi di tahun 2007 kecuali working capital turnover dimana jumlah
utang lancar yang dimiliki perusahaan lebih besar dibandingkan dengan aset
lancar perusahaan. Pada tahun 2008 dan 2009 utang lancar terhadap aset
lancar mengalami penurunan karena jumlah sebagian utang lancar yang dimiliki
oleh perusahaan digunakan untuk membiayai aset. Tahun 2008 merupakan
tahun dimana pencapaian profitabilitas yang paling baik walaupun diketahui
terjadi krisis pada kuartal akhir di tahun tersebut, sehingga dampak yang

12

dirasakan oleh perusahaan lebih mengarah pada tahun 2009 dimana terjadi
penurunan operasi PT Astra International Tbk. Aktivitas yang baik di tahun 2007
menunjang hasil operasi yang baik dan memiliki pertumbuhan yang lebih
dibandingkan tahun-tahun yang lainnya. Jika dilihat berdasarkan RoE, laba
bersih yang dihasilkan perusahaan untuk para pemegang saham tahun 2007
merupakan yang paling baik.
Penelitian yang dilakukan Marsel Pongoh (2013). Marsel pongoh
melakukan penelitian mengenai analisis laporan keuangan untuk menilai kinerja
keuangan PT.Bumi Resources Tbk. Rasio yang digunakan dalam penelitiannya
adalah rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas. Dari hasil analisis
menunjukan bahwah tingkat likuiditas perusahaan selama 2009 2011 dalam
keadaan baik karena diatas 100%, hal tersebut menunjukan bahwa nilai aktiva
lancar sebagai jaminan atas hutang lancarnya lebih besar, sehingga investor
tidak perlu ragu dalam menanamkan modalnya karena likuiditas perusahaan
dalam kondisi aman. Tingkat solvabilitas perusahaan menunjukan bahwa
perusahaan berada dalam kondisi solvable karena persentase selama 2010
-2014 selalu dibawah 100%. Hal tersebut menunjukan bahwa modal dalam
keadaan cukup untuk menjamin hutang yang diberikan kreditor. Sehingga
kreditor tidak perlu ragu untuk meminjamkan dananya karena tingkat solvabilitas
perusahaan dalam keadaan baik. Tingkat profitabilitas selama 2010 -2014 secara
keseluruhan perusahaan berada dalam kondisi yang baik.

13

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 KASUS SOLATRONICS, INC.


John Holden, presiden dan manajer umum dari Solartronics, Inc., sedang
bingung. Lisa Blocker, manajer keuangan dan kontroler perusahaan yang baru
saja dipekerjakan, telah menetapkan pembuatan dari ikhtisar laporan laba rugi
yang baru. Laporan ini akan diterbitkan secara bulanan. Holden baru saja
menerima salinan tersebut untuk bulan januari 1984.
Solatronics, Inc (B)
Ikhtisar Laba Rugi
Januari 1984
$
165,000
$
108,900
$
56,100

Penjualan
Dikurangi: Harga Pokok Penjualan
(harga standar)
Margin Kotor
$
26,500
$
18,000

Dikurangi: Beban Penjualan


Overhead umum korporat
Varians Operasi
Tenaga Kerja Langsung
Bahan Baku Langsung
Overhead Pabrik Variabel
Overhead Pabrik tetappengeluaran
Overhead Pabrik tetap-volume
Laba sebelum Pajak

$
(3,500)
$
500
$
(1,500)
$
2,000
$
(17,500)

$
20,000

$
64,500
$
(8,400)

14

Solartronics, Inc. Yang merupakan perusahaan kecil yang berbasis di


texas penghasil panel tenaga matahari, telah berdiri sejak pertengahan tahun
1977. Di akhir tahun 1983, perusahaan tersebut telah bertahan dari tahun-tahun
yang buruk dan memposisikan dirinya sebagai perusahaan yang berukuran
cukup baik dalam industri itu. Sebagai bagian dari usaha secara sadar untuk
melakukan profesionalisasi terhadap perusahaan tersebut, Holden telah
memasukkan Blocker dalam sfatnya pada musim gugur tahun 1983. Sebelum
waktu itu, Solartronics, Inc. Tersebut telah memepekerjakan pegawai pembukuan
penuh waktu.
Kebingungan Holden muncul dari fakta bahwa ia tidak memperkirakan
prusahaan itu akan melaporlan kerugian untuk bulan Januari. Meskipun ia tahu
bahwa penjualan rendah, terutama karena penurunan normal musiman, dan
bahwa

produksi

telah

dikurangi

untuk

membantu

menurunkan

tingkat

persediaan, ia tetap terkejut. Ia bertanya-tanya apakah hasil bulan pertama ini


merupakan pertanda buruk dalam hal kemungkinan untuk memenuhi hasil yang
dianggarkan untuk tahun tersebut. Walaupun pada tahun 1984 anggaran hanya
mencerminkan kenaikan 10 persen dalam volume penjualan dibandingkan
dengan tahun 1983, ia khawatir baha awal yang buruk semacam itu di tahun
berjalan akan menyulitkan perusahaan untuk kembali ke jalurnya.
Solatrinics, Inc
Anggaran Laporan Laba Rugi
Tahun Kalender 1984
$
3,000,000
$
1,980,000
$
1,020,000

Penjualan
Dikurangi Harga Pokok Penjualan
Margin Kotor
Dikurangi Beban Penjualan
Overhead Beban Penjualan

$
420,000
$

$
15

240,000
Laba Sebelum Pajak

660,000
$
360,000

3.2 ANALISA LAPORAN BULAN JANUARI 1984


3.2.1 SECARA UMUM
Penurunan laba
Tampilan 1 memperlihatkan penurunan laba sebesar dibandingkan
dengan laba yang direncanakan semula. Penyebab penurunan laba adalah
adanya varian yang merugi yaitu : tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik
variabel, dan biaya overhead pabrik tetap volume dimana tak dapat diimbangi
dengan varian yang menguntungkan seperti : bahan langsung dan biaya
overhead pabrik tetap dibelanjakan. Penurunan laba akibat selisih varian
tersebut juga tidak dapat diimbangi dengan tingkat penjualan yang memuaskan.
Penurunan tingkat penjualan disebabkan penurunan normal musiman, walaupun
telah dilakukan pengurangan produksi untuk membantu menurunkan level
inventaris.
Laporan pemasukan
Metode yang digunakan dalam laporan pemasukan adalah penentuan
harga pokok penuh yang memerinci biaya menjadi 2 (dua) yaitu :
o
o

Biaya produksi
Biaya non produksi

3.2.2 SECARA KHUSUS

16

Secara lebih khusus adanya varian-varian yang merugikan karena


adanya perbedaan dengan standar yang telah ditetapkan dengan biaya-biaya
yang terjadi sesungguhnya.
a) Tenaga kerja langsung
Ada 2 (dua) faktor yang mempengaruhi tenaga kerja langsung, yaitu Standar
tarif upah langsung dan Standar waktu (jam) kerja langsung.
1. Standar tarif upah langsung
Varian yang merugi karena perusahaan telah membayar upah langsung
dengan tarif yang lebih tinggi dibandingkan dengan tarip upah langsung
standar. Beberapa kemungkinan penyebab adanya perbedaan tersebut
adalah :
Telah digunakannya tarif upah yang berbeda dengan standar upah

pekerjaan tertentu
Upah yang lebih besar dibandingkan tarif standar
Karyawan baru yang diterima tidak dibayar sesuai tarif standar
Kenaikan pangkat yang mengakibatkan perubahan tarif upah

2. Standar waktu (jam) kerja langsung


Varian yang merugi karena telah digunakannya waktu kerja yang lebih
besar dibanding waktu standar, yaitu :
Departemen produksi telah bekerja secara tidak efisien karena

pengawasan terhadap tenaga kerja kurang baik.


Telah digunakannya bahan dengan kualitas yang lebih jelek sehingga

memerlukan waktu pengerjaan yang lebih panjang


Kurangnya koordinasi antar departemen produksi
b) Bahan baku langung
Ada 2 (dua) faktor yang mempengaruhi bahan baku langsung, yaitu
Selisih harga dan Selisih kuantitas.
Bahan baku yang menguntungkan karena perusahaan telah membeli
bahan baku lebih rendah dibandingkan dengan standar yang disebabkan
adanya selisih harga dan selisih kuantita
1. Selisih harga
Varian yang menguntungkan yang disebabkan oleh selisih harga, yaitu :
Adanya fluktuasi harga pasar
Kontrak jangka panjang yang menguntungkan

17

Pembelian dari pemasok yang lokasinya menguntungkan


Pembelian dalam jumlah yang ekonomis
Dapat memanfaatkan kesempatan potongan pembelian
Kurangnya faktor-faktor internal yang mengakibatkan pembelian
bahan baku yang mendadak (rush purchase) karena danya

perencanaan yang baik.


2. Selisih kuantitas
Selisih kuantitas bahan baku yang menguntungkan karena kuantitas
bahan baku yang dipakai lebih kecil dibandingkan dengan kuantitas
standar di dalam pengolahan produk, yaitu:
Perubahan dalam rancangan produk, mesin, peralatan atau metode
pengolahan produk yang lebih baik dan lebih kecil dari standar

sehingga terjadi selisih kuantitas bahan baku yang lebih kecil.


Pemakaian bahan baku substitusi yang menguntungkan
Pengawasan yang lebih baik terhadap karyawan
Memadainya kondisi peralatan dan mesin
Pengaturan mesin dan peralatan yang lebih baik

c) Biaya Overhead Pabrik (BOP)


Yang menyebabkan adanya varian pada biaya overhead pabrik adalah
elemen-elemen biaya overhead pabrik baik tetap maupun variabel. Biaya ini
dapat dianalisa melalui:

1.

Selisih kapasitas
Selisih anggaran
Selisih efisensi
Selisih kapasitas
BOP variabel disebabkan adanya selisih kapasitas pabrik secara

keseluruhan. Varian ini merugi berarti sebagian kapasitas normal yang


tersedia tidak dipakai atau menganggur. Hal ini berhubungan dengan elemen
BOP tetap. Penyebabnya secara umum berasal dari luar perusahaan
(eksternal) yang umumnya tidak dapat dikendalikan oleh departemen

18

dimana timbul selisih tersebut, sehingga selisih kapasitas ini menjadi


tanggng jawab manajemen puncak
2. Selisih anggaran
Umumnya terjadi pada elemen-elemen BOP, yaitu perbedaan antara BOP
yang sesungguhnya dengan BOP yang dianggarkan pada kapasitas
sesungguhnya. Selisih anggaran ini dapat dikendalikan oleh departemen
dimana timbul selisih.
3. Selisih efisiensi
Yaitu perbedaan

antara

kapasitas

standar

dengan

kapasitas

sesungguhnya yang dipakai untuk mengolah produk dikalikan tarip total


overhead pabrik. Penyebab selisih efisiensi adalah elemen BOP tetap dan
elemen BOP variabel yang menunjukkan kinerja perusahaan secara efisiensi
atau

tidak.

Berdasarkan

patokan

efisiensi

ini,

maka

BOP

akan

menguntungkan bila kapasitas yang sesungguhnya lebih kecil dengan


kapasitas seharusnya (standar).
Analisa kinerja perusahaan pada satu bulan pertama dapat dibandingkan
untuk memperkirakan pelaksanaannya dalam satu tahun. Perbandingan
tersebut tidak terlalu dipengaruhi oleh penyimpangan yang terjadi dalam satu
bulan, hal itu tidak menjadi masalah bagi perusahaan.
Beberapa alasan yang nyata antara lain :
Kinerja aktual pada awal tahun tersebut dapat diperbaiki pada bulanbulan selanjutnya dengan melakukan standar evaluasi. Sebagaimana
beberapa penyebab pada masing-masing varian biaya yang
disebutkan diatas, maka untuk memenuhi target laba tahunan yang
diharapkan dapat dilakukan dengan mengubah beberapa kebijakan
seperti

kebijakan

dalam

pembagian

deviden,

kebijakan

pengeluaran, kebijakan untuk mendapatkan tambahan kas, dan

19

kebijakan

pengeluaran

atau

meningkatkan

penjualan

secara

bertahap.
Secara manajerial, dengan menematkan beban nyata kepada para
manajer unit bisnis dan menunjukkan kecenderungan yang tidak
berkesinambungan atau tidak menentu dalam hal jumlah produksi,
margin laba, dan biaya, maka para manager bisnis akan berusaha
membuat estimasi yang realistis, walaupun sulit untuk dilakukan,
sehingga manajer unit bisnis akan cenderung untuk optimis terhadap
kinerja bulan-bulan mendatang.
Dengan pelaporan kinerja aktual yangbaik, maka akan memudahkan
dalam membuat analisa keuangan.
Maka dalam menganalisa varian untuk menunjukkan kinerja keuangan
tahunan sebaiknya dilengkapi dengan :

Penjelasan naratif bersamaan dengan laporan kinerja. Karena dalam


laporan kinerja tidak menjelaskan mengapa varian tersebut muncul dan

tindakan apa yang telah diambil untuk mengatasinya.


Penggunaan teknik statistika jika proses produksi dilakukan berulang
secara teratur.

3.3 DATA ANALISA PERBANDINGAN KINERJA PERUSAHAAN


Beberapa data tambahan yang berguna untuk menganalisa kinerja
perusahaan adalah :
1. Penjelasan varian, yang meliputi :
Selisih biaya bahan baku, yang meliputi :
Selisih harga bahan baku dibeli
Selisih harga bahan baku dipakai
Selisih kuantitas komposisi yang dipakai
Selisih hasil bahan baku
2. Selisih biaya tenaga kerja langsung
Selisih tarip upah langsung
Selisih efisiensi upah langsung
Selisih hasil upah langsung

20

3. Selisih BOP
Selisih anggaran
Selisih kapasitas
Selisih efisiensi
4. Data biaya usaha umum yang meliputi biaya pemasaran dan biaya
administrasi umum
Dari penjelasan varian diatas dapat dibuat suatu jurnal transaksi dan
laporan pemasukan.

Data-data tersebut menjelaskan secara rinci penyebab

terjadinya berbagai varian dan bagian mana yang bertanggung jawab. Tanpa
data-data tersebut manajemen puncak tidak dapat mengetahui adanya operasi
yang merugi sehingga tidak dapat diambil tindakan untuk mengatasi di bulanbulan mendatang.
Berbagai

kekuatan

eksternal

juga

dapat

membantu

perusahaan

menganalisa kinerja Januari. Beberapa faktor tersebut antara lain: perubahan


dalam tingkat umum kegiatan ekonomi dan dampak perubahan ini terhadap
volume penjualan . Kedua , setiap perubahan dalam tingkat kerja dapat
membantu perusahaan menganalisis kinerja . Ketiga , perubahan kebijakan
internal seperti biaya produksi oleh manajemen juga bisa memberikan bantuan.
Menentukan varians dan perubahan persen dalam pengeluaran juga bisa
menjadi analisis yang berguna untuk kinerja bulan Januari . Perusahaan harus
mempertimbangkan menggunakan balanced scorecard sebagai cara untuk
menyelaraskan kinerja mereka dengan tujuan strategis mereka

21

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Penyebab penurunan laba adalah adanya varian yang merugi yaitu :
tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik variabel, dan biaya overhead
pabrik tetap volume dimana tak dapat diimbangi dengan varian yang
menguntungkan seperti : bahan langsung dan biaya overhead pabrik tetap
dibelanjakan. Penurunan laba akibat selisih varian tersebut juga tidak dapat
diimbangi dengan tingkat penjualan yang memuaskan. Penurunan tingkat
penjualan disebabkan penurunan normal musiman, walaupun telah dilakukan
pengurangan produksi untuk membantu menurunkan level inventaris.

4.2 Saran
Solartronics. INC. sebaiknya menggunakan data tambahan yang akan
berguna untuk menganalisis kinerja perusahaan pada bulan januari. Data-data
tersebut menjelaskan secara rinci penyebab terjadinya berbagai varian dan
bagian mana yang bertanggung jawab. Tanpa data-data tersebut manajemen
puncak tidak dapat mengetahui adanya operasi yang merugi sehingga tidak
dapat diambil tindakan untuk mengatasi di bulan-bulan mendatang.

22