Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN KEJANG DEMAM

DI RUANG D1 RSAL Dr. RAMELAN SURABAYA

Disusun Oleh:
NOVA INDAH LESTARI 1120015
RISKI RUMKUSTINAH 1120015
SITI MASTIAH

1120015027

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
2016

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Pokok Bahasan

: Penanganan pada anak dengan kejang demam

Sub Pokok Bahasan

: Tindakan pertama yang dilakukan saat anak kejang


demam

Sasaran

: Orang tua yang anaknya sedang dirawat inap

Hari/Tanggal

: Jumat 19 Februari 2016

Waktu

: 09.00-10.00 wib

Tempat

: Ruang D1 RSAL Dr. Ramelan

A. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti penyuluhan ini, orang tua mampu mengetahui
perbedaan kejang demam dan kejang dan orang tua mampu melakukan
upaya pertolongan pertama saat anak kejang
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan ini selama 30 menit, orang tua diharapkan:
a. Mampu menyebutkan perbedaan kejang demam dan kejang
b. Mampu menyebutkan pengertian kejang demam
c. Mampu menyebutkan ciri ciri anak yang mengalami kejang demam
d. Mampu menyebutkan tindakan pertama saat anak mengalami kejang
demam
B. Materi penyuluhan (terlampir)
1. Pengertian kejang demam dan kejang
2. Perbedaan kejang demam dan kejang
3. Penyebab kejang demam
4. Ciri-ciri kejang demam
5. Tindakan pertama saat anak kejang demam
C. Metode Penyuluhan
1. Ceramah
2. Tanya jawab

D. Media dan Alat penyuluhan


1. Leaflet
2. Flipchart
E. Setting kegiatan
No.
1.

Tahap
Pra
interaksi

Kegiatan penyuluhan

2.

Kerja

3.

Evaluasi

Menyiapakan Satuan
Acara Penyuluhan dan
bahan untuk leaflet
Menentukan kontrak
waktu dan materi
dengan peserta
Membuka kegiatan
dengan mengucapkan
salam
Memperkenalkan diri
Menjelaskan dari
tujuan penyuluhan
Menyebutkan materi
yang akan diberikan
Menjelaskan
pengertian
kejang
demam
Menjelaskan
perbedaan
kejang
demam, kejang tanpa
demam
Menjelaskan
terjadinya
penyebab
kejang demam
Menjelaskan tindakan
pertama
yang
dilakukan saat terjadi
kejang demam
Memberikan
kesempatan keluarga
untuk bertanya
kemudian didiskusian
bersama dan
menjawab pertanyaan
Menanyakan kepada
keluarga tentang
materi yang telah
diberikan dan
reinforcement pada
keluarga yang dapat

Kegiatan sasaran

Waktu
5
menit

Menjawab salam

Mendengarkan
Memperhatikan

Memperhatikan

Memperhatikan

Memperhatikan

Memperhatikan

Memperhatikan

20
menit

Bertanya dan
menjawab
pertanyaan yang
diajukan

15
menit

Menjawab
pertanyaan

5
menit

4.

Terminasi

menjawab pertanyaan
Mengakhiri pertemuan
dan mengucapkan
terimakasih atas
partisipasi peserta dan
salam penutup

Mendengarkan
dan menjawab
salam

1
menit

F. Setting Tempat
Keterangan :
: tempat tidur pasien

: penyuluh

: orang tua anak


G. Pengorganisasian
1. Moderator
2. Penyaji
3. Fasilitator

: Riski Rumkustinah S.Kep


: Siti Mastiah S.Kep
: Nova Indah Lestari S.Kep

H. Menyebutkan Job Description


1. Moderator
Uraian tugas :
a. Membuka acara penyuluhan dengan mengucapkan salam
b. Memperkenalkan diri
c. Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
d. Menyebutkan materi yang akan diberikan
e. Mengatur proses dan lama penyuluhan.
f. Memotivasi keluarga untuk bertanya.
g. Memimpin jalannya diskusi dan evaluasi.
h. Menutup acara penyuluhan.
2. Penyuluhan / penyaji
Uraian tugas :
a. Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan bahasa yang
mudah dipahami oleh keluarga.
b. Menjelaskan materi tentang diabetes mellitus (pengertian, macammacam, penyebab, tanda dan gejala, pencegahan, dan pengobatan)
c. Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses
penyuluhan.
d. Menjawab pertanyaan peserta.
3. Fasilitator
Uraian tugas :
a. Ikut bergabung dan duduk bersama diantara keluarga.
b. Mengevaluasi keluarga tentang kejelasan materi penyuluhan.
c. Memotivasi keluarga untuk mengajukan pertanyaan tentang materi
yang belum jelas.

d. Membagikan leaflet dan lembar evaluasi kepada peserta.


e. Membantu pembicara menjawab pertanyaan dari peserta.
I. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi struktur
a. SAP dan Materi, media (leaflet, flipchart) sudah disiapkan oleh
mahasiswa
b. Penyuluh sudah siap dengan materi
c. Setting tempat sesuai dengan rencana
2. Evaluasi proses
a. Kegiatan pelaksanaan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan
b. Peserta kooperatif dan aktif berpartisipasi dalam proses belajar.
c. Peserta yang hadir sebanyak 90 %
d. Peserta mengikuti kegiatan penyuluhan dari awal sampai akhir.
e. Media dan alat yang disediakan dapat digunakan.
f. Mahasiswa dapat menjelaskan tugas sesuai dengan fungsinya.
3. Evaluasi Hasil
a. Peserta aktif dalam bertanya tentang materi penyuluhan sebesar 85%
b. Peseta dapat menjawab pertanyaan yang diajukan sebesar 90%
c. Mahasiswa aktif berperan dalam pelaksanaan kegiatan

MATERI PENYULUHAN
KEJANG DEMAM
A. Pengertian
Kejang demam ialah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu
tubuh (suhu rektal diatas 380 C) yang disebabkan oleh proses ekstrakranium.
Kejang demam merupakan kejang yang cukup sering dijumpai pada anak
anak yang berusia dibawah 5 tahun, gejalagejala yang timbul dapat
bermacammacam tergantung dibagian otak mana yang terpengaruh, tetapi
kejang demam yang terjadi pada anak adalah kejang umum.
Sehingga kejang demam adalah kenaikan suhu tubuh yang menyebabkan
perubahan fungsi otak akibat perubahan potensial listrik serebral yang
berlebihan sehingga mengakibatkan renjatan berupa kejang.
Kejang merupakan perubahan fungsi otak mendadak dan sementara
sebagai akibat dari aktivitas neuronal yang abnormal dan pelepasan listrik
serebral yang berlebihan (Betz & Sowden,2002).
B. Perbedaan kejang demam dan kejang
Kejang demam ialah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu
tubuh (suhu rektal di atas 38oC) yang disebabkan oleh suatu proses
ekstrakranium (di luar rongga kepala).
Kejang adalah suatu keadaan di mana tubuh seseorang bergetar cepat tak
terkendali. Selama kejang, otot seseorang berkontraksi dan berelaksasi
berulang kali. Di sini terjadi perubahan mendadak pada aktivitas elektrik
korteks serebri yang secara klinis bermanifestasi dalam bentuk perubahan
kesadaran atau gejala motorik, sensorik atau perilaku. (MedlinePlus, 2010)
C. Penyebab kejang demam
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kejang demam berulang
antara lain:
1. Usia < 15 bulan saat kejang demam pertama
2. Riwayat kejang demam dalam keluarga
3. Kejang demam terjadi segera setelah mulai demam atau saat suhu
sudah relatif normal

4. Riwayat demam yang sering


5. Infeksi saluran pernafasan atas, otitis media akut, pneumonia,
gastroenteritis akut, exantema subitum, bronchitis, dan infeksi saluran
kemih (Goodridge, 2009; Soetomenggolo, 2008). Selain itu juga
infeksi diluar susunan syaraf pusat seperti tonsillitis, faringitis,
forunkulosis serta pasca imunisasi DPT (pertusis) dan campak
(morbili) dapat menyebabkan kejang demam.
6.

Produk

toksik

mikroorganisme

terhadap

otak

(shigellosis,

salmonellosis)
7.

Respon alergi atau keadaan imun yang abnormal oleh karena infeksi

8.

Perubahan keseimbangan cairan atau elektrolit.

9. Gabungan dari faktor-faktor diatas.


D. Ciri ciri kejang demam
1. Kedua tangan dan kaki kaku disertai gerakan-gerakan kejut
2. Bola mata terbalik ke atas
3. Gigi terkatup
4. Kadang-kadang disertai muntah dan henti nafas sejenak
5. Pada kasus berat disertai tak sadarkan diri
6. Intensitas waktu kejang bervariasi dari beberapa detik sampai puluhan
menit
B. Tindakan pertama saat anak kejang demam :
1. Saat kejang berlangsung :
a. Pertahankan sikap tenang
b. Baringkan anak ditempat yang aman agar tidak ada kemungkinan jatuh
dan jauhkan benda berbahaya yang ada disekitar anak.
c. Bila kejang disertai muntah miringkan tubuh anak untuk mencegah
tertelannya

cairan

muntahnya

sendiri

yang

bisa

mengganggu

pernafsannya.
d. Keluarkan sisa makanan seperti roti, permen dan sebagainya yang
mungkin ada dimulut anak
e. Lepaskan pakaian atau ikatan pada tubuh supaya anak bisa bernafas
dengan leluasa.

f. Longgarkan pakaian disekitar kepala dan leher


g. Jangan menahan gerakan anak seperti memegang tangan dan kaki yang
terlalu kuat.
h. Jangan memberikan makanan atau minuman segera setelah henti
kejang, tunggu beberapa saat sampai anak benar-benar sadar untuk
menghindari anak tersedak.
2. Setelah kejang turunkan suhu tubuh anal segera dengan kompres air hangat
suam suam kuku secara efektif :
a. Sediakan air hangat dalam waskom serta handuk kecil minimal 6 buah
b. Letakkan 5 handuk kecil yang sudah basah dan dingin terutama pada
daerah kepala, leher, dada, kedua ketiak dan lipat paha kanan kiri.
c. 1 handuk kecil disiapkan untuk menganti secara teratur dan terus
menerus mulai dari kepala, leher dan seterusnya.
3. Segera dibawa ke unit pelayanan kesehatan terdekat.
Daftar Pustaka
Aziz, A. 2009 . Pengantar ilmu keperawatan anak 1. Jakarta : Salemba Medika.
Hidayat, Aziz Alimul 2008. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak 1. Jakarta :
Salemba Medika.
Ngastiyah. 2006. Perawatan anak sakit. Jakarta : EGC.