Anda di halaman 1dari 5

ZIAULHAQ AS SHIDQI

Universitas Hasanuddin 2016

TEORI AKUNTANSI:
INTRODUCTION &
ACCOUNTING THEORY
CONSTRUCTION
[Document subtitle]

Teori Akuntansi: Introduction & Accounting Theory


Construction

016

Definisi teori menurut Hendriksen adalah seperangkat prinsip-prinsip


yang hipotetis, konseptual, dan pragmatis yang membentuk rerangka
konseptual dari sebuah bidang penyelidikan tertentu. Sedangkan
definisi teori akuntansi menurut Hendriksen adalah penalaran logis
dalam bentuk seperangkat prinsip yang luas yang (a) memberikan
rerangka acuan umum yang digunakan untuk mengevaluasi praktik
akuntansi dan (b) mengarahkan pengembangan praktik dan prosedur
yang baru.

I.

TEORI PRAGMATIK
Pendekatan pragmatik didasarkan pada pengamatan atas perilaku akuntan atau pihakpihak yang menggunakan informasi yang dihasilkan oleh akuntan. Teori pragmatik
membahas berbagai hal yang berkaitan dengan pengujian kebermanfaatan informasi baik
dalam konteks pelaporan keuangan eksternal maupun manajerial.
Pendekatan Pragmatik Deskriptif
Pendekatan pragmatis deskriptif merupakan suatu pendekatan induktif. Perilaku
akuntansi diamati terus menerus dengan tujuan untuk meniru prosedur dan prinsip-prinsip
akuntansi. Teori ini dapat dikembangkan dari pengamatan bagaimana akuntan bertindak
dalam situasi tertentu serta diuji dengan mengamati apakah pada kenyataannya akuntan
melakukan apa yang dianjurkan oleh teori tersebut.
Beberapa kritik terhadap pendekatan pragmatik deskriptif:
a. tidak ada penilaian logis terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan akuntan.
1

Teori Akuntansi: Introduction & Accounting Theory


Construction
b. metode

tersebut

tidak

memungkinkan

untuk

016
dilakukan

perubahan,

karena

pendekatannya tidak berujung pangkal.


c. dengan memusatkan pada pragmatik, perhatian cenderung dipusatkan pada perilakuperilaku akuntan, bukan pada pengukuran atribut-atribut perusahaan seperti aktiva,
hutang, pendapatan dll.
Pendekatan Pragmatik Psikologis
Pendekatan pragmatik psikologis merupakan pendekatan dalam membentuk suatu
teori akuntansi yang didasarkan pada pengamatan atas reaksi para pengguna output yang
dihasilkan oleh akuntan. Kelemahan pendekatan ini yaitu beberapa pengguna output
akuntan mungkin bereaksi secara tidak logis, sedang yang lain mungkin memilik respon
khusus yang sudah mereka lakukan sebelum laporan tersebut diterbitkan.
II.

TEORI SINTAKTIK
Teori sintaktik berusaha menjelaskan praktik akuntansi dan memprediksi bagaimana
akuntan akan bereaksi pada situasi tertentu atau bagaimana mereka melaporkan peristiwa
tertentu. Teori akuntansi sintaktik adalah teori yang berorientasi untuk membahas masalahmasalah tentang bagaimana kegiatan-kegiatan perusahaan yang telah dirumuskan secara
semantik dalam elemen-elemen keuangan dapat diwujudkan dalam bentuk laporan
keuangan. Teori sintaktik meliputi pula hubungan antara unsur-unsur yang memebentuk
struktur pelaporan keuangan atau struktur akuntansi dalam suatu negara yaitu manajemen,
entitas pelapor, pemakai informasi, sistem akuntansi,dan pedoman penyusunan laporan.

III.

TEORI SEMANTIK
Teori semantik berkaitan dengan penjelasan mengenai fenomena (obyek atau
peristiwa) dan istilah atau simbol yang mewakilinya. Teori akuntansi semantik
menekankan pembahasan pada masalah penyimbolan dunia nyata atau realitas (kegiatan
perusahaan) ke dalam tanda-tanda bahasa akuntansi (elemen statement akuntansi) sehingga
orang dapat membayangkan kegiatan fisik perusahaan tanpa harus secara langsung
menyaksikan kegiatan tersebut. Dari aspek bahasa, kerangka teori akuntansi yang lengkap
seharusnya memiliki 3 komponen di atas, pragmatik, sintatik, dan semantik (Hendriksen,
1989). pengembangan prinsip atau proposisi umum yang dapat digunakan sebagai
pedoman dalam merumuskan prosedur dan aturan.
2

Teori Akuntansi: Introduction & Accounting Theory


Construction
IV.

016

TEORI NORMATIF
Teori normatif yaitu teori akuntansi yang mengharuskan dan menggunakan kebijakan
nilai yang mengandung minimum sebuah premis. Teori ini berusaha menjelaskan informasi
apa yang seharusnya dikomunikasikan kepada para pemakai informasi dan bagaimana
akuntansi tersebut akan disajikan. Teori normatif sering disebut sebagai teori a priori (dari
sebab ke akibat) yang menggunakan penalaran deduktif dan dihasilkan bukan dari
penelitian empiris tetapi hanya sebatas semi research. Teori ini hanya menyebutkan
hipotesis tentang bagaimana seharusnya akuntansi dipraktekkan tanpa menguji hipotesis
itu.
Perumusan teori normatif ini mencapai puncak kejayaannya sekitar tahun 1950an dan
1960an. Pada periode ini, teori normatif berkonsentrasi pada penciptaan laba sesungguhnya
(true income) dan diskusi tentang tipe informasi yang bermanfaat dalam pengambilan
keputusan.

V.

TEORI POSITIF
Teori positif mulai berkembang pada tahun 1970-an. Positivisme atau empirisme berarti
menguji atau menghubungkan hipotesis akuntansi dengan praktik sebenarnya. Teori positif
menggambarkan, menjelaskan, atau memprediksi fenomena yang diamati seperti mengapa
akuntan melakukan apa yang mereka lakukan.

VI.

PERSPEKTIF YANG BERBEDA


Pendekatan ilmiah menganggap sebuah praktik yang tak sesuai dengan teori adalah
sebuah anomali, yang merupakan masalah penelitian yang harus ditindaklanjuti. Sebuah
teoripun dikembangkan, kemudian dilakukan uji hipotesa. Prosedur uji hipotesa dilakukan
dengan mengumpulkan data lalu menerjemahkannya melalui teknik matematis atau
statistik. Jika hipotesa sesuai dengan teori tersebut, maka hipotesa itu kuat. Asumsi yang
tersirat dari sini, teori yang baik adalah teori yang dapat diberlakukan dalam lintas
perusahaan, industri, dan waktu.
Penelitian yang dilakukan berdasarkan asumsi ontologi (cara melihat sesuatu) akan
menyebabkan terjadinya perbedaan epistemologi (cara mendapatkan pengetahuan atau
pembelajaran) dan metode penelitian.

Teori Akuntansi: Introduction & Accounting Theory


Construction
VII.

016

PERKEMBANGAN DALAM TEORI AUDIT


Auditing merupakan proses pengujian yang dilakukan pada input dan proses akuntansi.
Auditor tidak menguji output untuk disesuaikan terhadap satu pengukuran ekonomi yang
khas atas laba, tapi memberikan sebuah opini apakah laporan keuangan telah sesuai dengan
kerangka pelaporan yang berlaku. Sebagai tambahan, auditor memberikan opini mengenai
apakah laporan disajikan wajar, dalam setiap hal yang material, atau memberikan
pandangan yang jujur dan wajar.
Pada umumnya, perkembangan dari teori audit mengikuti perkembangan teori
akuntansi. Naskah awal mengenai audit berfokus pada hal-hal yang muncul dalam
menjalankan audit, seperti penekanan pada pendeteksian fraud, menemukan kesalahan
dalam penerapan prinsip-prinsip dan sifat dari pengujian akun. Pendekatan pragmatis
terhadap perkembangan teori audit dibuktikan dalam naskah awal yang menjelaskan proses
dan prinsip-prinsip audit.
Era normatif dalam teori akuntansi dan penelitian juga terjadi bersamaan dengan era
pendekatan normatif pada teori audit. Pada permulaan 1970-an American Accounting
Association mendirikan Comitee on Basic Auditing Concepts untuk menyelidiki peranan
dan fungsi audit untuk memberikan rekomendasi bagi proyek penelitian, memeriksa
permasalahan dari bukti dan menerbitkan position paper dalam ruang lingkup audit oleh
akuntan. Pertumbuhan teori akuntansi positif di tahun 1970-an diiringi dengan perubahan
arah dalam penelitian audit. Dua arus besar metode penelitian dikembangkan.
Eksperimentalis berfokus pada pemahaman tingkat-kecil dari proses penilaian audit.