Anda di halaman 1dari 5

ZIAULHAQ AS SHIDQI

Universitas Hasanuddin 2016

SEMINAR AKUNTANSI
IFRS VS SAK (1)

IFRS VS SAK
Perkembangan arus globalisasi dan teknologi informasi komunikasi mengakibatkan
munculnya tuntutan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan yang seragam dan
dapat diterima di berbagai negara. Untuk itu, dibentuklah suatu standar yang bernama
IFRS (International Financial reporting standar) sebagai suatu pakem umum dalam
usaha harmonisasi standar akuntansi keuangan. Dengan adanya standar umum yang
diterapkan secara internasional diharapkan akan semakin memudahkan dalam
penulisan laporan keuangan.
Di Indonesia sendiri penerapan IFRS dalam pelaporan keuangan sendiri diharapkan
dapat memudahkan terhadap laporan keuangan yang dikenal secara internasional
serta dapat meningkatkan arus investasi. Proses konvergensi IFRS di Indonesia
terbagi atas tiga tahap, yaitu:
1. Tahap adopsi (Tahun 2008-2010)
2. Tahap persiapan (Tahun 2011)
3. Tahap implementasi (2012)
Meskipun demikian penerapan dan konvergensi IFRS di Indonesia juga memiliki
kendala seperti perlunya penyesuaian standar internasional terhadap aspek hukum di
Indonesia, penyesuaian terhadap aturan perpajakan, kesiapan sumber daya manusia
yang belum matang, serta masalah keberadaan lembaga standar akuntansi Indonesia
yang belum independen.
Standar Akuntansi Keuangan merupakan kerangka acuan dalam prosedur yang
berkaitan dengan penyajian laporan keuangan. Keberadaanya dibutuhkan untuk
membentuk kesamaan prosedur dalam menjelaskan bagaimana laporan keuangan
disusun dan disajikan, oleh karenanya ia sangat berarti dalam hal kesatuan bahasa
dalam menganalisa laporan laporan keuangan bagi perusahaan.
Pengertian SAK
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah suatu kerangka dalam prosedur
pembuatan laporan keuangan agar terjadi keseragaman dalam penyajian laporan
keuangan. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) merupakan hasil perumusan Komite
Prinsipil Akuntansi Indonesia pada tahun 1994 menggantikan Prinsip Akuntansi
Indonesia tahun 1984. SAK di Indonesia menrupakan terapan dari beberapa standard
akuntansi yang ada seperti, IAS,IFRS,ETAP,GAAP. Selain itu ada juga PSAK syariah
dan juga SAP.

Selain untuk keseragaman laporan keuangan, Standar akuntansi juga diperlukan untuk
memudahkan

penyusunan

Memudahkan

pembaca

laporan

laporan

keuangan,

keuangan

memudahkan

untuk

auditor

menginterpretasikan

serta
dan

membandingkan laporan keuangan entitas yang berbeda.


Pengertian IFRS
Pada tahun 1966, Sejarah International Accounting Standards (IAS) dimulai pada
tahun

ini

dengan

pengajuan

proposal

pembentukan

kelompok

studi

yangberanggotakan the Institute of Chartered Accountants of England & Wales


(ICAEW), American

Institute

of

Certified

Public

Accountants

(AICPA) danCanadian Institute of Chartered Accountants (CICA). Proposal ini pada


tahun 1967 disetujui dengan dibentuknya Accountants International Study Group
(AISG).
Pada tahun 1973, International Accounting Standard Committee (IASC) dibentuk
secara resmi, dengan maksud dan pesan sponsor yang jelas, bahwa semua standard
akuntansi internasional yang akan diterbitkan oleh badan ini harus memenuhi syarat
yaitu be capable of rapid acceptance and implementation world-wide. Dalam 27 tahun
umurnya, IASC menerbitkan 41 standar yang dikenal dengan IAS.
Pada tahun 1997, dibentuk suatu badan interpretasi yang disebut dengan
Standing Interpretation Committee (SIC), yang memiliki tugas mempertimbangkan
perdebatan atas isu yang timbul menyangkut suatu standard, dan menyusun suatu
panduan untuk menyelesaikan perdebatan tersebut. Interpretasi yang diterbitkan oleh
badan ini berjumlah 33 SIC sepanjang umur hidupnya.
Pada bulan Mei tahun 2000, IOSCO (International Organisation of Securities
Commissions) menyetujui penggunaan IAS untuk penerbitan saham antar Negara
(cross border listing) dengan press release 17 May 2000.
Pada bulan April tahun 2001, IASC melakukan restrukturisasi dengan membentuk
IASB (International Accounting Standard Board) yang akan menjadi pengganti IASC
sebagai standard setter, sementara IASC menjadi foundation. Pada saat ini juga
diputuskan bahwa IASB akan melanjutkan pengembangan IAS yang telah diterbitkan
sebelumnya, dan memberi nama standard baru yang diterbitkannya dengan
nama IFRS (International Financial Reporting Standards). IAS yang belum
digantikan dengan IFRS tetap berlaku. Standar pertama yang merupakan produk IASB
adalah IFRS 1 : First Time Adoption of IFRS tahun 2003. Sedangkan komite penerbit

interpretasi berganti nama dari SIC menjadi IFRIC (International Financial Reporting
Interpretation Committee) pada bulan Juli dan sejak itu menerbitkan IFRIC
interpretation. Pada tahun 2010 komite ini berganti nama lagi menjadi IFRS
Interpretation Committee.
IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International
Accounting Standard Board (IASB). Standar Akuntansi Internasional (International
Accounting Standards/IAS) disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan
Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi
Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC).
Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang dahulu bernama Komisi Standar
Akuntansi Internasional (AISC), merupakan lembaga independen untuk menyusun
standar akuntansi. Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan mendorong
penggunaan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan
dapat diperbandingkan (Choi et al., 1999 dalam Intan Immanuela, puslit2.petra.ac.id).
Dari penjelasan di atas, tentunya muncul pertanyaan yang sangat mendasar yaitu, apa
perbedaan dari kedua standar laporan keungan tersebut, dan berikut ini adalah ulasan
mengenai beberapa perbedaan yang bisa kita lihat.
Sumber

Neraca

SAK
PSAK No.1 ( Revisi

IFRS
IAS1, Presentation of

1998),Penyajian Laporan

Financial Statements

keuangan
Memerlukan penyajian

Penyajian bukan aset

aset lancar maupun aset

lancar ataupun aset tidak

tidak lancar kecuali untuk

lancar,hanya bila

industri tertentu seperti

penyajian likuiditas lebih

bank

relevan dan dapat


diandalkan untuk item

Laporan Kinerja

Laporan laba rugi

tertentu
Laporan laba rugi

Keuangan
Laporan Laba/Rugi

Sama seperti IFRS. Tetapi

komprehensip
Tidak memiliki format

,ada perbedaan rincian

standar meskipun

pada item yang disajikan

pengeluaran harus

pada laporan pendapatan

disajikan dengan memilih

yang diterima di muka

salah satu dari dua format

Laporan Arus Kas

Sama dengan IFRS tetapi

Pos standar tetapi

(Format dan Metode)

dalam beberapa entitas

ketentuan terbatas pada

harus menggunakan

isinya. Menggunakan

metode langsung

metode langsung atau

Pos Luar Biasa

Item pos luar biasa masih

metode tidak langsung


Didalam IFRS dilarang

Penyajian Keuntungan

harus dilaporkan
Diakui adanya

Menyajikan laporan

dan kerugian yang

keuntungan dan kerugian

keuangan yang mengakui

diakui/Pendapatan

yang disajikan dalam

keuntungan dan kerugian

Komperhensif lainnya

laporan perubahan

dalam catatan terpisah

ekuitas pemegang saham

ataupun tidak pada


laporan perubahan

Hasil Presentasi

Secara khusus

ekuitas pemegang saham


Menggunakan metode

Perusahaan Asosiasi

tidak memerlukan

ekuitas yang

penunjukkan hasil saham

menunjukkan hasil saham

Pengungkapan

sesudah pajak
Pengungkapan yang

sesudah pajak
Memberikan informasi

Signifikan Tentang

kurang dibandingkan

yang rinci atau signifikan

Asosiasi

dengan IFRS .Informasi

atas aktiva , kewajiban

yang signifikan aktiva ,

,pendapatan dan hasil

kewajiban ,pendapatan ,
dan hasil yang tidak
Tanggung Jawab

diperlukan
Manajemen

Tidak diatur

laporan Keuangan
Komponen Laporan

Neraca, Laporan laba-

Laporan posisi

Keuangan

rugi,Laporan arus kas,

keuangan,Laporan laba-

Laporan

rugi