Anda di halaman 1dari 11

KESEIMBANGAN EKOSISTEM DAN SIKLUS BIOGEOKIMIA

Tugas Lembar Kerja 1

Disusun oleh :
Aliva Ikma Yuhastari
Elsa Supriyani
Fakhry Muhammad
Ghina Akmaliah
Kelompok

3 (tiga)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II


2012

Ekosistem adalah hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan
lingkungannya (kimia dan fisik) sebagai satu kesatuan dalam wujud yang teratur.
Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara
segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.

Kaidah-kaidah ekosistem
a. Suatu ekosistem diatur dan dikendalikan secara alamiah.
b. Suatu ekosistem mempunyai daya kemampuan yang optimal dalam keadaan berimbang.
c.

Terdapat interaksi antara seluruh unsur unsur lingkungan yang saling mempengaruhi
dan bersifat timbal balik.
Interaksi terjadi antara

- Komponen komponen biotik dengan komponen abiotik


- Sesama komponen biotik
- Sesama komponen-komponen abiotik

e. Interaksi itu senantiasa terkendali menurut suatu dinamika yang stabil, untuk
mencapai suatu optimum mengikuti langkah perubahan yang dapat ditimbulkan
terhadapnya dalam ukuran batas-batas kesanggupannya.
f. Setiap ekosistem memiliki sifat-sifat yang khas disamping yang umum dan secara
bersama-sama dengan ekosistem lainnya mempunyai peranan terhadap ekosistem
keseluruhannya (biosfer).
g. Setiap ekosistem tergantung dan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor tepat, waktu
dan masing masing membentuk basis-basis perbedaan diantara ekosistem itu
sendiri sebagai pencerminan sifat-sifat yang khas.
h. Antara satu dengan yang lainnya, masing masing ekosistem juga melibatkan diri
untuk memilih interaksinya pula secara tertentu.

1.

2.

Abiotik
Terdiri dari benda tak hidup dan faktor

bahan bahan organik yang disediakan oleh

alam. Seperti :

organisme lain sebagai makanannya.

Suhu

Air

Cahaya matahari

Tanah dan batu.

Iklim

Garam

Pengurai / Dekomposer
Organisme yang menguraikan bahan organik
yang berasal dari organisme mati. Oranganisme
pengurai menyerap sebagian hasil penguraian
tersebut dan melepaskan bahan bahan yang
sederhana yang dapat digunakan kembali oleh

Biotik

produsen. Tipe dekomposisi ada 3:

Terdiri dari makhluk hidup, yaitu :

1.Aerobik : oksigen adalah penerima

Produsen / Penghasil
Terdiri dari makhluk hidup yang mampu

elektron/oksidan
2.Anaerobik : oksigen tidak terlibat. Bahan

membuat makanan sendiri (ganggang hijau & organik sebagai penerima elektron /oksidan
rumput)

3.Fermentasi : anaerobik namun bahan organik

Heterotrof / Konsumen

yang teroksidasi juga sebagai penerima

Terdiri dari organisme yang memanfaatkan elektron.

Homeostasis
Homeostasis

adalah

keadaan

yang

relatif

konstan di dalam lingkungan internal tubuh,


dipertahankan secara alami oleh mekanisme

Mekanisme Terjadinya Keseimbang


Dalam Ekosistem

adaptasi fisiologis. Homeostasis merupakan

Keseimbangan

salah satu konsep yang paling penting dalam

keseimbangan yang terhasil dari adanya

biologi.

keteraturan dalam menjalankan fungsional

Bidang

mengklasifkasikan

fisiologi
mekanisme

dapat

homeostasis

pengaturan dalam organisme. Umpan balik


homeostasis terjadi pada setiap organisme.
Contoh : nyamuk dengan katak/cicak.

Kelentingan
Kemampuan dari suatu ekosistem (sistem
lainnya) untuk mngembalikan struktur dan
fungsinya yang terganggu akibat tekanan dari
alam atau manusia.
Contoh : manusia dapat bertahan dari bencana
alam.

masing-masing

ekosistem

dari

setiap

ekosistem (biotik dan abiotik).

adalah

komponen

Contoh Hubungan Antara Berbagai Kehidupan dan Pengaruh Timbal Balik dengan
Lingkungannya

Hewan pemakan tumbuhan dan manusia membutuhkan tumbuhan sebagai sumber makanan
untuk memperoleh energi. Manusia juga membutuhkan hewan sebagai sumber makanan dan
membantu mempermudah pekerjaan manusia, misalkan kuda yang digunakan sebagai penarik
dokar. Tumbuhan juga

membutuhkan karbondioksida yang dikeluarkan oleh hewan dan

manusia dalam proses pernafasannya untuk kegiatan fotosintesis, sedangkan hasil fotosintesis
tumbuhan berupa oksigen dimanfaatkan manusia dan hewan untuk bernafas. Itu menunjukkan
bahwa antar komponen biotik terdapat interaksi atau hubungan timbal balik.

Semua ragam interaksi diatas dapat digolongkan dalam pola-pola berikut :


1.

Interaksi simbiosis

Simbiosis mutualisme : kedua komponen atau organisme saling mendapat


keuntungan.

Simbiosis parasitisme : pihak yang satu mendapat keuntungan dan pihak yang lain
mendapat kerugian.

Simbiosis komensalisme : satu pihak merasa diuntungkan, dan pihak lain tidak merasa
dirugikan.

Skema Siklus Biogeokimia


Daur Oksigen & Karbon

Karbon dioksida di udara


dimanfaatkan oleh tumbuhan
untuk
berfotosintesis
dan
menghasilkan oksigen yang
nantinya akan digunakan oleh
manusia dan hewan untuk
berespirasi.
Hewan dan tumbuhan yang
mati, dalam waktu yang lama
akan membentuk batubara di
dalam tanah. Batubara akan
dimanfaatkan
lagi
sebagai
bahan
bakar
yang
juga
menambah kadar C02 di udara.

Daur Air

Siklus pendek : dari laut kembali ke

laut

Siklus sedang : dari laut, ke darat,


meresap ke dalam tanah, mengalir ke
sungai, kembali lagi ke laut.
Siklus panjang : dari laut, terbawa ke ke
tempat yang lebih tinggi dari daratan,
terjadilah hujan salju, salju mencair
membentuk gletser, gletser meluncur ke
sungai, kemudian kembali ke laut.

Daur Nitrogen

Daur Belerang
(sulfur)

Sulfur terdapat dalam bentuk sulfat anorganik.

Tumbuhan menyerap sulfur dalam bentuk sulfat (SO4). Perpindahan sulfat terjadi melalui proses rantai
makanan, lalu semua mahluk hidup mati dan akan diuraikan komponen organiknya oleh bakteri. Beberapa
jenis bakteri terlibat dalam daur sulfur, antara lain Desulfomaculum dan Desulfibrio yang akan mereduksi sulfat
menjadi sulfida dalam bentuk hidrogen sulfida (H2S). Kemudian H2S digunakan bakteri fotoautotrof anaerob
seperti Chromatium dan melepaskan sulfur dan oksigen. Sulfur di oksidasi menjadi sulfat oleh bakteri
kemolitotrof seperti Thiobacillus.

Daur Fosfor

Di alam, fosfor terdapat dalam dua bentuk. Yaitu senyawa fosfat


organik (pada tumbuhan dan hewan) dan senyawa fosfat anorganik (pada air
dan tanah). Fosfat organik dari hewan dan tumbuhan yang mati diuraikan
oleh decomposer (pengurai) menjadi fosfat anorganik. Fosfat anorganik yang
terlarut di air tanah atau air laut akan terkikis dan mengendap di sedimen
laut. Oleh karena itu, fosfat banyak terdapat di batu karang dan fosil. Fosfat
dari batu dan fosil terkikis dan membentuk fosfat anorganik terlarut di air
tanah dan laut. Fosfatorganik ini kemudian akan diserap oleh akar tumbuhan
lagi. Siklus ini berlangsung terus menerus.