Anda di halaman 1dari 2

Update Pengetahuan

Aktivitas Fisik pada Pasien Skizofrenia


Latar Belakang
Prevalensi penderita skizofrenia di Indonesia sekitar 0,3-1% dan biasanya timbul
pada usia sekitar 18-45 tahun, penyebab disabilitas pada usia yang tergolong produktif. Diperkirakan sekitar 2 juta jiwa penduduk Indonesia menderita skizofrenia, dimana sekitar 99% pasien di RS Jiwa di Indonesia adalah penderita skizofrenia .
Penelitian menunjukkan bahwa banyak pasien dengan skizofrenia tidak memenuhi
kebutuhan minimal aktivitas fisik sesuai dengan rekomendasi aktivitas fisik harian,
hanya sekitar 30% pasien skizofrenia yang dapat diklasifikasikan memenuhi rekomendasi minimal aktivitas fisik harian. Padahal, aktivitas fisik telah terbukti dapat
meningkatkan kesehatan mental dan fisik pada pasien skizofrenia, sehingga aktivitas
fisik dapat digunakan sebagai terapi tambahan pada pasien skizofrenia

Apa itu Aktivitas Fisik ?


Aktivitas fisik didefinisikan sebagai segala bentuk pergerakan oleh otot rangka yang
memerlukan pengeluaran energi. Energi yang dikeluarkan oleh aktivitas fisik dapat
digambarkan dalam kilojoules (kJ) atau kilo kalori (kcal). Aktivitas fisik memiliki ciri :
1. Pergerakan tubuh melalui otot rangka, 2. Mengeluarkan suatu energi, 3. Energi
yang dihasilkan bervariasi dari rendah hingga tinggi, 4. Berkorelasi positif dengan
ketahanan fisik

Mengapa Aktivitas Fisik ?


Aktivitas fisik memiliki keuntungan terhadap kesehatan fisik. Banyak penelitian yang
membuktikan bahwa aktivitas fisik pada pasien skizofrenia, selain meningkatkan
kesehatan fisik juga meningkatkan kesehatan jiwa. Sistematik review yang dilakukan
oleh Faulker pada tahun 2012, yang bertujuan untuk mencari bukti hubungan antara
aktivitas fisik dengan kesehatan jiwa pada pasien skizofrenia, menunjukkan bahwa
aktivitas fisik yang diberikan pada pasien skizofrenia dapat mengurangi gejala skizofrenia terutama gejala negatif dimana diantaranya depresi, tingkat kepercayaan diri
yang rendah, dan penarikan diri dari sosial.

Gambar diatas menunjukkan aktivitas otak pada


pasien Normal (A) dan pasien Skizofrenia (B),
terdapat penurunan aktivitas pada daerah hipokampus.

Disampaikan Oleh :
Luqman Hadi Alfarisy, S.Ked

Pembimbing :
dr. Andri Sudjatmoko, Sp. KJ
Sumber Referensi :
1.
2.

3.

4.

5.

CDC, 2000. General Physical


Activities Defined by Level of
Intensity, New York.
Clow, A. & Edmunds, S., 2014.
Physical Activity and Mental
Health 1st ed., New York: Human
Kinetics.
Edwing, C. et al., 2011. Quantity
and Quality of Excercise for
Developing and Maintining Cardiorespiratory, Musculoskeletal,
and Neuromotor Fitness in Apparently Healthy Adults: Guidance
for Prescribing Excercise. American Collage of Sport Medicine.
Tw, S., Fjg, B. & Takken, T.,
2013. Exercise therapy improves
mental and physical health in
schizophrenia: a randomised
controlled trial. Acta Psychiatrica
Scandavica, pp.464473.
WHO, 2011. Physical Activity and
Adults. Facts Sheet. Available at:
http://www.who.int/
dietphysicalactivity/pa/en/
index.html [Accessed October 24,
2013].

Bagaimana Aktivitas Fisik-nya ?


Aktivitas fisik yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dan mempertahankan
kesehatan fisik berdasarkan American Collage of Sport Medicine (ACSM) :

Gambaran aktivitas otak menggunakan


pemeriksaan EEG. Gambar sebelah kanan
menunjukkan aktivitas otak setelah duduk
selama 20 menit. Gambar sebelah kiri
menunjukkan aktivitas otak setelah berjalan selama 20 menit pada otak yang
sama, terlihat daerah kemerahan dan
kekuningan yang menunnjukkan aktivitas
otak yang meningkat.

Latihan fisik,
meningkatkan
kesehatan fisik
dan mental pasien
skizofrenia.

1.

Frekuensi dilakukan selama > 5 hari dalam satu minggu dengan tipe olahraga
sedang (MET 3,0 - 5,9), atau > 3 hari dalam satu minggu dengan tipe olahraga
berat (MET 6,0 8,7).

2.

Waktu yang dihabiskan untuk melakukan olahraga adalah 30-60 menit dalam
satu hari (150 menit dalam satu minggu) untuk aktivitas fisik sedang, atau 20-60
menit dalam satu hari (75 menit dalam satu minggu) untuk aktivitas fisik berat.

3.

Target volume dari olahraga adalah > 500-1000 MET/menit dalam satu minggu.

4.

Target waktu harian dapat dicapai dengan satu sesi olahraga atau dalam beberapa sesi yang berbeda selama masih dalam satu hari yang sama.

5.

Dapat dilakukan peningkatan target sacara bertahap untuk mencapat target


akhir, hal ini dapat mengurangi resiko cedera otot dan mencegah terjadinya
serangan jantung.

Aktivitas apa yang Cocok ?


Aktivitas fisik yang bisa diterapkan adalah pelatihan senam, dimana ;
1.

Senam memberikan stres fisik terhadap tubuh secara teratur, sistematik,


berkesinambungan sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan kemampuan di
dalam melakukan kerja secara teratur.

2.

Senam memiliki volume 7 MET/menit saat memasuki fase latihan inti, jika dilakukan sebanyak 4 kali dalam satu minggu maka aktivitas ini telah memenuhi
volume target METS menurut ACSM untuk meningkatkan kesehatan fisik.

3.

Senam terdiri dari pemanasan, latihan inti, dan pendinginan.

4.

Senam merupakan jenis aktivitas aerobik low impact dan banyak melibatkan anggota gerak tubuh dan persendian

Informasi lebih lanjut bias diakses di : http://psikiatri.forumid.net . Terdapat banyak referensi tentang Ilmu Psikiatri.