Anda di halaman 1dari 60

AKUNTANSI

PERPAJAKAN

DEWI SRI,SE.,M.SI.,AK.,CA

AKUNTANSI PERPAJAKAN

PAJA
K
AKUNTANSI
PERPAJAKA
N

AKUNTANSI
Definisi: Wild & Kwok (2011:4-7)

Akuntasi adalah sistem


informasi yang menghasilkan
laporan kepada pihak-pihak
yang berkepentingan
mengenai aktivitas ekonomi
dan kondisi perusahaan

FUNGSI AKUNTANSI

KEGIATAN
DESKRIPTIF
AKTIFITAS
SISTEM
PENYEDIA
INFORMASI
JASA
ANALISIS

AKTIFITAS DASAR AKUNTANSI


MENGOMUNIKASIKAN

LAPORAN KEUANGAN
CATATAN
ATAS
LAPORAN
LAPORAN
NERACA
LABA
PERUBAHAN
ARUS
RUGI
KAS KEUANGAN
EKUITAS

SIKLUS AKUNTANSI
ANALISIS TRANSAKSI
MENJURNAL
3. POSTING KE BUKU BESAR
4. NERACA SALDO SEBELUM PENYESUAIAN
5. PENYESUAIAN
6. NERACA SALDO SETELAH PENYESUAIAN
7. MEMPERSIAPKAN LAPORAN KEUANGAN
8. JURNAL PENUTUP
9. NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN
10.JURNAL PEMBALIK
1.
2.

SIKLUS AKUNTANSI

ANALISIS
ANALISIS
TRANSAKS
TRANSAKS
II

JURNA
L

POSTING
POSTING

NERACA
LAJUR

JURNAL
PENUTU
P

JURNAL
JURNAL
PENYESUAIAN
PENYESUAIAN

LAPORAN
KEUANGA
KEUANGA
N
N

NERACA
NERACA
SALDO
SALDO

NERACA
NERACA
SALDO
SALDO
SETELAH
SETELAH
PENUTUPAN
PENUTUPAN

JURNA
L
BALIK

SIKLUS AKUNTANSI (1)

ANALISI
S
TRANSA
KSI
KLASIFIKASI

TRANSAKSI
PENAMBAHAN/
PENGURANGA
N
NILAI YANG
DICATAT

JURNAL
PENJUALAN
PEMBELIAN
PENERIMAAN
KAS
PENGELUARA
N KAS

POSTING
BUKU
BESAR

SIKLUS AKUNTANSI (2)

NERACA
SALDO
BELUM
DISESUAIKAN

JURNAL
PENYESUAIA
N KOREKSI

KESALAHAN
PEMINDAHBUKUAN
POS AKRUAL
POS DEFERAL
PENYUSUTAN
SUSULAN
PEMBUKUAN

NERACA
LAJUR
NERACA SALDO
PENYESUAIAN
NERACA SALDO
STLH
PENYESUAIAN
LABA-RUGI
NERACA

SIKLUS AKUNTANSI (3)

JURNAL
PENUTUP
MENDEBET
SALDO
PERKIRAAN
PENDAPATAN
MENGKREDIT
SALDO
PERKIRAAN
BIAYA

LAPORAN
KEUANGAN
LABA RUGI
KOMPREHENSIF
PERUBAHAN
MODAL
NERACA
ARUS KAS
CATATAN ATAS
LAPORAN
KEUANGAN

SIKLUS AKUNTANSI (4)

NERACA SALDO
SETELAH
PENUTUPAN

JURNAL
BALIK
PENGAKUAN
BIAYA
TERHUTANG
BIAYA DIBAYAR
DIMUKA
PDPT DITERIMA
DIMUKA
PDPT BELUM
DIAKUI

ASET = Kewajiban + Ekuitas


1.

Aset :
sumber daya yang dikuasai perusahaan sebagai
akibat peristiwa masa lalu dan mempunyai
manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan

2. Kewajiban:
obligation masa kini yang timbul dari peristiwa masa
lalu
3. Ekuitas:
hak residual atas aset perusahaan setelah dikurangi
semua kewajiban

ELEMEN LAPORAN KEUANGAN

LIABILITIES
LIABILITIES
ASET
ASET

EQUITY
EQUITY

PERSAMAAN
AKUNTANSI

LIABIL
LIABIL
ITAS
ITAS

ASET

ELEMEN
LAPORAN
KEUANGAN

BIAYA

MO
DAL

PENDA
PENDA
PATAN
PATAN

LAB
A

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN (1)


N
O

KRITERIA

Wajar

KETERANGAN

Penyajian jujur atas pengaruh transaksi,


peristiwa, dan kondisi lain yang sesuai
dengan definisi
Kelangsu Asumsi: mampu melanjutkan
ng
kelangsungan usaha. Bila terjadi
an usaha ketidakpastian, alasannya harus
diungkapkan .
Frekuensi Min. satu tahun sekali.
pelaporan Jika tidak, harus diungkapkan fakta dan
alasannya
Konsisten Klasifikasi pos harus konsisten.
si
Jika tidak, harus mereklasifikasi jumlah
komparatif dengan mengungkapkan:
- sifat,

PENYAJIAN LAPORAN
KEUANGAN (2)
NO

KRITERIA

KETERANGAN

Komparat Info harus diungkapkan secara


if
komparatif dengan periode sebelumnya,
yaitu informasi naratif dan deskriptif
Materialit -Pos material disajikan terpisah.
as &
-Yg. Tdk. material dpt digabungkan
agregasi sesuai dg. sifat/fungsi
yang sejenis.
-Kelalaian/kesalahan dlm menentukan
ukuran materialitas dpt
mempengaruhi keputusan pengguna
laporan
Lengkap Harus menyajikan minimum dua periode
dari setiap laporan keuangan dan

PENYAJIAN LAPORAN
KEUANGAN (3)
NO

KRITERIA

KETERANGAN

Identifikasi Setiap L/K mengidentifikasikan:


-nama entitas pelapor,
-periode/tanggal pelaporan,
-mata uang,
-pembulatan angka.
Sdg, Catatan atas L/K harus
mengungkap:
- domisili
- bentuk hukum entitas,
- alamat kantor terdaftar,
- sifat operasi
- aktifitas utama

ASUMSI DASAR
ACCRUAL BASIS
ECONOMIC ENTITY
GOING CONCERN
MONETARY UNIT
PERIODICITY

PRINSIP AKUNTANSI

COST
PRINCIPLE
REVENUE
REVENUE
REALIZATION
REALIZATION
PRINCIPLE/
PRINCIPLE/
ACCRUAL
ACCRUAL
BASIS
BASIS

MATCHING
MATCHING
PRINCIPLE
PRINCIPLE

FULL
FULL
DISCLOSUR
DISCLOSUR
E/
E/
FINANCIAL
FINANCIAL
REPORTING
REPORTING
PRINCIPLE

KENDALA/KETERBATASAN AKUNTANSI

PRIMER

SEKUNDE
R

AZAS
MANFAAT &
BIAYA

AZAS
KONSERVATIF

AZAS
MATERIALITAS

KEBIASAAN
DUNIA USAHA

PENGGUNA LAPORAN
KEUANGAN:
1.

Pengguna Internal
spt. Manajer, supervisor, direktur,
internal audit, karyawan
perusahaan,dll

2. Pengguna eksternal
spt. Kantor Akuntan Publik (KAP),
pemegang saham, pelanggan,
bank, pemerintah,dll

MANFAAT INFORMASI
EFISIENSI
PENYAJI
PENGENDALIA
N
MANFAAT
INFORMASI

ALOKASI
SUMBER
EKONOMI

PEMAKAI

JUMLAH PAJAK
DIKUTIP
PENILAIAN
KETAATAN
PERATURAN

KONSEP DASAR AKUNTANSI PAJAK

FUNGS
I

PENGERTIAN
PENGERTIAN

METODE

PELAPORAN
PAJAK

PRAKTEK

PERLINDUNGAN

KEWAJIBAN PENYELENGGARAAN PEMBUKUAN


UU KETENTUAN UMUM & TATA CARA PERPAJAKAN
(UU KUP) PASAL 1 ANGKA 29 UU KUP
ADALAH:
SUATU PROSES PENCATATAN YANG DILAKUKAN SECARA
TERATUR UNTUK MENGUMPULKAN DATA DAN INFO
KEUANGAN

MELIPUTI: ASET, KEWAJIBAN, EKUITAS, PENGHASILAN &


BIAYA, SERTA JUMLAH HARGA PEROLEHAN DAN
PENYERAHAN BARANG DAN JASA, YANG DITUTUP
DENGAN MENYUSUN :

LAPORAN

KEUANGAN BERUPA: NERACA, DAN LAPORAN


LABA-RUGI UNTUK PERIODE TAHUN PAJAK TERSEBUT

SYARAT PEMBUKUAN (UU KUP)


ITIKAD BAIK &
MENCERMINKAN KEADAAN/KEGIATAN USAHA
SEBENARNYA
DISELENGGARAKAN DI INDONESIA
HURUF LATIN, ANGKA ARAB, SATUAN RUPIAH &
BAHASA INDONESIA/ASING YANG DIIZINKAN

TAAT ASAS, STELSEL AKRUAL/KAS, TAHUN


BUKU, METODE PENILAIAN PERSEDIAAN,
METODE PENYUSUTAN & AMORTISASI

PERUBAHAN METODE /TAHUN BUKU


DG.PERSETUJUAN DIRJEN PAJAK
PENGGUNAAN BAHASA & MATA UANG
ASING DG IZIN MENTERI KEUANGAN

SAK ETAP
IAI menerbitkan SAK untuk perusahaan kecil dan
menengah yaitu:
Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas
Publik
(SAK ETAP)
ETAP Adalah entitas yang tidak memiliki akuntabilitas
publik signifikan dan tidak menerbitkan laporan
keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna
eksternal
Diterapkan mulai 1 Januari 2011
SAK ETAP, berasal dari exposure draft (ED) PSAK UKM

BUKAN PENGGUNA SAK ETAP:


1.

Entitas yang melakukan kegiatan di pasar modal

2.

Entitas yang menghimpun dana masyarakat melalui


Penawaran Umum Efek di Pasar Modal (emiten)

3.

Entitas yang menjadi wadah yang dipergunakan


untuk menghimpun dana dari masyarakat untuk
selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio investasi

4.

Entitas yang merupakan perusahaan publik

5.

Lembaga keuangan non bank, pengecualian Bank


Perkreditan Rakyat (BPR)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


WAJAR

Penyajian jujur atas pengaruh transaksi,


peristiwa & kondisi

KELANGSUNGAN
USAHA

Asumsi manajemen mampu melanjutkan


kelangsungan usaha, bila tidak pasti harus
diungkapkan ketidakpastiannya

FREKUENSI
PELAPORAN

Minimum 1 tahun sekali

KONSISTENSI

Prinsip klasifikasi pos harus konsisten, bila tidak


harus mereklasifikasi jumlah komparatif dan
memberikan alasannya

KOMPARATIF

Informasi komparatif dengan periode sebelumnya

MATERIALITAS &
AGREGASI

Pos material disajikan terpisah, pos tidak material


digabungkan sesuai sifat/fungsi yang sejenis.

LENGKAP

Minimum menyajikan dua periode dari setiap L/K


yang diisyaratkan dan catatan atas L/K yang terkait

IDENTIFIKASI

L/K harus mengidentifikasi nama entitas, periode/tgl


pelaporan, mata uang, dan pembulatan angka.
Catatan atas L/K harus mengungkapkan domisili,
bentuk hukum, alamat, sifat operasi dan aktifitas
utama.

PAJAK
Definisi:

Pasal 1 angka 1 UU KUP


1.kontribusi wajib
2.bersifat memaksa
3. tidak mendapatkan imbalan scr
langsung
4. digunakan untuk:
a. keperluan negara
b. kemakmuran rakyat

JENIS PAJAK (1)


1.

MENURUT SIFAT
a. Pajak Langsung
-pembebanannya tidak dapat dilimpahkan
-menjadi beban langsung WP
bersangkutan
spt: Pajak Penghasilan (PPh)
b. Pajak Tidak Langsung
-Pembebanannya dapat dilimpahkan
spt: Pajak Pertambahan Nilai (PPN),
Pajak Penjualan atas Barang Mewah

JENIS PAJAK (2)


2. MENURUT SASARAN/OBJEKNYA:
a. Pajak Subjektif
-berdasarkan pada subjeknya,dilanjutkan
mencari syarat objektifnya
(memperhatikan keadaan diri WP)
spt: PPh
b. Pajak Objektif
-berdasarkan pada objeknya,
tanpa memperhatikan keadaan diri WP
spt. PPh, PPN, PPnBM, PBB, BM

JENIS PAJAK (3)


3.

MENURUT PEMUNGUTNYA:

a. Pajak Pusat
-dipungut oleh pemerintah pusat
-digunakan untuk membiayai rumah tangga
pemerintah pusat
spt. PPh, PPN, PPnBM, BM
b. Pajak Daerah
-dipungut oleh pemerintah daerah
-digunakan untuk membiayai rumah tangga Pemda.
spt. Pajak reklame,
Pajak hiburan,
Pajak hotel dan restoran,
Pajak kendaraan bermotor,
PBB

Tujuan akuntansi pajak

INFO
PKP &
DPN

HITUNG
PAJAK
TERUTANG

PENILAIAN
TK.KEPATUHA
N SELF
ASSESSMENT

PRINSIP DASAR AKUNTANSI PAJAK


1.

DAPAT DIPAHAMI

2.

SENSITIFITAS INFORMASI

3.

DISAJIKAN SECARA JUJUR, DG.ITIKAD BAIK

4.

DAPAT DIBANDINGKAN DENGAN PERIODE


SEBELUMNYA

5.

LAPORAN KEUANGAN FISKAL TEPAT WAKTU

6.

KOREKSI FISKAL

PEMBUKUAN/PENCATATAN WP
Pengertian:
1.UU KUP No.16/2009 Pal 1 angka 29:
a.proses pencatatan scr.teratur
b.mengumpulkan data dan info keuangan
(harta, kewajiban, modal, penghasilan,
dan
biaya, serta jumlah harga perolehan dan
penyerahan barang dan jasa)
c.menyusun laporan keuangan
(neraca, danlaporan laba rugi)

PEMBUKUAN/PENCATATAN
WP
2. UU KUPNo.16/2009 Pasal 28 ayat (6):
-pengumpulan data secara teratur tentang
peredaran bruto
-sebagai dasar untuk menghitung jumlah
pajak yang terutang,
-termasuk penghasilan yang bukan objek
pajak yang dikenakan pajak yang bersifat
final

KEWAJIBAN PEMBUKUAN
(UU KUP No.16/2009 Ps.28 ayat 1)

Objek:
1. WPOP yang melakukan kegiatan
usaha/pekerjaan bebas
2. WP Badan di Indonesia
Tujuan: dengan melakukan pembukuan
maka WP dapat menghitung besarnya
pajak yang terutang

KEWAJIBAN PEMBUKUAN (1)


Syarat (Pasal 28 ayat (3),(4),(5), dan (7) UU KUP:
1.

Diselenggarakan dengan itikad baik &


mencerminkan kegiatan sebenarnya (full
disclosure)

2.

Diselenggarakan di Indonesia dengan huruf


latin, angka Arap, satuan mata uang Rupiah,
disusun dalam Bahasa Indonesia atau bahasa
asing yang diizinkan oleh Menkeu

3.

Prinsip taat asas (consistency) dan stelsel


akrual atau kas

KEWAJIBAN PEMBUKUAN
(2)
4. Perubahan metode pembukuan harus mendapat
persetujuan DJP
5. Diselenggarakan sekurang2nya atas catatan
mengenai harta, kewajiban,modal, penghasilan
dan biaya, serta penjualan dan pembelian,
sehingga dapat dihitung besarnya pajak yang
terutang
6. Buku, catatan, dan dokumen pembukuan wajib
disimpan selama 10tahun di Indonesia/tempat
kedudukan WP Badan

KEWAJIBAN PENCATATAN
UU PPh nomor 36 tahun 2008 Pasal 28 ayat
(12) jo.PMK-197/PMK.03/2007:
Kewajiban melakukan pencatatan:
-WP OP yang melakukan kegiatan
usaha/pekerjaan
bebas
-untuk menghitung penghasilan neto
-dengan menggunakan Norma Penghitungan
Penghasilan neto (<Rp.4,8M)

SYARAT PENYELENGGARAAN
PEMBUKUAN:
(UU KUP No.16/2009 Ps.28 ayat 3,4,5,7)

1.

Diselenggarakan dengan itikad baik dan


mencerminkan keadaan/kegiatan usaha
sebenarnya (full disclosure)

2.

Diselenggarakan di Indonesia,
menggunakan huruf Arab, Rupiah, dan
disusun dalam bahasa Indonesia/ bhs
asing (yg.diizinkan oleh Menkeu)

3.

Dengan Prinsip Taat Asas (Consistency),


dan stelsel akrual/stelsel kas

SYARAT PENYELENGGARAAN PEMBUKUAN:

(UU KUP No.16/2009 Ps.28 ayat 3,4,5,7)


.

4. Perubahan thd.metode pembukuan dan/ tahun


buku harus mendapat persetujuan Direktorat Jendral
Pajak (DJP)

5. Pembukuan sekurang-kurangnya terdiri atas:


catatan mengenai harta, kewajiban,modal,
penghasilan dan biaya, seta penjualan dan
pembelian, sehingga dapat dihitung besarnya pajak
yang terutang

6. Buku, catatan, dan dokumen dasar pembukuan


dan dokumen lain dikelola secara elektronik/program
aplikasi online, wajib simpan selama 10 thn di
Indonesia/tempat kegiatan/tempat tinggal WP

UNSURPERBEDAAN L/K .AKUNTANSI & L/K. SPT

LABA TAHUN BERJALAN


PENGHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN
DISTRIBUSI LABA
PENGHITUNGAN POTONGAN PAJAK ATAS
DIVIDEN

PEREDARAN USAHA
PENGHITUNGAN PPN & PPnBM
PENGELUARAN KARYAWAN &
PEMBELIAN JASA LAIN
PENGHITUNGAN
PENGHITUNGAN POTONGAN
POTONGAN PAJAK
PAJAK
PENGHASILAN/WITHOLDING
TAX
PENGHASILAN/WITHOLDING TAX

HUBUNGAN
AKUNTANSI PAJAK & AKUNTANSI
KOMERSIAL

AKUNTANSI
KEUANGAN
AKUNTANSI
PAJAK

AKUNTANSI PAJAK
AKUNTANSI
PAJAK

MENYAJIKAN L/K PEMENUHAN KEWAJIBAN


PERPAJAKAN
(TAX COMPLIANCE)

KETENTUAN
PERPAJAKAN

PRIORITAS DIPATUHI
DI ATAS PRAKTEK &
KELAZIMAN AKUNTANSI

AKUN-AKUN BERKAITAN DENGAN


AKUNTANSI PERPAJAKAN (1)
I.

NERACA
1.Sisi aset,
Pajak Dibayar di Muka (Prepaid Tax)
-PPh 22, 23, 24, 25, 28A
-PPh atas pengalihan hak atas tanah & bangunan
-Pajak masukan
2.Sisi kewajiban,
Utang pajak (Tax Payable)
-PPh 21,23,26,29
- Pajak keluaran

AKUN-AKUN BERKAITAN DENGAN


AKUNTANSI PERPAJAKAN (2)
II. LAPORAN LABA RUGI;
A. Beban Pajak Penghasilan
(income tax expense)
B. -PBB,
-Pajak Masukan yang tidak dapat
dikreditkan,
-Bea Materai yang dicatat sebagai
beban
operasional.

KONSEP DASAR
AKUNTANSI PERPAJAKAN (1)
1.

Pengukuran dalam mata uang


(Pasal 28 ayat 4 UU KUP No.16 tahun 2009)

2. Kesatuan Akuntansi
-pemilik dan perusahaan adalah dua lembaga
yang terpisah sama sekali
(Pasal 9 ayat 1 huruf b UU PPh No.36 tahun 2008)
3. Konsep Kesinambungan
-Tujuan pendirian perusahaan adalah untuk
berkembang
dan mempunyai kelangsungan hidup seterusnya.
(Pasal 25 ayat 1 UU PPh No.36 tahun 2008)

KONSEP DASAR
AKUNTANSI PERPAJAKAN (2)
4. Konsep Nilai Historis
-Transaksi bisnis dicatat berdasarkan harga pada saat
terjadinya transaksi tersebut.
(Pasal 10 ayat 6 UU PPh NO.36 tahun 2008)
5. Periode Akuntansi
-Tahun pajak adalah sama dengan tahun takwim
(konsep kesinambungan)
(Pasal 28 ayat 6 UU KUP No.16 tahun 2009)
6. Konsep Taat Asas
-Penggunaan metode akuntansi dari satu periode ke
periode berikutnya haruslah sama, dan dengan stelsel
akrual atau kas.
(Pasal 28 ayat 5 UU KUP NO.16 tahun 2009)

KONSEP DASAR
AKUNTANSI PERPAJAKAN (3)
7. Konsep Materialitas
Pengeluaran untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara
penghasilan yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu)
tahun tidak dibolehkan untuk dibebankan sekalligus, melainkan
dibebankan melalui penyusutan atau amortisasi

(Pasal 9 ayat 2 UU PPh No.36 tahun 2008)


8. Konsep Konservatisme
-Penghasilan hanya diakui melalui transaksi, tetapi
kerugian dapat dicatat walaupun belum terjadi.
(Pasal 9 ayat 1 huruf c UU PPh NO.36 tahun 2008)

KONSEP DASAR
AKUNTANSI PERPAJAKAN (5)
9. Konsep Realisasi
-Penghasilan hanya dilaporkan apabila telah
terjadi transaksi penjualan.
-Penambahan kekayaan yang masih belum
terjadi, tidak dapat diakui sebagai penghasilan
(Pasal 4 ayat 1 UU PPh NO.36 tahun 2008)
10. Konsep Mempertemukan Biaya dan Penghasilan
-Laba neto diukur dengan perbedaan antara
penghasilan
dan beban pada periode yang sama
(Pasal 6 ayat 1 UU PPH NO.36 tahun 2008)

PENTINGNYA AKUNTANSI PERPAJAKAN (1):

1. UU Perpajakan Sistem Self-Assessment:


Keleluasaan dan kepercayaan untuk menghitung,
membayar, dan melaporkan pajaknya sendiri atas
transaksi yang dilakukan.
2. Surat Pemberitahuan Pajak (SPT)
Surat untuk penghitungan & pembayaran pajak
3. Pengawasan kepatuhan WP
-mapping, profiling, benchmarking, dan counseling
u/ temukan kesalahan/kejanggalan data pada SPT

PENTINGNYA AKUNTANSI PERPAJAKAN (2):

4. Pemeriksaan
-u/menguji kesesuaian dengan UU Perpajakan
(Uji kepatuhan)
5. Bukti/dokumentasi transaksi
-- WP harus mengadakan
pembukuan/pencatatan
Perlu pemahaman perpajakan yang baik oleh
WP

PENTINGNYA AKUNTANSI
PERPAJAKAN (3):
Perencanaan Pajak:
Menyusun aktifitas keuangan guna
mendapatkan pengeluaran (beban)
pajak yang minimal.
Perencanaan pajak yang efektif
-penghematan pajak melalui prosedur
penghindaran pajak secara sistematis
sesuai ketentuan UU Perpajakan

AKUNTANSI PERPAJAKAN
Mrpk bagian dalam akuntansi yang timbul dari unsur
spesialisasi yang menuntut keahlian dalam bidang
tertentu
AKUNTANSI PERPAJAKAN:
A.Timbul:
-prinsip dasar yang diatur dalam UU Perpajakan
B.Pembentukan:
-terpengaruh oleh fungsi perpajakan dalam
mengimplementasikan sebagai kebijakan pemerintah,
C. Tujuan:
menetapkan besarnya pajak terutang berdasarkan
laporan keuangan yang disusun oleh perusahaan

ASAS PERPAJAKAN
INDONESIA:
1.

Asas kegotong-royongan nasional

2. Asas keadilan
-kewenangan yang dominan tidak lagi diberikan
kepada aparat pajak untuk menentukan
jumlah
pajak
3. Asas kepastian hukum
-ketentuan sederhana, mudah dimengerti,
tidak birokratis
4. Asas kepercayaan penuh

SYARAT
MENYELENGGARAKAN PENCATATAN (1)

Pencatatan harus diselenggarakan


secara:
a- teratur
b- mencerminkan keadaan yang
sebenarnya
c- menggunakan:
- huruf latin
- angka Arab
- Satuan mata uang rupiah
- disusun dalam Bahasa Indonesia
1.

SYARAT
MENYELENGGARAKAN
PENCATATAN (2)
2. Pencatatan dalam satu tahun harus diselenggarakan secara
kronologis.
3. Catatan dan dokumen yang menjadi dasar pencatatan
harus
disimpan di tempat tinggal WP/tempat kegiatan usaha/
pekerjaan bebas dilakukan selama 10 tahun
4. Pencatatan harus dapat menggambarkan al:
a.peredaran/penerimaan bruto dan/atau jumlah penghasilan
bruto yang diterima dan/atau diperoleh
b.penghasilan yang bukan objek pajak dan/atau
penghasilan
yang pengenaan pajaknya bersifat final

SYARAT
MENYELENGGARAKAN PENCATATAN (3)

5. WP yang mempunyai lebih dari 1 jenis


usaha
dan/atau tempat usaha, maka pencatatan
harus dapat menggambarkan secara jelas
untuk masing-masing jenis usaha dan/atau
tempat usaha ybs.
6. WP yang diwajibkan menyelenggarakan
pencatatan diharuskan menyelenggarakan
pencatatan atas aset dan kewajiban