Anda di halaman 1dari 16

Kerajaan Bali

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel.
Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.
Artikel ini tidak memiliki referensi sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa
diverifikasi.
Bantulah memperbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak.
Artikel yang tidak dapat diverifikasikan dapat dihapus sewaktu-waktu oleh Pengurus.
Tag ini diberikan tanggal 2011
Kerajaan Bali merupakan sebuah kerajaan yang terletak di sebuah pulau kecil yang tak jauh dari
Jawa Timur dengan nama yang sama. Kerajaan Bali umumnya bercorak agama Hindu. Dalam
perkembangan sejarahnya, Bali mempunyai hubungan erat dengan Pulau Jawa karena letak kedua
pulau ini berdekatan. Bahkan ketika Kerajaan Majapahit runtuh, banyak rakyat Majapahit yang
melarikan diri dan menetap disana. Sampai sekarang ada kepercayaan bahwa sebagian dari
masyarakat Bali yang dianggap sebagai pewaris tradisi Majapahit.
bali yang dikenal sebagai Pulau Dewata pada zaman duhulu kala sebelum kedatangan majapahit
terdapat sebuah kerajaan yang muncul pertama kali di bali yaitu sekitar 914 M yang diketahui dari
sebuah prasasti yang ditemukan di desa blanjong dekat Sanur yang memiliki pantai matahari terbit.
Prasasti itu berangka tahun 836 saka yang menyebutkan nama rajanya Khesari Warmadewa
memiliki istana yang ada di Singhadwala. Khesari Warmadewa adalah Ugrasena pada tahun 915 M 942 M. Setelah meninggal, Abu dari jenasah dari raja Ugrasena dicandikan di Air Madatu, lalu
digantikan oleh mahkota Jayasingha Warmadewa (960 M - 975 M). Dikatakan bahwa raja Jayasingha
membangun dua pemandian di desa Manukraya, yang letaknya sekarang di dekat istana negara Tapak
Siring. Raja Jayasingha Warmadewa digantikan oleh Raja Jayasadhu Warmadewa (975 M - 983 M),
setelah itu wafat digantikan oleh seorang Ratu yang bernama Sri Maharaja Sriwijaya Mahadewi (983
M - 989 M). Kemudian digantikan oleh Dharmodayana (989 M - 1011 M) yang disebut juga Raja
Udayana. Raja Udayana menikah dengan Gunapriayadharmapatni alias mahendradatta dari kerajaan
Medang Kemulan jawa timur dan dari perkawinannya menghasilkan 3 orang anak yaitu : Airlangga,
Marakata, dan Anak Wungsu. Kemudian Airlangga menikah dengan putri Raja Dharmawangsa (raja
jawa timur). Raja Marakata menggantikan Raja Udayana sebab Airlangga berada di jawa timur. Raja
Udayana wafat dan abu jenazahnya di candikan di Banu Wka. Marakata diberi gelar Dharmawangsa
Wardana Marakatta Pangkajasthana Uttunggadewa yang memerintah di bali dari 1011 - 1022.
Kemudian digantikan oleh anak Wungsu (1049 - 1077) yang memerintah selama 28 tahun dan
dikatakan selama pemerintahannya keadaan negara aman tenteram. Anak Wungsu tidak memiliki
keturunan dan meninggal tahun 1077 dan di dharmakan di Gunung Kawi dekat Tapak Siring. Setelah
Anak Wungsu meninggal, keadaan kerajaan di Bali tetap mengadakan hubungan dengan raja-raja di
Jawa dan ada dikisahkan seorang raja Bali yang saat itu bernama Raja Bedahulu atau yang kenal
dengan nama Mayadenawa yang memiliki seorang patih yang sangat sakti yang bernama Ki Kebo
Iwa. Kedatangan Gadjah Mada dari kerajaan majapahit ke Bali adalah ingin menaklukan Bali di
bawah pimpinan Kerajaan Majapahit, namun karena tidak mampu patih Majapahit itu mengajak Ki
Kebo Iwa ke jawa dan disana disuruh membuat sumur dan setelah sumur itu selesai Ki Kebo Iwa di
kubur hidup-hidup dengan tanah dan batu namun dalam lontar Bali Ki Kebo Iwa tidak dapat dibunuh
dengan cara yang mudah seperti itu. Tanah dan batu yang dilemparkan ke sumur balik dilemparkan ke
atas. Pada akhirnya dia menyerahkan diri sampai ia merelakan dirinya untuk dibunuh baru dia dapat
dibunuh. Setelah kematian Ki Kebo Iwa, Bali dapat ditaklukan oleh Gadjah Mada pada tahun 1343.
Setelah Bali ditaklukan oleh kerajaan Majapahit, sebagian penduduk Bali Kuno melarikan diri ke
daerah pegunungan yang kemudian disebut penduduk Bali Aga. Sekarang keberadaan mereka dapat

dijumpai di daerah Bali seperti di desa tenganan (Kab. Karangasem), tengangan pengringsingan (Kab.
Buleleng) dan masih banyak lagi yang lainnya, mereka memiliki pakaian adat sendiri yang khas
dimana bahan dan bentuknya sedikit berbeda dengan pakaian adat Bali pada umumnya.
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kerajaan_Bali&oldid=5315716"
Kategori:
Artikel yang belum dirapikan Maret 2012
Kerajaan di Nusantara

Kerajaan Bali

Kerajaan di Bali

Kategori tersembunyi:
Artikel yang tidak memiliki referensi
Artikel yang tidak memiliki referensi Maret 2012
Akun

Masuk log / buat akun

Ruang nama

Halaman
Pembicaraan

Varian
Halaman

Baca
Sunting

Versi terdahulu

Tindakan

Pencarian

Navigasi

Halaman Utama
Perubahan terbaru

Peristiwa terkini

Halaman sembarang

Komunitas

Warung Kopi
Portal komunitas

Bantuan

Wikipedia

Tentang Wikipedia
Pancapilar

Kebijakan

Menyumbang

Cetak/ekspor

Buat buku
Unduh versi PDF

Versi cetak

Peralatan

Pranala balik
Perubahan terkait

Halaman istimewa

Pranala permanen

Kutip halaman ini

Halaman ini terakhir diubah pada 10.01, 13 Maret 2012.

Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi/Berbagi Serupa Creative Commons; ketentuan


tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

Kebijakan privasi

Tentang Wikipedia

Penyangkalan

Tampilan seluler

Bali
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari


Artikel ini membutuhkan catatan kaki untuk pemastian.
Silakan bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan catatan kaki.
Artikel ini adalah tentang Pulau dan Provinsi Bali. Untuk kegunaan lainnya, lihat Bali (disambiguasi).
Bali
Lambang Bali
Lambang
Bali Dwipa Jaya
(Bahasa Kawi: Pulau Bali Jaya)
Berkas:Locator bali final.png
Peta lokasi Bali
Koordinat
Dasar hukum
Tanggal penting 14 Agustus 1959 (hari jadi)
Ibu kota Denpasar (dahulu Singaraja)
Gubernur Komjen Pol (Purn) I Made Mangku Pastika (2008-2013)
Luas 5.561 km
Penduduk 4.500.000 (+/-)
Kepadatan 800 /km
Kabupaten 8
Kota 1
Kecamatan
Kelurahan/Desa
Suku Bali (89%), Jawa (7%), Baliaga (1%), Madura (1%)[1]
Agama Hindu (92,3%), Islam (5,7%), Lainnya (2%)
Bahasa Bahasa Bali, Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, Bahasa Sasak, Bahasa Madura, dll.
Zona waktu WITA
Lagu daerah Bali Jagaddhita
Rumah tradisional
Senjata tradisional
Singkatan
Situs web resmi: http://www.bali.go.id
Bali adalah sebuah pulau di Indonesia, sekaligus menjadi salah satu provinsi Indonesia. Bali terletak
di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibukota provinsinya ialah Denpasar, yang terletak di bagian
selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal
sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para
wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga dikenal sebagai Pulau Dewata.
Daftar isi
* 1 Geografi
* 2 Sejarah
* 3 Demografi
* 4 Transportasi
* 5 Pemerintahan
o 5.1 Daftar kabupaten dan kota di Bali
o 5.2 Daftar gubernur
o 5.3 Perwakilan
* 6 Budaya
o 6.1 Musik
o 6.2 Tari

+ 6.2.1 Tarian wali


+ 6.2.2 Tarian bebali
+ 6.2.3 Tarian balih-balihan
o 6.3 Pakaian daerah
+ 6.3.1 Pria
+ 6.3.2 Wanita
o 6.4 Makanan
+ 6.4.1 Makanan utama
+ 6.4.2 Jajanan
* 7 Senjata
* 8 Rumah Adat
* 9 Pahlawan
* 10 Referensi
* 11 Lihat pula
* 12 Pranala luar
Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 153 km dan selebar 112 km sekitar
3,2 km dari Pulau Jawa. Secara astronomis, Bali terletak di 82523 Lintang Selatan dan 1151455
Lintang Timur yang mebuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain.
Gunung Agung adalah titik tertinggi di Bali setinggi 3.148 m. Gunung berapi ini terakhir meletus pada
Maret 1963. Gunung Batur juga salah satu gunung yang ada di Bali. Sekitar 30.000 tahun yang lalu,
Gunung Batur meletus dan menghasilkan bencana yang dahsyat di bumi. Berbeda dengan di bagian
utara, bagian selatan Bali adalah dataran rendah yang dialiri sungai-sungai.
Berdasarkan relief dan topografi, di tengah-tengah Pulau Bali terbentang pegunungan yang
memanjang dari barat ke timur dan diantara pegunungan tersebut terdapat gugusan gunung berapi
yaitu Gunung Batur dan Gunung Agung serta gunung yang tidak berapi yaitu Gunung Merbuk,
Gunung Patas, dan Gunung Seraya. Adanya pegunungan tersebut menyebabkan Daerah Bali secara
Geografis terbagi menjadi 2 (dua) bagian yang tidak sama yaitu Bali Utara dengan dataran rendah
yang sempit dan kurang landai, dan Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai.
Kemiringan lahan Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%) seluas 122.652 ha, lahan bergelombang
(2-15%) seluas 118.339 ha, lahan curam (15-40%) seluas 190.486 ha, dan lahan sangat curam (>40%)
seluas 132.189 ha. Provinsi Bali memiliki 4 (empat) buah danau yang berlokasi di daerah pegunungan
yaitu : Danau Beratan, Buyan, Tamblingan dan Danau Batur.
Ibu kota Bali adalah Denpasar. Tempat-tempat penting lainnya adalah Ubud sebagai pusat seni
terletak di Kabupaten Gianyar; sedangkan Kuta, Sanur, Seminyak, Jimbaran dan Nusa Dua adalah
beberapa tempat yang menjadi tujuan pariwisata, baik wisata pantai maupun tempat peristirahatan.
Luas wilayah Provinsi Bali adalah 5.636,66 km2 atau 0,29% luas wilayah Republik Indonesia. Secara
administratif Provinsi Bali terbagi atas 9 kabupaten/kota, 55 kecamatan dan 701 desa/kelurahan.
Sejarah
Sawah di sekitar puri Gunung Kawi, Tampaksiring, Bali.
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah Bali
Penghuni pertama pulau Bali diperkirakan datang pada 3000-2500 SM yang bermigrasi dari Asia.
Peninggalan peralatan batu dari masa tersebut ditemukan di desa Cekik yang terletak di bagian barat
pulau. Zaman prasejarah kemudian berakhir dengan datangnya orang-orang Hindu dari India pada 100
SM.

Kebudayaan Bali kemudian mendapat pengaruh kuat kebudayaan India, yang prosesnya semakin
cepat setelah abad ke-1 Masehi. Nama Balidwipa (pulau Bali) mulai ditemukan di berbagai prasasti,
diantaranya Prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari Warmadewa pada 913 M dan
menyebutkan kata Walidwipa. Diperkirakan sekitar masa inilah sistem irigasi subak untuk penanaman
padi mulai dikembangkan. Beberapa tradisi keagamaan dan budaya juga mulai berkembang pada
masa itu. Kerajaan Majapahit (12931500 AD) yang beragama Hindu dan berpusat di pulau Jawa,
pernah mendirikan kerajaan bawahan di Bali sekitar tahun 1343 M. Saat itu hampir seluruh nusantara
beragama Hindu, namun seiring datangnya Islam berdirilah kerajaan-kerajaan Islam di nusantara yang
antara lain menyebabkan keruntuhan Majapahit. Banyak bangsawan, pendeta, artis, dan masyarakat
Hindu lainnya yang ketika itu menyingkir dari Pulau Jawa ke Bali.
Orang Eropa yang pertama kali menemukan Bali ialah Cornelis de Houtman dari Belanda pada 1597,
meskipun sebuah kapal Portugis sebelumnya pernah terdampar dekat tanjung Bukit, Jimbaran, pada
1585. Belanda lewat VOC pun mulai melaksanakan penjajahannya di tanah Bali, akan tetapi terus
mendapat perlawanan sehingga sampai akhir kekuasaannya posisi mereka di Bali tidaklah sekokoh
posisi mereka di Jawa atau Maluku. Bermula dari wilayah utara Bali, semenjak 1840-an kehadiran
Belanda telah menjadi permanen, yang awalnya dilakukan dengan mengadu-domba berbagai
penguasa Bali yang saling tidak mempercayai satu sama lain. Belanda melakukan serangan besar
lewat laut dan darat terhadap daerah Sanur, dan disusul dengan daerah Denpasar. Pihak Bali yang
kalah dalam jumlah maupun persenjataan tidak ingin mengalami malu karena menyerah, sehingga
menyebabkan terjadinya perang sampai mati atau puputan, yang melibatkan seluruh rakyat baik pria
maupun wanita termasuk rajanya. Diperkirakan sebanyak 4.000 orang tewas dalam peristiwa tersebut,
meskipun Belanda telah memerintahkan mereka untuk menyerah. Selanjutnya, para gubernur Belanda
yang memerintah hanya sedikit saja memberikan pengaruhnya di pulau ini, sehingga pengendalian
lokal terhadap agama dan budaya umumnya tidak berubah.
Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II, dan saat itu seorang perwira militer bernama I Gusti
Ngurah Rai membentuk pasukan Bali pejuang kemerdekaan. Menyusul menyerahnya Jepang di
Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda segera kembali ke Indonesia (termasuk Bali) untuk
menegakkan kembali pemerintahan kolonialnya layaknya keadaan sebelum perang. Hal ini ditentang
oleh pasukan perlawanan Bali yang saat itu menggunakan senjata Jepang.
Pada 20 November 1940, pecahlah pertempuran Puputan Margarana yang terjadi di desa Marga,
Kabupaten Tabanan, Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai, yang berusia 29 tahun, memimpin
tentaranya dari wilayah timur Bali untuk melakukan serangan sampai mati pada pasukan Belanda
yang bersenjata lengkap. Seluruh anggota batalion Bali tersebut tewas semuanya, dan menjadikannya
sebagai perlawanan militer Bali yang terakhir.
Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah bagian dari Negara
Indonesia Timur yang baru diproklamasikan, yaitu sebagai salah satu negara saingan bagi Republik
Indonesia yang diproklamasikan dan dikepalai oleh Sukarno dan Hatta. Bali kemudian juga
dimasukkan ke dalam Republik Indonesia Serikat ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia
pada 29 Desember 1949. Tahun 1950, secara resmi Bali meninggalkan perserikatannya dengan
Belanda dan secara hukum menjadi sebuah propinsi dari Republik Indonesia.
Letusan Gunung Agung yang terjadi di tahun 1963, sempat mengguncangkan perekonomian rakyat
dan menyebabkan banyak penduduk Bali bertransmigrasi ke berbagai wilayah lain di Indonesia.
Tahun 1965, seiring dengan gagalnya kudeta oleh G30S terhadap pemerintah nasional di Jakarta, di
Bali dan banyak daerah lainnya terjadilah penumpasan terhadap anggota dan simpatisan Partai
Komunis Indonesia. Di Bali, diperkirakan lebih dari 100.000 orang terbunuh atau hilang. Meskipun
demikian, kejadian-kejadian di masa awal Orde Baru tersebut sampai dengan saat ini belum berhasil
diungkapkan secara hukum.[2]

Serangan teroris telah terjadi pada 12 Oktober 2002, berupa serangan Bom Bali 2002 di kawasan
pariwisata Pantai Kuta, menyebabkan sebanyak 202 orang tewas dan 209 orang lainnya cedera.
Serangan Bom Bali 2005 juga terjadi tiga tahun kemudian di Kuta dan pantai Jimbaran. Kejadiankejadian tersebut mendapat liputan internasional yang luas karena sebagian besar korbannya adalah
wisatawan asing, dan menyebabkan industri pariwisata Bali menghadapi tantangan berat beberapa
tahun terakhir ini.
Demografi
Lahan sawah di Bali
Penduduk Bali kira-kira sejumlah 4 juta jiwa, dengan mayoritas 92,3% menganut agama Hindu.
Agama lainnya adalah Islam, Protestan, Katolik, dan Buddha.
Selain dari sektor pariwisata, penduduk Bali juga hidup dari pertanian dan perikanan. Sebagian juga
memilih menjadi seniman. Bahasa yang digunakan di Bali adalah Bahasa Indonesia, Bali, dan Inggris
khususnya bagi yang bekerja di sektor pariwisata.
Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling luas pemakaiannya di Bali, dan
sebagaimana penduduk Indonesia lainnya, sebagian besar masyarakat Bali adalah bilingual atau
bahkan trilingual. Meskipun terdapat beberapa dialek dalam bahasa Bali, umumnya masyarakat Bali
menggunakan sebentuk bahasa Bali pergaulan sebagai pilihan dalam berkomunikasi. Secara tradisi,
penggunaan berbagai dialek bahasa Bali ditentukan berdasarkan sistem catur warna dalam agama
Hindu Dharma; meskipun pelaksanaan tradisi tersebut cenderung berkurang.
Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga (dan bahasa asing utama) bagi banyak masyarakat Bali, yang
dipengaruhi oleh kebutuhan yang besar dari industri pariwisata. Para karyawan yang bekerja pada
pusat-pusat informasi wisatawan di Bali, seringkali juga memahami beberapa bahasa asing dengan
kompetensi yang cukup memadai.
Transportasi
Bali tidak memiliki jaringan rel kereta api namun jaringan jalan yang sangat baik tersedia khususnya
ke daerah-daerah tujuan wisatawan. Sebagian besar penduduk memiliki kendaraan pribadi dan
memilih menggunakannya karena moda transportasi umum tidak tersedia dengan baik, kecuali taksi.
Jenis kendaraan umum di Bali antara lain
* Dokar, kendaraan dengan menggunakan kuda sebagai penarik
* Ojek, taksi sepeda motor
* Bemo, melayani dalam dan antarkota
* Taksi
* Bus, melayani hubungan antarkota, pedesaan, dan antarprovinsi.
Bali terhubung dengan Pulau Jawa dengan layanan kapal feri yang menghubungkan Pelabuhan
Gilimanuk dengan Pelabuhan Ketapang di Kabupaten Banyuwangi, yang lama tempuhnya sekitar 30
hingga 45 menit. Penyeberangan ke Pulau Lombok melalui Pelabuhan Padang Bay menuju Pelabuhan
Lembar, yang memakan waktu sekitar empat jam.
Transportasi udara dilayani oleh Bandara Internasional Ngurah Rai, dengan destinasi ke sejumlah kota
besar di Indonesia, Australia, Singapura, Malaysia, Thailand, serta Jepang. Landas pacu dan pesawat
terbang yang datang dan pergi bisa terlihat dengan jelas dari pantai.

Pemerintahan
Peta topografi Pulau Bali
Daftar kabupaten dan kota di Bali
No. Kabupaten/Kota Ibu kota
1 Kabupaten Badung Badung
2 Kabupaten Bangli Bangli
3 Kabupaten Buleleng Singaraja
4 Kabupaten Gianyar Gianyar
5 Kabupaten Jembrana Negara
6 Kabupaten Karangasem Karangasem
7 Kabupaten Klungkung Klungkung
8 Kabupaten Tabanan Tabanan
9 Kota Denpasar Daftar gubernur
No. Periode Nama Gubernur Keterangan
1 1950 1958 Anak Agung Bagus Sutedja
2 1958 1959 I Gusti Bagus Oka
3 1959 1965 Anak Agung Bagus Sutedja
4 1965 1967 I Gusti Putu Martha
5 1967 1978 Soekarmen
6 1978 1988 Prof. Dr. Ida Bagus Mantra
7 1988 1993 Prof. Dr. Ida Bagus Oka
8 1998 2008 Drs. Dewa Made Beratha
9 2008 2013 I Made Mangku Pastika
Perwakilan
Empat anggota DPD (2004-2009) dari Provinsi Bali adalah I Wayan Sudirta, S.H., Nyoman Rudana,
Drs. Ida Bagus Gede Agastia, dan Dra. Ida Ayu Agung Mas.
Berdasarkan hasil Pemilu Legislatif 2009, Bali mengirimkan sembilan anggota DPR ke Senayan
dengan komposisi empat wakil dari PDI-P, masing-masing dua dari Partai Golkar dan Partai
Demokrat, serta satu orang dari Partai Gerindra.
Pada tingkat provinsi, DPRD Bali dengan 55 kursi tersedia dikuasai oleh PDI-P dengan 24 kursi,
menurun dari periode sebelumnya (2004-2009), disusul Partai Golkar dengan dua belas kursi.[3]
Partai Kursi %
PDI-P 24 Partai Golkar 12 Partai Demokrat 10 Partai Gerindra 2 PNBK 2 PKPB 1 PKPI 1 Partai Hanura 1 Pakar Pangan 1 PNI Marhaenisme 1 Total 55 100,0
Empat orang anggota adalah perempuan.
Budaya

Musik
Seperangkat gamelan Bali.
Musik tradisional Bali memiliki kesamaan dengan musik tradisional di banyak daerah lainnya di
Indonesia, misalnya dalam penggunaan gamelan dan berbagai alat musik tabuh lainnya. Meskipun
demikian, terdapat kekhasan dalam tehnik memainkan dan gubahannya, misalnya dalam bentuk
kecak, yaitu sebentuk nyanyian yang konon menirukan suara kera. Demikian pula beragam gamelan
yang dimainkan pun memiliki keunikan, misalnya Gamelan Jegog, Gamelan Gong Gede, Gamelan
Gambang, Gamelan Selunding, dan Gamelan Semar Pegulingan. Adapula musik Angklung dimainkan
untuk upacara ngaben, serta musik Bebonangan dimainkan dalam berbagai upacara lainnya.
Terdapat bentuk modern dari musik tradisional Bali, misalnya Gamelan Gong Kebyar yang
merupakan musik tarian yang dikembangkan pada masa penjajahan Belanda, serta Joged Bumbung
yang mulai populer di Bali sejak era tahun 1950-an. Umumnya musik Bali merupakan kombinasi dari
berbagai alat musik perkusi metal (metalofon), gong, dan perkusi kayu (xilofon). Karena hubungan
sosial, politik dan budaya, musik tradisional Bali atau permainan gamelan gaya Bali memberikan
pengaruh atau saling mempengaruhi daerah budaya di sekitarnya, misalnya pada musik tradisional
masyarakat Banyuwangi serta musik tradisional masyarakat Lombok.
* Gamelan
* Jegog
* Genggong
* Silat Bali
Tari
Seni tari Bali pada umumnya dapat dikatagorikan menjadi tiga kelompok; yaitu wali atau seni tari
pertunjukan sakral, bebali atau seni tari pertunjukan untuk upacara dan juga untuk pengunjung, dan
balih-balihan atau seni tari untuk hiburan pengunjung.[4]
Pakar seni tari Bali I Made Bandem[5] pada awal tahun 1980-an pernah menggolongkan tari-tarian
Bali tersebut; antara lain yang tergolong ke dalam wali misalnya Berutuk, Sang Hyang Dedari, Rejang
dan Baris Gede, bebali antara lain ialah Gambuh, Topeng Pajegan, dan Wayang Wong, sedangkan
balih-balihan antara lain ialah Legong, Parwa, Arja, Prembon dan Joged, serta berbagai koreografi tari
modern lainnya.
Salah satu tarian yang sangat populer bagi para wisatawan ialah Tari Kecak. Sekitar tahun 1930-an,
Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari ini berdasarkan
tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak mempopulerkan tari ini saat
berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.
Penari belia sedang menarikan Tari Belibis, koreografi kontemporer karya Ni Luh Suasthi Bandem.
Pertunjukan Tari Kecak.
Tarian wali
* Sang Hyang Dedari
* Sang Hyang Jaran
* Tari Rejang
* Tari Baris
* Tari Janger
Tarian bebali

* Tari Topeng
* Gambuh
Tarian balih-balihan
* Tari Legong
* Arja
* Joged Bumbung
* Drama Gong
* Barong
* Tari Pendet
* Tari Kecak
* Calon Arang
Pakaian daerah
Pakaian daerah Bali sesungguhnya sangat bervariasi, meskipun secara selintas kelihatannya sama.
Masing-masing daerah di Bali mempunyai ciri khas simbolik dan ornamen, berdasarkan
kegiatan/upacara, jenis kelamin dan umur penggunanya. Status sosial dan ekonomi seseorang dapat
diketahui berdasarkan corak busana dan ornamen perhiasan yang dipakainya.
Pria
Anak-anak Ubud mengenakan udeng, kemeja putih dan kain.
Busana tradisional pria umumnya terdiri dari:
* Udeng (ikat kepala)
* Kain kampuh
* Umpal (selendang pengikat)
* Kain wastra (kemben)
* Sabuk
* Keris
* Beragam ornamen perhiasan
Sering pula dikenakan baju kemeja, jas, dan alas kaki sebagai pelengkap.
Wanita
Para penari cilik mengenakan gelung, songket dan kain prada.
Busana tradisional wanita umumnya terdiri dari:
* Gelung (sanggul)
* Sesenteng (kemben songket)
* Kain wastra
* Sabuk prada (stagen), membelit pinggul dan dada
* Selendang songket bahu ke bawah
* Kain tapih atau sinjang, di sebelah dalam
* Beragam ornamen perhiasan
Sering pula dikenakan kebaya, kain penutup dada, dan alas kaki sebagai pelengkap.
Makanan

Makanan utama
* Ayam betutu
* Babi guling
* Bandot
* Be Kokak Mekuah
* Be Pasih mesambel matah
* Bebek betutu
* Berengkes
* Grangasem
* Jejeruk
* Jukut Urab
* Komoh
* Lawar
* Nasi Bubuh
* Nasi Tepeng
* Penyon
* Sate Kablet
* Sate Lilit
* Sate pentul
* Sate penyu
* Sate Tusuk
* Timbungan
* Tum
* Urutan Tabanan
Jajanan
* Bubuh Sagu
* Bubuh Sumsum
* Bubuh Tuak
* Jaja Batun Duren
* Jaja Begina
* Jaja Bendu
* Jaja Bikang
* Jaja Engol
* Jaja Godoh
* Jaja Jongkok
* Jaja Ketimus
* Jaja Klepon
* Jaja Lak-Lak
* Jaja Sumping
* Jaja Tain Buati
* Jaja Uli misi Tape
* Jaja Wajik
* Kacang Rahayu
* Rujak Bulung
* Rujak Kuah Pindang
* Rujak Manis

* Rujak Tibah
* Salak Bali
Senjata
* Keris
* Tombak
* Tiuk
* Taji
* Kandik
* Caluk
* Arit
* Udud
* Gelewang
* Trisula
* Panah
* Penampad
* Garot
* Tulud
* Kis-Kis
* Anggapan
* Berang
* Blakas
* Pengiris
Rumah Adat
Rumah Bali yang sesuai dengan aturan Asta Kosala Kosali (bagian Weda yang mengatur tata letak
ruangan dan bangunan, layaknya Feng Shui dalam Budaya China)
Menurut filosofi masyarakat Bali, kedinamisan dalam hidup akan tercapai apabila terwujudnya
hubungan yang harmonis antara aspek pawongan, palemahan, dan parahyangan. Untuk itu,
pembangunan sebuah rumah harus meliputi aspek-aspek tersebut atau yang biasa disebut Tri Hita
Karana. Pawongan merupakan para penghuni rumah. Palemahan berarti harus ada hubungan yang
baik antara penghuni rumah dan lingkungannya.
Pada umumnya,bangunan atau arsitektur tradisional daerah Bali selalu dipenuhi hiasan, berupa ukiran,
peralatan serta pemberian warna. Ragam hias tersebut mengandung arti tertentu sebagai ungkapan
keindahan simbolsimbol dan penyampaian komunikasi. Bentuk-bentuk ragam hias dari jenis fauna
juga berfungsi sebagai simbol-simbol ritual yang ditampilkan dalam patung.
Pahlawan
* Untung Suropati
* I Gusti Ngurah Rai
* I Gusti Ketut Jelantik
Referensi
1. ^ (2004) Indonesias Population: Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape.
Institute of Southeast Asian Studies.
2. ^ Bali, in Robert Cribb, ed., The Indonesian killings of 1965-1966: studies from Java and Bali
(Clayton, Vic.: Monash University Centre of Southeast Asian Studies, Monash Papers on Southeast
Asia no 21, 1990), pp. 241-248

3. ^ DPRD Bali Didominasi Legislator Baru. VivaNews Edisi 18-05-2009.


4. ^ Pengkatagorian oleh Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan (LISTIBIYA) Bali, tahun
1971. Artikel oleh Tisna, I Gusti Raka Panji, Sekilas Tentang Dinamika Seni Pertunjukan Tradisional
Bali dalam Konteks Pariwisata Budaya, dalam situs Departemen Kebudayaan dan Pariwisata
Republik Indonesia, Copyright 2006.
5. ^ Bandem, I Made, Frederik Eugene deBoer. Balinese Dance in Transition Kaja and Kelod. 2nd ed.
Oxford University Press, USA. 1995. ISBN-13: 978-967-65-3071-4

nikki
25 Agustus 2009 pada 9:02 AM | #4
Balas | Kutipan
2
5
Rate This

dari faktor perekonomian, kerajaan Bali runtuh karena apa?

h
21 Agustus 2010 pada 6:09 AM | #5
Balas | Kutipan

Rate This

Sejarah Kerajaan Bali Kuno


Post under Sejarah Indonesia di 22.09 Diposkan oleh gusti_blog

Bali yang dikenal sebagai Pulau Dewata pada zaman duhulu kala sebelum kedatangan
majapahit terdapat sebuah kerajaan yang muncul pertama kali di bali yaitu sekitar 914 M
yang diketahui dari sebuah prasasti yang ditemukan di desa blanjong dekat Sanur yang
memiliki pantai matahari terbit. Prasasti itu berangka tahun 836 saka yang menyebutkan nama
rajanya Khesari Warmadewa memiliki istana yang ada di Singhadwala.
Khesari Warmadewa adalah Ugrasena pada tahun 915 M 942 M. Setelah meninggal, Abu
dari jenasah dari raja Ugrasena dicandikan di Air Madatu, lalu digantikan oleh mahkota
Jayasingha Warmadewa (960 M 975 M). Dikatakan bahwa raja Jayasingha membangun dua
pemandian di desa Manukraya, yang letaknya sekarang di dekat istana negara Tapak Siring.
Raja Jayasingha Warmadewa digantikan oleh Raja Jayasadhu Warmadewa (975 M 983 M),
setelah itu wafat digantikan oleh seorang Ratu yang bernama Sri Maharaja Sriwijaya
Mahadewi (983 M 989 M). Kemudian digantikan oleh Dharmodayana (989 M 1011 M)
yang disebut juga Raja Udayana. Raja Udayana menikah dengan Gunapriayadharmapatni
alias mahendradatta dari kerajaan Medang Kemulan jawa timur dan dari perkawinannya
menghasilkan 3 orang anak yaitu : Airlangga, Marakata, dan Anak Wungsu. Kemudian
Airlangga menikah dengan putri Raja Dharmawangsa (raja jawa timur).
Raja Marakata menggantikan Raja Udayana sebab Airlangga berada di jawa timur. Raja
Udayana wafat dan abu jenazahnya di candikan di Banu Wka. Marakata diberi gelar
Dharmawangsa Wardana Marakatta Pangkajasthana Uttunggadewa yang memerintah di bali
dari 1011 1022. Kemudian digantikan oleh anak Wungsu (1049 1077) yang memerintah
selama 28 tahun dan dikatakan selama pemerintahannya keadaan negara aman tenteram. Anak
Wungsu tidak memiliki keturunan dan meninggal tahun 1077 dan di dharmakan di Gunung
Kawi dekat Tapak Siring. Setelah Anak Wungsu meninggal, keadaan kerajaan di Bali tetap
mengadakan hubungan dengan raja-raja di Jawa dan ada dikisahkan seorang raja Bali yang
saat itu bernama Raja Bedahulu atau yang kenal dengan nama Mayadenawa yang memiliki
seorang patih yang sangat sakti yang bernama Ki Kebo Iwa. Kedatangan Gadjah Mada dari
kerajaan majapahit ke Bali adalah ingin menaklukan Bali di bawah pimpinan Kerajaan
Majapahit, namun karena tidak mampu patih Majapahit itu mengajak Ki Kebo Iwa ke jawa
dan disana disuruh membuat sumur dan setelah sumur itu selesai Ki Kebo Iwa di kubur
hidup-hidup dengan tanah dan batu namun dalam lontar Bali Ki Kebo Iwa tidak dapat
dibunuh dengan cara yang mudah seperti itu. Tanah dan batu yang dilemparkan ke sumur
balik dilemparkan ke atas. Pada akhirnya dia menyerahkan diri sampai ia merelakan dirinya
untuk dibunuh baru dia dapat dibunuh. Setelah kematian Ki Kebo Iwa, Bali dapat ditaklukan
oleh Gadjah Mada pada tahun 1343. Setelah Bali ditaklukan oleh kerajaan Majapahit,
sebagian penduduk Bali Kuno melarikan diri ke daerah pegunungan yang kemudian disebut
penduduk Bali Aga. Sekarang keberadaan mereka dapat dijumpai di daerah Bali seperti di
desa tenganan (Kab. Karangasem), tengangan pengringsingan (Kab. Buleleng) dan masih
banyak lagi yang lainnya, mereka memiliki pakaian adat sendiri yang khas dimana bahan dan
bentuknya sedikit berbeda dengan pakaian adat Bali pada umumnya.
KERAJAAN BALI
February 18, 2010 febriy Leave a comment Go to comments
1. BUKTI SEJARAH
Berasal dari kitab sejarah dinasti Tang. Di sebelah timur Ho ling terletak Poli dan bahwa
negeri Da pa tau terletak di sebelah selatan Kamboja. Penduduknya menulis di atas daun
Patra (rontal) Di dalam berita Cina dikatakan bahwa mayat orang Da pa tau diberi bekal
berupa perhiasan (emas) dan dibakar.Prasasti Bali yang tertua berangka tahun 804 S (882 M)
isinya : pemberian izin kepada para biksu dan pendeta agama Buddha untuk membuat
pertapaan di bukit Cintamani.Prasasti berangka tahun 818 S (896 M) dan 883 S (911 M)
isinya : mengenai tempat suci dan tidak menyebutkan nama Raja.
Prasasti yang ditemukan di desa Blanjong, dekat Sanur *Permukaan prasasti ditulis sebagian
dengan huruf Nagari (huruf India) dan sebagian dengan huruf Bali kuno, sedangkan
bahasanya menggunakan bahasa sansekerta. Angka berupa Candra Sangkala dan berbunyi
Khecarawahni Murti artinya tahun 836 S (914 M).
2. BERDIRINYA KERAJAAN BALI

Pusat Kerajaan Bali pertama di Singhamandawa.Raja pertama Sri Ugranesa.Beberapa prasasti


yang ditemukan tidak begitu jelas menggambarkan bagaimana pergantian diantara 1 keluarga
raja dengan keluarga raja yang lain.Prasasti yang ditemukan di Jawa Timur hanya
menerangkan bahwa Bali pernah dikuasai Singasari pada abad ke 10 & Majapahit abad ke
14.
3. STRUKTUR KERAJAAN
Dalam struktur kerajaan lama, Raja raja Bali dibantu oleh badan penasehat yang disebut
Pakirakiran I Jro Makabehan yang terdiri dari beberapa Senapati dan Pendeta Syiwa yang
bergelar Dang Acaryya dan Pendeta Buddha yang bergelar Dhang Upadhyaya. Raja
didampingi oleh badan kerajaan yang disebut Pasamuan Agung yang tugasnya memberikan
nasihat dan pertimbangan kepada raja mengenai jalannya pemerintahan. Raja juga dibantu
oleh Patih, Prebekel, dan Punggawa punggawa.
4. SISTEM KEPERCAYAAN
Menyembah banyak dewa yang bukan hanya berasal dari dewa Hindu & Buddha tetapi juga
dari kepercayaan animisme mereka.
5. MATA PENCAHARIAN
Bercocok tanam
Peternakan & berburu
Pedagangan
6. MASALAH HUKUM
Sikap tebuka dalam mengeluarkan pendapat.
Kerajaan Bali1. BUKTI SEJARAH

Berasal dari kitab sejarah dinasti Tang.

Di sebelah timur Ho ling terletak Poli dan bahwa negeri Da pa tau terletak disebelah selatan
Kamboja.

Penduduknya menulis di atas daun Patra (rontal)

Di dalam berita Cina dikatakan bahwa mayat orang Da pa tau diberi bekal berupa perhiasan
(emas) dan dibakar.

Prasasti Bali yang tertua berangka tahun 804 S (882 M) isinya : pemberian izin kepada para biksu dan
pendeta agama Buddha untuk membuat pertapaan di bukit Cintamani.

Prasasti berangka tahun 818 S (896 M) dan 883 S (911 M) isinya : mengenai tempat sucidan tidak
menyebutkan nama Raja.

Prasasti yang ditemukan di desa Blanjong, dekat Sanur *Permukaan prasasti ditulissebagian dengan
huruf Nagari (huruf India) dan sebagian dengan huruf Bali kuno, sedangkan bahasanya menggunakan
bahasa sansekerta. Angka berupa Candra Sangkala dan berbunyiKhecarawahni Murti artinya tahun
836 S (914 M).
2. BERDIRINYA KERAJAAN BALI

Pusat Kerajaan Bali pertama di Singhamandawa.

Raja pertama Sri Ugranesa.

Beberapa prasasti yang ditemukan tidak begitu jelas menggambarkan bagaimana pergantian diantara 1
keluarga raja dengan keluarga raja yang lain.

Prasasti yang ditemukan di Jawa Timur hanya menerangkan bahwa Bali pernah dikuasaiSingasari
pada abad ke 10 & Majapahit abad ke 14.
3. STRUKTUR KERAJAAN
Dalam struktur kerajaan lama, Raja raja Bali dibantu oleh badan penasehat yang
disebutPakirakiran I Jro Makabehan yang terdiri dari beberapa Senapati dan Pendeta Syiwa
yang bergelar Dang Acaryya dan Pendeta Buddha yang bergelar Dhang Upadhyaya.
Rajadidampingi oleh badan kerajaan yang disebut Pasamuan Agung yang tugasnya
memberikannasihat dan pertimbangan kepada raja mengenai jalannya pemerintahan. Raja juga
dibantuoleh Patih, Prebekel, dan Punggawa punggawa.
4.
SISTEM KEPERCAYAAN
Menyembah banyak dewa yang bukan hanya berasal dari dewa Hindu & Buddha tetapi jugadari
kepercayaan animisme mereka.
5. MATA PENCAHARIAN

Bercocok tanam

Peternakan & berburu

Pedagangan
6.
MASALAH HUKUM
Sikap tebuka dalam mengeluarkan pendapat.
Sumber :http://endless722.wordpress.com/2010/02/18/kerajaan-bali/
Sejarah Singkat Runtuhnya Kerajaan Bali
Dikisahkan seorang raja Bali yang saat itu bernama Raja Bedahulu atau yangdikenal dengan nama
Mayadenawa yang memiliki seorang patih yang sangatsakti yang bernama Ki Kebo Iwa. Kedatangan
Gadjah Mada dari kerajaanmajapahit ke Bali adalah ingin menaklukan Bali di bawah pimpinan
KerajaanMajapahit, namun karena tidak mampu patih Majapahit itu mengajak Ki Kebo Iwake jawa
dan disana disuruh membuat sumur dan setelah sumur itu selesai KiKebo Iwa di kubur hidup-hidup
dengan tanah dan batu namun dalam lontar BaliKi Kebo Iwa tidak dapat dibunuh dengan cara yang
mudah seperti itu. Tanah danbatu yang dilemparkan ke sumur balik dilemparkan ke atas. Pada
akhirnya diamenyerahkan diri sampai ia merelakan dirinya untuk dibunuh baru dia dapatdibunuh.
Setelah kematian Ki Kebo Iwa, Bali dapat ditaklukan oleh Gadjah Madapada tahun 1343.
Sumber :http://agus-aan.web.ugm.ac.id/2008/12/27/sejarah-kerajaan-bali-kuno-sebelum-kedatanganmajapahit/
Sejarah Singkat (lain) Runtuhnya Kerajaan Bali
1.
7. Kerajaan Bali
1.a. Penyebab Kejayaan
1) Naik tahtanya Dharmodayana. Pada masa pemerintahnnya, system pemerintahanKerajaan Bali
semakin jelas.2) Perkawinan antara Dharma Udayana dengan Mahendradata yang merupakan putri
dariraja Makutawangsawardhana dari Jawa Timur, sehingga kedudukan Kerajaan Bali semakinkuat.
1.b. Penyebab Kemunduran
1) Patih Kebo Iwa yang berhasil dibujuk untuk pergi ke Majapahit, sesampainya diMajapahit Kebo
Iwa dibunuh.2) Patih Gajah Mada yang berpura-pura menyerah dan minta diadakan perundingan
diBali, lalu ia menangkap raja Bali yaitu Gajah Waktra sehingga kerajaan Bali berada di
bawahkekuasaan Majapahit.