Anda di halaman 1dari 25

MATA KULIAH

ARSITEKTUR DUNIA
ARSITEKTUR MESOPOTAMIA

OLEH :
KELOMPOK 2

JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
BUKIT-JIMBARAN
2015

Nama Kelompok:

1. A. A. Istri Ganitri
2. A. A. Gde Ananda Sadhaka
3. Ni Made Rusadi Chandoni M.

(1404205053)
(1404205066)
(1404204078)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan RahmatNya lah sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun
isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu
2

acuan, petunjuk maupun pedoman dalam mata kuliah arsitektur dunia dengan judul makalah
Arsitektur Mesopotamia. Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah
pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk
maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki
sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Denpasar, September 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....................................................................................................iii
DAFTAR ISI ..................................................................................................................iv
BAB I

PENDAHULUAN.........................................................................................1
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................1
1.3 Tujuan Pembelajaran................................................................................1

BAB II

SEJARAH, FILOSOFI, DAN PRINSIP ARSITEKTUR MESOPOTAMIA


........................................................................................................................2
2.1 Sejarah......................................................................................................2
2.2 Filosofi......................................................................................................3
2.3 Prinsip.......................................................................................................4

BAB III

KOTA DAN PERMUKIMAN......................................................................5


4

3.1 Sumeria.....................................................................................................5
3.2 Babylonia..................................................................................................6
3.3 Assyria......................................................................................................6
3.4 Babylonia Baru.........................................................................................9
3.5 Persia.......................................................................................................10
BAB IV

BANGUNAN-BANGUNAN ARSITEKTUR MESOPOTAMIA............11


4.1 Ziggurat...................................................................................................11
4.2 Candi.......................................................................................................13
4.3 Taman......................................................................................................14
4.4 Istana.......................................................................................................15
4.5 Gerbang...................................................................................................15
4.6 Balairung.................................................................................................16

BAB V

BANGUNAN-BANGUNAN ARSITEKTUR MESOPOTAMIA DI BALI 18


5.1 Gedung Parkir Mobil Bandara Ngurah Rai ...........................................18

BAB VI

PENUTUP...................................................................................................19
6.1 Kesimpulan.............................................................................................19

DAFTAR PUSTAKA

20

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Penulisan makalah ini merupakan pemaparan mengenai Arsitektur Mesopotamia dalam
mata kuliah Arsitektur Dunia. Mesopotamia merupakan pertemuan pergerakan dari berbagai
suku bangsa Sumeria, Amorita, Kassita, Babilonia, Assyiria, Medes dan Persia.
Perkembangan arsitektur di dataran Mesptomia dikenal dengan bangunan kuil-kuil dengan
ornamen ornamen flora yang terdapat pada tiang-tiang kolom ataupun dinding bangunan.
Seperti halnya kondisi geografis yang dijumpai di Mesir Kuno, Dataran mesopotamia
yang membentang diantara lembah sungai Eufrat dan sungai Tigris (kini berada di anatara
negara Irak, Iran, dan Syria) kaya akan sumber kekaayaan alam seperti tanah liat, dan batu
putih. Hal ini mempengaruhi karakter bahan bangunan yang dipergunakan pada arsitektur
Mesopotamia yang banyak menggunakan batu-bata, campuran tanah liat, dan batu kapur.
Kebudayaan Mesopotamia memiliki banyak persamaan dengan Mesir Kuno. Sistem
kepercayaan masyarakat Mesopotamia adalah percaya pada dewadewa yang mereka lukiskan
atau pahat pada kolom-kolom atau dinding Kuil pemujaan. Makalah ini dibuat agar pembaca
bisa memahami segala sesuatu tetang arsitektur mesopotamia dan menarik minat dari penulis
untuk melakukan pembelajaran lebih dalam pada makalah ini.
1.1 RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan Arsitektur Mesopotamia ?
2. Bagaimana sejarah perkembangan Arsitektur Mesopotamia ?
3. Bagaimana karakteristik bangunan Arsitektur Mesopotamia ?
4. Apa yang memengaruhi bangunan Arsitektur Mesopotamia ?
5. Bagaimana transformasi Arsitektur Mesopotamia ?
1.2 TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Dapat mengetahui Arsitektur Mesopotamia.
2. Dapat mengetahui sejarah perkembangan Arsitektur Mesopotamia.
3. Dapat mengetahui karakteristik bangunan Arsitektur Mesopotamia.
4. Dapat mengetahui apa yang mempengaruhi bangunan Arsitektur Mesopotamia.
5. Dapat mengetahui trasformasi Arsitektur Mesopotamia.

BAB II
SEJARAH, FILOSOFI, DAN PRINSIP ARSITEKTUR
MESOPOTAMIA
2.1 SEJARAH
2.1.1 Sejarah Mesopotamia
Mesopotamia adalah suatu peradaban yang muncul di suatu lembah yang diapit oleh
sungai euphraat dan sungai tigris. Peradaban ini mulai muncul pada tahun 3500 SM. Pada
awalnya daratan ini adalah daerah yang diduduki oleh suatu bangsa yang bernama bangsa
Sumer dan memiliki ibukota di Nipur.

Gambar 2.1 Letak Geografis Mesopotamia


Sumber: http://sejarahars.blogspot.co.id/2011/07/mesopotamia-kuno.html

Setelah itu pada tahun 2700 SM di sebelah utara Mesopotamia muncul bangsa Semit
yang berpusat di kota Akkad dan dipimpin oleh raja Sargon. Bangsa ini menganut
kepercayaan kepada kekuatan matahari, sehingga bangunan peribadatannya memiliki
berpuncak-puncak dan disebut dengan ziggurat yang artinya gunung suci.
Pada tahun 2100 SM bangsa Amorit yang berasal dari Syria mulai menguasai bangsa
semit dan membangun kerajaan baru yang bernama Babilonia. Pada tahun 1800 SM bangsa
ini dipimpin oleh raja Hamurabi dan setelah itu bangsa ini menjadi lebih jaya dengan
pembangunan kota yang megah dan teratur.
Setelah Hamurabi wafat, kerajaan babilonia runtuh dijajah bangsa Kasit. Sementara
itu di sebelah utara Mesopotamia muncul kerajaan lain yang bernama Asur yang selanjutnya
dapat menaklukan babilonia dan mendirikan kerajaan baru yang bernama kerajaan Assyria
dengan ibukota Niniveh pada tahun 1300 SM. Dan pada masa inilah perkembangan arsitektur
mulai meningkat dan banyak peninggalan peninggalan berupa kota seperti Niniveh, Assur,
Nimrud, dan Khorsabad.
Namun pada tahun 549 SM, kerajaan Assyra dikalahkan oleh bangsa Persia yang
dipimpin oleh Cyrus dan menaklukan babilonia. Namun bangsa ini tidak memiliki daya cipta
arsitektur. Kejayaan Persia berakhir pada tahun 330 SM ketika ditaklukan oleh Iskandar
Akbar. Dan setelah wafatnya beliau, didirikan kerajaan kerajaan lain salah satunya kerajaan
2

Sasaina (226- 612 M) yang menjadi penerus kebudayaan Mesopotamia purba ke arsitektur
Bisantin.
Ditanah Mesopotamia tidak kaya akan bahan kayu dan batu alam. Oleh karena itu
mereka membuat bahan bangunan dari tanah liat yang dibakar dan diberi glasur. Atau
sekarang disebut juga dengan batu bata. Ukuran batu bata pada saat itu lebih besar dari batu
bata dijaman modern ini, yaitu dengan ukuran panjar lebar 40 cm x 40 cm dan tebal 5 10
cm.
Peradaban Mesopotamia sangat berpengaruh terhadap perkembangan arsitektur.
Dengan bangunan bangunan yang mulai dibangun dan kota kota yang teratur dan indah
yang akan dibahas lebih lanjut.
2.1.2 Sejarah Taman Gantung

Gambar 2.2 Taman Gantung


http://architecturoby.blogspot.com/2009/02/arsitektur-mesopotamia.html

Taman ini dibangun oleh Nebukadnezar II, cucu Raja Hammurabi yang terkenal,
sekitar tahun 600 SM sebagai hadiah untuk istrinya yang merindukan rumahnya, Amyitis.
Amytis merindukan pohon-pohon dan tanaman wanginya di Persia, sedangkan dalam tulisan
lain dikatakan bahwa istri Nebukadnezar II bernama Amuhia dan ia berasal dari Nusantara.
Taman ini diperkirakan hancur sekitar 2 abad sebelum masehi. Kemudian Taman gantung ini
di dokumentasikan oleh sejarawan Yunani seperti Strabo dan Diodorus Circulus.
Lembaran sejarah paling tua yang mencatat karya arsitektur yang dilengkapi taman
sebagai wujud cinta kasih terhadap seseorang yang sangat disayangi adalah di Mesopotamia,
Irak purba. Dalam catatan Herodotus, seorang penulis Yunani kuno, disebutkan bahwa saat
Raja Nebukadnezar II yang menjadi raja di Kerajaan Babylon baru (605-562 SM), telah
memerintahkan untuk membuat taman gantung yang sangat indah, sebagai hadiah kepada
Amytis, sang permaisuri yang sangat disayanginya.
Taman gantung merupakan wujud arsitektur pertamanan khas Mesopotamia, yang
telah dikenal rakyat Mesopotamia sejak masa pemerintahan Raja Hammurabi di Kerajaan
Babylon lama (1792-1750 SM). Di antara bangunan-bangunan kota yang tinggi mencuat di
permukaan tanah itulah biasanya ditanami tanaman-tanaman yang indah, sehingga dari
kejauhan terlihat seperti taman yang menggantung.
Taman gantung yang dibangun Raja Nebukadnezar II yang puncak kejayaannya
sekitar 612 SM, kemudian menjadi sangat terkenal ke seluruh penjuru dunia dan dikagumi
rancangannya hingga kini. Taman Gantung Babylon ini kemudian menjadi monumen agung
Kerajaan babylon yang tiada duanya. Luas taman ini diperkirakan 4 are (1 acre = 4046.86
m). Wujud arsitekuralnya sangat unik, karena bertingkat-tingkat. Taman ini ditanami
berbagai pepohonan indah dan dilengkapi sistem pengairan hingga ketinggian 100 meter di
3

atas permukaan tanah. Dari puncak taman ini dapat disaksikan pemandangan di sekeliling
Kerajaan Babylonia.
2.2 FILOSOFI
Mesopotamia adalah daerah yang memiliki jenis tanah aluvial yang merupakan
jenis tanah yang terbentuk karena endapan. Daerah endapan terjadi di sungai, danau yang
berada di dataran rendah, ataupun cekungan yang memungkin kan terjadinya endapan.
Daerah mesopotamia juga merupakan daerah daerah yang tidak memiliki sumber kayu dan
batu-batuan, sehingga bangunan-bangunan didaerah mesopotamia bahan pembuatannya
dibuat dengan bahan tanah liat.
Perekonomian masyarakat mesopotamia di dominasi dari berternak yang dilakukan
dengan memelihara hewan ternak yg bisa di jual dikemudian hari. Selain itu, perekonomian
masyarakat mesopotamia juga di dominasi dari pertanian, para petani menjual hasil tani yang
bisa di konsumsi kepada pedagang. Dan sebagian masyarakat mesopotamia adalah seorang
pedagang.
Daerah mesopotamia didiami oleh bangsa-bangsa yang termasuk rumpun bangsa semit,
bangsa ini memiliki kehidupan yang bersifat semi-nonmadik yang artinya menetap
sementara, setelah selesai bercocok tanam mereka berpindah ke tempat lain untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya, di tempat yang baru mereka akan bercocok tanam dan hidup menetap
sementara, Akhirnya mereka akan kembali ke tempat semula apabila musim panen telah tiba
kehidupan ini dilakukan secara terus menerus. Bangsa mesopotamia terbagi atas 3 kelas yaitu
amelu, mushkinu, hamba abdi dan golongan yang paling berkuasa adalah golongan agama.
Masyarakat mesopotamia memiliki banyak kepercayaan, diantaranya dinamisme,
polytheisme, dewa anu (dewa enlil dan dewa ea), dan zoroaster. Mesopotamia memiliki filofi
yang berbunyi Reflects both their love and fear of the natural forces, as well as their
military conquests yang memiliki arti mencerminkan cinta dan takut mereka akan kekuatan
alam, serta penaklukan militer mereka.
(Sumber : http://belajardesaindanarsitektur.blogspot.com/2012/07/arsitektur-mesopotamia.html)

2.3 PRINSIP
Kota Mesopotamia memiliki prinsip-prinsip dasar yang di jadikan pedoman oleh
masyarakat di kota ini seperti titik utama berada dipusat kota, yang dimana disetiap pusat
kota di dominasi oleh kuil dan di setiap kota dikelilingi oleh pusat komersial dan juga religi.
Bangunan istana di mesopotamia merupakan bangunan yang paling besar, megah dan
penting, bentuk bangunan yang besar dan megah diperuntukan oleh masyarakat kota untuk
memuja Tuhan dan Dewa-Dewa yang ada di kota mesopotamia.
Prinsip-prinsip inilah yang di jadikan pedoman oleh masyarakat mesopotamia dalam
menjalan kehidupan dan pembangunan kotanya. Sehingga semua bangunan dan kehidupan
masyarakat dikota ini berpedoman pada semua prinsip yang ada dan bangunan mesopotamia
dibuat sebesar-besarnya untuk memuja Tuhan.

BAB III
KOTA DAN PERMUKIMAN
4

3.1 SUMERIA
Sungai Tigris dan Eufrat berhulu di Pegunungan Armenia, bermuara di Teluk Persia.
Keduanya mengalir berdekatan hampir di muaranya. Wilayah itu sudah dihuni sejak sekitar
tahun 4000 sebelum Masehi. Tanah di wilayah tersebut sangat subur karena sering dilanda
banjir. Kesuburan itulah yang menarik perhatian suku-suku bangsa pengembara di daerah
padang pasir sebelah baratnya, atau penghuni gua-gua di bagian timur. Suku bangsa itulah
yang kemudian dikenal sebagai bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria merupakan bangsa tertua
yang mendiami daerah itu. Mereka meninggalkan kebudayaan Mesopotamia kuno. Mulamula mereka hidup berburu, kemudian mulai mengendalikan banjir. Caranya dengan
membuat benteng tanah, terowongan, dan saluran untuk meluruskan aliran sungai. Fungsinya
sebagai saluran pengairan yang menjadi tulang punggung pertanian di daerah Mesopotamia.
Bangsa Sumeria kemudian mendirikan kota-kota dengan pemerintahan seperti
sebuah negara sehingga dikenal dengan sebutan Negara Kota. Bertambahnya jumIah
penduduk membuat wilayah kota menjadi sempit. Perluasan kota menimbulkan masalah
pengairan di wilayah itu, dan kadang-kadang menyebabkan terjadinya perang antarkota.
Kemenangan perang berarti mereka berhasil meluaskan wilayahnya. Akibat perang kemudian
muncul kota yang benar-benar kuat dengan dinasti-dinasti yang tangguh, seperti Kish Ur,
Erech, dan Lagash. Sekeliling kota dipagar dengan tembok sampai tahun 3.000 SM. Kota
pertama yang diberi pagar tembok adalah Uruk dan tahun 2700-2650 SM. Bangsa Sumeria
mahir sekali membangun rumahnya dan anyaman sejenis daun ilalang, dilapisi lumpur lalu
dikeringkan dengan panas matahari. Mereka tidak membuat rumah dari batu sebab di daerah
Mesopotamia tidak ada batu.
Kota-kota bangsa Sumeria dilengkapi dengan kuil yang disebut Ziggurat. Bangunan
itu dibuat dari batu bata yang telah dibakar. Bentuknya seperti piramida yang didirikan di atas
sebuah bukit buatan. Bentuk bangunan Ziggurat hasil rancangan bangsa Sumeria kemudian
menjadi bentuk dasar seluruh arsitektur di daerah Mesopotamia. Di puncak bangunan ada
ruangan untuk dewa kota. Ruang itu bisa dicapai melalui tangga besar dan lantai dasar. Untuk
keperluan membuat patung dewanya, para pemahat mendatangkan batu dari daerah lain.

Gambar Kota dan Pemukiman Sumeria


http://dikarsitek.blogspot.com/2012/01/arsitektur-mesopotamia.html

3.2 BABYLONIA
Babilonia adalah suatu kerajaan dibawah kekuasaan Hamurabi yang didirikan pada
abad ke 18. Pada masanya kerajaan tersebut mencapai kejayaan dan dapat membangun kota
yang teratur dan megah. Tetapi peninggalanya yang paling terkenal adalah peraturan hukum
hamurabi.

Gambar Kota dan Pemukiman babilonia kuno


http://dikarsitek.blogspot.com/2012/01/arsitektur-mesopotamia.html

Kota Babylonia merupakan kota yang dikelilingi tembok dan benteng, jalanan
didalam kota merupakan labirin. Bangunan kota dan pemukiman dibuat tinggi untuk
mengatasi banjir karena letk geografis yang dekat pantai. Selain tu babylonia sudah memiliki
desai tata kota, rumah tinggal dan bangunan umu.
3.3 ASSYRIA
Pada jaman ini perkembangan arsitektur mulai berkembang lagi dengan
pembangunan istana-istana yang makin lama lebih penting dari pada bangunan kuil-kuil.
Kota ini adalah tempat persimpangan jalur perniagaan melalui sungai Tigris. Berkat posisi
6

strategis ini perekonomian kota ini lebih maju dan menjadi kota terbesar dan terkaya di
Mesopotamia. Kota Assur, Nimrud dan Khorsabad kota-kota ini merupakan kota peninggalan
kerajaan Assyria lebih kurang tahun 1300SM.
Pada zaman ini arsitektur kembali berkembang dan menciptakan kota-kota yang
teratur dan megah. Di kota-kota ini ditemukan istana-istana dengan relief banteng bersayap
kepala manusia atau yang disebut juga dengan shedu atau patung singa penjaga pintu masuk.
Kota khorsabad dibangun oleh Raja Sargon II dimana saat masanya dibangun suatu istana
kerajaan dengan detail hiasan-hiasan yang indah. Istana ini merupakan kompleks yang luas,
terbagi-bagi dengan tempat-tempat kediaman raja, para prameswari dan pengikutpengikutnya, para pengawal dan sebagainya.
3.3.1 Kota dan Pemukiman Niniveh

Gambar Kota dan Pemukiman di Niniveh


http://dikarsitek.blogspot.com/2012/01/arsitektur-mesopotamia.html

Kota Niniveh terletak 1,5 kilometer dari sungai trigis panjang dinding kota mencapai
4 mill. Tidak semua bagian dari kota Niniveh dijadikan pemukiman, melaikan sebagagian
besr dijadikan lahan pertanian oleh penduduk Niniveh. Salah satu pemuiman yang terkenal
adalah perencanaan pemukiman kyunjik. Kamar empat persegi panjang yang diatur di sekitar.
Dibangun Dengan kolom dan serambi terbuka. Dinding dalam Istana dihiasi dengan adegan
pertempuran.

3.3.2 Kota dan Pemukiman Korshabad

Gambar Kota dan pemukiman Korshabad


http://dikarsitek.blogspot.com/2012/01/arsitektur-mesopotamia.html

Kota Korshabad merupakan kota yang di bangun oleh Raja Sargon II. Kota ini
dibatasi oleh dinding-diding yang kokoh, yang diperkuat oleh menara-menara pada sekitar
bagian dinding. Dinding dibuat dengan ketinggian 150 meter dari tanah permukiman,
dibangun dengan bentuk persegi yang dikelilingi pagar dengan 150 menara. Terdapat 8 pintu
masuk ke pemukiman dimana di setiap pintu masuk di hiasi oleh sapi jantan bersayap dan
memiliki nama yang di ambil dari nama- nama Raja Asyur.
3.3.3 Kota dan Pemukiman Ashur

Kota Ashur merupakam salah satu kota pertahana pada masa Assyria. Di kota
Ashurterdapat banyak bangun-bangunan prnting seperti ziggurat dan temple. Palace pada
gambar merupkan kawasan pemukiman penduduk pada Kota Ashur, disini juga terdapat
tembok kota yang kokoh sebagai pertahanan kota yang terdapat gerbang sebagai akses
masuk.
3.3.4 Kota dan Permukiman Nimrud

istana
kuil

Ziggurat,tinggin
ya 140 kaki

3.4 BABYLONIA BARU


Tampilnya suku bangsa Khaldea mengangkat kembali keperkasaan Babilonia yang
dulu pernah jaya. Raja bangsa Khaldea yang terkenal adalah Nebukadnezar. Ia membangun
kembali kota Babilon dan menjadikan kota tersebut sebagai ibukota sehingga disebut
Babilonia Baru. Ada dua hal yang menarik di kota Babilonia yaitu menara Babel dan taman
gantung. Menara babel yang tingginya mencapai 90 meter berfungsi sebagai keindahan kota
serta mercusuar bagi para pedagang di sekitarnya yang akan menuju ke kota Babilonia. Hal
kedua yang menarik adalah pembuatan taman gantung yang dipersembahkan untuk isterinya.
Taman itu dibangun di atas bukit buatan. Tingginya 107 meter. Bentuknya berupa podium
bertingkat yang ditanami pohon, rumput dan bunga-bungaan. Ada air terjun buatan berasal
dari air sungai Eufrat yang dialirkan ke puncak bukit lalu mengalir melalui saluran buatan.
Jika dilihat dari jauh seolah-olah taman itu menggantung, suatu pemandangan yang sangat
menakjubkan.
Di bidang pengetahuan bangsa Khaldea telah mengembangkan astronomi dan
astrologi. Mereka percaya bahwa masa depan dapat diketahui dengan mempelajari bintangbintang. Selain meramal nasib seseorang juga ramalan tentang gerhana. Mereka membagi
minggu dalam tujuh hari, satu hari ke dalam 12 jam ganda (1/2 hari siang/terang dan 1/2 hari
malam/gelap). Menghitung lewatnya waktu dengan jam air (water clock) dan jam matahari
(sundial). Sebuah catatan penting mengenai Nebukadnezar adalah peristiwa penaklukan
kerajaan Yudea dan Palestina. Ibukota Yerusalem direbutnya, kemah raja Sulaiman dibakar
dan menjarah tanah Yudea. Bangsa Israel termasuk para pemimpinnya diangkut ke negerinya
dijadikan budak dan tawanan. Peristiwa itu disebut masa pembuangan Babilon dari tahun
586-550 SM yang sangat membekas bagi bangsa Israel. Sesudah Nebukadnezar meninggal
dunia tak lama yaitu tahun 539 SM, Babilonia Baru ditaklukkan oleh bangsa Persia.
Taman Gantung Babilonia (dikenal pula sebagai Taman Tergantung Semiramis) dan
tembok-tembok Babylon adalah salah satu di antara Tujuh Keajaiban Dunia Kuno yang
terletak di Al-Hillah, 50 kilometer selatan Baghdad, Irak di sebelah tebing timur Sungai
Euphrates. Taman Tergantung sebenarnya tidaklah betul-betul "tergantung" seperti terikat
dengan tali. Namanya berasal dari terjemahan kata Yunani Kremastos atau kata Latin pensilis,
yang bermaksud bukan hanya "tergantung tetapi "anjung," seperti terletak di atas berandah
atau suatu teras.

Gambar Kota Babylonia Baru


Sumber: http://sejarahars.blogspot.co.id/2011/07/mesopotamia-kuno.html

3.5 PERSIA
Arsitektur Persia memiliki daya cipta arsitektur yang hebat dan boleh dikatakan,
arsitektur Persia merupakan Arsitektur Eklektis (campuran daripada arsitektur yang orisinil).
Kekaisaran pada masa itu membangun bangunan-bangunan yang mewah dan megah dengan
memilih perpaduan bentuk-bentuk arsitektural yang diambil dari semua bagian kerajaan dan
sebagian dari yunani.
Konstruksi bangunan :
1. Tiang
2. Balok (kayu)
3. Dinding yang berasal dari bata yang bahan luarnya telah dilapisi glasur

Bangunan pada zaman ini banyak menggunakan bahan tanah liat untuk bata, batu
alam, dan kayu.

Hal-hal yang berpengaruh pada zaman persia :


1. Hobi berperang
2. Kekuasaan raja absolut
3. Suka menjajah dan meminta upeti dari negara jajahannya
4. Istana sangat megah dan monumental, penuh dengan dekorasi untuk menunjukkan
kewibawaan raja
5. Benteng sebagai alat pertahanan

BAB IV
10

BANGUNAN-BANGUNAN MESOPOTAMIA
4.1 ZIGGURAT
Ziggurat adalah monumen besar yang dibangun di lembah Mesopotamia Kuno dan
dataran tinggi Iran bagian barat, yang berbentuk piramida berundak yang tersusun atas kisah
atau tingkat yang mundur. Terdapat 32 zigurat dan dekat Mesopotamia yang diketahui 28
terletak di Irak, dan 4 ada di Iran. Zigurat yang terkenal termasuk Zigurat besar Ur dekat AnNashiriyah Irak, Agar Quf dekat Baghdad, Irak, Chogha Zanbil di Khuzestan, Iran; Tappeh
Sialk dekat kahsan, dan Iran yang paling akhir ditemukan,
Ziggurat merupakan arsitektur-monumental di Mesopotamia yg berfungsi utk tempat
ibadah. Jemaah memenuhi bagian bawah hingga tangga dan hanya imam yg boleh naik
hingga ke puncak pyramid utk masuk ruang maha suci untuk bertemu dewa/i atau
memberikan persembahan. Ziggurat merupakan replika gunung, karena penduduk
Mesopotamia percaya bahwa gunung adalah tempat bersemayan para dewa dan di
Mesoptamia tidak ada gunung. Ziggurat merupakan symbol kebesaran dan kemakmuran
suatu kota yg diberkati oleh dewanya. Monumental bukan hanya karena tingginya ( 12m
90m) tapi dekorasi yg menghiasi dinding dan tangga menuju ke puncak.
Ziggurat juga merupakan tempat perdagangan atau ekonomi, karena seluruh hasil
panen yang dihasilkan oleh orang mesir di kumpulkan di dalam kuil dan ketika tiba musim
pancaroba, maka kuil tersebut akan dibuka dan hasil panen yang telah dikumpulkan akan
dibagi kan kepada para penduduk, dan ini merupakan salah satu cara untuk mempertahankan
kehidupan.
4.1.1 Ziggurat Anu (White Temple)
Ruang suci ziggurat Anu terbuat dari bata putih, sehingga ziggurat ini terkenal dgn
sebutan White Temple. Disepanjang dinding menuju white temple dihias ribuan cone mosaic
bercorak zig-zag, diamond, lidah api.

(Sumber: http://sejarahars.blogspot.co.id/2011/07/mesopotamia-kuno.html)

4.1.2 Ziggurat Ur
11

Ribuan tahun setelah White Temple, penduduk Ur (2500 SM) membangun Ziggurat
yg jauh lebih megah untuk Nana (dewa bulan). Terdiri 3 tingkat dan dibagian bawah
berukuran 57 x 37 m dengan tangga menuju ruang suci. Dinding ziggurat adalah batu bata
yang berasal dari lumpur alluvial. Dinding lumpur dibuat lebih tebal agar dapat menyimpan
panas dengan baik. Dinding diberi pengapuran dan pewarnaan karena batu bata tidak tahan
terhadap cuaca.

Gambar: Zigurat
(Sumber: http://ancientmesopotamians.com)

4.1.3 The Choga Zambil


Pada The Choga Zambil dinding yang paling tertutup terdapat pada menara itu
sendiri. Letaknya naik dalam 6 tahap dari basis 100 meter sampai ketinggian vertikal hampir
49 meter. Pada bagian bawah menara di bangun altar dan kuil-kuil. Di pinggiran tahap
terendah terdapat ruang internal dan kapel.

(Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Chogha_Zanbil)

4.1.4 Etemenaki
12

Etemenaki adalah nama untuk Ziggurat yang dinamakan untuk memuja Dewa Marduk
di Babylonia. Etemenanki dinobatkan sebagai pondasi dari surga dunia. Etemenanki
mempunyai mempunyai lantai sebanyak 7 tingkat. Setiap tahun, Tuhan dari rakyat
Babylonian datang mengunjungi Marduk dan merayakan festival tahun baru. Marduk bangsa
Babylonia menganggap kebesaran dan kemegahan dari ziggurat dapat memperlihatkan
kotanya dankesetiaan raja pada Tuhan. Sisa-sisa ziggurat Babylonia itu kini masih bisa
dijumpai dan menjadi pemandangan yang indah di Irak. Oleh karena itu, orang Eropa datang
ke sana (Babylonia kuno) seperti yang diceritakan dalam kitab suci mengenai berdirinya
Menara Babel.
Struktur utama Ziggurat adalah tangga dari tanah liat dan lapisan luar dari batu.
Ziggurat dibangun dalam ukuran yang besar saat zaman Hammurabi dengan tangga sekitar
150 kaki (51 m). Babylonia membangun ziggurat karena mereka ingin sedekat mungkin
dengan surga. Dengan hal tersebut mereka dapat berkomunikasi dan memuja Tuhan lebih
dekat. Di puncak Ziggurat merupakan tempat yang suci.
Pendeta melakukan upacara kurban dan ritual lain di puncak ziggurat. Puncak
Ziggurat dapat dicapai dengan tangga. Disekitar ziggurat mungkin adsa bangunan-bangunan
lain untuk menyembah dewa-dewa, tetapi bangsa Babylonia hanya memiliki Ziggurat untuk
dewa yang utama di Babylonia.

(Sumber: http://www.kadingirra.com/etemenanki.html)

4.2 CANDI
4.2.1 Sumerian Flatform Temple
Terletak di Sumeria, halaman Sumerian Platform-temple dibatasi oleh dinding
berbentuk oval dengan penjaga di bagian dasar candi. Pada halaman dalam candi disediakan
meja persembahan dan sebagai tempat pelaksanaan pengorbanan hewan. Dinding luar candi
berfungsi untuk melindungi kediaman pendeta dengan kapel pribadinya.

13

(Sumber: http://ancientmesopotamians.com)

4.3 TAMAN
4.3.1 Taman Gantung
Terdapat pada Babylonia baru, merupakan persembahan dari Raja Hammurabi untuk
permaisurinya. Taman gantung terletak di sebelah sungai Euprates (sungai Eufrats).
Pemilihan letak ini bertujuan agar kebutuhan air untuk tanaman pada taman gantung mudah
didapatkan.
Teori mengangkat air ke atas yang diterapkan pada taman gantung dikenal dengan
nama chain pump. Chain pump atau dalam bahasa indonesia disebut rantai pompa tidak lebih
dari menggunakan ember untuk mengambil air dari bawah (sungai Efrat) lalu menaikkannya
ke atas taman menggunakan katrol dan mengumpulkannya ke sebuah tanki air yang
berbentuk seperti kolam di atas taman. Sehingga saat kolam atau tanki sudah terisi penuh
maka air tersebut akan mengaliri semua tempat di taman tersebut melalui pipa khusus.

(Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Gantung_Babilonia)

14

4.4 ISTANA
4.3.1 Istana Raja Darius
Istana Darius merupakan Balaiurang kerajaan untuk tempat pengukuhan atau upacara
agama. Patung cliff sekitar pemakaman Darius I pada Naqsh-i-Rustam. Pada panel atas
terdapat tempat duduk raja yang menghadap api suci, di bawahnya terdapat sebuah mimbar
yang didukung oleh 30 tokoh yang mewakili negara-negara kerajaannya.

(Sumber: http://senidarikami.blogspot.co.id/2013_11_01_archive.html)

4.5 GERBANG
4.5.1 Gerbang Ishtar
Merupakan gerbang pada Babylonia baru, yang menghubungkan jalan utama untuk
menuju kota di dalamnya dan ke Menara BabelZiggurat. Gerbang dibangun dari batu bata
yang diberi lapisan warna dengan latar belakang biru dan dihiasi oleh lukisan hewan-hewan
yg di anggap suci.

(Sumber: auvijanfamily.wordpress.com)

4.5.2 Gerbang Semua Bangsa


Gerbang Semua Bangsa atau Gate of All Nations terbuat dari marmer abu-abu tua ini
dibangun oleh Xerxes Agung, putra Darius Agung, sebagai bagian dari Tahap II
pembangunan Persepolis yang dilaksanakan antara tahun 490 480 SM.

15

Jalan masuk ke Gerbang Semua Bangsa dijaga oleh sepasang mahluk mitologi yang
disebut Lamassu, yaitu banteng berkepala manusia berjanggut. Lamassu sebenarnya berasal
dari Babylonia dan Assyria, namun kemudian diadopsi oleh Persia. Penempatan Lamassu di
depan gerbang dimaksudkan untuk mengusir setan dan roh jahat.

Gambar: Gerbang Semua Bangsa

Gambar: Lamassu

(Sumber: naufalizairaa.blogspot.com)

4.5.3 Gate of Xerxes


Merupakan gerbang masuk dengan 3 pintu pembatas dengan koridor. Pintu gerbang
tersebut dihiasi dengan bahasa adat setempat. Di atas kolom terdapat simbol kepala elang dan
kolomnya sendiri terdapat simbol singa berkepala manusia.

Gambar: Gate of Xerxes

Gambar: Kolom dengan ornamen hewan


(Sumber: www.crystalinks.com)

16

4.6 BALAIRUNG
4.6.1 Apadana
Apadana berbentuk persegi empat, terletak di tengah-tengah komplek seluas 12,5 ha
tersebut. Ruang tersebut sangat besar, berukuran 60 x 60 m, sehingga mampu menampung
ribuan orang untuk beraudiensi dengan kaisar secara bersamaan. Tiang Apadana terdiri dari
72 (tujuh puluh dua) tiang besar terbuat dari batu marmer masing-masing setinggi sekitar 25
(dua puluh lima) meter. Sayang, saat ini hanya tinggal 13 (tiga belas) tiang yang masih berdiri
dan bisa dilihat. Bagian atas tiang dibuat ukiran binatang banteng berkepala dua, singa, dan
elang.

(Sumber: www.rama-arya.com)

4.6.2 One Hundred Columns of Xerxes (Seribu Kolom Xerxes)


Dibangun di sepanjang Apadana sebagai ruang singgasana. Kolom tersusun secara
sistematis dengan tinggi 37 kaki, diameter pada bagian bawah kaki 3 kaki, dan jarak as ke as
kolom 20 kaki.

(Sumber: www.brynmawr.edu)

BAB V
17

BANGUNAN-BANGUNAN ARSITEKTUR MESOPOTAMIA DI


BALI
5.1 Gedung Parkir Mobil Bandara Ngurah Rai

5.1.1

Penjelasan Singkat
Gedung parkir mobil Bandara Ngurah Rai ini adalah bagian dari kompleks
megah Bandara Ngurah Rai yang baru selesai direnovasi dalam rangka pelaksanaan KTT
APEC pada Bulan Oktober 2013 lalu. Bangunan ini dikerjakan dibawah naungan PT. PP
(Persero) Tbk. Gedung ini berupa bangunan 5 lantai dengan luas bangunan 35.874 m2.
Gedung ini dibangun untuk menggantikan area parkir kendaraan yang berkurang akibat
pembangunan terminal internasional yang baru. Adapun jumlah kendaraan yang dapat
ditampung adalah 796 kendaraan.
Bentuk gedung ini seperti undakan atau tangga yang serupa dengan bentuk
persawahan di Bali yang bertingkat-tingkat. Tepi gedung merupakan teras yang dijadikan
taman, sehingga tampak sangat hijau dari kejauhan.
5.1.2

Lokasi
Bandar Udara Internasional Ngurah Rai adalah bandar udara internasional
yang terletak di sebelah selatan Bali, Indonesia, tepatnya di daerah Tuban, Kuta, sekitar 13
km dari Denpasar.
5.1.3

Kemiripan
Bentuk gedung ini mirip dengan taman gantung Babylonia. Dimana kedua
bangunan ini memiliki bentuk yang berundak-undak. Kemudian pada tepi gedung parkir juga
terdapat teras yang dijadikan taman, yakni pada bentuk dan peletakan vegetasi atau tumbuhan
pada gedung parkir ini juga membuat semakin mirip dengan taman gantung. Serta terdapat
kemiripan dari estetika dari kedua bangunan tersebut.

Gambar A: Parkir Mobil Bandara Ngurah Rai

Gambar B: Taman Gantung Babylonia

(Sumber: https://try2bcoolnsmart.wordpress.com/2014/02/12/taman-bertingkat-bandara-ngurah-rai/

BAB VI
18

PENUTUP
6.1 KESIMPULAN
Mesopotamia adalah suatu peradaban yang muncul di suatu lembah yang diapit oleh
sungai euphraat dan sungai tigris. Peradaban ini mulai muncul pada tahun 3500 SM. Pada
awalnya daratan ini adalah daerah yang diduduki oleh suatu bangsa yang bernama bangsa
Sumer dan memiliki ibukota di Nipur. Bangunan ,Mesopotamia memiliki karakteristik berasa
di pusat kota dan bangunanya terbuat dari tanah karena Mesopotamia tidak memiliki daerah
penghasil batu. Bangunan pada kota di dominasi oleh kuil dan di setiap kota dikelilingi oleh
pusat komersial dan juga religi. Bangunan istana di mesopotamia merupakan bangunan yang
paling besar, megah dan penting, bentuk bangunan yang besar dan megah diperuntukan oleh
masyarakat kota untuk memuja Tuhan dan Dewa-Dewa yang ada di kota mesopotamia.
Penataan bangunan pada zaman Mesopotamia sangat baik ini terlihat dari penataan kota dan
pemukiman yang teratur.

DAFTAR PUSTAKA
19

Akin. 2014. Taman Bertingkat Bandara Ngurah Rai,


https://try2bcoolnsmart.wordpress.com/2014/02/12/taman-bertingkat-bandara-ngurah-rai/

http://minanspeed.blogspot.com/2013/05/v-behaviorurldefaultvmlo.html
http://belajardesaindanarsitektur.blogspot.com/2012/07/arsitektur-mesopotamia.html
http://architecturoby.blogspot.com/2009/02/arsitektur-mesopotamia.html
http://dikarsitek.blogspot.com/2012/01/arsitektur-mesopotamia.html
http://id.scribd.com/doc/85200126/Arsitektur-Mesopotamia
http://minanspeed.blogspot.com/2013/05/v-behaviorurldefaultvmlo.html
http://belajardesaindanarsitektur.blogspot.com/2012/07/arsitektur-mesopotamia.html
http://architecturoby.blogspot.com/2009/02/arsitektur-mesopotamia.html
http://dikarsitek.blogspot.com/2012/01/arsitektur-mesopotamia.html
http://id.scribd.com/doc/85200126/Arsitektur-Mesopotamia
http://sejarahars.blogspot.co.id/2011/07/mesopotamia-kuno.html

20