Anda di halaman 1dari 31

ASUHAN GIZI HIPO &

HIPERTHYROID
Oleh:
Yanuarti Petrika, S.Gz, MPH

KELENJAR TIROID
Kelenjar tiroid ( kelenjar gondok) adalah salah satu dari kelenjar endokrin terbesar pada
tubuh manusia.
Terletak di leher, tepat dibawah jakun, dengan diameter sekitar 5 cm.
Dalam keadaan normal, kelenjar tiroid berukuran kecil, dengan berat hanya 2-4 gram
posisinya dileher depan bagian tengah dan tidak teraba. Sehingga pada leher orang
normal tidak tampak tonjolan atau massa yang mengganggu pemandangan seperti apa
yang kita lihat pada penderita gondok.
Fungsi kelenjar tiroid yaitu mengatur metabolisme tubuh, sehingga segala sesuatunya
berjalan lancar dan normal didalam tubuh seseorang.
Kelenjar tiroid juga melepaskan hormon yang disebut kalsitonin kecil yang terlibat dalam
metabolisme kalsium dan fosfat.

FUNGSI HORMONE TIROID


Hormon tiroid menyebabkan peningkatan denyut jantung, curah jantung dan laju ventilasi.
T3 dan T4 bertindak atas berbagai sel target untuk meningkatkan konsumsi oksigen dan tingkat
metabolisme basal (BMR).
Peningkatan konsumsi oksigen dan meningkatkan BMR menyebabkan peningkatan produksi
panas dalam tubuh yang pada gilirannya membantu untuk mengkompensasi peningkatan
kehilangan panas dalam cuaca dingin.
BMR meningkat pada individu dengan hipertiroidisme yang merupakan disfungsi kelenjar tiroid.
Hormon tiroid meningkatkan penyerapan glukosa dari usus kecil dan produksi glukosa hepatik;
Namun, pasien dengan konsentrasi insulin yang normal tidak mengalami serum kadar glukosa.
Hormon tiroid penting untuk pertumbuhan normal dan pematangan. Mereka memainkan peran
penting dalam pengembangan sistem saraf pusat (SSP).
Hormon tiroid mempercepat pembersihan kolesterol dari plasma.
Hormon tiroid dibutuhkan untuk konversi karoten menjadi vitamin A; pasien dengan
hypothyroidisme mungkin menderita rabun malam.

YODIUM
Yodium penting untuk sistem reproduksi dan produksi hormon tiroid
Yodium juga dibutuhkan untuk sel darah merah dan pernafasan sel serta
menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.
Tubuh yang sehat mengandung 15-20 mg iodium dimana 70-80% ada di
kelenjar gondok dalam bentuk thyroglobulin. Sisanya di kelenjar air liur,
kelenjar lambung, jaringan dan sebagian kecil beredar di seluruh tubuh
umumnya bahan makanan sumber hewani seperti ikan dan kerang
mengandung tinggi yodium. Bahan makanan sumber nabati yang mengandung
tinggi yodium adalah rumput laut
Kekurangan/kelebihan
yodium
memberikan
kondisihypothyroidisme/hyperthyroidismedan
tubuh
mencoba
untuk
mengkompensasikan dengan penambahan jaringan kelenjar gondok yang
menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid tersebut.
Kebutuhan yodium per hari sekitar 1-2 mikrogram per kg berat badan

PATOFISIOLOGI
Hipotalamus
TRH

Kelenjar pituitari

TSH

Makanan

Kelenjar tiroid

Yodium

Hormon Tiroid
T4
hati

T3

HIPOTHYROID

PENGERTIAN HIPOTHYROID
Suatu atau beberapa kelainan structural atau fungsional dari kelenjar
tiroid sehingga sintesis dari hormone-hormone tiroid menjadi
isufisiensi/Defisiensi.
Suatu keadaan hipometabolik akibat defisiensi hormone tiroid/tiroksin
yang dapat terjadi pada setiap umur.
Hipothyroid pada bayi dan anak-anakretardasi mental
perlambatan pertumbuhan dan perkembangan yang menetap
Hipotiroidisme kognital dapat mengakibatkan kreatinisme

dan

HIPOTHYROID

KLASIFIKASI
Terdapat 3 hipotiroidisme yaitu:
1. Hipotiroid sentral kerusakkan hipofisis atau hypothalamus
2. Hipotiroid primer kerusakan pada kelenjar tiroid
3. Sebab lainnya farmakologi, defisiensi yodium, kelebihan yodium dan
resistensi perifer.
Yang paling banyak ditemukan adalah hipertiroid primer diagnose
ditegakkan atas TSH (thyroid stimulating hormone) meningkat dan fT4
menurun.

ETIOLOGI

HIPOTHYROID

1. Hipotiroid primer
. Kelainan congenital dari tyroid (Kretinism)
. Sintesis hormone yang kurang baik
. Defisiensi iodine (prenatal dan postnatal)
. Obat anti tiroid
. Pembedahan atau terapi radioaktif untuk hipotiroidisme
. Penyakit inflamasi kronik (hasimoto, amyloidosis, dan sarcoidosis)
2. Hipotiroid sekunder
. Stimulasi yang tidak memadai dari kelenjar tiroid (TSH meningkat)
. Resistensi perifer terhadap hormone tiroid
3. Hipotiroid tertier/pusat
. Hipotalamus gagal untuk memproduksi TRH (thyroptropin releasing hormone)
. Adanya tumor/lesi destruktif lainnya di area hipotalamus

ETIOLOGI (LANJUT)

HIPOTHYROID

Terdapat dua bentuk utama goiter sederhana yaitu:


1. Goiter endemic disebabkan oleh asupan makan (gizi) dan defisiensi
iodine.
2. Sporadic goiter disebabkan karena adanya kelainan genetic (karena
metabolisme iodine yang salah), konsumsi makanan yang mengandung
goiterogen dalam jumlah besar (seprt: kubis, kacang, kedelei, bayam,
kacang polong, strowbery dan lobak), konsumsi obat goitrogen (seprti:
thioureas/propylthiracil, thocarbomen (aminothiazole, tolbutamid).

HIPOTHYROID

PATOFISIOLOGI
Diet kurang dan gangguan sekresi hormone tiroid tiroid akan membesar
(usaha untuk kompedensi dari kekurangan hormone)hal ini merupakan
respon untuk meningkatkan sekresi piutary dari TSHmensekresi T4
lebih banyak (ketika T4 dlm darah menurun)
Hormon tiroid menurunpenurunan BMRpenurunan produksi asam
lambung, fungsi pernapasan menurun dan suhu tubuh menurun.
Hormon tiroid menurunpeningkatan
jantung coroner.

kolesterol

dan

TGpenyakit

Hormon tiroid berperan dalam produksi sel darah merahpembentukkan


eritrositresiko anemiakekurangan vitamin B12 dan asam folat.

HIPOTHYROID

KOMPLIKASI
Penyakit Hashimoto (Tiroiditis Otoimun)akibat otoantibodi yang
merusak jaringan tiroidHT menurun disertai peningkatan TSH dan TRH
akibat umpan balik negative yang minimal.
Gondok endemicakibat defisiensi iodium dalam makanansel-sel tiroid
menjadi aktif berlebihan dan hipertrofik dalam usaha untuk menyerap
semua iodium yang tersisa dalam darah kadar HT menurunkadar TSH
dan TRH meningkat karena minimnya umpan balik.
Karsinoma Tiroid akibat terapi tiroidektomi, pemberian obat penekan
TSH, terapi iodium radioaktif untuk menghancurkan jaringan tiroid
merangsang proliferasi dan hyperplasia sel tiroid.

HIPOTHYROID

MANIFESTASI KLINIS
Pertumbuhan kuku buruk, kuku menebal
Kulit kering, pecah-pecah, bersisik dan menebal
Konstipasi, anoreksia
Peningkatan BB
Pada perempuan terjadi perubahan menstruasi (seprti amenore/masa menstruasi yang
memanjang)
Penurunan libido
Gangguan fertilitas
Penurunan suhu tubuh
Intoleran terhadap dingin
Fungsi intelektual lambat
Berbicara lambat dan terbata-bata
Gangguan memori

HIPOTHYROID

PEMERIKSAAN PENUNJANG
a. Pemeriksaan fisik klinis
b. Pemeriksaan Kadar T3 (Triiodotironin) dan T4 (tetraiodotironin)
c. Pemeriksaan TSH (pada Hipotiroidisme primerkadar TSH meningkat,
namun pada Hipotiroidisme sekunder kadar TSH menurun)
d. Pemeriksaan USG: pemeriksaan ini bertujuan untuk memberikan
informasi yang tepat tentang ukuran dan bentuk kelenjar tiroid dan
nodul.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

HIPOTHYROID

HIPOTHYROID

HASIL PEMERIKSAAN
LABORATORIUM

Kadar Normal
1. T3 total : 70- 190 ng/dl
2. T4 total : 5 - 12 ug/dl
3. FT3

: 2,3 - 4,2 pg/ml

4. FT4 : 0,7-1,55 ng/dl

LANJUT
a. Hipertiroid:
salah satu atau lebih di antara FT3, FT4, T3 Total, T4 Total tinggi atau
meningkat,
TSH rendah atau normal.
b. Hipotiroid:
salah satu atau lebih di antara FT3, FT4, T3 total, T4 total rendah atau
menurun,
TSH tinggi atau normal.
Semakin tinggi kadar FT3, FT4, T3 total, T4 total dan semakin rendah kadar
TSH, berarti semakin berat keadaan hipertiroidnya (semakin berat kelebihan
gondoknya).
Semakin rendah kadar FT3, FT4, T3 total, T4 total dan semakin tinggi kadar
TSH, berarti semakin berat keadaan hipotiroidnya (semakin berat
gondoknya).

PENGERTIAN HIPERTHYROID
Hipertiroid
hormone

suatu
tiroid

keadaan

dalam

dimana

tubuh

terjadi

(kelenjar

HIPERTHYROID

peningkatan
tiroid

bekerja

aktifpeningkatan hormone tiroid yang ekstrim dalam darah

jumlah
lebih

HIPERTHYROID

ETIOLOGI
1. Penyakit Graves produksi berlebihan hormone tiroid karena antibody
IgG dalam darah yang ada pada tiroidAktifasi reseptor TSH berlebih
menyebabkan banyak mensekresi hormone tiroid. (adanya riwayat
keluarga dan sering terjadi pada wanita)
2. Tiroiditis adanya infeksi virusadanya satu atau lebih nodul/benjolan
pada tiroid yang tumbuh dan membesarhormone tiroid meningkat
dalam darah

HIPERTHYROID

GEJALA HIPERTIROID
Sering gugup
Peningkatan respirasi
Berdebar-debar
Tremor
Susah tidur
Berkeringat banyak
Rambut rontok
Kehilangan BB yang cepat
Kelemahan otot
Periode menstruasi lebih cepat dan aliran darah kencang

TAHAP 1 NCP: PENGKAJIAN GIZI


(NUTRITION
ASSESSMENT).
a. Pengukuran Anthropometri meliputi berat badan, tinggi badan, IMT
b. Data Biokimia meliputi kadar TSH, FT4 dan FT3 dalam darah, .
c. Klinis dan fisik sesuaikan dengan tanda dan gejala dari hipotiroid dan
hipertiroid.
d. Riwayat makanan: asupan makanan (energi, protein, lemak, KH, yodium,
dan cairan) dan Riwayat klien (riwayat penyakit keluarga dan obat)

TAHAP 2 NCP :TERMINOLOGI


DIAGNOSA GIZI
Terminologi

diagnosis

gizi

yang

dapat

terjadi

pada

penyakit

hipertiroid/hipotiroid meliputi domain


Asupan (intake domain) yaitu NI 5.1, NI 5.10.1
Klinis (clinical domain) NC 2.2, NC 3.2, NC 3.3, NC.3.4
Perilaku dan lingkungan (behavioral-environmental domain) NB 1.1, NB
1.2, NB 1.5, NB 1.7.

TAHAP 3 NCP: INTERVENSI


GIZI

Merancang rencana tindakan untuk perubahan perilaku yang berkaitan


dengan gizi, factor risiko, kondisi lingkungan atau status kesehatan.

Jika memungkinkan secara langsung akan mengatasi penyebab (etiologi)


masalah gizi pada diagnosis gizi, jika tidak maka akan memperbaiki tanda
dan gejalanya.

Kebalikan dari hipertiroid, pada penderita hipotiroid tubuh cenderung


menjadi gemuk (laju metabolisme menurun) zat gizi makro (karbohidrat,
protein, dan lemak)banyak yang dialihkan metabolismenya dan tertimbun
dalam tubuh sebagai sel lemak akibatnya resistensi insulin (penyakit
diabetes melitus) dan mempercepat aterosklerosis (pengerasan pembuluh
darah).

PENGATURAN DIET PENYAKIT HIPO/HIPERTIROID

Tujuan Diet
Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal
Menormalkan kembali kadar TSH, fT4 dan fT3
Tidak Memperberat kerja kelenjar tiroid

Lama Pemberian
Diberikan sampai kadar TSH, fT4 dan fT3 dalam darah dan BB
menjadi normal

PENGATURAN DIET PENYAKIT HIPO & HIPERTHYROID

Syarat Diet
1. Hipotiroid
a.

Energi sesuai kebutuhan

b.

Protein 15%, lemak 25%, Kh 50-60%

c.

Hindari makanan yang mengandung goitrogenikmenghambat kerja HT

d.

Konsumsi rumput laut, ikan dan kerangtinggi kandungan yodium

e.

Asupan iodium >150 g/hari konsumsi dibawah itu kelenjar tidk dapat mensekresi hormone secara adekuat.

f.

Konsumsi cukup seng, selenium, coper (bnyak pada hati dan daging) membantu mensekresi tiroksin dan
mengubah tiroksin T4 menjadi T3.

g.

Dianjurkan konsumsi makanan laut (seprti ikan, kerang), namun usahakn yg masih segar dan jgn sudah
diawetkan (seprti ikan asin)

h.

Konsumsi cukup vitamin A dan omega 3 meningkatkan hormone tiroid

i.

Hindari konsumsi produk kedelai Isoflavon kedelai juga dapat menyebabkan anti-tiroid antibodi yang akan
diproduksi. Ini akan menciptakan situasi di mana tiroid akan menyerang sendiri seperti dalam Tiroiditis
autoimun.

j.

Hindari konsumsi makanan yang mengandung gluten pada biji-bijian (gandum, oat)memicu penyakit
hashimoto.

PENGATURAN DIET PENYAKIT HIPO & HIPERTHYROID

Syarat Diet
2. Hipertiroid
Jenis dietTKTP (Tinggi Kalori Tinggi Protein)untuk mencegah dan mengurangi
kerusakkan jaringan dan menambah BB
Untuk syarat diet bisa dilihat dari syarat diet TKTP
Asupan iodium <150 g/hari mencegah membesarnya kelenjar tiroid dan dpt
menurunkan kadar TSH
Hindari konsumsi kafein dan nikotin dapat meningkatkan kerja jantung
Hindari konsumsi garam dan makanan yg mengandung yodium secara berlebihan
karena tubuh mengalami metabolisme yang berlebihan, maka dibutuhkan asupan
vitamin dan mineral tambahan, seperti: vitamin B kompleks (B1, B6, B12), vitamin C,
vitamin E, asam amino esensial yang dapat terkandung di berbagai suplemen.

PENGATURAN DIET PENYAKIT


HIPO & HIPERTHYROID
Omega 3 asam lemak yang penting untuk fungsi normal dari kelenjar tiroid dan
karena itu harus dimasukkan dalam diet untuk hipertiroidisme. Biji rami
merupakan sumber ideal untuk asam lemak esensial.
Sayuran berdaun hijau seperti sawi dan bayam diyakini menekan fungsi tiroid dan
harus berlimpah dalam diet. Hindari sayuran ini jika menderita gejala
hipotiroidisme.
Anggota dari keluarga sayuran silangan seperti kubis, kembang kol, dan brokoli
juga akan membantu mengontrol gejala hipertiroid dengan mengurangi produksi
hormon.
Sayuran lobak mengandung zat yang disebut thioglucosides yang menghambat
penyerapan yodium dan membantu orang dengan tiroid yang terlalu aktif.
Kedelai juga diyakini untuk membantu
mengontrol tiroid over-dirangsang.

diet

untuk

hipertiroidisme

untuk

PENGATURAN DIET PENYAKIT


HIPO & HIPERTHYROID
Kalsium dan magnesium hanya bekerja sama dalam rasio 3:1 adalah cara luar biasa
untuk meningkatkan diet untuk hipertiroidisme.
Tiroid penurunan berat badan adalah salah satu gejala hipertiroid. Protein diet tinggi
dikombinasikan dengan latihan moderat diyakini untuk membantu dalam membangun
kembali otot massa yang hilang karena hipertiroid.
Antioksidan makanan kaya seperti buah, anggur, buah-buahan segar dan sayuran harus
berlimpah disertakan dalam diet untuk hipertiroidisme yang akan mengimbangi
kekurangan gizi disebabkan oleh metabolisme yang tinggi.
Seluruh butir seperti millet, beras merah, dan lain-lain yang dikombinasikan dengan
berbagai kacang-kacangan dan biji-bijian merupakan sumber kaya seng, unsur penting
yang diperlukan untuk semua fungsi tubuh yang mungkin habis karena hipertiroidisme.
Produk susu merupakan sumber protein yang sangat baik dan komponen lemak serta
diperlukan untuk diet hipertiroidisme.

TAHAP 4 NCP: MONITORING AND EVALUASI GIZI

Monitoring adalah memantau tanda dan gejala pada


diagnosis gizi, data dapat diperoleh dari pengukuran,
catatan medik atau dari kuesioner.
Evaluasi memilih indicator yang relevan dengan kebutuhan
pasien, diagnosis gizi, tujuan intervensi gizi dan status
penyakit.

TAHAP 4 NCP: MONITORING AND EVALUASI GIZI

Ada 3 tahap, yaitu: monitor progress, mengukur outcome dan


evaluasi outcome.
1. Monitor progress:
Mengecek pemahaman dan kepatuhan
terhadap rencana
Mengecek apakah implementasi sesuai
rencana intervensi.

pasien
dengan

TAHAP 4 NCP: MONITORING AND EVALUASI GIZI


2.

Mengukur outcomes:
Anthropometri meliputi berat badan, tinggi badan, IMT
Biokimia: kadar TSH, fT4 dan fT3.
Klinis dan fisik
Dietary: asupan makan (energi, protein, lemak, KH, yodium, dan
cairan) dan makanan yang mengandung goitrogenik

3.

Evaluasi outcomes: membandingkan kondisi dengan referensi,


menilai tujuan intervensi.

TERIMA KASIH