Anda di halaman 1dari 2

C.

Analisa Jurnal (PICO)


No
1.
2.

Poin Analisa
Problem (P)

Analisa Jurnal Berdasarkan PICO


Dalam jurnal ini, Problem atau masalah yang ditemukan

Intervention (I)

dalam jurnal yaitu pasien yang terdiagnosa hipertensi.


a. Intervensi yang diberikan pada pasien dengan
hipertensi adalah terapi bekam basah. Terapi bekam
basah ini merupakan jenis terapi pilihan untuk
pengobatan pada penyakit hipertensi dalam hal
keuntungan klinis dan costeffectiveness.
b. Terapi bekam basah dilakukan sebanyak 2 kali yaitu
setelah pre test dan setelah minggu kedua setelah
bekam pertama
c. Tekanan darah dinilai sebanyak 3 kali, yaitu pada saat
pre test, setelah dilakukan bekam pertama, dan setelah
dilakukan bekam kedua
d. Kadar kolesterol dinilai sebanyak 2 kali, yaitu pada
saat pre test, dan setelah bekam kedua

3.

Comparator (C)

Tidak ada perbandingan intervensi pada jurnal ini. Di


dalam jurnal hanya ditemukan hasil perbandingan pada
kadar kolesterol dan tekanan darah yang diukur sebelum
dan

sesudah

dilakukannya

terapi

bekam

basah.

Berdasarkan perhitungan statistik terdapat perbedaan yang


signifikan (p<0,05) pada tekanan darah baik sistolik,
maupun diastolik antara sebelum mendapatkan terapi
bekam basah dengan setelah mendapatkan terapi bekam
basah. Hal ini dinyatakan dalam uji non-parametrik
friedman dimana p=0.000. Rerata sistolik sebelum bekam
yaitu 157,38 10,38 dibandingkan rerata sistolik setelah
bekam yaitu 145 10,06 dan baik rerata diastoliknya yaitu
93,63 5,55 sebelum dibekam dengan setelah dibekam
yaitu 87,5 4,24. Berdasarkan perhitungan statistik tidak
terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05) pada kadar

kolesterol darah antara sebelum mendapatkan terapi


bekam basah dengan setelah mendapatkan terapi bekam
basah. Hal ini dinyatakan dalam uji paired t-test dengan
p=0,846 dimana rerata kolesterol total darah sebelum
bekam yaitu 184,75 35,18 dibandingkan rerata kolesterol
total darah setelah bekam yaitu 184,23 29,33.
4.

Outcome (O)

Bekam basah dapat menurunkan tekanan darah baik


sistolik maupun diastolik secara signifikan (p<0,05).
Sedangkan untuk kadar kolesterol total darah terdapat
penurunan

namun

tidak

signifikan

(p>0,05).

Kesimpulannya terdapat penurunan tekanan darah yang


bermakna pada pasien hipertensi yang diberi terapi bekam,
namun pasien tetap mengkonsumsi obat anti hipertensi.