Anda di halaman 1dari 10

Obat Antibiotik

1. FG Troches ( fradiomycin 2,5 mg dan gramisidin 1 mg)


Kandungan obat ini adalah antibiotik Fradiomisin sulfat 2,5 mg dan Gramisidin-S
HCl 1 mg. Fradiomisin (atau Neomisin Sulfat) adalah antibiotik yang efektif membunuh
bakteri Gram negatif, sedangkan Gramisidin adalah antibiotik yang efektif membunuh
bakteri Gram positif. Kedua obat ini dikombinasikan untuk dapat membunuh spektrum
bakteri yang luas.
F.G. Troches tersedia dalam bentuk tablet hisap yang diindikasikan untuk
meredakan infeksi pada radang tenggorokan, radang gusi, radang amandel, sariawan, dan
radang lain pada rongga mulut. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk mencegah
infeksi pada penderita setelah operasi gigi dan mulut.
Tidak ada kontraindikasi khusus terhadap F.G. Troches, namun orang dengan
riwayat alergi terhadap obat golongan aminoglikosida (seperti Streptomisin, Kanamisin,
Gentamisin) sebaiknya tidak mengkonsumsi obat ini. Penggunaan harus berhati hati
pada orang lanjut usia karena berisiko mengalami avitaminosis (penyakit akibat
kekurangan vitamin).
F.G. Troches adalah obat yang relatif aman dan jarang menyebabkan efek
samping yang serius. Efek samping umumnya berupa kemerahan pada rongga mulut,
kehitaman pada lidah, penurunan nafsu makan, mual, atau gangguan saluran cerna. Pada
orang lanjut usia dan malnutrisi, dapat menyebabkan gejala kekurangan vitamin B seperti
radang lidah, sariawan, dan radang sel saraf. Konsumsi dosis tinggi dalam jangka panjang
dapat menyebabkan kerusakan sel saraf, sel pendengaran, dan atau sel ginjal.
F.G. Troches berupa tablet yang mudah larut pada saluran lendir. Penggunaan obat
ini adalah dengan cara dihisap atau diletakkan di bawah lidah. Dosis anak adalah 1 tabelt
dan dosis orang dewasa adalah 1 2 tablet. Dosis tersebut dapat dikonsumsi 4 5 kali
per hari. Penggunaan obat ini disarankan tidak melebihi 7 hari.
2. Ampisilin
Ampisilin (ampicillin) adalah antibiotik golongan beta laktam termasuk keluarga
penisillinum yang mempunyai spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram
positif. ampisilin (ampicillin) adalah bakteriocidal yang bekerja dengan cara menghambat secara
irreversibel aktivitas enzim transpeptidase yang dibutuhkan untuk sintesis dinding sel bakteri.

Secara spesifik ampisilin (ampicillin) menghambat tahap tiga-tahap akhir dari proses
sintesis dinding sel bakteri yang merupakan awal dari kehancuran sel bakteri tersebut.
Mekanisme kerja
Antibiotik adalah senyawa yang memiliki efek menekan atau menghambat suatu proses
biokimia dalam organism. Berdasarkan sifatnya antibiotic dibagi menjadi:
1. antibiotic dengan sifat bakterisidial:antibiotic yang bersifat destruktif terhadap bakteri
2. antibiotic bakterostatik: antibiotic dengan kerja menghambat pertumbuhan atau
penggandaan bakteri.
Antibiotik beta laktam merupakan anggota golongan pertama dan Ampicillin termasuk
didalamnya. Ampicillin yang merupakan antibiotik beta laktam menghambat pertumbuhan
bakteri dengan berikatan dengan enzim DD-transpeptidase sebagai inhibitor kompetitif yang
memperantarai dinding peptidoglikan bakteri, sehingga dengan demikian akan melemahkan
dinding sel bakteri Hal ini mengakibatkan sitolisis karena ketidakseimbangan tekanan osmotis,
serta pengaktifan hidrolase dan autolysins yang mencerna dinding peptidoglikan yang sudah
terbentuk sebelumnya. Namun Beta-laktam (dan Penicillin) hanya efektif terhadap bakteri gram
positif, sebab keberadaan membran terluar (outer membran) yang terdapat pada bakteri gram
negatif membuatnya tak mampu menembus dinding peptidoglikan. Ini yang membedakan
ampicillin dengan penicillin yang hanya dengan kehadiran/adanya grup amnino. Grup amino
membantu obat menembus membrane terluar dari gram-negatif bakteri.
Indikasi
Kegunaan ampisilin (ampicillin) adalah untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh
bakteri yang peka terhadap ampisilin (ampicillin) seperti infeksi saluran nafas : otitis media akut,
faringitis yang disebabkan streptococcus, faringitis, sinusitis. Ampisilin (ampicillin) adalah
antibiotik

pilihan

pertama

untuk

pengobatan

infeksi-infeksi

yang

disebabkan

enterococcus seperti endocarditis dan meningitis. Ampisilin (ampicillin) digunakan juga untuk

pengobatan gonorrhoea, infeksi kulit dan jaringan lunak, Infeksi saluran kemih, infeksi
Salmonella dan shigela .
Kontra indikasi
Penggunaan antibiotik ampisilin (ampicillin) harus dihindari pada pasien hipersensitifitas
pada ampisilin (ampicillin) dan antibiotika penisillinum lainnya.
Efek Samping
kebanyakan efek samping ampisilin (ampicillin) yang muncul adalah mual , muntah ,
ruam kulit, dan antibiotik kolitis . Efek samping yang jarang seperti angioedema dan Clostridium
difficile diarrhea . Perawatan medis harus segera diberikan jika tanda-tanda pertama dari efek
samping muncul karena jika seseorang mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap
ampisilin (ampicillin), dapat mengalami shock anafilaktik yang bisa berakibat fatal.
Perhatian
Hati-hati memberikan ampisilin (ampicillin) pada penderita dengan fungsi hati dan ginjal
yang rusak terutama pada pemakaian obat dalam jangka waktu panjang. Hentikan pemakaian
ampisilin (ampicillin) jika terjadi super infeksi yang biasanya terjadi pada saluran pencernaan
(umumnya disebabkan Enterobacter, Pseudomonas, S.aureus Candida)
Toleransi terhadap kehamilan
Penelitian

pada

reproduksi

hewan

tidak

menunjukkan

risiko

pemakaian

ampisilin (ampicillin) pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik
pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk , namun studi yang
memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil tidak menunjukkan risiko untuk janin dalam
trimester berapapun.
Interaksi obat

Ampisilin (ampicillin) jika diberikan bersamaan dengan allopurinol dapat meningkatkan


reaksi hipersensitivitas. obat antikoagulan warfarin dan obat probenezid dapat meningkatkan
kadar

ampicillin

dalam

plasma

sehingga

meningkatkan

potensi

terjadinya

efek

samping. ampisilin (ampicillin) dapat menurunkan efektivitas obat kontrasepsi oral.


Dosis
Ampisilin (ampicillin) diberikan dengan dosis : oral : dewasa dan anak 20 kg atau lebih :
250-500 mg setiap 6 jam; anak < 20 kg : 50 -100 mg/kg BB/ hari dalam dosis bagi setiap 6 jam.
Infeksi saluran pernafasan : 250-500 mg tiap 6 jam selama 5 10 hari. Bronkitis kronik 250 mg
tiap 6 jam selama 1 minggu atau lebih. sistisis : 500 mg tiap 8 jam selama 10 hari atau lebih.
infeksi sistemik : 250 500 mg tiap 6 jam selama 5 10 hari. infeksi saluran pencernaan 500
750 mg tiap 6 8 jam selama 5 hari. gonorrhoe : 2 3.5 gram + probenezid 1 gram sebagai dosis
tunggal. dosis tinggi dapat diberikan untuk infeksi yang lebih berat. sediaan oral sebaiknya
diberikan 1/2 1 jam sebelum makan untuk memaksimalkan penyerapan obat. Untuk pasien
dengan fungsi ginjal yang buruk, monitor kadar obat dalam plasma dan urine harus dilakukan.
3. Cephalexin
Mekanisme kerja
Sefaleksina adalah antibiotika semi sintetik yang merupakan generasi pertama antibiotika
golongan sefalosporin. Aktivitas antibakteri Sefaleksina dengan jalan menghambat pembentukan
dinding sel bakteri, terutama dengan asilasi enzim transpeptidase.
Reaksi ini mencegah cross-linkage rantai peptidoglikan yang diperlukan untuk kekuatan dan
rigiditas dinding sel bakteri.
Sefaleksina efektif terhadap bakteri gram-positif termasuk stafilokokus yang memproduksi
enzim penisilinase serta beberapa bakteri anaerob. Sefaleksina juga efektif terhadap bakteri
gram-negatif, seperti E. coli, Klebsiella dan Proteus mirabilis, tetapi kurang efektif terhadap
Haemophylus influenzae.

Indikasi
Infeksi saluran pernafasan atas, infeksi telinga, saluran kemih dan kelamin, kulit, tulang

Kontraindikasi
Hipersensitif terhadap gologan sefalosporin, fungsi hepar yang terganggu
Efek Samping
Gangguan saluran pencernaan, reaksi alergi, kejang, angioedema, neutropenia, superinfeksi,
colitis pseudomembrane.
Dosis
1-4 gram perhari dalam dosis terbagi 6 jam
Sediaan
Sediaan Cephalexin (generik) kapsul 250 mg, 500mg
4. Metronidazole
Mekanisme Kerja
Menghambat sintesis asam nukleat dengan merusak DNA dan menyebabkan kerusakan

untai; amebicidal, bakterisida, trichomonacidal.


Metronidazole antibiotik effective untuk bakteri anaerobic dan beberapa parasit.
Farmakologi
- Absopsi
Bioavailabilitas: 80% diabsorbsi di saluran pencernaan (PO)
Protein mengikat (<20%)
Puncak waktu serum: 1-2 jam
- Metabolisme di hati
- Ekskresi: Urine (77%); feces (14%)
Indikasi dan Dosis
Anaerobic infections: 7.5 mg/kg orally every 6 hours not to exceed 4 grams daily
Kontarindikasi
Hipersensitif terhadap metronidazole, wanita hamil
Interaksi obat
Alcohol ,warfarin (Coumadin) meningkatkan resiko terjadinya perdarahan
Efek samping
Sakit kepala, mual muntah, dizziness, kehilangan nafsu makan

5. Doxycicline
Mekanisme kerja

Menghambat sintesis protein dan pertumbuhan bakteri dengan mengikat 30S dan 50S
subunit ribosom sehingga dapat menghalangi disosiasi peptidil t-RNA dari ribosom dan

membantu system imun tubuh untuk membunuh bakteri


Farmakologi
- Absoprsi
Oral: berkurang 20% oleh makanan atau susu
Puncak waktu serum: 1,5-4 jam
Bioavailabilitas: berkurang pada pH tinggi
- Metabolism di hati
- Ekskresi: Urine (23%), feces (30%)
Indikasi
Infeksi bakteri, infeksi saluran pernafasan, infeksi menular seksual, penyakit periodontal,
infeksi endocarditis
Kontarindikasi
Hipersensitif terhadap doxycycline, sedang mengkonsumsi obat acitretin, isotretinoin
atau penisilin (contoh amoxicillin)
Interaksi obat
Antacids, barbiturates (eg, phenobarbital), carbamazepine, hydantoins (eg, phenytoin),
iron, atau urinary alkalinizers (eg, sodium bicarbonate) karena dapat menurunkan
efektifitas kerja dari doxycycline.

Efek Samping
Anorexia, diare, perubahan warna pada gigi, dysphagia, sakit kepala,
Dosis
Dosis awal: 200 mg/day divided twice daily PO/IV on first day (IV may be given qDay),
THEN
Dosis Maintenance: 100-200 mg/day qDay or divided q12hr PO/IV (IV may be given
qDay)

6. Acetyl Spiramysin
Mekanisme kerja
Mengikat subunit 50S dari ribosom bakteri sehingga terjadi blockage reaksi
transpeptidasi atau translokasi untuk menghambat sintesis protein dan pertumubuhan

bakteri berikutnya.
Farmakologi
- Absorpsi
Oral biovailability: 33-39%
Bioavailabilitas: berkurang pada pH tinggi
- Metabolism di hati
- Ekskresi: urine (4-14%), feces (80%)

Indikasi
Untuk
infeksi pada rongga mulut

seperti tonsilitis abses peritonsiller, abses

retroparingeal, faringitis, laringitis, abses dentoalveolar


Kontarindikasi
Hipersensitif terhadap spiramisin, ibu menyusui karena spiramisin akan terdistribusi ke
breast milk
Efek Samping
Mual dan muntah, diare, sakit perut, sakit atau gangguan pada otot
Dosis
500 mg selama 3 kali sehari

7. Clindamycin (Cleocin)
- Mekanisme
Clindamycin antibiotic yang digunakan untuk infeksi yang serius. Obat ini efektif untuk
-

bakteri staphylococcus aureus, dll . caranya dengan menghambat sintesis protein .


Indikasi
Seringkali digunakan pada pasien yang mengalami alergic penicillin, atau penicillin atau
alternative yang lain tidak dapat digunakan
Efektif terhadap coccus Gram positif aerob tertentu, organisme anaerob misalnya

Bakteroides fragilis, dan kelompok Melaninogenicus


Dosis
Dewasa 150-450 mg setiap 6-8 jam ( dose max 1.8 gr /day ). Untuk pasien anak 8-20
mg/kg/day. Dibuat dalam 3- 4 dose
Interaksi obat
neuromuscular blocker dengan meningkatkan aksi obat (pancuronium and vecuronium).
Wanita hamil
Jangan digunakan pada trimester pertama, boleh di kedua dan ketiga
Wanita meyusui
Harus menghentikan menyusui karena disekresikan lewat air susu
Efek samping
Nyeri lambung, diare, mual ,muntah , kemerahan dan gatal, Kolitis hebat, alergi
Alasan diberikan terutama pada saat infeksinya sudah agak berat atau ketika sudah terjadi
abses

8. LYNCOMICIN
CARA KERJA LYNCOMICIN
Linkomisin dapat bekerja sebagai bakteriostatik maupun bakterisida tergantung konsentrasi obat
pada tempat infeksi dan organisme penyebab infeksi. Linkomisin menghambat sintesa protein.
INDIKASI

1. Linkomisin

diindikasikan

untuk

mengobati

infeksi

berat

yang

disebabkan

oleh

Streptococcus,Pneumococcus dan Staphylococcus yang sensitif.


2. Linkomisin efektif terhadap infeksi Staphylococcus yang resistan terhadap antibiotik
lain.
KONTRA INDIKASI
Hipersensitifitas terhadap antibiotik penisilin.
SPEKTRUM OBATNYA
Lyncomicin memiliki spektrum yang sangat luas sehingga dapat menghambat pertumbuhan
mikroorganisme lain.
AKTIF TERHADAP BAKTERI
Lincomycin bersifat bakteriostatik, efektif terutama terhadapMycoplasma spp. dan bakteri Gram
positif seperti Staphylococcus, Clostridium, Streptococcus dan Treponema spp.
FARMAKOKINETIK
Linkomisin diabsorpsi dengan cepat dari saluran gastrointestinal setelah pemberian oral.
Linkomisin tidak mengalami inaktivasi oleh asam lambung. Absorpsinya akan berkurang
dengdn adanya makanan. Linkomisin didistribusikan secara luas ke dalam cairan dan jaringan
tubuh,kecuali ke dalam cairan sere-brospinal. Kadar yang tinggi ditemukan pada tulang,empedu
ddn

urine.

Linkomisin

dapat

terdifusi

Waktu paruh Linkomisin pada fungsi ginjal yang normal antara4-5,4jam.


FARMAKODINAMIK
Lyncomicin menghambat sintesis protein.
EFEK SAMPING
1. Saluran pencernaan, seperti mual, muntah dan diare.
2. Reaksi hipersensitif, seperti rash dan urtikaria.

melalui

plasenta.

3. Rasa yang tidak umum seperti haus, letih dan kehilangan bobot tubuh.
4. Demam,

menggigil,

nyeri

tubuh, gejala

flu, bercak

putih atau

lukadalam

mulut atau bibir Anda.


INTERAKSI OBAT
1. Pemberian harus secara hati-hati bila diberikan bersama obat penghambat neuromuskuler.
2. Dapat berinteraksi dengan kaolin.
DOSIS
1. Untuk Dewasa:
a. Infeksi serius: 500 mg,3 kali sehari.
b. Infeksi yang lebih berat: 500 mg atau lebih,4 kali sehari.
2. Anak-anak/bayi diatas 1 bulan:
a. Infeksi serius: 30 mg/kg berat badan/hari dibdgi dalam 3 atau 4 dosis yang sama.
b. Infeksi yang lebih berat: 60 mg/kg berat badan/han dibagi dalam 3 atau 4 dosis yang sama.
BENTUK SEDIAAN
1. Tablet
2. Kapsul
3. Sirup
4. Injeksi
NAMA SEDIAAN (OBAT GENERIK)
Biolincom, Ehtilin, LIncocin, Lincophar, Lincyn, Lintropsin, Nichomycin, Nolipo 500,
Percocyn, Pritalinc, Tamcocin, Tismamisin, Zencocin, Zumalin.
9. ERITROMISIN STEARAT

Bersifat bakteriostatik tetapi dapat menjadi bakterisidal dalam keadaan konsentrasi yang
tinggi dimana aktif menyerang gram positif batang dan kokus.mekanisme obat eritromisin
golongan makrolida menghambat sintesis protein pada 50S subunit ribosom untuk melakukan
proses sintesis protein. Eritromisin diberikan pada pasien pasien yang terinfeksi saluran
pernafasan, infeksi kulit dan jaringan lunak, mycobacterium, pertrussis, klamidia, dan juga
profilaksis untuk bakterial endokarditis dari pasien yang mengalami prosedur perawatan gigi.

10. PENICILLIN V
Digunakan untuk bakteri gram positif aerobik, mekanisme aksinya penicillin akan
mengambat pembentukan dari dinding bakteri, dimana penggunaan penicillin diberikan kepada
pasien infeksi pneumokokal, streptokokkus seperti endocarditis yang diakibatkan oleh bakteri
dari penyebaran lewat gigi, staphylococcus, meningokokkus, dan gonococcus.

11. Chlorhexidine Gluconate (Peridex, Periogard)


- mekanisme
Chlorhexidine merupakan antiseptic dan antimikrobial untuk berkumur . untuk melindungi
secara luas dari bakteri . obat ini membunuh bakteri dengan cara berikatan dengan dinding sel
-

bakteri
Indikasi
Sering diresepkan untuk mengobati gingivitis yang menyebabkan kemerahan , bengkak dan
perdarahan pada gusi . obat ini aman dan efficacy
Dosis
15 ml (1 Tbsp) dua kali sehari ( pagi dan malam ) selama 30 detik setelah menyikat gigi .
Interaksi obat
Tidak signifikan
Wanita hamil
Belum ada penelitian yang adekuat
Wanita meyusui
Belum diketahui
Efek samping
Mewarnai gigi dan area mulut, dental calculus, ganguan pengecap, sakit gigi, iritasi mukosa
mulut.