Anda di halaman 1dari 8

Topik : Diare Akut Tanpa Dehidrasi

Tanggal (kasus): 1610 -2013

Presentan

: dr. Abraham

Tanggal Presentasi: 29-10-2013

Pendamping : dr. Hj. Desri Marlina

Tempat presentasi: RSUD Selasih

Obyektif Presentasi:
Keilmuan

Keterampilan

Penyegaran

Tinjauan Pustaka

Diagnostik

Manajemen

Masalah

Istimewa

Neonatus

Bayi

Anak

Remaja

Dewasa

Lansia

Bumil

Deskripsi :
Pasien anak perempuan usia 2 tahun 1 bulan datang dengan keluhan mencret sejak 5 hari lalu.
BAB 3x/hari dengan konsistensi cair dengan sedikit ampas, darah (-), lendir (-). Orang tua
nya mengatakan bahwa terdapat demam sejak 5 hari lalu, bersamaan dengan timbulnya
mencret. Os masih mau minum asi. Batuk (-), pilek (-), muntah (-), BAK terakhir 10 jam
smrs. Ibu os mengatakan bahwa 1 minggu lalu baru mengganti susu nya dengan susu
Bendera.

Tujuan :
Definisi diare, etiologi diare, patogenesis diare, derajat dehidrasi, penatalaksanaan diare.

Bahan Bacaan :

Tinjauan Pustaka

Cara membahas :

Diskusi

Riset

Presentasi & Diskusi

Kasus
Email

Audit
Pos

Data Pasien
Nama Pasien

: An. C

Nama Klinik

: RSUD SELASIH

Data Utama untuk bahan diskusi :


1. Gejala Klinis :
Pasien anak perempuan usia 2 tahun 1 bulan datang dengan keluhan mencret sejak 5
hari lalu. BAB 3x/hari dengan konsistensi cair dengan sedikit ampas, darah (-),
lendir (-). Orang tua nya mengatakan bahwa terdapat demam sejak 5 hari lalu,
bersamaan dengan timbulnya mencret. Os masih mau minum asi. Batuk (-), pilek (-),
muntah (-), BAK terakhir 10 jam smrs. Ibu os mengatakan bahwa 1 minggu lalu baru
mengganti susu nya dengan susu Bendera.
2. Riwayat Pengobatan:
Pasien belum pernah berobat untuk keluhan ini.
3. Riwayat Penyakit Dahulu:
Tidak ada.
4. Riwayat Penyakit Keluarga :
Tidak ada.
5. Riwayat Pekerjaan:
Tidak ada
6. Diagnosis
Diare akut tanpa dehidrasi
7. Lain-lain:
Tidak ada.

Daftar Pustaka:
1. Behram, Kliegman, Alvin. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Edisi 15. Vol.2. Ed.15 EGC :
Jakarta. 2000. Hal 889-93
2. Juffire M, Mulyani NS. Modul Pelatihan Diare. UKK-Hepatologi IDAI 2009.

3. Suraatmaja, Sudaryat. Diare Akut. Kapita Selekta Gastroenterologi Anak. Sagung Seto.
Jakarta.2005.
4. Buku Saku Petugas Kesehatan Lintas Diare. Depkes RI 2010.
5. Buku Saku WHO Pelayanan Kesehatan Anak Di Rumah Sakit

Hasil Pembelajaran :
1)
2)
3)
4)
5)

Definisi Diare
Etiologi Diare
Patogenesis Diare
Derajat Dehidrasi
Penatalaksanaan Diare

Rangkuman :
Subjektif:
Pasien anak perempuan usia 2 tahun 1 bulan datang dengan keluhan mencret sejak 5
hari lalu. BAB 3x/hari dengan konsistensi cair dengan sedikit ampas, darah (-),
lendir (-). Orang tua nya mengatakan bahwa terdapat demam sejak 5 hari lalu,
bersamaan dengan timbulnya mencret. Os masih mau minum asi. Batuk (-), pilek (-),
muntah (-), BAK terakhir 10 jam smrs. Ibu os mengatakan bahwa 1 minggu lalu baru
mengganti susu nya dengan susu Bendera.
Objektif:
Pemeriksaan Umum:
Keadaan umum : tampak sakit ringan
Kesadaran: kompos mentis

Tanda Vital:

Nadi
Pernafasan
Suhu

: 120x/mnt
: 28x/m
: 36,8 C

Status generalis:

Kepala
Mata
Mulut
Thorax

: normocephal, ubun-ubun datar


: konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), mata cekung (+/+)
: kering ( + ), sianosis ( - ), lidah basah (+)
: Paru
: suaran napas vesikuler, suara tambahan rh-/-, wh-/-,
Jantung : BJ I dan II reguler
Abdomen
: Supel, BU + n, turgor kulit kembali cepat
Ekstremitas : akral hangat, CRT <2

Pemeriksaan Lab :
Hb
: 11,5 gr/dL
Leukosit
: 8.300 /uL
Trombosit : 252.000 /uL
Ht
: 35,2 %
Malaria
: Negatif
Widal
: O 1/80, H Negatif

Assesment:
Diare akut tanpa dehidrasi
Planning :

Oralit 3 sachet / hari atau setiap habis mencret


Zinc tablet 1 x 1 selama 10 hari
Lacto B sachet 2x1
Paracetamol syr 3x1 cth

Hasil Pembelajaran:
Definisi :

Diare akut adalah buang air besar lembek atau dapat berupa air saja, dengan frekuensi 3x/hari
atau lebih, dan berlangsung dalam waktu kurang dari satu minggu.

Etiologi Diare :
1. Faktor infeksi
a. Infeksi enteral:
Infeksi bakteri : Vibrio, E.coli, Salmonella, Shigella.
Infeksi virus : Rotavirus, Enterovirus, Adenovirus.
Infeksi parasit : Cacing (Ascaris, Trichuris, Oxyuris), Protozoa (E.histolytica,
Giardia Lambia, Trichomonas), Jamur (Candida albicans).
b. Infeksi parenteral, yaitu infeksi di luar sistem pencernaan, seperti OMA,
Tonsilofaringitis, Bronkopneumonia, Encephalitis.

2. Faktor Malabsorbsi
- Malabsorbsi karbohidrat
- Malabsorbsi lemak
- Malabsorbsi protein
3. Faktor makanan: makanan basi, beracun, alergi makanan tertentu.
4. Faktor psikologis : rasa takut dan cemas.

Patogenesis Diare
1. Gangguan Osmotik
Akibat terdapat makanan atau zat yang tidak dapat diserap, menyebabkan tekanan
osmotik meninggi, sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit di rongga usus
2. Gangguan Sekresi
Akibat rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinding usus, sehingga terjadi
peningkatan sekresi air dan elektrolit di rongga usus.
3. Gangguan Motilitas usus
Hiperperistaltik akan mengakibatkan usus kekurangan kesempatan untuk menyerap
makanan, sehingga terjadi diare. Sebaliknya bila peristaltik usus menurun, hal ini
dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri yang dapat menimbulkan diare juga.

Derajat Dehidrasi : (Terdapat 2 tanda atau lebih)

Penatalaksanaan Diare :
Terdapat lima lintas tatalaksana, yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.

Oralit (Rehidrasi)
Zinc 10 hari
Asi diteruskan
Antibiotik Selektif
Edukasi

Rencana Terapi A
Rawat jalan
Berikan cairan / ASI lebih banyak dari biasanya
Oralit yang harus diberikan sebagai tambahan bagi kebutuhan cairannya seharihari :
< 1 tahun : 50-100 ml tiap kali BAB
>1 tahun : 100-200ml tiap kali BAB
Beri tablet Zinc
Pada anak berumur 2 bulan ke atas, beri tablet zink selama 10 hari dengan dosis
Umur < 6 bulan : tablet (10 mg) per hari
Umur > 6 bulan : 1 tablet (20 mg) per hari
Antibiotik hanya sesuai indikasi
Nasihati ibu untuk membawa anak ke petugas kesehatan bila:
BAB cair lebih sering
muntah berulang
sangat haus
makan / minum sedikit
timbul demam
BAB berdarah
Tidak membaik dalam 3 hari

Rencana Terapi B
(Dehidrasi Ringan Sedang)
Terapi sama dengan Rencana Terapi A, hanya berbeda dalam pemberian cairan:
Jumlah oralit yang duberikan dalam 3 jam pertama di sarana kesehatan: 75 ml x BB
anak.
Jika BB anak tidak dapat diketahui, berikan oralit sesuai tabel di bawah ini:
Umur sampai
Berat badan
Jumlah Cairan

4 bln
< 6 kg
200-400 ml

4-12 bln
6-10 kg
400-700 ml

12-24 bln
10-12 kg
700-900 ml

2 thn-5 thn
12-19 kg
900-1400 ml

Setelah 3 jam, nilai kembali anak menggunakan bagan penilaian, lalu pilih rencana terapi
A, B, atau C untuk melanjutkan terapi.
-

Bila tidak ada dehidrasi, ganti ke rencana terapi A.


Bila tanda menunjukkan dehidrasi ringan/sedang, ulangi terapi B
Bila tanda menunjukkan dehidrasi berat, ganti dengan rencana terapi C

Rencana Terapi C
(Dehidrasi Berat)
Penderita dengan dehidrasi berat, yaitu dehidrasi lebih dari 10% untuk bayi dan anak dan
menunjukkan gangguan tanda-tanda vital tubuh (somnolen-koma, pernafasan Kussmaul,
gangguan dinamik sirkulasi) memerlukan pemberian cairan elektrolit parenteral (RL atau
NaCl). Penggantian cairan parenteral menurut panduan WHO diberikan sebagai berikut :
Bayu <1 tahun: 30ml/kgbb dalam 1 jam, selanjutnya 70ml/kgbb dalam 5 jam
Anak >1 tahun: 30ml/kgbb dalam 1/2 jam, selanjutnya 70ml/kgbb dalam 2 jam
Nilai kembali tiap 15-30 menit, bila denyut masih lemah atau belum teraba, beri tetesan
lebih cepat.
Setelah 6 jam (bayi) atau 3 jam (anak), nilai lagi derajat dehidrasi kemudian piluh rencana
terapi yang sesuai (A, B, atau C).
Edukasi : Nasihati orang tua untuk mengganti susunya menjadi susu rendah laktosa.