Anda di halaman 1dari 27

Prevalensi dan Insiden Sifilis pada Pendonor Darah di Israel

Angga
Septriansyah
Shabrina Izzati
Nurul Aini Yudita

Abstrak
Data 1.290.222

Penduduk

Koinfeksi
Insidennya
66,8%
33,2%

Sifilis

Pendahuluan

Di Israel,

Data Departemen Kesehatan Israel oleh kantor


regional WHO di Eropa mengenai insiden Sifilis di Israel

2,52 per 100.000

Penelitian ini mempelajari mengenai


prevalensi dan insiden sifilis serta
koinfeksi dengan penyakit menular
lain pada darah relawan/pendonor
dari Israel National Magen David
Adom Blood Services ( MDABS )
mulai tahun 2005-2009 untuk
menilai penyebab dari penyakit
menular seksual terhadap populasi
ini

BAHAN DAN METODE

Metode
logistik
Seluruh regresi
Skrining
pendonor
untuk Virus-Virus
darah diLain
Israel
yang
yang
Bertransmisi
merupakanMelalui
sukarelawan
Transfusi
yan
Uji
Skrining untuk Sifilis

Populasi Penelitian
Yaitu seluruh pendonor darah di
Israel yang merupakan sukarelawan
yang tidak dibayar. Penelitian ini
menggunakan data rekam medis
pendonor MDA Blood Services untuk
periode 2005-2009.

Kriteria eksklusi meliputi:


- menderita hepatitis atau HIV, pria yang
pernah melakukan hubungan seks dengan
pria, pekerja seks dikeluarkan secara
permanen
- pendonor yang berobat untuk sifilis atau
gonore dalam tahun sebelumnya, pernah
melakukan hubungan seks dengan orangorang yang telah disebutkan di atas
dikeluarkan sementara selama 12 bulan

Uji Laboratorium
Skrining untuk Sifilis
- Uji ini sudah dilakukan menggunakan serologi
spesifik Treponema Pallidum hemagglutination
assay (TPHA) dari uji hemaglutinasi autoindirek
Biokit-Syphagen TPHA (Biokit, Barcelona, Spanyol).
Jika dua dari tiga menunjukkan hasil yang positif
(Repeat Reactive), unit tersebut dikeluarkan dan
sampel dikirim ke National Reference Laboratory
for Venereal Diseases of the Israeli Ministry of
Health untuk uji konfirmasi serologis menggunakan
uji hemaglutinasi TPHA yang berbeda.

- Berdasarkan hasil konfirmasi, pendonor


dapat digolongkan menjadi:
(a)Infeksi Aktif/ Baru: jika hasil konfirmasi
adalah salah satu dari berikut ini: VDRL +
TPHA+ FTA+; VDRL- TPHA- FTA+; VDRL+
TPHA- FTA+ atau VDRL+ TPHA+ FTA-,
pendonor belum diobati dan oleh karena itu
mungkin bisa menjadi penyebab infeksi.
(b)Scar Serologis/ Infeksi yang lalu: jika hasil
konfirmasi adalah VDRL- TPHA+ FTA+

Skrining untuk Virus-Virus Lain yang


Bertransmisi Melalui Transfusi
Uji ini dilakukan di laboratorium MDABS
menggunakan chemiluminescentimmunoassay
untuk human immunodeficiency virus (HIV),
hepatitis B (HBV), hepatitis C (HCV), dan
human T-lymphotropic virus (HTLV) (Prism,
Abbott laboratories, USA), dan Individual Unit
Nucleic Acid Testing (ID-NAT) untuk HIV, HBV,
dan HCV menggunakan Procleix Ultrio
(Novartis, USA).

Analisis Statistik
Uji chi-square digunakan untuk
menguji hubungan antara variabelvariabel kategori.
Regresi logistik digunakan untuk
menginvestigasi variabel-variabel yang
berhubungan dengan seropositif total
(Ya/Tidak) dan infeksi baru (Ya/Tidak).
Variabel-variabel tersebut meliputi:
usia, negara kelahiran, tahun imigrasi.

HASIL

Jenis

ASAL NEGARA

Imigran baru (tahun


imigrasi th 1990) dari
Afrika, Eropa Timur, dan
Amerika Selatan memiliki
risiko lebih tinggi untuk
sifilis (OR= 19.0,10.8, dan
7.3) dingkan dengan
pendonor kelahiran israel
dan yg bermigrasi th<
1990.

KOINFEKSI
HIV

DISKUSI
Penelitian sebelumnya perilaku
seksual berisiko tinggi (cnt: pekerja
seks, pria dengan pria) memiliki risiko
tinggi untuk sifilis
Data pada tahun 2005-2009
menunjukkan prevalensi 47 per
100.000, 33% didiagnosis sebai
infeksi saat ini dan 67% infeksi pada
masa lampau/ serological scars

Prevalensi sifilis meningkat


berdasarkan usia
Pendonor
usia 35-44
tahun dan >
45 tahun
risiko 6.5
dan 7.4 kali
24 tahun
atau kurang

sejalan
dengan
penelitian
lain
peningkatan
sifilis primer
atau sekunder
pada dewasa
di USA seiring
dengan
penambahan
umur.

.Th 1990 - 2001 >900.000 imigran


datang ke Israel ( 13% dari total
penduduk Israel.
Kebanyakan berasal dari Uni Soviet
dan Afrika
imigran baru dari Afrika dan eropa
timur yang tiba setelah tahun 1990
memiliki risiko masing masing 19
dan 10.8 kali lebih besar untuk
seropositif sifilis

Afrika
Penelitian

Sebuah studi di masa depan


direncanakan untuk menilai
pengetahuan, sikap, dan perilaku
relawan donor darah. Penilaian
terhadap donor darah kemungkinan
dapatmeningkatkan kesehatan
masyarakat dan meningkatkan
keamanan dan kualitas darah.

TERIMA KASIH.