Anda di halaman 1dari 11

TUGAS STRATEGI PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELJARAN(RPP)

DISUSUN OLEH:
1. Elais Dwi Guinensis(A1E014018)
2. Anggreni Indika Seprapti(A1E014018)
3. Deya Hilda Okta Putri(A1E014018)
4. Krisma Ayu(A1E014074)
5. Nova Widya Putri(A1E014018)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2015

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Rpp)


Perpindahan Kalor

Sekolah
Mata Pelajaran
Tema
Subtema
Kelas/Semester
Alokasi Waktu
Pertemuan

: SMA N 1 Seluma
: Fisika
: Elastisitas
: tegangan regangan dan modulus elastisitas
: X/II
: 30 menit
:1

KOMPETENSI INTI:
KI -1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI-2
: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI-3
: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI-4
: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
Materi
Indikator Pencapaian
Kompetensi Dasar
Pembelajaran
Kompetensi
Perpindahan 1.2 Menyadari kebesaran Tuhan yang 1. Menunjukkan rasa syukur
mengatur karakteristik fenomena
terhadap
Tuhan
YME
Kalor
perpindahan kalor
mengenai ciptaan Tuhan
yang sempurna, seperti panas
yang di pancarkan Matahri
sebagai sumber energi panas
Bumi.
2.1.

Menunjukkan perilaku ilmiah 1. Menunjukkan sikap hati-hati,


(memiliki rasa ingin tahu; objektif;
kerja sama dan teliti dalam
jujur; teliti; cermat; tekun; hatimelakukan percobaan
hati; bertanggung jawab; terbuka; 2. Menunjukkan sikap teliti dan
kritis; kreatif; inovatif dan peduli
inovatif
dalam
aktivitas
lingkungan) dalam aktivitas seharisehari-hari
hari sebagai wujud implementasi

sikap dalam melakukan diskusi


2.2 Menghargai kerja individu dan 1. Menunjukkan sikap kerja
kelompok dalam aktivitas seharisama
dan
menghargai
hari sebagai wujud implementasi
pendapat sesama
dalam
melaksanakan diskusi
melakukan diskusi
3.8 Menganalisis perpindahan kalor 1. Mempelajari
perpindahan
pada kehidupan sehari-hari
kalor baik radiasi, konveksi
dan konduksi
2. Mampu menyebutkan contoh
fenomena perpindahan kalor
pada kehidupan sehari- hari
3. Mampu
menganalisi
keuntungan dan kerugian dari
perpindahan kalor
4.8 Merencanakan dan melaksanakan 1. Mengemukakan
hasil
percobaan
untuk
menyelidiki
pengamatan melalui media
karakteristik termal suatu bahan,
tentang perpindahan kalor
terutama
kapasitas
dan
secara konveksi,radiasi dan
konduktivitas kalor
konduks

A. Tujuan Pembelajaran
1. Menjelaskan perpindahan kalor baik konveksi ,radiasi dan konduksi
B. Materi Pembelajaran
Perpindahan kalor secara Konduksi, Konveksi dan Radiasi
Kalor merupakan energi yang berpindah dari suatu zat yang bersuhu tinggi ke suatu zat
yang suhunya lebih rendah. Nah, proses perpindahan kalor tersebut dibagi menjadi 3
jenis diantaranya sebagai berikut:
Konduksi
Konduksi merupakan proses perpindahan kalor tanpa disertai dengan perpindahan
partikelnya. Proses konduksi ini secara umum terjadi pada logam atau yang bersifat
konduktor (menghantarkan panas). Seperti tampak pada gambar di bawah ini.
Bagaimanakah proses perpindahan kalor secara konduksi?
Dalam konduksi yang berpindah hanyalah energi saja yaitu berupa panas. Saat kita
mengaduk teh panas dengan sendok, maka lama kelamaan tangan kita terasa panas dari
ujung sendok yang kita pegang. Atau saat kita membuat kue menggunakan wadah berupa
aluminium yang disimpan di oven jua termasuk proses konduksi yang terjadi dalam
kehidupan sehari-hari.
Lebih jelasnya, sebuah benda terdiri dari partikel-partikel pembentuk benda tersebut.
Sebut saja sendok yang terbuat dari logam aluminium terdiri dari partikel-partikel logam
yang sangat berdekatan letaknya. Sehingga saat ujung sendok dikenai panas maka
partikel diujung tersebut memperoleh energi panas yang membuatnya bergetar dan
bertumbukan dengan partikel disebelahnya tanpa ikut berpindah.

Akibatnya partikel partikel terus bergetar dan membuat partikel lainnya ikut bergetar dan
memperoleh energi berupa panas hingga ujung sendok satunya lagi.
Besarnya energi konduksi disebut juga laju konduksi ditentukan oleh persamaan berikut:

Keterangan:
Q = kalor (joule)
k = koefisien konduski (konduktivitas termal)
t = waktu (s)
A = luas penampang (m persegi)
L = panjang logam (m)
T = Suhu (kelvin)
Konveksi
Konveksi adalah proses perpindahan kalor dengan disertainya perpindahan partikel.
Konveksi ini terjadi umumnya pada zat fluid (zat yang mengalir) seperti air dan udara.
Konveksi dapat terjadi secara alami ataupun dipaksa.

Memasak Air, contoh Konveksi


Konveksi alamiah misalnya saat memasak air terjadi gelembung udara hingga mendidih
dan menguap. Sedangkan konveksi terpaksa contohnya hair dryer yang memaksa udara
panas keluar yang diproses melalui alat tersebut.
Bagaimanakah proses terjadinya konveksi saat memasak air?
Air merupakan zat cair yang terdiri dari partikel-partikel penyusun air. Saat memasak air
dalam panci, api memberikan energi kepada panci dalam hal ini termasuk proses
konduksi.
Kemudian panas yang diperoleh panci kemudian dialirkan pada air. Partikel air paling
bawah yang pertama kali terkena panas kemudian lama kelamaan akan memiliki massa
jenis yang lebih kecil karena sebagian berubah menjadi uap air.
Sehingga saat massa jenisnya lebih kecil partikel tersebut akan berpindah posisi naik ke
permukaan. Air yang masih diatas permukaan kemudian turun ke bawah menggantikan

posisi partikel yang tadi. Begitulah seterusnya hingga mendidih dan menguap seperti
tampak pada gambar di bawah ini:

Proses Konveksi
Besarnya energi konveksi atau bisa disebut laju konveksi ditentukan oleh persamaan
berikut:

Keterangan:
Q = kalor (joule)
h = koefisien konveksi
t = waktu (s)
A = luas penampang (m persegi)
T = Suhu (kelvin)
Radiasi
Radiasi merupakan proses peripandahan kalor yang tidak memerlukan medium
(perantara). Radiasi ini biasanya dalam bentuk Gelombang Elektromagnetik (GEM) yang
berasal dari matahari. Namun demikian dalam kehidupan sehari-hari proses radiasi juga
berlaku saat kita berada didekat api unggun, seperti gambar di bawah.
Bagaimanakah proses radiasinya? Matahari adalah sumber cahaya di bumi, sinarnya
masuk ke bumi melewati filter yang disebut atmosfer, sehingga cahaya yang masuk ke
bumi adalah cahaya yang tidak berbahaya. Cahaya yang masuk ke bumi melalui lapisan
atmosfer itu dikenal dengan gelombang elektromagnetik yang terbagi ke dalam
gelombang pendek dan gelombang panjang. Seperti Radio, TV, Radar, Inframerah,
Cahaya Tampak, Ultraviolet, Sinar X dan Sinar Gamma.

ilustrasi radiasi
Sinar Gelombang Elektromagnetik tersebut dibedakan berdasarkan panjang gelombang
dan frekuensinya. Semakin besar panjang gelombang semakin kecil frekuensinya. Energi
radiasinya tergantung dari besarnya frekuensi dalam arti semakin besar frekuensi
semakin besar energi radiasinya. Sinar Gamma adalah gelombang elektromagnetik dan
sinar radioaktif dengan energi radiasi terbesar.
Dalam kasus ini, terdapat hal yang disebut radiasi benda hitam, yang memaparkan bahwa
semakin hitam benda tersebut maka energi radiasi yang dikenainya juga makin besar.
Hal ini adalah fakta sehari-hari. Saat kita menjemur pakaian hitam dan putih dibawah
sinar matahari berwarna dengan jenis dan tebal yang sama, maka pakaian warna hitam
akan lebih cepat kering dibandingkan dengan pakaian berwarna putih.
Oleh karena itu, warna hitam dikatakan sempurna menyerap panas, sedangkan warna
putih mampu memantulkan panas atau cahaya dengan sempurna. Sehingga emisivitas
bahan (kemampuan menyerap panas) untuk warna hitam e = 1 sedangkan warna putih e
= 0. Untuk warna lainnya berkisar antara 0 dan 1.
Besarnya energi radiasi benda hitam tergantung pula pada tingkat derajat suhunya.
Seperti yang terlihat dari rumus energi radiasi berikut:

Keterangan:
P = Daya Radiasi/Energi Radiasi setiap Waktu (watt)
Q = Kalor (joule)
t = waktu (s)
e = emisivitas bahan
A = luas penampang (m2)
T = suhu (kelvin)
o = konstanta stefan boltzmann (5,67 x 10-8
C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan umum
: pendekatan saintifik
2. Metode
: Discovery, diskusi
D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media
: Powerpoint unit 7, infocus
2. Sumber : Buku Fisika kelas X, Penerbit Bailmu Dr.Eng Zaki Suud(ed)
E. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Mengkondisikan siswa untuk belajar dan

Alokasi waktu
5 menit

memotivasi siswa terkait tentang perpindahan


kalor, serta mendiskusikan perpindahan kalor
dalam kehidupan sehari-hari
b. Apersepsi:
-

Apa yang Anda ketahui tentang perpinadahan


kalor secara konduksi,

Sebutkan contoh perpindahan kalor secara


koduksi dan radiasi.

c. Mengkondisikan siswa duduk berkelompok


d. Menyampaikan inti tujuan pembelajaran hari
ini tentang perpindahan kalor.
e. Memberikan sebuah video tentang
perpindahan kalor(mengamati)

20 menit

2. Inti
a. Membimbing

siswa

secara

berkelompok

untuk.
Pengumpulan Data
1) Mengumpulkan informasi dari sumber lain
tentang perpindahan kalor secara konduksi
beserta contohnya.
2) Mengumpulkan informasi dari sumber lain
tentang perpindahan kalor secara konveksi
beserta contohnya..
3) Mengumpulkan informasi dari sumber lain
tentang perpindahan kalor secara radiasi
beserta contohnya..
Mengamati
1) Menyimak uraian tentang perpindahan kalor
secara koduksi dan persamaannya.
2) Mengamati perpindahan kalor secara konveksi
dan persamaannya.
3) Meperhatikan uraian tentang perpindahan

kalor secara radiasi dan persamaanny


Mengasosiasi
1) Menyimpulkan tentang perpindahan kalor

secara konduksi,konveksi dan Radiasi


Mengkomunikasikan
1) Mempresentasikan perpindahan kalor secara
konduksi, konveksi, dan radisai di depan
kelas.
2) Memaparkan tentang peneparan perpindahan
kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi
dalam kehidupan sehari-hari.
Menanya
1) Menanyakan

bagaimana

keuntungan

dan

kerugian dari perpindahan kalor baik secara


konveksi,konduksi dan radiasi.
b. Mendiskusikan

dan

menyimpulkan

perpindahan kalor secara konduksi, konveksi,


dan

radisai

serta

penerapannya

dalam

kehidupan sehari-hari.

5 menit

3. Penutup
Mendorong siswa untuk melakukan:
a. menyimpulkan

perpindahan

kalor

secara

kalor

secara

radisai

serta

konduksi, konveksi, dan radisai.


b. merefleksikan
konduksi,

perpindahan

konveksi,

dan

penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.


c. menemukan nilai-nilai tanggng jawab yang
dapat dipetik dari aktivitas hari ini.

PENILAIAN
1. Teknik dan Bentuk Instrumen

Teknik
Pengamatan Sikap

Bentuk Instrumen
Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik

Tes Unjuk Kerja

Tes Uji Praktik Kerja dan Rubrik

Tes Uraian dan Pilihan


Panduan Penyusunan Portofolio

Tes Tertulis
Portofolio
2. Contoh Instrumen
a. Lembar Pengamatan Sikap
No

Aspek yang dinilai

Menunjukkan rasa syukur terhadap Tuhan


YME mengenai ciptaan Tuhan yang
sempurna, seperti panas yang di pancarkan
Matahri sebagai sumber energi panas Bumi.

Menunjukkan rasa ingin tahu terhadap materi


yang sedang dipelajari dalam aktivitas seharihari

Bersikap objektif dan kritis dalam


mengemukakan pendapat dan mengambil
kesimpulan

Aktif dalam berdikusi/tanya jawab dan


menyelesaikan masalah

Keterangan

Rubrik Penilaian Sikap


No
1

Aspek yang dinilai


Menunjukkan rasa syukur
terhadap Tuhan YME
mengenai ciptaan Tuhan yang
sempurna, seperti panas yang
di pancarkan Matahri sebagai
sumber energi panas Bumi.

Rubrik
3: selalu menunjukkan ekspresi rasa syukur kepada
Tuhan YME mengenai ciptaan Tuhan yang
sempurna, seperti panas yang di pancarkan
Matahari sebagai sumber energi panas Bumi.
2: jarang menunjukkan ekspresi atau ungkapan
syukur, namun menaruh minat terhadap
kebesaran Tuhan saat refleksi
1: tidak pernah menunjukkan ekspresi rasa syukur,
atau menaruh minat terhadap terhadap kebesaran
Tuhan saat refleksi

Menunjukkan rasa ingin tahu


terhadap materi yang sedang
dipelajari dalam aktivitas
sehari-hari

3: selalu menunjukkan rasa ingin tahu yang besar,


antusias, terlibat aktif dalam kegiatan belajar
baik individu maupun berkelompok
2: jarang menunjukkan rasa ingin tahu, namun
tidak terlalu antusias, dan baru terlibat aktif
dalam kegiatan kelompok ketika disuruh
1: tidak pernah menunjukkan antusias dalam
pengamatan, sulit terlibat aktif dalam kegiatan
kelompok walaupun telah didorong untuk

terlibat
2

Bersikap objektif dan kritis


dalam mengemukakan
pendapat dan mengambil
kesimpulan

3: selalu bersikap objektif dan kritis dalam


mengemukakan pendapat dan mengambil
kesimpulan.
2: jarang bersikap objektif dan kritis dalam
mengemukakan pendapat dan mengambil
kesimpulan
1: tidak pernah bersikap objektif dan kritis dalam
mengemukakan pendapat dan mengambil
kesimpulan

Aktif dalam berdikusi/tanya


jawab dan menyelesaikan
masalah

3: selalu bersikap aktif dalam berdikusi/tanya


jawab dan menyelesaikan masalah.
2: jarang bersikap aktif dalam berdikusi/tanya
jawab dan menyelesaikan masalah
1: tidak pernah bersikap aktif dalam
berdikusi/tanya jawab dan menyelesaikan
masalah

Deskripsi sikap ini digunakan untuk pertimbangan dalam menentukan profil siswa (bukan
angkanya yang penting, namun deskripsi sikap siswa).
b.

No

Lembar Tes Unjuk Kerja


Aspek yang dinilai

Ya

Tidak Keterangan

Menguasi prosedur dalam praktikum dengan


benar
Dapat menggunakan alat dengan benar teiliti
dalam kegiatan pembelajaran praktikum
Aktif dan dapat bekerja sama dalam proses
mengamati dan observasi

2
3
4

Jujur dalam mengumpulkan data hasil


pengamatan, observasi dengan benar dan
mengolah serta menyajikan data hasil
pengamatan

Membersihkan peralatan setelah


menyelesaikan praktikum

c.

Lembar Tes Tertulis


1. Tenaga total suatu sumber radiasi benda hitam bersuhu mutlak T yang
dikumpulkan selama 81 menit digunakan untuk mendidihkan air dalam suatu
bejana dari suhu awal yang sama dengan suhu kamar. Jika suhu benda hitam
dinaikkan menjadi 1,5T, maka waktu yang diperlukan dalam menit untuk
proses pendidihan jumlah air yang sama dari suhu kamar berkurang menjadi

d.

a. 64
d. 24
b. 54
e. 16
c. 36
2. Suatu benda hitam pada suhu 27oC memancarkan energi R J/s. benda hitam
tersebut dipanasi hingga suhunya menjadi 327oC. Energi yang dipancarkan
menjadi
a. 2R
d. 12R
b. 4R
e. 16R
c. 6R
Penyelesaian:
1. b
2. c
3. b
4. e
5. e
Lembar Portofolio
Kalor dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Salah satu perpindahan
kalor, yaitu dengan cara konduksi. Konduksi adalah perpindahan kalor melalui
suatu zat tanpa diserta perpindahan partikel-partikel zat tersebut. Berdasarkan
daya hantar kalor, benda dibendakan menjadi dua , yaitu konduktor dan isolator.
Untuk mengatahui adanya perpindahan kalor secara konduksi Anda dapat
mengamati kegiatan berikut bersama teman kelompok Anda. Pertama sediakanah
alat dan bahan yang akan digunakan, seperti kaki tiga, pembakar spirtus,
tembaga, besi, kaca, kasa asbes, lilin, dan korek api. Kemudian susunlah tembaga,
besi, dan kaca di atas kaki tiga serta pembakar spirtus di bawah kaki tiga.
Letakkan sedikit lilin pada masing-masing ujung batang tembaga, besi, dan kaca.
Panaskan ketiga batang tersebut di atas pembakar spirtus. Tunggu sampai
beberapa saat. Amatilah keadaan masing-masing lilin pada ujung batang tembaga,
besi, dan kaca. Bahan material manakah yang lebih dulu mencair? Diskusikan
hasilnya dengan teman Anda. Presentasikan hasilnya di depan kelas.