Anda di halaman 1dari 7

XVII.

FARMASI
1.a. Waktu tunggu pelayanan obat jadi
Indikator

: Waktu tunggu pelayanan obat jadi

Dimensi Mutu

: Efektifitas,

kesinambungan

pelayanan,

efisiensi
Tujuan Indikator

: Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi

Definisi Operasional

: Waktu tunggu pelayanan obat jadi adalah


tenggang waktu mulai pasien menyerahkan
resep sampai dengan menerima obat jadi

Frekwensi updating indikator


Periode dilakukan analisa
Numerator

: 1 bulan
3 bulan
: Jumlah kumulatif waktu tunggu pelayanan
obat jadi pasien yang disurvei dalam satu
bulan

Denumerator

: Jumlah pasien yang disurvei pada bulan


tersebut

Sumber data

: Survei

Nilai

: 5 menit

Penanggung jawab pengumpul data

: Kepala Instalasi Farmasi

1.b. Waktu tunggu pelayanan obat racikan


Indikator

: Waktu tunggu pelayanan obat racikan

Dimensi Mutu

: Efektifitas,

kesinambungan

pelayanan,

efisiensi
Tujuan Indikator

: Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi

Definisi Operasional

: Waktu tunggu pelayanan obat racikan adalah

tenggang waktu mulai pasien menyerahkan


resep sampai dengan menerima obat racikan
Frekwensi updating indikator
Periode dilakukan analisa
Numerator

: 1 bulan
3 bulan
: Jumlah kumulatif waktu tunggu pelayanan
obat racikan

pasien yang disurvei dalam

satu bulan
Denumerator

: Jumlah pasien yang disurvei dalam bulan


tersebut

Sumber data

: Survei

Nilai

: 20 menit

Penanggung jawab pengumpul data

: Kepala Instalasi Farmasi

2. Tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat


Indikator

: Tidak adanya kejadian kesalahan pemberian


obat

Dimensi Mutu

: Keselamatan dan kenyamanan

Tujuan Indikator

: Tergambarnya kejadian kesalahan dalam

Definisi Operasional

pemberian obat
: Kesalahan pemberian obat meliputi :
salah dalam memberikan jenis obat
a. salah dalam memberikan dosis
b. salah orang
c. salah jumlah

Frekwensi updating indikator


Periode dilakukan analisa
Numerator

: 1 bulan dan sentinel event


3 bulan dan sentinel event
: Jumlah seluruh pasien instalasi farmasi yang

disurvei dikurangi jumlah pasien yang


mengalami kesalahan pemberian obat
Denumerator

: Jumlah seluruh pasien Instalasi Farmasi


yang disurvei

Sumber data

: Survei

Nilai

: 100 %

Penanggung jawab pengumpul data

: Kepala Instalasi Farmasi

3. Pemberi Pelayanan minimal D3 farmasi


Indikator

: Pemberi Pelayanan minimal D3 Farmasi

Dimensi Mutu

: Kompetensi Teknis

Tujuan Indikator

: Tersedianya pelayanan farmasi oleh tenaga


yang kompeten

Defenisi Operasional

: Tenaga kompeten farmasi adalah tenaga


yang telah mengikuti pendidikan formal di
bidang farmasi minimal D3 Farmasi

Frekuensi updating indikator


Periode dilakukan analisa
Numerator

: 6 bulan
1 Tahun
: Jumlah seluruh pegawai di Instalasi Farmasi
yang memiliki ijazah D3 Farmasi

Denumerator

: Jumlah seluruh Pegawai yang bertugas di


Instalasi Farmasi

Nilai

: 100 %

Sumber data numerator dan denumerator

: Kepegawaian

Penanggung jawab pengumpul data

: Kepala Pendidikan dan latihan Rumah Sakit

4. Ketersediaan

4. a. Obat Generik
Indikator

: Ketersediaan obat generik

Dimensi Mutu

: Akses

Tujuan Indikator

: Tersedianya obat generik yang lengkap di


Rumah Sakit

Definisi Operasional

: Obat generik adalah obat yang di tulis sesuai


dengan nama zat yang berkhasiat

Frekwensi updating indikator


Periode dilakukan analisa
Numerator

: 3 bulan
6 bulan
: Jumlah jenis obat generik yang ada di
Instalasi Farmasi

Denumerator

: Jumlah semua jenis obat generik yang


seharusnya ada di Instalasi Farmasi

Sumber data

: Instalasi farmasi

Nilai

: 95%

Penanggung jawab pengumpul data

: Kepala Instalasi Farmasi

4. b. Obat sesuai DOEN


Indikator

: Ketersediaan obat DOEN

Dimensi Mutu

: Akses

Tujuan Indikator

: Tersedianya obat DOEN yang lengkap di


Rumah Sakit

Definisi Operasional

: Obat DOEN adalah obat yang termasuk


dalam Daftar Obat Esensial Nasional yang
di tetapkan oleh pemerintah

Frekwensi updating indikator

: 3 bulan

Periode dilakukan analisa


Numerator

6 bulan
: Jumlah jenis obat DOEN yang ada di
instalasi farmasi

Denumerator

: Jumlah semua jenis obat yang termasuk


kedalam daftar DOEN

Sumber data

: Instalasi farmasi

Nilai

: 95 %

Penanggung jawab pengumpul data

: Kepala instalasi Farmasi

4. b. Obat paten yang tidak ada generiknya


Indikator

: Ketersediaan

obat paten yang tidak ada

generiknya
Dimensi Mutu

: Akses

Tujuan Indikator

: Tersedianya obat paten yang tidak ada


generik di Rumah Sakit

Definisi Operasional

: Obat paten yang tidak ada generiknya


adalah obat yang beredar mengandung zat
berkhasiat yang tidak tercantum dalam buku
DOEN.

Frekwensi updating indikator


Periode dilakukan analisa
Numerator

3 bulan
6 bulan

: Jumlah item obat paten yang tidak ada


generiknya yang ada di instalasi farmasi

Denumerator

: Jumlah semua item


instalasi farmasi

Sumber data

: Instalasi farmasi

Nilai

: 5 %

obat yang ada di

Penanggung jawab pengumpul data

: Kepala Instalasi farmasi

5. Kepuasan Pelanggan
Indikator

: Kepuasan pelanggan

Dimensi Mutu

: Kenyamanan

Tujuan Indikator

: Tergambarnya persepsi pelanggan terhadap


pelayanan farmasi

Definisi Operasional

: kepuasan pelanggan adalah pernyataan puas


oleh pelanggan terhadap pelayanan farmasi

Frekwensi updating indikator


Periode dilakukan analisa
Numerator

: 3 bulan
6 bulan
: Jumlah kumulatif hasil penilaian kepuasan
dari pasien yang disurvei (dalam prosen)

Denumerator

: Jumlah total pasien yang disurvei (n


minimal 50)

Sumber data

: Survei

Nilai

: 80 %

Penanggung jawab pengumpul data

: Kepala Instalasi Farmasi

6. Penulisan resep sesuai formularium Rumah Sakit


Indikator

: Penulisan resep sesuai formularium Rumah


Sakit

Dimensi Mutu

: Efisiensi

Tujuan Indikator

: Tergambarnya efisiensi pelayanan farmasi


kepada pasien

Definisi Operasional

: Penulisan resep sesuai formularium Rumah

Sakit adalah penulisan resep oleh dokter


pemberi

pelayanan

sesuai

dengan

Formularium obat yang digunakan Rumah


Sakit
Frekwensi updating indikator
Periode dilakukan analisa
Numerator

: 3 bulan
6 bulan
: Jumlah resep yang dituliskan oleh dokter
sesuai formularium dalam satu bulan

Denumerator

: Jumlah resep yang dituliskan oleh dokter


dalam satu bulan (n minimal 50)

Sumber data

: Survei

Nilai

: 90 %

Penanggung jawab pengumpul data

: Kepala Instalasi Farmasi