Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACUAN PEMBELAJARAN

BAHAYA NARKOBA

Pembimbing :
Wulan Apridita Sebastian, drg., MIPH
Disusun Oleh:
Nadya Andarani
2014-16-127
Annissa Dhania
2014-16-128
Dewi Puteri
2014-16-129
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS PROF. DR. MOESTOPO (BERAGAMA)
JAKARTA
2015
1. Tujuan
a. Kognitif

: agar para siswa mengetahui apa yang dimaksud dengan


narkoba

b. Afektif

: agar para siswa dapat menyadari bahaya dari narkoba

c. Psikomotor

: agar para siswa menghindari penggunaan narkoba

2. Pokok Bahasan
a. Definisi narkoba
b. Bentuk narkoba
c. Jenis narkoba
d. Bahaya narkoba
e. Cara pencegahan narkoba
3. Materi
a. Definisi narkoba
Secara etimologis, narkoba berasal dari bahasa Inggris narcose atau
narcosis yang berarti membuat tidur dan pingsan. Narkoba berasal
dari kata narcotic yang berarti sesuatu yang dapat menghilangkan rasa
nyeri dan dapat menimbulkan efek bengong.1
Menurut istilah kedokteran, narkoba adalah obat yang dapat
menghilangkan rasa sakit dan nyeri yang berasal dari rongga dada
dan rongga perut juga menimbulkan efek stupor atau bengong yang
lama dalam keadaan sadar serta menimbulkan adiksi atau kecanduan
sehingga menyebabkan pemakai narkoba tidak dapat lepas dari
keinginan untuk memakainya.1,2
b. Bentuk narkoba:

Alami :

Narkoba yang zat aditifnya diambil dari tumbuh-tumbuhan,


contohnya: Ganja merupakan tanaman perdu dengan daun

menyerupai daun singkong yang tepinya bergerigi dan berbulu


halus. Jumlah jarinya selalu ganjil 5,7,9.2

Semisintesis

Narkoba semisintesis adalah narkoba alami yang diolah dan


diambil zat aktifnya agar memiliki khasiat yang lebih kuat
sehingga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan dunia kedokteran,
contohnya: Morfin, Heroin/Putaw,

Sintesis

Narkoba sintetis adalah narkoba yang terbuat dari bahan kimia.


Narkoba ini digunakan untuk pembiusan dan pengobatan bagi
orang yang menderita ketergantungan narkoba (substitusi).2

c. Jenis narkoba
1. Opium
Getah berwarna putih yang keluar dari biji tanaman yang kemudian
membeku, dan mengering berwarna hitam cokelat.1

Tanaman Opium 6

2.Morfin
Morfin
digunakan

dalam

dunia kedokteran
sebagai bahan obat

penenang dan obat untuk menghilangkan rasa sakit atau nyeri .1

Morfin4

3.Ganja
Ganja

disebut

sebagai

marihuana

(marijuana), yang berarti memabukkan atau meracuni pohon ganja


termasuk tumbuhan liar.1

Tanaman ganja4

4.Kokain
Merupakan

tumbuhan

dapat dijadikan obat

yang

yang
memicu

metabolisme sel menjadi sangat cepat.1

Kokain 4

5.Heroin /
Heroin/putaw

Putaw
berbentuk seperti

tepung terigu:

halus, putih dan

agak kotor.2
Heroin/Putaw 7

6,Shabu-shabu
Berbentuk seperti bumbu masak, yakni kristal kecil-kecil berwarna
putih, tidak berbau, serta mudah larut dalam air alkohol.1
Shabu-Shabu 5

7.Ekstasi
Zat atau bahan

yang tidak

termasuk kategori

narkoba atau

alkohol, dan merupakan jenis zat adiktif yang tergolong simultansia


(perangsang).1
Ekstasi 5

7.Sedativa /
Di dunia

Hipnotika
kedokteran

terdapat jenis obat

yang berkhasiat

sebagai obat

penenang, dan

golongan ini termasuk psikotropika golongan IV.1

Sedatif /

d. Akibat yang
oleh

Hipnotika 8

ditimbulkan
narkoba

Pecandu narkoba akan merasakan perasaan sakit luar biasa, atau


yang disebut sakaw.1

Pernapasan tidak akan bekerja dengan baik dan cepat lelah.1

Penggunaan narkoba dengan dosis tinggi secara terus-menerus


akan menyebabkan kematian.1

Tergila-gila pada narkoba (ketergantungan).1

Mengalami kerusakan organ tubuh (hati, paru, ginjal, otak).2

Dapat terkena penyakit mematikan (HIV/AIDS, sifilis) 2

e. Cara pencegahan narkoba:


Mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa.1
Berani menolak ajakan untuk memakai obat terlarang (narkoba).3
Rajin belajar untuk menggapai cita-cita.3
Menjalin hubungan keluarga yang harmonis antara ayah, ibu dan

anak-anaknya.2
Mengikuti kegiatan yang positif seperti kegiatan olahraga,

kesenian, kegiatan sosial, kegiatan pengamanan lingkungan.1


Menjalin komunikasi yang baik antar teman dan tetangga.1

4. Alat Bantu atau Peraga


Alat peraga papan bantu untuk menjelaskan.
5. Metode
Ceramah
6. Waktu
15 menit
7. Kegiatan belajar mengajar
a. Mahasiswa dan para siswa/i masuk ke dalam ruangan
b. Mahasiswa memberikan salam dan memperkenalkan diri
c. Mahasiswa menerangkan kepada siswa/i dengan menggunakan
alat peraga berupa papan bantu
d. Setelah penjelasan selesai diberikan dan siswa/i sudah mengerti
kemudian dilakukan tanya jawab untuk memperoleh timbal
balik dari hasil pengarahan serta pemberian hadiah kepada
siswa/i yang aktif.
e. Mahasiswa memohon diri atau berpamitan kepada siswa/i dan
guru yang bersangkutan untuk keluar kelas serta mengucapkan
terima kasih atas perhatian dan partisipasinya.

8. Evaluasi
Untuk menilai keberhasilan dalam penyuluhan, evaluasi dilakukan
dengan mengadakan tanya jawab antara penyuluh dengan peserta
penyuluhan.

DAFTAR PUSTAKA
1. Eleanora FN. Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Serta Usaha Pencegahan
dan Penanggulangannya. Jurnal Hukum 25(1). 2011.
2. Gono JNS. Narkoba: Bahaya Penyalahgunaan dan Pencegahan.
3. Anindyajati M, Karima CM. Peran Harga Diri Terhadap Asertivitas
Remaja Penyalahgunaan Narkoba (Penelitian pada remaja penyalahgunaan
narkoba di tempat-tempat rehabilitasi penyalahgunaan narkoba). Jurnal
Psikologi 2 (1). 2004.
4. http://youthproactive.com/speak-up/permasalahan-penyalahgunaannarkoba-di-indonesia/ (diakses pada 26/09/2015)

5. http://www.portalkesehatan.com/berita/reaksi-di-tubuh-saat-orangkonsumsi-ekstasi/ (diakses pada 26/09/2015)


6. https://id.wikipedia.org/wiki/Opium (diakses pada 4/10/2015)
7. https://www.google.co.id/search?
q=putaw&es_sm=93&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CAcQ_AUo
AWoVChMI_t2s_KuqyAIVDCSOCh301gBe&biw=756&bih=579#imgrc=
Z8CGaTPgybga8M%3A (diakses pada 4/10/2015)
8. https://www.google.co.id/search?
q=sedatif+adalah&es_sm=93&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CA
cQ_AUoAWoVChMIqu6ogLOqyAIVh7eOCh0DSgFg&biw=1366&bih=6
23#imgrc=JBlXt3U_CB0PjM%3A (diakses pada 4/10/2015)