Anda di halaman 1dari 83

MK HIDROLIKA

OPEN CHANNELS (Semester-1)

Open Channel vs Close Conduit


Sifat-sifat Fluida
Properti Saluran Terbuka
Tipe-tipe Aliran dalam Saluran Terbuka
Persamaan Dasar dalam Hidrolika
Distribusi Kecepatan Aliran
vertikal/horisontal
7. Aliran Seragam & Kehilangan Tenaga/Friksi
8. Komputasi Hidrolika dalam Aliran Seragam
9. Pers. Bernoulli dalam Aliran Berubah Cepat
10. Aliran Kritis, Sub-kritis, Super kritis
1.
2.
3.
4.
5.
6.

MK HIDROLIKA
COLSED CONDUIT(Semester-2)
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.

Bilangan Froude / Fr
Aplikasi Persamaan Momentum
Aliran Berubah Lambat Laun dan Aplikasinya
Klasifikasi Profil Aliran
Solusi untuk Persamaan Aliran Berubah Lambat
Metode Numerik
Bangunan Air
Alat Ukur Aliran
Pengantar Aliran Fluida Compressible dan
Persamaan yang Digunakan

Karakter Juara
Mengapa karakter juara penting di dunia kerja?
Jawabnya sederhana: dunia kerja butuh pekerja
super. Yang cirinya (hasil survai ):
Mau bekerja keras
9,03%
Kepercayaan diri tinggi
8,75%
Mempunyai visi ke depan
8,37%
Bisa bekerja dalam tim
8,07%
Memiliki perencanaan yang matang 7,91%
Mampu berpikir analitis
7,82%
Mudah beradaptasi
7,12%
Mampu bekerja dalam tekanan
5,91%
Cakap berbahasa Inggris
5,27%
Mampu mengorganisasi pekerjaan
5,26%
2/16/16

Ir.Darmadi,MM

Tekun belajar bukan satu satunya cara untuk


menjadi lulusan juara. Anda perlu kegiatan
tambahan. Inilah tips dari dunia kerja;
Aktif berorganisasi
20,32%
Mengasah bahasa Inggris
18,60%
Tekun belajar
17,70%
Mengikuti perkembangan informasi 15,98%
Memiliki pergaulan luas
15,07%
Mempelajari aplikasi computer
12,32%

2/16/16

HIDROLIKA

1.1.PENDAHULUAN
Hidrolika adalah bagian dari hidromekanika
mechanics) yang berhubungan dengan gerak air.

(hydro

Untuk mempelajari HIDROLIKA mahasiswa harus


memahami tentang kalkulus dan mekanika fluida lebih dulu.
Tidak harus sich ............... ???????
Dengan bekal pengetahuan kalkulus dan mekanika fluida
mahasiswa akan mampu memahami penurunan persamaanpersamaan dasar dan fenomena aliran yang pada prinsipnya
merupakan fungsi dari tempat (x,y,z) dan waktu (t).
2/16/16

Ir.Darmadi,MM

HYDROSTATICS
Statika Fluida
HYDRO
HYDRODYNAMICS
MECHANICS
Dinamika/gerak fluida
(Mekanika Cairan)

HYDRAULICS
Hidrolika
AEROSTATICS
(terapan)

FLUID
MECHANICS
(MekanikaFluida)

2/16/16

Statika Udara

AERO
MECHANICS
(Mekanika Udara)

THEORITICAL
AERODYNAMICS
EXPERIMENTAL
AERODYNAMICS
6

APLIKASI DALAM DUNIA NYATA

2/16/16

APLIKASI DALAM DUNIA NYATA


1.BIDANG JALAN RAYA
- Desain saluran drainase Jalan

3
2/16/16

APLIKASI DALAM DUNIA NYATA


2. BIDANG PENGAIRAN

3
2/16/16

APLIKASI DALAM DUNIA NYATA


2. BIDANG PENGAIRAN

3
2/16/16

10

APLIKASI DALAM DUNIA NYATA


3. BIDANG KONSTRUKSI /
GEDUNG BERTINGKAT

2/16/16

11

Yang dipelajari
dalam HIDROLIKA
a. ALIRAN saluran terbuka
b. ALIRAN saluran tertutup / pipa.
s

2/16/16

12

SALURAN TERBUKA
Kuliah Hidraulika

Pengertian
Saluran terbuka: saluran di mana air
mengalir dengan muka air bebas.

Saluran
tertutup
Saluran
terbuka

Saluran tertutup di atas saluran


terbuka

Jenis Saluran berdasar


Pembuatannya
1. Saluran alam / natural channel
2. Saluran buatan / artificial channel

Saluran Alam
Geometri saluran tidak teratur
Material saluran bervariasi kekasaran
berubah-ubah
Lebih sulit memperoleh hasil yang
akurat dibandingkan dengan analisis
aliran saluran buatan.
Perlu pembatasan masalah, bila tidak
analisis menjadi lebih kompleks (misal
erosi dan sedimen)

Saluran Buatan
Dibuat oleh manusia
Contoh: Saluran irigasi, kanal, saluran
pelimpah, selokan, gorong-gorong dll
Umumnya memiliki geometri saluran
yang tetap (tidak menyempit/melebar)
Dibangun menggunakan beton, semen,
besi
Memiliki kekasaran yang dapat
ditentukan
Analisis saluran yang telah ditentukan
memberikan hasil yang relatif akurat

Saluran Alam (Natural)

Saluran Buatan (Artificial)

Kecepatan Aliran
Kecepatan aliran (V) merupakan
parameter yang penting dalam
analisis aliran atau perancangan
saluran.
Kecepatan aliran akan menentukan
jenis aliran apakah termasuk aliran:
Laminer, transisi atau turbulen
Subkritis, kritis, atau superkritis

Distribusi Kecepatan
Aliran

Bergantung banyak faktor antara lain


Bentuk saluran
Kekasaran dinding saluran
Debit aliran
2,5

2,
0 1.0

2,5
2,5

2,
0 1.0

2,
0 1.0

Kecepatan minimum terjadi di dekat dinding batas,


membesar dengan jarak menuju permukaan
Pada saluran dengan lebar 5-10 kali kedalaman, distribusi

Pengukuran kecepatan
aliran
Menggunakan current meter
Baling-baling yang berputar karena adanya aliran
Menggunakan hubungan antara kecepatan sudut
dan kecepatan aliran

Semakin banyak titik pengukuran semakin


baik
Untuk keperluan praktis kecepatan rata-rata
diukur
pada 0,6 kali kedalaman dari muka air
rerata kecepatan pada 0,2 dan 0,8 kali kedalaman
0,8-0,95 kecepatan di permukaan (biasa diambil
0,85)
Kecepatan maksimum terjadi pada antara 0,75-0,95
kali kedalaman

Prinsip pengukuran dan hitungan debit suatu saluran

Distribusi kecepatan
berdasar kedalaman

Free surface flow

One dimensional mode

Geometri Saluran

Kedalaman (y) - depth


Ketinggian di atas datum (z) - stage
Luas penampang A (area cross section area)
Keliling basah (P) wetted perimeter
Lebar permukaan (B) surface perimeter
Jari-jari hidrolis (A/P) rasio luas terhadap
keliling basah
Rata-rata kedalaman hidrolis (D) rasio luas
terhadap lebar permukaan
Kemiringan saluran (So)

Persamaan untuk saluran persegipanjang,


trapezoidal, dan lingkaran

X=1/m,

Contoh
Hitunglah jari-jari hidraulik dari saluran dengan
tampang lintang berikut ini:

1,5 m

1,5 m

1,5 m

1,5

5,0
m

3,0
m

3,0
m

Penyelesaian
a) Luas tampang A = b h = 5,0 x 1,5 = 7,5 m2
Keliling basah P = b + 2h = 5,0 + 2 x 1,5
A 7,5
=8 m

8
Jari-jari hidraulik R =P
b) Luas tampang A = [B+(B+2mh)]0,5h
= [3+(3+2x1,5x1,5)]0,5x1,5
= (5+1x1)1 = 6 m2
Keliling basah : P = B + 2h = 5,0 + 2x1=
A
6,0

7,8284 m
P 7,8284

Ditinjau dari mekanika aliran, terdapat dua


macam aliran yaitu

-aliran saluran tertutup dan

- aliran saluran terbuka.

2/16/16

30

Apa perbedaan Open Channel


/Free flow
dengan
Close Conduit
/Pipe flow ?

Perbedaan prinsipnya adalah pada keberadaan


permukaan aliran;
- aliran saluran terbuka mempunyai
permukaan bebas, shg air bebas bentuknya
- aliran saluran tertutup mempunyai
permukaan tidak bebas karena air mengisi
seluruh penampang saluran.
- aliran saluran terbuka mempunyai
permukaan yang terhubung dengan atmosfer
- aliran saluran tertutup mempunyai permukaan
tidak terhubungan dengan atmosfer.
2/16/16

32

HUKUM YANG DIGUNAKAN


Persamaan yang dipakai dalam hidrolika
Persamaan Kontinuitas Q = A1 V1 = A2 V2
Persamaan Energi
E = mgh + mV2
Persamaan Momentum
Persamaan Gesekan

2/16/16

33

PARAMETER /
karakteristik
SALURAN
2/16/16

34

H = kedalaman air adalah elevasi atau jarak vertikal


dari permukaan air ke dasar saluran
B = Lebar saluran adalah lebar dasar saluran
m = z1 atau z2 , kemiringan tampang saluran / lereng adalah
perbandingan antara horisontal dengan vertikal (1)
So = i = kemiringan dasar saluran adalah perbedaan
ketinggian dasar saluran huli dan hilir
2/16/16

35

RUMUS LUAS PENAMPANG SALURAN


ADALAH luas penampang melintang dari penampang
aliran saluran . Penampang aliran didefinisikan sebagai
bagian/porsi dari parameter penampang aliran yang
bersentuhan (kontak) dengan batas benda padat yaitu dasar
dan/atau dinding saluran. Notasi atau simbol yang
digunakan untuk luas penampang ini adalah A,
dan satuannya adalah satuan luas (cm2, m2 dll.)

A = (B + B + 2m.H )/2 . H

A = (2B + 2m.H )/2. H = 2(B + m.H )/2. H


2/16/16

A = (B + m.H ). H

36

RUMUS

KELILING BASAH SALURAN

Keliling basah saluran adalah panjang bagian


dalam saluran dimana air bersentuhan dengan
batas-batas saluran.
Batas tersebut adalah dasar dan dinding atau
lereng /tebing saluran
Notasi atau simbol yang digunakan untuk keliling
basah ini adalah P, dan satuannya satuan panjang

P = (B +

2/16/16

1 + m2

P = (B + 2 1 + m2 )

1 + m2

37

JARI JARI HIDROLIS


RADIUS HYDROLIC
Jari- jari hidrolis dari suatu penampang aliran
bukan merupakan karakteristik yang dapat
diukur langsung, tetapi sering sekali digunakan
didalam perhitungan.
Definisi dari jari jari hydraulik adalah luas penampang
dibagi dengan keliling basah, dan oleh karena
itu mempunyai satuan panjang; notasi atau simbul yang
digunakan adalah R, dan satuannya adalah satuan panjang

2/16/16

(B + m. H).H
R = A/P ==============
(B + 2 1 + m2 )

38

KEDALAMAN HIDROLIS dari suatu penampang


aliran adalah luas
A
D

penampang
dibagi
=
lebar permukaan, dan
oleh
karena
itu
Mempunyai satuan panjang

2/16/16

39

Z A D
A
A

FAKTOR PENAMPANG
adalah perkalian dari luas
penampang aliran A dan
akar dari kedalaman
hydraulik D. Simbol atau
notasi yang digunakan
adalah Z.

2/16/16

40

Tabel 1.1. Unsur-unsur geometris penampang saluran

2/16/16

41

SIFAT
FISI K
FLUIDA
2/16/16

42

Sifat-sifat Penting Fluida

Berat jenis
Rapat massa (mass density)
Volume spesifik (specific volume)
Gravitasi spesifik (specific gravity)
Kompresibilitas rata-rata
Elastisitas (elasticity)
Kekentalan (viscocity)

Berat Jenis
Berat jenis = berat per satuan
volume
Gaya yang ditimbulkan oleh
percepatan gravitasi g yang bekerja
pada satu satuan volum
w .v.g

.g
v
v

Kerapatan massa
Kerapatan massa = massa per satuan
volume

Contoh:
Air = 1000 kgm-3
Air raksa = 13546 kgm-3
Udara = 1.23 kgm-3

Kerapatan massa tidak tetap tergantung


suhu, tekanan, dan jenis fluida

Kerapatan massa air


Kerapatan massa air murni pada tekanan
760 mm Hg, pada beberapa suhu:
Suhu (oC) Kerapatan massa (kg/m3)
0
999,87

4 1000
10 999,73
100 958,4

Volume Spesifik
Volume spesifik = volume per satuan
massa
Kebalikan dari kerapatan massa

1
vs

Gravitasi spesifik
Gravitasi spesifik = perbandingan
antara kerapatan massa fluida
tertentu dengan kerapatan massa air
pada suhu 4 oC
kerapatan massa fluida tertentu
gravitasi spesifik
kerapatan massa air pada suhu 4o C

Kompresibilitas dan
ekspansivitas
Kompresibilitas rata-rata = perubahan

volume thd volume mula-mula per satuan


perubahan tekanan
v / v 1 (v)

v p

v / v
1 (v)

Ekspamsivitas

v t

pertambahan tekanan membuat penurunan


volume sehingga persamaan diberi tanda
negatif, supaya nilai tetap positif
pada saat pertambahan tekanan maka
suhu dapat berubah atau tetap

Kompresibilitas
untuk suhu tetap (isotermik) maka nilai
1 v


v p T
untuk suhu berubah (isentropik) maka nilai

1 v


v p

Dalam termodinamika didefinisikan


Cp = panas jenis pada tekanan tetap
Cv = panas jenis pada volume tetap

Elastisitas
Elastisitas adalah kebalikan dari
kompressibilitas
digunakan parameter E yaitu
modulus elastisitas
(dp )(bulk1 modulus of
E

elasticity)
(dv) / v
T

Kekentalan

Kekentalan adalah sifat fluida untuk


melawan tegangan geser
Kekentalan kinematik

v = kekentalan kinematik
= kekentalan absolut/dinamik
= kerapatan massa fluida

Kekentalan
Kekentalan dinamik = tegangan
geser per satuan luas yang
diperlukan untuk memindahkan
selapis fluida terhadap lapisan fluida
yang lain dengan satu satuan
kecepatan sejauh satu satuan jarak

Seperti yang diketahui, bahwa air


mengalir dari hulu ke hilir (kecuali ada
gaya yang menyebabkan aliran ke arah
sebaliknya) sampai mencapai suatu elevasi
permukaan air tertentu, misalnya:
permukaan air di danau
atau
permukaan air di laut
2/16/16

Ir.Darmadi,MM

54

Tendensi/kecenderungan ini ditunjukkan


aliran di saluran alam yaitu sungai.

oleh

Perjalanan air dapat juga melalui


bangunan-bangunan yang dibuat oleh manusia,
seperti :
saluran irigasi
Pipa , jembatan
gorong - gorong (culvert), dan
saluran buatan yang lain atau kanal (canal).

2/16/16

Ir.Darmadi,MM

55

BENTUK PANAMPANG SALURAN


BUATAN

Bentuk penampang trapesium


bentuk yang biasa digunakan untuk

adalah

saluran-saluran irigasi
atau
Kemiringan tebingnya menyesuaikan dengan
saluran-saluran
drainase
sudut lereng
alam dari tanah
yang ada pada
2/16/16
Ir.Darmadi,MM
56
saluran tersebut.

BENTUK PANAMPANG
SALURAN BUATAN

saluran
(culvert).
2/16/16

ini

disebut

gorong-gorong

Bentuk penampang
lingkaran biasanya
Ir.Darmadi,MM
57

BENTUK PANAMPANG
SALURAN BUATAN

Bentuk penampang persegi empat atau


segitiga merupakan penyederhanaan dari
bentuk trapesium yang biasanya digunakan
untuk saluran-saluran drainase yang melalui
lahan-lahan yang sempit.
2/16/16

Ir.Darmadi,MM

58

18

Bentuk PENAMPANG
SALURAN SANGAT LEBAR

adalah suatu penampang saluran terbuka yang


lebar sekali dimana berlaku pendekatan sebagai
saluran terbuka berpenampang persegi empat
dengan lebar yang jauh lebih besar daripada
kedalaman aliran B >> y, dan keliling basah P
disamakan dengan lebar saluran B.
Dengan
demikian maka luas penampang A = B . y ;
P = B sehingga :

2/16/16

A B. y y
R
P B
Ir.Darmadi,MM

59

Debit aliran adalah volume air yang mengalir


melalui suatu penampang tiap satuan waktu,
Simbol/notasi yangdiguna an adalah Q.

Q = (A . S) /t
Q=A.V

V = kcepatan rata2
2/16/16

Ir.Darmadi,MM

60

Kecepatan aliran (V) dari suatu penampang aliran


tidak sama diseluruh penampang aliran, tetapi
bervariasi menurut tempatnya.
Apabila cairan bersentuhan dengan batasnya
(didasar dan dinding saluran) kecepatan
alirannya akan mengecil atau nol
Hal ini seringkali membuat kompleksnya
analisis, oleh karena itu untuk keperluan
praktis biasanya digunakan harga rata-rata
dari kecepatan di suatu penampang aliran
2/16/16

Ir.Darmadi,MM

61

Kecepatan rata-rata ini didefinisikan


sebagai debit aliran dibagi luas penampang
aliran, dan oleh karena itu satuannya
adalah panjang per satuan waktu.

A
Dimana:
V = Kecepatan rata rata aliran (ft/s atau m/s)
Q = Debit aliran (ft3/s atau m3/s )
A = Luas penampang aliran (ft2 atau m2)
2/16/16

Ir.Darmadi,MM

62

0.8
5

0.2
0.6

Gambar
menunjukkan
pembagian
kecepatan
diarah vertikal
dengan
kecepatan
maksimum di
0.2 xpermukaan air
dan kecepatan
nol pada dasar.

0.8
2/16/16

Ir.Darmadi,MM

63

SIFAT
MEKANIS
ALIRAN FLUIDA
2/16/16

Ir.Darmadi,MM

64

MACAM MACAM ALIRAN


ASPEK WAKTU
a. Aliran steady / tetap setiap waktu
b. Aliran Un-steady/ berubah setiap waktu
ASPEK RUANG
a. Aliran seragam / Uniform flow
b. Aliran tidak beraturan / Varied Flow
- Gradually Varied Flow / berubah teratur
- Rapidly Varied Flow / berubah dengan
ASPEK
KECEPATAN
cepat
a. Normal
b. Kritis
c. Subkritis/meluncur
ASPEK PERGERAKAN PARTIKEL
a. Laminer
b.Turbulen
2/16/16

Ir.Darmadi,MM

65

ASPEK WAKTU
Aliran steady / tetap setiap waktu
Aliran ini jika
ditinjau pada
suatu titik
maka tinggi
aliran akan
tetap
sepanjang
Aliran Un-steady/ berubah setiap waktu
waktu
Mis: sal-irigasi
Aliran
ini jika
ditinjau pada
suatu titik
maka tinggi
aliran akan
tidak tetap
2/16/16
Ir.Darmadi,MM
66
sepanjang

Aliran Tetap/permanen / uniform flow


Aliran ini jika ditinjau pada sepanjang saluran maka
tinggi aliran akan sama

2/16/16

Ir.Darmadi,MM

67

Aliran Tak beraturan/ Varied Flow /non uniform


flow
Aliran
ini jika ditinjau pada sepanjang saluran maka
tinggi aliran akan berubah-ubah akibat
hambatan
yg dilalui
Rapid
changes in stage
and velocity occur whenever there is a
sudden change in cross-section, a very steep bed-slope or
some obstruction in the channel or also occur when there is a
change from super-critical to sub-critical flow. This type of flow is
termed rapidly varied flow

2/16/16

Ir.Darmadi,MM

68

Aliran disebut berubah lambat laun


apabila perubahan kecepatan terjadi secara
lambat laun dalam jarak yang panjang,
sedangkan aliran disebut berubah dengan
apabila perubahan terjadi pada jarak yang
pendek.

2/16/16

Ir.Darmadi,MM

69

Aliran disebut berubah lambat laun apabila


perubahan kecepatan terjadi secara lambat laun
dalam jarak yang panjang, sedangkan aliran
disebut berubah dengan apabila perubahan terjadi
pada jarak yang pendek.
Air balik (backwater)
(b)
Laut
Laut

(a)
a. aliran berubah lambat laun;
b. aliran berubah dengan cepat disepanjang aliran
45

TEP 201 - Mekanika Fluida


2/16/16

Ir.Darmadi,MM

70

2/16/16

Ir.Darmadi,MM

71

2/16/16

Ir.Darmadi,MM

72

2/16/16

Ir.Darmadi,MM

73

x1

2/16/16

Ir.Darmadi,MM

74

2/16/16

Ir.Darmadi,MM

75

Aliran SUB-kritis

Aliran KRITIS

2/16/16

Ir.Darmadi,MM

Aliran ini jika


ditinjau pada
suatu titik
maka tinggi
aliran (N=hnormal) akan
lebih tinggi
dar tinggi
kritis
Aliran ini jika
ditinjau pada
suatu titik
maka tinggi
aliran (N=hnormal) akan
sama dengan
tinggi kritis
76

Aliran SUPER-kritis

2/16/16

Ir.Darmadi,MM

Aliran ini jika


ditinjau pada
suatu titik
maka tinggi
aliran (N=hnormal) akan
KURANG dari
tinggi kritis

77

Dalam aliran saluran terbuka panjang karakteristik


disamakan dengan kedalaman hydraulik D.
Dengan demikian untuk aliran saluran terbuka
angka Froude adalah:

Fr

v
gD

Apabila angka Fr =1 (aliran kritis), maka Persamaan diatas


menjadi:

v gD
2/16/16

Ir.Darmadi,MM

78

FR
FR

g.D
< maka aliran adalah sub kritis, disini gaya gr
lebih berperan dalam mengalirkan air

F R maka aliran berupa aliran kritis


F R > 1 , maka aliran berupa lairan superkritis,

di sini energi kinetik lebih berperan


dibanding energi potensial/gravitasi
2/16/16

Ir.Darmadi,MM

79

Konsep Aliran
Fluida
Aliran Laminar

Aliran Turbulen

D diameter pipa

1
2
3

1
2
3

RV
Re

Bilangan
REYNOLDS

DV
Re

R Radius hidrolis saluran terbuka

kekentalan dinamik kekentalan kinematik

rapat massa
V kecepatan aliran

Menurut hasil percobaan oleh


Reynold dalam aliran PIPA, apabila angka
Reynold kurang daripada
2000, aliran biasanya
merupakan aliran laminer.
Apabila angka Reynold lebih
besar daripada 4000, aliran
biasanya adalah turbulen.
Sedang antara 2000 dan 4000
aliran dapat laminer atau
turbulen tergantung pada
faktor-faktor lain yang
mempengaruhi.
2/16/16

Ir.Darmadi,MM

81

Bilangan Reynold Saluran


Untuk saluran terbuka mempunyai radius hidrolis R =
terbuka
A/P sedabgkan jika dalam aliran melalui pipa dengan
diameter D, jari-jari hidrolisnya adalah

1 / 4D
D
R

D
4
2

Limit untuk tiap aliran dalam saluran terbuka

vR vR
N Re

Selesai ... .... .....

81
2/16/16

83