Anda di halaman 1dari 3

RSUD

KEC. MANDAU

JL. STADION No. 10


DURI

STANDAR
PROSEDUR
OPRASIONAL

PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA TENTANG


MANAJEMEN NYERI
Nomor Dokumen

Nomor Revisi

Halaman

MR/RSUD-MDU/46

1/3

Tanggal Berlaku

Ditetapkan Oleh Direktur

05 08 2014
dr. Ersan Saputra TH
NIP. 19740220 2003 12 1 007
PENGERTIAN

Kegiatan

menyiapkan

pasien

dan

keluarga

tentang

strategi

mengurangi rasa nyeri atau menurunkan rasa nyeri kebatas


kenyamanan yang dapat diterima pasien.
TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk manajemen


nyeri kepada pasien.

KEBIJAKAN

A. Acuan
1. Surat

keputusan

Direktur

RSUD

kec.

Mandau

Nomor

46.1/KPTS/III/2013 tentang Identifikasi dan Pengelolaan Nyeri


di RSUD Kecamatan Mandau.
2. Surat

keputusan

Direktur

RSUD

kec.

Mandau

Nomor

45.3/KPTS/III/2013 tentang Panduan Manajemen Nyeri.


3. Berdasarkan surat keputusan Direktur RSUD Kecamatan
Mandau No 56/KPTS/IV/2013 tentang Kebijakan Pelayanan
Rumah Sakit.
B. Penanggungjawab
1. Tim

PPKRS

pelaksaan

bertanggung

Pendidikan

jawab

Pasien

dan

melakukan
Keluarga

koordinasi
di

RSUD

Kecamatan Mandau.
2. Setiap Perawat/ bidan bertanggung jawab melakukan asesmen
nyeri dan mencatat kedalam lembar rekam medis yang telah
disediakan.
C. Kebijakan
1. Setiap pasien berhak untuk mendapatkan penanganan Nyeri
yang optimal di RSUD Kecamatan Mandau.

RSUD
KEC. MANDAU

JL. STADION No. 10


DURI

PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA TENTANG


MANAJEMEN NYERI
Nomor Dokumen

Nomor Revisi

Halaman

MR/RSUD-MDU/46

2/3

2. Setiap petugas perlu melakukan identifikasi rasa nyeri


terhadap pasien melalui pengkajian awal dan dapat dilanjutkan
dengan pengkajian ulang/mendalam sesuai dengan format dan
petunjuk yang berlaku.
3. Lakukan tindak lanjut/folow up terhadap rasa nyeri pasien
dengan cepat dan tepat sesuai dengan advise dokter dan
praktik mandiri keperawatan.
PROSEDUR

1. Perawat melakukan pangkajian tentang rasa nyeri sesuai


dengan prosedur asesmen nyeri.
2. Perawat mengamati perlakuan nonverbal yang menunjukkan
ketidak nyamanan, khususnya ketidak mampuan komunikasi
efektif.
3. Perawat menggunakan strategi komunikasi terapeutik yang
dapat diterima tentang pengalaman nyeri dan menerima
respon pasien terhadap nyeri.
4. Perawat mengidentifikasi dampak pengalaman nyeri terhadap
kualitas hidup.
5. Perawat mengevaluasi pasca mengalami nyeri termasuk
riwayat individu dan keluarga yang mengalami nyeri kronik
atau yang menimbulkan ketidakmampuan.
6. Perawat melakukan evaluasi bersama klien tentang efektifitas
pengukuran kontrol paska nyeri yang dapat digunakan.
7. Perawat

mengidentifikasi

kebutuhan

untuk

mengkaji

kenyamanan pasien dan merencanakan monitoring tindakan.


8. Perawat

memberikan

informasi

tentang

nyeri

seperti

penyebab nyeri, berapa lama berakhir, antisipasi ketidak


nyamanan dari prosedur.
9. Perawat mengajarkan kepada pasien bagaimana mengurangi
atau menghilangkan faktor yang menjadi penyebab rasa nyeri
(seperti : ketakutan, kelemahan, rendahnya pengetahuan).

RSUD
KEC. MANDAU

PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA TENTANG


MANAJEMEN NYERI

JL. STADION No. 10


DURI

Nomor Dokumen

Nomor Revisi

Halaman

MR/RSUD-MDU/46

3/3

10. Perawat

memilih

dan

mengimplementasikan

berbagai

pengukuran untuk memfasilitasi penurunan nyeri seperti :


nonfarmakologi,

dan

interpersonal

termasuk

secara

farmakologi (dengan berkolaborasi bersama DPJP).


11. Perawat mengajarkan tekhnik penggunaan nonfarmakologi
(seperti relaksasi, terapi musik, distraksi, terapi bermain,
terapi aktifitas, terapi pijatan, terapi dingin / panas).
12. Perawat menjelaskan tentang penggunaan analgetik untuk
penurunan rasa nyeri yang optimal.
13. Perawat menggunakan pengukuran skala nyeri sebelum nyeri
meningkat.
14. Perawat

melakukan

verifikasi

tingkat

ketidaknyamanan

dengan pasien, catat perubahan dalam rekam medik.


15. Perawat mengevaluasi keefektifan pengukuran kontrol nyeri
yang dilakukan dengan pengkajian terus menerus terhadap
pengalaman nyeri.
16. Perawat memberikan informasi yang akurat untuk mendukung
pengetahuan keluarga dan respon untuk pengalaman nyeri.
17. Perawat melibatkan keluarga dalam upaya penurunan rasa
nyeri.
18. Perawat memantau kepuasan pasien dengan manajemen
nyeri pada rentang spesifik.
UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.

Instalasi Rawat Inap.


Instalasi Rawat Jalan.
ICU
Instalasi Gawat Darurat.