Anda di halaman 1dari 27

Momentum dan Energi

MAKALAH
Fisika Dasar
Momentum dan Energi

Disusun Oleh :
1. SYARIF
2. SINARNO

: 15.301010.007
: 15.301010.002

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
TAHUN 2015
KATA PENGANTAR

Momentum dan Energi

Puji syukur kita panjatkan kehadiat ALLAH SWT, yang telah memberikan rahmat
serta karunianyakepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang
alhamdullillah tepat pada waktunya.
Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk
menyelesaikan tugas mata kuliah Fisika Dasar.Makalah ini berisikan tentang Energi
dan Momentum
Dalam penulisan makalah ini kami menyampaikan ucapan terima kasih yang
tidak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan
makalah ini. Khususnya kepada pembimbing kami bapak Achmad Zultan, S.T.M.T.
selaku dosen pengampuh mata kuliah Fisika Dasar.
Kami menyadari bahwa makalah yang kami buat jauh dari kata sempurna,oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami
harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Tarakan, 07 Oktober 2015

Punyusun

Momentum dan Energi

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................................... 1
DAFTAR ISI................................................................................................................................. 2
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................................... 3
A.

Latar Belakang.................................................................................................................. 3

B.

Rumusan Masalah............................................................................................................ 4

C.

Tujuan............................................................................................................................... 4

BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................................5
2.1 Usaha/Kerja........................................................................................................................... 5
A. Pengertian Usaha/Kerja...................................................................................................5
2.2 Momentum............................................................................................................................. 6
A.

Pengertian Momentum..................................................................................................6

A.

Hukum Kekekalan Momentum.......................................................................................7

B.

Momentum Pada Tumbukan..........................................................................................8

C.

Perbekalan Energi Mekanik dan Momentum..............................................................10

D.

Aplikasi Konsep Momentum Pada Kehidupan Sehari-hari..........................................11

2.3 Energi.................................................................................................................................. 13
A. Pengertian Energi........................................................................................................... 13
B. Hukum Kekekalan Energi...............................................................................................13
C. Aplikasi Konsep Energi Dalam Kehidupan Sehari-hari...................................................14
2.4 Latihan Soal-soal dan Pembahasan....................................................................................15
BAB III PENUTUP..................................................................................................................... 28
A.

Kesimpulan dan Saran....................................................................................................28

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................... 29
3

Momentum dan Energi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pelajaran fisika tidak harus dengan rumus-rumus namun, tanpa kita sadari
kegiatan kita sehari-hari juga memanfaatkan system kerja rumus fisika. Pada
kesempatan

ini

akan

kami

bahas

mengenai

kegunaan

teori

energi

dan

momentumdalam kehidupan sehari-hari. Sebelum kita membahas apa kegunaan energi


dan momentum terlebih dahulu kita mempelajari apa yang di maksud dengan
momentum dan energi.
Beberapa masalah terkadang lebih sulit dari apa yang terlihat. Seperti anda mencoba
untuk mencari laju anak panah yang baru dilepaskan dari anak busurnya.Anada
menggunakan hukum Newton dan segala teknik penyelesaian soal yang pernah kita
pelajari. Lalu kamu menemukan kesulitan.setelah pemanah melepaskan anak panah,
tali busur memberi gaya yang berubah-ubah yang bergantung pada posisi busur.
Akibatnya metode sederhana yang kita pelajari tidak cukup untuk menghitungn lajunya.
Jangan takut,karena masih ada metode lain untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Metode baru yang akan kita lihat itu menggunakan ide kerja dan energi. Kita akan
menggunakan konsep energi untuk mempelajari rentang fenomena fisik yang sangat
luas. Kita akan mengembangkan konsep kerja dan energi kinetik untuk memahami
konsep umum mengenai energi dan kita akan melihat bagaimana kekekalan energi
muncul.
Pernahkah kamu menyaksikan tabrakan antara dua kendaraan di jalan. Apa
yang terjadi ketika dua kendaraan bertabrakan. Pada peristiwa tabrakan, dua
kendaraan dengan kecepatan tinggi akan mengalami kerusakan lebih parah dari pada
dua kendaraan dengan kecepatan rendah. Hal ini terjadi, karena semakin besar massa
4

Momentum dan Energi

dan kecepatan yag dimiliki benda bergerak maka semakin sulit untuk dihentikan dan
makin besar akibatnya.
Kondisi mobil atau sepeda motor mungkin hancur berantakan. Kalau kita tinjau
dari ilmu fisika, fatal atau tidaknya tabrakan antara kedua kendaraan ditentukan oleh
momentum kendaraan tersebut. Dalam ilmu fisika terdapat dua jenis momentum yaitu
momentum sudut dan momentum linier. Momentum linier biasanya disebut momentum.
Maka momentum adalah hasil kali massa dan kecepatan.

B. Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Apakah yang dimaksud dengan momentum ?


Apakah yang dimaksud dengan energi ?
Apakah yang dimaksud dengan usaha ?
Bagaimanakah hukum kekekalan momentum ?
Bagaimanakah hukum kekekalan energi ?
Bagaimanakah penerapan momentum dalam kehidupan sehari-hari ?
Bagaimanakah penerapan energi dalam kehidupan sehari-hari ?

C. Tujuan
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Untuk mengetahui apa itu momentum.


Untuk mengetahui apa itu energi.
Untuk mengetahui hokum kekekalan momentum.
Untuk mengetahui hokum kekekalan energi.
Untuk mengetahui penerapan momentum dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk mengetahui penerapan energi dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II
PEMBAHASAN

Momentum dan Energi

2.1 Usaha/Kerja
A. Pengertian Usaha/Kerja
Usaha atau kerja (dilambangkan dengan W dari Bahasa Inggris Work)
adalah energi yang disalurkan gaya ke sebuah benda sehingga benda tersebut
bergerak. Usaha didefinisikan sebagai integral garis (pembaca yang tidak akrab
dengan kalkulus peubah banyak. Dimana usaha/kerja dirumuskan sebagai
berikut :
W=Fxs

atau

W = f . s cos

Keterangan :
W = Usaha/ Kerja ( Joule )
F = Gaya ( newton )
s = Jarak ( m )
Usaha adalah kuantitas skalar , tetapi dia dapat positif atau negatif. Tidak
semua gaya melakukan kerja. cotohnya, gaya sentripetal dalam gerakan
berputar seragam tidak menyalurkan energi; kecepatan objek yang bergerak
tetap konstan. Kenyataan ini diyakinkan oleh formula: bila vector dari gaya dan
perpindahan tegak lurus , yakni perkalian titik mereka sama dengan nol. Bentuk
usaha tidak selalu mekanis, seperti usaha listrik, dapat dipandang sebagai kasus
khusus dari prinsip ini; misalnya, di dalam kasus listrik, usaha dilakukan dalam
partikel bermuatan yang bergerak melalui sebuah medium. Konduksi panas dari
badan yang lebih hangat ke yang lebih dingin biasanya bukan merupakan usaha
mekanis,karena pada ukuran makroskopis, tidak ada gaya yang dapat diukur.
Pada ukuran atomis, ada gaya di mana atom berbenturan, tetapi dalam
jumlahnya usaha hampir sama dengan nol.

Momentum dan Energi

2.2 Momentum
A. Pengertian Momentum
Momentum adalah ukuran kesukaan untuk memberhentikan suatu benda,
dan didefinisikan sebagai hasil kali massa dengan kecepatan. Momentum
disebut juga dengan pusa sehingga dilambangkan p. Momentum suatu benda
( P) yang bermassa m dan bergerak dengan kecepatan ( v ) diartikan sebagai :
Massa merupakan besaran skalar, sedangkan kecepatan merupakan besaran
vektor. Perkalian antara besaran skalar dengan besaran vektor akan
menghasilkan besaran vektor. Jadi, momentum merupakan besaran vektor. Arah
momentum searah dengan arah kecepatan. Momentum sebuah partikel dapat
dipandang sebagai ukuran kesulitan untuk mendiamkan benda. Sebagai contoh,
sebuah truk berat mempunyai momentum yang lebih besar dibandingkan mobil
yang ringan yang bergerak dengan kelajuan yang sama. Gaya yang lebih besar
dibutuhkan untuk menghentikan truk tersebut dibandingkan dengan mobil yang
ringan dalam waktu tertentu. Secara matematis momentum didefinisikan
sebagai:
P=mxv
Keterangan :
P = momentum (kg.m/s)
M = massa benda (kg)
v = kecepatan benda (m/s)
Dimana p adalah momentum (kg.m/s), m adalah massa benda (kg), dan v adalah
kecepatannya (m/s). Momentum adalah besaran vector, yang memiliki nilai dan
arah.
A. Hukum Kekekalan Momentum
Kekekalan momentum menyatakan bahwa jika tidak ada gaya luar yang
bekerja pada sistem, maka momentum total sesaat sebelum sama dengan
momentum total sesudah tumbukan. Ketika menggunakan persamaan ini, kita
harus memerhatikan arah kecepatan tiap benda.
Gambar : 2.2 Tumbukan

Momentum dan Energi

Huygens, ilmuwan berkebangsaan belkita, melakukan eksperimen dengan


menggunakan

bola-bola

bilyar

untuk

menjelaskan

hukum

kekekalan

momentum.Perhatikan uraian berikut.Dua buah bola pada gambar diatas


bergerak berlawanan arah saling mendekati.Bola pertama massanya m1,
bergerak dengan kecepatan v1.Sedangkan bola kedua massanya m2 bergerak
dengan kecepatan v2. Jika kedua bola berada pada lintasan yang sama dan
lurus, maka pada suatu saat kedua bola akan bertabrakan.
Dengan memperhatikan analisis gaya tumbukan bola pada gambar diatas
ternyata sesuai dengan pernyataan hukum III Newton. Kedua bola akan saling
menekan dengan gaya F yang sama besar, tetapi arahnya berlawanan. Akibat
adanya gaya aksi dan reaksi dalam selang waktu t tersebut, kedua bola akan
saling melepaskan diri dengan kecepatan masing-masing sebesar v1 dan v2.
Penurunan rumus secara umum dapat dilakukan dengan meninjau gaya interaksi
saat terjadi tumbukan berdasarkan hukum III Newton.

Faksi = Freaksi
F 1 = F2
Impuls yang terjadi selama interval waktu t adalah F1 t = -F2t .kita ketahui
bahwa I = F t = p , maka persamaannya menjadi seperti berikut.

Momentum dan Energi

p1 = p2
m1v1 m1v1 = -(m2v2 m2v2)
m1v1 + m2v2 = m1v1 + m2v2
p1 + p2 = p1 + p2
Jumlah momentum awal = Jumlah momentum akhir
Keterangan:
p 1, p 2

: momentum benda 1 dan 2 sebelum tumbukan

p1, p2

: momentum benda 1 dan 2 sesudah tumbukan

m1 , m 2

: massa benda 1 dan 2

v1, v2

: kecepatan benda 1 dan 2 sebelum tumbukan

v1, v2

: kecepatan benda 1 dan 2 sesudah tumbukan

B. Momentum Pada Tumbukan


Tumbukan antar benda merupakan peristiwa yang sering kita jumpai
dalam kehidupan sehari-hari. Kita dapat menganalisis tumbukan berdasarkan
hukum kekekalan momentum dan kekekalan energi.
Tumbukan ada tiga macam :
a. Tumbukan lenting sempurna
Jika dua benda sangat keras bertumbukkan dan tidak ada panas
yang dihasilkan oleh tumbukan, maka energi kinetiknya kekal, artinya
energi kinetik total sebelum tumbukan sama dengan total sesudah
tumbukan. Dalam hal ini, momentum totalnya juga kekal.Tumbukkan
seperti ini disebut dengan tumbukan lenting sempurna.Sehingga berlaku :

m1 . v12 +

m2 . v22 =

m1 . v12 + m2 . v22 (kekekalan energy )

m1 . v1 + m2 . v2 = m1 . v1 + m2 . v2 ( kekekalan momentum )

Momentum dan Energi

Catatan =
mengalami

Tumbukan elastis sempurna, yaitu tumbukan yang tak


perubahan energi. Koefisien restitusi e = 1

b. Tumbukan Lenting Sebagian


Jika akibat tumbukan terjadi panas yang hilang, maka energi kinetik
total serta momentum tidak kekal. Tumbukan jenis ini disebut lenting
sebagian, Sehingga berlaku :

m1 . v1 + m2 . v2 = m1 . v1 + m2 . v2 (kekekalan momentum)

Ek1 + Ek2 =Ek1 + Ek2 + energi panas dan bentuk


lainnya ( energi kinetik yang hilang ), sehingga :
Ekawal - Ekakhir = energi kinetik yang hilang.
Catatan = Nilai koefisien Tumbukan elastis sebagian, yaitu tumbukan
yang tidak berlaku hukum kekekalan energi. Mekanik sebab ada sebagian
energi yang diubah dalam bentuk lain, misalnya panas. Koefisien restitusi
0 < e < 1.
c. Tumbukan tidak lenting
Jika akibat tumbukan dua benda bergabung menjadi satu, maka
tumbukan jenis ini disebut tidak lenting sama sekali. Pada tumbukan jenis
ini ada jumlah maksimum energi kinetik yang di ubah menjadi bentuk lain,
tetapi momentum totalnya tetap kekal. Sehingga berlaku :
m1 . v1 + m2 . v2 = (m1+ m2) . v (kekekalan momentum)
Ekawal - Ekakhir = energi kinetik yang hilang
Catatan = Tumbukan tidak elastis , yaitu tumbukan yang tidak berlaku hukum
kekekalan energi mekanik dan kedua benda setelah tumbukan melekat dan
bergerak bersama-sama. Koefisien restitusi e = 0

10

Momentum dan Energi

C. Perbekalan Energi Mekanik dan Momentum


Hukum kekekalan energi mekanik dirumuskan dengan E mA = E mB . Hal
ini berarti bahwa jumlah energi mekanik benda yang dipengaruhi oleh gaya
gravitasi adalah tetap. Energi mekanik didefinisikan sebagai penjumlahan antara
energi kinetik dan energi potensial. Hukum Kekekalan Energi Mekanik Sebuah
benda yang dilempar ke atas akan memiliki energy potensial dan energi kinetik.
Energi potensial dimiliki karena ketinggiannya, sedangkan energi kinetik karena
geraknya.Makin tinggi benda tersebut terlempar ke atas, makin besar energi
potensialnya.Namun, makin kecil energi kinetiknya.Pada ketinggian maksimal,
benda mempunyai energi potensial tertinggi dan energi kinetic terendah.
Untuk lebih memahami energi kinetik perhatikan sebuah bola yang dilempar ke
atas.Kecepatan bola yang dilempar ke atas makin lama makin berkurang.Makin
tinggi kedudukan bola (energi potensial gravitasi makin besar), makin kecil
kecepatannya (energi kinetik bola makin kecil). Saat mencapai keadaan tertinggi,
bola akan diam. Hal ini berarti energi potensial gravitasinya maksimum, namun
energi kinetiknya minimun (v = 0). Pada waktu bola mulai jatuh, kecepatannya
mulai bertambah (energy kinetiknya bertambah) dan tingginya berkurang (energy
potensial gravitasi berkurang).Berdasarkan kejadian di atas, seolah terjadi
semacam pertukaran energi antara energi kinetik dan energi potensial
gravitasi.Apakah hukum kekekalan energi mekanik berlaku dalam hal ini?
Analisa Hukum Kekekalan Energi Mekanik Saat benda jatuh, makin berkurang
ketinggiannya makin kecil energi potensialnya, sedangkan energi kinetiknya
makin besar.Ketika benda mencapai titik terendah, energi potensialnya terkecil
dan energi kinetiknya terbesar. Mengapa demikian?

Bola yang jatuh dari ketinggian h .


Perhatikan gambar diatas, ketika sebuah bola berada pada ketinggian h, maka
energi potensial di titik A adalah E pA

11

Momentum dan Energi

= m g h , sedangkan energi kinetiknya EkA =


Karena v = 0 , maka EkA = 0 . Jumlah antara energy potensial di titik A dan
energi kinetik di titik A sama dengan energi mekanik. Besarnya energi mekanik
adalah:
E mA = E pA + EkA
E mA = mgh + 0
E mA = mgh

D. Aplikasi Konsep Momentum Pada Kehidupan Sehari-hari


1. Peluncuran Roket
Sebuah roket diluncurkan vertikal ke atas menuju atmosfer Bumi.
Hal ini dapat dilakukan karena adanya gaya dorong dari mesin roket yang
bekerja berdasarkan perubahan momentum yang diberikan oleh roket.
Pada saat roket sedang bergerak, akan berlaku hukum kekekalan
momentum. Pada saat roket belum dinyalakan, momentum roket adalah
nol. Apabila bahan bakar di dalamnya telah dinyalakan, pancaran gas
mendapatkan momentum yang arahnya ke bawah. Oleh karena
momentum bersifat kekal, roket pun akan mendapatkan momentum yang
arahnya berlawanan dengan arah buang bersifat gas roket tersebut dan
besarnya sama. Secara matematis gaya dorong pada roket dinyatakan
dalam hubungan berikut.

Ft = (mv)
F = v(m/ t)
dengan: F = gaya dorong roket (N), (m/t)= perubahan massa roket
terhadap waktu (kg/s), dan v = kecepatan roket (m/s).
2. Air Safety Bag (kantong udara)
12

Momentum dan Energi

Air Safety Bag (kantong udara) digunakan untuk memperkecil gaya


akibat tumbukan yang terjadi pada saat tabrakan. Kantong udara tersebut
dipasangkan pada mobil serta dirancang untuk keluar dan mengembang
secara

otomatis

saat

tabrakan

terjadi.

Kantong

udara

ini

mampu

meminimalkan efek gaya terhadap benda yang bertumbukan. Prinsip


kerjanya adalah memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk menghentikan
momentum pengemudi.Saat tabrakan terjadi, pengemudi cenderung untuk
tetap bergerak sesuai dengan kecepatan gerak mobil. Gerakan ini akan
membuatnya menabrak kaca depan mobil yang mengeluarkan gaya sangat
besar untuk menghentikan momentum pengemudi dalam waktu sangat
singkat. Apabila pengemudi menumbuk kantong udara, waktu yang
digunakan untuk menghentikan momentum pengemudi akan lebih lama
sehingga gaya yang ditimbulkan pada pengemudi akan mengecil. Dengan
demikian, keselamatan si pengemudi akan lebih terjamin.
3. Desain Mobil
Desain mobil dirancang untuk mengurangi besarnya gaya yang timbul
akibat tabrakan. Caranya dengan membuat bagian-bagian pada badan mobil
agar dapat menggumpal sehingga mobil yang bertabrakan tidak saling
terpental satu dengan lainnya.Mengapa demikian?Apabila mobil yang
bertabrakan saling terpental, pada mobil tersebut terjadi perubahan
momentum dan impuls yang sangat besar sehingga membahayakan
keselamatan jiwa penumpangnya.
Daerah penggumpalan pada badan mobil atau bagian badan mobil
yang dapat penyok akan memperkecil pengaruh gaya akibat tumbukan yang
dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu memperpanjang waktu yang
dibutuhkan untuk menghentikan momentum mobil dan menjaga agar mobil
tidak saling terpental. Rancangan badan mobil yang memiliki daerah
penggumpalan atau penyok tersebut akan mengurangi bahaya akibat
tabrakan pada penumpang mobil. Beberapa aplikasi Hukum Kekekalan
Momentum lainnya adalah bola baja yang diayunkan dengan rantai untuk
menghancurkan dinding tembok.
13

Momentum dan Energi

2.3 Energi
A. Pengertian Energi
Energi memegang peranan penting dalam kehidupan ini. Energi
menyatakan kemampuan untuk melakukan usaha. Manusia , hewan , atau
benda dikatakan mempunyai energi jika mempunyai kemampuan untuk
melakukan usaha. Energi memiliki berbagai bentuk, misalnya energi listrik,
energi kalor , energi cahaya, energi potensial, energi nuklir dan energi kimia.
Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain, misalnya energi listrik
dapat berubah ke energi cahaya atau energi kalor.

B. Hukum Kekekalan Energi


Hukum kekekalan energi Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat
dimusnahkan, tetapi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain
1. Energi Mekanik
Energi mekanik adalah energi yang dimiliki suatu benda karena sifat
geraknya.Energi mekanik terdiri dari energi potensial dan energi kinetik.
Secara matematis dapat dituliuskan :
Em = Ep + Ek
dimana Em = Energi Mekanik ( joule )
2. Energi Potensial
Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena posisinya
(kedudukan) terhadap suatu acuan. Sebagai contoh sebuah batu yang kita
angkat pada ketinggian tertentu memiliki energi potensial, jika batu kita lepas
maka batu akan melakukan kerja yaitu bergerak ke bawah atau jatuh. Jika
massa batu lebih besar maka energi yang dimiliki juga lebih besar, batu yang
memiliki energi potensial ini karena gaya gravitasi bumi, energi ini disebut
energi potensial bumi. Energi potensial bumi tergantung pada massa benda,
gravitasi bumi dan ketinggian benda. Sehingga dapat dirumuskan:
Ep = m.g.h
14

Momentum dan Energi

dimana : Ep = Energi potensial ( joule )


m = massa benda ( m )
g = gaya gravitasi ( m/s2 )
h = tinggi benda ( m )
3. Energi Kinetik
Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda karena geraknya. Makin
besar kecepatan benda bergerak makin besar energi kinetiknya dan semakin
besar massa benda yang bergerak makin besar pula energi kinetik yang
dimilikinya.
Secara matematis dapat dirumuskan:
Ek = 1/2 ( m.v2 )
dimana :
Ek = Energi kinetik ( joule )
m = massa benda ( m )
v = kecepatan benda ( m/s )

C. Aplikasi Konsep Energi Dalam Kehidupan Sehari-hari


1)
2)
3)
4)

Ayunan bandul jam


Roller coaster
Lompat galah
Pistol mainan

2.4 Latihan Soal-soal dan Pembahasan


1. Sebuah benda benda berbentuk cincin ( I = mR 2 ) bergerak menggelinding
tanpa tergelincir mendaki bidang miring kasar yang mempunyai sudut
kemiringan atau elevasi dengan cos = 0,8. Jika percepatan geravitasi g =
10 m/s2 dan kecepatan awal benda itu 10 m/s, panjang lintasan bidang miring
yang ditempuh benda sebelum berhenti adalah.m.
Penyelesaian!
Diketahui : cos = 0,8
g = 10 m/s2
v0 = 10 m/s
vt = 0
15

Momentum dan Energi

Ditanyakan : s
Jawab :
Perhatikan gambar bidang miring berikut ini!
s

cos = 0,8
sin = 0,6
benda menggelinding sehingga energi yang berlaku kinetik transisi dan
energi kinetik rotasi. Apabila dihubungkan antara usaha dan perubahan energi
kinetik sebagai berikut.
W = Ek
F s = EK akhir EK awal
m g sin s = 0 EK awal
m g sin s = EK rot EK trans
m g sin s = I 2 + m v2
m g sin s = ( m R2 ) ( v/R )2 + m v2
( 0,6 ) g s = m v2 + v2
( 0,6 ) g s = v2
( 0.6 )( 10 m/s2 ) s = ( 10 m/s )2
s = 16,7 m
Jadi, panjang lintasan bidang miring yang di tempuh benda sebelum berhenti
adalah 16,7 m.
2. Perhatikan gambar!
m = 200 kg
v = 10 m/s

A
B
Balok bergerak pada lantai dari posisi A dan di Posisi B balok berhenti. Besar
usaha oleh gaya gesekan lantai pada balok adalah. Joule.
( Ujian Nasional 2012/2013 )
16

Momentum dan Energi

Diketahui : m = 200 kg
v1 = 10 m/s
v2 = 0
Ditanyakan : W
Jawab :
W = Ek
= m ( v22 v12 )
= ( 200 kg ) ( 0 - 102 ) m2/s2
= -( 100 )( 100 ) J
= -10.000 J
Tanda negetif karna arah gaya gesekan berlawanan dengan gerak benda.
Jadi, usaha oleh gaya gesekan lantai sebesar 10.000 J.

3. Perhatikan gambar di bawah ini!


x

10 m
Untuk memindahkan benda sejauh 10 m, gaya F melakukan usaha 250 J.
besarnya gaya F adalah.
Pembahasan :
Diketahu :
W = 250 J
Sudut x = 60
s = 10 m
Ditanya : F = .?
Jawab :
W = F . cos x . s
250 = F . cos 60 . 10
F = 250/5
= 50 N
4. Sebuah mobil bermassa 1 ton pada mulanya diam. Sesaat kemudian
bergerak dengan kelajuan 10 m/s. Besar usaha yang dilakukan oleh mesin
mobil tersebut adalah .
Pembahasan :
Diketahui :

m = 1 ton = 1000 kg
17

Momentum dan Energi

v o = 0 m/s
v t = 10 m/s
Ditanya :
Usaha (W)?
Jawab :
Usaha = perubahan energi kinetik
Perubahan energi kinetik :
= m(v t2 vo 2 )
= (1000)(100 0)
= (1000)(100)
= 50.000 kg m 2 /s 2
= 50.000 Joule
Jadi W = 50.000 Joule
5. Sebuah meja bermassa 10 kg mula-mula diam di atas lantai licin, lalu
didorong selama 10 sekon sehingga bergerak lurus dengan percepatan 2 m/s
2 . Besar usaha yang terjadi adalah?
Diketahui : m = 10 kg
t = 10 sekon
vo= 0
a = 2 m/s 2 , vt = ?
Ditanya : Usaha (W) ?
Jawab :
Hitung kelajuan akhir (v t) :
v t = vo + a t
= 0 + (2)(10)
= 20 m/s
Usaha = perubahan energi kinetik
Perubahan energi kinetik :
= m(v t2 v o 2 )
= (10)(400 0)
= (10)(400)
= (4000)
= 2000 Joule
Jadi W = 2000 Joule
6. Perhatikan gambar berikut di bawah ini!

18

Momentum dan Energi

A
B

50 m

10 m

30 m

Sebuah roller coaster bergerak sepanjang lintasan seperti pada gambar. Di titik A
kelajuanya 1o m/s. Jika gesekan udarah diabaikan maka besar kelajuan roller
coaster di titik B adalah .
Pembahasan :
Diketahui : m = 10 m/s
hA = 50 m
hB = 10 m
hc = 30 m
Ditanya : Tentukan besar kelajuan roller coaster di titik B.?

Jawab :
m . g . hA . + mvA 2 = m. g. hB + mvB
10 . 50 + 10 2 = 10 . 30 + vB 2
500 + 100 = 300 v B 2
500 + 50 = 150 v B 2
550 = 150 v B 2
550 150 = v B 2
400 = v B
v B = 20 m/s
7. Sebuah mobil degangan massa m bergerak dengan kelajuan v dihentikan
dalam waktu t. Ketika gaya pegereman maksimum dikerjakan oleh sopir
( anggapan gaya pengereman tidak dipengaruhi oleh massa ) maka waktu
minimum yang dibutuhkan untuk menghentikan mobil dengan massa 2m
yang bergerak dengan kecepatan v adalah ..
Pembahasan :

19

Momentum dan Energi

Diketahui : Massa = 2m
Kelajuan = v
Waktu

=t

Ditanya : waktu minimum yang dibutuhkan untuk menghentikan mobil.?


Jawab :
W = Ek
= 0 mv 2
Untuk m1 = m maka W1 = - mv2
Untuk m2 = 2m maka W2 = - 2mv2
= 2W1
Jika F sama maka S2 = S1
v . t2 = v . 2t1
Jadi, t2 = 2t1
8. Energi potensial benda bermassa 2,5 kg pada ketinggian 250 m meter adalah

Pembahasan :
Diketahui : m = 2,5 kg
h = 250 m
Ditanya : Ep = .?
Jawab :
Ep = m . g . h
= 2,5 . 10 . 250
= 6250 J
9. Sebuah benda dengan massa 2,6 kg terletak di lantai, kemudian diangkat
setinggi 7,2 m ke atas. Usaha yang dilakukan oleh gaya berat adalah
Pembahasan :
Diketahui : m = 2,6 kg
h = 7,2 m
Ditanya : W =?
20

Momentum dan Energi

Jawab :
W=m.g.h
= 2,6 . 10 . 7,2
= 187, 2 J
10. Sebuah bola bermassa 2,5 kg menggelinding dengan kecepatan tetap 5,12
m/s maka energi kinetik bola adalah .
Pembahasan :
Diketahui : m = 2,5 kg
v = 5, 12 m/s
Ditanya : Ek = mv2
= 2,5 . ( 5,12 )2
= 2,5 . 26,2144
= 32, 768 J
11. Seorang pemain ski es dengan massa 50 kg berdiri di atas permukaan es
yang gesekannya diabaikan. Dia melemparkan benda dengan massa 0,4 kg
kearah depan dengan kecepatan 20 m/s dan menyebabkan dia bergerak
mundur dengan kecepatan sebesar ..
Pembahasan :
Diketahui : ma = 50 kg
mb = 0,4 kg
vb = 20 m/s
Ditanya : va = .?
Jawab :
Momentum awal = Momentum akhir
0 = 50v + 0,4 . 20 m/s
maka
v = -0,16
12. Sebuah balok dengan massa M diam di atas bidang datar licin ditumbuk oleh
sebuah peluru dengan massa m dan kecepatan v. kecepatan system ( balok
+ peluru ) sesaat peluru menumbuk balok adalah ..
Pembahasan :
Diketahui : Massa balok = M
Massa peluru = m
Kecepatan peluru = v
Ditanya : Kecepatan sesaat peluru menumbuk balok .?
Jawab :
21

Momentum dan Energi

Momentum awal= Momentum akhir


m . v . + M . v ( m + M )v
m . v. + 0 = ( m + M )vm
v =

mv
m+ M

13. Dua buah bola A dan B dengan massa m A = 3 kg, mB = 2 kg bergerak saling
mendekati dengan laju vA = 2 ms-1, vB = 3 ms-1. Keduanya bertumbukan
secara lenting sempurna maka laju bola A sesaat setelah tumbukan adalah

Pembahasan :
Diketahui : mA = 3 kg,
mB = 2 kg
vA = 2 ms-1
vB = 3 ms-1
Ditanya : Laju bola A sesaat setelah tumbukan.?
Jawab :
mA . vA + mB . vB = mA . vA + mB . vB
3 . 2 + 2 . ( -3 ) = 3 . vA + 2 . vB
0 = 3 vA + 2 . vB .. ( 1 )
e = ( vB1 vA2 )
vA vB
e ( vA vB ) = vB vA
1 ( 2 (-3) ) = vB vA
-vA vB = 5 (2)
Pers ( 1 ) 3 . vA vB = 0 x (1)
Pers ( 2 ) - vA vB = 5 x ( 2 )
22

Momentum dan Energi

5 vA = -10
vA = - 2 m/s
14. Sebuah peluru dari 0,03 kg ditembakkan dengan kecepatan 600 m/det pada
balok kayu dari 3,57 kg yang digantungkan pada seutas tali. Jika ternyata
pelurunya masuk ke dalam balok kayu dan menyebabkan balok naik setinggi
h maka tinggi h adalah
Pembahasan :
Diketahui : mp = 0,03 kg
vp = 600 m/det
mk = 3,57 kg
Ditanya : mp =?
Jawab :
mp . vp . + mk . vk = ( mp + mk ) v
0,03 . 600 . 3,57 . 0 = ( 0,03 + 3,57 )
18 = 3,6 v
v = 2 gh
v = 5 m/det
h = 1,25 m
15. Dua orang naik perahu yang bergerak dengan kecepatan 4 ms -1. Massa
perahu dan massa tiap orang 200 kg dan 50 kg. Pada suatu saat, seseorang
meloncat dari perahu dengan kecepatan 4 ms -1 searah gerak perahu maka
kecepatan perahu sesaat setelah orang tersebut meloncat adalah ..
Pembahasan :
Diketahui : vorang = 4 ms-1
Vperahu = 4 ms-1
morang = 200 kg dan 50 kg
Ditanya : v = ?
Jawab :
morang .vorang . + mperahu,orang . vperahu,orang = m1. v1 . m2. v2
50 . 4 + 250 . 4 = 50 . 4 + 250 . v
1200 200 = 250v
V = 4 m/s
16. Sebuah bola tenis meja dijatuhkan dari ketinggian 80 cm di atas meja. Jika
pantulan yang terjadi setinggi 20 cm setelah menumbuk meja maka tinggi
pantulan yang berikutnya adalah .
Pembahasan :
Diketahui : h0 = 80 cm
h1 = 20 cm
23

Momentum dan Energi

Ditanya :
Jawab :
e= h 0
h1

h2 = ?

e= h 2
h1
e= h 2
20
e= 20
80
h2 = 5 cm
17. Sebuah balok yang mempunyai momentum p menumbuk dinding dan
memantul. Tumbukan bersifat lenting sempurna dan arahnya tegak lurus.
Besar perubahan momentum bola adalah ..
Pembahasan :
P=P 2P 1
PP

P 2
Besarnya

P=P 2

18. Sebuah benda bermassa 2,5 kg digerakkan mendatar di atas meja licin dari
keadaan diam oleh sebuah gaya mendatar F berubah terhadap waktu
menurut persamaan F = 50 + 5t degan t dalam s dan F dalam N. Pada saat t
= 2s maka momentum benda adalah .
Pembahasan :
Diketahui : m = 2,5 kg
F = 50 + 5t N
t = 2s
Ditanya : p = ?
Jawab :
a= F
m
= 20 + 2t
v = 20+2 t dt
= 20t + t2
t = 2s
v = 40 + 4
24

Momentum dan Energi

= 44 m/s
p = mv
= 2,5 . 44
= 110 kg m/s
19. Sebuah benda bermassa 4 kg mula-mula diam, kemuadian benda bergerak
lurus dengan percepatan 3 m.s . Usaha yang diubah menjadi energi kinetik
setelah 2 detik ialah . . . . .
Pembahasan :
Diketahui : a = 3 m/s
t=2s
m = 4 kg
Ditanya : W = ..?
Jawab :
Vt = V0 + a . t
=0+3.2
= 6 m/s
W = Ek
= Ek2 Ek
= mv22 mv12
= ( 4 ) . ( 6 )2 ( 4 ) . ( 0 )2
= 72 J
20. Sebuah benda dilepaskan dari A dengan ketinggian h meter di atas tanah
seperti gambar disamping. Perbandingan energi potensial dan energi kinetik
benda saat mencapai B adalah . . . .
Pembahasan :
EmA = EmB
EPa + EkA = EpB + EpB
mghA + mvA = mghB + EkB
mghA + 0 = mghB + EkB
EkA = mg( hA - hB )
EkB = mghB
Sehingga, perbandingan energi potensial dan energi kinetik benda saat
mencapai B ialah :

25

Momentum dan Energi

Epb
Ekb

2
h
2
3
2
h =
=
3
1
1
( )
3h

( )
=

2
h
mg h b
hb
3
=
=
mgh( h ah b) (h ah b)

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan dan Saran


Momentum adalah sebuah nilai dari perkalian materi yang bermassa /
memiliki bobot dengan pergerakan / kecepatan. Dalam fisika momentum
dilambangkan huruf p, secara matematis momentum dapat dirumuskan :
P= m.v
P = momentum, m = massa, v = kecepatan
Momentum akan berubah seiring dengan perubahan massa dan
kecepatan. Semakin cepat pergerakan suatu materi/benda akan semakin
cepat juga momentumnya. Semakin besar momentum, maka semakin
dahsyat kekuatan yang dimiliki suatu benda. Jika materi dalam keadaan
diam, maka momentumnya sama dengan nol. (filosofi : jika manusia tidak
mau bergerak / malas, maka hasil kerjanya sama dengan nol).Peristiwa
peristiwa yang terjadi sehari hari erat kaitannya dengan momentum. salah
satunya adalah tumbukan / tabrakan.
Usaha merupakan hasil kali antara gaya yang bekerja dengan
perpindahan yang dialami oleh benda. Satuan usaha dalam SI adalah joule
(J).Energi menyatakan kemampuan untuk melakukan usaha.Energi yang
dimiliki oleh benda-benda yang bergerak disebut energi kinetik,sedangkan

26

Momentum dan Energi

energi yang dimiliki oleh benda karena kedudukannya disebut energi


potensial.
Bagi pembaca disarankan supaya makalah ini dapat dijadikan sebagai
media pembelajaran dalam rangka peningkatan pemahaman tentang usaha
dan energi.Dan bagi penulis-penulis lain diharapkan agar karya tulis ini dapat
dikembangan lebih lanjut guna menyempurnakan makalah yang telah dibuat
sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

https://momemtum-implus.blogspot.com
https://hukum.kekekalan-momentum.wordpress.com
http://makalah.implus-penerapan.momentum.co.id
endarko,dkk.2008.fisika teknologi jilid 1.departemen pendidikan nasional
Wahyuni Sri, ddk.2011.Siap menghadapi ujian nasional 2012.Jakarta: Grasindo
Drs. Untoro Joko, ddk.Buku pintar pelajaran.Jakarta.2010. Jakarta: PT Wahyu media

27