Anda di halaman 1dari 4

Gerakan 12 balance exercise meliputi: single limb stance, eye tracking, clock reach, tandem

stance, single limb stance with arm, balancing wand, knee marching, body circles, heel to toe,
grapevine, stepping exercises, dan dynamic walking (Wolf et al, 2001). Gerakan single limb
stance merupakan gerakan mempertahankan keseimbangan tubuh dengan mengangkat salah satu
kaki dan menjadikan kaki lainnya sebagai tumpuan. Target dari latihan ini yaitu untuk
mengaktifkan otot-otot core dan gluteus yang berfungsi dalam memberikan postur yang baik
pada tubuh sehingga memperbaiki alligment tubuh dan dapat menunjang dalam memperbaiki
keseimbangan postural lansia (Krause, 2009).
Latihan balancing wand merupakan latihan keseimbangan dengan meletakkan tiang pada telapak
tangan dalam keadaan duduk dan lansia diinstruksikan untuk mempertahankan tiang tersebut
agar tidak jatuh selama yang ia bisa lakukan. Latihan ini berfungsi untuk melatih koordinasi
mata dengan lengan tangan. Gerakan lengan tangan berperan penting dalam menjaga stabilitas
tubuh sebagai efek dalam mempertahankan pusat gravitasi tubuh ketika memproteksi tubuh agar
tidak jatuh. Ketika lansia tidak bisa mempertahankan landasan tumpu dan pusat gravitasi maka
tubuh akan jatuh, tetapi lengan tangan memiliki refleks untuk menjaga agar trunk (tubuh) tidak
membentur lantai (Maki, 1997).
Posisi berdiri statis pada tandem stance berfungsi untuk meningkatkan keseimbangan statis dan
menguatkan otot-otot ankle dalam upaya mempertahankan pusat gravitasi tubuh. Latihan ini juga
berhubungan dengan latihan hel to toe pada 12 balance exercise. Heel to toe mengadaptasi
gerakan tandem dan digunakan sebagai latihan berjalan. Latihan jalan tandem adalah bentuk
latihan keseimbangan pada posisi tubuh dinamik, dimana kemampuan tubuh untuk menjaga
keseimbangan pada posisi bergerak, dengan cara berdiri lurus dan pandangan ke depan kemudian
berjalan pada satu garis lurus atau kaki kanan berada di depan kaki kiri dan saat melangkah
berikutnya kaki kiri berada di depan kaki kanan begitu seterusnya sampai titik yang ditentukan
(Wulandari, 2013). Latihan jalan dengan total durasi mencapai 4-6 menit pada 12 balance
exercise dapat memperbaiki daya tahan pada lansia. Daya tahan dibutuhkan sebagai efektor
dalam mempertahankan keseimbangan (Guccione, 2001).
Kejadian jatuh pada lansia sering kali disebabkan karena multi gerakan seperti saat bekerja yang
mengharuskannya melakukan gerakan berputar dan lain sebagainya. Oleh karena itu, latihan
keseimbangan yang dianjurkan sebaiknya mampu memperbaiki koordinasi dari lansia serta
memperkenalkannya pada situasi

lingkungan yang berbeda seperti pada 12 balance exercise yang menggunakan tantangan saat
latihan. Latihan tersebut terlihat jelas pada stepping exercise di mana lansia diharapkan mampu
menyelesaikannya sesuai urutan yang telah ditetapkan. Prinsip stepping exercise yaitu
meningkatkan fungsi dari pengontrol keseimbangan tubuh, meliputi sistem informasi sensorik,
central processing, dan efektor untuk bisa beradaptasi dengan perubahan lingkungan (Guccione,
2001).
Latihan lainnya seperti dynamic walking merupakan latihan berjalan sambil membaca buku
berguna untuk stimulasi sensorik pada sistem vestibular. Latihan ini berperan penting dalam
mengirimkan input pada vestibulospinal dan memerintahkan efektor untuk mempertahankan
posisi tubuh agar tetap stabil (Herdman, 1990).
Penelitian yang dilakukan oleh Wolf et al, terhadap 49 lansia yang berusia lebih dari dari 75
tahun membuktikan bahwa pemberian 12 balance exercise 3 kali seminggu selama 4-6 minggu
mampu meningkatkan keseimbangan dinamis setelah dievaluasi dengan menggunakan Berg
Balance Scale. Hal ini dikarenakan 12 balance exercise dapat memperbaiki postural alignment,
meningkatkan kekuatan otot ekstremitas lansia, dan memperbaiki daya tahan yang akan
berdampak pada efektivitas dalam menjaga keseimbangan dinamis (Wolf et al, 2001).

Latihan strategi pergelangan kaki (ankle strategy exercise)


Ankle strategy exercise menekankan pada kontrol goyangan postural dari ankle dan kaki. Ankle
strategy exercise berfungsi untuk menjaga pusat gravitasi tubuh, yaitu ketika membangkitkan putaran
pergelangan kaki terhadap permukaan penyangga dan menetralkan sendi lutut dan sendi panggul
untuk menstabilkan sendi proksimal. Saat latihan kepala dan panggul bergerak dengan arah dan
waktu yang sama dengan gerakan bagian tubuh lainnya di atas kaki. Pada goyangan ke depan, respon
sinergis otot normal pada latihan ini mengaktifkan otot gastrocnemius, hamstring dan otot-otot
ekstensor batang tubuh Pada respon goyangan ke belakang, mengaktivasi otot tibialis anterior, otot
quadrisep diikuti otot abdominal (Yuliana, 2014). Ankle strategy exercise dijabarkan melalui Gambar
2.13.
Gambar 2.13 Ankle strategy exercise
Sumber: Yuliana, 2014
2) Latihan strategi pinggul (hip strategy exercise)
Hip strategy exercise menggambarkan kontrol goyangan postural dari pelvis dan trunkus. Kepala dan
pinggul dengan arah yang berlawanan. Hip strategy

exercise mengandalkan gerakan batang tubuh yang cepat untuk membangkitkan gaya gesek/gerakan
horizontal melawan landasan penyangga untuk menggerakkan pusat gravitasi. Dalam hal ini bila
permukaan landasan penyangga digerakkan ke belakang, subyek miring ke depan pada sendi panggul
dengan mengaktifkan otot-otot abdominal dan otot quadrisep, tibialis anterior. Strategi ini
diobservasi bila goyangan besar, cepat dan mendekati batas stabilitas, atau jika berdiri pada
permukaan sempit dan tidak stabil untuk memberikan pengimbangan tekanan (Yuliana, 2014). Hip
strategy exercise dijabarkan melalui Gambar 2.14.
Gambar 2.14 Hip strategy exercise
Sumber: Yuliana, 2014
3) Latihan strategi melangkah (stepping strategy exercise)
Stepping strategy exercise mengGambarkan tahapan dengan kaki atau menjangkau dengan lengan
dan mencoba untuk memperbaiki landasan penyangga baru dengan mengaktifkan anggota gerak bila
titik berat melampaui landasan penyangga semula. Strategi melangkah dilakukan sebagai upaya
dalam merespon gangguan yang menyebabkan subyek goyang melebihi batas stabilitas. Dalam
keadaan demikian, melangkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan kembali

keseimbangan (Yuliana, 2014). Stepping strategy exercise dijabarkan melalui Gambar 2.15.
Gambar 2.15 Stepping Strategy Exercise
Sumber: Yuliana, 2014