Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN FISIKA

PERCOBAAN PENGUKURAN
KONSTANTA PEGAS
Disusun untuk memenuhi tugas
Laboratorium Fisika.
Disusun untuk.

Program Studi Fisika

Oleh :
Pia Rohdina

Dewi Tita Juwita

Ninda Novianti

Evina Sucianti

SMAN CIKIJING, 2012-2013


KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya,

sehingga praktikan bisa menyelesaikan laporan ujian praktikum fisika yang


berjudul MENENTUKAN KONSTANTA PEGAS (PEGAS). Laporan ini disusun
sebagai bukti otentik dari ujian praktek fisika tahun ajaran 2012-2013 yang
dilaksanakan di laboraturium FISIKA SMA Negeri 1 CIKIJING.
Tidak lupa praktikan mengucapkan terimakasih kepada:
1. Dra. Ibu Dewi Susanti Kaniawati selaku guru pembimbing.
4. Orang tua yang selalu memberikan motivasi dan doa.
5. Teman-teman XI IPA yang membantu praktikan menyelesaikan laporan ini.
Praktikan berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca, sehingga
mampu mendefinisikan konstanta pegas dan menghitung yang berfariasi
bentuk dan ukurannya.
Praktikan menyadari karya tulis ini masih banyak kekurangan. Maka dari itu
praktikan memohon maaf jika ada kesalahan dalam pembuatan laporan. Oleh
karena itu praktikan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang
sifatnya membangun demi perbaikan pembuatan laporan dimasa mendatang.

Cikijing, 16 Oktober 2012

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari banyak dijumpai bahan, misalnya karet,kawat
tembaga, pegas tembaga, besi, kayu, nilon, sapu lidi, dan
plastisin. Diantara bahan-bahan tersebut dapat digolongkan menjadi benda elastis dan
tidak elastis.Benda elastis adalah benda yang dapat kembali ke bentuk semula setelah
gayayang mengubah bentuk telah dihapuskan. Benda tidak elastis adalah
benda yangtidak kembali ke bentuk semula setelah gaya yang mengubah
benda dihapuskan.Dari definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pegas adalah
benda elastis.Pegas diterapkan dalam berbagai bentuk dan dalam banyak
konstruksi.Penggunaan pegas adalah agar suatu konstruksi berfungsi dengan
baik, bukansuatu hal yang mutlak, melainkan suatu pilihan sehubungan
dengan pembuatandan biaya. Sifat pegas yang terpenting ialah
kemampuannya menerima kerja lewat perubahan bentuk elastik dan ketika
mengendur.

B. Tujuan Penelitian
Dari rumusan masalah yang diuraikan diatas, maka tujuan dari penelitian
dengan alat peraga sederhana gaya pegas dan konstanta pegas ini adalah :
1. Menambil data yang diperlukan untuk penelitian gaya pegas dan
konstanta pegas (hukum Hooke).
2. Mendapatkan hubungan antara gaya berat(F)dengan pertambahan
panjang pegas(x).
3. Mengganbarkan grafik antara gaya berat (F) dengan pertambahan
panjang pegas (x).
4. Mencari konstanta pegas.

C. Manfaat Penelitian
Dari penelitian gaya pegas dan konstanta pegas dengan menggunakan
alat peraga sederhana ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai
berikut :
1. Dapat meningkatkan pemahaman terhadap materi gaya pegas.
2. Penguasaan konsep fisika tentang gaya pegas menjadi lebih maksimal
dengan metode eksperimen menggunakan alat peraga yang sederhana.
3. Memberi pengetahuan tentang adanya media lain yang dapat digunakan
dalam pembelajaran fisika,khususnya pada materi gaya pegas.
4. Meningkatkan kemampuan untuk mengambil data dengan benar.
5. Memberikan waktu lebih banyak untuk dapat melakukan pengamatan
dan menganalisis data terhadap fenomena fisika yang terjadi disekitar
kita.
6. Sebagai bahan kajian untuk penelitian dengan ruang lingkup yang lebih
luas.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Elastisitas
Elastisitas dapat didefinisikan sebagai sifat suatu benda atau bahan yang
dapat kembali kebentuk semula.
Bola yang terbuat dari karet, bila diberi gaya tekan maka bentuknya tidak bulat
lagi. Namun jika gaya tersebut dihilalangkan, bentuk bola tersebut juga akan
kembali pada bentuk semula. Akan tetapi jika bola yang terbuat dari tanah liat
diberi gaya yang sama dan gayanya dihilangkan, maka bentuk bola tersebut
tidak dapat kembali pada bentuk semula.
Dari kejadian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ada 2 golongan bahan,
yaitu bahan elastis dan bahan tidak elastis. Bahan elastis adalah bahan yang
dapat kembali pada bentuk semula jika diberi suatu gaya,contohnya adalah
karet,baja dan kayu. Sedangkan bahan tidak elastis adalah bahan yang tidak
dapat kembali lagi pada bentuk semula jika diberi gaya meski gaya tersebut
telah dihilangkan, contohnya adalah tanah liat dan plastisin.

B. Hukum Hooke
Jika sebuah pegas ditarik dengan gaya tertentu, maka panjangnya akan
berubah. Semakin besar gaya tarik yang bekerja, semakin besar pertambahan
panjang pegas tersebut. Ketika gaya tarik dihilangkan, pegas akan kembali ke
keadaan semula. Jika beberapa pegas ditarik dengan gaya yang sama,
pertambahan panjang setiap pegas akan berbeda. Perbedaan ini disebabkan
oleh karakteristik setiap pegas. Karateristik suatu pegas dinyatakan dengan
konstanta pegas (k).
Hukum Hook menyatakan bahwa jika pada sebuah pegas bekerja sebuah
gaya, maka pegas tersebut akan bertambah panjang sebanding dengan besar
gaya yang bekerja padanya. Secara matematis, hubungan antara besar gaya
yang bekerja dengan pertambahan panjang pegas dapat dituliskan sebagai
berikut:
F=kx
Keterangan :
F = gaya yang bekerja (N)
k = konstanta pegas (N/m)
x = perubahan panjang pegas
Pegas ada yang disusun secara tunggal, ada juga yang disusun seri atau
paralel. Untuk pegas yang disusun seri, pertambahan panjang total sama
dengan jumlah masing-masing pertambahan panjang pegas . Sehingga
pertambahan total x adalah: x = x1 + x2.
Sedangkan untuk pegas yang disusun paralel, pertambahan panjang masingmasing pegas sama. Yaitu: x1 = x2 = x3. dengan demikian: Kp = k1 + k2

Perlu selalu di ingat bahwa hukum Hook hanya berlaku untuk daerah
elastik, tidak berlaku untuk daerah plastik maupun benda-benda plastik.
Menurut Hooke, regangan sebanding dengan tegangannya, dimana yang
dimaksud dengan regangan adalah persentase perubahan dimensi. Tegangan
adalah gaya yang menegangkan per satuan luas penampang yang dikenainya.
Sebelum diregangkan dengan gaya F, energi potensial sebuah pegas adalah
nol, setelah diregangkan energi potensialnya berubah menjadi: E = kx2
Jika sebuah benda diberikan gaya maka hukum Hooke hanya berlaku
sepanjang daerah elastis sampai pada titik yang menunjukkan batas hukum
Hooke. Jika benda diberikan gaya hingga melewati batas hukum Hooke dan
mencapai batas elastisitas, maka panjang benda akan kembali seperti semula.
Jika gaya yang diberikan tidak melewati batas elastisitas. Tapi hukum Hooke
tidak berlaku pada daerah antara batas hukum Hooke dan batas elastisitas. Jika
benda diberikan gaya yang sangat besar hingga melewati batas elastisitas,
maka benda tersebut akan memasuki daerah plastis dan ketika gaya
dihilangkan, panjang benda tidak akan kembali seperti semula, benda tersebut
akan berubah bentuk secara tetap. Jika pertambahan panjang benda mencapai
titik patah, maka benda tersebut akan patah.
Berdasarkan persamaan hukum Hooke di atas, pertambahan panjang (L)
suatu benda bergantung pada besarnya gaya yang diberikan (F) dan materi
penyusun dan dimensi benda (dinyatakan dalam konstanta k). Benda yang
dibentuk oleh materi yang berbeda akan memiliki pertambahan panjang yang
berbeda walaupun diberikan gaya yang sama, misalnya tulang dan besi.
Demikian juga, walaupun sebuah benda terbuat dari materi yang sama
(misalnya besi), tetapi memiliki panjang dan luas penampang yang berbeda
maka benda tersebut akan mengalami pertambahan panjang yang berbeda
sekalipun diberikan gaya yang sama. Jika kita membandingkan batang yang
terbuat dari materi yang sama tetapi memiliki panjang dan luas penampang
yang berbeda, ketika diberikan gaya yang sama, besar pertambahan panjang
sebanding dengan panjang benda mula-mula dan berbanding terbalik dengan
luas penampang. Makin panjang suatu benda, makin besar pertambahan
panjangnya, sebaliknya semakin tebal benda, semakin kecil pertambahan
panjangnya.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.

Waktu dan Tempat Praktikum


Adapun waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan praktikum ini

adalah :
hari / tanggal
waktu
tempat

: Selasa / 16 Oktober 2012


: Pukul 08.30 s.d. 10.00 WIB
: Laboratorium Fisika, SMAN 1 CIKIJING

B. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode
kuantitatif. Dan teknik pengambilan data dilakukan dengan eksperimen.

C. Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
1.
2.
3.
4.

Statif
Pegas
Mistar / Penggaris
Beban denga masa yang berbeda-beda

D. Langkah Percobaan
Langkah-langkah percobaan yang dilakukan adalah sebagai berikut :
2. Menimbang semua beban dan mencatat massanya.
3. Mengaitkan ujung atas pegas pada statip dan mengukur panjang pegas
sebagai panjang mula-mula (Io).
4. Mengaitkan ujung bawah pegas dengan beban yang paling kecil
kemudian mengukur panjang pegas sebagai I1 alat percobaan diatas.
5. Mengukur pertambahan panjang sebagai :
x = I = l1 Io.
6. Melepaskan beban.Dan mengganti beban yang berbeda massanya (m2),
kemudian mengukur panjang pegas sebagai I2 .
7. Mencatat hasil percobaan dalam tabel percobaan.
8. Menghitung pertambahan panjang pegas (x atau I).
9. Mengulangi langi langkah 1 sampai 6 untuk massa beban yang berbedabeda,sehingga diperoleh data tentang beban dan pertambahan panjang
yang berbeda-beda pula.

E. Teknik Analisis Data


Penelitian ini menggunakan teknik eksperimen, yaitu pengukuran
berulang. Dengan massa yang berbeda-beda (m1, m2,..., m5) sehingga dari
data hasil percobaan diperoleh panjang pegas yang berbeda-beda juga (l1(1),
l1(2),..., l1(5)).
Untuk mencari besarnya gaya yang bekerja pada pegas, maka dapat
menggunakan persamaan F = w dan w = m . g. Karena massa bebannya
berbeda-beda, sehingga didapat F1, F2,...,F5 yang berbeda pula. Untuk
mencari besarnya pertambahan panjang pegas dapat dicari dengan x = l = l1
- l. Dengan nilai panjang pegas yang berbeda, maka pertambahan panjangnya
juga berbeda (x1, x2, ..., x5).
Dan dari perhitungan tersebut didapat F1, F2, ..., F5 dan x1, x2, ..., x5,
maka dicari hubungan antara gaya (F) terhadap pertambahan panjang pegas
(x). Sehingga dapat digambarkan grafiknya.
Dari hasil perhitungan (F1, F2,...,F5 dan x1, x2,...,x5) tersesebut juga
digunakan untuk nencari konstanta pegas. Yaitu dengan persamaan F = k . x.
Dan data konstanta pegas tersebut dianalisis dengan rumus sebagai berikut :
k

Konstanta rata-rata k = n

( k k )

Kesalahan mutlak k =

kesalahan relatif =

k
k

n . ( n1 )

x 100%

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
I.

PEGAS BESAR
A. Data Hasil Percobaan

N
O

1.
2.
3.
4.

Massa /
m
( kg )
0,05
0,1
0,15
0,2

Panjang
Awal
Pegas /
l ( m )
0,07
0,07
0,07
0,07

Panjang
Akhir
Pegas /
l1( m )
0,11
0,16
0,21
0,26

Perubaha
n
panjang /
x (l1-lo)
0,04
0,09
0,14
0.19

Gaya / F
(m.g)

Konstant
a/k

0,5
1
1,5
2

( Fx )

12,5
11,11
10,7
10,5

Nilai rata-rata Konstanta pegasnya yaitu :


k
k =
n
=

44,8
4

= 11,2
Kesalahan mutlak konstanta pegasnya yaitu :
(k k )
k
=
n .(n1)

2,4381
= 4( 4 1)
=0,203175

Jadi konstanta pegas tersebut adalah k = ( k


Kesalahan relatif konstanta pegasnya yaitu :
k
=
x 100%
k

0,203175
x 100%
11,2

= 1,8140625 %

k ) = ( 11,2 0,203175)

B. Pembahasan Hasil Analisis Data


Dari hasil analisis data percobaan diatas, didapatkan hasil yang berbedabeda tergantung dari besarnya gaya yang diberikan pada pegas tersebut.
Yaitu :
1. Panjang awal pegas (l(1)) adalah 0,07m setelah diberi massa 0,05kg,
panjang pegas akhir(l1(1)) menjadi 0,11m sehingga pertambahan pajang
pegas(x1) adalah 0,04m.
2. Panjang awal pegas (l(2)) adalah 0,07m setelah diberi massa 0,1kg,
panjang pegas akhir(l1(2)) menjadi 0,16m sehingga pertambahan pajang
pegas(x2) adalah 0,09m.
3. Panjang awal pegas (l(3)) adalah 0,07m setelah diberi massa 0,15kg,
panjang pegas akhir(l1(3)) menjadi 0,21m sehingga pertambahan pajang
pegas(x3) adalah 0,14m.
4. Panjang awal pegas (l(4)) adalah 0,07m setelah diberi massa 0,2kg,
panjang pegas akhir(l1(4))menjadi 0,26m sehingga pertambahan pajang
pegas(x4)adalah 0,19m.
Dari data tersebut maka dapat dicari besarnya gaya ( F ) yang diberikan
pada pegas dengan menggunakan rumus F = w = m . g dan besarnya
konstanta pegas dengan menggunakan persamaan (F=m.g), yaitu :
1. Besar gaya ( F1 ) yang diberikan
pegasnya (k1) adalah 12,5
2. Besar gaya ( F2 ) yang diberikan
(k2) adalah11,11.
3. Besar gaya ( F3 ) yang diberikan
pegasnya (k3) adalah 10,7
4. Besar gaya ( F4 ) yang diberikan
(k4) adalah 10,5.

adalah 0,5N,sehingga konstanta


adalah 1N,sehingga konstanta pegasnya
adalah 1,5N,sehingga konstanta
adalah 2N,sehingga konstanta pegasnya

Dari data tersebut,maka dapat dicari hubungan antara besarnya gaya(F)


yang diberikan terhadap pertambahan panjang pegas(x),yaitu semakin besar
gaya yang diberikan maka pertambahan panjang pegasnya juga akan semakin
besar pula.
Setelah semua nilai konstanta pegas dijumlahkan, didapatkan nilai rata (k k )

k
rata konstantanya adalah
= 11,599. Dan dengan rumus k = n .(n1)
maka besarnya
kesalahan mutlak konstantanya adalah 0,203175. Untuk kesalahan relatif
k
konstantanya dicari dengan persamaan =
x 100%, sehinga didapat
k
kesalahan relatifnya sebesar 1,8140625 %

II. PEGAS KECIL


A. Data Hasil Percobaan
N
O

1.
2.
3.
4.

Massa /
m
( kg )
0,05
0,1
0,15
0,2

Panjang
Awal
Pegas /
l ( m )
0,07
0,07
0,07
0,07

Panjang
Akhir
Pegas /
l1( m )
0,09
0,11
0,13
0,15

Perubaha
n
panjang /
x (l1-lo)
0,02
0,04
0,06
0.08

Gaya / F
(m.g)

a/k
0,5
1
1,5
2

Nilai rata-rata Konstanta pegasnya yaitu :


k
k =
n
=

100
4

= 25
Kesalahan mutlak konstanta pegasnya yaitu :
(k k )
k
=
n .(n1)

= 4(4 1)
=0

Jadi konstanta pegas tersebut adalah k = ( k


Kesalahan relatif konstanta pegasnya yaitu :
k
=
x 100%
k

Konstant

k ) = ( 25 0)

25
25
25
25

( Fx )

0
25 x 100%

=0%

B. Pembahasan Hasil Analisis Data


Dari hasil analisis data percobaan diatas, didapatkan hasil yang berbedabeda tergantung dari besarnya gaya yang diberikan pada pegas tersebut.
Yaitu :
1. Panjang awal pegas (l(1)) adalah 0,07m setelah diberi massa 0,05kg,
panjang pegas akhir(l1(1)) menjadi 0,09m sehingga pertambahan pajang
pegas(x1) adalah 0,02m.
2. Panjang awal pegas (l(2)) adalah 0,07m setelah diberi massa 0,1kg,
panjang pegas akhir(l1(2)) menjadi 0,11m sehingga pertambahan pajang
pegas(x2) adalah 0,04m.
3. Panjang awal pegas (l(3)) adalah 0,07m setelah diberi massa 0,15kg,
panjang pegas akhir(l1(3)) menjadi 0,13m sehingga pertambahan pajang
pegas(x3) adalah 0,06m.
4. Panjang awal pegas (l(4)) adalah 0,07m setelah diberi massa 0,2kg,
panjang pegas akhir(l1(4))menjadi 0,15m sehingga pertambahan pajang
pegas(x4)adalah 0,08m.
Dari data tersebut maka dapat dicari besarnya gaya ( F ) yang diberikan
pada pegas dengan menggunakan rumus F = w = m . g dan besarnya
konstanta pegas dengan menggunakan persamaan (F=m.g), yaitu :
1. Besar gaya ( F1 ) yang diberikan
pegasnya (k1) adalah 25
2. Besar gaya ( F2 ) yang diberikan
(k2) adalah25
3. Besar gaya ( F3 ) yang diberikan
pegasnya (k3) adalah 25
4. Besar gaya ( F4 ) yang diberikan
(k4) adalah 25

adalah 0,5N,sehingga konstanta


adalah 1N,sehingga konstanta pegasnya
adalah 1,5N,sehingga konstanta
adalah 2N,sehingga konstanta pegasnya

Dari data tersebut,maka dapat dicari hubungan antara besarnya gaya(F)


yang diberikan terhadap pertambahan panjang pegas(x),yaitu semakin besar
gaya yang diberikan maka pertambahan panjang pegasnya juga akan semakin
besar pula.

Setelah semua nilai konstanta pegas dijumlahkan, didapatkan nilai rata (k k )

rata konstantanya adalah k = 25. Dan dengan rumus k = n .(n1) maka


besarnya
kesalahan mutlak konstantanya adalah 0. Untuk kesalahan relatif konstantanya
k
dicari dengan persamaan =
x 100%, sehinga didapat kesalahan
k
relatifnya sebesar 0 %

BAB V
PENUTUP
A.

Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa :

N
0.

PEGAS BESAR
1. Dari data percobaan didapat data sebagai berikut.
Hasil perhitungan
Gaya / F
(m.g)

Konstant
a/k

( Fx )
1.
2.
3.
4.

0,5
1
1,5
2

12,5
11,11
10,7
10,5

Dan besar rata-rata konstan pegasnya adalah 11,2.

2. Dalam penelitian gaya pegas dan konstanta pegas terbukti bahwa


Hukum Hooke adalah benar. Yaitu hubungan antara gaya yang diberikan
pada pegas serbanding dengan pertambahan panjang pegas ( F = k . x ).
3. Alat percobaan sederhana gaya pegas dan konstanta pegas dapat
digunakan dengan baik untuk proses pembelajaran fisika. Hal tesebut
dibuktikan dengan nilai kesalahan mutlak konstantanya hanya sebesaar
0,203175dan kesalahan relatifnya adalah 1,8140625 %
4. Metode pembelajaran dengan eksperimen merupakan salah satu metode
yang tepat digunakan dan perlu dikembangkan dalam pembelajaran
konsep fisika dari pada metode konvensional.

PEGAS KECIL
1. Dari data percobaan didapat data sebagai berikut.
Hasil perhitungan

N
0.

Gaya / F
(m.g)

Konstant
a/k

( Fx )
1.
2.
3.
4.

0,5
1
1,5
2

25
25
25
25

Dan besar rata-rata konstan pegasnya adalah 25.


2. Dalam penelitian gaya pegas dan konstanta pegas terbukti bahwa Hukum
Hooke adalah benar. Yaitu hubungan antara gaya yang diberikan pada
pegas serbanding dengan pertambahan panjang pegas ( F = k . x ).
3. Alat percobaan sederhana gaya pegas dan konstanta pegas dapat
digunakan dengan baik untuk proses pembelajaran fisika. Hal tesebut
dibuktikan dengan nilai kesalahan mutlak konstantanya hanya sebesaar
0, dan kesalahan relatifnya adalah 0 %
4. Metode pembelajaran dengan eksperimen merupakan salah satu metode
yang tepat digunakan dan perlu dikembangkan dalam pembelajaran
konsep fisika dari pada metode konvensional.
Dari data tersebut,maka dapat dicari hubungan antara besarnya gaya(F)
yang diberikan terhadap pertambahan panjang pegas(x),yaitu semakin besar

gaya yang diberikan maka pertambahan panjang pegasnya juga akan semakin
besar pula. Dan dapat digambarkan grafiknya seperti berikut :

B. Saran
1. Untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam kegiatan pembelajaran
khususnya fisika, salah satu upaya yaitu melalui metode pembelajaran
yang tepat dan menyenangkan, salah satu metode tersebut yaitu metode
eksperimen.
2. Pada percobaan gaya pegas dan konstanta pegas dengan alat peraga
sederhana, ada baiknya mencoba dengan menggunakan massa beban
yang lebih bervariasi lagi dan menggunakan beberapa pegas yang
berbeda.
3. Dalam pembelajaran fisika pada bab lain, dapat dimungkinkan untuk
menggunaan alat peraga sederhana juga.

C. Penutup
Dengan mengucapkan Alhamdulillahi rabbil alamin, penulis
memanjatkan puji sukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan petunjuk
dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan laporan ini.
Penulis dalam penyusunan laporan ini menyelesaikannya dengan kondisi
dan substansi sesuai dengan kemampuan dari penulis. Penulisan laporan ini
adalah sebagai hasil dari percobaan, pengamatan dan analisis penulis terhadap
alat peraga sederhana gaya pegas dan konstanta pegas ( hukum Hooke ) yang
telah dibuat.
Dengan penuh kesadaran, Penulis menyadari bahwa diperlukan
kemampuan dan keterampilan yang lebih untuk menjadi seorang analis.
Sehingga diperoleh hasil yang memuaskan.
Pada ahirnya penulis menyadari jika tidak ada sesuatu yang sempurna, karena
kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Dengan hal ini penulis mengharapkan
kritik,saran serta masukan dari berbagai pihak sebagai bahan evaluasi laporan
ini dan dalam penulisan selanjutnya.

Semoga laporan yang sederhana ini dapat bermanfaat dalam


pengembangan ilmu pengetahuan dan sebagai bahan kajian untuk penelitian
dengan ruang lingkup yang lebih luas lagi. Amin Ya Rabbal alamin.

DOKUMENTASI

DAFTAR PUSTAKA
Foster , Bob. 2005. Fisika SMA Kelas XI . Jakarta : Erlangga
Sugiyono. 2007. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta.
(http://www.gurumuda.com/2008/10/hukum-hooke-dan-elastisitas/)
(http://www.google.co.id/search?
hl=id&q=getaran+pegas&btnG=Telusuri+dengan+Google&meta=&aq=f&oq=
)
Sabir.2006.Buku Kerja Fisika Sma . Padang : Esis