Anda di halaman 1dari 21

Merup peny menular menahun yg

menyerang terutama kulit &


susunan saraf tepi
Sering dpt menimbulkan eksaserbasi
akut dan menimbulkan cacat bila tdk
diobati sewaktu peny dlm stadium
dini
Dahulu peny ini sangat ditakuti
masy dan menimbulkan stigma krn
belum ditemukan obatnya

Di Eropa, pend kusta diisolasi dan dianggap


mati sebelum mati. Pend dimasukkan ke
leprosarium
Hal ini dilakukan krn penyebab belum
diketahui & obat belum ditemukan shg
cacat yg timbul pd anggota tubuh & muka
sangat mengerikan
Dr. Armauer Hansen menemukan kuman
kusta di lab nya di Bergen (Norwegia) thn
1873
Di Indonesia, dr. J.B. Sitanala sbg pelopor
pemberantasan kusta dgn gagasan isolasi
rumah

Kuman kusta/mycobacterium leprae


sbg penyebab spesifik peny kusta
Bentuk batang dan tahan asam
Scr morfologis = M.tb hanya
ukuranya > dr M. tb
Berbeda dgn M.tb, sukar dibiak
invitro

Menurut kepustakaan tdk semua


kuman kusta dpt menularkan peny,
hal ini tergantung pd :
Resistensi tubuh pend
Keteraturan pengobatan yg tlh
dijalani/sumber penularan
Jenis obat yg dipakai
Keutuhan kuman
Sosek
iklim

Bila terinfeksi kuman sbgian


besar/95% akan sembuh sendiri &
5% akan mjd intermediate
Dr 5% indeterminate, 30%
bermanifestasi klinis mjd
determinate & 70% sembuh
Determinate : TT, BT, BB, BL, LL
Sumber penularan ad kuman
utuh/solid yg bersal dr pend tipe MB
yg belum diobati atau tdk teratur
berobat

Yg pasti belum diketahui, tp menurut


sbgian besar ahli mll saluran pernapasan
(inhalasi) dan kulit (kontak langsung yg
lama & erat)
Kuman msk kulit/implantasi mll folikel
rambut, kelenjar keringat dan ASI
Insidens yg tinggi pd daerah tropis & sub
tropis yg panas dan lembab
Dpt menyerang semua umur, anak2 lbh
rentan
Frekwensi tertinggi pd kelompok dewasa
dan anak 10-12 thn

Utk menetapkan klasifikasi yg


penting ad gbran klinik & hsl lab
Penetapan klasifikasi berhub dgn :
jenis obat, lamanya waktu
pengobatan, prognosis
Klasifikasi juga dihub dgn
manifestasi pd kulit akibat infiltrasi
kuman, kerusakan jaringan,
bergantung pd ada tdknya resistensi
jaringan tubuh thd kuman

Ada 2 tipe polar : tuberkuloid &


lepromatos
Bila ada resistensi timbullah status
hipersensitivitas dan terbentuklah
lesi tuberkuloid. Bila tdk ada
resistensi akan timbul lesi
lepromatos pd jaringan tubuh
Diantara 2 tipe polar tdp btk
intermediat dgn adanya variasi2 dr
kelainan kulit dan saraf tepi

Klasifikasi menurut Ridley & Jopling : I,


TT, BT, BB, BL & LL
Klasifikasi ini dipakai terutama utk lit
dan Tx di lembaga (Leprosaria & pusat
riset)
Klasifikasi Madrid : I, T & L (T meliputi
TT & BT, L meliputi BB, BL & LL)
Klasifikasi ini dipakai utk petugas
lapangan krn mudah & praktis

Klasifikasi menurut Depkes & WHO


yi : tipe PB (pausi basiler) & MB
(multi basiler)
Depkes : bercak/makula, infiltrat,
nodulus, penebalan saraf tepi,
deformitas/cacat, sediaan apus, ciri2
kusus
WHO : lesi kulit (makula, papul,
nodus), kerusakan saraf

MI : 3-5 thn tp ada yg 1-2 thn


Lesi kulit yg tunggal atau multipel,
biasanya hipopigmentasi tp kdg2
kemerahan atau berwarna tembaga
Lesi bervariasi tp umumnya berupa
makula, papul atau nodul
Kehilangan sensibilitas pd kulit merup gbrn
yg khas (glove & stocking anastesi)
Kerusakan saraf tepi bermanifestasi
kehilangan sensibilitas kulit & kelemahan
otot. Juga tjd penebalan saraf tepi

Didasarkan pd gbran klinis,


bakterioskopis, histopatologis
Menurut WHO Dx ditegakkan bila
tdp 1 dr tanda kardinal berikut :
1. adanya lesi kulit yg khas dan
kehilangan sensibilitas
2. BTA positif dr kerokan kulit

Inspeksi
Pend tutp mata, gerakan mulut,
bersiul, tertawa utk mengetahui
fungsi saraf wajah
Dilihat seluruh kelainan kulit dan
kehilangan rambut tubuh (alopesia &
madarosis)
Px sensibilitas kulit dgn kapas (raba),
jarum (nyeri), air panas /dingin
(suhu)

Px saraf tepi & fungsinya pd : N.


auricularis magnus, ulnaris, radialis,
medianus, peroneus, tibialis
posterior meliputi pembesaran,
penebalan, konsistensi & adanya
nyeri
Px saraf fungsi saraf otonom yi
memeriksa kekeringan pd lesi akibat
tdk berfungsinya kelenjar keringat

Sediaan diambil dr kelainan kulit yg plg


aktif
Lokasi pengambilan : cuping telinga ki/ka,
2 4 lesi kulit yg aktif
Indikasi px :
Yg dicurigai kusta
Pasien baru yg di Dx scr klinis
Pend kusta yg relaps atu dicurigai resisten
Semua pend MB setiap 1 thn sekali

Merup ukuran kepadatan BTA dlm


sediaan hapus
Digunakan utk menentukan tipe
kusta dan mengevaluasi hsl
pengobatan

Merup %ase bentuk utuh thd seluruh


BTA
Digunakan utk mengetahui daya
penularan kuman, mengevaluasi hsl
pengobatan

Tujuan utama :
Menyembuhkan
Mencegah timbulnya cacat
Memutuskan mata rantai penularan
Program MDT (kombinasi rifampisin,
klofazimin & DDS) dimulai thn 1981
sesuai rekomendasi WHO
Pengobatan MDT terbaru (WHO) :
rifampisin, ofloksasin & minosiklin

Tipe PB yi bila tdk minum obat


sebanyak 4 dosis dr yg seharusnya
Tipe Mbyi bila tdk minum obat 12
dosis dr yg seharusnya

Cacat akibat kerusakan fungsi saraf


tepi maupun krn neuritis sewaktu tjd
rx kusta