Anda di halaman 1dari 65

Kista Ovarium

PEMBIMBING : DR. FX. WIDIARSO, SPOG


MATHYAS THANAMA | 112014120

Identitas Pasien
Nama lengkap : Ny. S

Jenis kelamin : Perempuan

Umur : 36 tahun

Suku bangsa : Jawa

Status perkawinan : P1A0

Agama : Islam

Pekerjaan : wiraswasta

Pendidikan : SD

Alamat : Jambean Kidul, RT 03 RW Masuk Rumah Sakit : 7 Desember


03, Margorejo, Pati

2015 pukul 11.40

Nama suami

: Tn. S
Umur
: 40 tahun
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat

:Jambean Kidul, RT 03 RW 03,

Margorejo, Pati

Anamnesis

Dilakukan autoanamnesis pada tanggal 9 Desember


2015, pukul 08.00 WIB

Keluhan utama:

Nyeri perut bagian bawah sejak 1 bulan SMRS.

Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien wanita 36 tahun, datang ke RSMR dengan


keluhan nyeri perut yang hilang timbul pada perut
bagian bawah sejak 1 bulan SMRS. Nyeri yang
dirasakan bersifat tumpul dan tidak menjalar baik ke
pinggang maupun ke punggung. Pasien tidak
mengeluhkan
adanya
mual
muntah,
demam,
gangguan BAK maupun BAB. Pasien juga mengaku
tidak ada gangguan menstruasi dengan riwayat
menstruasi yang teratur. Tidak ada lendir maupun
darah yang keluar melalui jalan lahir.

Riwayat Haid

Menarche

: 13 tahun

Siklus

: 30 hari

Lama

: 7 hari

Dismenorrhea : (-)

Leukorrhea

: (-)

Menopause

: (-)

HPHT

: November 2015 (tanggal lupa)

Riwayat

Perkawinan

Menikah

1 kali, saat usia 24 tahun dan sudah


menikah selama 12 tahun

Riwayat
KB

KB

Suntik (tahun lupa)

Riwayat Kehamilan dan


Kelahiran
Hamil
ke
1

Usia
kehamila
n
40 minggu

Jenis
persalina
n
Partus
spontan

Penyuli
t

Penolong

Jenis
kelamin

BB/TB
lahir

Umur
(tahun)

Dokter
SpOG

Laki-laki

3000 gr

10

Riwayat

Penyakit Dahulu

Os

mengaku pernah dikuret karena miom 10 bulan yang lalu


dan pernah operasi kista 4 tahun SMRS

Os

tidak memiliki riwayat penyakit darah tinggi, jantung,


kencing manis, asma maupun alergi.

Riwayat
Tidak

Penyakit Keluarga

ada anggota keluarga yang menderita penyakit darah


tinggi, jantung, kencing manis, asma maupun alergi.

Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum

: Baik

Kesadaran

: Compos Mentis

Tekanan darah

Nadi

Pernafasan

Suhu

: 130/80 mmHg
: 88x/menit
: 20x/menit
: 36,5oC

Mata

: Konjungtiva anemis -/- , Sklera ikterik -/-

Telinga

: hiperemis -/-, membran timpani +/+

Hidung

: hiperemis -/-, secret -/-, deviasi septum (-)

Mulut/gigi

: hiperemis -/-, T1/T1

Leher

: tidak tampak pembesaran KGB dan tiroid

Jantung

Pulmo
-/-

Abdomen
: tidak tampak membuncit, bekas operasi
laparatomi (-), BU (+), nyeri tekan (+)

Ekstremitas

: BJ I-II reguler murni, gallop (-), murmur (-)


: Suara napas dasar vesikuler, rhonki -/-, wheezing

: Edema tungkai +/+

Pemeriksaan Obstetri dan Ginekologi

Abdomen :

Inspeksi

Auskultasi : Bising usus (+)

Perkusi
Palpasi

: Perut tidak tampak membuncit


: Timpani
: supel, nyeri tekan (-), massa (-)

Pemeriksaan Dalam

Tidak dilakukan

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Laboratorium tanggal 7 Desember 2015

Darah rutin

Hemoglobin

12,7 g/dL

(N: 11,7 15,5)

Leukosit

8,80

(N: 3.600 11.000)

Hematokrit

Trombosit

Golongan darah/Rh

Waktu perdarahan/BT

2,00 menit

(N: 1-3)

Waktu pembekuan/CT

5,30 menit

(N: 2-6)

37,50 %
354.000

(N: 30-43)
(N: 150.000-440.000)

O/+

GDS

101

Ureum

13,0

Creatinin

0,70

Natrium

Kalium

3,46

Clorida

107,5

Calsium

HbsAg

HIV

(N: 0,6-1.1)

141,7

8,9

(N: 15-40)
(N: 135-147)

(N: 3,5-5,1)
(N: 97-108)
(N: 8.8-10.0)

USG (di poliklinik)

Tampak kista ovarii duplex: kanan 8 cm dan kiri 6 cm.

Foto Thorax PA

Dalam batas normal, cor tidak membesar dan pulmo tenang

Resume
Pasien

wanita 36 tahun, PIA0, dengan keluhan nyeri perut


yang hilang timbul pada perut bagian bawah sejak 1
bulan SMRS. Nyeri yang dirasakan bersifat tumpul dan
tidak menjalar baik ke pinggang maupun ke punggung.
Pasien tidak mengeluhkan adanya mual muntah, demam,
gangguan BAK maupun BAB. Pasien juga mengaku tidak
ada gangguan menstruasi dengan riwayat menstruasi
yang teratur. Tidak ada lendir maupun darah yang keluar
melalui jalan lahir. Pasien mengaku pernah OP kista 4
tahun SMRS dan kuret miom 10 bulan SMRS

Pemeriksaan Fisik

Tekanan darah

: 130/80 mmHg

Nadi

Pernafasan

Suhu : 36,5oC

Tinggi Badan : 148 cm

Berat Badan : 63 kg

Mata : CA -/- SI -/-

Thorax

: 88x/menit
: 20x/menit

: Vesikuler Rh -/- wh -/-

BJ I/II reguler , murmur (-), gallop (-)

Abdomen : mendatar, BU (+), nyeri tekan (+)

Extremitas

Leukorea : (-)

: edema - / -

Pemeriksaan Obstetri dan Ginekologi

Abdomen :

Inspeksi

: Perut tidak tampak membuncit

Auskultasi : Bising usus (+)

Perkusi : Timpani

Palpasi : supel, nyeri tekan (+), tidak teraba massa

Pemeriksaan Dalam

Tidak dilakukan

DIAGNOSIS

PIA0 Umur 36 tahun, dengan Kista Ovarium Dextra


dan Sinistra

PENATALAKSANAAN

IVFD RL/D5% 20 tetes/menit + Adona 1 amp

Program OP

Tanggal 7 Desember 2015

S : nyeri perut bagian bawah

O : KU : baik

kesadaran: CM

TD : 130 / 70 mmHg

RR: 20 x/menit

HR : 80 x/menit

T : 36C

Mata : CA-/-. SI-/Cor/Pulmo: dalam batas normal


Abdomen: mendatar, tidak teraba benjolan, nyeri (+)
Extremitas: edema-/-. Akral hangat+/+

A: PIA0 dengan kista ovarium bilateral

P: Laparotomi

Persiapan operasi

Puasa 6 jam

Fosen Enema

Pesan darah 2 kolf

X foto thorax

EKG

Rencana operasi tanggal 8 Desember 2015 jam 12.00

LAPORAN OPERASI (8 Desember 2015 pukul


16.00)

Insisi dinding abdomen pada linea mediana 10 cm di atas symphisis


pubis.

Insisi diperdalam lapis demi lapis hingga peritoneum terbuka

Eksplorasi:

tampak massa tumor, dinding tidak tebal, keluar cairan cokelat, kistik,
melekat dengan usus, berasal dari ovarium kanan

tampak massa tumor, dinding tidak tebal, kistik, keluar cairan cokelat,
berasal dari ovarium kiri (sisa kista).

Uterus dalam batas normal

Dilakukan tindakan salpingo ooferoktomi kanan dan kisterektomi kiri

Rawat pendarahan

Perdarahan +300cc

Jahit abdomen lapis demi lapis

Tindakan selesai

Instruksi pasca tindakan

Infus RL/D5 30 tpm

Rycef 2x1 gr

Tradyl (Tramadol) 3x1 amp IV

Alinamin F 2 x 1 IV

Vitamin C 1x1

Kaltropen sup 2x1

cek Hb post operasi

Puasa

Diagnosis

PIA0 post salphingooforektomi dextra dan kistektomi sinistra a/i kista cokelat
ovarium bilateral

9 Desember 2015 pukul

S : nyeri bekas luka operasi (+); flatus (-)

O:

Keadaan umum

: Tampak sakit ringan

Kesadaran

: CM

Tekanan Darah

: 120/70 mmHg

Nadi

: 80x/menit

Pernapasan

: 20x/menit

Suhu

: 36oC

Mata

: SI -/-, CA-/-

Cor

: BJ I dan II regular, gallop -/-, murmur -/-

Pulmo

: Vesikuler +/+, rh-/-, wh-/-

Abdomen

: supel, BU (+), kassa (+), darah (-)

A : PIA0 post salphingooforektomi dextra dan kistektomi sinistra a/i kista cokelat ovarium

P :Non Medika Mentosa


Puasa
Cek Hb post operasi

Medika Mentosa
Infus RL 30 tpm
Rycef 2x1 gr
Tradyl (Tramadol) 3x1 amp IV
Alinamin F 2 x 1 IV
Vitamin C 1x1
Kaltropen sup 2x1

10
Desember 2015

S : Nyeri luka bekas op berkurang, flatus (+)

O:
Keadaan umum
Kesadaran

: Tampak sakit ringan

: CM

Tekanan Darah
Nadi

: 120/80 mmHg

: 80x/menit

Pernapasan

: 20 x/menit

Suhu

: 36,5oC

Mata

: SI -/-, CA-/-

Cor

: BJ I dan II regular, gallop -/-, murmur -/-

Pulmo : Vesikuler +/+, rh-/-, wh-/Abdomen

: BU +, supel, kassa (+), darah (-)

Ekstremitas

: Edema (-), Akral hangat

A : PIA0 post salphingooforektomi dextra dan kistektomi sinistra H-2 a/i kista
cokelat ovarium bilateral

P :Non Medika Mentosa


Alinamin stop
Diet cair, hari ini bubur nasi
DC af
Mobilisasi duduk

Medika Mentosa
Infus RL 30 tpm
Rycef 2x1 gr
Tradyl (Tramadol) 3x1 amp IV
Alinamin F 2 x 1 IV
Vitamin C 1x1
Kaltropen sup 2x1

11 Desember 2015

S : Nyeri luka bekas op berkurang

O:
Keadaan umum

: Baik

Kesadaran

: CM

Tekanan Darah

: 110/80 mmHg

Nadi

: 85x/menit

Pernapasan

: 20 x/menit

Suhu

: 36,6oC

Mata

: SI -/-, CA-/-

Cor

: BJ I dan II regular, gallop -/-, murmur -/-

Pulmo

: Vesikuler +/+, rh-/-, wh-/-

Abdomen

: BU +, supel, kassa (+), darah (-)

Ekstremitas

: Edema (-) Akral hangat

A : PIA0 post salphingooforektomi dextra dan


kistektomi sinistra H-3 a/i kista cokelat ovarium dextra

P :Non Medika Mentosa


Infus af
Pulang

Medika Mentosa
Cefspan 2x1
Kaltofren 2x1
Zegavit 1x1

Hasil PA
(10-12-2015) Salphingitis kronik & kista endometriosis

Tinjauan Pustaka

Anatomi

Definisi

Kista berarti kantung yang berisi cairan. Kista ovarium


(atau kista indung telur) berarti suatu kantung yang
berisi cairan atau materi semisolid yang tumbuh pada
atau sekitar ovarium.

Etiologi

Sampai sekarang ini penyebab dari Kista Ovarium


belum sepenuhnya dimengerti, tetapi beberapa teori
menyebutkan adanya gangguan dalam pembentukan
estrogen dan dalam mekanisme umpan balik ovariumhipotalamus.

Disebabkan oleh gangguan (pembentukan) hormon


pada hipotalamus, hipofisis, dan ovarium.

Gagalnya sel telur (folikel) untuk berovulasi

Epidemiologi

Insidens 7% dari populasi wanita.

85% kista ovarium bersifat jinak.

Angka kejadian tertinggi ditemukan di negara maju,


dengan rata-rata 10 per 100.000 orang

Insiden di Indonesia kista ovarium ditemukan 2,39%11,7% pada semua penderita ginekologi yang dirawat.

Tanda dan gejala

Penekanan terhadap vesika atau rectum

Perut terasa penuh

Pembesaran perut

Pendarahan (jarang)

Nyeri (pada putaran tangkai/kista pecah)

Sesak nafas, edema tungkai (pada tumor yang sangat


besar)

Klasifikasi Tumor Ovarium


Tumor Non
Neoplastik

Tumor Neoplastik Jinak

Tumor akibat Radang


Abses Ovarial
Abses tubo ovarial
Kista tubo ovarial

Tumor lain

Kista
Kista
Kista
Kista
Kista
Kista

folikel
korpus luteum
lutein
inklusi germinal
endometrium
steven-leventhal

Kistik

Kistoma ovarii simpleks

Kistadenoma ovarii musinosum

Kistadenoma ovarii serosum

Kista endometroid

Kista dermoid

Solid

Fibroma, leiomyoma,
fibroadenoma, papilloma, angioma,
limfangioma

Tumor Brenner

Tumor sisi aderenal

Abses Ovarium

Jarang terjadi

Gejala klasik: suhu badan yang meningkat dan


menetap, nyeri pelvis yang tidak spesifik

Penatalaksanaannya seharusnya diberikan antibiotik


terlebih dahulu tidak adekuat pengangkatan
ovarium

Abses Tuba Ovarial


Radang bernanah yang terjadi pada ovarium
dan tuba fallopi pada satu sisi atau kedua sisi
adneksa
Gejala
Demam tinggi
Mengigil
Nyeri kiri dan
kanan di perut
bagian bawah
Mual & muntah

VT
Nyeri kalau
portio
digoyangkan
Nyeri kiri dan
kanan dari
uterus
Ada penebalan
dari tuba

Abses tuba-ovarian

Tumor lain pada tumor non


neoplastik
Kista

folikel

Kista

korpus luteum

Kista

lutein

Kista

inklusi germinal

Kista

endometrium

Kista

Stein-Leventhal

Kista folikel
Merupakan
Ukuran

kista fungsional

bervariasi antara 3-8 cm

Ditemukan

kebetulan pada pemeriksaan pelvis

Berasal

dari folikel de graf yang tidak


berovulasi

Kista

tumbuh di permukaan ovarii

Berisi

cairan jernih

Dapat

menghilang spontan

Kista korpus luteum


Disebabkan

karena korpus luteum yang

persisten
Konsistensi

lebih keras dan padat

Dapat

menimbulkan gangguan haid berupa


amenorea

Nyeri

perut mendadak

Penanganan:

menunggu kista hilang sendiri

Kista theca lutein


Kista

bilateral dan berisi cairan jernih

Berhubungan

dengan mola hidatidosa maupun


koriokarsinoma

Apabila

kista sudah besar sekali, harus


dilakukan ekstirpasi

Kista Inklusi Germinal


Terjadi

karena invaginasi dari epitel


germinativum pada permukaan ovarium

Terletak dibawah permukaan ovarium


dan berisi cairan jernih dan serous.

Biasanya
Jarang
Tidak

terjadi pada wanita lanjut

melebihi diameter 1 cm

menimbulkan gejala

Kista Stein-Leventhal (PCOs)

Pembesaran bilateral dari polikistik ovarium

50% pasa penderita biasanya gemuk

Mengalami hirsutisme

Sering terjadi antara usia 15-30 tahun

Tumor Neoplastik Jinak


Kistik

Solid

Kista ovarii
simpleks
Kista ovarii
musinosum
Kista ovarii
serosum
Kista endometroid
Kista dermoid

Fibroma
Leiomioma
Fibroadenoma
Papiloma
Angioma
Limfangioma
Tumor Brenner

Kistoma ovarii simpleks


Mempunyai
Sering

permukaan rata dan halus

bilateral

Dinding

kista tipis dan cairan dalam


kista jernih, serous dan berwarna kuning

Nyeri
Th/:

mendadak

Reseksi ovarium

Kistadenoma Ovarii Musinosum


Paling

sering ditemukan pada wanita berusia


20-50 tahun

Biasanya

mempunyai dinding yang licin,


permukaan yang berlobus-lobus

Dinding

kista agak tebal dan berwarna putih


keabuan

Cairan

lendir pada permukaan khas kental


seperti gelatin, melekat dan berwarna kuning
sampai coklat

Bisa

menyebabkan terjadinya pseudomiksoma


peritonei

Kistadenoma ovarii musinosum

Kistadenoma ovarii serosum


Biasanya

ditemukan pada wanita berusia 25 tahun-40

tahun
Permukaan

tumor biasanya licin tapi dapat juga

berlobus
Isi

kista cair, kuning dan kadang-kadang coklat

Pada

pemeriksaan PA, dapat ditemukan ciri khas yaitu


psamoma bodies.

Jarang

menimbulkan keluhan.

Biasanya

dilakukan pada umumnya adalah


pengangkatan tumor.

Kistadenoma ovarii serosum

Kista dermoid
Dapat

mencapai ukuran yang sangat

besar.
Dinding

kista kelihatan putih keabuan dan


agak tipis

Konsistensi

tumor sebagian kistik kenyal,


di bagian lain padat.

Bahan

yang terdapat dalam rongga kista


ialah produk dari kelenjar sebasea
bercampur dengan lemak.

Perubahan

ganas biasanya jarang dan


biasanya terjadi pada wanita lewat
menopause

Solid
Fibroma ovarii
Potensi

menjadi ganas sangat rendah

Permukaan

tidak rata, konsistensi keras, warna


merah jambu

Sering

ditemukan sindroma Meigs

Biasanya

cm

bisa mencapai diameter 2 sampai 30

Tumor Brenner
Jarang

ditemukan

Biasanya

pada wanita sesudah


menopause

Gambaran

mikroskopis tumor sangat


khas yaitu terdapat sarang-sarang yang
dikelilingi jaringan ikat

Kista Endometriosis
Kista

yang tumbuh di
permukaan ovarium atau
menyerang bagian dalam
ovarium dan membentuk
kista berisi darah.
dapat
keluar
sedikit-sedikit karena luka
pada dinding kista yang
menyebabkan
perlengketan
antara
permukaan ovarium dan
uterus

Penyebab

Tidak diketahui
dengan pasti, diduga
proses peradangan

Ketidak seimbangan
hormon

Darah

patogenesis

Fungsi ovarium tergantung pada keseimbangan


hormone hipofise.

Jika terjadi abnormalitas, dapat terjadi penimbunan


folikel yang terbentuk tidak sempurna di ovarium

Kista dari proses ovulasi normal disebut kista


fungsional, umumnya berupa kista folikular, luteal /
teca lutein.

Umumnya tidak besar namun bila terjadi penimbunan


cairan yg cukup banyak ukurannya dapat membesar.

Gejala klinis
Nyeri

perut bawah yang progresif dan


dekat paha yang terjadi pada dan
selama haid

Dispareunia
Nyeri
Poli

waktu defekasi

dan hipermenorea

Infertilitas

Pemeriksaan Penunjang

USG

Pemeriksaan PA

Pemeriksaan serum CA 125

Bedah Laparotomi

Penatalaksanaan

Observasi
Jika kista tidak menimbulkan gejala, maka cukup
dimonitor (dipantau) selama 1-3 bulan, karena kista
fungsional akan menghilang dengan sendirinya setelah
satu atau dua siklus haid. Tindakan ini diambil jika
tidak curiga ganas (kanker).

Operasi
Jika kista membesar, maka dilakukan tindakan
pembedahan, yakni dilakukan pengambilan kista
dengan tindakan laparoskopi atau laparotomi.

Konservatif
Diangkat hanya
kista saja
Indikasi :
perempuan usia
muda, ingin punya
anak, tidak
cenderung ganas

Radikal

Histerektomi dan
Bilateral SalfingoOforektomi

Indikasi :
bedah

konservatif
gagal dan tidak
membutuhkan fungsi
reproduksi

Terapi selanjutnya diberi

Prognosis
Vitam

: ad bonam

Fungsionam

: dubia ad bonam

Sanationam

: ad bonam

Anda mungkin juga menyukai