Anda di halaman 1dari 6

HASIL DISKUSI

LKM SISTEM SIRKULASI


Kelompok III:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Nindhi Pahlawati
Nurul Hikmah
Rika Ardillah
Robiatul Hadawiyah
Soejati Poejiani
Yunik Indera Lestari

1. Jelaskan pentingnya sistem sirkulasi pada hewan bertubuh besar (misalnya gajah)!
Jawab :
Sistem sirkulasi vertebrata, seperti pisces, aves, reptil, amphibi dan mamalia adalah
sistem sirkulasi tertutup. Sistem sirkulasi tertutup darah mengalir pada pembuluh darah.
Ada pun pentingnya sistem sirkulasi adalah:
i.
Mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh plasma darah
ii.
Mengangkut sisa oksidasi dari sel tubuh untuk dikeluarkan dari tubuh yang
dilakukan oleh plasma darah, karbon dioksida dikeluarkan melalui paru-paru, urea
iii.

dikeluarkan melalui ginjal


Mengedarkan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu (endokrin) yang

iv.
v.
vi.
vii.

dilakukan oleh plasma darah.


Mengangkut oksigen ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh sel-sel darah merah
Membunuh bakteri yang masuk ke dalam tubuh yang dilakukan oleh sel darah putih
Menutup luka yang dilakuakan oleh keping-keping darah
Menjaga kestabilan suhu tubuh.

2. Jelaskan pembuluh berdenyut, jantung berpembuluh, jantung ampular tambahan dan


jantung berbilik!
Pembuluh berdenyut adalah pembuluh darah sederhana dengan lapisan otot yang
relatif tebal yang berkontraksi dengan gelombang peristaltik, sehingga mendorong
darah ke seluruh sistem. Pembuluh berdenyut ini ditemukan pada berbagai macam
hewan termasuk anggota dari Annelida, Moluska, Arthropoda, dan beberapa
vertebrata. Golambang kontraksi pada pembuluh dorsal yang mendorong darah,
berjalan dari ujung posterior ke ujung anterior kemudian darah melewati beberapa
pasang jantung lateral menuju pembuluh ventral yang juga kontraktil.
Jantung pembuluh merupakan jantung yang lebih maju dari pada pembuluh
berdenyut, pada kebanyakan arthropoda. Jantung pembuluh memiliki arteri yang tipis
(ruang penerima) mengelilingi bagian jantung atau seluruh jantung atau mungkin
terletak bebas dalam suatu sinus perikardial.

Jantung Ampula Tambahan merupakan pompa pendorong untuk memompa darah


melalui daerah periveral dari sirkulasi beberapa hewan, jantung ini terdapat pada
serangga yang terletak pada pangkal antena, pangkal kaki, dan pada persendian thorax
dengan sayap.
Jantung Berbilik ditemukan pada banyak molusca dan vertebrata. Jantung berbilik
merupakan struktur muskular yang kompak dan biasanya tersusun atas otot jantung.
Satu atau lebih ruang penerima darah venous dan satu atau lebih ruang memompa
darah ke sirkulasi periveral, jadi satu sisi jantung dengan tekanan yang relatif tinggi
mendorong darah yang teroksigenasi ke sel-sel tubuh.
3. Jelaskan perbedaan antara sistem sirkulasi terbuka dan sistem sirkulasi tertutup!
Sistem peredaran darah tertutupmerupakan sistem lebih kompleks yang
mencakup proses sirkulasi paru-paru dan sistemik. Sirkulasi paru-paru, darah
dilewatkan melalui paru-paru untuk menerima oksigen. Kemudian dilanjutkan
sirkulasi sistemik, yaitu darah didistribusikan ke seluruh tubuh. Dalam sistem
peredaran darah tertutup, darah diarahkan melalui arteri ke vena dan ke seluruh
tubuh.
Sistem peredaran darah terbuka adalah sistem yang lebih sederhana. Jantung
memompa darah ke rongga terbuka, sedangkan pembuluh darah membawa darah ke
seluruh tubuh pada tekanan rendah. Pada sistem ini, darah menggenangi semua
organ dan seluruh jaringan tubuh dan tidak ada arteri atau vena. Organisme
memiliki

sistem

peredaran

yang

darah terbuka adalah serangga, laba-laba, udang dan

sebagian moluska
4. Jelaskan anatomi dan mekanisme pemompaan darah pada jantung ikan, katak, kura-kura
dan buaya!
Ikan memiliki sistem peredaran darah sederhana, yang terdiri dari jantung dengan dua
bilik, pembuluh darah, dan darah. Ikan memiliki pola sirkulasi tunggal. Mekanisme
pompa darah berawal dari darah serambi jantung dipompa menuju ke bilik dan dipompa
ke insang melalui pembuluh nadi insang. Di dalam insang, terjadi pertukaran oksigen dan
karbon dioksida. Kemudian dialirkan ke seluruh tubuh membawa sari-sari makanan dan
oksigen menuju ke sel-sel tubuh.
Jantung katak memiliki tiga ruangan, yaitu serambi (atrium) kanan, serambi kiri, dan
satu bilik (ventrikel). Atrium berdinding tipis, sedangkan ventrikel berdinding tebal dan
berbentuk kerucut (ventrikulus cordis). Di bagian belakang atrium kanan jantung terdapat
kantong tipis berbentuk segitiga yang disebut sinus venosus. Setiap ujung sinus venosus
merupakan muara dari tiga buah pembuluh balik utama, yaitu vena pulmonalis, vena kava
anterior, dan vena kava posterior. Mekanisme pompa darah berawal dari darah yang

berasal dari seluruh tubuh, dipompa menuju ke serambi kanan melalui pembuluh balik,
kemudian menuju ke bilik jantung. Darah dari bilik dipompa lagi menuju paru-paru. Di
dalam paru-paru dan terjadi pertukaran arbon dioksida dan oksigen. Selanjutnya, melalui
pembuluh balik paru-paru, darah dari paru-paru dialirkan kembali menuju ke serambi kiri,
dan kembali ke bilik jantung. Darah dari bilik jantung dipompa atau dialirkan ke seluruh
tubuh.
Jantung reptilia memiliki empat ruang, yaitu serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan,
dan bilik kiri. Sekat antara bilik kiri dan bilik kanan tidak sempurna. Darah dari seluruh
tubuh yang kaya akan gas karbon dioksida dialirkan ke serambi kanan. Darah dari
serambi kanan mengalir ke bilik kanan dan dipompa menuju paru-paru. Di dalam paruparu, darah melepaskan karbon dioksida dan mengikat oksigen dan udara yang masuk ke
dalam gelembung paru-paru. Darah dari paru-paru kemudian dialirkan ke serambi kiri
jantung, kemudian ke bilik kiri. Darah dari bilik kiri yang kaya oksigen tersebut
kemudian dibawa ke seluruh tubuh melalui pembuluh nadi.
Jantung burung mirip dengan jantungf mamalia dengan empat ruangan dan sekat yang
sempurna, yaitu serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri. Pembuluh darah
dibedakan menjadi dua macam, yaitu pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena).
Proses pompa darah berawal dari darah seluruh tubuh yang banyak mengandung karbon
dioksida ditampung pada serambi kanan jantung. Darah dari serambi kanan dialirkan ke
bilik kanan, kemudian mengalir ke paru-paru melalui pembuluh nadi paru-paru. Di dalam
paru-paru, karbon dioksida dilepaskan dan oksigen diikat oleh hemoglobin di dalam selsel darah merah. Darah dan paru-paru yang banyak mengandung oksigen dialirkan ke
serambi kiri, kemudiari ke bilik kiri dan akhirnya dipompa ke luar jantung untuk
diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh nadi.
5. a. Jelaskan aktivitas kelistrikan pada pengatur irama, berkas Hiss, dan jaringan Purkinye
pada jantung!
Nodus sinoatrial (nodus S-A) adalah suatu masa jaringan otot jantung khusus yang
terletak di dinding posterior atrium kanan tepat di bawah pembukaan vena cava superior.
Nodus SA mengatur frekuensi kontraksi irama, sehingga disebut pemacu jantung. Setiap
impuls nodus SA menjalar ke seluruh jantung melalui konduksi dan celah hubungan pada
interkalatus. Pada waktu impuls berlangsung pertama kali atria yang berkontraksi dan
kemudian ventrikel yang berkontraksi. Impuls jantung menyebar dari nodus SA ke
seluruh serabut atria kemudian turun ke nodus AV, yang terletak pada sekat jantung antara
dua atria. Dari nodus AV, impuls masuk bundel His, satu-satunya hubungan listrik antara

atria dan ventrikel. Setelah menjalar sepanjang bundel His, impuls masuk ke kedua
cabang bundel His kanan dan kiri yang mengalir melalui septum interventrikular ke apeks
jantung. Akhirnya serabut Purkinje dengan cepat menghantarkan impuls ke jaringan otot
ventrikel.
b. Jelaskan hubungan antara keluaran jantung dengan volume sekuncup dan frekuensi
denyut jantung, sistole dan diastole dan cara pengukurannya!
Keluaran jantung merupakan banyaknya darah yang dikeluarkan dari ventrikel kiri
ke aorta (arteri pulmonalis) setiap menit. Keluaran jantung ditentukan oleh (1) volume
darah yang dipompa ventrikel setiap denyut (Volume sekuncup/volume denyutan), (2)
jumlah denyut jantung setiap menit. Keluaran jantung = volume sekuncup x laju
jantung. Faktor-faktor yang meningkatkan atau menurunkan volume sekuncup dan laju
jantung cenderung akan meningkatkan atau menurunkan keluaran jantung. Hubungan
antara volume sekuncup dengan sistol dan diastol adalah volume sekuncup akan
seimbang dengan selisih volume akhir diastol ventrikel dan volume akhir sistolik
ventrikel. Volume sekuncup sendiri dipengaruhi oleh preload, kontraktilitas dan
afterload. Sedangkan hubungan antara volume akhir diastol ventrikel dengan volume
sekuncup merupakan kontrol intrinsik dari volume sekuncup, hubungan tersebut
dikenal sabagai Hukum Frank Starling Jantung. Berdasarkan hukum tersebut ,
semakin banyak volume darah dalam ventrikel pada permulaan kontraksi (volume akhir
diastolik), semakin besar pula volume sekuncup. Secara sederhana hubungannya dapat
diringkas sebagai berikut: besarnya volume sekuncup berbanding lurus dengan volume
akhir diastolik, kembalian vena, tingkat peregangan otot jantung sebelum kontraksi dan
kekuatan kontraksi serabut otot ventrikel serta berbanding terbalik dengan tekanan
darah dalam aorta atau arteri pulmonari. Adapun alat yang digunakan untuk mengukur
sistol dan diastol adalah sphygmomanometer.
6. Jelaskan hubungan antara luas penampang pembuluh darah dengan kecepatan aliran
darah!
Jawab :
Kecepatan aliran darah diukur dalam cm/detik. Kecepatan aliran darah (blood flow
velocity) didefinisikan sebagai nilai yang diperoleh dari total volume aliran dibagi
dengan luas penampang pembuluh darah.. Dengan demikian hubungan antara luas
penampang pembuluh darah dengan kecepatan aliran darah adalah semakin luas
penampang pembuluh darah semakin cepat aliran darah pada tubuh.

7. Jelaskan mekanisme pengendalian saraf pada jantung dan pembuluh darah!


Jawab :
a) Mekanisme pengendalian saraf pada jantung
Mekanisme pengendalian kecepatan gerak pada jantung yang utama adalah
pressorefleks, walaupun berbagai factor lain juga mempengaruhi kecepatan kerja
jantung. Presoreseptor terletak dalam lengkung aorta dan bagian proksimal vena cava.
Serabut-serabut sensorik memanjang dari presoreseptor lengkung aorta melalui saraf
depressor aorta menuju pusat kardioinhibitor dalam medulla, sedangkan impuls
dari presoreseptor sinus carotid mencapai pusat ini melalui saraf glosofaringeus. Dari
pusat kardioinhibitor

impuls eferen dialirkan ke jantung oleh serabut-serabut

parasimatik dalam saraf vagus. Serabut-serabut dari presoreseptor vena cava berbeda
dengan presoreseptor aorta dan carotid dalam mana mereka terus menuju pusat
kardioakselerator melalui saraf vagus. Impuls eferen dari pusat kardioakselerator
masuk menuju pusat simpatik dalam torakikus korda dan melalui saraf simpatik
kardioakselerator menuju jantung.
Bila tekanan darah aorta atau sinus karotid naik secara tiba-tiba, ia
merangsang presoreseptor dalam pembuluh ini. Keadaan ini akan mendorong pusat
kardioinhibitor dan menghambat pusat akselerator, yang mendorong kenaikan impuls
parasimpatik dari pusat melalui saraf kardioakselerator ke jantung. Ini menyebabkan
reflex memperlambat denyut jantung. Di lain pihak, bila tekanan darah dalam aorta
atau sinus carotid turun dengan tiba-tiba, rangsang terhadap prereseptor kurang kuat,
karenanya rangsangan terhadap pusat kardioinhibitor juga kurang, akibatnya, terjadi
akselerasi jantung.
b) Mekanisme pengendalian saraf pada pembuluh darah
Pengaturan tekanan darah pada arteri terutama ditentukan oleh volume darah
dalam arteri dan secara langsung dihubungkan dengannya. Tekanan darah
dikendalikan oleh sistem saraf. Sebaliknya, volume darah dalam arteri bergantung
pada berapa banyak darah yang masuk arteri dari jantung dan berapa banyak yang
meninggalkan menuju arteriola. Berapa banyak darah yang meninggalkannya
tergantung pada diameter arteriola. Berapa banyak darah yang masuk arteri
bergantung pada keluaran jantung setiap menitnya. Mekanisme yang mengendalikan
diameter arteriola juga mengendalikan sebagian besar tahanan melawan aliran darah.

Penyempitan arteriola mengurangi kelancaran aliran darah dari arteri menuju


arteriola.

Anda mungkin juga menyukai