Anda di halaman 1dari 2

1.

Layanan Kesehatan dan Tantangan Perubahan sosial


Pelayanan dibidang kesehatan merupakan salah satu dimensi stratifikasi yang tidak
dapat dipengaruhi kaum kapitalis. Dalam kedokteran Amerika dikenal dua sistem
kelas . Orang berpenghasilan rendah yang sulit mendapatkan kesejahteraan
dibidang kesehatan dan orang kaya yang dengan mudah mendapatkan pelayanan
yang baik dan berkelas dibidang kesehatan. ( Kosa dkk, 1969 ; Waiztkin, 1971 ).
Straatifikasi di bidang Kesehatan
Ada 3 stratifikaasi dalam bidang kedokteran
1) PROFESIONALISME : orang orang yang terlatih dalam
profesi tertentu, yang memiliki keahlian untuk menilai
aspek aspek tehnik kedokteran. Karena adanya
otonomi ini maka dokter dapat mendominasi pembagian
kerja dalam bidang kedokteran, wewenang tersebut
dapat diperluas pada aspekaspek social, ekonomi dari
pelayanan kesehatan. Wewenang yang dimiliki dokter
pada umumnya didasarkan atas pertimbangan rasional
(Weber, 1964 : 324 429 )
2) ELITISME : elitisme dibidang kedokteran membuat para
dokter mengambil pendidikan spesialisasi, dan juga
bekerja pada rumah sakit yang biasanya telah dipenuhi
oleh tenaga ahli, sehingga rumah sakit yang

seharusnya membutuhkan tenaga ahli malah tidak


memperolehnya. Implikasi elitisme meluas sehingga
akibatnya mereka cenderung bekerja untuk rumah
sakit rumah sakit besar.Dan sebaliknya bagi dokter
dokter yang tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan
pendidikan spesialisasi yang bekerja pada tempat yang
jauh menyebabkan

kualitas pelayanan mereka buruk

pada pasien.
3) KETERBATASAN KOMUNIKASI DAN STRATIFIKASI MEDIS :
( stratifikasi dan penyembunyian informasi ) adanya
jurang kompetensi merupakan suatu sumber stratifikasi
dalam bidang kesehatan, ketidak tahuan pasien
merupakan salah satu potensi pemerasan, Freidson
mengatakan bahwa posisi khusus dokter akan terancam
bila tindakan dan keputusannya harus jelas dan
dibenarkan oleh pasien. Desakan untuk mempercayai
merupakan cara agar pasien pasrah saja pada dokter,
ini memungkinkan dokter mempertahankan bahwa
merekalah yang berwenang dalam pengetahuan
tersebut. Kemampuan dokter dalam mengotrol dan
memanipulasi inilah yang bertentangan dengan hubungan
dokter pasien.