Jelajahi eBook
Kategori
Jelajahi Buku audio
Kategori
Jelajahi Majalah
Kategori
Jelajahi Dokumen
Kategori
Skenario
Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun datang ke puskesmas
dibawa oleh keluarganya dikarenakan sering mendapat teguran
di kelas karena sering bengong hingga orang tuanya mendapat
surat peringatan, keluhan berlangsung sejak 2 tahun terakhir.
Anamnesis
Identitas pasien
Keluhan utama
Riwayat penyakit sekarang
Riwayat penyakit dahulu
Riwayat pengobatan
Riwayat keluarga
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum & kesadaran
TTV
Pemeriksaan Penunjang
EEG
sangat berguna untuk mendiagnosis
berbagai macam seizure.
MRI
Etiologi
1. Primer /Idiopatik
- genetik (5-10 %)
-tidak dapat dibuktikan adanya lesi pd otak
2. Sekunder
ada kelainan serebral yg mempermudah terjadinya respon kejang.
Penyebab kejang sekunder :
a.Cedera kepala : cedera selama atau sebelum kelahiran, kecelakaan
c. Ensefalitis,Meningitis,Eclampsia
d. Gangguan metabolisme & nutrisi
ex: hipokalemia,defisiensi vit.B6
e. Neoplasma
Epidemiologi
WHO pada tahun 2001 memperkirakan rata-rata terdapat 8,2
orang penyandang epilepsi aktif diantara 1000 orang
penduduk, dengan angka insidensi 50 per 100.000 penduduk
Pengidap epilepsi di Indonesia diperkirakan sekitar 1,1 juta
hingga 1,3 juta penduduk dan angka ini setara dengan 2% dari
jumlah pengidap epilepsi di dunia yang mencapai 50 juta
orang.
PATOFISIOLOGI
Epilepsi/seizure memiliki lesi yang jelas atau biasa disebut lesi epileptogenik
yang merupakan sebab utama terjadinya suatu Epileptic Seizure.
Lesi epileptogenik bisa timbul dalam berbagai macam bentuk seperti zona
yang tanpa sel neuron,gliosis (bekas luka), ataupun kehilangan jaringan-jaringan
yang lain sepseri malformasi vaskuler dan tumor otak. Epilepsi secara sederhana
merupakan manifestasi klinis dari pelepasan yang berlebihan dan tidak normal dari
sel neuron di otak.
Patofisiologi kejang
Kejang disebabkan karena ada
ketidakseimbangan antara
pengaruh inhibisi dan
eksitatori pada otak
Ketidakseimbangan bisa terjadi
karena :
Kurangnya transmisi
inhibitori
Contoh: setelah pemberian
antagonis GABA, atau selama
penghentian pemberian agonis
GABA (alkohol, benzodiazepin)
diagnosis
Epilepsi :
- gangguan SSP yang ditandai dg
terjadinya bangkitan (seizure, fit, attack,
spell) yang bersifat spontan
(unprovoked) dan berkala
- kejadian kejang yang terjadi berulang
(kambuhan)
Kejang : manifestasi klinik dari aktivitas
neuron yang berlebihan di dalam korteks
serebral
Klasifikasi epilepsi
Berdasarkan tanda
klinik dan data EEG,
kejang dibagi menjadi :
kejang umum
(generalized seizure)
jika aktivasi terjadi pd
kedua hemisfere otak
secara bersama-sama
kejang parsial/focal
jika dimulai dari daerah
tertentu dari otak
Petit mal
Kejang parsial
Faktor Risiko
Ensefalitis
Cacat mental
Penyakit Alzheimer
Siklus menstruasi
yang tidak normal
Kurang tidur
Stress
Sasaran Terapi
Mengontrol supaya tidak terjadi
kejang dan meminimalisasi adverse
effect of drug
Strategi Terapi
mencegah
Tatalaksana terapi
Non farmakologi:
Amati faktor pemicu
Menghindari faktor pemicu (jika ada),
misalnya : stress, OR, konsumsi kopi
atau alkohol, perubahan jadwal tidur,
terlambat makan, dll.
Drug of
choice
Karbamaze
pin
Fenitoin
Valproat
Abscense
Myoclonic,
atonic
Valproat
Karbamaz
epin
Fenitoin
Etosuksim
id
Valproat
Valproat
Pencegahan
Infeksi pada masa kanak-kanak harus dikontrol dengan
vaksinaksi yang benar, orang tua dengan anak yang pernah
mengalami kejang demam harus diintruksikan pada metode
untuk mengontrol demam (kompres dingin obat anti peuretik).
Cedera kepala merupakan salah satu penyebab yang dapat
dicegah, tindakan pencegahan epilepsi akibat decera kepala.
Untuk mengidentifikasi anak gangguan pada usia dini,
pencegahan kejang dilakukan dengan penggunaan obat-obat
anti konvulsan secara bijak sana dan memodifikasi gaya
hidup merupakan bagian dari rencana pencegahan ini.
Prognosis
Prognosis umumnya baik, 70 80% pasien
yang mengalami epilepsy akan sembuh, dan
kurang lebih separuh pasien akan bisa lepas
obat
20 - 30% mungkin akan berkembang menjadi
epilepsi kronis pengobatan semakin sulit
5 % di antaranya akan tergantung pada orang
lain dalam kehidupan sehari-hari
Pasien dg lebih dari satu jenis epilepsi,
mengalami retardasi mental, dan gangguan
psikiatri dan neurologik prognosis jelek
Penderita epilepsi memiliki tingkat kematian
yg lebih tinggi daripada populasi umum
KESIMPULAN
Epilepsi adalah suatu kondisi yang
dicirikan dengan terjadinya seizure
berulang akibat kelainan dari sel saraf
pada otak. beberapa pengidap epilepsi
hanya mengalami keadaan tersebut
selama beberapa saat pada umur-umur
tertentu. Prognosis epilepsi bergantung
kepada beberapa hal, di antaranya jenis
epilepsi, faktor penyebab, saat
pengobatan dimulai, dan ketaatan minum
obat.
TERIMA KASIH