Anda di halaman 1dari 18

ALOPESIA

1. ALOPESIA AREATA
DEFINISI
Kebotakan yang terjadi setempatsetempat dan berbatas tegas, umumnya
terdapat pada kulit kepala, tetapi dapat
juga mengenai daerah berambut lainnya

ETIOLOGI
Belum diketahui.
Sering dihubungkan dengan infeksi fokal,
kelainan endokrin, dan stres emosional.
Sebagian penderita menunjukkan trauma
psikis

PATOGENESIS
Masa fase telogen menjadi lebih pendek
dan diganti dengan pertumbuhan rambut
androgen yang distrofik. Beberapa faktor
yang berpengaruh:
A. Genetik
B. Imunologi: alopesia areata merupakan
penyakit autoimun, pengaruh imunitas
humoral ditunjukkan dengan pemeriksaan
imunofluorosensi
C. Faktor lain: keadaan atipik dibuktikan
berhubungan dengan alopesia areata

GEJALA KLINIS
Bercak dengan kerontokan rambut pada
kulit kepala, alis, janggut dan bulu mata.
Bercak berbentuk bulat atau lonjong.
Pada tepi daerah yang botak ada rambut
yang terputus, bila rambut ini dicabut
terlihat bulbus yang atrofi.
Sisa rambut terlihat seperti tanda seru
(exclamation mark hair), yaitu batang
rambut yang ke arah pangkal makin
halus, rambut sekitarnya tampak normal,
tetapi mudah dicabut.

TIPE ALOPESIA AREATA


Tipe umum: terjadi pada umur 20-40
tahun, 6% akan berkembang menjadi
alopesia totalis
Tipe atipik: dimulai pada masa anak-anak,
75% akan berkembang menjadi alopesia
totalis
Tipe prehipertensif: dimulai pada usia
dewasa muda, 39% akan menjadi
alopesia totalis
Tipe kombinasi: dimulai setelah usia 40
tahun dan 10% akan menjadi alopesia
totalis

TATALAKSANA
Penyuntikan intralesi dengan triamsinolon
asetonid
Kortikosteroid topikal
Penutulan fenol 95% yang dinetralisir
dengan alkohol setiap minggu

2. ALOPESIA ANDROGENIK
DEFINISI
Alopesia terpola akibat faktor hormon
androgen dan genetik

KLASIFIKASI

Hamilton membaginya menjadi 8 tipe:


I: rambut masih penuh
II: tampak pengurangan rambut pada kedua bagian
temporal, pada tipe I dan II belum terlihat alopesia
III: borderline
IV: pengurangan rambut daerah frontotemporal,
disertai pengurangan rambut bagian midfrontal
V: tipe IV yang menjadi lebih berat
VI: seluruh kelainan menjadi satu
VII: alopesia luas dibatasi pita rambut jarang
VIII: alopesia frontotemporal menjadi satu dengan
bagian verteks

GEJALA KLINIS
Kebotakan rambut terpola
Pria: penipisan rambut di temporal,
frontal/parietal, vertex, oksipital
Wanita: penipisan rambut difus terutama
daerah frontal/parietal

TATALAKSANA
Non-medikamentosa:
1. Penggunaan rambut palsu, wig, atau
topi
2. Pembedahan: transplantasi rambut
atau reduksi skalp
Medikamentosa:
1. Finasteride 1mg/hari
2. Spironolakton 50-300mg perhari
3. Siproteron asetat 2mg dikombinasikan
dengan 50mg etinil estradiol selama 21
hari pada pasien wanita

Pengobatan Topikal
Minoksidil 2-5% (derivat
piperidinopirimidin) 2x sehari.
Pertumbuhan rambut baru akan terlihat
setelah 4 bulan pengobatan