Anda di halaman 1dari 14

1

PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN

GEROBAK USAHA
PEMBUATAN GEROBAK USAHA

Diusulkan Oleh:
Heru Widianto

(5201412001)

Andri Agustian R.

(5201412006)

Arifin

(5201412007)

Dimas Wahyu S.

(5201412017)

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG


SEMARANG
2014

JUDUL PROPOSAL
GEROBAK USAHA
Usaha Pembuatan Gerobak Dagangan.
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Usaha kecil selalu dapat ditemui di berbagai tempat,dimanapun dan
kapanpun. Usaha yang dapat berupa pedagang kaki loma, pedagang asongan,
pedagang keliling dan usaha kecil lainnya pasti membutuhkan tempat untuk
meletakkan dagangannya agar tertata rapi atapun kelihatan menarik. Tempat
yang sekaligus dijadikan sebagai identitas dan kepemilikan suatu wilayah
tempat berdagangnya. Maka pedagang memerlukan tempat dagang yang
berupa gerobak dagang untuk memudahkan penjualan dan hal hal lainnya.
Dengan sangat pentingnya gerobak bagi seorang pedagang maka
kami membuat sebuah usaha pembuatan gerobag dagang. Kami yang
merupakan mahasiswa teknik mesin yaitu pemesinan yang telah dibekai ilmu
yang banyak akan dimanfaatkan dalam kehidupan nyata yaitu teknik
pengelasan, keling bahkan desain autoCAD.Dengan begitu gerobak kami
berbahankan logam dan didesain degan presisi.
B. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian diatas , dapat timbul suatu permasalahan sebagai
berikut :
Bagaimana membuka usaha, perincian permodalan dan pemasaran
GEROBAK KITA?
C. TUJUAN PROPOSAL
1) Menumbuhkan budaya kewirausahaan bagi mahasiswa melalui usaha
pembuatan gerobak usaha dagang, sehingga nantinya mendorong
mahasiswa untuk menciptakan lapangan usaha baru.
2) Mengaplikasikan materi dalam dunia usaha.
3) Memberi pandangan pentingnya sebuah gerobak dalam usaha dagang.
4) Meningkatkan pendapatan seorang pedagang.

D. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

1. Jenis dan Nama usaha, Karakteristik produk


Usaha yang dibuat dalam program ini adalah jasa pemuatan gerobag
yang inivatif dan berkualitas yang terbuat dari bahan logam dengan nama
Gerobak Usaha. Karakteristik produk ini berupa gerobak yangdigunakan
untuk berdagang dengan cirikas dalam berbagai bentuk tergantung dari
pemesan.
2. Keunggulan gerobak usaha

Gerobak yang terbuat dari logam ini mempunyai keunggulan ummur


yang lebih lama daripada gerobak kayu namun tetap ada bagian dari bahan
kayu.hal ini terlihat dalam bahan dasarnya yang berupa logam yang dapat
berupa besi atau alumunium semingga bentuk dapat dibuat sesuai keinginan
konsumen.
Selain itu pembuatan gerobag ini mengajak pedagang untuk bergaya
hidup mewah karena dilihat dari gerobak yang dimilikinya dan akan
menarik pembeli lebih banyak.
3. Keterkaitan dengan Produk Lain Termasuk Perolehan Bahan Baku
Gerobak kami ini berbeda dengan gerobak lain yang sudah ada,
tergantung pesana konsumen menginginkan gerobak seperti apa. Untuk
mendapatkan bahan baku kami mendapatkan dari toko besi disekitar kami.
ANALISIS PASAR
1. Profil Konsumen
Target konsumen dari produk gerobak usahal adalah semua
lapisan masyarakat mulai yangberkecimpung dalam bidang usaha dari
yang awal usaha sampai yang sudah berjalan.
2. Potensi dan Segmen Pasar
Dengan semakin gencarnya slogan franchise , masyarakat
tertarik untuk berdagang, tanpa memerlukan ide baru hanya
bekerjasama dengan pemilik ide sehingga kerugian tidak terlalu
besar,hal ini bisa menjadi sebuah potensi dan peluang yang cukup besar
bagi gerobak usah untuk diterima di pasar masyarakat.

Konsumen atau pasar yang dituju untuk produk ini sudah jelas
yaitu para pedagang. Sehingga diharapkan potensi pasar terhadap
gerobak usaha ini sangat besar.
3. Pesaing dan Peluang Pasar
Pesaing dari usaha ini adalah jasa tukang kayu yang telah berdiri
lebih awal dan dikenal oleh masyarakat. Serta bengkel las
yangmenerima segala jenis job pengelasan. Produk kami memiliki
peluang yang lebih yaitu umur yang lebih lama, kulitas yang lebih dan
design dapat dibuat pemesan sendiri.
4. Media Promosi yang akan Digunakan
Terdapat beberapa alternatif untuk mempromosikan gerobak
usaha agar lebih dikenal oleh masyarakat umum dan menjadi pilihan
produk dan jasa. Diantaranya melalui leaflet, pamflet, spanduk, brosur,
demonstrasi dan pemanfaatan media sosial atau internet dengan membuat
blog gerobak usaha.
5. Target atau Rencana Penjualan
Rencana penjualan dari healthy cake ini adalah sebagai berikut:
1 minggu

= 3 unit

1 bulan 4 x 3 unit

= 12 unit

1 tahun 12x12 unit

= 144 unit

Harga yang ditawarkan yaitu Rp500.000,00 - Rp1.000.000,00/unit


Target penjualan 95% dari total produksi, yaitu 135 unit per tahun
6. Strategi Pemasaran yang Akan Diterapkan
Strategi pemasaran yang digunakan dalam usaha pengembangan
gerobak usaha ini menggunakan analisis bauran pemasaran yaitu. :
a.Kebijaksanaan Produk
Usaha ini bergerak dalam produksi barang yaitu produksi
barang berupa gerobak yang terbuat dari bahan besi atau alumunium.
b. Kebijaksanaan Harga
Harga yang ditawarkan kepada konsumen yaitu Rp500.000,00
- Rp1.000.000,00/unit

c.Kebijaksanaan Promosi
Media promosi yang digunakan adalah melalui pamflet,
spanduk, brosur, iklan di media sosial seperti facebook dan membuat
blog terhadap produksi kami.
d. Kebijaksanaan Distribusi
Distribusi hasil produksi kepada konsumen dilakukan secara
langsung karena dipesan sendiri oleh pembeli. Dan apabila usaha ini
sudah berkembang, maka jangkauan distribusi akan diperluas.
7. Analisis Produksi atau Operasi
a. Bahan Baku, Bahan Penolong dan Peralatan yang Digunakan
Bahan baku dan penolong yang digunakan adalah :
1. Besi
2. Alumunium
3. Kaca
4. Cat
5. Tiner
Peralatan yang digunakan adalah :
1. Mesin las
2. Alat Pemotong kaca
3. Kompresor
4. Atal cat
5. Obeng
6. Gerindra potong
7. Mesin bor tangan
8. Gerindra tangan
9. Gergaji besi
10. Meteran
11. Penggaris siku

b. Pasokan Bahan Baku

Perolehan bahan baku yaitu besi dan alumunium masih tergolong


mudah. Perolehan bahan baku diperoleh dari toko besi di Semarang.
Adanya faktor lokasi bahan baku yang dekat dengan tempat usaha
memungkinkan tersedianya bahan baku selama proses produksi
berlangsung.
E. METODE PELAKSANAAN PROGRAM
Proses pembuatan gerobak usaha adalah sebagai berikut:
1. Pemasangan iklan
Hal ini bertujuan untuk member tahu kepada orang akan jasa kita
membuat gerobak pedagang sehingga mereka yang ingin membuat
menghubungi kita.
2. Pembuatan design
Pembuatan design dapat dibuat oleh pihak kami dan dapat pula
dibuat oleh pemesan sendiri.
3. Pembuatan gerobak
Proses awal dilakukan dari pencetakan design, pemotongan bahan
baku, proses pengabungan dengan cara di las.
4. Proses pengecatan
Pengecatan menggunakan cat jenis spree/ semprot.
5. Proses pemasangan ornament
Ornament disini meliputi bagian tambahan seperti kaca, atap
ataupun pemasangan mmt
6. Proses finishing
Dalam proses finishing diakukan pengecekan terhadap kualitas
produk, kekuatan, hasil pengecetan dan kesesuain produk dengan
gambar yang dipesan.
7. Pengiriman produk
Sebelum dikirim, bagi pemesan yang jaraknya dekat dihubungi
untuk melihat produk yang dipesan dan apabila pemesan telah puas
maka produk siap dikirim apabila kurang puas dilakukan perbaikan.

Untuk pemesan yang jauh kita mengabil gambar dari produk yang
telah jadi kemudian kia kirim gambanya.
8. Untuk pembayaran dapat dilakukan secara langsung bagi pembeli
yang dekat ketika produk telah dikirim. Untuk yang jauh produk
dikirim setelah mengirim uang melalui rekening.
F. JADWAL KEGIATAN PROGRAM
Adapun rincian jadwal kegiatan adalah sebagai berikut :
No. Kegiatan
1

Perencanaan

2
2

Produksi
pengiklanan
Persiapan

Pengadaan Bahan
Pelaksanaan

4
5

Produksi
Pemasaran
Penyusunan

Laporan
Penyerahan

dan

Bulan Ke
1
2
XX

X
XX

XX

XXXX XXXX

XX

XXXX XXXX XX
X
XXXX XXX

XX

Laporan
G. RANCANGAN BIAYA
Rencana Anggaran Dana Usaha
Las listrik
Gerindra potong
Gerindra tangan
Mesin bor
Compresor
Alat pemotong kaca
Alat cat
Meteran
Penggaris siku
Obeng
Gergaji besi
Total investasi Awal
Total penyusutan
Biaya Produksi

1
1
1
1
1
2
2
2
3
4
2

1.500.000,00
400.000,00
400.000,00
400.000,00
600.000,00
50.000,00
250.000,00
20.000,00
20.000,00
20.000,00
50.000,00

1.500.000,00
400.000,00
400.000,00
400.000,00
600.000,00
100.000,00
500.000,00
40.000,00
60.000,00
40.000,00
100.000,00
4.140.000,00

perbulan:
Elektoda
Cat
Sekrup
Besi
Alumunium
Batu gerindra potong
Batu gerindra tangan
Amplas
Gaji karyawan
Biaya BBM

100.000,00
500.000,00
20.000,00
1.000.000,00
1.000.000,00
200.000,00
200.000,00
50.000,00
1.500.000,00
100.000,00

Beban pemasaran

200.000,00

Beban lain-lain
Beban

65.000,00
560.000,00

penyusutan/bln
Total Biaya Produksi Perbulan

5.495.000,00

Total biaya yang dibutuhkan

9.635.000,00

ANALISIS KEUANGAN
1. Investasi Awal yang Diperlukan
Las listrik
Gerindra potong
Gerindra tangan
Mesin bor
Compresor
Alat pemotong kaca
Alat cat
Meteran
Penggaris siku
Obeng
Gergaji besi
Total investasi Awal
Total penyusutan
Biaya Produksi
perbulan:
Elektoda
Cat
Sekrup
Besi
Alumunium
Batu gerindra potong

1
1
1
1
1
2
1
2
3
2
2

1.500.000,00
400.000,00
400.000,00
400.000,00
600.000,00
50.000,00
500.000,00
20.000,00
20.000,00
20.000,00
50.000,00

1.500.000,00
400.000,00
400.000,00
400.000,00
600.000,00
100.000,00
500.000,00
40.000,00
60.000,00
40.000,00
100.000,00
4.140.000,00

100.000,00
500.000,00
20.000,00
1.000.000,00
1.000.000,00
200.000,00

Batu gerindra tangan


Amplas
Gaji karyawan
Biaya BBM
Beban pemasaran

200.000,00
50.000,00
1.500.000,00
100.000,00
200.000,00

Beban lain-lain
Beban penyusutan/bln
Total Biaya Produksi Perbulan

65.000,00
560.000,00
5.495.000,00

Total biaya yang dibutuhkan

9.635.000,00

10

Nama Bahan

Banyak

Harga
Satuan
(Rp)

Jumlah(Rp)

Umur
ekonomis

Penyusutan/
Tahun (Rp)

Biaya investasi
Peralatan:
Las listrik
Gerindra potong
Gerindra potong
Mesin bor
Kompresor
Alat pemotong kaca
Alat cat
Meteran
Penggaris siku
Obeng
Gergaji besi
Total penyusutan
Biaya Produksi
perbulan:
Elektoda
Cat
Sekrup
Besi
Alumunium
Batu gerindra potong
Batu gerindra tangan
Amplas
Gaji karyawan
Biaya BBM

1
1
1
1
1
2
1
2
3
2
2

1.500.000,00
400.000,00
400.000.00
400.000,00
600.000,00
50.000,00
500.000,00
40.000,00
60.000,00
40.000,00
50.000,00

1.500.000,00
400.000,00
400.000.00
400.000,00
600.000,00
100.000,00
500.000,00
40.000,00
60.000,00
40.000,00
50.000,00
4.140.000,00

200.000,00

Beban lain-lain
Beban

65.000,00
560.000,00
5.695.000,00

560.000,00
9.835.000,00

2. Penentuan Harga Pokok Penjualan


Elektoda

40.000,00
20.000,00
20.000,00
20.000,00
20.000,00
25.000,00
50.000,00
40.000,00
30.000,00
40.000,00
50.000,00
335.000,00

100.000,00
500.000,00
20.000,00
1.000.000,00
1.000.000,00
200.000,00
200.000,00
50.000,00
1.500.000,00
300.000,00

Beban pemasaran

penyusutan/bln
Total Biaya Produksi
Perbulan :
Total biaya investasi

3 tahun
3 tahun
3 tahun
3 tahun
3 tahun
1 tahun
1 tahun
1 tahun
1 tahun
1 tahun
1 tahun

100.000,00

11

Cat
Sekrup
Besi
Alumunium
Batu gerindra potong
Batu gerindra tangan
BBM
Amplas
Jumlah

500.000,00
20.000,00
1.000.000,00
1.000.000,00
200.000,00
200.000,00
300.000,00
50.000,00
3.370.000,00

3. Neraca
Neraca awal dan akhir pada bulan pertama yaitu sebagai berikut:
AKUN (PERKIRAAN)
AKTIVA
Aktiva Lancar
Kas
Persediaan bahan baku
Perlengkapan
Sewa dibayar dimuka
Jumlah Aktiva Lancar
Aktiva Tetap
Peralatan
Akum.peny.peralatan
Jumlah Aktiva Tetap
TOTAL AKTIVA
PASSIVA
Hutang
Hutang gaji
Jumlah Hutang
Modal
Modal sendiri
TOTAL PASSIVA

AWAL

AKHIR

2.240.000
2.000.000
500.000
2.400.000
7.140.000
2.695.000
2.695.000
9.835.000

0
9.835.000
9.835.000

4. Laporan Laba Rugi


Laporan Laba Rugi selama satu bulan pertama, yaitu:
Penjualan 95%= 12 unit x Rp600.000,00
Harga Pokok Penjualan
Laba kotor
Beban-beban usaha:

Rp 7.200.000,00
( Rp. 3.370.000,00)
Rp 3.930.000,00

12

Beban pemasaran

Rp

200.000,00

Beban lain-lain

Rp

65.000,00

Beban Gaji

Rp 1.500.000,00

Beban Sewa Tempat

Rp

200.000,00

Beban penyusutan/bulan

Rp

560.000,00 +

(Rp 2.525.000,00)
Laba Bersih (usaha) Per Bulan

Rp

1.305.000,00

Analisis Kelayakan
1. Analisa Kelayakan

a. Break Event Point (BEP)


BEP dalam satu bulan dapat dihitung sebagai berikut :
BEP Harga Produksi =Total Biaya
Volume Produksi
= 5.240.000
7200
= 727,78
Artinya, pada tingkat harga sebesar Rp 727,78 usaha ini berada pada
titik impas.
BEP Volume produksi

= Total Biaya
Harga
= 5.240.000
1000
= 5.240

Artinya, pada jumlah volume produksi 5240 bungkus kemasan


perusahaan tidak mengalami keuntungan maupun kerugian
b. B/C Ratio
B/C Ratio = Hasil penjualan
Total biaya Operasional
= 6.840.000
5.240.000

13

= 1,305
B/C Rasio>1 maka usaha ini layak untuk dijalankan. Artinya, setiap
satuan biaya yang dikeluarkan diperoleh hasil penjualan sebesar 1,305
kali lipat.
c. Return on Investment (ROI)
ROI

= Keuntungan
Total Biaya
= 1.600.000
5.240.000
=30,53%

Artinya, usaha ini layak untuk dikembangkan karena setiap


pembiayaan sebesar Rp 100,00 diperoleh keuntungan sebesar Rp 30,53
BEP dalam satu bulan dapat dihitung sebagai berikut :
BEP Harga Produksi =Total Biaya
Volume Produksi
= 5.695.000,00
12
= 474.583,33
Artinya, pada tingkat harga sebesar Rp 474.583,33usaha ini berada
pada titik impas.
BEP Volume produksi

= Total Biaya
Harga
= 5.695.000,00
600.000,00
= 9,5 dibulatkan menjadi 9

Artinya, pada jumlah volume produksi 9 gerobag perusahaan tidak


mengalami keuntungan maupun kerugian
d. B/C Ratio
B/C Ratio = Hasil penjualan
Total biaya Operasional

14

= 7.200.000,00
5.695.000,00
= 1,264
B/C Rasio>1 maka usaha ini layak untuk dijalankan. Artinya, setiap
satuan biaya yang dikeluarkan diperoleh hasil penjualan sebesar 1,264
kali lipat.
e. Return on Investment (ROI)
ROI

= Keuntungan
Total Biaya
= 1.305.000,00
5.695.000,00
=22,91%

Artinya, usaha ini layak untuk dikembangkan karena setiap


pembiayaan sebesar Rp 100,00 diperoleh keuntungan sebesar Rp 22,91

f. Payback Period (PP)


PP = Keuntungan +Penyusutan x 100%
Jumlah Modal Investasi
= 1.305.000,00+560.000 x 100%
4.140.000,00
= 45,04%
Berdasarkan analisis kelayakan di atas, maka investasi tersebut layak
untuk dilaksanakan. Jadi gambaran usaha yang direncanakan benarbenar menjadi profit untuk menjamin peluang usaha.