Anda di halaman 1dari 8

LAMPIRAN 1 Sarana dan Prasarana di SMPN 1 Siliragung

Gambar 1 ruang
perpustakaan

Gambar 2 Bapak Santoso


sedang membereskan arsip
perpustakaan

Gambar 3 Gereja bagi warga


SMP N 1 Siliragung

Gambar 4 Pura tempat ibadah


bagi warga SMPN 1 Siliragung
yang beragama Hindu

Gambar 5 Musholla bagi warga


SMPN 1 Siliragung

Gambar 6 halaman depan SMPN 1


Siliragung

Lampiran II Analisis swot dan Laporan hasil analisis konteks


A.

Analisis SWOT

No
1.

Fungsi dan Faktor

Kesiapan

Kondisi Ideal

Kondisi Nyata

Mendukung
Mengajar sesuai
dengan latar
belakang
pendidikan dan
jenjang S-1
Berijazah
Sekurang-kurang
nya D-3.

Mendukung
Belum semua guru
berpendidikan S-1
dan mengajar
sesuai latar belakang
pendidikannya.
Masih ada TP
yang berijazah <
D-3

Memadai

Belum lengkap.

Terpenuhi

Belum semua
terpenuhi

Mendukung

Mendukung

Mendukung
Mendukung
Mendukung

Mendukung
Mendukung
Mendukung

Mendukung
Mengajar sesuai
dengan latar
belakang
pendidikan dan
jenjang S-1
Berijazah
Sekurangkurangnya D-3
Memadai

Mendukung
Belum semua
berpendidikan S-1
dan mengajar
sesuai latar
pendidikannya
Masih ada TP
yang berijazah < D3

Belum Lengkap

Siap

Tidak

Fungsi Perencanaan
KTSP

1. Faktor Internal
1.1 Komite Sekolah
1.2 Pendidik

1.3 Tenaga
Kependidikan

1.4 Sarana dan


prasarana
1.5 Biaya

2.

2. Faktor Eksternal
2.1 Dinas Pendidikan
Kab/Kota
2.2 Dewan Pendidikan
2.3 Asosiasi profesi
2.4 Lingkungan
masyarakat
Fungsi Pelaksanaan
KTSP

1. Faktor Internal
1.1 Komite Sekolah
1.2 Pendidik

1.3 Tenaga Pendidikan

1.4 Sarana dan


Prasarana
1.5 Biaya

Terpenuhi
Belum semua
terpenuhi

2. Faktor Eksternal

2.1 Dinas Pendidikan


Kab/Kota
2.2 Dewan Pendidikan
2.3 Asosiasi profesi
2.4 Lingkungan
masyarakat
3.

Fungsi Evaluasi
KTSP
1. Faktor Internal
1.1 Komite Sekolah
1.2 Pengawas Sekolah
1.3 Sarana dan
prasarana
1.4 Biaya
2. Faktor Eksternal
2.1 Dinas Pendidikan
Kab/Kota
2.2 Dewan Pendidikan
2.3 Lingkungan
masyarakat

Mendukung

Mendukung

Mendukung
Mendukung
Mendukung

Mendukung
Mendukung
Mendukung

Mendukung
Mendukung
Mendukung

Mendukung
Mendukung
Belum mendukung

Mendukung

Belum terpenuhi

Mendukung

Mendukung

Mendukung
Mendukung

Mendukung
Mendukung

Lampiran
B.

HASIL ANALISIS KONTEKS


SMP Negeri 1 Siliragung, terletak di wilayah kabupaten banyuwangi 60 KM ke arah
selatan dari kota Banyuwangi, tepatnya di Desa Siliragung, Kecamatan Siliragung,
Kabupaten Banyuwangi.
Kekuatan sekolah berada pada input siswa, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan,
manajemen sekolah dan partisipasi orang tua / masyarakat.
SMP Negeri 1 Siliragung, meskipun letaknya jauh dari kota, namun cukup strategis
yaitu berada di antara dua kecamatan, yaitu Kecamatan Pesanggaran dan Kecamatan
Bangorejo dan merupakan sekolah paling lama berdiri untuk wilayah selatan
Banyuwangi, oleh karena itu sampai saat ini masih merupakan pilihan yang pertama
bagi calon peserta didik baru. Peserta didik baru berasal dari berbagai Sekolah Dasar
yang tersebar di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Siliragung, Pesanggaran dan sebagian
Kecamatan Barurejo. Jumlah pendaftar yang selalu melebihi PAGU (262 diterima dari
340 pendaftar) bagi sekolah yang berdiri tahun 1979 menjadi modal tersendiri untuk
dikembangkan dan dicetak menjadi lulusan yang berkompetensi serta berkualitas.
Jumlah peserta didik 901 orang, rombongan belajar 27 kelas dengan rata-rata tiap
kelas terdiri dari 32 siswa, dan masing-masing tingkatan terdiri dari 9 rombel.

Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan berjumlah 59 orang, terdiri dari 46 tenaga
pendidik dan 13 tenaga kependidikan. Dari 46 tenaga pendidik,terdiri dari 36 pendidik
tetap, 3 pendidik imbas dan 7 pendidik tidak tetap/honorer. Dari 46 pendidik, 98%/45
orang berijazah S1 dan

2%/1 orang berijazah D2 serta 87%/40 orang sudah

tersertifikasi dan 13%/6 orang belum tersertifikasi,

serta 80 % pendidik telah

mengikuti berbagai diklat dan pelatihan KTSP untuk mata pelajaran masing-masing.
Hal ini menjadi modal tersendiri bagi sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan
utamanya mutu pembelajaran di kelas. Dengan ruang belajar yang cukup terdiri dari

ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang kurikulum, ruang tata usaha, ruang
perpustakaan, laboratorium IPA, 3 laboratorium Komputer, laboratorium bahasa, balai
kreasi siswa, WC siswa, WC guru, ruang kopsis, ruang UKS, ruang BK, mushola,
gereja, pura, lapangan upacara, lapangan Olah raga, alat musik tradisonal dan modern.
Manajemen sekolah berorientasi pada MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Kepala
sekolah sebagai leader mampu menggerakkan segenap warga sekolah untuk berperan
aktif dan nyata guna kepentingan pendidikan. Pembagian tugas yang jelas, program
kerja terarah, optimalisasi peran dan fungsi masing masing bagian yang selalu
disupervisi dan dievaluasi membantu sekolah dalam meningkatkan kinerja dan prestasi
sekolah.
Partisipasi positif masyarakat (orang tua siswa) yang diwadahi komite sekolah akan
memberikan sumbangan bagi terciptanya mutu pendidikan yang lebih baik lagi.
Dengan menginformasikan berbagai program sekolah dengan komite akan muncul
sinergi antara sekolah dan orang tua siswa sehingga pelaksanaan kegiatan sekolah
menjadi lebih mudah dan optimal dilaksanakan.
Peluang lain bahwa SMP Negeri 1 Siliragung

merupakan sekolah yang cukup

diperhitungkan karena di beberapa event lomba cukup banyak prestasi yang telah
diraih, yakni, Juara 2 lomba bela diri Pekan Olah Raga Pelajar Tingkat Propinsi Jawa
Timur, juara 2 lomba BIR Kabupaten Banyuwangi, Juara 4 sepak bola LPI Kabupaten
Banyuwangi, juara 3 telling story kabupaten banyuwangi, dan lain lain diraih
sekolah.
Kelemahan SMP Negeri 1 Siliragung terletak pada kurang lengkapnya sarana
prasarana sekolah dan kompetensi pendidik untuk penunjang

pelaksanaan

pembelajaran berkualitas berbasis IT belum seluruhnya dimilki pendidik.


Sekolah memiliki laboratorium IPA tetapi alat-alat dan bahan praktikum kurang
lengkap, sehingga penggunaannya untuk praktikum menjadi terbatas. Sebagai sekolah
rintisan SSN, sekolah hanya memiliki 5 komputer di ruang TU, 2 komputer di ruang
guru, masing-masing 1 komputer di perpustakaan, ruang kopsis dan ruang BK. Ruang
Kurikulum, ruang lab. IPA, dan ruang kepala sekolah belum ada komputer sebagai
prasarana pendidikan mutlak dibutuhkan. Bahkan untuk praktikum siswa, komputer

yang ada hanya berjumlah 20 buah untuk masing-masing ruang lab komputert, yang
berarti 1 komputer digunakan 2 siswa. Hal ini tentu saja menghambat proses
pembelajaran dan hasilnya tidak maksimal. Sejalan dengan cepatnya arus teknologi,
jaringan hot spot sudah tersedia di ruang laboratorium komputer namun belum bisa di
akses sampai ke dalam kelas- kelas yang ada, karena dibutuhkan dana yang besar
untuk itu. Sehingga pembelajaran berbasis website (Web Teaching Materials) belum
dapat dilaksanakan dengan optimal.
Ancaman sekolah umumnya akibat dari globalisasi yang tidak berhasil difilter secara
cermat sehingga menghadirkan budaya yang tidak sesuai dengan norma, adat, dan nilai
nilai budi pekerti luhur. Dampak tayangan televisi utamanya sinetron memperparah
keadaan ini dengan mencontohkan perilaku yang tidak sedap dipandang mata berupa
pergaulan bebas, pakaian tidak pantas, gemerlap komersialisme, hedonisme dan
impian semu yang menghanyutkan. Kebanyakan remaja kita kemudian kehilangan
pegangan dalam menjalani hidup dan tidak punya arah yang jelas dalam menghadapi
tantangan hidup yang semakin kompetitif. Untuk itu peran sekolah dan orang tua siswa
harus lebih diintensifkan untuk melestarikan budaya lokal yang mendidik, melindungi,
membendung budaya asing untuk mengurangi dampak kerusakan moral.
LAMPIRAN III Dafar Inventaris Perpustakaan
DAFTAR INVENTARIS PERPUSTAKAAN
SMP NEGERI 1 SILIRAGUNG
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Jenis Barang
MEJA BACA
TEMPAT DUDUK BACA
MEJA PETUGAS
KURSI PETUGAS
MEJA PELAYANAN BUKU
TEMPAT DUDUK PELAYANAN
ALMARI
MEJA KATALOG
KOTAK KATALOG
TEMPAT TAS SISWA
JAM DINDING
PAPAN MAJALH DINDING

Merk
-

Jumlah
6
6
1
1
1
1
5
1
1
1
1
1

Kondisi
BAIK
BAIK
BAIK
BAIK
BAIK
BAIK
BAIK
BAIK
BAIK
BAIK
BAIK
BAIK

13
14
15
16
17
18

PAPAN STRUKTUR ORGANISASI


PAPAN GRAFIK
PAPAN PENGUMUMAN
TEMPAT SAMPAH
KOMPUTER
GAMBAR PRESIDEN

CANON
-

1
1
1
1
1 SET
1 SET

BAIK
BAIK
BAIK
BAIK
BAIK
BAIK