Anda di halaman 1dari 41

BAB 17

KINERJA KEUANGAN ( FINANCIAL PERFORMANCE )


17.1 Pengertian : Apakah itu Kinerja , Pelaporan Kinerja, Penilaian Kinerja, dan
Kinerja Keuangan

Kinerja (Performance) adalah unjuk kerja yang dilakukan oleh seseorang dalam melakukan
pekerjaannya dalam organisasi / institusi sesuai tugas dan tanggungjawab yang diemban dari
pimpinan / atasan secara efisien dan efektif untuk mencapai suatu tujuan. (Edhi
Asmirantho,2013)

Pelaporan Kinerja (Performance Reporting) adalah merupakan pelaporan yang membandingkan


hasil actual dengan jumlah yang telah dianggarkan / distandarkan.

Penilaian Kinerja (Performance Evaluating) adalah penentuan secara periodic efektifitas


operasional suatu organisasi, bagian Organisasi dan karyawannya berdasarkan sasaran ,
standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya

Kinerja Keuangan (Financial Performance) ialah hasil kegiatan operasi perusahaan yang
disajikan dalam bentuk angka-angka keuangan. Hasil kegiatan periode sekarang harus
dibandingkan dengan kinerja keuangan periode masa lalu, anggaran neraca dan laba-rugi dan
rata-rata kinerja perusahaan sejenis.
Perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang baik adalah perusahaan yang hasil kerjanya
di atas perusahaan pesaingnya, atau diatas rata-rata perusahaan sejenis.

Kinerja Keuangan (Financial Performance) adalah suatu prestasi yang dicapai perusahaan
dalam suatu periode tertentu untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan
dengan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Bisa terlihat dalam
perubahan- perubahan pada laporan keuangan ( Financial Statement ) yang terdiri dari
Laporan Neraca, Laporan Laba-rugi, Laporan Perubahan Modal dan Laporan Arus Kas.
Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia
212.EA.078

270

17.2 Ukuran Kinerja Keuangan


Beberapa Ukuran Kinerja keuangan yang sering digunakan dengan Analisis Ratio :
( Edhi Asmirantho, 2013 )
1) Likuiditas (Liquidity) adalah kemampuan perusahaan untuk membayar kewajibankewajibannya yang segera harus dipenuhi (hutang jangka pendek).
2) Solvabilitas

(Solvability)

adalah

kemampuan

perusahaan

untuk

membayar

kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila suatu saat
perusahaan dilikuidasi.
3) Profitabilitas (Profitability) adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
keuntungan. Semakin besar tingkat keuntungan menunjukkan semakin baik
manajemen dalam mengelola perusahaan.
4) Aktivitas (Activity), menugukur seberapa efektif & efisien perusahaan menggunakan
sumberdayanya / mengelola asetnya dengan baik.
5) Rasio

pertumbuhan

(Growth

Ratio),

mengukur

kemampuan

perusahaan

mempertahankan posisi ekonominya didalam pertumbuhan ekonomi dan industri.


6) Rasio Nilai Pasar ( Market Value Ratio), mengukur kemampuan manajemen dalam
menciptakan nilai pasar yang melampaui pengeluaran biaya investasi. Rasio ini
merupakan ukuran yang paling lengkap tentang prestasi perusahaan, karena
mencerminkan rasio risiko (Risk Ratio) dan rasio pengembalian (Return Ratio). Rasio
penilaian pasar sangat penting oleh karena rasio tersebut berkaitan langsung dengan
tujuan memaksimumkan nilai perusahaan dan kekayaan para pemegang saham.
7) Analisis Economic Value Added (EVA).
8) Analisis Market Value Added (MVA).
9) Analisis Dupont
10) Z-score (Altman). Pada tahun 1968, Edward.I Altman memberikan formula yang
berfungsi untuk memprediksi potensi kebangkrutan suatu perusahaan.Altman melalui
percobaannya dengan mengambil sampel terhadap perusahaan yang telah mengalami
Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia
212.EA.078

271

kebangkrutan bahwa rasio keuangan tertentu mempunyai predictive power


dibanding yang lainnya dalam meramalkan kesulitan keuangan (financial distress) dan
kebangkrutan. Altman telah menemukan lima rasio keuangan yang dapat digunakan
untuk mendeteksi kebangkrutan perusahaan yang dikenal dengan Z-Score.

17.3 Formulasi ( Rumus ) Ukuran Kinerja Keuangan


1) Liqudity Ratio
(1) Current Ratio (CR) = Current Assets : Current Liabilities
(2) Quick Ratio or Acid Test Ratio

(QR) = (Current Assets Inventory) :

Current Liabilities.
(3) Cash Ratio (cr) = (Cash + Marketable Securities) : Current Liabilities

2) Solvability Ratio
(1) Debt to Assets Ratio (DAR) = Total Debt : Total Assets or
(2) Debt Ratio (DR) = Total Liabilities : Total Assets
(3) Debt to Equity Ratio (DER) = Total Debt : Total Equity
(4) Interest Coverage (INCO) = EBIT : Interest

or

(5) Time Interest Earned Ratio (TIER) = Earning before interest and tax : Interest
Charge
(6) Long Term Debt to Equity ratio (LTDE) = Long term debt : Equity

3) Activity Ratio
(1) Inventory Turnover (INTO) = Cost of Goods Sold : Inventory Average
(2) Receivable Turnover (RETO) = Net Sales on Credit : Average Receivable
(3) Total Asset Turnover (TATO) = Net Sales : Total Assets
(4) Fixed Assets Turnover (FATO) = Net Sales : Net Fixed Assets
(5) Average Days Inventory ( ADI ) = (Average Inventory x 365) : Cost of Goods
Sold

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

272

(6) Working Capital Turnover (WCTO) = Net Sales : ( Current Assets Current
Liabilities )

Konsep Modal Kerja ( Working Capital Concept ) terdapat 3 jenis konsep :


1) Quantitative

Gross Working Capital (GWC) = Total Current Assets

2) Qualitative

Net Working Capital (NWC) = Total Current Assets


Total Current Liabilities

3) Functional

Dana yang dialokasikan untuk memperoleh :

Current Income ( Pendapatan saat ini ) dan Future Income ( Pendapatan masa
yang akan datang )

4) Pofitability Ratio
(1)

Gross profit margin (GPM) = Gross profit : Net sales

(2)

Operating profit margin (OPM) = Earning before interest and tax : Net sales

(3) Net profit margin (NPM) = Earning after tax : Net sales
(4)

Return on Equity (ROE) = Earning after tax : Equity

(5)

Return on Assets (ROA) = Earning after tax : Total Assets

(6) Return on Investment (ROI) = Earning

(7)

Dividen Payout Ratio (DPR) = Divident

after tax : Average Total Assets

per share : Earning per Share

5) EVA Analysis
EVA (Economic Value Added) merupakan nilai tambah ekonomis yang dihasilkan
perusahaan sebagai akibat dari aktivitas atau strategi perusahaan.
EVA (Economic Value Added) adalah salah satu cara untuk menilai kinerja keuangan,
yaitu laba operasi setelah pajak dikurangi total biaya modal.
Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia
212.EA.078

273

EVA merupakan salah satu kriteria yang lebih baik dalam penilaian kebijakan
manajerial dan kompensasi. Nilai perusahaan akan meningkat jika perusahaan
membiayai investasi dengan net present value (NPV) yang positif karena NPV yang
positif akan memberikan value added kepada pemegang saham.
Rumus : EVA = Operating profit after taxes Cost of all capital
6) Market Value Added (MVA)
MVA = Market value of equity Equity capital supplied
MVA = Nilai pasar dari saham Ekuitas modal yang diberikan oleh pemegang
saham
Rumus : MVA = (Saham beredar) (Harga saham) Total ekuitas saham biasa
7) DU PONT ANALYSIS
Du Pont Analysis is designed to show which of the basic deterninants of ROE the profit
margin on sales, the Total Assets Turnover ratio, and the use of Debt are most in need
of improvement.
Analisis Du Pont merupakan suatu sistem yang digunakan oleh fihak manajemen untuk
menguraikan laporan keuangan perusahaan dan untuk menilai kondisi keuangan
perusahaan tersebut. Pencapaian terakhir Kinerja Keuangan (Financial Performance)
perusahaan dengan menganalisis ROE
Keterangan :
EP
= Earning Power
TATO = Total Asset Turn Over
NPM = Net Profit Margin
FLM = Financial Leverage Multiplier
= Rasio total aset perusahaan dibandingkan dengan stockholder equity
Rumus :
1) TATO = Sales / Total Asset
2) NPM = Net income / Sales
3) EP
= Net Income / Total Asset
4) E P
= TATO X NPM
5) ROE = NPM X TATO
6) ROA = EAT / TA
7) Modified Du Pont Analysis = ROE = ROA + FLM

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

274

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

275

17.3

Z-Score (Altman)

The bankruptcy code is designed to provide an orderly process for settling a firms debts
(Berk and DeMarzo, 2007, 495). Kebangkrutan diindikasi dengan adanya kesulitan
keuangan (financial distress) perusahaan yang pernah dialami sejak beberapa tahun
kebelakang dan dapat diprediksi dengan adanya analisis menggunakan rasio keuangan
yang terdapat pada laporan keuangan perusahaan. Menurut Foster (1988)

financial

distress is used to mean severe liquidity problems that cannot be resolved without a
sizable rescaling of the entitys operations or stucture.
Altman et. all, (1977, 31) we also find that the zeta model outperform alternative
bankruptcy classification strategies in term of expected cost criteria utilizing prior
probabilities and explicit cost of error
Z-Score merupakan alat untuk mengetahui tingkat kebangkrutan perusahaan.Model awal
Z-Score menggunakan sampel perusahaan public dan manufaktur. Pada tahun 1990-an,
Altman membuat Z-Score versi baru, yaitu Z-Score dan Z-Score. Ada perubahan
sampel yang dilakukan.Dalam analisisnya Altman menggunakan beberapa rasio yang bisa
menggambarkan tingkat kebangkrutan. Daftar rasio yang digunakan dapat dilihat pada
tabel dibawah berikut ini: (Edhi Asmirantho, 2013,276)

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

276

Tabel
Perkembangan Model Z-Score Altman
Firm

Manufacture & Public

Non Public ( Private )

Z-Score (Original)

Z-Score (Revision)

Service , Non Public ,


Public
Z-Score (Modified)

(1)

(2)

(3)

X1

Working Capital / Total


Asset

Working Capital / Total


Asset

Working Capital / Total


Asset

X2

Retained Earning / Total


Asset

Retained Earning / Total


Asset

Retained Earning / Total


Asset

X3

EBIT / Total Asset

EBIT / Total Asset

EBIT / Total Asset

X4

Market Value of Equity /


Book Value of Debt

Book Value of Equity / Book


Value of Debt

Book Value of Equity / Book


Value of Debt

X5

Sales / Total Asset

Sales / Total Asset

--

Tabel
Ukuran Kondisi Kebangkrutan

Model Z Score Altman

Daerah
Kelabu
1,81 2,99

Bangkrut

(1)

Z = 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 X3+ 0,6 X4 + 1,0 X5

Tidak
Bangkrut
2,99

(2)

Z = 0,171 X1 + 0,847 X2 + 3,107 X3+ 0,420 X4 + 0,998 X5

2,90

1,23 2,90

< 1,23

(3)

Z = 6,56 X1 + 3,26 X2 + 6,72 X3+ 1,05 X4

2,60

1,10 2,60

< 1,10

< 1,81

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

277

Altman menggunakan working capital dalam pengertian net. Untuk utang, tidak ada
penyesuaian terhadap off-balance sheet debt. Rasio yang digunakan mempunyai makna yang
searah, karena nantinya akan dijumlah. Semakin tinggi rasio tersebut artinya semakin
baik.Oleh karena itu, pada rasio solvency yang terkait dengan modal dan utang, rasio dibalik,
tidak seperti debt to equity yang biasa.
Perhitungan Z-Score yang ditunjukkan untuk perusahaan non public (private) mengganti
rasio market value of equity/book value of debt dengan book value of equity/book value of
debt. Dengan demikian akan memudahkan pengukuran. Sementara perusahaan jasa yang tidak
selalu mengandalkan pada total aset yang besar pada perhitungan Z-Score rasio sales/total
asset dihilangkan.
Sebagai Contoh : berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa
Z-Score

yang digunakan dalam penelitian ini adalah Z-Score (Model

Original/Pertama) karena perusahaan sektor industri dasar dan kimia sub sektor
logam dan sejenisnya merupakan perusahaan manufaktur dan publik.
Perhitungan Z-Score (Altman)
Untuk menganalisis kebangkrutan perusahaan dengan menggunakan metode ZScore Altman. Rasio-rasio keuangan yang digunakan dikelompokkan menjadi tiga
kelompok rasio-rasio keuangan, yaitu:
a) Rasio Likuiditas yang terdiri atas X1
b) Rasio Profitabilitas yang terdiri dari X2 dan X3
c) Rasio Aktivitas yang terdiri dari X4 dan X5

1)

Working Capital to Total Assets (X1)

X1 =

2)

Retained Earnings to Total Assets (X2)

X2 =

3)

EBIT to Total Assets (X3)

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

278

X3 =

4)

Market Value of Equity to Book Value of Debt (X4)


X4 =
5)

Sales to Total Assets (X5)

X5 =

1) Model Z Score Original

Z = 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 X3+ 0,6 X4 + 1,0 X5


2) Model Z Score Revision

Z = 0,171 X1 + 0,847 X2 + 3,107 X3+ 0,420 X4 + 0,998 X5


3) Model Z Score Modified

Z = 6,56 X1 + 3,26 X2 + 6,72 X3+ 1,05 X4

Rasio-rasio keuangan yang digunakan dalam perhitungan prediksi


kebangkrutan dengan metode Z-Score Altman adalah sebagai berikut:
1) Working Capital to Total Assets (X1)
Rasio ini mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban jangka pendeknya. Rasio ini merefleksikan likuiditas serta
karakteristik ukuran perusahaan, dimana suatu perusahaan yang mengalami
kerugian operasional akan terus menerus mendapatkan modal kerjanya
menyusut secara relatif terhadap total aktivanya. Modal kerja didefinisikan
sebagai total aktiva lancar dikurangi total kewajiban lancar.umunya bila
perusahaan mengalami kesulitan keuangan, modal kerja akan turun lebih cepat
Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia
212.EA.078

279

daripada total aktiva yang menyebabkan rasio ini turun. Dengan demikian
semakin kecil rasio ini, menunjukkan kondisi likuiditas perusahaan yang
semakin memburuk. Rumus untuk menghitung Working Capital to Total Assets
(X1) adalah sebagai berikut: X1 = NWC : TA
2) Retained Earnings to Total Assets (X2)
Rasio

ini

mengukur

akumulasi

laba

selama

perusahaan

beroperasi.Umur perusahaan berpengaruh terhadap rasio ini karena semakin


lama perusahaan beroperasi memungkinkan untuk memperbesar akumulasi
laba ditahan. Perusahaan yang relatif baru, biasanya belum dapat
mengumpulkan laba, sehingga laba ditahan terhadap total aktivanya
menghasilkan rasio yang relatif kecil, kecuali yang labanya sangat besar pada
awal berdirinya. Rumus untuk menghitung Retained Earnings to Total Assets
(X2) adalah sebagai berikut: X2 = RE : TA

3) EBIT to Total Assets (X3)


Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba
dari aktiva yang digunakan.Rasio ini berfungsi sebagai alat pengaman jika
perusahaan mengalami kegagalan keuangan, oleh karena itu rasio ini menilai
kelangsungan hidup perusahaan. Rumus untuk menghitung EBIT to Total
Assets (X3) adalah sebagai berikut: X3 = EBIT : TA

4) Market Value of Equity to Book Value of Debt (X4)

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

280

Rasio ini menilai solvabilitas, yaitu kemampuan perusahaan memenuhi


kewajiban jangka panjang atau mengukur kemampuan permodalan perusahaan
dalam menanggung seluruh beban utangnya. Nilai perusahaan dapat menurun
sebelum perusahaan mengalami insolvency (kegagalan usaha). Rumus untuk
menghitung Market Value of Equity to Book Value of Debt (X4) adalah sebagai
berikut: X4 = MVE : BVD
5) Sales to Total Assets (X5)
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
meningkatkan usaha, yaitu sejauh mana efektivitas perusahaan dalam
meningkatkan usaha, yaitu sejauh mana efektivitas perusahaan menggunakan
sumber dayanya untuk meningkatkan penjualan dengan berbagai macam
kondisi persaingan.Rasio yang lebih besar mencerminkan kemampuan
perusahaan mengatasi persaingan yang ada. Rumus untuk menghitung Sales
to Total Assets (X5) adalah sebagai berikut: X5 = Sales : TA

17.5

Pengertian EVA (Economic Value Added)


EVA atau nilai tambah ekonomi adalah perbedaan laba usaha bersih setelah
pajak (NOPAT) dan beban modal untuk periode tersebut (yaitu, produk dari biaya
modal perusahaan dan modal yang diinvestasikan pada awal periode).
Menurut James L Grant dalam bukunyaFoundations of Economic Value
Added (2003, 4), menyatakan bahwa :

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

281

EVA is defined as the difference between the firms net operating


profit after tax (NOPAT) and its weighted-average dollar cost of
capital. As a result, EVA differs from traditional accounting
measures of corporate profit including, EBIT (earnings before
interest and taxes), EBITDA (EBIT plus depreciation and
amortization), net income, and even NOPAT because it fully
accounts for the firms overall capital costs. This analytical
difference is important to the firms owners because the EVA metric
is net of both the direct cost of debt capital and the indirect cost of
equity capitalas reflected in the shareholders required return on
common stock.
Menurut Zvi Bodie, Alex Kane and Alan J. Marcus

dalam bukunya

Essentials of Investments (2008, 458) menyatakan bahwa:


Economic Value Added (EVA) is the spread between ROA and the
cost of capital multiplied by the capital invested in the firm.
Menurut Michael C. Ehrhardt and Eugene F Brigham dalam bukunya
Financial Management Theory and Practice (2011, 68) menyatakan bahwa :
Economic Value Added is an estimate of a businesss true economic
profit for the year, and it differs sharply from accounting profit.
EVA represents the residual income that remains after the cost of all
capital, including equity capital, has been deducted, whereas
accounting profit is determined without imposing a charge for
equity capital.
Sedangkan menurut Asmirantho (2013) EVA adalah residual income setelah
semua penyedia modal diberi kompensasi sesuai dengan tingkat return yang
disyaratkan. EVA dihitung dengan mengurangkan laba operasi (net operating after
tax, NOPAT) dengan biaya modal, baik biaya modal hutang (cost of debt) maupun
biaya ekuitas (cost of equity).Apabila perbedaan tersebut positif, berarti ada nilai
tambah bagi perusahaan. Hal ini biasanya akan direspons oleh meningkatnya harga
saham. Demikian pula sebaliknya, apabila EVA negatif, berarti perusahaan

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

282

mengalami penurunan kinerja yang biasanya akan di respons dengan penurunan


harga saham.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian Economic Value
Added (EVA) adalah laba usaha (Operating profits) yang dikurangi dengan biaya
seluruh modal (Capital) yang dipakai sehingga menghasilkan pendapatan
(Earnings). EVA merupakan tolak ukur kinerja keuangan yang berbasis nilai.
Perbedaan utama pengukuran laba antara akuntansi dengan EVA adalah laba bersih
versi akuntansi hanya memperhitungkan biaya modal dari hutang (cost of debt) dan
tidak memperhitungkan biaya modal dari ekuitas (cost of equity). Laba ekonomis
memperhitungkan kedua-duanya, baik cost of debt maupun cost of equity.
Penelitian mengenai pengaruh EVA terhadap return saham telah banyak
dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya. Seperti yang dilakukan oleh Raden
Tinneke (2007), yang melakukan penelitian terhadap beberapa perusahaan sektor
industri manufaktur yang listed di Bursa Efek Jakarta dari tahun 2002 sampai 2005
dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh EVA (Economic Value Added), ROE
(Return on Equity), PER (Price to Earning Ratio), DER (Debt to Equity Ratio), dan
PBV (Price to Book Value) terhadap Return Saham. Hasil penelitian membuktikan
bahwa PER berpengaruh negatif secara signifikan terhadap return saham, PBV
berpengaruh positif secara sinifikan terhadap return saham, EVA berpengaruh
positif terhadap return saham tetapi tidak signifikan, dan DER berpengaruh positif
terhadap return saham tetapi tidak signifikan, sementara ROE harus dikeluarkan
dari analisis karena multikolinear dengan PBV.

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

283

May Baadilla (2010), yang melakukan penelitian mengenai Economic Value


Added, Market Value Added dan Debt to Equity Ratio terhadap Return Saham pada
perusahaan Automotif di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan hasil analisis diperoleh
bahwa secara parsial Economic Value Added (EVA) berpengaruh positif dan tidak
signifikan terhadap return saham, Market Value Added (MVA) berpengaruh positif
dan signifikan terhadap return saham, dan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh
negatif dan signifikan terhadap Return saham. Dan secara simultan Economic Value
Added (EVA), Market Value Added (MVA), dan Debt to Equity Ratio (DER)
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Return saham.
Perhitungan EVA (Economic Value Added)
Langkah-langkah yang diperlukan untuk menghitung EVA adalah sebagai
berikut:
1) Menghitung biaya hutang (cost of debt) atau Kd
Biaya Hutang atau cost of debt adalah biaya yang ditanggung perusahaan karena
menggunakan sumber dana yang berasal dari pinjaman. Biaya hutang adalah salah
satu komponen dalam menghitung biaya modal rata-rata tertimbang. .Biaya hutang
yang digunakan untuk kalkulasi biaya modal rata-rata tertimbang adalah biaya
hutang setelah pajak. Rumus dari biaya hutang setelah pajak adalah sebagai
berikut:
Kd = Kd* x (1-T)

Kd =

Keterangan:

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

284

Kd

: Biaya hutang setelah pajak

Kd*

: Biaya hutang sebelum pajak

: Tarif Pajak perusahaan bersangkutan

2) Menghitung Biaya Ekuitas (cost of equity) atau Ke


Cost of equity mencerminkan tingkat hasil (return) yang dituntut oleh
pemegang saham. Cost of equity tidak dapat diobservasi secara langsung.
Oleh karena itu perlu metode khusus untuk menentukannya. Terdapat dua
metode yang umum digunakan, yaitu:
a) Dividend Discount Model (DDM)
b) Capital Asset Pricing Model (CAPM)
Model pertama bertumpu pada arus kas yang timbul dari pembayaran
dividen, sedangkan model kedua bertumpu pada pergerakan harga saham
yang diamati relatif terhadap portfolio saham. Model yang popular digunakan
adalah model Capital Asset Pricing Model (CAPM). Pengembangan
perhitungan biaya ekuitas lebih banyak bertumpu pada model CAPM. Hal ini
bukan berarti bahwa model tersebut bebas dari kelemahan, akan tetapi lebih
pada penggunaannya yang lebih intuitif dan praktis dibanding model yang
lain. Rumus dasar biaya ekuitas dengan metode CAPM adalah sebagai
berikut:
Ke = Rf + (Rm-Rf)

Keterangan:
Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia
212.EA.078

285

Ke

: Biaya ekuitas

Rf

: Tingkat pengembalian bebas risiko

: Beta (risiko) saham

Rm : Tingkat pengembalian pasar


Yang harus diketahui sebelum menghitung biaya ekuitas, yaitu:
a) Tingkat pengembalian bebas risiko (Rf)
Menurut Tandelilin (2010, 201) umumnya estimasi return bebas
risiko menggunakan data return obligasi yang dikeluarkan oleh
pemerintah, misalnya untuk Indonesia digunakan Sertifikat Bank
Indonesia (SBI). Tingkat pengembalian bebas risiko atau Rf

dapat

diperoleh dari rata-rata suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI)


berjangka selama tahun yang diteliti (perbulan).
b) Tingkat pengembalian pasar (Rm)
Estimasi return pasar umumnya menggunakan data indeks pasar,
seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Tingkat pengembalian
pasar atau Rm dapat diperoleh dari daftar Indeks Harga Saham Gabungan
(IHSG) setiap bulan selama kurun waktu yang ditetapkan (tahun analisa).
Rumus untuk menghitung tingkat pengembalian pasar (Rm) adalah
sebagai berikut:
Rm =

( ( 1)
1

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

286

Keterangan:
Rm

: Tingkat pengembalian pasar

IHSGt

: IHSG pada akhir bulan t

IHSGt-1

: IHSG pada akhir bulan t-1

c) Tingkat pengembalian individual (Ri)


Menurut Edhi Asmirantho (2013), tingkat pengembalian individual
dihitung dari harga saham tiap bulan selama kurun waktu yang
diterapkan. Rumus untuk menghitung tingkat pengembalian individual
(Ri) adalah sebagai berikut:

Ri =

( ( 1)
1

Keterangan:
Ri

: Tingkat pengembalian individual

Pt

: Harga pada akhir bulan t

Pt-1

: Harga pada akhir bulan t-1

d) Perhitungan Beta ()
Beta merupakan suatu parameter dari tingkat risiko suatu saham.
Menurut

Tandelilin

(2010,

556)

beta

dapat

dihitung

dengan

mengguanakan rumus sebagai berikut:


=

[ . .]
. 2 2

Keterangan:
Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia
212.EA.078

287

: Beta

: Jumlah periode atau data

: Rm

: Ri

3) Menghitung biaya modal rata-rata tertimbang (WACC)


Menurut David Young S Dan Obryne S (2001) biaya modal rata-rata
tertimbang (WACC) yaitu jumlah biaya dari masing-masing sumber modal.
WACC (Weighted Average Cost of Capital) dapt dihitung dengan rumus
sebagai berikut:

WACC = {D x Rd ( 1 - TAX)} + ( E x Re )

Keterangan :
Simbol
D

Keterangan
Tingkat modal dari Hutang

Rd
E

Biaya Hutang
Tingkat Modal dari Ekuitas

Re

Biaya Ekuitas

Tax

Persentase Pajak

Rumus
Total Hutang/Total Hutang dan
Ekuitas
Biaya Bunga/ Total Hutang
Total Ekuitas/ Total Hutang dan
Ekuitas
PER= Harga perlembar Saham/
Laba Perlembar Saham
Beban Pajak/ Laba sebelum Pajak

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

288

Syarat dapat dihitungnya EVA adalah diketahuinya WACC (weighted


average cost of capital).WACC merupakan biaya modal rata-rata tertimbang.
Biaya modal merupakan biaya sumber dana. Rumus WACC adalah sebagai
berikut:

WACC = Kd (1-T)

(+)

+Ke

(+)

Keterangan:
WACC

: Biaya modal rata-rata tertimbang

Kd

:Biaya utang (cost of debt) sebelumpajak

Ke

: Biaya ekuitas (cost of equity)

: Hutang (Debt)

: Ekuitas (Equities)

4) Menghitung Capital Charges


Menurut David Young S Dan Obryne S (2001) Capital Charges
yaitu Aliran kas yang dibutuhkan mengganti para investor atas resiko usaha
modal yang di tanamkan.Rumus untuk menghitung capital charges adalah
sebagai berikut:
Capital Charges = WACC x Invested Capital

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

289

Invested Capital adalah pinjaman Jangka Pendek + Pinjaman Jangka


panjang + Ekuitas Pemegang Saham/Total Hutang + Ekuitas Pinjaman
Jangka Pendek tanpa Bunga.Seperti hutang usaha, hutang pajak, beban yang
harus dibayar dan uang muka pelanggan. Rumus untuk menghitung invested
capital adalah sebagai berikut:
Invested Capital = Total Hutang + Ekuitas Pinjaman
Jangka Pendek tanpa Bunga

5) Menghitung NOPAT
Menurut David Young S Dan Obryne S (2001) nilai laba operasi
bersih setelah pajak (Net Operating Profit After Tax) atau disebut NOPAT
yaitu laba bersih + biaya bunga. Rumus untuk menghitung NOPAT adalah
sebagai berikut:
NOPAT = Laba Bersih Setelah Pajak + Biaya Bunga

Menurut Michael C. Ehrhardt & Eugene F Brigham dalam bukunya


Financial Management Theory and Practice (2011, 77) menyatakan bahwa
:
NOPAT is net operating profit after taxes. It is the after-tax
profit a company would have if it had no debt and no
investments in nonoperating assets. Because it excludes the
effects of financial decisions, it is a better measure of operating
performance than is net income.

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

290

NOPAT menunjukkan laba yang akan diperoleh oleh suatu


perusahaan apabila perusahaan tersebut tidak menggunakan hutang dan/ atau
tidak memiliki nonoperating assets. NOPAT didefinisikan sebagai berikut:

NOPAT = EBIT (1-T)


NOPAT = Laba Bersih Setelah Pajak + Biaya Bunga
NOPAT = EBIT Beban Pajak

6) Menghitung EVA
Menurut David Young S Dan Obryne S (2001) rumus untuk
menghitung EVA adalah sebagai berikut:
EVA = NOPAT Capital Charges

EVA adalah ukuran keberhasilan manajemen perusahaan dalam meningkatkan nilai


tambah (value added) bagiperusahaan. Asumsinya adalah bahwa jika kinerja manajemen baik/
efektif (dilihat dari besarnya nilai tambah yang diberikan), maka akan tercermin pada
peningkatan harga saham. EVA dihitung dengan mengurangkan keuntungan operasi
perusahaan dengan biaya modal perusahaan,baikuntuk biaya hutang (cost of debt), maupun
modal sendiri (cost of equity). Jika perbedaan tersebut positif, berarti ada nilai tambah bagi
perusahaan, dan ini biasanya akan direspons oleh meningkatnya harga saham. Demikian pula
sebaliknya

jika

EVA

negatif

berarti

perusahaan

mengalami

penurunan

kinerja

perusahaan,yang biasanya akan direspon dengan penurunan harga saham.

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

291

Sedangkan menurut Michael C. Ehrhardt & Eugene F Brigham


(2011, 67) rumus dasar dari EVA adalah sebagai berikut:
EVA = Net operating profit after taxes (NOPAT) After-tax
dollar cost of capital used tosupport operation
= EBIT(1-Tax rate) (Total net operating capital)(WACC)

Keterangan :

WACC = (Wd x Kd*) + (Ws x Ks)


Kd* = Kd (1-T)
Ks = krf + (km-krf)

WACC

: Weighted Cost Of Capital

Wd

: Debt Proportion

Ws

: Equity Proportion

Kd

: Cost Of Debt Before Tax

Kd*

: Cost Of Debt After Tax

Ks

: Cost Of Equity

Krf

: Suku Bunga SBI

Km

: Return IHSG

: Beta

Hasil penilaian kinerja suatu perusahaan dengan menggunakan EVA dapat dikelompokkan ke
dalam 3 kategori yang berbeda, yaitu:
a) Nilai EVA > 0 atau EVA bernilai positif
Pada posisi ini berarti manajemen perusahaan telah berhasil menciptakan nilai
tambah ekonomis bagi perusahaan.
b) Nilai EVA = 0

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

292

Pada posisi ini berarti manajemen perusahaan berada dalam titik impas.
Perusahaan tidak mengalami kemunduran tetapi sekaligus tidak mengalami
kemajuan secara ekonomi.
c) Nilai EVA < 0 atau EVA bernilai negatif
pada posisi ini berarti tidak terjadi proses penambahan nilai ekonomis bagi
perusahaan, dalam arti laba yang dihasilkan tidak dapat memenuhi harapan
para kreditor dan pemegang saham perusahaan (investor).
Keunggulan EVA (Economic Value Added)
Sebagai alat penilai kinerja perusahaan, EVA terlihat mempunyai
keunggulan dibanding dengan ukuran kinerja konvensional lainnya.
Keunggulan EVA antara lain yaitu:
1) EVA dapat menyelaraskan tujuan manajemen dan kepentingan pemegang
saham dimana EVA digunakan sebagai ukuran operasional dari manajemen
yang mencerminkan keberhasilan perusahaan di dalam menciptakan nilai
tambh bagi pemegang saham atau investor.
2) EVA memberikan pedoman bagi manajemen untuk meningkatkan laba operasi
tanpa tambahan dana / modal, mengeksposur pemberian pinjaman (piutang)
dan menginvestasikan dana yang memberikan imbalan tinggi.
3) EVA merupakan system manajemen keuangan yang dapat memecahkan semua
masalah bisnis mulai dari strategi dan pergerakannya samapi keputusan
operasional sehari-hari.
Kelemahan EVA (Economic Value Added)

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

293

EVA

memiliki

beberapa

kelemahan

yang

belum

dapat

ditutupi

diantaranya,yaitu:
1) Sulitnya menentukan biaya modal yang benar-benar akurat, khususnya biaya
modal sendiri. Terutama dalam perusahaan go public biasanya mengalami
kesulitan dalam perhitungan sahamnya.
2) Analisis EVA hanya mengukur faktor kuantitatif saja sedangkan untuk
mengukur kinerja secara optimal, perusahaan harus diukur berdasarkan faktor
kuantitatif dan kualitatif.
Strategi Meningkatkan EVA (Economic Value Added)
Menurut Asmirantho (2013) terdapat berbagai cara untuk meningkatkan
EVA antara lain:
1) Memperoleh lebih banyak laba tanpa menggunakan lebih banyak modal. Cara
populer dalam hal ini adalah memotong biaya-biaya pekerjaan dengan biaya
produksi dan pemasaran yang lebih rendah agar diperoleh margin laba yang
lebih besar. Hal ini juga dapat dicapai dengan meningkatkan aktiva yang lebih
rendah.
2) Memperoleh pengambilan (return) yang lebih tinggi dari pada biaya modal atas
investasi baru. EVA merupakan penyesuaian bagaimana menghitung
pendapatan dan modal. pengukurannya adalah dalam bentuk satuan mata uang
bukan dalam pengembalian (rate of return).

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

294

17.6

Pengertian MVA (Market Value Added)


MVA (Market Value Added) atau nilai tambah pasar adalah perbedaan
antara nilai pasar ekuitas dan jumlah yang diinvestasikan. MVA adalah
pengurangan antara nilai pasar ekuitas dengan modal ekuitas yang diinvestasikan.
Menurut James L Grant dalam bukunyaFoundations of Economic Value
Added (2003, 37), menyatakan bahwa :
MVA is defined as the market value of the firm (debt and equity
capitalization) less the operating capital employed in a business.
Menurut Frank J. Fabozzi& Pamela P. Peterson dalam bukunya Financial
Management and Analysis (2003, 15), menyatakan bahwa :
Market valueadded is the present value of all expected future
economic profits.
Menurut Michael C. Ehrhardt & Eugene F Brigham dalam bukunya
Financial Management Theory and Practice (2011, 77) menyatakan bahwa :
Market Value Added (MVA) represents the difference between the
total market value of a firm and the total amount of investorsupplied capital. If the market values of debt and preferred stock
equal their values as reported on the financial statements, then
MVA is the difference between the market value of a firms stock
and the amount of equity its shareholders have supplied.
Sedangkan menurut Edhi Asmirantho (2013), MVA adalah perbedaan antara
nilai pasar ekuitas dengan ekuitas (modal sendiri) yang diserahkan ke perusahaan
oleh para pemegang saham (pemilik perusahaan).
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian MVA (Market
Value Added) adalah Perbedaan antara nilai pasar dari saham perusahaan dan

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

295

jumlah modal ekuitas yang telah diberikan oleh pemegang saham.Nilai pasar ekuitas
dihitung dengan mengalikan harga saham dengan jumlah saham yang beredar.
Penelitian mengenai pengaruh MVA terhadap retrun saham telah banyak
dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya. Seperti yang dilakukan oleh Hapsari
Susan (2005) melakukan penelitian mengenai kinerja keuangan terhadap return
saham, dengan menggunakan ROA, EVA, dan MVA sebagai alat ukur kinerja
keuangan. Setelah dilakukan analisis, dari uji t menunjukan EVA memberikan hasil
t hitung sebesar 0,718 dengan signifikansi sebesar 0,474, MVA memberikan hasil
t hitung sebesar 2,112 dengan signifikansi sebesar 0.036, sedangkan ROA
memberikan hasil t hitung sebesar 2,395 dengan signifikansi sebesar 0,017. Dari
ketiga pengujian hipotesis tersebut menunjukkan bahwa ROA mampu menjelaskan
return saham secara lebih baik dibanding EVA maupun MVA.
Izra Berakon (2012) melakukan analisis untuk mengetahui pengaruh
Economic Value Added (EVA), Market Value Added (MVA), dan Return on
Investment (ROI) terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta
Islamic Index (JII) periode 2008-2010. Hasil penelitian menunjukkan secara
simultan EVA, MVA, dan ROI memiliki pengaruh terhadap return saham sebesar
21.6%. Secara parsial, variabel MVA berpengaruh positif signifikan terhadap return
saham (sig.t 0.005 < 0.05 dan koefisien 0.577). Sementara itu variabel yang tidak
berpengaruh adalah EVA (sig.t 0.437 dan koefisien 0.125) dan ROI (sig.t 0.024 dan
koefisien -4.497).

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

296

Yuda Rahmadi (2013), melakukan penelitian untuk megetahui pengaruh


Earning Per Share, Arus Kas Operasi, Economic Value Added, Market Value Added
terhadap Return Saham. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Earning Per
Share dan Economic Value Added tidak berpengaruh terhadap return saham, arus
kas berpengaruh signifikan positif terhadap return saham, dan Market Value Added
berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap return saham.
Perhitungan MVA (Market Value Added)
Menurut Michael C. Ehrhardt & Eugene F Brigham (2011, 67) MVA
(Market Value Added) dirumuskan sebagai berikut :

MVA = Market value of stock Equity capital supplied by


shareholders
= (Shares outstanding) (Stock price) Total common equity
MVA yang positif berarti menunjukkan pihak manajemen telah mampu
meningkatkan kekayaan pemegang saham dan MVA yang negatif mengakibatkan
berkurangnya nilai modal pemegang saham, jika MVA sama dengan 0 maka
perusahaan tidak mampu meningkatkan kekayaan bagi pemegang saham. Sehingga
memaksimalkan nilai MVA seharusnya menjadi tujuan utama perusahaan dalam
meningkatkan kekayaan pemegang saham.

Keunggulan dan Kelemahan MVA (Market Value Added)


Kelebihan MVA merupakan ukuran tunggal dan dapat berdiri sendiri yang
tidak membutuhkan analisis trend sehingga bagi pihak manajemen dan penyedia
Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia
212.EA.078

297

dana akan lebih mudah dalam menilai kinerja perusahaan. Sedangkan kelemahan
MVA adalah, MVA hanya dapat diaplikasikan pada perusahaan yang sudah go
public saja.
Strategi Meningkatkan MVA (Market Value Added)
Peningkatan MVA dapat dilakukan dengan cara meningkatkan EVA yang
merupakan pengukuran internal kinerja operasional tahunan, dengan demikian EVA
mempunyai hubungan yang kuat dengan MVA. Oleh karena itu, jika nilai MVA
tinggi menunjukkan perusahaan telah menciptakan kekayaan yang substansial bagi
pemegang saham. MVA negatif berarti nilai dari investasi yang di jalankan
manajemen kurang dari modal yang diserahkan kepada perusahaan oleh pasar
modal yakni kekayaan telah di musnahkan (Young dan OByrne, 2001, 27).

17.7 Return Saham


Pengertian Return Saham
Menurut Bruce J. Feibel dalam bukunya Investment Performance
Measurement (2003, 45) menyatakan bahwa:
A rate of return is the percentage change in the value of an asset
over a given period of time. Total returns are calculated by dividing
the capital gain/loss and income earned by the value of the
investment at the beginning of the period.

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

298

Menurut Lawrence J. Gitman (2009, 228) dalam bukunya yang berjudul


Principle of managerial finance menyatakan bahwa:
The return is the total gain or loss experienced on a investment over
a given period of time.it is commonly measured as cash
distributions during expressed as a percentage of the beginning-ofperiod investment value.
Return merupakan keuntungan yang diharapkan dari suatu investasi. Return dapat
dinyatakan dalam persentase atau pun dalam mata uang.
Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Return dapat berupa return
realisasian yang sudah terjadi atau return ekspektasian yang belum terjadi tetapi
yang diharapkan akan terjadi dimasa mendatang.
Menurut Edhi Asmirantho (2013) tingkat keuntungan (return) saham
merupakan peningkatan kekayaan yang diperoleh dengan memegang saham untuk
suatu jangka waktu tertentu tingkat keuntungan ini diukur secara absolut maupun
dengan persentase dari investasi saham yang bersangkutan.
Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Return saham adalah
tingkat pengembalian saham atas investasi yang dilakukan oleh investor. Dalam
penelitian ini return saham yang digunakan adalah capital gain (loss). Capital gain
(loss) yaitu jika harga saham mengalami peningkatan maka pemegangnya akan
memperoleh capital gain, atau sebaliknya jika mengalami penurunan maka
pemegang saham mengalami capital loss.
Komponen Return Saham
Menurut Tandelilin (2010, 51), return saham terdiri dari dua komponen, yaitu :

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

299

1) Dividen adalah pembayaran tunai dari perusahaan kepada pemegang saham.


Dividen dapat dinyatakan sebagai persentase dari harga saham awal yang
disebut dividend yield.
2) Capital gain (loss) yaitu jika harga saham mengalami peningkatan maka
pemegangnya akan memperoleh capital gain, atau sebaliknya jika mengalami
penurunan maka pemegang saham mengalami capital loss.
Rumus Menghitung Return Saham
Menurut Edhi Asmirantho (2013) return saham (stock return) adalah selisih
antara harga saham (closing price) pada periode t dengan harga saham (closing price
) periode t-1 dibagi harga saham (closing price) periode t-1. dirumuskan sebagai
berikut :

Stock Return =

( )

Pertumbuhan aset perusahaan dapat diukur dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Assets Growth

(1)
(1)

Keterangan :
a) Total Assets (t) : total seluruh aset tahun berjalan
b) Total Assets (t-1) : total aset tahun sebelumnya.

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

300

Contoh Sampel Menghitung Analisis Rasio Keuangan


Tabel 1
Perhitungan CR, DER, dan ROA
PT Lion Metal Works, Tbk
Periode tahun 2003-2012

Keterangan

2003
Aktiva Lancar
Rp 92,950
Hutang Lancar
Rp 13,542
Current Ratio (CR)
6.86
Total Hutang
Rp 18,986
Total Ekuitas
Rp101,639
Debt to Equity Ratio (DER) 0.19
Laba Bersih
Rp 12,263
Total Aktiva
Rp120,625
Return on Assets (ROA)
0.10

2004
Rp 115,834
Rp 18,790
6.16
Rp 26,193
Rp 120,511
0.22
Rp 23,553
Rp 146,704
0.16

2005
Rp 133,365
Rp 21,360
6.24
Rp 30,698
Rp 134,332
0.23
Rp 21,022
Rp 165,030
0.13

2006
Rp 155,926
Rp 25,719
6.06
Rp 37,917
Rp 149,773
0.25
Rp 20,643
Rp 187,690
0.11

PT Lion Metal Works, Tbk


2007
2008
2009
Rp 183,763 Rp 219,551 Rp 238,073
Rp 33,978 Rp 38,607 Rp 29,755
5.41
5.69
8.00
Rp 46,259 Rp 51,933 Rp 43,567
Rp 169,870 Rp 201,208 Rp 227,799
0.27
0.26
0.19
Rp 25,298 Rp 37,840 Rp 33,613
Rp 216,129 Rp 253,141 Rp 271,366
0.12
0.15
0.12

2010
Rp 271,268
Rp 31,104
8.72
Rp 43,971
Rp 259,928
0.17
Rp 38,632
Rp 303,900
0.13

2011
2012
Rp 327,815 Rp 394,802
Rp 46,611 Rp 42,249
7.03
9.34
Rp 63,755 Rp 61,667
Rp 302,060 Rp 371,829
0.21
0.17
Rp 52,525 Rp 85,374
Rp 365,815 Rp 433,496
0.14
0.20

Tabel 4
Perhitungan Z-Score
PT Lion Metal Works, Tbk
Periode tahun 2003-2012
Keterangan
Working Capital
Total Assets
X1
Retained Earning
Total Assets
X2
EBIT
Total Assets
X3
Market Value of Equity
Book Value Of total Debt
X4
Sales
Total Assets
X5
Z-Score

2003
2004
Rp 79,408 Rp 97,044
Rp 120,625 Rp 146,704
0.66
0.66
Rp 47,669 Rp 66,540
Rp 120,625 Rp 146,704
0.40
0.45
Rp 18,055 Rp 34,242
Rp 120,625 Rp 146,704
0.15
0.23
Rp 41,613 Rp 88,427
Rp 18,986 Rp 26,193
2.19
3.38
Rp 87,997 Rp 111,114
Rp 120,625 Rp 146,704
0.73
0.76
3.88
4.98

2005
Rp 112,005
Rp 165,030
0.68
Rp 80,361
Rp 165,030
0.49
Rp 30,131
Rp 165,030
0.18
Rp 104,032
Rp 30,698
3.39
Rp 128,842
Rp 165,030
0.78
4.91

2006
Rp 130,207
Rp 187,690
0.69
Rp 95,802
Rp 187,690
0.51
Rp 29,826
Rp 187,690
0.16
Rp 114,435
Rp 37,917
3.02
Rp 143,272
Rp 187,690
0.76
4.65

2007
2008
Rp 149,785 Rp 180,944
Rp 216,129 Rp 253,141
0.69
0.71
Rp 115,899 Rp 147,237
Rp 216,129 Rp 253,141
0.54
0.58
Rp 36,842 Rp 57,163
Rp 216,129 Rp 253,141
0.17
0.23
Rp 109,234 Rp 159,949
Rp 46,259 Rp 51,933
2.36
3.08
Rp 179,568 Rp 229,607
Rp 216,129 Rp 253,141
0.83
0.91
4.39
5.17

2009
Rp 208,318
Rp 271,366
0.77
Rp 173,828
Rp 271,366
0.64
Rp 45,089
Rp 271,366
0.17
Rp 109,234
Rp 43,567
2.51
Rp 197,508
Rp 271,366
0.73
4.60

2010
2011
Rp 240,164 Rp 281,204
Rp 303,900 Rp 365,815
0.79
0.77
Rp 205,958 Rp 248,090
Rp 303,900 Rp 365,815
0.68
0.68
Rp 50,374 Rp 67,297
Rp 303,900 Rp 365,815
0.17
0.18
Rp 197,661 Rp 273,084
Rp 43,971 Rp 63,755
4.50
4.28
Rp 207,833 Rp 268,414
Rp 303,900 Rp 365,815
0.68
0.73
5.83
5.78

2012
Rp 352,553
Rp 433,496
0.81
Rp 317,859
Rp 433,496
0.73
Rp 103,655
Rp 433,496
0.24
Rp 540,966
Rp 61,667
8.77
Rp 333,922
Rp 433,496
0.77
8.83

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

301

Pergitungan EVA dan MVA PT. Lion Metal Works, Tbk


Menghitung biaya hutang (cost of debt) atau Kd
Tabel 7
Biaya Hutang atau Cost of debt (Kd)
PT. Lion Metal Works,Tbk
(dalam%)

Keterangan

Tahun
2003

2004

2005

2006

Beban Bunga
Rp 50 Rp 25 Rp 39 Rp 78
Jumlah Hutang Jangka Panjang Rp 5,444 Rp 7,403 Rp 9,338 Rp 12,198
Kd*
0.009
0.003
0.004 0.006
T
0.3
0.3
0.3
0.3
Kd= Kd*(1-T)
0.64
0.24
0.29
0.45

2007
2008
2009
2010
2011
2012
Rp 103 Rp 103 Rp 103 Rp 103 Rp 103 Rp
3
Rp 12,281 Rp 13,326 Rp 13,812 Rp 12,867 Rp 17,144 Rp 19,418
0.008
0.008
0.007
0.008
0.006 0.0002
0.3
0.3
0.28
0.25
0.25
0.25
0.59
0.54
0.54
0.60
0.45
0.01

Menghitung Biaya Ekuitas (cost of equity) atau Ke


Yang harus diketahui sebelum menghitung biaya ekuitas, yaitu:
a) Tingkat pengembalian bebas risiko (Rf)

Tabel 10
Tingkat pengembalian bebas risiko (Rf)
PT. Lion Metal Works,Tbk
(dalam%)

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

302

Bulan
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
Jumlah
Rata-Rata

2003
12.69
12.24
11.40
11.06
10.44
9.53
9.10
8.91
8.66
8.48
8.49
8.31
119.31
9.94

2004
7.86
7.48
7.42
7.33
7.32
7.34
7.36
7.37
7.39
7.41
7.41
7.43
89.12
7.43

2005
7.42
7.43
7.44
7.70
7.95
8.25
8.49
9.51
10.00
11.00
12.25
12.75
110.19
9.18

SBI RATE PERIODE Tahun 2003-2012


2006
2007
2008
2009
12.74
9.50
8.00
8.75
12.74
8.00
8.00
8.25
12.73
8.25
8.00
7.75
12.73
8.25
8.00
7.50
12.74
8.25
8.25
7.25
12.50
8.25
8.50
7.00
12.50
8.25
8.75
6.75
12.25
8.50
9.00
6.50
11.25
8.75
9.25
6.50
11.25
9.00
9.50
6.50
10.75
9.00
9.50
6.50
10.25
9.25
9.25
6.50
144.43 103.25
104
85.75
12.04
8.60
8.67
7.15

2010
6.50
6.50
6.50
6.50
6.50
6.50
6.50
6.50
6.50
6.50
6.50
6.50
78
6.50

2011
6.50
6.75
6.75
6.75
6.75
6.75
6.75
6.75
6.75
6.50
6.00
6.00
79
6.58

2012
6.00
5.75
5.75
5.75
5.75
5.75
5.75
5.75
5.75
5.75
5.75
5.75
69.25
5.77

2011
IHSG Rm
3,704
3,409 -7.96
3,470 1.79
3,679 6.02
3,820 3.83
3,837 0.45
3,889 1.36
4,131 6.22
3,842 -7.00
3,549 -7.63
3,791 6.82
3,715 -2.00
3,822 2.88
4.78
0.40

2012
IHSG Rm
3,822
3,942 3.14
3,985 1.09
4,122 3.44
4,181 1.43
3,833 -8.32
3,956 3.21
4,142 4.70
4,060 -1.98
4,263 5.00
4,350 2.04
4,276 -1.70
4,317 0.96
13.006
1.08

b) Tingkat pengembalian pasar (Rm)


Tabel 13
Tingkat pengembalian pasar (Rm)
PT. Lion Metal Works,Tbk
(dalam%)

Bulan
Desember
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
Jumlah
Rata-Rata

2003
IHSG Rm
409
388 -5.13
399 2.84
398 -0.25
451 13.32
495 9.76
506 2.22
508 0.40
530 4.33
598 12.83
626 4.68
617 -1.44
692 12.16
55.70
4.64

2004
IHSG Rm
692
753 8.82
751 -0.27
736 -2.00
783 6.39
733 -6.39
732 -0.14
757 3.42
755 -0.26
820 8.61
860 4.88
978 13.72
1,000 2.25
39.02
3.25

2005
IHSG Rm
1,000
1,045 4.50
1,074 2.78
1,080 0.56
1,030 -4.63
1,088 5.63
1,122 3.13
1,182 5.35
1,050 -11.17
1,079 2.76
1,066 -1.20
1,097 2.91
1,163 6.02
16.622
1.39

2006
IHSG Rm
1,163
1,232 5.93
1,231 -0.08
1,323 7.47
1,464 10.66
1,330 -9.15
1,310 -1.50
1,352 3.21
1,431 5.84
1,535 7.27
1,583 3.13
1,719 8.59
1,806 5.06
46.42
3.87

2007
IHSG Rm
1,806
1,757 -2.71
1,741 -0.91
1,831 5.17
1,999 9.18
2,084 4.25
2,139 2.64
2,349 9.82
2,194 -6.60
2,359 7.52
2,643 12.04
2,688 1.70
2,746 2.16
44.25
3.69

2008
IHSG Rm
2,746
2,627 -4.33
2,722 3.62
2,447 -10.10
2,305 -5.80
2,444 6.03
2,349 -3.89
2,305 -1.87
2,166 -6.03
1,833 -15.37
1,257 -31.42
1,241 -1.27
1,355 9.19
-61.27
-5.11

2009
IHSG Rm
1,355
1,333 -1.62
1,285 -3.60
1,434 11.60
1,723 20.15
1,917 11.26
2,027 5.74
2,323 14.60
2,342 0.82
2,468 5.38
2,368 -4.05
2,416 2.03
2,534 4.88
67.18
5.60

2010
IHSG Rm
2,534
2,611 3.04
2,549 -2.37
2,777 8.94
2,971 6.99
2,797 -5.86
2,914 4.18
3,069 5.32
3,082 0.42
3,501 13.60
3,635 3.83
3,531 -2.86
3,704 4.90
40.12
3.34

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

303

c) Tingkat pengembalian individual (Ri)


Tabel 16
Tingkat Pengembalian individual (Ri)
PT. Lion Metal Works,Tbk
(dalam %)
Bulan
Desember
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
Jumlah
Rata-Rata

2003
p
Rp 750
Rp 700
Rp 700
Rp 825
Rp 800
Rp 1,000
Rp 750
Rp 775
Rp 775
Rp 800
Rp 825
Rp 825
Rp 800

2004
Ri

-6.67
0.00
17.86
-3.03
25.00
-25.00
3.33
0.00
3.23
3.13
0.00
-3.03
14.81
1.23

p
Rp 800
Rp 925
Rp 925
Rp 925
Rp 1,000
Rp 1,000
Rp 1,100
Rp 1,100
Rp 1,350
Rp 1,350
Rp 1,700
Rp 1,700
Rp 1,700

Ri
15.63
0.00
0.00
8.11
0.00
10.00
0.00
22.73
0.00
25.93
0.00
0.00
82.39
6.87

2005
P
Ri
Rp 1,700
Rp 1,550 -8.82
Rp 1,700 9.68
Rp 1,750 2.94
Rp 1,790 2.29
Rp 2,000 11.73
Rp 2,150 7.50
Rp 2,000 -6.98
Rp 1,800 -10.00
Rp 1,800 0.00
Rp 2,000 11.11
Rp 1,825 -8.75
Rp 2,000 9.59
20.29
1.69

2006
P
Ri
Rp 2,000
Rp 2,000 0.00
Rp 1,950 -2.50
Rp 2,050 5.13
Rp 1,800 -12.20
Rp 1,510 -16.11
Rp 1,400 -7.28
Rp 1,350 -3.57
Rp 1,400 3.70
Rp 1,500 7.14
Rp 2,000 33.33
Rp 1,950 -2.50
Rp 2,200 12.82
17.97
1.50

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

2007
P
Ri
2,200
2,050 -6.82
2,050 0.00
2,000 -2.44
1,900 -5.00
2,500 31.58
2,000 -20.00
2,050 2.50
1,860 -9.27
1,950 4.84
1,950 0.00
1,950 0.00
2,100 7.69
3.08
0.26

2008
P
Ri
Rp 2,100
Rp 2,050 -2.38
Rp 2,200 7.32
Rp 2,300 4.55
Rp 2,325 1.09
Rp 2,300 -1.08
Rp 2,775 20.65
Rp 2,425 -12.61
Rp 2,425 0.00
Rp 2,425 0.00
Rp 2,300 -5.15
Rp 2,975 29.35
Rp 3,075 3.36
45.09
3.76

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

2009
p
Ri
3,075
3,075 0.00
2,900 -5.69
2,650 -8.62
2,750 3.77
2,750 0.00
2,500 -9.09
2,500 0.00
2,500 0.00
2,100 -16.00
2,100 0.00
2,100 0.00
2,100 0.00
-35.63
-2.97

2010
p
Ri
Rp 2,100
Rp 2,100 0.00
Rp 2,100 0.00
Rp 2,100 0.00
Rp 2,850 35.71
Rp 2,500 -12.28
Rp 2,500 0.00
Rp 2,600 4.00
Rp 2,900 11.54
Rp 3,200 10.34
Rp 4,200 31.25
Rp 5,100 21.43
Rp 3,800 -25.49
76.51
6.38

2011
P
Ri
Rp 3,800
Rp 3,800 0.00
Rp 3,800 0.00
Rp 4,800 26.32
Rp 4,300 -10.42
Rp 5,000 16.28
Rp 4,450 -11.00
Rp 5,850 31.46
Rp 5,500 -5.98
Rp 5,250 -4.55
Rp 5,250 0.00
Rp 5,250 0.00
Rp 5,250 0.00
42.11
3.51

2012
P
Ri
Rp 5,250
Rp 5,200 -0.95
Rp 5,000 -3.85
Rp 6,200 24.00
Rp 6,900 11.29
Rp 10,200 47.83
Rp 10,000 -1.96
Rp 10,500 5.00
Rp 9,000 -14.29
Rp 10,000 11.11
Rp 10,000 0.00
Rp 11,000 10.00
Rp 10,400 -5.45
82.73
6.89

d) Perhitungan Beta ()

Tabel 19
Beta ()
PT. Lion Metal Works,Tbk
(dalam %)

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

304

Bulan
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
Jumlah

2003
Rm (X)
-5.13
2.84
-0.25
13.32
9.76
2.22
0.40
4.33
12.83
4.68
-1.44
12.16
55.70

Ri (Y)
-6.67
0.00
17.86
-3.03
25.00
-25.00
3.33
0.00
3.23
3.13
0.00
-3.03
14.81

2004
XY
34.23
0.00
-4.48
-40.35
243.90
-55.56
1.32
0.00
41.39
14.63
0.00
-36.84
198.25

X2
26.36
8.04
0.06
177.33
95.18
4.94
0.16
18.76
164.61
21.92
2.07
147.76
667.19

Rm (X)
8.82
-0.27
-2.00
6.39
-6.39
-0.14
3.42
-0.26
8.61
4.88
13.72
2.25
39.02

Ri (Y)
15.63
0.00
0.00
8.11
0.00
10.00
0.00
22.73
0.00
25.93
0.00
0.00
82.39

XY
137.73
0.00
0.00
51.78
0.00
-1.36
0.00
-6.00
0.00
126.47
0.00
0.00
308.61

2005
X2
77.70
0.07
3.99
40.78
40.78
0.02
11.66
0.07
74.12
23.80
188.26
5.06
466.31

Rm (X)
4.50
2.78
0.56
-4.63
5.63
3.13
5.35
-11.17
2.76
-1.20
2.91
6.02
16.62

Ri (Y)
-8.82
9.68
2.94
2.29
11.73
7.50
-6.98
-10.00
0.00
11.11
-8.75
9.59
20.29

2006
XY
-39.71
26.86
1.64
-10.58
66.06
23.44
-37.31
111.68
0.00
-13.39
-25.45
57.69
160.94

X2
20.25
7.70
0.31
21.43
31.71
9.77
28.60
124.71
7.63
1.45
8.46
36.20
298.22

Rm (X)
5.93
-0.08
7.47
10.66
-9.15
-1.50
3.21
5.84
7.27
3.13
8.59
5.06
46.42

Ri (Y)
0.00
-2.50
5.13
-12.20
-16.11
-7.28
-3.57
3.70
7.14
33.33
-2.50
12.82
17.97

2007
XY
0.00
0.20
38.33
-129.97
147.47
10.95
-11.45
21.64
51.91
104.23
-21.48
64.89
276.72

X2
35.20
0.01
55.85
113.58
83.78
2.26
10.28
34.14
52.82
9.78
73.81
25.61
497.13

Rm (X)
-2.71
-0.91
5.17
9.18
4.25
2.64
9.82
-6.60
7.52
12.04
1.70
2.16
44.25

Ri (Y)
-6.82
0.00
-2.44
-5.00
31.58
-20.00
2.50
-9.27
4.84
0.00
0.00
7.69
3.08

2008
XY
18.50
0.00
-12.61
-45.88
134.28
-52.78
24.54
61.16
36.39
0.00
0.00
16.60
180.20

X2 Rm (X)
7.36 -4.33
0.83 3.62
26.72 -10.10
84.19 -5.80
18.08 6.03
6.97 -3.89
96.39 -1.87
43.54 -6.03
56.56 -15.37
144.94 -31.42
2.90 -1.27
4.66 9.19
493.12 -61.27

Ri (Y)
-2.38
7.32
4.55
1.09
-1.08
20.65
-12.61
0.00
0.00
-5.15
29.35
3.36
45.09

XY
10.32
26.46
-45.92
-6.31
-6.48
-80.28
23.63
0.00
0.00
161.98
-37.36
30.88
76.91

2009
X2 Rm (X)
18.78 -1.62
13.08 -3.60
102.07 11.60
33.68 20.15
36.37 11.26
15.11 5.74
3.51 14.60
36.37 0.82
236.36 5.38
987.46 -4.05
1.62 2.03
84.39 4.88
1568.77 67.18

Ri (Y)
0.00
-5.69
-8.62
3.77
0.00
-9.09
0.00
0.00
-16.00
0.00
0.00
0.00
-35.63

2010

XY X2 Rm (X) Ri (Y) XY X2 Rm (X)


0.00 2.64 3.04 0.00 0.00 9.23 -7.96
20.49 12.97 -2.37 0.00 0.00 5.64 1.79
-99.96 134.45 8.94 0.00 0.00 80.01 6.02
76.05 406.16 6.99 35.71 249.50 48.80 3.83
0.00 126.77 -5.86 -12.28 71.92 34.30 0.45
-52.16 32.93 4.18 0.00 0.00 17.50 1.36
0.00 213.24 5.32 4.00 21.28 28.29 6.22
0.00 0.67 0.42 11.54 4.89 0.18 -7.00
-86.08 28.94 13.60 10.34 140.64 184.83 -7.63
0.00 16.42 3.83 31.25 119.61 14.65 6.82
0.00 4.11 -2.86 21.43 -61.31 8.19 -2.00
0.00 23.85 4.90 -25.49 -124.89 24.00 2.88
-141.66 1003.15 40.12 76.51 421.64 455.62 4.78

2011
Ri (Y)
0.00
0.00
26.32
-10.42
16.28
-11.00
31.46
-5.98
-4.55
0.00
0.00
0.00
42.11

XY X2 Rm (X)
0.00 63.43 3.14
0.00 3.20 1.09
158.50 36.28 3.44
-39.92 14.69 1.43
7.24 0.20 -8.32
-14.91 1.84 3.21
195.77 38.72 4.70
41.86 48.94 -1.98
34.66 58.16 5.00
0.00 46.50 2.04
0.00 4.02 -1.70
0.00 8.30 0.96
383.21 324.27 13.01

2012
Ri (Y)
-0.95
-3.85
24.00
11.29
47.83
-1.96
5.00
-14.29
11.11
0.00
10.00
-5.45
82.73

XY
-2.99
-4.20
82.51
16.16
-398.07
-6.29
23.51
28.28
55.56
0.00
-17.01
-5.23
-227.78

X2
9.86
1.19
11.82
2.05
69.28
10.30
22.11
3.92
25.00
4.16
2.89
0.92
163.50

beta 1553.84 4903.64 0.32 Beta 488.24 4072.83 0.12 Beta 1594.05 3302.30 0.48 Beta 2486.64 3810.48 0.65 Beta 2025.88 3959.32 0.51 Beta 3685.38 15071.53 0.24 beta 693.69 7524.44 0.09 Beta 1989.87 3857.43 0.52 Beta 4397.37 3868.41 1.14 Beta -3809.28 1792.79 -2.12

Tabel 22
Biaya Ekuitas (cost of equity) atau Ke
PT. Lion Metal Works,Tbk
(dalam %)

Keterangan
Rf
Rm

Ke

2003
9.94
4.64
0.32
8.26

2004
7.43
3.25
0.12
6.93

2005
9.18
1.39
0.48
5.42

2006
12.04
3.87
0.65
6.71

Tahun
2007 2008
8.60
8.67
3.69
-5.11
0.51
0.24
6.09
5.30

2009
7.15
5.60
0.09
7.00

2010
6.50
3.34
0.52
4.87

2011
6.58
0.40
1.14
-0.45

2012
5.77
1.08
-2.12
15.73

1) Menghitung biaya modal (Cost of capital)

Tabel 25
Biaya modal (Cost of capital)
PT. Lion Metal Works,Tbk
(dalam jutaan rupiah)

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

305

Struktur Modal
Kewajiban Tidak lancar
Modal saham
Invested Capital
Komposisi Hutang (Wd)
Komposisi Modal (We)

Tahun
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012
Rp 5,444 Rp 7,403 Rp 9,338 Rp 12,198 Rp 12,281 Rp 13,326 Rp 13,812 Rp 12,867 Rp 17,144 Rp 19,418
Rp 101,639 Rp 120,511 Rp 134,332 Rp 149,773 Rp 169,870 Rp 201,208 Rp 227,799 Rp 259,928 Rp 302,060 Rp 371,829
Rp 107,083 Rp 127,914 Rp 143,670 Rp 161,971 Rp 182,151 Rp 214,534 Rp 241,611 Rp 272,795 Rp 319,204 Rp 391,247
0.05
0.06
0.06
0.08
0.07
0.06
0.06
0.05
0.05
0.05
0.95
0.94
0.94
0.92
0.93
0.94
0.94
0.95
0.95
0.95

2) Menghitung Capital Charges

Tabel28
Capital Charges
PT. Lion Metal Works,Tbk
(dalam jutaan rupiah)
Tahun
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012
Kd
0.00643 0.00236 0.00292
0.00448 0.00587
0.00541 0.00537
0.00600
0.00451 0.00012
Ke
0.08263 0.06926 0.05419
0.06706 0.06088
0.05299 0.07003
0.04872 -0.00448 0.15730
Wd
0.05084 0.05787 0.06500
0.07531 0.06742
0.06212 0.05717
0.04717
0.05371 0.04963
We
0.94916 0.94213 0.93500
0.92469 0.93258
0.93788 0.94283
0.95283
0.94629 0.95037
WACC = Wd x Kd (1 - T) + We x Ke
0.07875 0.06539 0.05085
0.06235 0.05718
0.05003 0.06634
0.04670 -0.00400 0.14950
Invested Capital
Rp 107,083 Rp 127,914 Rp 143,670 Rp 161,971 Rp 182,151 Rp 214,534 Rp 241,611 Rp 272,795 Rp 319,204 Rp 391,247
Capitas Charges = WACC x Invested Capital Rp 8,433 Rp 8,364 Rp 7,306 Rp 10,098 Rp 10,415 Rp 10,734 Rp 16,027 Rp 12,740 Rp (1,275) Rp 58,490
Keterangan

3) Menghitung NOPAT

Tabel 31
NOPAT
PT. Lion Metal Works,Tbk
(dalam jutaan rupiah)
Keterangan
Laba sebelum pajak (EBT)
Beban Bunga
EBIT
Beban Pajak
NOPAT

Tahun
2003
2004
2005
Rp 18,005 Rp 34,217 Rp 30,092
Rp
50 Rp 25 Rp 39
Rp 18,055 Rp 34,242 Rp 30,131
Rp 5,742 Rp 10,664 Rp 9,070
Rp 12,313 Rp 23,578 Rp 21,061

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

2006
29,748
78
29,826
9,105
20,721

2007
Rp 36,739
Rp 103
Rp 36,842
Rp 11,441
Rp 25,401

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

2008
57,060
103
57,163
19,220
37,943

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

2009
44,986
103
45,089
11,373
33,716

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

2010
50,271
103
50,374
11,639
38,735

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

2011
67,194
103
67,297
14,669
52,628

2012
Rp 103,652
Rp
3
Rp 103,655
Rp 18,278
Rp 85,377

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

306

4) Menghitung EVA

Tabel 34
EVA
PT. Lion Metal Works,Tbk
(dalam jutaan rupiah)
Tahun

Keterangan

2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
NOPAT
Rp 12,313 Rp 23,578 Rp 21,061 Rp 20,721 Rp 25,401 Rp 37,943 Rp 33,716 Rp 38,735 Rp 52,628
Capital Charges
Rp 8,433 Rp 8,364 Rp 7,306 Rp 10,098 Rp 10,415 Rp 10,734 Rp 16,027 Rp 12,740 Rp (1,275)
EVA = NOPAT Capital Charges Rp 3,880 Rp 15,214 Rp 13,755 Rp 10,623 Rp 14,986 Rp 27,209 Rp 17,689 Rp 25,995 Rp 53,903

2012
Rp 85,377
Rp 58,490
Rp 26,887

5) Menghitung MVA

Tabel 37
MVA
PT. Lion Metal Works,Tbk
(dalam jutaan rupiah, kecuali harga per lembar saham)

Keterangan
Harga per lembar saham
Jumlah saham beredar
Market value of stock
Total common equity
MVA

Tahun
2003
2004
Rp
800 Rp 1,700
Rp
52 Rp
52
Rp 41,613 Rp 88,427
Rp 101,639 Rp 120,511
Rp (60,026) Rp (32,084)

2005
Rp 2,000
Rp 52
Rp 104,032
Rp 134,332
Rp (30,300)

2006
Rp 2,200
Rp 52
Rp 114,435
Rp 149,773
Rp (35,338)

2007
Rp 2,100
Rp 52
Rp 109,234
Rp 169,870
Rp (60,636)

2008
Rp 3,075
Rp
52
Rp 159,949
Rp 201,208
Rp (41,259)

2009
Rp 2,100
Rp
52
Rp 109,234
Rp 227,799
Rp (118,565)

2010
Rp 3,800
Rp
52
Rp 197,661
Rp 259,928
Rp (62,267)

2011
Rp 5,250
Rp 52
Rp 273,084
Rp 302,060
Rp (28,976)

2012
Rp 10,400
Rp
52
Rp 540,966
Rp 371,829
Rp 169,137

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

307

Perhitungan ReturnSaham
Perusahaan Sektor Industri Dasar& Kimia Sub Sektor Logam & sejenisnya
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
(Dinyatakan dalam Rupiah)
Tahun
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012

LION
750
800
1700
2000
2200
2100
3075
2100
3800
5250
10400

Harga Saham
LMSH
350
550
1525
1900
1700
2100
3600
2400
4800
5000
10500

TBMS
1800
1875
3000
3300
3000
5500
5000
3250
9000
5900
6750

LION

Return Saham
LMSH

TBMS

0.07
1.13
0.18
0.10
-0.05
0.46
-0.32
0.81
0.38
0.98

0.57
1.77
0.25
-0.11
0.24
0.71
-0.33
1.00
0.04
1.10

0.04
0.60
0.10
-0.09
0.83
-0.09
-0.35
1.77
-0.34
0.14

HargaSaham
PT Lion Metal Works, Tbk
Periode tahun 2003-2012
Tahun

Bulan

2003
Des'02 Rp 750
Jan Rp 700
Feb Rp 700
Mar Rp 825
Apr Rp 800
Mei Rp 1,000
Jun Rp 750
Jul Rp 775
Agust Rp 775
Sep Rp 800
Okt Rp 825
Nop Rp 825
Des Rp 800

2004
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

925
925
925
1,000
1,000
1,100
1,100
1,350
1,350
1,700
1,700
1,700

2005
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

1,550
1,700
1,750
1,790
2,000
2,150
2,000
1,800
1,800
2,000
1,825
2,000

2006
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

2,000
1,950
2,050
1,800
1,510
1,400
1,350
1,400
1,500
2,000
1,950
2,200

2007
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

2,050
2,050
2,000
1,900
2,500
2,000
2,050
1,860
1,950
1,950
1,950
2,100

2008
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

2,050
2,200
2,300
2,325
2,300
2,775
2,425
2,425
2,425
2,300
2,975
3,075

2009
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

3,075
2,900
2,650
2,750
2,750
2,500
2,500
2,500
2,100
2,100
2,100
2,100

2010
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

2,100
2,100
2,100
2,850
2,500
2,500
2,600
2,900
3,200
4,200
5,100
3,800

2011
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

3,800
3,800
4,800
4,300
5,000
4,450
5,850
5,500
5,250
5,250
5,250
5,250

2012
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

5,200
5,000
6,200
6,900
10,200
10,000
10,500
9,000
10,000
10,000
11,000
10,400

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

308

SBI RATE
PeriodeTahun 2003-2012
Bulan
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Agust
Sep
Okt
Nop
Des

2003
12.69
12.24
11.40
11.06
10.44
9.53
9.10
8.91
8.66
8.48
8.49
8.31

2004
7.86
7.48
7.42
7.33
7.32
7.34
7.36
7.37
7.39
7.41
7.41
7.43

2005
7.42
7.43
7.44
7.70
7.95
8.25
8.49
9.51
10.00
11.00
12.25
12.75

2006
12.74
12.74
12.73
12.73
12.74
12.50
12.50
12.25
11.25
11.25
10.75
10.25

SBI RATE Periode Tahun 2003-2012


2007
2008
2009
9.50
8.00
8.75
8.00
8.00
8.25
8.25
8.00
7.75
8.25
8.00
7.50
8.25
8.25
7.25
8.25
8.50
7.00
8.25
8.75
6.75
8.50
9.00
6.50
8.75
9.25
6.50
9.00
9.50
6.50
9.00
9.50
6.50
9.25
9.25
6.50

2010
6.50
6.50
6.50
6.50
6.50
6.50
6.50
6.50
6.50
6.50
6.50
6.50

2011
6.50
6.75
6.75
6.75
6.75
6.75
6.75
6.75
6.75
6.50
6.00
6.00

2012
6.00
5.75
5.75
5.75
5.75
5.75
5.75
5.75
5.75
5.75
5.75
5.75

2010
2,611
2,549
2,777
2,971
2,797
2,914
3,069
3,082
3,501
3,635
3,531
3,704

2011
3,409
3,470
3,679
3,820
3,837
3,889
4,131
3,842
3,549
3,791
3,715
3,822

2012
3,942
3,985
4,122
4,181
3,833
3,956
4,142
4,060
4,263
4,350
4,276
4,317

IHSG
(Indeks Harga Saham Gabungan)
Periode 2003-2012
Bulan
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Agust
Sep
Okt
Nop
Des

2003
388
399
398
451
495
506
508
530
598
626
617
692

2004
753
751
736
783
733
732
757
755
820
860
978
1,000

2005
1,045
1,074
1,080
1,030
1,088
1,122
1,182
1,050
1,079
1,066
1,097
1,163

2006
1,232
1,231
1,323
1,464
1,330
1,310
1,352
1,431
1,535
1,583
1,719
1,806

IHSG Periode Tahun 2003-2012


2007
2008
1,757
2,627
1,741
2,722
1,831
2,447
1,999
2,305
2,084
2,444
2,139
2,349
2,349
2,305
2,194
2,166
2,359
1,833
2,643
1,257
2,688
1,241
2,746
1,355

2009
1,333
1,285
1,434
1,723
1,917
2,027
2,323
2,342
2,468
2,368
2,416
2,534

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

309

THE EFFECT CONDITION OF FINANCIAL PERFORMANCE ON


STOCK RETURN IN BASIC AND CHEMICAL INDUSTRY SECTOR
SUB
METAL SECTOR AND ALLIED PRODUCTS LISTED IN INDONESIA
STOCK EXCHANGE
by :
D.Sri wahyuni, SE. and Dr. Edhi Asmirantho, MM., SE.
Faculty of Economics, Pakuan University

Abstract: Achievement companies within that shows the company's health condition is
measured through financial performance. In this study, conducted by the size of the
financial performance using the Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Return
on Assets (ROA), Z-Score, Economic Value Added (EVA) and Market Value Added
(MVA). The aim of the research to prove empirically either partial or simultaneously,
the effect (CR, DER, ROA, Z-Score, EVA dan MVA) on stock returns. Sampling
company with purposive sampling method that is listed on the Stock Exchange the
period 2003 - 2012 (10 years). The analysis technique used multiple regression analysis
models with t-test and F test results indicate that most of the independent variables CR,
DER, Z-Score, and EVA has no effect on stock returns, while ROA and MVA has a
significant positive effect on stock returns . But simultaneously CR, DER, ROA, ZScore, EVA and MVA positive and significant effect on stock returns. Based on the Rsquare is formed, the independent variables can explain the growth of the stock return of
40%. Researchers recommended that companies base and chemical industry sub-sectors
of the metal and the like always pay attention to the condition of its financial
performance.

Keywords: Financial Performance Conditions (CR, DER, ROA, Z-Score, EVA, MVA)
and Stock Return.

Edhi Asmirantho (2013), Financial Management, Learning Books, Pakuan University,Indonesia


212.EA.078

310