Anda di halaman 1dari 18

TUGAS MAKALAH

FUNDAMENTHAL PATHOPHYSIOLOGY OF REPRODUCTION SYSTEM


GEMELLI

Disusun oleh :
DENNIAR SURYATIKA
125070218113002
MAHELVIVA NEVI P
125070218113058
SASMITO UTOMO

125070218113062

TRIREZIKA DIANINGRUM
125070218113026
UMI NUR AFIFAH

125070218113006

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

JURUSAN ILMU KEPERAWATAN


2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya
maka kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul Gemili tepat pada
waktunya.
Dalam Penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangankekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan
kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat
penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penyusunan makalah ini kami menyampaikan ucapan terima kasih
kepada

pihak-pihak

yang

membantu

dalam

menyelesaikan

makalah

ini,

khususnya kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang
telah memberikan bantuan dalam penulisan makalah ini.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca, oleh karena itu kritik dan
saran dari semua pihak yang bersifat membangun penulis harapkan demi
mencapai kesempurnaan makalah berikutnya.
Sekian penulis sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah
membantu.Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita.Amin.

Kediri, 16 November 2014

Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.......................................................................................
KATA PENGANTAR.....................................................................................
DAFTAR ISI.................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN..................................................................
1.1 Latar Belakang...................................................................................
1.2 Rumusan Masalah..............................................................................
1.3 Tujuan.................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN...................................................................
2.1 Definisi...............................................................................................
2.2 Epidemiologi.......................................................................................
2.3 Etiologi...............................................................................................
2.4

faktor

resiko....................................................................................................... ............
..
2.5 Manifestasi Klinis................................................................................
2.6
Komplikasi

2.7 Patofisiologi........................................................................................

2.8 Pemeriksaan Diagnostik.....................................................................


2.9
Penatalaksanaan........................................................................................ ..........
............
BAB III PENUTUP.......................................................................................
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1

LATAR BELAKANG

Kejadian Gemelli ini adalah kondisi dimana seorang ibu mempunyai 2 x lipat
resiko perdarahan dibandingkan dengan persalinan 1 anak. Dalam kasus gemeli
ini adalah kasus dimana kehamilannya kembar atau dalam artinya bahwa
mempunyai lebih dari 1 janin dalam kandungan seorang ibu. Walaupun begitu
disampaikan bahwa bahaya bagi ibu dengan gemelli tidak sebegitu besar hanya
membutuhkan pengawasan dan perhatian khusus bila diinginkan hasil yang
memuaskan bagi ibu dan janin (Winkjosastro, ilmu Kebidanan,1999)
Kehamilan ganda atau kehamilan kembar adalah kehamilan dengan dua janin
atau lebih ( Rustam Mochtar, 1998 ).
Kehamilan

kembar

mempengaruhi

ibu

dan

janin,

diantaranya

adalah

kebutuhan akan zat-zat ibu bertambah sehingga dapat menyebabkan anemia


dan defisiensi zat-zat lainnya, terhadap janin yaitu usia kehamilan tambah
singkat dengan bertambahnya jumlah janin pada kehamilan kembar : 25% pada
gemelli, 50% pada triplet, 75% pada quadruplet, yang akan lahir 4 minggu
sebelum cukup bulan.Jadi kemungkinan terjadinya bayi premature akan tinggi.
Persalinan dengan kehamilan kembar memiliki resiko lebih tinggi dari pada
persalinan satu janin ( Tunggal ). Semakin banyak jumlah janin yang dikandung
ibu, semakin tinggi resiko yang akan ditanggung ibu.

1.2
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

RUMUSAN MASALAH
Apa definisi dari gemeli?
Bagaimana epidemiologi dari gemelli?
Klasifikasi apa yang ada dari kasus gemelli?
Apa saja Etiologi yang dapat menyebabkan gemelli?
Apa saja faktor resiko gemelli?
Apa saja manifestasi klinis yang muncul pada kondisi gemelli?
Bagaimana patofiologi terjadinya gemelli?
Apa saja pemeriksaan diagnostik yang dapat dilakukan pada kasus

gemelli?
9. Apa saja penatalaksanaan medis dan keperawatan yang dapat dilakukan
pada pasien gemelli?
1.3
TUJUAN
1. Untuk mengetahui mengenai pengertian dari gemelli
2. Untuk mengetahui bagaimana epidemiologi atau angka kejadian dari
3.
4.
5.
6.
7.
8.

gemelli
Untuk mengetahui
Untuk mengetahui
Untuk mengetahui
Untuk mengetahui
Untuk mengetahui
Untuk mengetahui

etiologi atau penyebab dari gemelli


klasifikasi dari gemelli
faktor resiko dari gemelli
manifestasi yang muncul pada kasus gemelli
patofisiologi terjadinya gemelli
pemeriksaan diagnostik yang digunakan untuk kasus

gemelli
9. Untuk mengetahui penetalaksanaan medis& keperawatan apa saja yang
dilakukan pada pasien gemelli

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 DEFINISI
Gemelli disebut dengan kehamilan kembar, dimana kondisinya terdapat lebih
dari

satu

janin

yang

berada

dalam

kandungan.

Bila

proses

fertilisasi

menghasilkan janin lebih dari satu maka kehamilan tersebut disebut dengan
kehamilan ganda.

2.2 EPIDEMIOLOGI
Berdasarkan National Vital Statistic Report (Births: Final Data for 2012) di
Amerika Serikat , pada tahun 202 kelahiran kembar atau gemeli terjadi sekitar
33.1 per total 1000 kelahiran, dan tidak ada perubahan dari tahun 2009-2011.
Tingkat kelahiran kembar naik secara stabil pada tahun 1980-2009 dari 18.9 ke
33.2 dari total 1000 kelahiran, akan tetapi naik turun hanya sekitar 33.2-33.1.
Jumlah keseluruhan pada kelahiran bayi kembar terdapat sekitar 131.024 pada
tahun 2012. Tingkat kelahiran kembar stabil dari tahun 2011-2012 terjadi pada
wanita kulit putih non hipanik (36.8 per 1000 pada tahun 2012) dan pada wanita
kulit hitam non hispanik (36.9).

2.3 ETIOLOGI
kehamilan gemelli dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:

a. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah : bangsa, umur dan paritas sering


mempengaruhi kehamilan 2 telur
b. Faktor obat-obat induksi ovulasi profertil, domid dan hormone gonadotropin
dapat menyebabkan kehamilan dizigotik dan kembar lebih dari dua
c. Faktor keturunan
d. Faktor yang lain belum diketahui
Faktor bangsa : Mempengaruhi kehamilan ganda : di AS lebih banyak
dijumpai pada wanita kulit hitam dibandingkan kulit putih. Angka tertinggi
kehamilan ganda dijumpai di Finlandia dan terendah Jepang.
Faktor umur : Makin tua, makin tinggi angka kejadian kehamilan kembar
dan menurunan lagi setelah umur 40 tahun.
Paritas : Pada primipara 9,8 per 1000 dan multipara ( Oktipara ) naik jadi
18,9 per 1000 persalinan.
Keturunan : Keluarga tertentu akan cenderung melahirkan anak kembar yang
biasanya diturunkan secara paternal, namun dapat pula secara maternal.
Mellyna (2007:64)

2.4 KLASIFIKASI
1.
2.
-

Monozigot
Homolog uniovuler
Jenis seks sama
Amnion dan 1 korion
1 plasenta dengan aliran darah bersama
Dizigot
2 amnion 2 korion dan 2 plasenta dengan aliran darah berbeda
Jenis seks berbeda atau dapat juga sama
Kejadian hamil ganda dizigot:
Superfundasi (kehamilan dua ovum hampir bersamaan dengan

hubungan seks dalam waktu berdekatan)


Superfetasi (kehamilan kedua selang waktu beberapa minggu)

2.5 FAKTOR RESIKO

Bangsa, frekuensi kehamilan beberapa bangsa cenderung lebih tinggi,


misalnya pada wanita berkulit hitam

Umur, makin tinggi umur makin tinggi umur makin tinggi frekuensi
kehamilan gandanya. Frekuensi ini akan menurun kembali setelah umur 40

tahun
Paritas ibu, semakin tinggi frekuensi persalinan maka semakin tinggi

kemungkinan terjadinya kehamilan ganda


Faktor obat-obatan perangsang ovulasi seperti profertil, clomid, dan
hormon gonadotropin dapat menyebabkan kehamilan kembar dizigotik

(dua janin berasal dari dua telur) dan kembar lebih dari dua
Faktor keturunan, bayi kembar lebih sering terjadi pada ibu yang kembar
daripada ayah yang kembar

Faktor-faktor lain, misalnya fertilitas invitro, yaitu pembuahan yang ditanam


langsung dalam rahim. Cara ini dapat menghasilkan anak kembar tiga

2.6 MANIFESTASI KLINIS

Merasakan gerakan bayi dibanyak tempat pada perut ib hamil.


Keluhan sesak nafas, mual, dan muntah lebih berat dirasakan daripada

kehamilan dengan bayi tunggal.


Frekuensi hidramnion sepuluh kali lebih besar pada kehamilan kembar dari

pada kehamilan tunggal.


Frekuensi pre-eklamsi dan eklamsia lebih sering pada kehamilan kembar.
Perubahan BB ibu yang meningkat derastis tidak diseababkan oleh edema

dan obesitas.
Teraba 2 kepala, 2 bokong.
Teraba dua denyut jantung yang letaknya berjauhan dengan perbedaan

kecepatan paling sedikit 10 denyutan per menit.


Banyak bagian kecil teraba.
Uterus lebih besar.

2.7 KOMPLIKASI
o
o
o

Keterlambatan pertumbuhan janin


Malformasi(kecacatan fisik)
Vanishing sindrom

Trimester 1:
-

Anemia
Emesis-hiperemesis gravidarum
Abortus

Trimester kedua/ketiga
-

Prematuritas
Praeklampsia-eklampsia
Hidramnion
Gangguan pertumbuhan janin

Inpartu
-

Kelainan letak
Plasenta previa
Perut gantung
Insersia uteri
Persalinan memanjang
Ketuban pecah dini saat pembukaan kecil
Prolapsus funikuli
Solusio plasenta
Persalinan dengan tindakan operasi

Postpartum
-

Atonia uteri
Perdarahan postpartum
Retensio plasenta
Rest plasenta
Sindrom transfusi
Bila ada gangguan segmentasi, dapat terjadi Kembar siam

Pada hamil dizigot, dapat menimbulkan fetus kompresus atau fetus


papiraseus

2.8 PATOFISIOLOGI

2.9

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

Untuk

menegakkan

diagnosis,

perlu

dilakukan

pemeriksaan

dengan

berhubungan dengan dugaan kehamilan ganda, yaitu :


1. Anamnesis
Anamnesis yang dibutuhkan dalam menegakkan diagnosis kehamilan kembar
adalah riwayat adanya keturunan kembar dalam keluarga, telah mendapat
pengobatan infertilitas, adanya uterus yang cepat membesar: fundus uteri > 4
cm dari amenorea, gerakan anak yang terlalu ramai dan adanya penambahan
berat badan ibu menyolok yang tidak disebabkan obesitas atau edema.
2.

Inspeksi dan palpasi

Pada pemeriksaan pertama dan ulangan ada kesan uterus lebih besar dan
lebih cepat tumbuhnya dari biasa. Banyak bagian kecil teraba. Teraba 3 bagian
besar janin. Teraba 2 balotemen. TFU > usia kehamilan perlu dicurigai :

3.

Hamil kembar.
Kandung kemih yang penuh.
Hidramnion, Janin dengan makrosomia.
Lupa hari pertama haid terakhir (HPHT).
Hamil dengan mioma uteri.
Mola hidatidosa
Auskultasi

Terdengar 2 denyut jantung janin pada 2 tempat yang berbeda dengan


perbedaan kecepatan sedikitnya 10 denyut permenit atau lebih bila dihitung
bersamaan terdapat selisih 10 sama jelasnya.
4.

VT

Kemungkinan teraba kepala dalam rongga panggul, di atas shympisis masih


teraba bagian besar janin.
5.

Pemeriksaan klinik gejala-gejala dan tanda-tanda

Adanya cairan amnion yang berlebihan dan renggangan dinding perut


menyebabkan diagnosis dengan palpasi menjadi sukar. Lebih kurang 50 %
diagnosis kehamilan ganda dibuat secara tepat jika berat satu janin kurang dari
2500 gram, dan 75 % jika berat badan satu janin lebih dari 2500 gram. Untuk
menghindari kesalahan diagnosis, kehamilan ganda perlu dipikirkan bila dalam
pemeriksaan ditemukan hal-hal berikut; besarnya uterus melebihi lamanya
amenorea, uterus tumbuh lebih cepat dari kehamilan normal, banyak bagian
kecil teraba, teraba tiga bagian besar, dan teraba dua balotemen, serta
terdengar 2 DJJ dengan perbedaan 10 atau lebih.
6. Pemeriksaan USG
Berdasarkan pemeriksaan USG dapat terlihat 2 bayangan janin atau lebih
dengan 1atau 2 kantong amnion. Diagnosis dengan USG sudah setelah
kehamilan 6-8 minggu dapat menentukan diagnosis akurat jumlah janin pada
uterus dari jumlah kantong gestasional yang terlihat.
7. Rontgen foto abdomen Tampak gambaran 2 janin, lebih jelas pada usia
kehamilan > 7 bulan.
8. Elektrokardiogram total Terdapat gambaran 2 EKG yang berbeda dari
kedua janin.
9. Reaksi kehamilan
Karena pada hamil kembar umumnya plasenta besar atau ada 2 plasenta,
maka produksi HCG akan tinggi, jadi titrasi reaksi kehamilan bisa positif, kadangkadang

sampai

1/200.

Hal

ini

dapat

dikacaukan

dengan

mola

hidatidosa.Kadangkala diagnosa baru diketahui setelah bayi pertama lahir,

uterus masih besar dan ternyata ada satu janin lagi dalam rahim. Kehamilan
kembar sering terjadi bersamaan dengan hidramnion dan toksemia gravidarum.
2.10 PENATALAKSANAAN
1. Persalinan Pervagina
Indikasi : Inersia uteri, Prolong labour, Anak pertama presentase verteks
atau kepala
2. Seksio Sesarea
Indikasi :
- Anak pertama lintang/sungsang
- Fetal distress
- PROM-EROM
PENATALAKSANAAN DALAM PERSALINAN
1. Posisi janin sangat penting dalam persalinan, bila perlu digunakan
pemeriksaan sinar-X
2. Obat-obtan sedatif dan analgesik diberikan secra hati-hati karena bayi
yang kecil sangat sensitif terhadap obat-obatan yang menekan pusatpusat vital
3. Perhatikan adanya perdarahan postpartum
4. Pemberian infus intravena glukosa 5% dalam air. Memiliki dua manfaat
- Jika terjadi atonia uteri, maka baik sebelum atau sesudah bayi lahir,
-

oksitosin dapat diberikan melalui infus untuk memacu myometrium


Jika perdarahan postpasrtum terjadi, maka jalan untuk memberikan

cairan atau darah telah tersedia


5. Tindakan operatif dilakukan dan dipertimbangkan bila presentasi janin
abnormal, terjadi gawat janin atau ibu, atau apabila anak kedua juga
belum lahir spontan setelah 15 menit. Karena resiko anak kedua semakin
besar dengan bertambahnya waktu. Jika anak kedua presentasi bokong
dan lintang, dikerjakan secara ekstrasi. Versi extrasi tidak dikerjakan
secara rutin pada posisi yang normal
6. SC tidak dikerjakan jika hanya terdapat indikasi. Dilakukan jika terdapat
alasan beberapa komplikasi yang menyertai seperti toxemia gravidarum,
perdarahan antepartum, letak lintang, atau tali pusat menumbung.
7. Jika posisi bayi adalah Conjoined Twin (kembar satu sel telur dan gagal
untuk berpisah dan tetap saling mendekat), maka dilakukan :
- Jika waktu cukup bulan maka dilakukanSC untuk mencegah trauma
-

pada ibu
Jika kehamilan belum lanjut dan bayinya kecil, terutama apabila sudah
emninggal, dapat diusahakan persalinan pervaginal meskipun dapat
terjadi dystokia

Pada keadaan janin sudah meninggla tapi besar, lebih baik dilakukan

SC untuk melindungi ibunya


8. Jika posisi bayi adalah Interlocking dagu dengan dagu maka :
- SC tidak dapat dilakukan (kontraindikasi). Dengan SC, maka badan
anak pertama yang berada di luar vulva harus ditarik kembali melalui
vagina, uterus dan cavum peritonei. Hal ini berbahaya untuk ibu
berupa peritonitis dan sepsis padahal tidak akan diperoleh hasil apa-

apa.
Pemberian anastesi diusahakan untuk melepaskan dagu yang terkunci
sehingga anak kedua dapat didorong ke atas, memungkinkan lahirnya
anak pertama. Tarikan pada anak pertama harus dihindari karena akan

memperberat keadaan
Jika tidak segera berhasil, maka anak pertama akan meninggal karena
asfiksia dan trauma persalinan. Maka dilakukan pengobatan sebagai
berikut :
Anak pertama didekapitasi
Anak kedua dilahirkan
Kepala anak pertama diextraksi dengan forcep
Pada kepala anak pertama, di atas garis dekapitasi, ditempatkan
beberapa jahitan yang kuat. Nantinya dengan tarikan pada jahitan
kepala dapat difiksir sehingga memudahkan pemasangan forcep

a. Penatalaksanaan Keperawatan
1. Diagnosa Dini Hamil Ganda
a. ANAMNESIS
- Kaji terkait riwaat keluarga dengan kehamilan ganda
- Derajat gejala hamil ganda lebih hebat daripada hamil tunggal
- Gejala klinis hamil ganda sudah menifestasi sejak usia
kehamilan muda
b. PALPASI KEHAMILAN
- Tinggi fundus uteri (TFU) lebih tinggi dari hamil tunggal
- Sering disertai dengan hidramnion
- Teraba banyak bagian kecil janin
- Teraba dua bagian besar :
Berdekatan
Teraba dua bokong atau dua kepala janin
c. AUSKULTASI DJJ
Terdengar dua pungtum kamsimum detak jantung janin
d. PEMERIKSAAN USG
- Dengan USG, diapstikan terjadi kehamilan ganda :
Terdapat dua kepala dan dua bokong
Terdapat dua pungtum maksimum DJJ janin

Tampak satu janin mengalami hidramnion atau tumbuhkembangnya

sukar,

sehingga

satu

janin

lebih

kecil

dibandingkan dengan janin lainnya.


Pemeriksaan

USG

tidak

akan

sulit

jika

dilakukan

dengan

pemeriksaan konvensional.
2. Perawatan Antenatal pada Ibu dengan Hamil Ganda
a. Diet ibu hamil ganda
- Memerlukan kalori yang lebih tinggi 300 kal/Kg
- Komposisi makanan sebaiknya lima sempurna sehingga tumbuh
-

kembang janin menjadi lebih baik


Pemberian vitamin Fe dan asam folat perlu mendapat perharian
sehingga tidak menimbulkan cacat jasmani dan dapat mencapai

IQ yang cukup
Kebutuhan protein dapat diatasi dengan tambahan satu telur

setiap hari
b. Pemeriksaan Fisik
- Pemeriksaan antenatal dilakukan lebih sering dengan jadwal :
0-28 minggu setiap 3 minggu
28-32 minggu setiap dua minggu
33-40 minggu setiap minggu
- Pemeriksaan Laboratorium :
Dilakukan dengan lengkap saat pertama datang sehingga

mendapatkan gambaran umum


Berdasarkan hasilnya, nasihat diet dan tambahan vitamin

atau Fe dan lainnya dapat dijadwalkan


Untuk meningkatkan nilai gizi, maka

dapat

dianjurkan

menambah makanan hanya dengan satu telur setiap harinya.


c. Pemeriksaan USG
- Dilakukan untuk kepastian kehamilan ganda
- Mengikuti tumbuh kembang janin intrauteri sehingga diketahui
-

secara dini kemungkinan komplikasi hamil ganda


Berdasarkan hasilnya, dapat dilakukan seikap untuk dapat

mencapai well born baby dan well health mother


Jika perlu, lakukan pemeriksaan biofisik profil janin intrauteri
Dengan USG, kedudukan masing-masing janin sudah dapat
dipastikan

Oxorn,

dan

Forte

W.1990.Ilmu

Kebidanan:

Persalinan.Yogyakarta:ANDI; YEM
Manuaba, I.2007.Pengantar Kuliah Obstetri.Jakarta:EGC

Patologi

&

Fisiologi

BAB III
PENUTUP

Kejadian Gemelli ini adalah kondisi dimana seorang ibu mempunyai 2 x lipat
resiko perdarahan dibandingkan dengan persalinan 1 anak. Dalam kasus gemeli
ini adalah kasus dimana kehamilannya kembar atau dalam artinya bahwa
mempunyai lebih dari 1 janin dalam kandungan seorang ibu. Walaupun begitu
disampaikan bahwa bahaya bagi ibu dengan gemelli tidak sebegitu besar hanya
membutuhkan pengawasan dan perhatian khusus bila diinginkan hasil yang
memuaskan bagi ibu dan janin (Winkjosastro, ilmu Kebidanan,1999) Gemelli
disebut dengan kehamilan kembar, dimana kondisinya terdapat lebih dari satu
janin yang berada dalam kandungan. Bila proses fertilisasi menghasilkan janin
lebih dari satu maka kehamilan tersebut disebut dengan kehamilan ganda.
Berdasarkan National Vital Statistic Report (Births: Final Data for 2012) di
Amerika Serikat , pada tahun 202 kelahiran kembar atau gemeli terjadi sekitar
33.1 per total 1000 kelahiran, dan tidak ada perubahan dari tahun 2009-2011.
Tingkat kelahiran kembar naik secara stabil pada tahun 1980-2009 dari 18.9 ke
33.2 dari total 1000 kelahiran, akan tetapi naik turun hanya sekitar 33.2-33.1.
Jumlah keseluruhan pada kelahiran bayi kembar terdapat sekitar 131.024 pada
tahun 2012. Tingkat kelahiran kembar stabil dari tahun 2011-2012 terjadi pada
wanita kulit putih non hipanik (36.8 per 1000 pada tahun 2012) dan pada wanita
kulit hitam non hispanik (36.9).

DAFTAR PUSTAKA
-

Hulina, Mellyna.2001. Panduan Menjalani Kehamilan Sehat. Jakarta: Puspa

Swara
Manuaba, Ida Bagus Gde. 2000. Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetri &

Ginekologi ed.2. Jakarta: EGC


Manuaba, I.B.G. Manuaba, IA Chandranita. Manuaba, IBG Fajar. 2003.

Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta: EGC


Manuaba, Ida Bagus Gde. 2000. Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin

Obstetri Ginekologi dan KB. Jakarta : EGC


Manuaba.(2000). Kapita Selekta Penatalaksanaan

Ginekologi dan KB. Jakarta: EGC


Oxorn, H dan Forte W.1990.Ilmu

Persalinan.Yogyakarta:ANDI; YEM
Manuaba, I.2007.Pengantar Kuliah Obstetri.Jakarta:EGC

Kebidanan:

Rutin

Patologi

&

Obstetri
Fisiologi