Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pada dasarnya tidak ada manusia di dunia ini yang tidak
terlibat dalam suatu organisasi yang disebut negara. Manusia
hidup dalam wilayah dan kesatuan yang berbeda-beda dan wadah
itulah yang dimaksud dengan Negara. Dalam pelaksanaanya,
sebagian

besar

Negara

memiliki

dasar,

keyakinan,

cita-cita

ataupun tujuan untuk mendirikan sebuah Negara yang maju serta


terpandang. Secara umum hal tersebut diartikan sebagai sebuah
ideologi bagi Negara. Seiring jalannya waktu terjadi perkembangan
pola pemikiran tokoh tokoh besar dalam suatu Negara atau juga
dengan kemajuan suatu Negara itu sendiri. pengertian-pengertian
dasar Ideologi menjadi terbagi atas beberapa macam, diantaranya
ialah ideologi Kapitalisme, Sosialisme Komunisme, Fasisme, atau
bahkan Pragmatisme (tidak memiliki ideologi/anti ideologi)
Setiap

Ideologi

memiliki

cara

tujuan,

cara

tersendiri,

sehingga dapat menjalankan Negaranya. Namun pada beberapa


ideologi, masih terdapat berbagai pendapat yang pro ataupun
kontra terhadap adanya ideologi tersebut salah satu contohnya
ialah Ideologi Fasisme.
Oleh karena itu makalah ini disusun berdasarkan Judul
Ideologi Fasisme untuk lebih memahami ideologi fasisme dalam
suatu Negara baik dalam arti maupun pelaksanaanya serta
tanggapan masyarakat dalam pelaksanaannya.

Fasisme

merupakan

sebuah

paham

politik

yang

mengangungkan kekuasaan absolut tanpa demokrasi. Dalam


paham ini, nasionalisme yang sangat fanatik dan juga otoriter
sangat kentara. fasisme juga bertujuan membuat individu dan
masyarakat berfikir dan bertindak seragam, untuk mencapai
tujuan ini fasisme menggunakan kekuatan dan kekerasan bersama
semua

metode

propaganda

bahkan

melakukan

genocide

(pemusnahan secara teratur terhadap suatu golongan atau


bangsa. Fasisme sebagai ideologi berkembang pada abad ke 20 ia
menyebar dengan pesat di seluruh dunia pada perang dunia 1.
Situasi Eropa menjelang PD II tidak jauh berbeda dengan situasi
menjelang PD I. Suasana diliputi ketegangan dan keinginan balas
dendam, terutama negara-negara yang kalah perang. Mereka
dirugikan oleh perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh blok Sekutu.
Pada umumnya negara-negara yang terlibat perang mengalami
kehancuran ekonomi. Untuk itu mereka berusaha bangkit dengan
cara yang diktator dan mengembangkan paham ultranasionalisme.
Dari paham ultranasionalisme tersebut lahir negara-negara fasis.
Negara-negara fasis yang muncul yaitu Jerman, Italia, dan Jepang.
Pemerintahan yang menganut idiologi fasisme dekat dengan
kekerasan diktator dimana kekuatan yang brutal pertumpahan
darah dan kekerasan menjadi hukum. Sampai di akhir perang
dunia ke 2 ideologi fasisme menjadi salah satu malapetaka
terbesar dalam sejarah umat manusia yang merenggut nyawa 55
juta orang.
Disaat

sekarang

ini

tidak

ada

satu

negarapun

yang

menyebut diri sebagai fasis atau secara terbuka mempraktikan


fasisme, namun mungkin ada pemerintahan, kelompok atau partai

politik yang mengikuti pola pola fasistik walaupun nama dan


taktiknya

telah berubah, mereka

masih terus

menimbulkan

kesengsaraan serupa pada rakyat. Kemerosotan kondisi sosial


dapat membuat dukungan terhadap fasisme makin berkembang
sehingga

fasisme

terus

menerus

menjadi

ancaman

bagi

kemanusiaan.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan Ideologi Fasisme?
2. Bagaimana kelebihan dan kekurangan ideologi Fasisme?
3. Negara mana saja yang pernah menerapkan ideologi Fasisme?
C. TUJUAN PENULISAN
Adapun beberapa tujuan yang dapat diketahui di dalam
penulisan makalah ini antara lain:
1. Untuk

mengetahui

serta

memahami

pengertian

ideologi

fasisme.
2. Untuk

memberikan

gambaran

serta

informasi

mengenai

kelebihan dan kekurangan ideologi fasisme.


3. Untuk mengetahui Negara-negara mana saja yang pernah
menganut ideologi fasisme.

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN IDEOLOGI
Ideologi

berasal

dari

kata

idea

(Inggris), yang artinya

gagasan, pengertian. Kata kerja Yunani oida = mengetahui,


melihat dengan budi. Kata logi yang berasal dari bahasa Yunani
logos yang artinya pengetahuan. Kata ideologi sendiri diciptakan
oleh Destutt de Tracypada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan
"sains tentang ide". Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang
komprehensif,

sebagai

cara

memandang

segala

sesuatu

(bandingkan Weltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam


kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi
politis), atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang
dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan untama dibalik
ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses
pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak
(tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada
masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik.
Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi
walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit.
Selain definisi di atas, berikut ada beberapa definisi ideologi
menurut para ahli:
1. Thomas H:
Ideologi adalah suatu cara untuk melindungi kekuasaan
pemerintah agar dapat bertahan dan mengatur rakyatnya.
2. Dr. Hafidh Shaleh:

Ideologi adalah sebuah pemikiran yang mempunyai ide


berupa konsepsi rasional (aqidah aqliyah), yang meliputi
akidah dan solusi atas seluruh problem kehidupan manusia.
Pemikiran tersebut harus mempunyai metode, yang meliputi
metode untuk mengaktualisasikan ide dan solusi tersebut,
metode mempertahankannya, serta metode menyebarkannya
ke seluruh dunia.
3. Karl Marx mengartikan Ideologi sebagai pandangan hidup
yang dikembangkan berdasarkan kepentingan golongan atau
kelas sosial tertentu dalam bidang politik atau sosial ekonomi
4. Gunawan Setiardjo mengemukakan bahwa ideologi adalah
seperangkat ide asasi tentang manusia dan seluruh realitas
yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup
Menurut kami Ideologi ialah pengetahuan tentang gagasangagasan, pengetahuan tentang ide-ide, keyakinan-keyakinan yang
menyeluruh dan sistematis tentang pengertian-pengertian dasar
yang menyangkut berbagai bidang kehidupan manusia.
Ideologi secara fungsional ini dibagi menjadi dua yaitu
1. Ideologi doktriner
ajaran-ajaran

yang

terkandung

di

dalam

Ideologi

itu

dirumuskan secara sistematis, dan pelaksanaannya diawasi


secara ketat oleh aparat partai atau aparat pemerintah.
Sebagai contohnya adalah komunisme.
2. Ideologi pragmatis
ajaran-ajaran yang terkandung di dalam Ideologi tersebut
tidak dirumuskan secara sistematis dan terinci, namun
dirumuskan secara umum hanya prinsip-prinsipnya, dan
Ideologi

itu

disosialisasikan

secara

fungsional

melalui

kehidupan keluarga, sistem pendidikan, system ekonomi,


kehidupan agama dan sistem politik
Ideologi

secara

struktural

diartikan

sebagai

sistem

pembenaran, seperti gagasan dan formula politik atas setiap


kebijakan dan tindakan yang diambil oleh penguasa.

B. IDEOLOGI FASISME
Fasisme adalah gerakan

radikal ideologi nasionalis

otoriter

politik. Fasis berusaha untuk mengatur bangsa menurut perspektif


korporatis, nilai, dan sistem, termasuk sistem politik dan ekonomi
dan dapat dibilang sebagai gerakan politik penindasan, Nama
fasisme diambil dari bahasa Italia, fascio, yang berarti "kelompok
politik". Sedangkan dari bahasa Latin, fascis, yang berarti seikat
tangkai-tangkai kayu. Ikatan kayu ini, tengahnya membentuk dan
pada

zaman Kekaisaran

Romawi

dibawa

di

depan

pejabat

tinggi. Fascis ini merupakan simbol dari pada kekuasaan pejabat


pemerintah. Fascis ini

melambangkan

otoritas

sebuah

kaum/golongan.
Dari

pengertian

ideologi

dan

fasisme

diatas

dapat

disimpulkan bahwa Ideologi Fasisme merupakan sebuah paham


politik yang menjunjung kekuasaan absolut tanpa demokrasi. Ada
pula yang mengartikan bahwa ideologi Fasisme adalah suatu
paham yang mengedepankan bangsa sendiri dan memandang
rendah

bangsa

lain.

Dalam

paham

ini, nasionalisme yang

sangat fanatik dan juga otoriter sangat terlihat.


Ideologi Fasisme diawali pada masa kekaisaran Roma, pada
saat itu para agister (hakim) membawa seikat tongkat yang

ditengh tengahnya ditempatkan sebuah kapak yang kepalanya


menonjol keluar (fasci) hal tersebut melambangkan kekuasaan
mareka serta otoritas mereka, kerajaan yang terkenal sebagai
fasisme ialah kerajaan sparta.Kemudia pada tahun 1922 (setelah
Perang Duni I) Mussolini yang menjadi perdana Menteri Italia
kemudian mengaktifkan kembali Ideologi Fasisme. Sementara itu
di

Jerman,

juga

muncul

sebuah

paham

yang

masih

bisa

dihubungkan dengan fasisme, yaitu Nazisme pimpinan Adolf Hitler.


Nazisme berbeda dengan fasisme Italia karena yang ditekankan
tidak hanya nasionalisme saja, tetapi bahkan rasialisme dan
rasisme yang sangat sangat kuat. Saking kuatnya nasionalisme
sampai mereka membantai bangsa-bangsa lain yang dianggap
lebih rendah.
Fasisme dikenal sebagai ideologi yang lahir dan berkembang
subur pada abad ke-20. Ia menyebar dengan pesat di seluruh
dunia pada permulaan Perang Dunia I, dengan berkuasanya rezim
fasis di Jerman dan Italia pada khususnya, tetapi juga di negaranegara seperti Yunani, Spanyol, dan Jepang, di mana rakyat sangat
menderita oleh cara-cara pemerintah yang penuh kekerasan.
Berhadapan dengan tekanan dan kekerasan ini, mereka hanya
dapat gemetar ketakutan. Diktator fasis dan pemerintahannya
yang memimpin sistem semacam itudi mana kekuatan yang
brutal, agresi, pertumpahan darah, dan kekerasan menjadi hukum
mengirimkan gelombang teror ke seluruh rakyat melalui polisi
rahasia dan milisi fasis mereka, yang melumpuhkan rakyat dengan
rasa takut. Lebih jauh lagi, pemerintahan fasis diterapkan dalam
hampir semua tingkatan kemasyarakatan, dari pendidikan hingga
budaya, agama hingga seni, struktur pemerintah hingga sistem

militer, dan dari organisasi politik hingga kehidupan pribadi


rakyatnya. Pada akhirnya, Perang Dunia II, yang dimulai oleh kaum
fasis, merupakan salah satu malapetaka terbesar dalam sejarah
umat manusia, yang merenggut nyawa 55 juta orang.
Fasisme sesungguhnya merupakan ideologi yang di bangun
menurut hukum rimba, fasisme juga bertujuan membuat individu
dan masyarakat berfikir dan bertindak seragam, untuk mencapai
tujuan ini fasisme menggunakan kekuatan dan kekerasan bersama
semua

metode

propaganda

bahkan

melakukan

genocide

(pemusnahan secara teratur terhadap suatu golongan atau


bangsa). Hal tersebut dikarenakan menurut ideologi fasis, Negara
bukan ciptaan rakyat merupakan ciptaan orang kuat .Bila orang
kuat sudah membentuk organisasi Negara, maka negara wajim
menggembleng/memaksakan dan mengisi jiwa rakyat. Fasisme
sebagai ideologi berkembang pada abad ke 20 ia menyebar
dengan pesat di seluruh dunia pada perang dunia.
Ideologi Fasisme memiliki beberapa sifat yaitu :
1. Rasisme
Rasisme

diartikan

sebagai

paham

yang

menerapkan

penggolongan atau pembedaan ciri-ciri fisik ( seperti warna


kulit ) dalam masyarakat. Rasisme juga bisa diartikan
sebagai paham diskriminasi suku, agama, ras, golongan
ataupun ciri-ciri fisik umum untuk tujuan tertentu.
2. Militerisme
Militerisme adalah suatu pemerintahan yang didasarkan
pada

jaminan

militernya

dan

keamanannya
mengklaim

terletak

bahwa

pada

kekuatan

perkembangan

dan

pemeliharaan militernya untuk menjamin kemampuan itu

adalah

tujuan

memberikan

terpenting

kedudukan

dari
yang

pertimbangan-pertimbangan

masyarakat.Sistem
lebih

militer

utama

dalam

ini

kepada

kebijakannya

daripada kekuatan-kekuatan politik lainnya. Mereka yang


terlibat dalam dinas militer pun mendapatkan perlakuanperlakuan istimewa.
3. Ultra Nasionalis
Ultra Nasionalis ialah suatu sikap membanggakan suatu
Negara (negaranya sendiri) secara berlebihan sehingga
sangat merendahkan Negara yang lainnya. Sehingga mudah
sekali memancing pertengkaran/peperangan
4. Imperialisme
Imperialisme

ialah

politik

untuk

menguasai

(dengan

paksaan) seluruh dunia untuk kepentingan diri sendiri yang


dibentuk

sebagai imperiumnya (hak

memerintah).

"Menguasai" disini tidak perlu berarti merebut dengan


kekuatan

senjata,

kekuatan ekonomi,

tetapi

dapat

dijalankan

kultur, agama dan ideologi,

dengan
asal saja

dengan paksaan.
Empat

sifat

ideologi

fasisme

tersebut

mengakibatkan

ideologi fasisme ini dapat manghambat Multikulturalisme yaitu


pandangan

seseorang

terhadap

ragam

kehidupan

seperti

kubudayaan, agama, ras. Ideologi fasisme juga memiliki unsurunsur pokok. Unsur-unsur pokok dalam ideologi fasisme menurut
Ebenstein antara lain:
1. Mitos ras
Rasisme adalah karakteristik yang dominan dalam fasisme.
Menurut doktrin fasis, dalam suatu negara elit lebih unggul

10

dari kelompok massa dan karena itu dapat memaksakan


kehendaknya dengan kekerasan. Wilhelm Reich, "Teori ras
adalah

poros

menyebutkan

teoritis
bahwa

fasisme

kaum

Jerman."

Romawi

yang

Mussolini
memerintah

Kekaisaran Roma adalah sebuah "ras unggul", dan bahwa


orang-orang Italia, sebagai keturunan mereka, juga memiliki
sifat unggul ini. Penaklukan Ethiopia didasarkan pada ide ras
unggul ini, dan bahwa orang-orang Ethiopia yang berkulit
hitam ini harus tunduk kepada orang Italia, sesuai dengan
apa yang dianggap sebagai hirarki rasial alamiah. Franco
mengemukakan klaim serupa untuk Spanyol.
2. Ketidakpercayaan pada kemampuan nalar
Keyakinan yang bersifat fanatik

dan dogmatic adalah

sesuatu yang sudah pasti benar dan tidak boleh lagi


didiskusikan. Terutama pemusnahan nalar digunakan dalam
rangkatabu

terhadap

masalah

ras,

kerajaan

atau

pemimpin.
3. Pengingkaran derajat kemanusiaan
Manusia tidaklah sama, justru karena ketidaksamaan lah
yang

mendorong

munculnya

idealisme

mereka.

Bagi

fasisme, pria melampaui wanita, militer melampaui sipil,


anggota partai melampaui bukan anggota partai, bangsa
yang satu melampaui bangsa yang lain dan yang kuat harus
melampaui yang lemah. Jadi fasisme menolak konsep
persamaan tradisi yahudi-kristen (dan juga Islam) yang
berdasarkan aspek kemanusiaan, dan menggantikan dengan
ideologi yang mengedepankan kekuatan.

11

4. Kode

prilaku

yang

didasarkan

pada

kekerasan

dan

kebohongan
Negara adalah satu sehingga tidak dikenal istilah oposan.
Jika ada yang bertentangan dengan kehendak negara, maka
mereka adalah musuh yang harus dimusnahkan. Dalam
pendidikan mental, mereka mengenal adanya indoktrinasi
pada kamp-kamp konsentrasi. Setiap orang akan dipaksa
dengan jalan apapun untuk mengakui kebenaran doktrin
pemerintah.

Hitler

konon

pernah

mengatakan,

bahwa

kebenaran terletak pada perkataan yang berulang-ulang.


Jadi, bukan terletak pada nilai obyektif kebenarannya.
5. Nasionalisme dan Pemuliaan Negara
Konsep nasionalisme fasis adalah nasionalisme fanatis yang
dikenal

juga

nasionalisme

dengan

nasionalisme

romantik

didasarkan

romantik.
pada

Pondasi

perasaan.

Nasionalisme romantik didasarkan pada sejumlah gagasan


keliru, yang menonjol diantaranya adalah ide darah dan
tanah air, yang kemudian diidolakan dan menjadi obsesi
untuk diikuti secara membabibuta. Arus pemikiran ini terkait
erat

dengan

ras

kelompok

yang

dianggap

suci,

dan

memandang pertumpahan darah sebagai perang suci.


6. Pemerintahan oleh kelompok elit
Konsep pemerintahan elit dalam negara fasis, seringkali
memperoleh dukungan rakyat. Meskipun demikian, berbeda
dari konsep demokrasi yang mendasarkan pada kebebasan,
dalam

negara

pemerintahan,

fasis

rakyat

dilepaskan

dari

urusan

tanpa

proses

pemilihan

yang

bebas,

kebebasan pers, atau oposisi yang berfungsi leluasa. Prinsip

12

kepemimpinan

fasis

mencerminkan

penekanan

yang

irrasional dalam politik fasis. Pemimpin selalu dianggap


benar dan mendapatkan wahyu serta kemampuan mistik.
Pemimpin mewakili kepentingan umum dalam artian cara
rakyat

berpikir,

pemimpin

dianggap

mengetahui

yang

terbaik untuk seluruh masyarakat (Rousseau menyebutnya


Kehendak

Umum),

sementara

rakyat

hanya

mengungkapkan kepentingan dan hasrat individu yang tidak


mesti selaras dnegan kebijakan umum.

7. Totaliterisme
Fasisme bersifat total dalam meminggirkan sesuatu yang
dianggap kaum pinggiran. Hal inilah yang dialami kaum
wanita, dimana mereka hanya ditempatkan pada wilayah 3K
yaitu: kinder (anak-anak), kuche (dapur) dan kirche (gereja).
Bagi anggota masyarakat, kaum fasis menerapkan pola
pengawasan yang sangat ketat. Sedangkan bagi kaum
penentang, maka totaliterisme dimunculkan dengan aksi
kekerasan seperti pembunuhan dan penganiayaan.
8. Militerisme dan imperialism
Rezim fasis mempergunakan kekuatan militer dalam setiap
aksinya. Kelompok militer menjadi semakin esensial, ketika
mereka berupaya menaklukan negara-negara lain yang
dianggap berperadaban rendah, karena tidak memiliki ras
yang

sama

mengatasi

dengan

mereka.

musuh-musuh

Prinsip

mereka,

kekerasan
menjadi

untuk
alasan

pentingnya kelompok militer ini. Imperialisme yang diusung

13

oleh fasisme bukanlah imperialisme kuno yang mendasarkan


pada Gold, Glory, dan Gospel. Imperialisme fasis adalah
imperialisme berdasarkan pada rasialis, dimana tujuan
utamanya adalah memusnahkan ras yang berbeda dari
mereka dan dianggap lebih rendah. Imperialisme ini juga
terkait

dengan

keinginan

mewujudkan

negara/kerajaan

Raya di dunia, dimana negara fasis itulah yang menjadi


pemimpinnya.
9. Menentang hukum dan ketertiban internasional
Perang merupakan konsekuensi logis dari keyakinan fasis
pada ketidaksamaan martabat manusia, kekerasan, elitisme,
rasialisme, dan imperialisme. Setiap organisasi internasional
mengambil bentuk pemerintahan atas dasar konsensus yang
bertolak

belakang

dengan

prinsip

kaum

fasis,

yaitu

pemerintahan atas dasar kekerasan dan paksaan. Akibatnya,


negara-negara fasis menarik diri dari partisipasinya dalam
organisasi internasional.
C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN IDEOLOGI FASISME
Walaupun

ideologi

fasisme

cenderung

kekerasan dan tekanan-tekanan kepada rakyat,

menggunakan
tetapi dari

ideologi fasisme ini ada sebagian kelebihan dan kekuranggan yang


membuat ideologi fasisme ini berbeda dari ideologi lainya.
Keunggulan Ideologi Fasisme antara lain:
1. Memiliki rasa kesatuan nasional.
Sisi baik yang menonjol dari Ideologi fasisme ini adalah
menguatkan kesatuan dan kesetiakawanan nasional. Karena
dalam Ideoligi ini memiliki sifat ultra Nasionalis sehingga

14

rasa serta tingkat persatuannya sangat tinggi. kesatuan


dalam pemerintahan diktator tidak mengalami gangguan.
jika terdapat hal yang mengganggu kesatuan tersebut, maka
akan

dimusnahkan

untuk

mempertahankan

kesatuan

tersebut. Negara mengatur semuanya sehingga rakyat tidak


perlu susah untuk apapun.
2. Memiliki tingkat pengawasan dan kedisiplinan yang tinggi.
Dalam pelaksanaannya, Ideologi fasisme ini memiliki sistem
pengawasan yang begitu ketan dan mereka menindas hal
yang tidak displin dan ketidak tepat gunaan. Ideologi
Fasisme

juga

menentukan

semua

keinginan

badan

administrasi dan merangkup segala bidang populasi. Diktator


sangat

mudah

dalam

menetapkan

satu

hukum

pemerintahan, dimana sangat dipatuhi tampa mengalami


kendala yang berat. Dalam ekonomi pun Ideologi ini bisa
menghapuskan

pemborosan

administrasi,

serta

menyelenggarakan

dari

segi

membasmi
kedisiplinan

produksi
korupsi

pejabat.

dan
dan

Didalam

pemerintahan fasisme tidak terdapat celah pemogokan dan


aksi- aksi demontrasi, yang bisa mempengaruhi sistem
pemerintahan maupun ekonomi.
3. Dapat mengambil keputusan pemerintahan yang cepat
Ideologi Fasisme sangat mudah dan cepat dalam menangani
suatu kendala ataupun dalam pengambilan keputusan,
terutama keadaan darurat daripada Ideologi ini bisa dengan
segera mengerahkan seluruh bangsa dalam waktu singkat,
bahkan mereka bergerak secara langsung melaksanakan

15

perintah. Karena tidak ada yang akan memberontak pada


keputusan pemerintah
4. Pemerintahan dipegang oleh Orang yang Ahli
Dikarenakan pemilihan pemerintahan ini berdasarkan kaum
elit dan yang terkuat, maka tidak lain yang memerintah
dalam Negara berideologi Fasisme adalah orang yang
unggul

dan

dengan mudah dan sukses, menggunakan

perlengkapan dan menciptakan sistem pemerintahan yang


tangkas, berdaya guna, setia.
Sedangkan kelemahan dari ideologi fasisme ini adalah
berhadapan dengan tekanan dan kekerasan, sehingga membuat
rakyat

menjadi gemetar

ketakutan.

Diktator

fasis

dan

pemerintahannya yang memimpin sistem semacam itu di mana


kekuatan yang brutal, agresi, pertumpahan darah, dan kekerasan
menjadi hukum. Mengirimkan gelombang teror ke seluruh rakyat
melalui polisi rahasia dan milisi fasis mereka, yang melumpuhkan
rakyat dengan rasa takut. Selain itu rakyat harus patuh penuh
terhadap pemerintah sehingga aspirasi mereka tidak di perdulikan,
kemudian demokrasi dan hak asasi manusia di abaikan.
D. NEGARA YANG MENGANUT IDEOLOGI FASISME
Fasis muncul dan berkembang di negara-negara yang relatif
lebih makmur dan secara teknologi lebih maju. Fasis merupakan
produk dari masyarakat-masyarakat prademokrasi dan pasca
industri. Pengalaman negara demokrasi yang dirasakan semu oleh
masyarakat
adanya

bahkan

proses

mengalami

sentralisasi

kegagalan

kekuasaan

dengan

pada

indikator

segelintir

elit

penguasa, terbentunya monopoli dan oligopoli dibidang ekonomi,


16

besarnya tingkat pengangguran baik dikalangan kelas bawah


seperti buruh, petani atau kelas menengah atas sepserti kaum
cendikiawan, kaum industialis, maupun pemilik modal, ini adalah
lahan

yang

subur

bai

gerakan

fasis

untuk

melancarkan

propagandanya
Negara-negara yang pernah menganut Ideologi Fasisme
adalah Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Italia dan Jerman. Italia
merupakan negara pertama yang menjadi Fasis (1922) menyusul
jerman tahun 1933 dan kemudian Spanyol melalui perang saudara
yang pecah tahun 1936. Di Asia Jepang berubah menjadi fasis
dalam tahun 1930-an melalui perubahan secara perlahan ke arah
lembaga-lembaga yang totaliter setelah menyimpang dari budaya
aslinya. Berkembangnya negara-negara fasis tersebut membuat
situasi politik di kawasan Eropa semakin menghangat, dan
diwarnai dengan ketegangan yang mendorong terjadinya Perang
Dunia II
1. Fasisme di Jerman
Dalam

PD

Jerman

mengalami

kekalahan

dan

penderitaan yang hebat. Namun, di bawah kepemimpinan


Adolf Hittler Jerman mulai bangkit. Melalui Partai Nazi, Adolf
Hittler

membangun Jerman

kembali.

Jerman

menganut

paham Chauvinisme yaitu paham yang menganggap dirinya


lebih unggul dari ras lainnya. Selain itu juga menganut
totaliterisme yaitu paham yang melaksanakan prinsip bahwa
semua diutus oleh negara. Rakyat tidak memiliki kebebasan.
Berikut ini beberapa tindakan yang dilakukan Hittler
untuk mewujudkan kejayaan Jerman.
a. Menolak isi Perjanjian Versailes.

17

b. Membangun angkatan perang yang kuat.


c. Mengobarkan

semangat

anti-Yahudi

dengan

membunuh dan mengusir orang-orang Yahudi.


d. Membangun hubungan kerja sama politik dan militer
dengan Jepang dan Italia (Poros Roberto).
e. Membentuk polisi rahasia yang disebut Gestapo.
Seiring

dengan

perkembangan

yang

dialaminya,

Jerman mulai berani melakukan politik ekspansi kembali.


Jerman melaksanakan politik Lebensraum (ruang untuk
hidup) yaitu gagasan perluasan wilayah melalui perang.
Misalnya dengan menduduki Austria dan Cekoslovakia.
2. Fasisme di Italia
Italia adalah salah satu negara pemenang dalam
Perang Dunia I. Meskipun menang, Italian merasa kecewa
sebab

tuntutannya

dalam

Perjanjian

Versailes

tidak

terpenuhi. Karena kekecewaannya tersebut, Italia mulai


bangkit

di

bawah

pimpinan

Benito

Mussolini

Italia

berkembang menjadi negara fasis. Berikut ini usaha-usaha


Benito Mussolini untuk mengembangkan fasisme di Italia.
a. Mengobarkan

semangat

Italia

Irredenta

untuk

mempersatukan seluruh bangsa Italia.


b. Memperkuat angkatan perang.
c. Menguasai seluruh Laut Tengah sebagai Mare Nostrum
atau Laut Kita.
d. Menduduki Ethiopia dan Albania.
3. Fasisme di Jepang
Munculnya fasisme Jepang tidak dapat dipisahkan dari
Restorasi Meiji. Berkat Restorasi Meiji, Jepang berkembang

18

menjadi negara industri yang kuat. Majunya industri tersebut


membawa Jepang menjadi negara imperialis. Jepang menjadi
negara fasis dan menganut Hakko I Chiu. Fasisme di Jepang
dipelopori oleh Perdana Menteri Tanaka, masa pemerintahan
Kaisar Hirohito dan dikembangkan oleh Perdana Menteri
Hideki Tojo. Untuk memperkuat kedudukannya sebagai
negara

fasis,

Kaisar

Hirohito

melakukan beberapa

hal

berikut.
a. Mengagungkan semangat bushido.
b. Menyingkirkan tokoh-tokoh politik yang anti militer.
c. Melakukan

perluasan

wilayah

ke

negara-negara

terdekat seperti Korea, Manchuria, dan Cina.


d. Memodernisasi angkatan perang.
e. Mengenalkan ajaran shinto Hakko I Chiu yaitu dunia
sebagai satu keluarga yang dipimpin oleh Jepang.
E. PERKEMBANGAN FASISME DI INDONESIA DAN EKSISTENSINYA PADA
ZAMAN SEKARANG
Keberadaan Fasisme di Indonesia. Munculnya politik fasisme di
negeri ini di mulai sejak kemenangan Partai Nazi di Jerman yang
memenangkan pemilu 1933. Dr. Notonind, bekas anggota PNI
(lama) asal Pekalongan adalah tokoh teras Partai Fasis Indonesia
(PFI) yang berdiri tahun 1933. Ide dasar pendirian PFI ini memang
agak unik karena tidak di dasarkan kepentingan ideologi, melainkan
oleh cita-cita pembangunan kembali kerajaan-kerajaan Jawa seperti
Majapahit dan Mataram, Sriwijaya di Sumatera, dan kerajaankerajaan

di

Kalimantan.

Gema fasisme yang melanda dunia menuai respon beragam dari

19

kalangan pergerakan di Indonesia. Kelompok PNI Baru, PKI dan


Partindo adalah kelompok yang menentang gigih fasisme. Alasan
dasarnya karena fasisme adalah benteng terakhir dari kapitalisme
untuk mempertahankan diri dari krisis ekonomi dan politiik.
Sedangkan di luar kedua kelompok ini, Wilson menilai kaum
pergerakan kebingungan dalam merespon fasisme. Kelompok PSII
dan Parindra misalnya, karena percaya ramalan politik Jayabaya
menganggap fasisme Jepang sebagai saudara tua yang akan
membebaskan bumiputera dari belenggu kolonialisme Belanda.
Istilah

Indonesia

Raya

dan

Indonesia

Mulia

yang

getol

dikampanyekan oleh Parindra misalnya, mengingatkan kita pada ide


Jerman

Raya

milik

kaum

Nazi

Jerman

yang

mengakibatkan

pembantaian jutaan orang Yahudi. Bahkan Agus Salim melihat


potensi fasisme sebagai solusi mengusir kolonial.
Tren politik fasis rupanya bukan hanya melanda kaum Bumi
Putera. Kalangan Indo di Hindia-Belanda yang sedang dilanda krisis
pertarungan politik dengan kalangan pergerakan bumi putra dan
tekanan fasis Jepang juga merasa ingin cepat keluar dari krisis
dengan harapan kadatangan dewa fasisme. Di Solo misalnya, pada
tahun 1933 pernah dibentuk organisasi Anti Inlander Clud untuk
melindungi kepentingan kaum Indo. Sementara kaum kaum fasisme
Jepang di Hindia-Belanda yang tergabung dalam NIFO nampak
paling agresif bergerak melakukan rapat-rapat akbar (vergadering).
Aksi agresif NIFO ini mendapat reaksi keras dari Pemerintah HindiaBelanda.
Eksistensinya

Pada

Zaman

Sekarang,

Fasisme

di

zaman

sekarang tidak se populer di waktu kelahirannya di Indonesia. Benar


bahwa fasisme tinggal catatan sejarah ini terbukti dengan tidak

20

adanya organisasi atau negara yang menganut fasisme lagi.


Namun, sebagaimana kekhawatiran Mansour Fakih (Alm) delapan
tahun silam, krisis gawat yang terus melanda negeri ini tidak
mustahil menjadi bibit-bibit persemaian fasisme. Hal ini bisa
dibuktikan oleh fakta berbagai organisasi yang gemar mobilisasi
massa, arak-arakan dan gemar melakukan tindak kekerasan untuk
memaksakan kehendaknya. Hal yang mengkhawatirkan, gerakan itu
muncul dalam praktek politik keagamaan simbol keagamaan
digelar. Teriakan jihad dikumandangkan. Agama yang selama ini
dikenal sebagai piranti kohesifitas budaya berubah menjadi alat
propaganda khas fasisme.

21

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan pemaparan isi dan pembahasan, dapat ditarik
beberapa kesimpulan diantaranya:
1.

Ideologi adalah pengetahuan tentang gagasan-gagasan,


pengetahuan tentang ide-ide, keyakinan-keyakinan yang
menyeluruh dan sistematis tentang pengertian-pengertian
dasar

yang

menyangkut

berbagai

bidang

kehidupan

manusia.
2.

Ideologi Fasisme adalah suatu paham yang mengedepankan


bangsa sendiri dan memandang rendah bangsa lain. Dalam
paham

ini, nasionalisme yang

sangat fanatik dan

juga

otoriter sangat terlihat.


3.

Keunggulan ideologi fasisme antara lain: memiliki rasa


kesatuan

nasional,

kedisiplinan

yang

memiliki
tinggi,

tingkat

dapat

pengawasan

mengambil

dan

keputusan

pemerintahan yang cepat, pemerintahan dipegang oleh


orang yang ahli. Sedangkan kelemahan dari ideologi fasisme
ini

adalah berhadapan

kekerasan, sehingga membuat

dengan
rakyat

tekanan

dan

menjadi gemetar

ketakutan.
4.

Negara-negara yang pernah menganut Ideologi Fasisme


adalah Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Italia dan Jerman.

B. SARAN

22

Dengan mengetahui pengertian ideologi fasisme, diharapkan


dapat lebih memahami mengenai ideologi fasisme ini. Sehingga
kita tidak hanya paham tentang kekurangan dari ideologi fasisme
ini, tetapi juga paham bahwa sebenarnya dalam ideologi fasisme
ini terdapat kelebihan-kelebihan yang bisa kita manfaatkan.
Selain itu diharapkan dengan adanya pembahasan tentang
ideologi

fasisme

ini

dapat

menambah

wawasan

dan

perbendaharaan ilmu pengetahuan kita tentang macam-macam


ideologi yang ada didunia ini.

23

DAFTAR PUSTAKA

Djaja, Ermansjah. (2016). HANDBOOKS 3 EDISI 2 KUMPULAN MATERI


PERKULIAHAN SEMESTER III. Pascasarjana UNTRI Balikpapan.
Anonim. (2008). Fasisme. Diperoleh pada 1 Pebruari 2016, dari
http://id.shvoong.com/humanities/theorycriticism/1818181-fasisme/, 2008
Army, Lealy. (2012). PENGERTIAN DAN KONSEP DASAR FASISME.
Diperoleh

pada

Pebruari

2016,

dari

http://laelyarmy.blogspot.com/2012/03/pengertian-dan-konsepdasar-fasisme.html
Kalasari, Meta. (2010). Pengertian Ideologi. Diperoleh pada 1 Pebruari
2016,

dari

http://metakalasari.wordpress.com/2010/06/09/pengertianideologi-2/
Saputra, Tiyas Ardian. (2009). IDEOLOGI. Diperoleh pada 1 Pebruari
2016,

dari

http://eaznotalone.blogspot.com/2009/05/pendahuluan-ideologiadalah-kumpulan.html.
Surbakti, Ramlan. 1992. Memahami Ilmu Politik. Jakarta: PT. Gramedia
Widiasarana Indonesia

24

Wangsadhika, Wisnu. (2012).

Pengertian Fasisme Dan Negara

Fasisme. Diperoleh pada 1 Pebruari 2016, dari http://wisnumengger.blogspot.com/2012/08/pengertian-fasisme-dannegara-fasisme.html.

25