Anda di halaman 1dari 20

Heat Treatment

Diajukan sebagai salah satu tugas praktik kuliah Heat Treatment minggu ke-6
semester ganjil

Disusun Oleh

Ulfa Fairuz Izdihar


213313047
Zakka Muhammad
213313048
2MED

JURUSAN TEKNIK MANUFAKTUR


PROGRAM STUDI TEKNIK MEKANIK UMUM
POLITEKNIK MANUFAKTUR NEGERI BANDUNG
Jalan Kanayakan no. 21 Dago 40253 Phone : (022) 2500241
Fax : (022) 2502649, Homepage : http://www.polman-bandung.ac.id

I.

Pendahuluan
Pompa adalah mesin untuk menggerakan fluida. Pompa
menggerakan fluida dari tempat bertekanan rendah ke tempat
dengan tekanan yang lebih tinggi, untuk mengatasi perbedaan
tekanan ini maka diperlukan tenaga (energi). Pompa untuk udara
biasa disebut kompresor, kecuali untuk beberapa aplikasi
bertekanan rendah, seperti di ventilasi, pemanas, dan pendingin
ruangan maka sebutanya
menjadi kipas atau penghembus (blower) .
Pada praktikum instalasi pompa dan kompresor ini hal-hal yang
dilakukan adalah melakukan pengujian terhadap keduanya serta
melakukan overhaul pada pompa dan kompresor yang lain.

II.

Pokok Bahasan
A.) POMPA
Jenis Pompa

Pompa yang digunakan dalam praktik ini adalah


pompa sentrifugal. Pompa sentrifugal adalah salah satu
jenis pompa pemindah non positif yang prinsip kerjanya
mengubah energi kinetis (kecepatan) cairan menjadi
energi potensial (dinamis) melalui suatu impeller yang
berputar dalam casing.

Komponen Pompa

Stuffing Box, yang memiliki fungsi mencegah kebocoran pada


daerah dimana poros ini menembus casing dari pompa sentrifugal
B.) Untuk mencegah bocornya cairan dari casing pompa yang
melalui poros, diperlukanlah packing yang juga terbuat dari asbes
atau beton.
C.) Shaft, atau poros yang akan terus bergerak selama pompa ini
dioperasikan.
D.) Shaft sleeve, sebuah alat yang melindungi poros dari erosi,
korosi, dan juga keausan.
E.) Vane atau baling baling yang memutar dan mendorong cairan.
F.) Casing adalah bagian paling luar dari pompa dengan fungsi
sebagai pelindung berbagai elemen, khususnya elemen yang
berputar, guide vane, inlet dan outlet dari nozel. Casing juga dapat
berfungsi sebagai penentu arah aliran dari impeller.
G.) Eye of the impeller adalah bagian dimana cairan masuk untuk
dihisap oleh impeller.
H.) Impeller mengubah energi mekanik dari pompa menjadi energi
kecepatan pada cairan jika fluida itu dipompakan secara terus
menerus.
I.) Wearing ring yang meminimalisasi kebocoran cairan yang
melewati bagian depan atau bagian depan impeller dengan
memperkecil celah antara casing dengan impeller.
J.) Bearing atau bantalan memiliki fungsi menahan beban dari
poros.
A.)

Head Pompa
Head total (H) pompa adalah daya tekan yang harus
dimiliki sebuah pompa untuk mengalirkan fluida dari satu
tempat ke tempat yang lain yang harus melewati

hambatan-hambatan yang bekerja disekitarnya. Dengan


prinsip perhitungan,
Htotal = Hs + losses

Karakteristik Pompa

Overhaul Pompa
Memiliki prosedur tersendiri mengenai prosedur
sebelum melakukan pembongkaran, ketika pembongkaran,
selesai pembongkaran, assembling, dan pengujian
kembali.

B.) KOMPRESSOR
Jenis Kompressor

Pengertian Kompressor
Kompressor adalah mesin/alat untuk memampatkan
udara atau gas. Secara umum biasanya mengisap udara,
yang merupakan campuran beberapa gas dengan susunan
78% Nitrogren, 21% Oksigen dan 1% campuran Argon,
Carbon Dioksida, Uap Air, Minyak, dan lainnya. Namun ada
juga kompressor yang mengisap udara/gas dengan
tekanan lebih tinggi dari tekanan atmosfer dan biasa
disebut penguat (booster). Sebaliknya ada pula kompressor
yang menghisap udara/gas bertekanan lebih rendah dari
tekanan atmosfer dan biasanya disebut pompa vakum.
Fungsi kompressor
Untuk menaikkan tekanan suatu gas. Tekanan gas dapat
dinaikkan dengan mengurangi volumenya. Ketika
volumenya dikurangi, tekanannya naik. Karena proses
pemampatan, udara mempunyai tekanan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan tekanan udara lingkungan (1atm).
Jenis-jenis Kompresor
- Kompresor Piston (bolak-balik) terdiri dari 3 jenis:
1. Kompresor Piston Aksi Tunggal
Kompresor piston dengan hanya mempunyai satu silinder,
dengan gerakan torak yang bolak balik di dalamnya.
2. Kompresor Piston Aksi Ganda
Kompresor piston dengan mempunyai jumlah silinder lebih
dari satu, dibuat dengan maksud untuk memperoleh
kapasitas yang lebih besar atau tekanan yang lebih besar.

3. Kompresor Diafragma
Kompresor diafragma ini termasuk ke dalam jenis
kompresor torak. Penempatan torak dipisahkan dengan
ruangan penyedotan oleh sebuah diafragma. Kompresor
jenis ini banyak digunakan dalam industri bahan makanan,
industri farmasi dan kmia.
Prinsip kerja dari kompresor ini ialah dengan cara
mengatur katup masukan udara dan diisap oleh torak yang
gerakannya naik turun sesuai dengan bentuk katup.
Konstruksi Kompresor Torak

Langkah Kerja Kompresor Torak:


Langkah Hisap
Poros engkol berputar, torak bergerak. Kevakuman terjadi
pada
ruangan di
dalam
silinder,
sehingga
katub hisap
terbuka oleh

adanya perbedaan tekanan dan


udara terhisap masuk ke dalam
silinder.

Langkah Kompresi
Langkah kompresi terjadi saat torak bergerak, katup hiasap
dan katup keluar tertutup sehingga udara dimampatkan di
dalam silinder.

Langkah Keluar
Bila torak meneruskan gerakannya,
tekanan di dalam silinder akan naik
sehingga katup keluar oleh tekanan
udara sehingga udara keluar
memasuki tangki penyimpanan
udara.

III.

Praktik
- Lengkapi gambar tersebut dengan komponen-komponen yang
belum tergambar dengan simbol-simbol seperti lampiran halaman
4.8 pada posisi yang sesuai.
- Beri tanda arah aliran fluida pada gambar tersebut untuk pompa
kerja tunggal, kerja seri dan kerja paralel.
- Coba operasikan pompa untuk kerja tunggal, baik kerja tunggal,
kerja seri dan kerja paralel.
- Ketika pompa sudah bekerja stabil, ukur putaran, (n) untuk kerja
tunggal, seri, dan paralel.
- Amati penunjukan VG dan PG. perhatikan satuan-satuan yang ada
pada alat ukur tersebut. Coba konversikan menjadi satuan meter
kolom air.
- Berlatihlah mengukur debit (Q) untuk kerja tunggal, seri, dan
paralel.
- Melihat alat ukur harus tegak lurus, agar kesalahan pembacaan
kecil.
- Lakukan pengujian, dan ambil data-data seperti dalam table.

IV.

No

Valv
e

Tugas
A. Pengujian Pompa
1. Tujuan praktik
Tujuan praktik instalasi pompa ini adalah;
- Mengetahui rangkaian aliran pompa tunggal, seri, dan
paralel
- Mampu membaca alat ukur tekanan dan laju alir dengan
baik dan tepat
- Mampu memahami dalam perhitungan debit air, daya, dan
efisiensi aliran pompa
- Mampu melakukan pemeliharaan overhaul pompa
2. Prosedur pelaksanaan praktik
Prosedur pelaksanaan praktik pengujian pompa;
a. Mengidentifikasi rangkaian aliran pompa
b. Mengecek keadaan alat ukur yang tersedia
c. Menyambungkan aliran listrik dari pusat
d. Buat instalasi rangkaian aliran sesuai langkah kerja
(tunggal, seri, dan pompa)
e. Menyalakan pompa dan mencatat angka yang tertera pada
alat ukur
f. Analisa debit air yang keluar dari masing-masing rangkaian
pompa

n
[rpm
]

286
0

A
[Ampere]

V
[Volt
]

1.5

350

Q
VG
[m]

PG
[m]

[l/men
]

[m/s
]

Hkp
[m]

Hks
[m]

NH
[W]

NP
[W]

NM
[W]

p
[%]

m
[%
]

1.90
4

18.0
06

1.1
5

1.1
5

52
5

3. Perhitungan besaran-besaran yang dinyatakan dalam


persamaan (1) s.d (16) dengan data hanya Qt, Qs, dan Qp
untuk bukaan valve=1

QQs dan Qp bernilai 1,15m dilihat dari nilai hs pada keadaan


tersebut.
Qs = hs + kQ2
Qp = hs + hp + hl + hv
dimana,
hl = hlf + (k V2/2g)
hv = V2/2g
Qt bernilai 0, hal ini disebabkan tidak ada debit air yang
dihasilkan pada bukaan valve=1 karena pada posisi tersebut
valve tertutup semua.
4. Grafik pengujian karakteristik pompa kerja tunggal, seri, dan
parallel
a.) (HKP; HKS)-Q
Grafik
Hkp,Hks
-Q
Tunggal
P1

Grafik Hkp,Hks-Q Tunggal


P2

Grafik Hkp,Hks-Q Seri

Grafik Hkp,Hks-Q
Paralel

b.) NH-Q

Grafik Nh-Q Tunggal P1

Grafik Nh-Q
Tunggal P2

Grafik Nh-Q
Seri

Grafik Nh-Q Paralel

c.) NP-Q
Grafik NP-Q Tunggal P1

Grafik NP-Q Tunggal P2

Grafik NP-Q Seri

Grafik NPQ Paralel

d.) p-Q
Grafik p Tunggal P1Q

Grafik p Tunggal P2Q

Grafik p Seri-Q

Grafik
p
Paralel
-Q

e.) m-Q
Grafik
m
Tungga
l P1-Q

Grafik m
Tunggal P2-Q

Grafik m
Seri-Q

Grafik
m
Paralel
-Q

5. Analisa grafik
Pada setiap kerja pompa yaitu tunggal, seri, dan parallel, dapat
dilihat bahwa kapasitas pompa (Hkp) cenderung naik dan kapasitas
system (Hks) cenderung stabil atau memiliki grafik yang cenderung
lurus. Dilihat dari setiap karakteristik pompa yaitu Nh, Np, efisiensi
pompa, efisiensi daya pompa serta efisiensi daya motor cenderung
mengalami grafik yang terus naik walaupun dengan kenaikan yang
tidak stabil atau tidak rata sehingga membentuk grafik yang naik
namun berkelok-kelok.

6. Kesimpulan pengujian pompa


Jadi, pada pengujian pompa didapatkan hasil seperti yang tertera
pada tabel. Kerja seri menghasilkan debit air terbesar karena
memiliki nilai kerugian yang lebih kecil, sedangkan parallel memiliki
nilai kerugian yang paling besar. Dapat disimpulkan juga bahwa
semakin tinggi nilai debit air maka akan semakin cepat rpm motor
pada pompa berputar dan juga berlaku sebaliknya. Begitu juga
pada tegangan dan kuat arus, semakin tinggi nilai debit air maka
akan semakin tinggi pula nilai tegangan dan kuat arus, begitupun
sebaliknya. Namun, pada kerja paralel didapatkan hasil ampere
yang konstan atau tidak berubah.
B. Overhaul Pompa
1. Langkah kerja overhaul
Pompa Commercial
- Membuka baut menggunakan kunci elle 8
- Membuka baut menggunakan kunci ring 24
- Membuka casing
- Membuka bantalan
- Membuka casing tengah
- Membuka seal
- Mengambil roda gigi keluar

Pompa Siemens
-

Membuka mur dari baut


Membuka casing secara bersamaan
Mengambil impeller keluar

2. Prinsip kerja pompa


Aliran fluida masuk dari katup atas, lalu aliran itu akan terbawa
putaran roda gigi ke samping dengan cara mengisi ruang kosong
pada roda gigi, setelah itu air akan tertekan ke katup bawah lalu
mengalir ke output.
3. Hasil pengukuran dimensi komponen yang memengaruhi debit
Pompa Commercial
- 1a : 53,5 mm
- 2a
: 34 mm
- b1
: 31,7 mm
- b2 : 31,7 mm
- z
: 10
-z
: 10
Pompa Siemens
- 1b
- b1
4. Turunan
Qd
Qd

: 100 mm
- 2b
: 10 mm
rumus Qd
= V.n [m3. rotasi/menit]
= V.n [m3. rotasi/60s]

: 53 mm

Jadi,

C. Pengujian Kompresor
1. Kompressor yang digunakan untuk pengujian adalah kompressor
menggunakan engine merk dagang SWAN dengan spesifikasi mesin
sebagai berikut.

2. Hasil percobaan pengujian kompressor


No

n [rpm]

Tekanan [kg/cm2]

Waktu (s)

500

493

700

339

900

267

3. Kesimpulan hasil percobaan


Jadi dalam keadaan tekanan yang telah ditentukan, semakin
tinggi rpm maka akan semakin sedikit waktu yang diperlukan untuk
mencapai tekanan tersebut dan sebaliknya semakin rendah rpm
maka akan semakin banyak waktu yang diperlukan untuk mencapai
tekanan tersebut.
D. Overhaul Kompresor
1. Langkah kerja overhaul
- Membuka baut pengencang
- Membawa silinder kompresor ke tempat yang bersih
- Membuka baut pengencang kepala silinder
- Membuka silinder
- Melepas seal dari silinder

2. Prinsip kerja kompresor


Udara atau gas masuk ke dalam silinder melalui lubang 1 pada
silinder, lalu udara akan masuk pada silinder berdiameter besar lalu
udara akan tertekan oleh piston keluar dan dialirkan menuju silinder
berdiameter kecil yang langsung membawa udara ke dalam tabung
penyimpanan kompresor.
3. Hasil pengukuran dimensi komponen
Silinder 1
: 85
Silinder 2
: 43
L
: 60
DAFTAR PUSTAKA
http://uripgumulya.com/berbagai-komponen-dalam-pompa-sentrifugal/
http://catatanabimanyu.wordpress.com/2011/05/07/teori-dasar-pompasentrifugal/
http://wikipedia.org
http://google.com
www.academia.edu/5367973/KOMPRESOR

Beri Nilai