Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN HASIL PELAKSANAA INSPEKSI

BANDAR UDARA H. AROEPPALA


SELAYAR SULAWESI SELATAN
I.

DASAR PELAKSANAAN
Dasar pelaksanaan kegiatan Inspeksi adalah:
a) Undang Undang Republik Indonesia nomor: I Tahun 2009 tentang Penerbangan.
b) Peraturan Menteri Perhubungan nomor: PM 41 Tahun 2011 mengenai
Organisasi dan Tata Kerja Kantor Otoritas Bandar Udara.
c) Surat Perintah Tugas Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wil.V Makassar
nomor: KP.004/847/KOBU Wil.V/2014.
d) Berita Acara Pelaksanaan Inspeksi Bandar Udara H. Aroeppala SelayarSulawesi Selatan oleh Tim Inspektur Kantor Otoritas Bandar Udara Wil.V
Makassar.

II.

III.

RINCIAN PENGAWASAN
Jenis pengawasan
: Inspeksi
Waktu pelaksanaan : 25 27 September 2014
Ruang lingkup
: Bandar Udara H. Aroeppala Selayar.
PETUGAS PELAKSANA
N
O
1.
2.
3.
4.
5.

NAMA
H. TIPONG, SE.
NIP. 195804111980031005
ABNER TAPANGAN, SE.
NIP. 198310312009121004
DESSY PRAMITHA, A.Ma.
NIP. 198712022009122002
NOVA DELI HALIMAH, A.Ma.
NIP. 198811282008122001
MISRAWATI SANTINGAN, A.Md.
NIP. 198710292010122007

JABATAN
Inspektur Keamanan Penerbangan
Inspektur Bandar Udara
Petugas Fasilitas dan Pelayanan Bandar
Udara
Petugas Pengoperasian Bandar Udara
Petugas Fasilitas dan Pelayanan Bandar
Udara

IV.

HASIL PELAKSANAAN
A. HASIL PENGAWASAN
TEMUAN
REFERENSI
1. Retak
memanjang SKEP/78/VI/2005
pada runway side strip
marking di sekitar
area threshold runway
designation 16 dengan
lebar 3-5 cm.
2. Disintegration/keronto SKEP/78/VI/2005
kan pada permukaan
runway secara umum
sehingga
menyebabkan adanya
butiran-butiran lepas
yang
berpotensi
menimbulkan FOD.
3. Rumput tumbuh pada SKEP/78/VI/2005
permukaan runway.

4.

5.

6.

7.

STATUS & REKOMENDASI


MANDATORY. Perlu segera dilakukan
perbaikan agar air tidak mengalir melalui
celah keretakan yang dapat mengakibatkan
kerusakan konstruksi lebih lanjut.
MANDATORY. Perlu segera dilakukan
perbaikan lanjut sehingga membentuk
konstruksi yang utuh dan saling mengikat
agar tidak mengakibatkan adanya butiran
lepas/FOD.

MANDATORY. Rumput yang tumbuh di


runway berpotensi menjadi hazard untuk
kegiatan penerbangan dan selain ini
menghambat air mengalir menuju drainase
yang dapat berpotensi merusak konstruksi
runway.
Ketentuan marka yang
KP 29 Th 2014
MANDATORY. Perlu dilakukan pengecatan
belum sesuai dengan
ulang pada bagian yang tidak sesuai dengan
Peraturan
Dirjen
ketentuan. Dimana telah ditetapkan dalam
Perhubungan Udara
aturan umum marka runway dan taxiway
nomor: KP. 29 tahun
bahwa pada perpotongan runway dan taxiway
2014. (poin 8. 6. 1. 2.)
maka marka runway harus ditampilkan.
Pengelupasan derajat SKEP/78/VI/2005 MANDATORY. Harus segera dilakukan
berat sekitar 1 meter
perbaikan karena berada pada titik yang
dari runway centreline
sangat berpengaruh besar terhadap kegiatan
marking
di
area
take-off dan landing pesawat. Dimana hal ini
runway designation
dapat menyebabkan berkurangnya daya
34.
penutup surface dan berubahnya kekuatan
perkerasan secara keseluruhan. Pada tingkat
lanjut dapat mengakibatkan rusaknya seluruh
lapisan perkerasan.
Hasil
pekerjaan
KP 29 Th 2014
MANDATORY. Perlu dilakukan pengecatan
pelapisan
runway
kembali pada marka threshold yang tertutupi
menutupi
marka
oleh pekerjaan pelapisan yang ada di atasnya.
threshold di area
runway designation
34.
Jumlah personil /
SKEP
MANDATORY. Perlu segera diajukan
SDM masih sangat
302/V/2011
pengusulan untuk permintaan personil/SDM
terbatas.
agar dapat memenuhi kebutuhan di bandar
udara.

8. Belum
memiliki
personil ATC, COM
dan AIS, sehingga
personil AVSEC yang
tidak memiliki license
dan rating melakukan
tupoksi
sebagai
controller/personil
AFIS di Tower.
9. Belum
terdapat
dokumen
studi
Analisis
Mengenai
Dampak Lingkungan
(AMDAL).
10. Belum ada dokumen
dan file Rancangan
atau
Keputusan
Menteri terkait DLKr
Bandar Udara.
11. Belum terdapat data
koordinat titik titik
batas DLKr.
12. Belum
terdapat
gambar batas lahan
eksisting, batas lahan
Rencana
Induk/Rencana
Pengembangan
dan
batas lahan DLKr.
13. Belum
ada
rekomendasi terkait
DLKr dari Pemerintah
Tk.I (Gubernur) dan
Pemerintah
Tk.II
(Bupati).
14. Belum ada dokumen
Rancangan
atau
Keputusan
Menteri
terkait
KKOP
di
sekitar Bandar Udara.
15. Belum
terdapat
penetapan batas
batas
dan
titik
koordinat KKOP.
16. Belum terdapat form
pelaporan
Bird
strike/hewan
liar
terkait
Manajemen
Bahaya Hewan Liar
(Wild Live Hazard
Management).

SKEP
302/V/2011
CASR Part
171.075
CASR Part
171.080

MANDATORY. Perlu segera mengajukan


personil ATC, COM dan AIS agar dapat
memenuhi persyaratan dan ketentuan yang
telah ditetapkan.

KM 11 Tahun
2010

MANDATORY. Perlu segara dilakukan studi


Amdal dan menyusun dokumen-dokumen
terkait Amdal di Bandar Udara H. Aroppala
Selayar.

KM 11 Tahun
2010

MANDATORY. Perlu segara


dokumen DLKr Bandar Udara.

KM 11 Tahun
2010

MANDATORY. Agar segera melakukan


survey untuk penetapan titik koordinat batas
DLKr.
MANDATORY. Agar segera membuat
gambar batas lahan eksisting, batas lahan
rencana induk/rencana pengambangan dan
batas lahan DLKr.

KM 11 Tahun
2010

menyusun

KM 11 Tahun
2010

MANDATORY. Agar segera berkoordinasi


dengan
pemerintah
setempat
terkait
rekomendasi DLKr.

CASR Part 139

MANDATORY. Agar segera menyusun


dokumen rancangan terkait KKOP di bandar
udara.

CASR Part 139

MANDATORY. Agar segera melaksanakan


survey untuk penetapan batas dan titik
koordinat KKOP.

CASR Part 139

MANDATORY. Perlu segera menyusun form


pelaporan Bird strike/hewan liar terkait
Manajemen Bahaya Hewan Liar (Wild Live
Hazard Management).

17. Belum
tersedia
petugas
pemeriksa
pengamanan
sesuai
dengan jenis kelamin
calon
penumpang
yang diperiksa (belum
ada personil Avsec
wanita).
18. Belum
terdapat
peralatan CCTV pada
titik titik di daerah
terbatas
yang
berpotensi
adanya
ancaman keamanan.

KM 9 Th 2010

MANDATORY. Perlu segera pengusulan


untuk permintaan personil AVSEC wanita
untuk memeriksa penumpang.

KM 9 Th 2010

MANDATORY.
Perlu pengadaan dan
penginstalan alat CCTV untuk memantau area
terbatas yang berpotensi adanya bahaya atau
ancaman keamanan.

B. KESIMPULAN
Dari hasil inspeksi Bandar Udara H. Aroppala Selayar, terdapat beberapa temuan yang perlu
segera ditindak lanjuti. Temuan-temuan tersebut dapat mempengaruhi keamanan dan
keselamatan penerbangan, sehingga perlu untuk segera di tindaklanjuti.
Data temuan-temuan dimaksud dapat dilihat pada dokumentasi terlampir.
V. PENUTUP
Demikian laporan hasil inspeksi ini dibuat untuk ditindaklanjuti.
N
O

NAMA

1.

H. TIPONG, SE.
NIP. 195804111980031005

2.

ABNER TAPANGAN, SE.


NIP. 198310312009121004

3.

DESSY PRAMITHA, A.Ma.


NIP. 198712022009122002

4.

NOVA DELI HALIMAH, A.Ma.


NIP. 198811282008122001

5.

MISRAWATI SANTINGAN, A.Md.


NIP. 198710292010122007

TANDA TANGAN