Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Praktikum Kompresor Torak


Meningkatnya teknologi dengan berbagai inovasi terbaru seiring dengan

kebutuhan manusia yang terus meningkat. Seorang teknisilah yang harusnya


berperan dalam merancang suatu produk pemesinan agar produk yang dihasilkan
memenuhi kriteria-kriteria kebutuhan. Suatu alat yang aman, nyaman dan mampu
untuk mempermudah pekerjaan manusia adalah beberapa hal yang harus
terpenuhi dalam suatu perancangan.
Salah satu mesin yang sering dijumpai adalah kompresor. Kompresor
adalah suatu alat yang berfungsi untuk memampatkan udara sehingga udara
tersebut bertekanan tinggi. Kompresor merupakan mesin fluida yang mengubah
uap refrigerant yang masuk pada suhu dan tekanan yang rendah menjadi udara
bertekanan tinggi.
Penggunaan udara bertekanan tinggi sangat dibutuhkan pada beberapa
proses pengoperasian, baik dalam skala kecil di kehidupan sehari-hari maupun
dalam skala besar yang biasanya terdapat di industri. Sebagai mahasiswa teknik
mesin pengetahuan tentang prinsip kerja dan karakteristik kompresor merupakan
hal yang harus untuk dipahami. Oleh karena itu praktikum tentang kompresor
merupakan salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut.
1.2

Rumusan Masalah
Pada praktikum ini dirumuskan beberapa permasalahan yang harus dikaji,

antara lain :
1. Bagaimana prinsip kerja dari kompresor torak?
2. Bagaimana karakteristik kompresor jika dioperasikan pada
berbagai kecepatan putaran?
1.3 Tujuan Praktikum

Dalam praktikum kompresor torak ini, tujuan yang akan dicapai antara
lain:
a. Mengetahui prinsip kerja dari kompresor torak.
b. Mencari karakteristik kompresor pada berbagai kecepatan putaran yang
berbeda beda.
c. Menunjukan grafik hubungan antara :
Kapasitas aliran udara di silinder (Qth) VS Frekuensi (F)
Daya masukan (Ninp) VS Frekuensi (F)
Effisiensi adiabatic kompresor (ad) VS Frekuensi (F)
Daya kompresi (Nad) VS Frekuensi (F)
Tekanan di saluran isap (P1) VS Frekuensi (F)

1.4

Sistematika Penulisan Laporan


Sistematika penulisan pada laporan ini adalah sebagai berikut:

BAB I

: Pendahuluan, menjelaskan tentang latar belakang praktikum


kompresor torak, rumusan masalah, tujuan praktikum, serta
sistematika penulisan yang berguna untuk memberikan gambaran
tentang isi laporan.

BAB II

: Landasan teori, berisi tinjauan pustaka yang menjelaskan tentang


kompresor torak dan hal-hal penting yang berkaitan dengan
praktikum kompresor torak.

BAB III

: Metodologi penelitian, menjelaskan tentang langkah-langkah yang


dilakukan dalam praktikum, prosedur pengujian, alat dan bahan
yang digunakan.

BAB IV

: Pembahasan, menjelaskan perhitungan data percobaan, tabel dan


grafik yang menjelaskan hasil dari perhitungan.

BAB V

: Penutup, berisikan tentang kesimpulan dari praktikum yang telah


dilakukan serta saran-saran yang membangun untuk praktikum
ataupun secara umum.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1

Sejarah dan Perkembangan Kompresor


Sejarah perkembangan kompresor, sampai abad ke-19 orang hanya

mengenal sejarah kompresor bolak-balik. Kompresor sentrifugal bam dikenal


pada tahun 1899 ketika RETEAU untuk pertama kalinya membuat kompresor
sentrifugal yang pertama. yang merupakan suatu blower (kompresor sentrifugal
tekanan rendah) satu tingkat dengan aliran sekitar 2000 meter kubik per jam,
penaikan tekanan sebesar -5,8 m kolom air pada putaran 20.000 rpm. Reteau
menbuat kompresor bertingkat pertama kali pada tahun 1909, yaitu suatu
kompresor lima tingkat yang menghasilkan kapasitas aliran 2500 meter kubik per
jam dengan tekanan 4 meter kolom air pada putaran 4-500 rpm.
Plant industri menggunakan udara tekan untuk seluruh operasi
produksinya, yang dihasilkan oleh unit udara tekan yang berkisar dari 5
horsepower (hp) sampai lebih 50.000 hp. Departemen Energi Amerika Serikat
(2003) melaporkan bahwa 70 sampai 90 persen udara tekan hilang dalam bentuk
panas yang tidak dapat digunakan, gesekan, salah penggunaan dan kebisingan
(lihat gambar 1). Sehingga, kompresor dan sistim udara tekan menjadi area
penting untuk meningkatkan efisiensi energi pada plant industri.
2.2

Prinsip Kerja Kompresor


Kompressor adalah mesin untuk memampatkan udara atau gas. Secara

umum biasanya mengisap udara dari atmosfer, yang secara fisika merupakan
campuran beberapa gas dengan susunan 78% Nitrogren, 21% Oksigen dan 1%
Campuran Argon, Carbon Dioksida, Uap Air, Minyak, dan lainnya. Namun ada
juga kompressor yang mengisap udara/ gas dengan tekanan lebih tinggi dari
tekanan atmosfer dan biasa disebut penguat (booster). Sebaliknya ada pula
kompressor yang menghisap udara/ gas bertekanan lebih rendah dari tekanan
atmosfer dan biasanya disebut pompa vakum.
Jika suatu gas/ udara didalam sebuah ruangan tertutup diperkecil
volumenya, maka gas/ udara tersebut akan mengalami kompresi. Kompressor

yang menggunakan azas ini disebut kompressor jenis displacement dan prinsip
kerjanya dapat dilukiskan seperti pada gambar dibawah ini :

Gambar 2.1 Kompresi fluida


Disini digunakan torak yang bergerak bolak balik oleh sebuah penggerak
mula (prime mover) didalam sebuah silinder untuk menghisap, menekan dan
mengeluarkan udara secara berulang-ulang. Dalam hal ini udara tidak boleh bocor
melalui celah antara dinding torak dengan dinding silinder yang saling
bergesekan. Untuk itu digunakan cincin torak sebagai perapat.
Jika torak ditarik keatas, tekanan dalam silinder dibawah torak akan
menjadi negatif (kecil dari tekanan atmosfer) sehingga udara akan masuk melalui
celah katup isap. Kemudian bila torak ditekan kebawah, volume udara yang
terkurung dibawah torak akan mengecil sehingga tekanan akan naik. Berdasarkan
prinsip kerjanya, kompressor terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu Displacement (torak)
seperti dijelaskan diatas dan Dynamic (rotary) yang mengalirkan udara melalui
putaran sudu berkecepatan tinggi.
A. Proses Kompresi Udara
Proses kompresi udara yang terjadi pada kompressor torak dapat
dijelaskan dengan menggunakan pendekatan seperti terlihat pada gambar 2.2.
Torak memulai langkah kompresinya pada titik (1) diagram P-V, kemudian
bergerak ke kiri dan udara dimampatkan hingga tekanan naik ke titik (2). Pada
titik ini tekanan dalam silinder mencapai harga tekanan Pd yang lebih tinggi dari
pada tekanan dalam pipa keluar (atau tangki tekan) sehingga katup keluar pada

kepala silinder akan terbuka. Jika torak terus bergerak ke kiri, udara akan
didorong keluar silinder pada tekanan tetap sebesar Pd. Di titik (3) torak mencapai
titik mati atas, yaitu titik akhir gerakan torak pada langkah kompresi dan
pengeluaran.

Gambar 2.2 Diagram P-V dari kompresor


Susunan konstruksi kompressor menjelaskan secara visual bahwa udara
masuk melalui air intake filter diisap oleh torak sampai ke titik maksimum bawah.
Sebelum masuk ke torak udara didalam kartel bersamaan diisap melalui pipa
vacum, sehingga tidak terjadinya vacum di dalam kartel. Kemudian udara yang
vacum di silinder keluar melalui pipa vacum.
B. Kondensasi Uap Air
Udara yang dihisap dan dimampatkan didalam kompressor akan
mengandung uap air dalam jumlah cukup besar. Jika uap ini didinginkan udara
yang keluar dari kompressor maka uap akan mengembun menjadi air. Air ini akan
terbawa ke mesin/ peralatan yang menggunakannya dan mengakibatkan gangguan
pada pelumasan, korosi dan peristiwa water hammer pada piping system.
Aftercooler adalah heat-exchanger yang berguna untuk mendinginkan
udara/ gas keluaran kompresor untuk membuang uap air yang tidak diinginkan
sebelum dikirim ke alat lain. Uap air dipisahkan dari udara dengan cara
pendinginan dengan air atau oli pendingin. Sumber Ingersoll-Rand [--]. Dapat
dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 2.3 Aftercooler kompresor multi stage


C. Condensate Drain Valve
Condensate drain valve ialah bagian dari kompressor yang berfungsi
membuang kondensat (uap air) yang terjadi saat kompressor bekerja dengan
mengambil udara dari luar, sehingga udara yang masuk ke dalam sistem udara
tekan menjadi bersih dan tidak menimbulkanadanya endapan air. Manfaat lainnya
pada sistem hidrolik adalah, oli tetap bersih karena kontaminasi dari air telah
dibuang melalui Condensate Drain Valve.
Pada industri, penggunaan kompresor sangat penting, baik sebagai
penghasil udara mampat atau sebagai satu kesatuan dari mesin-mesin. Kompresor
banyak dipakai untuk mesin pneumatik, sedangkan yang menjadi satu dengan
mesin yaitu turbin gas, mesin pendingin dan lainnya.
Dengan mengambil contoh kompresor sederhana, yaitu pompa ban sepeda
atau mobil, prinsip kerja kompresor dapat dijelaskan sebagai berikut. Jika torak
pompa ditarik keatas, tekanan di bawah silinder akan turun sampai di bawah
tekanan atmosfer sehingga udara akan masuk melalui celah katup hisap yang
kendur. Katup terbuat dari kulit lentur, dapat mengencang dan mengendur dan
dipasang pada torak. Setelah udara masuk pompa kemudian torak turun kebawah
dan menekan udara, sehingga volumenya menjadi kecil.

Gambar 2.4 Contoh kompresor sederhana


Tekanan menjadi naik terus sampai melebihi tekanan di dalam ban,
sehingga udara mampat dapat masuk ban melalui katup (pentil). Karena diisi
udara mampat terusmenerus, tekanan di dalam ban menjadi naik. Jadi jelas dari
contoh tersebut, proses pemampatan terjadi karena perubahan volume pada udara
yaitu menjadi lebih kecil dari kondisi awal.

Gambar 2.5 Kompresor


Kompresor yang terlihat pada gambar 2.5 biasa kita jumpai dibengkelbengkel kecil sebagai penghasil udara mampat untuk keperluan pembersih
kotoran dan pengisi ban sepeda motor atau mobil. Prinsip kerjanya sama dengan
pompa ban, yaitu memampatkan udara di dalam silinder dengan torak.
Perbedaanya terletak pada katupnya, kedua katup dipasang dikepala silinder, dan
tenaga penggeraknya adalah motor listrik. Tangki udara berfungsi sama dengan
ban yaitu sebagai penyimpan energi udara mampat.

Proses kerja dari kompresor kerja tunggal dan ganda. Adapun urutan
proses lengkap adalah sebagai berikut. Langkah pertama adalah langkah hisap,
torak bergerak ke bawah oleh tarikan engkol. Di dalam ruang silinder tekanan
menjadi negatif di bawah 1 atm, katup hisap terbuka karena perbedaan tekanan
dan udara terhisap. Kemudian torak bergerak keatas, katup hisap tertutup dan
udara dimampatkan. Karena tekanan udara mampat, katup ke luar menjadi
terbuka.

Gambar 2.6 Kompresor torak kerja ganda


Gambar 2.6 di atas adalah kompresor torak kerja ganda. Proses kerjanya
tidak berbeda dengan kerja tunggal. Pada kerja ganda, setiap gerakan terjadi
sekaligus langkah penghisapan dan pengkompresian. Dengan kerja ganda, kerja
kompresor menjadi lebih efisien.

2.3

Klasifikasi dan Jenis-jenis Kompresor


a. Klasifikasi kompresor tergantung metode kompresi :
1. Kompresor torak, bolak- balik (metode kompresi positif)
2. Kompresor torak tingkat ganda (metode kompresi positif)
3. Kompresor putar (metode kompresi positif)
4. Kompresor sekrup (metode kompresi positif)
5. Kompresor sentrifugal satu tingkat (metode kompresi sentrifugal)
6. Kompresor sentrifugal tingkat ganda (metode kompresi
centrifugal)

b. Klasifikasi menurut bentuk :


1. Jenis vertikal
2. Jenis horizontal
3. Jenis silinder banyak (jenis V, jenis W, jenis VV)
c. Klasifikasi menurut kecepatan putar
1. Jenis kecepatan tinggi
2. Jenis kecepatan rendah
d. Klasifikasi menurut gas refrigeran
1. Kompresor ammonia
2. Kmpresor Freon
3. Kompresor CO2
e. Klasifikasi menurut konstruksi
1. Jenis terbuka
2. Jenis hermatik
3. Jenis semi hermatik

2.4 Bagian-bagian Kompresor dan Fungsinya


1. Kerangka (frame)
Fungsi utama adalah untuk mendukung seluruh beban dan berfungsi juga
sebagai tempat kedudukan bantalan, poros engkol, silinder dan tempat
penampungan minyak pelumas.

Gambar 2.7 Kerangka (frame)

2. Poros engkol (crank shaft)


Berfungsi mengubah gerak berputar (rotasi) menjadi gerak lurus bolak
balik (translasi).

Gambar 2.8 Poros engkol (crank shaft)

3. Batang penghubung (connecting rod)


Berfungsi meneruskan gaya dari poros engkol ke batang torak melalui
kepala silang, batang penghubung harus kuat dan tahan bengkok sehingga mampu
menahan beban pada saat kompresi.

Gambar 2.9 Batang penghubung (connecting rod)


4. Kepala silang (cross head)
Berfungsi meneruskan gaya dari batang penghubung ke batang torak.
Kepala silang dapat meluncur pada bantalan luncurnya.

10

Gambar 2.10 Kepala silang (cross head)


5. Silinder (cylinder)
Berfungsi sebagai tempat kedudukan liner silinder dan water jacket.

Gambar 2.11 Silinder (cylinder)


6. Liner silinder (cylinder liner)
Berfungsi sebagai lintasan gerakan piston torak saat melakukan proses
ekspansi, pemasukan, kompresi, dan pengeluaran.
7. Front and rear cylinder cover.
Adalah tutup silinder bagian head end/front cover dan bagian crank
end/rear cover yang berfungsi untuk menahan gas/udara supaya tidak keluar
silinder.
8. Water Jacket

11

Adalah ruangan dalam silinder untuk bersirkulasi air sebagai pendingin.


9. Torak (piston)
Sebagai elemen yang menghandel gas/udara pada proses pemasukan
(suction), kompresi (compression) dan pengeluaran (discharge).

Gambar 2.12 Torak (piston)


10. Cincin torak (piston rings)
Berfungsi mengurangi kebocoran gas/udara antara permukaan torak
dengan dinding liner silinder.
11. Batang Torak (piston rod)
Berfungsi meneruskan gaya dari kepala silang ke torak.
12. Cincin Penahan Gas (packing rod)
Berfungsi menahan kebocoran gas akibat adanya celah (clearance) antara
bagian yang bergerak (batang torak) dengan bagian yang diam (silinder). Cincin
penahan gas ini terdiri dari beberapa ring segment.
13. Ring Oil Scraper
Berfungsi untuk mencegah kebocoran minyak pelumas pada frame.
14. Katup kompresor (compressor valve)
Berfungsi untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran gas/udara, kedalam
atau keluar silinder. Katup ini dapat bekerja membuka dan menutup sendiri akibat

12

adanya perbedaan tekanan yang terjadi antara bagian dalam dengan bagian luar
silinder.
2.5

Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari


Kompressor merupakan alat yang berguna untuk mengalirkan udara atau

gas. Dimana fungsi ini sangat diperlukan dalam berbagai bidang. Beberapa
aplikasi kompressor antara lain:
A. Pada Bidang Otomotif
1. Pengkompressian udara untuk dimasukkan dalam reservoir yang akan
digunakan untuk pengisian ban kendaraan.
2. Untuk pengecatan semprot (dyco) pada dinding mobil, kapal laut,
pesawat dll.
3. Sebagai pengering dan pembersih dalm perbengkelan.
B. Pada Bidang Industri
1. Dalam industri minuman botol dimana udara dalam botol dihampakan
dengan daya isap kompresor.
2. Industri pertambangan gas, gas akan diisap dengan kompressor untuk
ditampung dalam

reservoir dan untuk dilanjutkan pada aplikasi

lainnya.
3. Dalam pertambangan juga digunakan dalam pengeboran hidrolik
dengan

menggunakan gas yang bertekanan dari kompressor yang

menekan mata bor.


C. Aplikasi Lainnya
1. Digunakan dalam sistem pengkondisian udara untuk menaikkan
temperature dan tekanannya.
2. Digunakan dalam mekanisme turbo charge untuk memperbesar udara
yangmasuk ke silinder.
3. Digunakan dalam sistem pembangkitan listrik seperti pada PLTU dan
PLTG.
2.6

Rumus yang Digunakan


1. Tekanan uap air actual
a. Tekanan pada saluran isap
Pv1
= . Psw1..(Pa)
b. Tekanan pada saluran buang/keluar

13

Pv2
= . Psw2..(Pa)
Dengan:
= persentase kelembaban udara di dalam ruangan
Psw1
= tekanan uap air bola kering pada saluran isap (kg/m2)
Psw2
= tekanan uap air bola kering pada saluran keluar (kg/m2)
2. Densitas udara
1 cmHg
= 27,85 Psf
1 Psf = 47,88 Pa
1 atm = 101325 Pa
P1 = P3 + P
a. Saluran isap
atm P
a1 = R+ T db .(Pa)
v1

b. Saluran keluar
atm P
a2 = R+ T db ..(Pa)
v2

3. Laju aliran massa di orifice


m = . . A . [ 2. g. a2 . (Patm P1) ] x 60 ..(kg/min)
4. Kapasitas udara di saluran isap
Qs =

m
a1

.(m3/min)

5. Tekanan isap absolute


Ps = Pd [ Tdb / Tdeliv] k/k-1
6. Efisiensi adiabatic
Nad
Nad = Ninp x 100%
Ninp

= V motor x I motor ..(watt)

7. Kapasitas aliran udara di silinder


Vl
Qth
= Vs . n .(m3/min)

14

8. Efisiensi volume metric kompresor


v =

Qs
Qth

. 100%

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1

Diagram Alir Percobaan

MULAI

15


PERSIAP
AN

PENGERJA
AN

PERAWATA
N

SELESAI

Membaca dan memahami


prosedur penggunaan.
Memeriksa keadaaan
komponen-komponen.
Memeriksa sambungan
kelistrikan.
Memeriksa keadaan oli.

Menyalakan switch
utama
Menyalakan mode switch
Inverter dalam posisi
On
Menekan mode
sebanyak 2x
Memeriksa
kelayakan
setiap komponen mesin.
Membersihkan alat dan
meja praktikum setelah
penggunaan.
Memeriksa kondisi oli
dalam kondisi cukup.
Membuang angin dalam
kompresor
setelah
praktik selesai
Memeriksa
kondisi
sambungan
kelistrikan
selalu dalam kondisi baik

Gambar 3.1 Diagram alir percobaan


3.2

Prosedur Pengujian

1. Langkah Persiapan
a. Membaca dan memahami prosedur penggunaan mesin kompresor torak.
b. Memeriksa keadaaan komponen-komponen pada mesin kompresor
torak.
c. Memeriksa sambungan kelistrikan pada mesin kompresor torak.

16

d. Memeriksa keadaan oli kompresor torak pada indikator terisi / standar


operasional
2. Langkah pengrjaan
a. Menyalakan switch utama ( switch 1) hingga lampu indikator switch
menyala.
b. Menyalakan mode switch Inverter dalam posisi On (awitch 2 dan 3).
Dan switch 4 dan 5 dalam posisi Off untuk menghindari arus balik.
c. Untuk menyalakan motor, menekan mode sebanyak 2x, hingga display
menunjukan tulisan opnd.
d. Menekan tombol
hingga display menampilkan Pu.
e. Menekan tombol FWD hingga display menunjukkan angka o.oodengan
titik kedip di sebelah kanan angka.
f. Inverter siap digunakan. Menentukan frekuensi yang diinginkan dengan
memutar knop inverter. (max 30 Hz)
g. Untuk mengoperasikan motor pada frekuensi 50 Hz maka dengan
menekan tombol stop / reset. Matikan switch 2 dan 3. Menyalakan
switch 4 dan 5.
3. Langkah Perawatan
a.
b.
c.
d.
e.

Memeriksa kelayakan setiap komponen mesin.


Membersihkan alat dan meja praktikum setelah penggunaan.
Memeriksa kondisi oli dalam kondisi cukup.
Membuang angin dalam kompresor setelah praktik selesai
Memeriksa kondisi sambungan kelistrikan selalu dalam kondisi baik
tidak terkena air.

3.3

Alat dan Bahan yang Digunakan

1.

Pressure Gauge

2.

Amperemeter

3.

Inverter

17

Gambar 3.2 Tabung manometer, pressure gauge, switch, amperemeter, inverter


4.

Tangki udara

Gambar 3.3 Tangki udara


5.

Thermometer

Gambar 3.4 Themometer


6.

Motor

Gambar 3.5 Motor

18

7.

Kompresor

Gambar 3.6 Kompresor

19