Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
Latar belakang
Injection pump atau yang biasa disebut bosch pump adalah sebuah alat yang berfungsi
untuk mensuplai bahan bakar ke ruang bakar melalui nozzel dengan tekanan tinggi (max 300
kg
/cm2). Bahan bakar yang diinjeksikan dengan tekanan tinggi tersebut akan membentuk kabut
dengan partikel-partikel bahan bakar yang sangat halus sehingga mudah bercampur dengan
udara.
1.1 Lokasi Pompa Injeksi bahan Bakar

Pompa injeksi bahan bakar (Fueli njection pump) pada diesel engine dengan susunan
silinder tipe in-line biasanya terletak di bagian kiri atau kanan dari engine. Sedangkan pada Vengine biasanya diletakkan di tengah. Ada juga V- engine yang menggunakan dua buah pompa
injeksi yang masing-masing diletakkan di bagian kanan dan kiri engine.
Pompa bahan bakar yang umum digunakan pada diesel engine putaran tinggi untuk
automobile dan mesin-mesin konstruksi adalah tipe jerk pump system. Jerk berarti bergerak ke
atas. Hal ini dikarenakan pompa ini menggunakan plunger yang bergerak ke atas pada saat
memompa bahan bakar ke ruang bakar engine.

Pompa injeksi bahan bakar tipe central diklasifikasikan ke dalam empat tipe, yaitu: tipe
in-line, distributor, V, dan parallel. Tipe in-line digunakan pada diesel engine kelas menegah dan
besar, dimana plunger-nya disusun segaris dengan jumlah sesuai dengan banyaknya silinder. Tipe
ditributor kadang digunakan pada diesel engine ukuran kecil, dimana pada tipe ini, bahan bakar
disuplai oleh satu buah plunger yang melayani semua silinder. Pada tipe V, plunger-nya disusun
dengan bentuk V.
Pada tipe parallel, dua buah in-line pump disusun secara parallel. Pompa injeksi bahan
bakar tipe separate diklasifikasikan ke dalam dua tipe, yaitu: tipe single dan tipe unit injector.
Pada tipe single, camshaft-nya digunakan untuk memompa bahan bakar. Sedangkan pada tipe
unit injector, antara injection pump dan injection nozzle-nya dijadikan satu.

Rumusan Masalah
1. Definisi injection pump atau bosch pum ?
2. Prinsip kerja injection pum ?
3. Lokasi injection pump ?
4. Cara perbaikan dan perawatan injection pump ?
Tujuan
1. Mengetahui tentang injection pump
2. Lokasi injection pump
3. Mengetahui prinsip kerja dengan jelas
4. Mengetahui cara perbaikan dan perwatan injection pump

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Analisa Injection Pump Tipe Inline dan Distributor Pada Produk Mitsubishi
1. Injection Pump
Pompa injeksi ( injection pump ) dan Nozzle (alat pengabut) untuk menyemprotkan bahan
bakar yang diperlukan dalam sistem motor diesel
Bahan bakar ini harus berupaminyak ringan yang memungkinkan dapat terbakar dengan
sendirinya (self ignition). Yangmana Injection Pump ini terbagi atas dua jenis yaitu :
1. Inline
2

2. Distributor
Perbedaan antara kedua jenis menurut data yang diperoleh di lapangan yaitu bengkelresmi
Mitsubishi ini adalah

A. Tipe Inline
1. Dilihat dari konstruksinya
1. Kostruksinya lebih sederhana
2. Suku cadangnya mudah ditemukan
3. Cara kerjanya sederhana
4. Harga suku cadangnya mahal
5. Penyetelan minyaknya lebih rumit ( dilakukan satu per satu)
6. Memiliki 4 buah plunger untuk mobik yang 4 piston.
2. Dilihat berdasarkan pemakainnya
3. Dikarenakan tipe ini dirancang untuk mobil yang tidak memerlukan tekanan yangtinggi
dan tenaga yang besar maka tipe ini cocok untuk kecepatan tinggi seperti mobil mobil
angkutan ringan dan sedang seperti L300.
4. Dilihat berdasarkan cara kerja
Drive shaft yang diputar oleh timing belt atau gigi dari mesin memutar cam disk melalui
sebuahcross coupling. Pinyang terpasangkan secara dipres pada cam disk dipasangkan kedalam
groove yang ada pada plunger bertujuan untuk memutar plunger. Untuk mengerakkan plunger
maju mundur cam disk dilengkapi pula dengan bagian permukaan yang menonjol pada
camdalam jumlah yang sama banyaknya yang dirancangdalam bentuk yang seragam
mengelilingi tepi luar dari cam dengan jumlah yang samadengan jumlah silinder. Persentuhan
dengan roller holder assembly karena cam disk dan plunger ditekan ke arah roller holder
assembly oleh kuat gaya pegas dari dua buah plunger spring. Dengan demikian dapat mengikuti
gerakan cam disk. Karena cam disk diputar dengan drive shaft diatas roller holder assembly,
gerakkan berputar yang bersamaandengan maju mundur dapat terjadi Konstruksi roller
holder assembly dibuat sedemikianrupa agar dapat diputar pada suatu sudut tertentu yang sesuai
dengan gerakan timer.
Untuk tipe Distributor cara kerjanya adalah: drive shaft memutar feed pump,camdisk
dan plunger secara bersamasama gerakan maju mundur plunger terjadi akiba gerakan dari
bentuk permukaan cam disk yang berputar terhadap roller assembly. Bila inlet slit dari
plunger dan inlet port dari plunger barrel yang dipasang di pres pada distributor head sejajar,
bahan bakar akan dihisap kedalam ruang tekan. Setelah inlet port barrel plunger telah ditutup
oleh plunger, plunger akan naik. Sesudah outlet slit plunger dan outlet port sejajar, tekanan
pada ruangan tekan setelah melampaui tekanan sisa yang adadidalam saluran bahan bakar pipa
injeksi dan delivery valve telah membuka, maka bahan bakar akan mengalir ke pipa injeksi
kemudian melalui nozzle diinjeksikan ke silinder mesin. Setelah cut off port plunger telah
sejajar dengan ujung permukaan dari control sleeve , pengiriman bahan bakar oleh plunger
3

berakhir. Plunger barrel hanya memiliki satu buah inlet port akan tetapi memiliki sebuah
outlet port untuk setiap silinder mesin.Walupun plunger memiliki inlet yang sama banyaknya
dengan jumlah silinder mesin,tetapi hanya memiliki satu outlet slit. Untuk masingmasing tipe
untuk perawatan yang perlu dilakukan, disini yang perludilakukan terhadap bagianbagian
pendukung dari injection pump tersebut diantaranyadimulai dari tangki, water separator ,
saringan dan pipa penyalur bahan bakar tersebut harus selalu bersih agar tidak ada ganguan
terhadap aliran bahan bakar guna untuk mendapatkan bahan bakar yang murni tidak
terkontaminasi dengan bahan lain yang dapatmenyebabkan kerusakan terhadap komponen
komponen pompa injeksi tersebut . Dan pelumasan terhadap komponenkomponen dalamnya,
dimana untuk tipe Inline pelumasan dilakukan
langsung oleh oli dari mesin. Dan tipe
Distributor pelumasan dilakukanlangsung oleh bahan bakar itu sendiri

2.2 Analisa kerusakan yang sering terjadi pada kedua tipe Injection Pump
A. Untuk Injection Pump Tipe Inline kerusakan yang sering terjadi adalah :
1. Pada plunger
kerusakan yang sering terjadi yaitu tergores.Penyebab: pemakaian bahan bakar yang
terkontamiasi dengan bahan lain, adanyakotoran yang mengendap pada tangki bahan
bakar, saringan bahan bakar yang tidak bekerja dengan baik (lama tidak diganti).
Perbaikan: bersihkan tangki bahan bakar dan bersihkan atau diganti saringan
minyak dengan yang baru.

2. Delivery valve yang aus.


- Penyebab: dikarenakan Injection Pump Tipe inline ini memiliki tekanan yang
tinggidan pemakaian yang telah lama, maka katup delivery ini akan aus akibat
fungsikerjanya untuk menahan tekanan yang dihasilkan.
- Perbaikan: delivery valve ini jika terjadi keausan maka perbaikanya diganti
denganyang baru
3. Bearing aus.
- Penyebab: adanya getaran, putaran kejut saat Injection Pump beroperasi.
- Perbaikan: jika terjadi keausan pada bearing ganti dengan yang baru.
4. Sliding block yang aus.
4

5.

Penyebab: fungsi dari sliding block mengatur keluarnya bahan bakar yang
memilikigigi-gigi pinion yang berubungan dengan plunger barrel , jika
pemakaiannya telahlama gigi-giginya akan aus.
Perbaikan: ganti dengan yang baru.

Busing stang gas aus.


- Penyebab: fungsi dari busing stang gas adalah untuk kedudukan as stang gas.
Karenatelah lama dipakai dan adanya gesekan dengan as stang gas maka
busing tersebutakan aus.
- Perbaikan: Ganti dengan yang baru.

B. Untuk Injection Pump Tipe Distributor kerusakan yang sering terjadi :


1. O-ring menjadi keras.
- Penyebab: karena panas yang di hasilkan Injection pump akan membuat O- ring yang
terbuat,dari,karet,tersebut,akan,menjadi,keras.
- Perbaikan: setiap pembongkaran sebaiknya Oring
selalu
diganti
guna
mencegahterjadi kebocora pada Injection Pump
2. Mesin tidak mau hidup.
- Penyebab: tangki bahan bakar yang kosong, Pipa saluran baha,bakar yangtersumbat,a
danya udara yang terperangkap pada ruang bahan bakar, blade feed pump macet,
kabel magnet putus atau tidak mau bekerja.
- Perbaikan: isi bahan bakar apabila kosong, bersihkan saluran bahan bakar jikatersumb
at, buang udara yang terperangkap pada ruang bahan bakar lakukanlah air bleding
dengan memompakan,feed pump,Periksa kabel penghubung magnet perbaikilah jika
putus dan apabila feed pum tidak berfungsi berkemungkinan blade feed pump macet,
bongkar dan perbaiki.
3. Nozzle tidak bekerja.
- Penyebab: nozzle atau nozzle holder tidak berfungsi atau rusak, kerusakan ini
jugaterjadi pada Injection Pump tipe Inline.
- Perbaikan:
Periksa
saluran
bahan
bakar
dari
Injection
Pump
(periksa saluran darikotoran yang menyumbat) setelah saluran bahan bakar baik,
lakukan pengecekan bila perlu lakukan pembongkaran pada nozzle bersihkan, jika
nozzle tidak dapatdipakai lagi ganti dengan yang baru
4. Mesin tidak mencapai kecepatan maksimal.
- Penyebab: Governor spring terlalu lemah, Control lever tidak dapat mencapai posisi
kecepatan maximum, dan penyemprotan bahan bakar tidak baik kerusakan ini juga
dialami oleh Injection Pump tipe Inline

Perbaikan: Untuk spring governor bila telah lemah ganti dengan yang baru, aturlah
control lever dengan memutar adjusting lever dan periksalah saluran bahan bakar,
nozzle.

C. Urutan Pembongkaran Injection Pump


Pertama kita lepaskan injection pump dari engine dengan cara : Tahan injection pump
dengan tangan, lepaskan lima buah baut pengikat injection pump flage plat. Kemudian lepaskan
injection pump ke arah belakang, gunakan alat khusus untuk memudahkan pelepasan

Gambar IP. 1

D. Langkah-langkah Pembongkaran Ijection Pump tipe Inline


1.Dengan auto timer telah dilepaskan, pasang injection pump pada mounting base dan pump
setting angle (special tool )
2.Gunakan box wrench untuk melepas feed pump

Gambar IP. 2
6

3. Lepaskan governor.
4. Ukur control rack sliding resistance.

Gambar IP. 3

Putar camshaft untuk meyakinkan bahwa resistensi mencapai nilai yang telah ditetapkan
segala posisi.Apabila melebihi nilai yang telah ditetapkan mungkin penyebabnya adaah :

pada

1.Control rack atau giginya rusak


2.Gigi pinion rusak atau pinion yang berhubungan dengan housing rusak
3.Momen pengencangan pada delivery valve holder berlebihan.

Gambar IP. 4

5. Lepaskan cover plate dan gunakan coupling dengan round nut serta holding wrench.
Putar camshaft dengan plunger pada tiap-tiap cylinder berada pada TDC, pasang tappet
insert pada lubang tappet satu persatu

Gambar IP. 5

6. Pasang camshaft clereance gauge pada camshaft untuk mengukur end play

Gambar IP. 6

7. Lepaskan camshaft, pukul perlahan dengan hamer plastik dari sisi governor.
Catatan : Pastikan bahwa cam pada camshaft tidak menyentuh dengan tappet. Dan pasang
flyweight round nut pada ujung camshaft guna melindungi ulir darikerusakan

8. Melepas tappet

Gambar IP. 7

Masukkan roller clamp untuk mendorong tappet keatas. Dengan tappet dalam
keadaan terdorong lepaskan tappet insert dan masukkan tappet clampmelalui camshaft hole,
lalu jepit tappet dan tarik keluar.

9. Masukkan plunger clamp (special tool) dari bagian bawah pompa dan cocokkanujung
plunger clamp ke lower spring seat .Kemudian tarik plunger clam ke luar maka plunger
akan terlepas.Catatan : Ketika melepas plunger, pastikan bahwa lower spring menghadap
keatasguna mencegah terjatuhnya plunger

Gambar IP. 8

10. Lepaskan lock plate dan lepaskan delivery valve holder dengan box wrench kemudian
lepaskan stopper delivery valve dan spring.

Gambar IP. 9

11. Dengan mengunakan delivery valve extractor lepaskan delivery valve. plunger barrel.

Gambar IP. 10

12. Lepaskan plunger barrel.


Catatan: Tempatkan plunger pada plunger barrel

Gambar IP. 11

2.3 Image hasil Observasi

10

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Tandatanda kerusakan dari Injection Pump dapat kita ketahui dengan caramengamati
bunyi yang ditimbulkan oleh mesin pada saat dioperasikan seperti bunyi mesin yang pincang
atau merepet.
Dalam
pembongkaran
Injection
Pump
kita
akan
mengetahui
adanya
komponen komponen yang mengalami kerusakan dan perlu dilakukan pengantian gunauntuk
menjaga kondisi dari mesin, suara yang ditimbulkan serta tenaga yangdihasilkan
Plunger yang tergores, biasanya diakibatkan oleh adanya pemakaian bahan bakar yang
telah terkontaminasi dengan bahan lain, bisa juga diakibatkankotoran yang mengendap ditangki
11

dan terbawa oleh bahan bakar saat bahan bakar dipompakan dimana saringan minyak tidak
bekerja dengan semestinyadan pelumasan yang kurang baik.
Komponen-komponen yang sering bermasalah adalah seperti O- ring yang menjadi keras,
busing stang gas yang aus akibat pemakaian yang terlalu lama, delivery akan aus, bearing yang
aus dan sliding block yang goyang karena telahaus yang diakibatkan oleh peakaian yang telah
lama.

DAFTAR PUSTAKA

Bengkel utama diesel Jl. A. Yani Penukuhan mojosongo mojokerto

12