Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN HASIL MONITORING

DI UNIT PENYELENGGARA BANDAR UDARA H. AROEPPALA


SELAYAR-SULAWESI-SELATAN
I.

DASAR PELAKSANAAN
1. UU. No.1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan.
2. PM. 41 Tahun 2011 TentangOrganisasi dan Tata Kerja Kantor Otoritas Bandara.
3. KP.114 Tahun 2013 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Perhubungan
Nomor 41 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Otoritas Bandar Udara.
4. PM. 63 Kriteria, Tugas dan Wewenang Inspektur Penerbangan
5. Surat Perintah Tugas Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Nomor
KP.004/1029/KOBU WIL V/2015 tanggal 24 Nopember 2015.

II.

RINCIAN PENGAWASAN
a. Jenis Pengawasan
: Monitoring
b. Waktu Pelaksanaan
: 12-14 Desember 2015
c. Ruang Lingkup
: Monitoring

III.

PETUGAS MONITORING :
1. SALAHUDDIN KARIM
2. ANDI MUHAMMAD IQBAL
3. Hj. SIITI AMINAH

IV.

NIP. 19721228 199403 1 002


NIP. 19800814 201012 1 002
NIP. 19630808 198303 2 001

INFORMASI TENTANG PENGAWASAN KESELAMATAN


Kewenangan untuk melaksanakan monitoring pengawasan keselamatan
Pengawasan keselamatan ini dilaksanakan dalam pemenuhan UU No. 1 Tahun 2009 tentang
Penerbangan Pasal 312, bahwa Menteri Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Udara bertanggung
jawab untuk melakukan monitoring pengawasan keselamatan penerbangan nasional.
Dalam pelaksanaan pengawasan keselamatan operasi Bandar Udara, Kantor Otoritas Bandar
Udara akan melakukan monitoring hasil inspeksi terhadap pemenuhan persyaratan dalam
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 24 Tahun 2009 tentang Peraturan Keselamatan
Penerbangan Sipil (PKPS) Bagian 139 Bandar Udara.

Kerahasiaan
Laporan pengawasan ini bersifat rahasia antara Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V dan
Unit Penyelenggara Bandar udara H.Aroeppala Selayar. Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V
Makassar ataupun Unit Penyelenggara Bandar Udara H.Aroeppala Selayar tidak akan
menyebarkan sebagian atau keseluruhan laporan ini, kecuali atas persetujuan Kantor Otoritas
Bandar Udara Wilayah V dan Unit Penyelenggara Bandar Udara H.Aroeppala Selayar.

Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Page 1

Metode Pengawasan
Metode pengawasan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode monitoring. Monitoring
adalah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengawasi atau memantau proses
perkembangan pelaksanaan pengawasan keselamatan penerbangan. Monitoring Hasil Inspeksi
keselamatan dilaksanakan terhadap unsur tertentu pengawasan dan/atau pada output yang ada
(kondisi nyata di lapangan) terhadap standard dan ketentuan yang berlaku. Kantor UPBU
H.Aroeppala Selayar yang beroperasi wajib untuk melakukan tindakan perbaikan sehingga
temuan tidak terjadi lagi.
Monitoring Hasil Temuan Pengawasan Keselamatan
Monitoring Temuan hasil pelaksanaan keselamatan dengan metode monitoring diidentifikasi
menjadi sesuai (S) dan tidak sesuai (TS).
V.

RINGKASAN MONITORING
a. Latar Belakang
Kantor UPBU H.Aroeppala Selayar adalah salah satu Unit Pelaksana Bandar Udara di bawah
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dengan klasifikasi Bandar Udara sebagai Bandar Udara
Kelas 3. Lokasi Bandar Udara terletak di Desa Buntusunggu Kecamatan Bontoharu Kabupaten
Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan dengan Lokasi (Koordinat ARP) 060 10 0 36,90(S) 1200 26
14,80 (E). Dengan konstruksi asphalt hotmix pada konstruksi runway dengan dimensi 70 x 98,6
meter, Konstruksi rigid pada konstruksi apron.
b. Ringkasan
Pelaksanaan monitoring hasil inspeksi dilaksanakan pada hari sabtu sampai senint tanggal 12
sampai 14 Desember 2015. Pelaksanaan monitoring hasil inspeksi dimulai dengan melakukan
pemeriksaan di area land side (sisi darat) meliputi fasilitas terminal seperti ruang tunggu
keberangkatan, toilet, fasilitas check in, timbangan, fasilitas parkir dan jalan akses (access road),
fasilitas perkantoran, gedung power house, telekomunikasi dan navigasi penerbangan. Selama
inspeksi, petugas inspektor didampingi, teknisi listrik, teknisi telekomunikasi navigasi dari
Bandar Udara H.AROEPPALA SELAYAR
Hasil yang diperoleh selama pelaksanaan monitoring hasil inspeksi peralatan dan utilitas Bandar
udara secara umum :
A. Monitoring
Hasil Pelaksanaan kegiatan Monitoring Bandar Udara H. Aroeppala Selayar.
a. Retak memanjang pada runway side strip marking di sekitar area threshold runway
designation 16 dengan lebar 3-5 cm (close)
b. Disintegration/ kerontokan pada permukaan runway secara umum sehingga menyebabkan
adanya butiran-butiran lepas yang berpotensi menimbulkan FOD (close)
c. Rumput tumbuh pada permukaan Runway (close)
d. Ketentuan marka yang belum sesuai dengan peraturan Dirjen Perhubungan Udara nomor
KP.29 tahun 2014.(poin 8.6.1.2) (close)

Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Page 2

e. Pengelupasan derajat berat sekitar satu meter dari runway centerline marking di area
runway designation 34.(close)
f. Hasil pekerjaan pelapisan runway menutupi marka threshold di area runway designation
34 (close)
g. Belum terdapat ruang VIP. (close)
h. Belum memiliki personil ATC,COM dan AIS, sehingga personil AVSEC yang tidak
memiliki license dan rating melakukan tupoksi sebagai controller/personil AFIS di Tower
(open)
i. Belum terdapat dokumen studi Analisis Mengenai Dampak lingkungan (AMDAL) (open)
j. Belum ada dokumen dan file rancangan atau keputusan Menteri terkait DLKR Bandar
Udara(open)
k. Belum terdapat data koordinat titik-titik batas DLKR.(open)
l. Belum terdapat gambar batas lahan eksisting,batas lahan rencana Induk/Rencana
Pengembangan batas lahan DLKR (open)
m. Belum ada rekomendasi terkait DLKr dari Pemerintah Tk.I (Gubernur) dan Pemerintah
Tk.I (bupati) (open)
n. Belum ada dokumen Rancangan atau keputusan Menteri terkait KKOP di sekitar bandara
(close)
o. Belum terdapat penetapan batas-batas dan titik koordinat KKOP(close)
p. Belum terdapat form pelaporan Bird strike/hewan liar terkai Manajemen Bahaya hewan
liar (Wild Live Hazard Management (close)
q. Belum tersedia petugas pemeriksa pengamanan sesuai dengan jenis kelamin calon
penumpang yaWanita,(close)
r. Belum terdapat
Peralatan CCTV pada titikyang berpotensi adanya ancaman
keamanan(close)
s. Lampu jalan belum memadai(close)
B. Kesimpulan
1. Monitoring dan Evaluasi hasil inspeksi terhadap kegiatan keselamatan penerbangan diharapkan
untuk selalu dilaksanakan mengingat kegiatan monitoring ini merupakan acuan untuk
memantau sampai seberapa jauh pelaksanaan kegiatan monitoring
Beberapa hal yang perlu disimpulkan terkait dengan kegiatan pemantauan dan evaluasi dari
kegiatan Monitoring yang dilaksanakan pada tanggal 12-14 Desember 2015 ini adalah
2. Temuan inspeksi yang harus ditindaklanjuti oleh UPBU H. Aroeppala adalah 6 (enam)
Temuan (OPEN)

INSPEKSI
25-27
NO
1.

BIDANG
Pengoperasian Bandar
Udara

September
2014
18

B. SARAN

Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Page 3

STATUS MONITORING TANGGAL 12-14


September 2015
OPEN
CLOSE
MONITORING
TARGET
6

Tahun 2016

12

Setelah monitoring selesai, petugas monitoring melakukan rekapitulasi tindak lanjut hasil temuan
dan pembuatan berita acara serta penyampaian kepada Kepala Kantor UPBU H. Aroepala
Selayar terkait tindak lanjut hasil temuan-temuan yang didapatkan oleh petugas monitoring
Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V. Kepala Bandara memberikan tanggapan tindak lanjut
hasil temuan serta rencana tindak lanjut (rekomendasi) yang telah dan akan dilaksanakan oleh
pengelola bandara.

Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Page 4

INDEKS TEMUAN INSPEKSI


I.

NO.
1.

PENGOPERASIAN BANDAR UDARA


REFERENSI
REGULASI
SKEP/78/VI/2005

KESESUAIAN
DENGAN
REGULASI
TIDAK
SESUAI
SESUAI

MONITORING
Retak memanjang pada runway side
strip marking di sekitar area threshold

runway designation 16 dengan lebar 3-

TINDAK LANJUT DAN


KECENDERUNGAN
KINERJA

TGL.

Pihak UPBU telah memperbaiki


overlay pada bulan mei

TGL.
TARGET

STATUS

TAHUN
2015

close

TAHUN
2015

Close

desember tahun 2015

2.

SKEP/78/VI/2005

Disintegration/

kerontokan

permukaan

runway

secara

sehingga

menyebabkan

pada
umum

adanya

Pihak UPBU telah memperbaiki


overlay

pada

bulan

mei

desember tahun 2015

butiran-butiran lepas yang berpotensi


menimbulkan FOD.
3.

SKEP/78/VI/2005

Rumput

tumbuh

pada

permukaan

Pihak UPBU telah memperbaiki


overlay pada bulan mei
desember tahun 2015

TAHUN
2015

Close

Ketentuan marka yang belum sesuai

Pihak UPBU telah memperbaiki


overlay pada bulan mei
desember tahun 2015

TAHUN
2015

Close

Runway
4.

KP 29 Th 2014

dengan peraturan Dirjen Perhubungan


Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Page 5

NO.

REFERENSI
REGULASI

KESESUAIAN
DENGAN
REGULASI

MONITORING
Udara nomor KP.29 tahun 2014.(poin

TINDAK LANJUT DAN


KECENDERUNGAN
KINERJA

TGL.

TGL.
TARGET

STATUS

8.6.1.2)
5.

6.

SKEP/78/VI/2005

KP 29 Th 2014

Pengelupasan derajat berat sekitar satu

Pihak UPBU telah memperbaiki

meter dari runway centerline marking

overlay

di area runway designation 34.

desember tahun 2015

Hasil

pekerjaan pelapisan runway

pada

bulan

mei

TAHUN
2015

Close

Pihak UPBU telah memperbaiki


overlay pada bulan mei
desember tahun 2015

TAHUN
2015

close

Pihak UPBU telah memperbaiki


overlay pada bulan mei
desember tahun 2015
Perlu segara menyusun dokumen

TAHUN
2015

close

TAHUN
2016

Open

menutupi marka threshold di area


runway designation 34.
7

Belum terdapat ruang VIP.


KM
2010

11

Tahun Belum

ada

dokumen

dan

file

Rancangan atau Keputusan Menteri


terkait DLKr Bandar Udara.

Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Page 6

DLKr Bandar Udara.

9
NO.

10

SKEP
REFERENSI
302/V/2011
REGULASI
CASRPart 171.075
CASRPart 171.080

KM 11 Tahun 2010

Belum memiliki personil ATC,COM

KESESUAIAN
DENGAN
REGULASI

yang tidak memiliki license dan rating

Perlu segera melakukan evaluasi


TINDAK LANJUT DAN
KECENDERUNGAN
personil
agar dapat memenuhi
KINERJA
pensyaratan yang telah di

melakukan

tetapkan.

dan AIS, MONITORING


sehingga personil AVSEC
tupoksi

sebagai

controller/personil AFIS di Tower.


Belum terdapat dokumen studi
Analisis

Mengenai

Dampak

Perlu segara dilakukan studi


Amdal dan menyusun dokumen-

lingkungan (AMDAL).

dokumen
Bandar

11

KM 11 Tahun 2010

KM 11 Tahun 2010
12

Belum terdapat data koordinat titik

Selayar.
Agar segera melakukan survey

Belum terdapat gambar batas lahan


batas

lahan

Rencana

Pengembangan

batas lahan eksisting, batas lahan

dan

batas lahan DLKr


Belum ada rekomendasi terkait DLKr

TAHUN
2016

open

TAHUN
2016

open

TAHUN
2016

open

TAHUN
2016

open

rencana induk/rencana

Agar

segera

berkoordinasi

dari Pemerintah Tk.I (Gubernur) dan

dengan

Pemerintah Tk.II (Bupati).

terkait rekomendasi DLKr.

Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Page 7

STATUS

Aroeppala

batas DLKr.
Agar segera membuat gambar

open

di

untuk penetapan titik koordinat

eksisting,

KM 11 Tahun 2010

Udara

Amdal

titik batas DLKr.

Induk/Rencana
13

terkait

TGL.

TAHUN
TGL.
2016
TARGET

pemerintah

setempat

14
NO.

15

16

REFERENSI
CASR
Part 139
REGULASI

CASR Part 139

CASR Part 139

KESESUAIAN
DENGAN
REGULASI

Keputusan Menteri terkait KKOP di

TINDAK LANJUT DAN


PihakKECENDERUNGAN
UPBU telah membuat
RancanganKINERJA
Keputusan Menteri

sekitar Bandar Udara


Belum terdapat penetapan batas

terkait KKOP
Pihak UPBU Telah Membuat

Belum adaMONITORING
dokumen Rancangan atau

batas dan titik koordinat KKOP.

penetapan

Belum terdapat form pelaporan Bird

kordinat KKOP
Pihak UPBU telah

strike/hewan liar terkait Manajemen


Bahaya Hewan Liar (Wild Live Hazard
Management).

Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Page 8

batas-batas

titik
mebuat

Pelaporan terkait (wild Live


Hasard management)

TGL.

TGL.
TAHUN
TARGET
2015

close
STATUS

TAHUN
2015

close

close

VII.

CATATAN DAN REKOMENDASI


Perencanaaan, pembangunan dan pengoperasian suatu Bandar Udara harus memenuhi
ketentuan keselamatan penerbangan yang secara internasional tercantum dalam Annex 14.
Pengoperasian Bandar Udara sesuai ketentuan keselamatan penerbangan dimaksudkan untuk
menjamin keselamatan pengoperasian pesawat udara. Berkaitan dengan hal tersebut, sesuai
ketentuan dalam CASR (Civil Aviation Savety Regulation) 139 ; Aerodrome maka
direkomendasikan kepada penyelenggara Bandar Udara, yaitu :
a. Memperkerjakan

personil

pengoperasian

Bandar

Udara

yang

memiliki

kualifikasi/kompetensi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan dalam jumlah yang
memadai.
b. Menjamin Bandar udara (aerodrome) dioperasikan dan dipelihara dengan tingkat
perhatian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
c. Mengoperasikan dan memelihara Bandar udara sesuai dengan prosedur yang terdapat
dalam aerodrome manual.
VIII.

KESIMPULAN
Dari hasil inspeksi Tim Otoritas Bandar Udara Wil.V Makassar pada Unit Penyelenggara
Bandar Udara H.Aroeppala Selayar terdapat beberapa temuan yang perlu segera
ditindaklajuti agar dapat meningkatkan keselamatan penerbangan, temuan tersebut
diantaranya:
Temuan monitoring yang telah ditindaklanjuti oleh UPBU H.Aroeppala Selayar berjumlah
16 (lima belas) temuan yaitu 10 (sepuluh) temuan (CLOSED) dan 6 (enam) temuan (OPEN)

IX.

PENUTUP
Demikian laporan hasil inspeksi ini dibuat untuk segera ditindaklanjuti.
TIM INSPEKSI

Makassar, Desember 2015


Mengetahui,

SALAHUDDIN KARIM
NIP. 19721228 199403 1 002

ANDI MUHAMMAD IQBAL


NIP. 19781014 200812 1 002

Hj. SIITI AMINAH


NIP. 19630808 198303 2 001

Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Page 9

KEPALA BIDANG PELAYANAN DAN


PENGOPERASIAN BANDARA

ANUNG BAYUMURTI, SE, MT


Pembina Utama Muda ( IV/b
NIP. 19641108 199003 1 001