Anda di halaman 1dari 6

RESUME MENULIS LAPORAN PENELITIAN KUALITATIF

PENGERTIAN PENELITIAN KUALITATIF


Penelitian berasal dari bahasa inggris research (re: kembali, dan search:
mencari), dengan demikian research berarti mencari kembali. Sehingga,
penelitian adalah semua kegiatan pencarian, penyelidikan dan percobaan
secara ilmiah dalam suatu bidang tertentu untuk mendapatkan fakta-fakta tau
prinsip-prinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru dan
menaikan tingkat ilmu dan teknologi.
Penelitian kualitatif adalah

penelitian

yang

dimaksudkan

untuk

mengungkap gejala secara holistik-kontekstual (secara menyeluruh dan sesuai


konteks/apa adanya) melalui pengumpulan data dari latar alami sebagai sumber
langsung dengan instrumen kunci penelitian itu sendiri.
KERANGKA PENELITIAN KUALITATIF
Kerangka penelitian merupakan kerangka dasar yang melandasi dilakukannya
suatu penelitian, terutama sebagai landasan pemilihan masalah dan metode
penelitian yang akan digunakan dalam rangka penulisan skripsi/Tesis. Kerangka
penelitian terdiri dari 4 (empat) bab seperti akan diuraikan berikut ini. Hal-hal
yang akan dipaparkan di bawah ini mengacu pada format penelitian kualitatif.
Aspek-aspek atau sub bab yang diuraikan dalam format ini merupakan bagian
yang wajib ada.
STRATEGI MENULIS
Menulis Laporan Penelitian Kualitatif
Apapun nan Anda teliti dan berapa lama Anda melakukannya tak akan diketahui
orang lain, kecuali Anda melaporkannya. Lagi pula, tujuan penelitian bukan
sekadar meningkatkan pengetahuan, melainkan juga buat berbagi pengetahuan
dengan orang lain.
Tanpa pelaporan, pengorbanan Anda hanyalah kesia-siaan. Jadi, ujung dari
segala macam-macam penelitian itu ialah sebuah karya tulis buat dibaca orang
lain, antara lain pembimbing, mahasiswa, lain, peneliti lain, para pengambil
kebijakan dan sebagainya.
Dalam bukunya, Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory
anda Methods (1992: 154-163), Bogdan dan Biklen menyarankan beberapa hal
dalam menganalisis data dalam penelitian kualitatif, sebagai berikut.

a. Upayakan agar penelitian Anda tak melebar, buatlah sesempit mungkin.


Artinya, restriksi masalah absolut diperlukan.
b. Ambil keputusan jenis penelitian nan akan Anda lakukan. Misalnya,
apakah

penelitian

Anda

terfokus

pada

proses,

produk,

atau

pengembangan model.
c. Susun pertanyaan-pertanyaan analitis. Siapkan sebuah buku harian buat
menuliskan segala pertanyaan, dari nan paling dirasakan "sepele",
hingga paling "ilmiah".
d. Rencanakanlah tahapan

pengumpulan

data

sinkron

dengan

hasil

observasi sebelumnya. Ingat bahwa suatu tahapan dengan tahapan


berikutnya saling terkait, semakin mantap, dan semakin terfokus.
e. Tulislah "komentar pengamat" segetol mungkin ihwal gagasan nan
berkembang. Komentar itu ialah rekaman analisis Anda, dan seringkali
terbukti sebagai "calon" konklusi final nan akan dirujuk ulang dan
f.

dikonfirmasi di kemudian hari.


Tulislah memo buat Anda sendiri ihwal apa saja nan Anda pelajari. Jangan

ragu-ragu menulis "apa saja" nan terlintas dalam pikiran Anda.


g. Uji cobakan ide-ide dan tema-tema di lapangan kepada responden. Ini
merupakan salah satu proses pematangan teori lewat hubungan dengan
responden.
h. Jelajahilah literatur terkait sewaktu Anda di lapangan. Membaca literatur
i.

ialah proses sepanjang penelitian.


Gunakanlah metafor-metafor, analogi-analogi, dan ide-ide Anda. Ini

j.

merupakan taktik buat menampilkan pelukisan kental.


Pergunakanlah alat-alat bantu visual. Tampilkanlah data, temuan, analisis,
dan konklusi semenarik mungkin, sehingga pembaca tak bosan membaca

tulisan Anda.
Kesepuluh langkah di atas ialah proses nan melelahkan tapi juga mencerdaskan
dan membahagiakan Anda sebagai peneliti penelitian kualitatif. Laporan
penelitian Anda tak lain ialah rekaman kesepuluh langkah di atas.
Strategi Menulis Laporan Penelitian Kualitatif
Para peneliti dari macam-macam penelitian tentu memiliki taktik buat
menuliskan laporan hasil penelitianya, termasuk dengan penelitian kualitatif.
Para peneliti kualitatif terdahulu telah berbagi pengalaman dalam melaporkan
hasil penelitian. Khususnya dalam proses penulisan, Gesne dan Peshkin (1992:
157-159) merangkum pendapat para ahli dan menyebutkan beberapa taktik
terpenting, sebagai berikut.

a. Rencanakan menulis jangka panjang dengan merujuk pada batas waktu nan
Anda tentukan sendiri, misalnya berkaitan dengan beasiswa dan izin belajar.
Perlu

disediakan

waktu

buat

bermain-main

dengan

data

dan

cara

membahasakannya.
b. Buatlah jadwal menulis jangka pendek. Tanyalah pada diri sendiri kapan
waktu nan paling produktif dan kreatif. Buatlah janji dengan diri sendiri buat
menulis secara reguler dua sampai tiga jam perhari.
c. Tempelkan jadwal kerja Anda pada ruang kerja dalam ukuran cukup besar,
sehingga anggota keluarga Anda akan mengingatkan bila Anda lupa atau
pretensi lupa.
d. Tentukan loka nan paling cocok buat menulis nan jauh dari gangguan. Di situ
jangan membaca buku, jangan menulis surat, jangan menelepon. Pokoknya,
nulis laporan penelitian.
e. Bersiaplah menulis di loka lain. Bawalah notebook dan kartu catatan Anda.
f.

Bilamana ada ide baru, segera catat sebelum ide itu menghilang.
Mulailah membaca dan mengedir tulisan kemarin. Umumnya menulis
memerlukan pemanasan dulu. dengan mengedit tulisan kearin, Anda

menjadi termotivasi buat menulis terus.


g. Bila Anda merasa mandeg, menulislah tanpa memedulikan sintaksi,
koherensi, atau logika karangan. Tulis terus, retorika dan gaya urusan
belakang. Yang perlu dibangun ialah mentalitas dan sikap " ini draf pertama,
nanti aku perbaiki ".
GAYA MENULIS LAPORAN
Ada beberapa panduan yang lazim diikuti para penulis, antara lain:
1. Buatlah kalimat aktif.
2. Jangan ragu menggunakan pronominal I agar pelaporan bernada akrab.
3. Jika menulis dalam bahasa Inggris, gunakanlah past tense untuk melaporka
4.
5.
6.
7.
8.

kegiatan Anda.
Tampilkan pencitraan yang konkret. Gunakanlha kata-kata deskriptif.
Hindarilah penggunaan jargon yang tidak perlu, ini mengganggu pembaca.
Gunakan kata-kata secukupnya untuk menjelaskan maksud Anda.
Hindarilah penggunaan kata secara berlebihan.
Pilihlah kalimat-kalimat pendek, maksimum 19 kata per kalimat. Setelah tiga

kalimat panjang, munculkan kalimat pendek.


9. Berilah contoh pada setiap poin yang Anda kemukakan.
10.Supaya tidak melelahkan mata pembaca, upayakan dalam satu halaman
(kertas ukuran A4) minimal ada tiga alenia.
11.Lenagkapilah laporan Anda dengan display visual (visual display) seperti
bagan, diagram, tabel, dan sebagainya.

MENGEVALUASI LAPORAN
Sebelum menyerahkan laporan penelitian, sebaiknya Anda melakukan evaluasi
diri. Baca kembali laporan itu dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
1. Apakah setiap kata, frase, kalimat dan analisa jelas maknanya?
2. Adakah kalimat yang membingungkan (tidak jelas)?
3. Apakah laporan itu tertulis dengan baik? Cek kembali tenses,
grammer, ejaan, tanda baca, pemilihan ukuran huruf.
4. Apakah kutipan tidak mengandung kesalahan nama, tahun, penerbitan, dan
halaman? Apakah semua nama yang muncul dalam teks tercantum pada
Bibliografi.
5. Apakah Anda tidak salah mengutip (melebih-lebihkan atau mengurangi)
pernyataan responden?
6. Apakah abstrak penelitian menggambarkan substansi penelitian yang Anda
lakukan?
7. Apakah judul tesis atau disertasi, sub judul, dan sub-sub judul
menggambarkan isi yang dijudulnya?
8. Apakah tujuan penelitian dinyatakan secara eksplisit?
9. Apakah tujuan itu tercapai? Apakah Anda melaporkan apa yang tercapai dan
tidak tercapai?
10.Apakah hasil-hasil penelitian dalam kajian pustaka betul-betul dibaca dan
relevan dengan tema penelitian Anda? Tidak sekadar berondongan dan
pamer kutipan?
11.Apakah semua istilah diberi definisi? Apakah semua istilah digunakan secara
konsisten dalam konsep maupun penulisannya?
12.Apakah metode pengumpulan data satu per satu dibahas tuntas dengan
alasan yang jelas?
13.Apakah pembatasan masalah dinyatakan secara eksplisit?
14.Apakah hasil-hasilnya disajikan dengan baik, sistematis, dan logis?
15.Apakah Anda membandingkan temuan-temuan yang diperoleh dengan
teknik-tenik pengumpulan data yang berbeda?
16.Apakah tabel, diagram, dan gambar-gambar tepat penempatannya,
dinomori, dan diberi penjelasan?

17.Apakah kesimpulan-kesimpulan itu berdasarkan pada bukti yang kuat?


Adakah klaim-klaim yang tidak didukung bukti-bukti?
18. Semua peneliti memiliki bias. Bagaimanakah Anda mengontrol bias ini?
19.Apakah data-data itu dapat dipercaya? Apakah peneliti lain akan
berkesimpulan kurang lebih sama jika harus menganalisis data-data itu?
20.Apakah teori yang ada selama ini (dalam bab kajian literatur) dievaluasi oleh
Anda dengan temuan-temuan baru?
21.Apakah rekomendasi Anda relevan dengan kesimpulan dan dapat
dilaksanakan?
22.Berdasarkan keterbatasan studi Anda, adalah saran untuk para peneliti
selanjutnya?
RANCANGAN PENELITIAN
Dalam penelitian kuantitatif, peneliti menggunakan instrumen untuk
mengumpulkan data atau mengukur status variabel yang diteliti, sedangkan
dalam penelitian kualitatif, peneliti menjadi instrumen. Oleh karena itu dalam
penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human instrument.
Rancangan pada dasarnya merencanakan suatu kegiatan sebelum
dilaksanakan. Kegiatan merencanakan ini mencakup komponen-komponen
penelitian yang diperlukan. Dalam banyak hal dalam penelitian kualitatif
komponen-komponen yang akan dipersiapkan itu masih bersifat sebagai
kemungkinan.

Rancangan

penelitian

sebagai

usaha

merencanakan

kemungkinan-kemungkinan tertentu secara luas tanpa menunjukkan secara


pasti apa yang akan dikerjakan dalam hubungan dengan unsurnya masingmasing. Moleong (2004: 236) mengartikan rancangan penelitian sebagai usaha
merencanakan dan menentukan segala kemungkinan dan perlengkapan yang
diperlukan dalam suatu penelitian kualitatif yang terdiri dari tahap pra
lapangan, tahap pekerjaan lapangan dan tahap analisis data.
Bentuk-bentuk Rancangan Penelitian Kualitatif

Grounded Theory (Teoretisasi Data)


Rancangan teori grounded merupakan prosedur penelitian kualitatif
yang sistematik, dimana peneliti melakukan generalisasi satu teori yang
menerangkan konsep, proses, tindakan, atau interaksi mengenai suatu topik
pada level konseptual yang luas. Tujuan grounded theory yaitu untuk

menentukan kondisi yang memunculkan sejumlah tindakan/interaksi yang

berhubungan dengan suatu fenomena dan akibatnya.


Rancangan Penelitian Etnografik
Rancangan penelitian etnografik merupakan

prosedur

penelitian

kualitatif untuk mendeskripsikan, menganalisa, dan menginterprestasi pola


prilaku, kepercayaan, dan bahasa bersama dari sekelompok budaya yang
berkembang pada seluruh waktu. Dalam lingkungan pendidikan penelitian ini
dirancang untuk meneliti tentang bagaimana kurikulum yang diterapkan,

serta metode apa yang digunakan guru untuk mengajar.


Rancangan Penelitian Naratif
Dalam rancangan ini, seorang peneliti mendeskripsikan kehidupan
individual, mengumpulkan dan menceritakan informasi tentang kehidupan
individu-individu, serta melaporkannya secara naratif tentang pengalamanpengalaman mereka.Dalam bidang pendidikan misalnya, meneliti bagaimana
perkembangan psikososial anak didik serta aktifitas-aktifitasnya baik di dalam

sekolah maupun di luar sekolah.


Rancangan Study Kasus
Penelitian dalam rancangan study kasus dilakukan untuk memperoleh
pengertian yang mendalam mengenai situasi dan makna sesuatu/subyek
yang diteliti. Penelitian ini lebih mementingkan proses dari pada hasil, lebih
mementingkan konteks dari pada suatu variabel khusus, lebih ditunjukan

untuk menemukan sesuatu dari pada kebutuhan konfirmasi.


Rancangan Metode Campuran
Dalam penelitian metode campuran, peneliti mengkombinasikan

data

kuantitatif dengan data kualitatif, yaitu untuk menerangkan dan mengeksplor

problem penelitian dengan cara terbaik.


Rancangan Penelitian Tindakan (Action Research)
Penelitian ini memanfaatkan data kuantitatif dengan data kualitatif seperti
metode campuran, akan tetapi fokusnya lebih merupakan terapan.