Anda di halaman 1dari 71

- Perencanaan BMN

BMN

1|

Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN ................................................................................................ 2

BAB II

INSTALASI SIMAN ................................................................................................... 5

BAB III

REGISTRASI USER DAN LOGIN............................................................................. 7

BAB IV

FITUR IDENTITAS................................................................................................... 13

BAB V

FITUR PEMUTAKHIRAN-SINKRONISASI .......................................................... 15

BAB VI

FITUR REKONSILIASI BMN .................................................................................. 21

BAB VII

FITUR MASTER ASET ............................................................................................ 33

BAB VIII

FITUR PEREKAMAN SK ........................................................................................ 41

BAB IX

FITUR PERENCANAAN KEBUTUHAN BMN .50

BAB X

LAIN-LAIN................................................................................................................ 66

BAB XI

HELPDESK SIMAN .................................................................................................. 69

2|

Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

BAB I
PENDAHULUAN
Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN) merupakan aplikasi yang dibangun
untuk mendukung pengelolaan BMN berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2015 Tentang
Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. SIMAN dapat digunakan untuk mendukung kegiatan
pengelolaan BMN, mulai dari perencanaan, penggunaan, pemeliharaan, penatausahaan, pemanfaatan,
pemindahtanganan, pemusnahan, penghapusan, sampai dengan pengawasan dan pengendalian BMN.
SIMAN menggunakan database terpusat dan komunikasi data berbasis internet yang dapat diakses
oleh Pengguna Barang dan Pengelola Barang.
Tujuan Pengembangan SIMAN adalah :
1. Membangun sistem informasi manajemen aset negara yang standard untuk Pengelola Barang dan
Pengguna Barang.
2. Membangun database aset terpusat dengan memberikan otorisasi akses kepada masing-masing
user sesuai kewenangan yang dimiliki.
3. Membangun sistem otomasi proses pengajuan perencanaan, penggunaan, pemeliharaan,
pemanfaatan, pemindahtanganan, pemusnahan dan penghapusan aset sehingga pengelolaan BMN
menjadi lebih akurat, cepat, efisien serta terdokumentasi secara digital.
4. Membangun sistem monitoring secara online dan realtime yang dapat diakses Pengelola Barang
dan Pengguna Barang.
5. Membangun sistem yang dapat memudahkan dan mempercepat penyajian informasi terkait
pengelolaan BMN secara akurat, dan up to date.
6. Meningkatkan efektitas, efisiensi serta optimalisasi pengelolaan BMN.
SIMAN dibagi menjadi dua, yaitu SIMAN Pengelola dan SIMAN Pengguna. SIMAN
Pengguna adalah SIMAN yang digunakan untuk mengakomodir kebutuhan Pengguna Barang, yang
meliputi 4 (empat) level user, yaitu :
1. Unit Akuntansi Pengguna Barang (UAPB),
2. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Eselon 1 (UAPPB-E1),
3. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Wilayah (UAPPB-W), dan
4. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB).

3|

Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

SIMAN Pengelola adalah SIMAN yang digunakan untuk mengakomodir kebutuhan


Pengelola Barang, yang meliputi 3 (tiga) level user, yaitu :
1. Kantor Pusat DJKN,
2. Kantor Wilayah DJKN, dan
3. Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
SIMAN Pengguna terdiri dari 6 (enam) fitur utama meliputi Master Aset, Perekaman SK,
Pemutakhiran Data, Perencanaan Kebutuhan BMN, Pengelolaan BMN dan Surat Berharga Syariah
Negara (SBSN) serta 4 (empat) fitur tambahan meliputi Penelusuran Aset, Inventarisasi, Monitoring
dan Dashboard. Adapun fitur yang diimplementasikan pada tahun 2015 berdasarkan Surat Menteri
Keuangan Nomor : S-220/MK.6/2015 tanggal 26 Juni 2015 yaitu Master Aset, Perekaman SK,
Pemuktahiran Data dan Perencanaan Kebutuhan BMN.

4|

Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

BAB II
INSTALASI SIMAN
Untuk menggunakan aplikasi SIMAN, maka harus dilakukan instalasi launcher SIMAN
terlebih dahulu. File installer SIMAN dapat didownload di website SIMAN dengan alamat
http://www.djkn.depkeu.go.id/websiman/. Cara melakukan installasi SIMAN adalah sebagai berikut:
1. Siapkan launcher SIMAN. Contoh

2. Lakukan instalasi launcher SIMAN

, maka akan muncul gambar di bawah

ini:

Klik Next maka proses instalasi akan segera berlangsung. Tunggu beberapa saat sampai proses
instalasi selesai.
3. Agar koneksi ke SIMAN dapat berjalan lancar maka perlu dilakukan setting internet. Caranya
Klik Control Panel>> Internet Options kemudian Pilih Tab Connections.

Selanjutnya klik LAN Setting, maka akan muncul gambar di bawah ini

Kemudian lakukan unchecklist pada proxy dan checklist pada Automatically detect settings
5|

Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

4. Jalankan setting koneksi MSSQL pada windows search. Jika belum, cari klik setting koneksi
MSSQL atau seting koneksi MSSQL di windows search, sebagaimana gambar berikut ini :

5. Jika ada update installasi, dapat dilakukan update tanpa melakukan uninstall aplikasi SIMAN.

6|

Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

BAB III
REGISTRASI USER DAN LOGIN
1. Pastikan komputer terkoneksi dengan internet.
2. Setelah instalasi selesai dilakukan, akan muncul shortcut aplikasi SIMAN pada desktop Anda

dengan icon

. Kemudian klik dua kali pada shortcut tersebut maka akan tampil

splash screen diikuti dengan form login sebagai berikut :

3. Pada saat pertama kali membuka aplikasi, akan tampil tahun

yang

menunjukkan periode anggaran yang sedang berjalan. Jika pada form login SIMAN tidak
muncul tahun anggaran, maka aplikasi belum terkoneksi dengan database SIMAN. Lakukan
pengecekan koneksi internet.
4. Aplikasi SIMAN ini mewajibkan setiap user untuk melakukan pendaftaran atau registrasi ke
administrator DJKN dengan menekan tombol

Ketika pertama kali mengunakan SIMAN, anda diwajibkan melakukan registrasi user dengan
cara:
a. Klik tombol Registrasi, kemudian pilih Jenis User, misalnya user adalah satker, maka
pilih Jenis User Pengguna Barang.

7|

Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

b. Pilih Level sesuai evel user. Contoh


LEVEL
UAKPB/Satuan Kerja
UAPKPB/Anak Satker
UAPPB-W/Korwil
UAPPB-E1/Eselon1
UAPB/KL

CONTOH PENULISAN
KODE UNIT ORGANISASI
500040100888831000KD
500040100888831000KD
500040100KD
50004
500

JENIS USER
Koordinator
Koordinator
Koordinator
Koordinator/Apip

c. Untuk Satker pilih Level User UAKPB, kemudian klik download formulir.

d. Isi formulir dengan tulis tangan atau di ketik, kemudian ditandatangani oleh pemohon dan
pejabat minimal eselon III atau Kepala Kantor. Kemudian formulir tersebut di scan.
e. Cara merekam form registrasi :

Pastikan sudah klik tombol cek


unit agar tombol SIMPAN muncul

Keterangan :
1. Pilih level user
2. Ketik kode unit organisasi seperti pada pada 4 b, kemudian klik cek unit. Maka data
referensi unit tersebut adakan masuk pada data SIMAK BMN.
8|

Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

3.

Lengkapi isian data isian. Perhatikan penulisan angka dibelakang NIP dapat diisi 2
angka, contoh 00, 01, 02 dst . Fungsinya user dengan nip sama dapat menjadi user
siman dibeberapa level dengan pembeda dua angka dibelakangan koma.

4. Upload scan formulir


5. Kemudian klik sampai dengan upload formulir.

Setelah form registrasi disimpan maka admin DJKN akan mengecek apakah user
tersebut disetujui/ditolak. Jika permohonan user di setujui oleh Pengelola, maka akan dikirim
melalui email pemohon. Proses verifikasi dan validasi oleh admin DJKN bertujuan untuk
menjaga keamanan data SIMAN berkaitan dengan keabsahan personal yang dapat mengakses
data SIMAN. Admin SIMAN adalah pegawai pada Kantor Pusat DJKN/Kanwil
DJKN/KPKNL yang khusus ditunjuk untuk melakukan verifikasi dan validasi user SIMAN.
Adapun admin SIMAN dibagi dalam 3 level dengan pembagian tugas sebagai berikut:
a. Admin SIMAN pada Kantor Pusat DJKN, memberikan persetujuan terhadap permohonan
user dari Kantor Pusat DJKN, UAPB dan UAPPB-E1.
b. Admin SIMAN pada Kanwil DJKN, memberikan persetujuan terhadap permohonan user
dari Kanwil DJKN dan UAPPB-W.
c. Admin SIMAN pada KPKNL, memberikan persetujuan terhadap permohonan user dari
KPKNL dan UAKPB.
Contoh Form Registrasi tingkat UAKPB, adalah sebagai berikut:

9|

Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

5. Setelah berhasil registrasi, ketik Nama dan Password untuk masuk ke aplikasi.

6. Pilih opsi untuk masuk sebagai Pengguna Barang atau Pengelola Barang dengan klik salah
satu radio button.
7. Pilih filter Group. Contoh pilih sebagai Grup UAKPB atau Satker.
8. Klik tombol

, untuk masuk ke aplikasi.

9. Bila login gagal maka akan tampil peringatan sebagai berikut :

Jika gagal, kemungkinan user dan/atau password salah atau tidak sesuai dengan grup yang
dipilih. Pastikan user, password, dan grup sudah benar.
Untuk mempermudah mengingat nomor user dan password dapat disimpan pada stickynote.
Cara membuka stikynote klik Start Windows cari stickynote.

10 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

10. Bila login berhasil maka anda akan tampil form Dashboard dengan tampilan sebagai berikut :

Pada bagian kanan atas terdapat status user yang sedang login, yang menunjukkan kode dan
nama Satker.

11. Lakukan penambahan modul sesuai kebutuhan dengan klik UPDATE PLUGIN.

Contoh update Modul Master Aset, klik pada Plugin Master Aset kemudian cari folder

11 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

12. Setelah selesai kembali ke fitur utama maka akan muncul Plugin Master Aset, lanjutkan
untuk plugin yang lainnya.

13. Untuk memperoleh akses ke setiap modul aplikasi perlu melakukan update plugin modul,
berikut daftar plugin untuk setiap modul:
NO

MODUL

NAMA FILE

TYPE FILE

PENGGUNA
1

Master Aset

pengguna.map

MAP File

Pengelolaan

pengguna.kelp

KELP File

Rekonsiliasi

pengguna.rekp

REKP File

Monitoring

pengguna.lapp

LAPP File

SBSN

pengguna.sbsnp

SBSNP File

Penelusuran Aset

pengguna.tasp

TASP File

Perekaman SK

pengguna.wasp

WASP File

Perencanaan

pengguna.rncp

RNCP File

Inventarisasi

pengguna.invp

INVP File

10

Dashboard

pengguna.dasp

DASP File

14. Berikut ini adalah tampilan seluruh plugin Pengguna Barang.

12 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

BAB IV
FITUR IDENTITAS
Sebelum menggunakan fitur utama SIMAN, sebaiknya satuan kerja melengkapi data user dan
unit kerja di plugin Identitas. Informasi pada plugin identitas akan dimasukkan ke dalam output
SIMAN. Cara menggunakan aplikasi identitas adalah sebagai berikut:
1. Setelah login ke SIMAN, jalankan plugin Identitas

Maka akan muncul menu dan submenu Identitas User, Unit Kerja, Komposisi Pegawai dan Profil
Satuan Kerja.
2. Untuk melihat identitas Anda selaku user, Anda dapat klik Identitas User. Kemudian akan
muncul pop up identitas user dan unit kerja user sebagai berikut:

Tab Identitas User


Menu ini dapat digunakan untuk mengecek identitas user dan mengganti password. User
sebaiknya mengganti password secara berkala demi keamanan data. Apabila user lupa
password dapat menghubungi KPKNL untuk di reset.

13 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

Tab Unit Kerja


Menu ini digunakan untuk melengkapi data tentang unit kerja dan merekam nama Kepala
Satuan Kerja. Nama pejabat tersebut akan otomatis muncul pada penandatangan output
SIMAN.

Tab Komposisi Pegawai


Digunakan untuk merekam pegawai pada satuan kerja.

14 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

BAB V
FITUR PEMUTAKHIRAN MENU SINKRONISASI
SIMAN fitur Pemuktahiran Data level satker terdiri dari 2 (dua) menu, yaitu menu
sinkronisasi dan rekonsiliasi. Pada menu sinkronisasi digunakan untuk meng-update data transaksi
mutasi dan kondisi barang pada SIMAK BMN ke SIMAN. Sedangkan pada menu Rekonsiliasi
digunakan untuk menyusun Berita Acara Rekonsiliasi (BAR) dan menganalisa data. Kegiatan
rekonsiliasi BMN menggunakan SIMAN dapat berjalan lancar jika kegiatan sinkronisasi SIMAKSIMAN telah selesai dilakukan karena data mutasi pada BAR diambil dari hasil sinkronisasi
SIMAK-SIMAN.
Sebelum melakukan sinkronisasi SIMAK-SIMAN, maka yang harus disiapkan oleh satker
yaitu memastikan plugin yang digunakan adalah yang terbaru.

A. SINKRONISASI DATA
Kegiatan sinkronisasi SIMAK-SIMAN, merupakan kegiatan penyamaan data SIMAN dengan
perekaman transaksi pada SIMAK BMN. Seluruh transaksi mutasi nilai BMN dan kondisi barang
pada SIMAK BMN akan diupload ke SIMAN menggunakan menu sinkronisasi. Adapun tata cara
melakukan sinkronisasi data BMN adalah sebagai berikut:
1. Persiapan
1. Pastikan SIMAN fitur Pemuktahiran Data menu Sinkronisasi SIMAK-SIMAN siap
digunakan.
2. Siapkan file Transfer SIMAK BMN. File transfer untuk kebutuhan sinkronisasi SIMAKSIMAN sama dengan file transfer yang digunakan untuk rekonsiliasi BMN semesteran ke
KPKNL, yaitu menggunakan menu Utility>>Pengiriman ke KPKNL>>Tahun Berjalan dan
Saldo Tahun Lalu.

15 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

Contoh file yang terbentuk adalah sebagai berikut :

2. Proses Sinkronisasi SIMAK BMN ke SIMAN


a. Setelah login ke SIMAN, jalankan plugin Pemuktahiran Data

Maka akan muncul menu dan submenu sebagai berikut:


Menu Sinkronisasi SIMAK SIMAN
meliputi, 4 sub menu:
1. Nilai

Mutasi,

untuk

proses

sinkronisasi data SIMAK BMN ke


database SIMAN.
2. Daftar Satker, untuk mengecek
kode satker pada SIMAK BMN
dibandingkan

dengan

database

SIMAN.

b. Klik submenu Nilai Mutasi, maka akan muncul tampilan pilihan semester dan tahun.
1) Sinkronisasi Transaksi Semester 1

Siapkan file kiriman SIMAK BMN,


(SAxxxxxxxxxxxxx)

dan

file

yang terdiri dari file saldo awal

transfer

transaksi

(SMT1xxxxxxxxxxxxx). Contoh file sebagai berikut :

16 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

berjalan

semester

Lakukan upload file ADK SIMAK BMN ke SIMAN

Keterangan :
Semester
Pilih semester 1
Tahun
Pilih sesuai tahun anggaran
Upload File ADK SIMAN Klik tombol UPLOAD untuk mengupload file
ADK. Jika akan mengahapus file yang sudah
diupload lakukan reset.
2) Sinkronisasi Transaksi Semester 2

Siapkan

file

kiriman

SIMAK

BMN

yang

terdiri

dari

file

saldo

awal

(SAxxxxxxxxxxxxx) dan file transfer transaksi semester 1 (SMT1xxxxxxxxxxxxx)


dan semester 2 (SMT2xxxxxxxxxxxxx) . Contoh file sebagai berikut :

Lakukan upload file ADK SIMAK BMN ke SIMAN

Keterangan :
Semester
Pilih semester 2
Tahun
Pilih sesuai tahun anggaran
Upload File ADK SIMAN Klik tombol UPLOAD untuk mengupload file ADK.
Jika akan menghapus file yang sudah diupload
lakukan reset.
17 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

c. Kemudian jalankan tombol Proses Pengambilan Saldo SIMAK

yang berfungsi menghitung nilai BMN pada SIMAK BMN saat ini. Proses berhasil apabila
muncul gambar sebagaimana contoh berikut :

Jika proses penghitungan saldo sudah selesai, selanjutnya klik Tab Analisis Saldo maka
kolom SIMAK BMN akan terisi. Kemudian klik tombol Proses Pengambilan Saldo SIMAN
untuk mengambil data pada SIMAN. Maka akan muncul
gambar sebagai berikut :

Jika pengambilan data SIMAK BMN dan SIMAN gagal, kemungkinan belum menjalankan
setting koneksi MSSQL atau versi Java tidak sesuai. Lakukan setting koneksi MSSQL dan
Install Java 7 sebagaimana petunjuk pada halaman 5.
Jika proses pengambilan data berhasil maka akan muncul nilai SIMAN.
Pada Menu Analisis Saldo>>Akun Neraca>> terdiri dari 3 tab yaitu Saldo Awal, Mutasi dan
Saldo Akhir. Klik pada tab Saldo Akhir jika pada kolom selisih ada nilainya artinya ada

18 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

perbedaan data antara SIMAK BMN dengan SIMAK BMN, sehingga perlu dilanjutkan
proses sinkronisasi.

Selisih

1
4

d. Kemudian jalankan proses sinkronisasi dengan menjalankan tombol Proses Sinkronisasi


maka akan muncul konfirmasi sebagai berikut :

e. Untuk mengetahui progress sinkronisasi klik tombol Cek Status Sinkronisasi dan tombol
Antrian Sikronisasi. Jika sinkronisasi selesai maka progresnya akan menunjukan angka
100% sebagaimana gambar berikut ini.

100%

Klik Tombol Refresh jika akan melihat progress sinkronisasi.

19 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

Proses sinkronisasi adalah antrian artinya setelah klik tombol

, tidak serta merta

data SIMAK BMN terupload ke database SIMAN tetapi harus mengantri. Meskipun
demikian, sebaiknya aplikasi SIMAN online selama proses upload sinkronisasi. Untuk
kebutuhan pengelolaan BMN, maka kegiatan sinkronisasi SIMAK-SIMAN dapat dilakukan
setiap saat ketika proses satker selesai merekam transaksi SIMAK BMN.
f. Setelah progress sinkronisasi 100%, lakukan pengecekan selisih nilai SIMAK BMN dengan
SIMAN dengan cara klik tomboh Pengambilan Data SIMAN. Apabila masih selisih klik dua
kali pada akun selisih untuk melihat perbedaan nilai per BMN. Jika masih selisih laporkan ke
helpdesk SIMAN KPKNL atau KP DJKN.

20 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

BAB VI
FITUR PEMUTAKHIRAN MENU REKONSILIASI BMN
SIMAN fitur Pemuktahiran menu Rekonsiliasi digunakan untuk menyusun BAR dan
menganalisi dat23a. Kegiatan rekonsiliasi BMN menggunakan SIMAN dapat berjalan lancar jika
kegiatan sinkronisasi SIMAK-SIMAN telah selesai dilakukan karena data mutasi pada BAR diambil
dari hasil sinkronisasi SIMAK-SIMAN. Sebelum melakukan rekonsiliasi BMN, maka yang harus
disiapkan oleh satker yaitu memastikan plugin yang digunakan adalah yang terbaru.
Fitur Pemuktahiran Data menu Rekonsiliasi BMN, memberikan peran yang lebih besar
kepada satker untuk dapat menyusunan Berita Acara Rekonsiliasi BMN dan analisis data BMN
secara online dan mandiri. Adapun tatacara melakukan rekonsiliasi BMN menggunakan SIMAN
data BMN adalah sebagai berikut:
1. Persiapan
a. Pastikan sudah melakukan sinkronisasi SIMAK BMN SIMAN.
b. Persiapkan file kirim dari SIMAK BMN

Rekonsiliasi BMN Semester 1


Siapkan file kiriman SIMAK BMN, yang terdiri dari file saldo awal (SAxxxxxxxxxxxxx)
dan file transfer transaksi berjalan semester I (SMT1xxxxxxxxxxxxx).

Contoh file

sebagai berikut :

Rekonsiliasi BMN Semester 2 dan Tahunan


Siapkan

file

kiriman

SIMAK

BMN,

yang

terdiri

dari

file

saldo

awal

(SAxxxxxxxxxxxxx), file transfer transaksi semester 1 (SMT1xxxxxxxxxxxxx), dan file


transfer transaksi semester 2 (SMT2xxxxxxxxxxxxx) . Contoh file sebagai berikut :

File SIMAK BMN yang digunakan untuk sinkronisasi dapat digunakan untuk upload ke
menu Rekonsiliasi BMN
c. Persiapan Dokumen
21 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

Scan dokumen rekonsiliasi BMN yang sudah ditandatangan oleh Kepala Satker, antara lain:

Neraca Saldo Awal, cetakan halaman pertama dan kedua

Neraca Periode Laporan, cetakan halaman pertama dan kedua

Dan seterusnya sebagaimana gambar berikut ini :

Setelah dokumen di scan, lakukan compress file agar file dokumen menjadi kecil. Gunakan
aplikasi compress pdf, yang dibagikan oleh KPKNL setempat.

2. Proses Rekonsiliasi BMN


a. Setelah login ke SIMAN, jalankan plugin Pemuktahiran Data

Maka akan muncul menu dan submenu sebagai berikut:


Menu Rekonsiliasi yang terdiri dari 2 sub
menu, yaitu :
1. Pengajuan BAR, untuk menyusun drfat
BAR.
2. Progres BAR, untuk memonitoring
draft BAR.

b. Klik tombol Tambah di toolbar atas untuk mengajukan Rekonsiliasi baru. Periode
rekonsiliasi BMN akan disesuaikan secara otomatis oleh aplikasi. Pemberitahuan tanggal cut
off akan diberitahukan oleh KPKNL setempat.

22 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

c. Upload hasil scan surat pengantar rekonsiliasi, mulai dari surat pengantar, dokumen SIMAK
BMN, Persediaan, SAKPA/SAIBA, dan Dokumen lainnya yang telah disahkan oleh Kepala
Satker.

Untuk rekonsiliasi BMN semester I, upload file transfer SIMAK BMN berupa Saldo Awal
(SA) dan Transaksi Berjalan Semester I (SMT1), sedang Transaksi Berjalan Semester II
(SMT2) digunakan untuk rekonsiliasi semester II dengan cara klik ikon folder (nomor 11-14).
Selanjutnya,

jalankan

tombol

Proses

Pengambilan

Saldo

SIMAK

, yang berfungsi menghitung nilai BMN pada SIMAK BMN saat


ini. Jika pengambilan data SIMAK BMN gagal, kemungkinan belum menjalankan setting
koneksi MSSQL atau versi java tidak sesuai. Lakukan setting koneksi MSSQL dan Install
Java 7 sebagaimana petunjuk pada halaman 5.

d. Selanjutnya klik Tab Analisis Saldo Awal, dapat terlihat bahwa kolom SIMAK BMN
kosong. Saldo SIMAK BMN akan terisi jika telah melakukan klik tombol Proses
Pengambilan data SIMAN

23 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

Keterangan:
1. Jika kolom Koreksi Audited kosong, artinya tidak ada selisih antara saldo akhir
rekonsiliasi BMN semester sebelumnya dengan saldo awal SIMAK BMN transaksi
berjalan akan muncul dikolom Koreksi Audited.
2. Jika pada kolom selisih kosong artinya tidak ada selisih saldo awal antara SIMAK BMN
dan SIMAN. Untuk memastikannya, buka file pdf yang sudah diupload di sebelah kanan.
Apabila ada selisih, maka :
a. Cek apakah file transfer SIMAK BMN telah sesuai dengan dokumen neraca yang diupload.
b. Lakukan sinkronisasi terlebih dahulu atau
c. Hubungi helpdesk KPKNL atau KP DJKN.

24 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

e. Tab Analisis Transaksi Berjalan


Lanjutkan dengan analisis transaksi berjalan. Klik view dokumen Posisi BMN di Neraca
Saldo Awal, kemudian lakukan analisis saldo awal berdasarkan tampilan berikut ini :

Perbandingan saldo awal hardcopy atau softcopy dari SIMAK BMN dengan tampilan
data pada SIMAN, sebagaimana gambar berikut :

25 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

Perbandingan saldo akhir hardcopy atau softcopy dari SIMAK BMN dengan tampilan
data pada SIMAN, sebagaimana gambar berikut:

26 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

Setelah dilakukan perbandingan nilai posisi saldo awal, mutasi berjalan dan saldo akhir
perhitungan SIMAN dengan SIMAK BMN hardcopy SIMAK BMN dan ditemukan selisih,
maka:
1) Lakukan pengecekan apakah dokumen hardcopy SIMAK BMN merupakan output yang
sama dengan file transfer yang diupload pada sinkronisasi SIMAK BMN-SIMAN.
2) Ulang sinkronisasi.
3) Hubungi helpdesk KPKNL atau helpdesk Kantor Pusat DJKN.

f. Tab Analisis Transaksi Non Keuangan digunakan untuk menganalisis transaksi-transaksi


non keuangan pada SIMAK BMN yang dibagi menjadi 3 (tiga) tab, yaitu:
1) Mutasi Tambah

2) Mutasi Kurang

3) Penyusutan

27 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

g. Tab Penetapan Status untuk merekam jumlah nilai Penetapan Status Penggunaan BMN.

Fitur ini terintegrasi dengan fitur Perekaman SK. Klik tombol Hitung Penetapan Status
untuk menarik data aset dari database SIMAN terkait nilai penetapan
dan kuantitas barang yang telah ditetapkan PSP-nya pada fitur Perekaman SK. Hasil
penarikan data akan ditampilkan sebagaimana gambar berikut.

Nilai pada tab Telah Ditetapkan Status Penggunaan merupakan nilai Penetapan, sedangkan
nilai pada tab Belum Ditetapkan Status Penggunaan merupakan nilai BMN.
Apabila data yang muncul tidak sesuai dengan data yang benar, sebagai contoh Keputusan
Penetapan Status belum direkam di SIMAN, maka kuantitas dan nilai BMN dapat diedit
dengan klik ikon pensil kemudian klik ikon disket apabila telah selesai melakukan
penyesuaian.
28 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

h. Tab Pengelolaan BMN digunakan untuk memonitoring jumlah aset BMN yang dikelola oleh
satker baik untuk aset yang telah diterbitkan surat persetujuan/keputusan, sedang dalam
proses pengajuan, maupun belum dilakukan pengelolaannya. Klik ikon pensil pada kolom
Aksi, kemudian rekam jumlah proses penggunaan, pemanfaatan, pemindahtanganan dan
penghapusan kemudian klik ikon disket apabila telah selesai melakukan penyesuaian.

i. Tab PNBP digunakan untuk merekam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang
dihasilkan dari kegiatan pengelolaan BMN. Klik tombol Tambah dan isikan nilai PNBP
pada jendela PNBP yang muncul lalu klik tombol Simpan. Nilai PNBP otomatis dari nilai
PNPB yang direkam oleh Satker dan dapat ditambah oleh Korwil.

29 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

j. Tab Info Penting digunakan untuk menambahkan informasi yang dianggap perlu untuk
dituangkan dalam Berita Acara Rekonsiliasi, antara lain meliputi tindak lanjut temuan BPK,
permasalahan yang dihadapi dalam penatausahaan BMN serta tindak lanjut penyelesaiannya,
dan informasi lain yang dianggap perlu. Untuk mengaktifkan kotak isian silakan klik tombol
Aktifkan Semua.

a. Tab BAR digunakan untuk mengisi pejabat penanda tangan Berita Acara Rekonsiliasi serta
sebagai tahapan proses pengajuan BAR ke KPKNL. Selain itu tab BAR dapat digunakan
untuk pencetakan BAR yang telah disetujui oleh KPKNL.

30 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

Keterangan :
1.

Data BAR UAKPB berisi penanda tangan BAR pihak satker. Default isian berasal dari
data isian pada plugin Identitas>>unit kerja, kolom penanggung jawab. Penanda tangan
dapat diedit (tidak menggunakan data pada menu indentitas), jika akan kembali
menggunakan data isian pada menu indentitas, klik tombol Ambil Dari Referensi.

2.

Data BAR KPKNL berisi penanda tangan dari KPKNL, data otomatis akan muncul jika
KPKNL telah melakukan penandatanganan BAR dan memberikan nomor BAR.

3.

Tombol Print BAR digunakan untuk melakukan pencetakan draft BAR, untuk
selanjutnya dilakukan pencocokan dengan cetakan laporan SIMAK BMN untuk
pengecekan terakhir.

4.

Apabila draft BAR sudah dianggap benar dan final, klik tombol Ajukan untuk
mengajukan draft BAR ke KPKNL.

5.

Selanjutnya KPKNL akan melakukan analisis draft BAR dimaksud. Apabila KPKNL
menyetujui draft BAR, maka KPKNL memberikan nomor BAR dan memberikan catatan
agar BAR dapat dicetak.

Keterangan:
1.

Apabila draft BAR tidak disetujui, maka KPKNL memberikan catatan terkait koreksi
dimaksud untuk dilakukan perbaikan oleh satker. Apabila draft BAR disetujui, KPKNL
akan memberikan catatan agar satker melakukan pencetakan BAR sebanyak 2 (dua)
rangkap untuk selanjutnya ditandatangani oleh Kepala UAKPB dan dicap basah.

31 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

2.

Satker menuliskan kegiatan perbaikan yang telah dilakukan di kolom catatan UAKPB,
sesuai catatan terkait koreksi dari KPKNL (jika ada).

3.

Satker datang ke KPKNL untuk menyerahkan BAR dan dokumen pendukung yang sudah
ditandatangani Kepala UAKPB dan dicap basah. Selanjutnya KPKNL menandatangani
BAR Rekonsiliasi, kemudian di-scan, di-upload pada kolom BAR KPKNL dan 1 (satu)
rangkap BAR diserahkan kepada satker yang bersangkutan.

32 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

BAB VII
FITUR MASTER ASET
Master Aset adalah data Barang Milik Negara yang bersumber dari data SIMAK BMN. Data
tersebut yang dilengkapi dengan atribut aset dalam rangka mendukung pengelolaan Barang Milik
Negara. Atribut tersebut antara lain: identitas aset, fasilitas pendukung, riwayat perolehan/
kepemilikan, riwayat pengelolaan, riwayat pemeliharaan, riwayat penilaian, riwayat pemakai,
riwayat mutasi dan foto aset.
Berikut ini adalah gambaran pembentukan data SIMAK BMN ke SIMAN. Master Aset pada
SIMAN di bagi menjadi beberapa aset sesuai dengan manajeman aset. Contoh manajemen bangunan
gedung berbeda dengan manajemen rumah dinas.

33 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

Untuk menjalankan fitur Master Aset, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:


1. Klik Plugin Master Aset

Maka akan tampil fitur Master Aset berikut ini:

Keterangan :
Master Aset merupakan Barang Milik Negara yang masih aktif.
Master Aset Tidak Aktif merupakan Barang Milik Negara yang telah dihapuskan.

2. Berikut ini adalah salah satu contoh tampilan Alat Angkutan


34 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

Master Alat Angkutan adalah menu yang menampilkan data BMN yang berupa alat angkutan.
Cara menggunakan Master Aset Alat Angkutan :
a. Klik Menu Master Aset>>Alat Angkutan, maka akan muncul tampilan data alat angkutan
yang masih aktif.
Tampilan grid dari kiri

Tampilan grid dari kanan

35 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

Pada Tab Alat angkutan muncul ikon-ikon antara lain sebagai berikut :
Tombol Ambil Data, digunakan untuk memunculkan data aset di
baris selanjutnya.
Pada saat tampilan di grid hanya dibatasi maksimal 20 baris, untuk
melihat 20 baris selanjutnya klik Tombol Ambil Data
Tombol Pencarian, digunakan untuk mempercepat pencarian aset,
dapat menggunakan tombol pencarian dengan menggunakan kata
kunci tertentu.

Tombol Print, digunakan untuk pencetakan data master aset.


Cetakan juga dapat diekspor ke beberapa format sesuai kebutuhan.

Sedangkan pada Tab View digunakan untuk merubah style tampilan sessuai preferensi user.

36 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

b. Klik dua pada grid atau klik pada ikon detail

maka akan muncul tampilan sebagai

berikut :

Dalam master Aset dibagi menjadi 16 detail aset, yang meliputi :


1. Detail
2. Foto
3. Dokumen
4. No. Polisi
5. Mutasi
6. Perlengkapan
7. Penilaian
8. Pengelolaan
9. Pemakai
10. Pemeliharaan
11. Permasalahan Hukum
12. Dokumen KIB
13. Penyusutan
14. Asuransi
15. SPM
16. Dokumen Lainnya

37 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

Detail

Untuk menampilkan informasi tentang detail data aset alat


angkutan, klik tab, dan untuk melihat informasi lebih banyak, klik
dan geser vertical scroll pada sisi sebelah kanan.
Data detail sebagian dapat diedit seperti alamat dan status
penggunaan BMN.

Foto

Digunakan untuk menampilkan foto. Sebelum melakukan upload


foto pastikan file foto telah diperkecil sizenya. (lihat halaman 50).
Cara upload foto, yaitu
1. Klik tombol

untuk menambahkan foto atau klik

tombol
untuk mengubah data foto tanah yang berada
pada sisi bawah panel. Setelah klik tombol kemudian akan
muncul PopUp Riwayat Foto seperti gambar di bawah ini:

i.
ii.

iii.

Isi keterangan foto aset tanah pada field keterangan


Unggah (upload) foto yang akan ditampilkan, kemudian
akan tampil dialog box browse image seperti gambar di
bawah ini:
Pilih gambar yang akan diunggah (upload) dengan
memilih salah satu gambar dan klik tombol
. Setelah selesai proses unggah (upload)
tampilan akan menjadi seperti gambar di bawah ini:

2. Menampilkan Foto

Klik
untuk menampilkan foto,
kemudian akan muncul konfirmasi sebagai berikut:

Klik Yes jika setuju untuk mengambil foto dari database dan
menampilkan dalam panel, klik No jika batal mengambil foto.

38 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

3. Hapus Foto yang diunggah (upload)

Pilih foto yang akan dihapus kemudian klik tombol


yang berada pada sisi bawah panel foto untuk menghapus data
foto tanah yang telah diunggah. Setelah klik tombol kemudian
akan muncul PopUp konfirmasi penghapusan.
3

Menu

Polanya hampir sama dengan menu pada upload foto.

selanjutnya

Dalam rangka penyusunan rencana kerja kebutuhan barang milik negara


(RKBMN), maka Satker melengkapi master aset berikut ini :
1) Master Aset Bangunan,
a. Detail, mengisi alamat provinsi dan kabupaten, dan luas bangunan dan luas dasar bangunan.
b. Detail , mengisi status penggunaan.
c. Foto, size foto harus di kecilkan. Cara mengecilkan foto ada di bab IV.
d. Pada Grid bangunan, lakukan export bangunan ke format excel.
2) Master Aset Tanah,
Khususnya Tanah untuk Bangunan Gedung Kantor Pemerintahandan Tanah untuk Bangunan
Rumah Negara, berupa;
a. Detail , alamat provinsi dan kabupaten, dan luas harus diisi. Alamat lain diisi lengkap seperti
alamat lengkap dengan nama kota.

Luas tanah otomatis muncul dari nilai kuantitas dari transaksi SIMAK BMN sehingga
tidak perlu diisi.

Luas dasar bangunan otomatis muncul dari luas dasar bangunan pada Master Aset,
oleh karena itu detail Master Aset Bangunan harus diisi dahulu.

Luas tanah untuk sarana lingkungan di rekam.

Luas tanah kosong, otomatis muncul dari perhitungan, Luas tanah dikurangi Luas dasar
bangunan dikurangi Luas tanah untuk sarana lingkungan.

b. Detail , mengisi status penggunaan.


c. Foto, upload foto yang sizenya dikecilkan.
d. Dokumen, rekam isian dokumen dan upload file dokumen dalam format pdf yang telah di
compress.
39 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

e. Bangunan, merekam semua bangunan yang BMN (baik milik sendiri maupun punya satker
lain). Sebelum merekam pastikan data bangunan sudah disiapkan dengan ekport excel di grid
master aset Bangunan Gedung atau Rumah Negara,
3) Master Aset Rumah Negara
a. Detail, alamat provinsi dan kabupaten, luas dasar bangunan, dan status penggunaan diisi.
b. Foto, upload foto yang sizenya dikecilkan
c. Penghuni, merekam penghuni rumah negara.
4) Master Aset Kendaraan Bermotor
a. Detail , lengkapi detail kendaraan bermotor dan pilih status penggunaan.
b. Foto, upload foto yang sizenya dikecilkan
c. Pemakai, merekam pemakai kendaraan bermotor, jabatan pemakai akan direkam di tab
pemakai untuk keperluan penghitungan SBSK alat angkutan.
5) Master Aset Peralatan Mesin Diatas 100 juta
a. Detail , lengkapi detail kendaraan bermotor dan pilih status penggunaan.
b. Foto, harus diupload sizenya dikecilkan
c. Pemakai, merekam pemakai
6) Master Aset selain diatas juga dapat dilengkapi tergantung kebutuhan masing-masing unit
organisasi.

40 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

BAB VIII
FITUR PEREKAMAN SK
Fitur Perekaman SK merupakan fitur yang digunakan untuk perekaman surat persetujuan /
surat keputusan yang telah diterbitkan oleh Pengguna/Pengelola Barang serta untuk digitalisasi
dokumen pengelolaan BMN. Tujuan utama fitur Perekaman SK adalah untuk membuat laporan
pengawasan dan pengendalian berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244/PMK.06/2012
tentang Tata Cara Pelaksanaan dan Pengawasan Barang Milik Negara dan Perdirjen Kekayaan
Negara Nomor PER-03/KN/2013 Tentang Petunjuk Teknis Pengawasan dan Pengendalian BMN
Bagi Pengelola.
Fitur Perekaman SK pada pengguna barang, meliputi :
a. Merekam surat persetujuan/keputusan.
b. Merekam tindak lanjut surat persetujuan/keputusan yang diterbitkan oleh Pengguna Barang dan
Pengelola Barang.
c. Merekam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pengelolaan BMN.
d. Mencetak laporan wasdal.
Sedangkan fitur Perekaman SK pada pengelola barang, meliputi :
a. Merekam surat persetujuan/keputusan.
b. Monitoring tindak lanjut.
c. Monitoring PNBP dari pengelolaan BMN.
d. Mencetak laporan wasdal.
Berikut ini adalah tampilan dari fitur Perekaman SK sebagai berikut :
Keterangan:
1. Perekaman SK, digunakan untuk melakukan perekaman
Surat Persetujuan maupun Surat Keputusan yang ditetapkan
oleh Pengguna Barang dan Pengelola Barang.
2. Perekaman Tindaklanjut, digunakan untuk melakukan
perekaman tindaklanjut dari Surat Keputusan atau surat
persetujuan
penggunaan,
pemanfaatan
dan
pemindahtanganan yang telah disetujui oleh Pengelola
Barang.
3. Monitoring Tindaklanjut, digunakan untuk memonitoring
seluruh tindaklanjut yang dilaksanakan oleh UAKPB.
4. Laporan Wasdal, digunakan untuk mencetak laporan
wasdal tingkat UAKPB.
5. Perekaman PNBP, digunakan untuk melakukan perekaman
PNBP dan meng-upload dokumen penyetoran PNBP.
6. Perekaman PNBP, digunakan untuk merekam data
penyetoran PNBP dari aset.

41 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

Dalam manual ini akan dijelaskan tentang cara menggunakan fitur Perekaman SK pada level
UAKPB. Berikut ini adalah fungsi dari masing-masing menu :
A. PEREKAMAN SK
Cara menggunakan menu Perekaman SK, yaitu :
1. Klik Perekaman SK>>Penetapan Status Penggunaan maka akan muncul tampilan grid.

2. Kemudian klik tombol SK Baru maka akan muncul form perekaman Surat Keputusan
Penetapan Status Penggunaan BMN.

3. Rekam Surat Keputusan Penetapan Status, kemudian klik tombol Simpan, jika simpan
berhasil maka tanda tambah akan menyala.

Klik tombol Tambah untuk memilih barang/aset.

42 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

4. Pilih dan simpan BMN sesuai dengan hardcopy Surat Keputusan Penetapan Status yang
diterbitkan Pengguna dan atau Pengelola Barang. Gunakan menu pencarian untuk mempercepat
melakukan pencarian aset.

B. PEREKAMAN TINDAKLANJUT
Perekaman Tindaklanjut, digunakan untuk melakukan perekaman tindaklanjut dari Surat
Keputusan atau surat persetujuan penggunaan, pemanfaatan dan pemindahtanganan yang telah
disetujui oleh Pengelola Barang. Rekam tindaklanjut dibagi menjadi dua, yaitu tindak lanjut
Penetapan Status Penggunaan (PSP) dan selain PSP.

Berikut ini adalah cara melakukan perekaman tidaklanjut :


1. Tindak lanjut PSP
Contoh perekaman tindaklanjut PSP adalah sebagai berikut :
a. Siapkan dokumen tindaklanjut, contoh akan merekam perjanjian sewa.
b. Scan dokumen perjanjian sewa tersebut.
c. Klik fitur Perekaman SK, kemudian klik menu Tindaklanjut>>PSP>>, maka akan
muncul tampilan grid surat keputusan yang telah di rekam pada menu Perekaman SK
diatas.

43 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

d. Klik salah satu SK, maka akan muncul form perekaman SK.
e. Perekaman tindaklanjut dengan melakukan klik dua kali pada BMN/aset atau klik
disebelah kanan pada tombol TindakLanjut.

f. Pilih tindak lanjut yang sesuai kondisi fisik di lapangan, kemudian klik tombol Simpan.
2. Tindaklanjut Selain PSP
Contoh tindaklanjut Sewa, caranya yaitu :
a.

Siapkan dokumen tindaklanjut, contoh akan merekam perjanjian sewa.

b.

Scan dokumen tindaklanjut.

c.

Klik fitur Perekaman SK, kemudian klik menu Perekaman Tindaklanjut>>PSP


BMN>>, maka disebelah kiri atas mundul tombol Tindak Lanjut Baru.

d.

Klik tombol tersebut Maka akan muncul pertanyaan Apakah anda ingin membuat
Tindak Lanjut Baru Sewa BMN? Klik tombol Yes.

44 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

e.

Setelah klik Yes, maka kan muncul tampilan pilihan nomor SK yang akan dilakukan
tidak lanjut.

f.

Pilih nomor SK, maka akan muncul form perekaman tindaklanjut sebagai berikut:

Keterangan :
1) Rekam nomor bukti pelaksanaan.
2) Isi tanggal bukti pelaksanaan.
3) Pilih jenis dokumen pelaksanaan, contoh dipilih Perjanjian Sewa.
4) Klik tombol Simpan, maka tombol Tambah di bawah akan menyala.
5) Klik tombol Tambah maka akan muncul form Daftar Aset yang dapat dipilih untuk
ditindaklanjut.
6) Klik Pilih dan simpan pada Daftar Aset.
g.

Setelah selesai data perekaman tindaklanjut akan muncul pada menu monitoring
tindaklanjut.

45 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

C. REKAM PNBP
Perekaman PNBP digunakan untuk melakukan perekaman Pendapatan Negara Bukan Pajak
(PNBP) yang berasal dari pengelolaan aset. Perekaman PNBP meliputi PNBP dari Sewa,
Kerjasama Pemanfaatan, Barang Guna Serah / Barang Serah Guna, Kerjasama Penyediaan
Infrastruktur, Penjualan dan Tukar

Menukar. Berikut ini adalah tampilan menu utama

Perekaman PNBP.

Berikut ini adalah Contoh Perekaman PNBP dari Sewa :


1.

Siapkan dokumen pembayaran setoran PNBP, kemudian scan.

2.

Klik plugin Perekaman SK kemudian klik menu Perekaman PNBP>>Sewa BMN>>


kemudian ada tombol Sewa BMN di bagian kiri atas.

Maka akan muncul pertanyaan Apakah anda ingin membuat PNBP Sewa BMN Baru?
Klik tombol Yes, maka kan muncul tampilan pilihan nomor SK yang akan dilakukan
direkam PNBP-nya.
3.

Pilih SK yang sesuai dengan setoran PNBP yang akan direkam.

46 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

4.

Setelah memilih SK maka ada muncul form perekaman PNBP tampilan berikut ini:

Keterangan :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

Rekam NTPN.
Rekam tanggal setor.
Rekam nomor transaksi.
Isi tanggal transaksi.
Isi nama penyetor.
Pilih akun.
Rekam nilai PNBP.
Isi keterangan jika perlu.
Upload scan dokumen SSBP.
Klik tombol Simpan, maka tombol Tambah di bawah akan menyala.
Klik tombol Tambah maka akan muncul form Daftar Aset yang dapat dipilih untuk
PNBP nya dibayar.

47 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

l. Klik Pilih dan simpan pada Daftar Aset.


5.

Setelah selesai data perekaman PNBP, maka data yang direkam akan muncul pada menu
Monitoring PNBP.

D. LAPORAN WASDAL
Laporan Wasdal, digunakan untuk mencetak laporan wasdal tingkat UAKPB pada berdasarkan
PMK 244/PMK.06/2012. Laporan Wasdal tingkat UAKPB terdiri dari Laporan Penggunaan,
Laporan Pemanfaatan, Laporan Pemindatanganan dan Laporan Penertiban BMN.
Cara mencetak laporan Wasdal yaitu:
1. Pastikan semua surat keputusan dan surat persetujuan telah di rekam di menu Perekaman SK,
sudah dilakukan tindak lanjut dan sudah direkam PNBPnya.
2. Klik menu Laporan Wasdal>>Penggunaan, kemudian klik tombol Cetak di bagian kiri atas.

48 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

3. Setelah muncul periode laporan pilih tahun anggaran.

Maka akan muncul tampilan laporan wasdal

49 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

BAB IX
PERENCANAAN BMN

A. GAMBARAN UMUM
Salah satu fitur SIMAN Pengguna yang sangat penting adalah fitur Perencanaan Kebutuhan
BMN. Fitur ini dibangun untuk mendukung implementasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor:
150/PMK.06/2014 tentang Perencanaan Kebutuhan BMN. Perencanaan Kebutuhan BMN
dimaksudkan sebagai proses evaluasi hubungan antara kebutuhan BMN sesuai program dan kegiatan
Kementerian/Lembaga dengan ketersediaan BMN yang berpedoman pada Renja KL serta Standar
Barang dan Standar Kebutuhan (SBSK). Maksud dan Tujuan Perencanaan Kebutuhan BMN adalah
mewujudkan efektifitas, efisiensi, dan optimalisasi APBN.
SIMAN Fitur Perencanaan BMN bagi Pengguna Barang dapat digunakan untuk penyusunan
Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara (RKBMN) Pengadaan dan Pemeliharaan, untuk
monitoring status RKBMN serta untukdigitalisasi dokumen perencanaan kebutuhan BMN,
sedangkan bagi Pengelola Barang digunakan untuk alat bantu penelaahan RKBMN.
Ruang lingkup perencanaan kebutuhan BMN, yaitu :
1. Penyusunan RKBMN untuk pengadaan BMN, meliputi :

Tanah dan Bangunan Gedung Kantor;

Tanah dan Bangunan Rumah Negara;

2. Penyusunan RKBMN untuk pemeliharaan BMN, meliputi:

BMN dengan kondisi baik (BB) atau rusak ringan (RR) yang masih digunakan untuk
menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi oleh instansi pemerintah yang bersangkutan.

Selain tanah dan/atau bangunan dilakukan atas BMN dengan kategori sebagai berikut:
a. BMN berupa Alat Angkutan Bermotor; dan
b. BMN selain Alat Angkutan Bermotor dengan nilai perolehan per unit minimal sebesar Rp
100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

RKBMN untuk pemeliharaan tidak dapat dilakukan oleh Pengguna Barang dan/atau Kuasa
Pengguna Barang terhadap:
a. Bangunan yang dalam kondisi rusak berat
b. Bangunan yang sedang diusulkan akan dipindahtangankan, sedang dalam status
penggunaan sementara, sedang dalam status dioperasikan pihak lain dan sedang dalam
status dimanfaatkan.
c. Tanah (tanah tidak ada mata anggaran pemeliharaan tanah)

50 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

RKBMN untuk pemeliharaan BMN dalam status pinjam pakai, dioperasionalkan pihak lain,
dan/atau pemanfaatan lainnya dengan jangka waktu kurang dari 6 (enam) bulan dapat
diusulkan oleh Pengguna Barang dan/atau Kuasa Pengguna Barang.
Berikut ini adalah alur perencanaan kebutuhan BMN menggunakan SIMAN:

Keterangan :
No
1

User

Keterangan

KPB
1. Menyusun usulan rencana Pengadaan dan Pemeliharaan,
(Satuan Kerja) 2. Menyampaikan usulan RKBMN ke unit diatasnya secara
berjenjang.
PPB-W
1. Mengkonsolidasikan usulan RKBMN dari Satker,
(Koordinator
2. Menyampaikan usulan RKBMN ke unit diatasnya secara
Wilayah)
berjenjang.
PPB-E1
1. Mengkonsolidasikan usulan RKBMN dari Wilayah,
(Kordinator
2. Dapat Meneliti RKBMN sesuai kewenanganya,
Eselon I)
3. Menyampaikan usulan RKBMN ke Unit diatasnya secara
berjenjang.
Pengguna
1. Mengkonsolidasikan usulan RKBMN dari Eselon 1,
Barang
2. Melakukan penelitian usulan RKBMN,
3. Menyusun usulan RKBMN tingkat Pengguna Barang
(RKBMN PB)
4. Meminta Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP)
untuk melakukan Review atas Usulan RKBMN PB
5. Menyampaikan usulan RKBMN PB kepada Pengelola
Barang
Pengelola
1. Melakukan penelahaan usulan RKBMN,
Barang
2. Menyampaikan hasil penelaahan RKBMN kepada
Pengguna Barang

51 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

B. Penyusunan RKBMN Tingkat Kuasa Pengguna Barang


Langkah untuk melakukan penyusunan RKBMN tingkat Kuasa Pengguna Barang (Satuan
Kerja) mengunakan SIMAN fitur Perencanaan BMN, adalah sebagai berikut:
1. Tahap Persiapan
a. Pastikan Plugin Identitas>>Unit kerja telah dilengkapi.
b. Pastikan telah melakukan rekonsiliasi BMN tingkat satuan dengan Semester I Tahun 2015
dan telah diberi nomor BAR oleh KPKNL.
c. Jika sudah ada transaksi SIMAK BMN semester II Tahun 2015, lakukan sinkronisasi.
d. Satker telah melengkapi SIMAN Fitur Master Aset, terutama luas bangunan
2. Tahap Penyusunan
a. Klik Plugin Perencanaan Kebutuhan BMN.

Pastikan gunakan plugin update terbaru, cek di Web SIMAN.


Maka akan muncul menu utama yang terdiri dari
Perencanaan
- Permohonan Perencanaan
- Perencanaan selesai
Bangunan & Referensi.

b. Klik menu Perencanaan>>Permohonan Perencanaan. Kemudian klik tombol Tanda


Tambah untuk membuat tiket RKBMN KPB.

52 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

c. Setelah disimpan maka akan muncul grid tiket. Salah satu kolomnya berisi status. Kolom
status ini, dapat digunakan oleh Satker untuk memonitoring permohonan perencanaan.

d. Menyusun RKBMN Pengadaan


Rencana pengadaan disusun berdasarkan Standar Barang dan Standar Kebutuhan. Saat ini
peraturan yang sudah diterbitkan adalah PMK. 248/PMK.06/2011 tentang Standar Barang
dan Standar Kebutuhan Barang Milik Negara Berupa Tanah dan Bangunan. Dalam PMK
tersebut diatur SBSK Tanah dan Gedung Kantor Pemerintahan serta Rumah Negara.
Cara menyusun RKBMN pengadaan adalah sebagai berikut:
1) Menyusun rencana pengadaan
a) Menyusun pengadaan Tanah dan Bangunan

Isi form pengadaan Tanah dan Bangunan

53 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

2
Keterangan:
Program
Kegiatan
Jenis
Pengadaan
Jenis Kantor

Lokasi
Kabupaten/
Kota
Tujuan

Setiap Eselon 1 mempunyai satu Program, sehingga setiap


satker otomatis muncul satu program.
Memilih kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi satker
TB untuk pengadaan Tanah dan Bangunan
RN untuk pengadaan Rumah Negara
Dipilih sesuai dengan jenis kantor Satker

Pilih lokasi tempat pengadaan bangunan.

Pilih yang sesuai


Contoh Kasus:
1. Satker mempunyai Tipe Kantor E1 (Pejabat tertinggi
setingkat Eselon III), maka:
Pada Master Aset terdapat kode barang 4010101001
(Bangunan Gedung Kantor Permanen) maka pilihan
tujuan yang muncul adalah PERLUASAN.
Pada Master Aset tidak terdapat kode barang
4010101001, maka pilih tujuan yang muncul adalah
PEMBANGUNAN BARU dan PERLUASAN.

54 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

2. Satker mempunyai Tipe Kantor D (Pejabat tertinggi


setingkat Eselon II), maka:
Pada Master Aset terdapat kode barang 4010101001
(Bangunan Gedung Kantor Permanen) maka pilihan
tujuan yang muncul adalah PENAMBAHAN UNIT
dan PERLUASAN.
Pada Master Aset terdapat kode barang 4010101001,
maka
pilih
tujuan
yang
muncul
adalah
PEMBANGUNAN BARU.
KodePengadaan

Diisi sesuai kode Output Tanah dan Bangunan Gedung pada


masing-masing Kementerian/Lembaga
Satu jenis pengadaan dapat digunakan untuk dua jenis output.
Contoh:
TB-01 : Satu paket pengadaan, dapat hanya terdiri dari :
Tanah
Bangunan
Tanah dan Bangunan
TB-02 : dst ..

Kode Output
Uraian
Output
Akun
Belanja
Akun Neraca
Kode Barang
Uraian
Barang
Usulan
Keterangan

Isi sesuai kode pada RKAKL


Pilih Tanah atau Bangunan
Otomatis
Otomatis
Pilih Kode Barang yang sesuai
Otomatis
Diisi luas usulan
Diisi jika perlu.

Untuk pengadaan yang terdiri dari satu paket tanah dan bangunan maka setelah
selesai rekam tanah dilanjutkan dengan rekam bangunan dengan klik tombol
Tambah, sebagaimana berikut ini :

55 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

Menghitung Standar Barang dan Standar Kebutuhan (SBSK)


1) Menghitung Hitung SBSK Rencana, masukan jumlah pegawai rencana, jenis
ruangan pelayanan, nisbah luas netto dan koefisian dasar bangunan kemudian
simpan dan hitung SBSK.
2) Menghitung SBSK Existing, klik tombol generate TB untuk mengambil data
tanah bangunan yang ada di master aset. Kemudian masukan jumlah pegawai
pada bangunan existing, jenis ruangan pelayanan, nisbah luas netto dan
koefisien dasar bangunan kemudian simpan dan hitung SBSK.

Berikut ini adalah tampilan hasil penghitungan SBSK:

Hasil perhitungan SBSK Tanah/Bangunan akan muncul pada grid.


56 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

b. Menyusun rencana pengadaan rumah negara

Isi form pengadaan Rumah Negara , dengan cara :

Klik tomboh Tanda tambah.

Pilih Jenis pengadaan rumah negara klik tombol RN. Satu jenis pengadaan dapat
digunakan untuk dua jenis output.

Pilih Jenis Rumah Negara

Pilih lokasi Kabupaten/Kota

Pilih tujuan apakah pembangunan baru, penambahan unit atau perluasan

Input kode output sesuai kode pada RKAKL, kemudian pilih uraian outpu tanah atau
pembangunan

Pilih Gedung Bangunan Kantor Pemerintah

Isi Usulan

Isi Keterangan

Simpan, maka akan muncul grid Rumah Negara

Klik Kolom Aksi untuk menghitung SBSK Rumah Negara, maka akan muncul
tampilan gambar berikut ini:

57 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

Klik Hitung SBSK, dan Klik generate RN untuk melihat jumlah Rumah Negara yang
Existing.

c. Lakukan Pencetakan RKBMN pengadaan.

58 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

2) Menyusun rencana pemeliharaan


Pada fitur ini semua batasan pemeliharaan pada PMK150/MK.06/2014 secara otomatis
difilter

oleh

aplikasi.

Pada

fitur

ini

semua

batasan

pemeliharaan

pada

PMK150/MK.06/2014 secara otomatis difilter oleh aplikasi.


Cara menyusun RKBMN pemeliharaan adalah sebagai berikut:

Klik Tombol Generate, maka seluruh data BMN yang ada di Master Aset otomatis
akan muncul di grid.

Jika ada BMN tidak diusulkan, lakukan UNCHECK pada barang. refresh

Jika ada BMN tidak diusulkan karena Digunakan Oleh Satker lain, Klik Barang, ke
Pop Up status. Pilih status Penggunan Sementara

Jika ada BMN, status dioperasional pihak lain, namun tetap dipelihara, Klik Barang
muncul Pop UP, ubah status menjadi dioperasional pihak lain. SIMPAN. Tandain
Uncheck pada ceklist, ubah menjadi Check, isi Keterangan.

Salah Satu Barang berupa Gedung, status sebagian digunakan satker lain, status
digunakan sendiri, Klik Barang muncul Pop UP, ubah Isian Pemanfaatan, Usulan dan
Keterangan. SIMPAN.

Jika ada BMN pihak ketiga yang digunakan oleh Satker, maka klik tombol Pihak
ketiga kemudian rekam.

Selanjutnya lakukan perekaman barang pihak ketiga jika ada dan edit status
pemanfaatan BMN jika ada dan dilanjutkan dengan
59 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

Cetak RKBMN Pemeliharaan.

3) Upload dokumen
Setelah RKBMN pengadaan dan pemeliharaan di cetak, selanjutnya bersama dengan surat
pengantar RKBMN di tandangani penanggung jawab Kuasa Pengguna Barang. Kemudian
di scan dan diupload ke Tab Dokumen.

4) Selanjutnya lakukan pengiriman tiket ke Pembantu Pengguna Barang Wilayah. Setelah


tiket dikirim maka Satker tidak dapat mengubah data.

60 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

C. Penyusunan RKBMN Tingkat Pembantu Pengguna Barang Wilayah


Pembantu Pengguna Barang Wilayah melaksanakan konsolidasi dan penyusunan RKBMN
tingkat wilayah yang bersumber dari RKBMN tingkat Satker yang berada diwilayah kerjanya
masing-masing.

Langkah-langkah menggunakan SIMAN fitur Perencanaan Kebutuhan BMN

tingkat Pembantu Pengguna Barang Wilayah adalah sebagai berikut:


1. Tahap Persiapan
a. Pastikan Plugin Identitas>>Unit kerja telah dilengkapi.
b. Pastikan Satker telah mengirim tiket RKBMN ke Koordinator Wilayah.
2. Tahap Penyusunan
a. Klik Plugin Perencanaan Kebutuhan BMN.
b. Login ke SIMAN, gunakan user dan password Koordinator UAPPB-W

c. Klik Plugin Perencanaan Kebutuhan BMN, jika plugin belum terbaru lakukan update terlebih
dahulu.

Maka akan muncul menu utama yang terdiri dari Perencanaan dan sub menu RKBMN KPB
dan RKBMN Kanwil.

Pada submenu RKBMN KPB akan muncul tiket-tiket yang dikirim oleh Satker.
61 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

d. Klik dua kali pada grid, maka Pembantu Pengguna Barang Tingkat Wilayah dapat memeriksa
RKBMN KPB.

e. Jika dalam RKBMN KPB ada yang harus diperbaiki, maka Pembantu Pengguna Barang
Wilayah dapat membuat notifikasi (catatan) kepada Satker untuk diperbaiki klik Tombol
Simpan dan klik Tombol Kirim ke Satker.

Pada saat ada notifikasi dari Pembantu Pengguna Barang Wilayah, maka dilevel Satker dapat
melakukan perubahan RKBMN dan mengirimkan kembali tiket tersebut ke Pembantu
Pengguna Barang Wilayah.
Setelah tiket Satker terkirim, maka Pembantu Pengguna Barang Wilayah dapat memeriksa
kembali RKBMN KPB. Jika RKBMN KPB sudah dianggap benar klik Tombol Terima
Menjadi RKBMN Korwil, maka secara otomatis tike diterima menjadi RKBMN Korwil.

62 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

f. Jika setelah dikompilasi ternyata tiket satker tersebut ingin dibatalkan, klik tombol
Kembalikan RKBMN KPB.

g. Jika seluruh tiket satker sudah selesai dikonsolidasi, lakukan pencetakan RKBMN pengadaan
dan pemeliharaan tingkat Pembantu Pengguna Barang Wilayah.

h. Setelah RKBMN pengadaan dan pemeliharaan dicetak, selanjutnya bersama dengan surat
pengantar RKBMN di tandangani penanggung jawab Kuasa tingkat Pembantu Pengguna
Barang Wilayah. Kemudian di scan dan diupload ke Tab Dokumen.

63 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

D. ALUR SINGKAT PENYUSUNAN RKBMN


1. UAKPB
a. Klik menu PERENCANAAN, klik tanda Tambah untuk membuat Tiket RKBMN Tingkat
Kuasa Pengguna Barang.
b. Pada Tab Pengadaan menyusun rencana usulan pengadaan BMN dan menghitung Standard
Barang dan Standar Kebutuhan (SBSK), selanjutnya cetak RKBMN Pengadaan.
c. Pada Tab Pemeliharaan menyusun daftar BMN yang akan dilakukan pemeliharaan,
selanjutnya cetak RKBMN Pemeliharaan.
d. Penanggung jawab UAKPB menandatangani Surat Pengantar RKBMN, RKBMN Pengadaan
dan/atau RKBMN Pemeliharaan.
e. Pada Tab Dokumen, Isi Nomor Surat dan upload scan dokumen Surat Pengantar RKBMN,
RKBMN Pengadaan dan/atau RKBMN Pemeliharaan.
f. Klik Tombol Ajukan RKBMN KPB agar Tiket RKBMN terkirim ke Pembantu Pengguna
Barang Tingkat Wilayah.
2. UAPPB-W
a. Klik menu RKBMN KPB, kemudian pilih tiket RKBMN KPB yang telah dikirim KPB,
selanjutnya
1) Pada Tab Pengadaan meneliti rencana usulan pengadaan BMN dan SBSK.
2) Pada Tab Pemeliharaan meneliti daftar BMN yang akan dilakukan pemeliharaan.
3) Pada Tab Dokumen, meneliti scan dokumen Surat Pengantar RKBMN, RKBMN
Pengadaan dan/atau RKBMN Pemeliharaan.
4) Pada Tab Notifikasi, apabila ada kesalahan yang dilakukan oleh KPB, berikan catatan
kemudian klik Tombol Kirim ke Satker.
5) KPB dapat memperbaiki RKBMN sesuai dengan catatan Korwil, dan klik kembali
Tombol Ajukan RKBMN KPB agar Tiket RKBMN terkirim ke Pembantu Pengguna
Barang Tingkat Wilayah.
6) Jika RKBMN KPB sudah dianggap benar klik Tombol Terima Menjadi RKBMN
Kanwil.
Lakukan kegiatan tersebut terhadap semua tiket KPB. Pastikan tidak ada KPB yang belum
mengirimkan tiket, karena tidak dimungkinkan untuk melakukan susulan tiket KPB.
b. Klik Menu RKBMN Kanwil, selanjutnya
1) Pada Tab Tiket Satker, cetak RKBMN Pengadaan dan Pemeliharaan. Tetapi jika
ternyata masih ada tiket satker yang dianggap salah maka klik tombol Kembalikan
RKBMN KPB agar dapat dikembalikan lagi ke satker (kembali ke nomor 2.a.5).
64 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

2) Penanggung jawab PPB-W menandatangani Surat Pengantar RKBMN tingkat Wilayah,


RKBMN Pengadaan dan/atau RKBMN Pemeliharaan tingkat Wilayah.
3) Pada Tab Dokumen Pengajuan, isi nomor dan tanggal dokumen serta dan upload scan
dokumen

Surat

Pengantar

RKBMN,

RKBMN

Pengadaan

dan/atau

RKBMN

Pemeliharaan tingkat wilayah.


Klik Tombol Ajukan RKBMN Kanwil agar Tiket RKBMN terkirim ke PPB - Eselon 1.
3. UAPPB-E1
a. Klik menu RKBMN Kanwil, kemudian pilih tiket RKBMN KPB yang telah dikirim KPB,
selanjutnya
1) Pada Tab Pengadaan meneliti rencana usulan pengadaan BMN dan SBSK.
2) Pada Tab Pemeliharaan meneliti daftar BMN yang akan dilakukan pemeliharaan.
3) Pada Tab Dokumen, meneliti scan dokumen Surat Pengantar RKBMN, RKBMN
Pengadaan dan/atau RKBMN Pemeliharaan.
4) Pada Tab Notifikasi, apabila ada kesalahan yang dilakukan oleh KPB, berikan catatan
kemudian klik Tombol Kirim ke Satker.
5) KPB dapat memperbaiki RKBMN sesuai dengan catatan Eselon 1, dan klik kembali
Tombol Ajukan RKBMN KPB agar Tiket RKBMN terkirim ke PPB - Eselon 1.
6) Jika tidak ingin mengembalikan ke KPB, Eselon 1 dapat melakukan ubah, hapus dan
delete pada RKBMN KPB.
7) Jika RKBMN KPB sudah dianggap benar klik Tombol Terima Menjadi RKBMN
Kanwil.
Lakukan kegiatan tersebut terhadap semua tiket Korwil dan KPB. Pastikan tidak ada Korwil
dan KPB yang belum mengirimkan tiket, karena tidak dimungkinkan untuk melakukan
susulan tiket KPB.
b. Klik Menu RKBMN Eselon 1, selanjutnya
1) Pada Tab Tiket Eselon 1, cetak RKBMN Pengadaan dan Pemeliharaan. Tetapi jika
ternyata masih ada tiket satker yang dianggap salah maka klik tombol Kembalikan
RKBMN Kanwil agar dapat dikembalikan lagi ke satker (kembali ke nomor 3.a.5).
2) Penanggung jawab Eselon 1 menandatangani Surat Pengantar RKBMN tingkat Eselon 1,
RKBMN Pengadaan dan/atau RKBMN Pemeliharaan tingkat Eselon 1.
3) Pada Tab Dokumen Pengajuan, isi nomor dan tanggal dokumen serta dan upload scan
dokumen

Surat

Pengantar

RKBMN,

RKBMN

Pengadaan

dan/atau

RKBMN

Pemeliharaan tingkat Eselon 1.


Klik Tombol Ajukan RKBMN Eselon 1 agar Tiket RKBMN terkirim ke Pengguna Barang.
65 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

BAB X
LAIN-LAIN

1. Cara mengecilkan foto dengan Microsoft Office Picture Manager


a. Klik kanan pada file foto yang akan dikecilkan sizenya, pilih Open With>> Microsoft

Office Picture Manager

b. Klik tombol Edit Pictures, maka disebelah kanan akan muncul menu Change Picture

Size kemudian klik :

Dapat memilih Resize atau Compress Pictures.

66 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

Resize
Pilih option Predefined width x height, kemudian pilih Web - Small, kemudian
klik OK.

Compress Resize

Pilih Web pages kemudian klik Ok.


c. Kemudian Klik Menu File>>Save As, untuk membentuk file baru dalam format *.JPEG.

67 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

2. Cara mengecilkan foto dengan Paint


a. Buka program Paint

b. Open file gambar yang akan di rize

c. Klik menu Rize, isi horisontal 450 pixel.


d. Kemudian Klik Menu File>>Save As, untuk membentuk file baru dalam format *.JPEG.

3. Mengecilkan hasil scan dokumen

Setiap dokumen yang diupload di SIMAN sebaiknya dilakukan re-size atau pengecilan dokumen
untuk mempermudah proses upload. Contoh cara melakukan compress pfd dengan menggunakan
aplikasi freepdfcompress

68 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

BAB XI
HELPDESK SIMAN
Untuk mempermudah komunikasi antara pengembang SIMAN dengan user SIMAN, maka
user SIMAN dapat menghubungi helpdesk KPKNL, Kanwil DJKN dan Kantor Pusat DJKN.
1.

2.

Direktorat Pengelolaan Kekayaan


Negara dan Sistem Informasi, DJKN

a. Web SIMAN
https://www.djkn.kemenkeu.go.id/websiman/.

c.q. Subdirektorat Perencanaan dan


Pengembangan Sistem Aplikasi

b. Email
siman.djkn@kemenkeu.go.id

Helpdesk Kanwil DJKN


1. Kanwil DJKN Aceh
2. Kanwil DJKN Sumatera Utara
3. Kanwil DJKN Riau, Sumatera Barat dan
Kel. Riau
4. Kanwil DJKN Sumatera Selatan, Jambi dan
Bk. Belitung
5. Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu
6. Kanwil DJKN Banten
7. Kanwil DJKN DKI Jakarta
8. Kanwil DJKN Jawa Barat
9. Kanwil DJKN Jawa Tengah dan D.I.
Yogyakarta
10. Kanwil DJKN Jawa Timur
11. Kanwil DJKN Kalimantan Barat
12. Kanwil DJKN Kalimantan Selatan dan
Tengah
13. Kanwil DJKN Kalimantan Timur
14. Kanwil DJKN Bali dan Nusa Tenggara
15. Kanwil DJKN Sulawesi Selatan, Tenggara
dan Barat
16. Kantor Wilayah DJKN Sulawesi Utara,
Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara
17. Kanwil DJKN Papua dan Maluku

1.
2.
3.

simanwil.bandaaceh@depkeu.go.id
simanwil.medan@depkeu.go.id
simanwil.pekanbaru@depkeu.go.id

4.

simanwil.palembang@depkeu.go.id

5.
6.
7.
8.
9.

simanwil.bdlampung@depkeu.go.id
simanwil.serang@depkeu.go.id
simanwil.jakarta@depkeu.go.id
simanwil.bandung@depkeu.go.id
simanwil.semarang@depkeu.go.id

10. simanwil.surabaya@depkeu.go.id
11. simanwil.pontianak@depkeu.go.id
12. simanwil.banjarmasin@depkeu.go.id
13. simanwil.samarinda@depkeu.go.id
14. simanwil.denpasar@depkeu.go.id
15. simanwil.makassar@depkeu.go.id
16. simanwil.manado@depkeu.go.id
17. simanwil.jayapura@depkeu.go.id

69 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

70 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015

71 | Buku Manual SIMAN Direktorat PKNSI, DJKN, Kemenkeu 2015