Anda di halaman 1dari 54

0

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DITINJAU


DARI RASIO LIKUIDITAS, AKTIVITAS, SOLVABILITAS
DAN PROFITABILITAS PADA PT BANK PASAR
UMUM CABANG TEUKU UMAR DENPASAR

OLEH :

NIM
PROGRAM STUDI

NAMA
KADEK AYU
TRISNAWATI
13810331180257
MANAJEMEN KEUANGAN

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MAHASARASWATI
DENPASAR
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

:
:
:

1
Manajemen keuangan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya tidak
akan terlepas pengambilan keputusan sesuai dengan kebijakan perusahaan
yang sudah ditetapkan

satu periode. Salah satu keputusan penting dalam

manajemen keuangan adalah keputusan yang berkaitan dengan kinerja


keuangan ditinjau dari rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas dan
rasio profitabilitas.

Keputusan yang tidak tepat atas penentuan

kinerja

keuangan perusahaan, dapat meningkatkan biaya yang ditimbulkan dan dapat


berdampak pada penurunan kinerja perusahaan. Penentuan kombinasi yang
tepat bukanlah perkara yang mudah, banyak hal yang harus dipertimbangkan
oleh manajer perusahaan dalam laporan keuangan perusahaan.
Laporan keuangan merupakan proses akhir dari suatu transaksi
keuangan, yang disusun dalam bentuk neraca, laporan laba/rugi yang disusun
berdasarkan pedoman standar akutansi keuangan (PSAK) dan dipergunakan
sebagai media informasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan, untuk tujuan
perencanaan maupun pengambilan keputusan (Sartono, 2011:139)
Dengan adanya laporan keuangan pemilik perusahaan akan dapat
menilai sukses tidaknya manajer dalam memimpin perusahaan dan
kesuksesan seorang manajer biasanya dapat diukur dengan laba yang diperoleh
perusahaan. Dengan kata lain, laporan keuangan diperlukan oleh pemilik
perusahaan untuk menilai hasil-hasil yang telah dicapai dan untuk menilai
kemungkinan hasil-hasil yang akan dicapai di masa yang akan datang sehingga
bisa mengestimasi (menaksirkan) bagian keuntungan yang akan diperoleh
perusahaan.

2
Terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh seorang
pemimpin dalam menyajikan laporan

keuangan

yang

akan menentukan

kinerja keuangan perusahaan. Menurut Sartono (2011:201) faktor penting yang


perlu diperhatikan dalam analisis kinerja keuangan, diantaranya: rasio
likuiditas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas dan skala
perusahaan serta kondisi intern perusahaan. Analisis kinerja keuangan
perusahaan

selain

sebagai

variabel

yang

mempengaruhi

penentuan,

pertumbuhan juga dapat berdampak pada nilai perusahaan. Perusahaan yang


terus tumbuh umumnya akan memiliki prospek yang baik, hal ini tentu akan
direspon positif oleh para investor sehingga akan berpengaruh pada
peningkatan kinerja keuangan perusahan.
Brigham dan Houston (2006:34) mengatakan semakin rendah risiko
perusahaan maka semakin tinggi nilainya. Rasio likuiditas merupakan
kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan yang
segera harus dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
keuangan pada saat di tagih menurut (Sugiri dan Sumiana, 2007:293).
Rasio aktivitas merupakan rasio untuk menganalisis dan mengukur
hubungan antara laporan laba rugi, khususnya penjualan dengan unsur-unsur
yang ada pada neraca, khususnya unsur-unsur aktiva (Husnan, 2009: 166).
Solvabilitas merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan
untuk membayar semua kewajibannya pada saat perusahaan di likuidasi.
Menilai kemampuan perusahaan dalam membayar semua kewajibannya pada
saat dilikuidasi usaha perusahaan sangat penting karena saat ini persaingan
usaha koperasi sangat ketat (Munawir 2007:33).

3
Rasio profitabilitas adalah untuk mengukur kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan profit/laba, maka dalam pengukuran tingkat profitabilitas
perusahaan, dimana masing-masing pengukuran akan dihubungkan dengan
volume produksi, total aktiva dan modal sendiri, secara keseluruhan ketiga
pengukuran ini akan memungkinkan dalam analisis dapat mengevaluasi tingkat
earning dalam hubungannya dengan

volume produksi, jumlah aktiva dan

investasi ini pada rasio profitabilitas, karena untuk dapat melangsungkan hidup
suatu perusahaan haruslah berada dalam keadaan menguntungkan/profitabilitas
(Riyanto 2009:319). Tampa adanya keuntungan akan sangat sulit bagi
perusahaan untuk menarik modal dari luar perusahaan.
PT Bank Pasar Umum Cabang Teuku Umar Denpasar merupakan lembaga
keuangan yang melakukan kegiatan utama menghimpun dana dari masyarakat
berupa tabungan berjangka, tabungan harian dan dikeluarkan dalam bentuk
pinjaman atau kredit kepada masyarakat yang membutuhkan. Peranan PT Bank
Pasar Umum Cabang Teuku Umar sangat membatu ekonomi masyarakat di Kota
Denpasar

dalam bentuk

kredit

modal kerja, kredit investasi dan kredit

kunsumsi. Adanya kegiatan usaha menghimpun dana dan mengeluarkan kredit


kepada masyarakat maka PT Bank Pasar Umum Cabang Teuku Umar Denpasar
perlu dianalisis kinerja keuangannya ditinjau dari rasio likuiditas, rasio aktivitas,
rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas.
Penelitian ini bermaksud untruk menganalisis kinerja keuangan PT
Bank Pasar Umum Cabang Teuku Umar Denpasar ditinjau dari rasio likuiditas,
rasio aktivitas, rasio rentabilitas, rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas.
1.2 Pokok Permasalahan

4
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dapat dirumuskan
pokok masalah sebagai berikut:
Bagaimanakah kinerja keuangan PT Bank Pasar Umum Cabang Teuku
Umar Denpasar ditinjau dari rasio likuiditas, rasio aktivitas, , rasio solvabilitas
dan rasio profitabilitas?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
kinerja

keuangan

PT Bank Pasar Umum Cabang Teuku Umar

Denpasar

ditinjau dari rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas dan

rasio

profitabilitas.
1.4 Manfaat Penelitian
1) Bagi Mahasiswa
Untuk meningkatkan pemahaman tentang teori-teori yang telah
diperoleh dibangku kuliah dan membandingkannya dengan kenyataan yang
terdapat di perusahaan, khususnya pemahaman tentang kinerja keuangan
ditinjau dari rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas dan rasio
profitabilitas.

2) Bagi perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan
sumbangan pemikiran bagi perusahaan dalam penilaian kinerja keuangan

5
ditinjau dari rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas dan rasio
profitabilitas.
3) Bagi Universitas
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai panduan
referensi bagi mahasiswa yang mengadakan penelitian dalam bidang yang
sama.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori

6
2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan
Menurut Hanafi (2011:29) Laporan keuangan adalah suatu daftar
keuangan yang dibuat pada akhir periode yang berasal dari catatan aktivitas
perusahaan selama periode tertentu yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi,
laporan saldo, laba laporan arus kas dari laporan perubahan modal. Laporan
keuangan adalah dua daftar yang disusun oleh akuntansi pada akhir periode
untuk perusahaan. Kedua daftar itu adalah daftar neraca atau posisi keuangan
dan daftar pendapatan atau daftar rugi laba. Pada waktu akhir tahun sudah
menjadi kebiasaan bagi perseroan untuk menambah daftar ketiga yaitu daftar
surplus atau daftar laba yang ditahan (laba yang tidak dibagikan).
(Husnan, 2009:71). Laporan finansial memberikan ikhtisar mengenai
keadaan finansial suatu perusahaan, dimana neraca mencerminkan nilai aktiva,
hutang dan modal sendiri pada satu saat tertentu, laporan rugi laba
mencerminkan hasil yang dicapai selama suatu periode tertentu biasanya
meliputi periode satu tahun (Arifin, 2005 :132).

Analisa laporan keuangan

perusahaan pada dasarnya merupakan perhitungan rasio-rasio untuk menilai


keadaan keuangan perusahaan di masa lalu, saat ini dan kemungkinannya di
masa depan (Hariadi, 2008:217).
Berdasarkan pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa laporan
keuangan merupakan suatu gambaran kekayaan perusahaan dan kewajiban dan
perubahan modal yang terjadi di dalam suatu perusahaan disamping itu juga
6 akhir dari suatu proses akuntansi dan
laporan keuangan merupakan hasil
digunakan sebagai alat informasi untuk mengetahui kondisi keuangan dalam
suatu perode tertentu yang sangat penting dalam mengambil kebijaksanaan di

7
masa mendatang.
2.1.2 Tujuan Laporan Keuangan
Menurut Sugiri dan Sumiyana (2007:76), bahwa tujuan laporan keuangan
dapat dinyatakan sebagai berikut.
1) Tujuan Umum
Menyediakan informasi yang berguna bagi para investor dan calon investasi,
kreditur dan calon atau pemakaian yang lain didalam pengambilan keputusan
rasional, mengenai investasi, kredit dan sejenisnya.
2) Tujuan Utama
Menyajikan informasi membantu investor dan calon investor, kreditor dan
calon kreditor dan pengguna yang lain dalam menaksir prospek aliran kas di
masa mendatang, tentang aktiva dan kewajiban, tentang prestasi keuangan
perusahaan selama satu periode, dan tentang sumber perolehan dan
penggunaan dana.
3.) Tujuan Sekunder
a) Menyajikan informasi bagi manajemen untuk membuat keputusan terbaik
menurut kepentingan pemilik.
b) Menyajikan informasi bagi pemilik untuk memprediksi prestasi manajemen
dalam pengelolaan perusahaan.
c) Menyajikan informasi lain yang memberi penjelasan dan interpretasi
laporan keuangan untuk membantu agar pemakai mengerti tentang
informasi keuangan yang disajikan.
d) Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan
Menurut Mulyadi (2010 : 98) pihak yang berkepentingan terhadap

8
laporan keuangan suatu perusahaan yaitu :
1) Pemilik Perusahaan
Dengan adanya laporan keuangan pemilik perusahaan akan dapat
menilai sukses tidaknya manajer dalam memimpin perusahaan dan
kesuksesan seorang manajer biasanya dapat diukur dengan laba yang
diperoleh perusahaan. Dengan kata lain, laporan keuangan diperlukan oleh
pemilik perusahaan untuk menilai hasil-hasil yang telah dicapai dan untuk
menilai kemungkinan hasil-hasil yang akan dicapai di masa yang akan
datang sehingga bisa mengestimasi (menaksirkan) bagian keuntungan yang
akan diterima dan perkembangan harga saham.
2) Manajer / pemimpin perusahaan
Dengan adanya analisis laporan keuangan, dari perusahaan maka
manajer perusahaan akan mengetahui posisi keuangan perusahaannya yang
dapat dicapai pada periode yang lalu, dan waktu yang sedang berjalan,
sehingga bisa menentukan dan menyusun rencana yang lebih baik pada waktu
yang akan datang.
Dengan asumsi laba yang dicapai cukup tinggi, cara kerja yang
efisien, dan perusahaan mempunyai rencana yang baik mengenai hari
depan. Yang terpenting laporan keuangan tersebut merupakan alat untuk
mempertanggung

jawabkan

kepada

para

pemilik

perusahaan

atas

kepercayaan yang diberikan kepadanya.


3) Para Investor
Para investor berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan
karena menyangkut tentang prospek keuntungan dimasa yang akan datang

9
dari modal yang ditanamkannya dan perkembangan perusahaan selanjutnya
sehingga

mereka mengetahui adanya jaminan terhadap

investasinya

dengan melihat kondisi kerja atau kondisi keuangan jangka pendek


perusahaan tersebut.
4) Para Kreditur
Dengan mengetahui laporan keuangan perusahaan, maka kreditur dapat
mengambil keputusan apakah memberi atau menolak permintaan kredit yang
diajukan oleh perusahaan. Oleh karena itu, melalui laporan keuangan tersebut
akan bisa dikaji mengenai kemampuan perusahaan untuk mengembalikan
hutang-hutangnya di tambah dengan beban bunganya. Bagi kreditur jangka
pendek akan tertarik pada kemampuan perusahaan untuk membayar hutang
lancarnya dengan dana yang berasal dari aktiva lancar. Sedangkan bagi
kreditur jangka panjang, berkepentingan terhadap kemampuan perusahaan
untuk bisa menjamin hutang-hutangnya dengan seluruh aktivanya, terutama
aktiva tetap.
5) Pemerintah
Melalui laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan maka bagi
pihak pemerintah selain berguna untuk menentukan besarnya pajak yang
ditanggung oleh perusahaan, juga sangat diperlukan oleh biro pusat statistik.

2.1.3 Jenis - jenis Laporan Keuangan


Menurut Haryono (2012 :215) sebelum menganalisa dan menaksirkan
suatu laporan keuangan, seorang penganalisa harus mempunyai pengertian

10
yang mendalam tentang bentuk maupun prinsip penyusun laporan keuangan
serta masalah yang mungkin timbul dalam penyusunan laporan tersebut.
Untuk dibawah ini akan dijelaskan tentang isi dari laporan keuangan.
Husnan (2009:51) Laporan keuangan adalah ikhtisar mengenai keadaan
keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Arifin (2005:80)
menyatakan bahwa laporan

keuangan adalah media informasi yang

merangkum semua aktivitas perusahaan. Laporan keuangan

merupakan

proses akhir dari suatu transaksi keuangan, yang disusun dalam bentuk
neraca, laporan laba/rugi yang disusun berdasarkan pedoman standar
akutansi keuangan (PSAK) dan dipergunakan sebagai media informasi bagi
pihak-pihak yang berkepentingan, untuk tujuan perencanaan maupun
pengambilan keputusan (Sartono, 2011:139) yang terdiri dari.
1) Neraca
Neraca adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta modal
dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Tujuan neraca adalah untuk
menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu tanggal
tertentu, biasanya pada waktu ditutup buku dan ditentukan sisanya pada
suatu akhir tahun fiskal atau tahun kalender, sehingga neraca sering
disebut dengan balance sheet (Munawir, 2007: 153).
Neraca (balance sheet) yang dikenal juga dengan istilah statement
of financial position (position statement) dan finansial status adalah suatu
statemen

yang

menjelaskan

sumber-sumber

ekonomi

dari

suatu

perusahaan dan juga menjelaskan di sektor mana sumber ekonomi dan


penghasilan tersebut diinvestasikan pada tanggal tertentu (Hanafi,

11
2011:99).
Balance sheet (Neraca), adalah laporan keuangan yang
menggambarkan posisi keuangan pada waktu tertentu (tanggal tertentu)
yang terdiri dari dua bagian yaitu : kelompok harta dan kelompok hutang
+ modal (Simamora, 2011:217).
Berdasarkan pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan neraca
adalah laporan sistematis tentang posisi keuangan suatu perusahaan
pada suatu saat tertentu.
Menurut Sartono (2011:267), Unsur-unsur pokok dalam neraca
dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a) Aktiva
Dalam pengertian aktiva tidak terbatas pada sumber ekonomi pada
kekayaan perusahaan yang berwujud saja, tetapi juga termasuk
pengeluaran yang belum dialokasikan atau biaya yang masih harus di
alokasikan pada penghasilan yang akan datang, serta aktiva yang tidak
berwujud lainnya. Dimana secara garis besarnya aktiva dapat
diklasifikasikan menjadi dua yaitu.
b) Aktiva lancar, yaitu uang kas dan aktiva lainnya yang dapat
diharapkan untuk dicairkan atau ditukarkan menjadi uang tunai,
dijual atau dikonsumsi pada periode berikutnya (paling lama satu
tahun). Aktiva lancar meliputi kas, piutang, persediaan, penghasilan
yang masih harus diterima dan biaya yang dibayar dimuka.
c) Aktiva tetap yaitu, aktiva yang mempunyai kegunaan relatif permanen
atau jangka panjang (mempunyai umur ekonomi lebih dari satu tahun

12
atau tidak akan habis dalam satu kali putaran operasi perusahaan).
d) Hutang
Hutang adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak
lain yang belum terpenuhi, dimana hutang ini merupakan sumber dana
atau modal perusahaan dari kreditur. (Munawir 2007: 118).
Menurut Sartono (2011:215) Hutang pada umumnya dapat dibagi
menjadi dua yaitu :
(1) Hutang lancar atau hutang jangka pendek.
Merupakan kewajiban keuangan perusahaan yang pelunasannya
ataupun pembayarannya akan dilakukan dalam jangka pendek,
cepat dalam jangka (satu tahun) sejak tanggal neraca dengan
menggunakan aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan. Hutang
lancar meliputi : hutang dagang, hutang wesel, hutang pajak dan
biaya yang masih harus dibayar, hutang jangka panjang yang segera
jatuh tempo, dan penghasilan yang diterima di muka.
(2) Hutang jangka panjang
Merupakan kewajiban keuangan yang jangka waktu
pembayarannya masih jangka panjang (lebih dari satu tahun dari
tanggal neraca). Hutang jangka, panjang meliputi,hutang obligasi,
hutang hipotik, dan pinjaman jangka panjang lainnya.
e) Modal
Menurut Sartono (2011:217) Moda1 merupakan hak atau bagian
yang dimiliki oleh pemilik perusahaan di tunjukkan dalam pos modal
(modal saham) surplus dan laba yang ditahan. Kelebihan nilai aktiva

13
yang dimiliki oleh perusahaan terhadap seluruh hutang-hutangnya.
Modal pada umumnya dapat dibagi menjadi dua ( Husnan, 2009:137)
yaitu :
(1) Modal sendiri adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan
yang tertanam dalam perusahaan untuk waktu yang tidak terlalu
lama.
(2) Modal asing adalah modal yang berasal dari luar perusahaan yang
sifatnya sementara bekerja dalam perusahaan bersangkutan, modal
tersebut merupakan hutang yang pada saatnya harus dibayar
kembali.
Dalam pembuatan, suatu neraca perusahaan, maka bentuk atau
susunan neraca tidak ada keseragaman diantara perusahaan-perusahaan,
tergantung pada tujuan yang akan dicapai. Tetapi pada umumnya bentuk
neraca yang digunakan ada yang berbentuk skontro, maupun stafel,
bentuk susunan neraca skontro adalah neraca yang disusun dalam
bentuk rekening "T", dimana bentuk skontro ini semua aktiva tercantum
disebelah kiri debet, dan hutang serta modal tercantum di sebelah kanan atau
kredit. Sedangkan bentuk susunan neraca staffel adalah dengan rnenyusun
elemen-elemen neraca secara vertkal dengan susunan, aktiva lancar,
aktiva tetap, hutang jangka pendek, hutang jangka panjang dan modal.
2) Laporan laba rugi
Menurut Arifin (2005:214) menyatakan bahwa laporan laba/rugi adalah
laporan yang menyajikan prestasi keuangan dan kemampuan mendapatkan laba
selama satu periode. Laporan laba rugi

merupakan laporan yang

14
menggambarkan jumlah penghasilan atau pendapatan dan biaya dari satu
perusahaan pada periode tertentu (Martono dan Harijito 2005: 51). Laporan laba
rugi adalah laporan yang menyajikan informasi tentang tingkat keberhasilan
operasi perusahaan dalam suatu periode tertentu (Hanafi, 2011:219).
Menurut Sartono (2011:259) Komponen-komponen laporan laba/rugi
terdiri dari komponen yaitu :
a) Pendapatan operasional
Adalah pendapatan yang diperoleh dari hasil usaha operasional
perusahaan yang terdiri dari beberapa jenis komponen, yang meliputi
pendapatan bunga, provisi dan komisi, pendapatan operasional lainnya
seperti ongkos administrasi.
b)

Pendapatan Non Operasional


Adalah pendapatan yang diperoleh dari kegiatan di luar usaha pokok
bank, seperti : keuntungmn dari penjualan aktiva tetap dan inventaris, hasil
sewa dan hasil denda.

c)

Biaya Operasional
Adalah biaya yang dikeluarkan untuk melakukan kegiatan usaha bank,
seperti : biaya bunga, premi asuransi, biaya tenaga kerja, biaya sewa,
biaya honorium, biaya pajak, biaya pemeliharaan dan perbaikan
inventaris kantor, biaya penyusutan, biaya barang dan jasa pihak ketiga,
dan biaya operasional lainnya seperti biaya minuman dan makanan
kantor.

d) Biaya non operasional


Adalah biaya di luar usaha pokok bank, yang terdiri dari : biaya

15
kerugian penjualan aktiva tetap dan inventaris atau kehilangan
inventaris, biaya transfer payment (sumbangan), denda dan biaya non
operasional lainnya.
e) Laporan laba yang ditahan
Syamsuddin (2008:193)

Laporan laba di tahan merupakan laporan

keuangan yang tidak kalah pentingnya bagi perusahaan. Pada laporan


ini, laba atau rugi yang timbul bagi perusahaan. Pada laporan ini, laba
atau rugi yang timbul secara insidentil dapat diklasifikasikan tersendiri
dalam laporan laba rugi yang ditahan dalam laporan perubahan modal,
tergantung pada konsep yang dianut perusahaan.
2.1.4 Pengertian Likuiditas
Likuiditas suatu perusahaan berhubungan dengan kemampuan suatu
perusahaan untuk memenuhi kewajiban financial jangka pendek dengan
memperhatikan elemen-elemen Yang berkaitan seperti aktiva lancar dan hutang
lancar. Likuiditas adalah suatu indikator mengenai kemampuan perusahaan
untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendek pada saat jatuh tempo dengan
menggunakan

aktiva

lancar

tersedia

(Syamsudin,

2008:211).

Likuiditas merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi


kewajiban keuangan yang segera harus dipenuhi, atau kemampuan perusahaan
untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat di tagih menurut (Sugiri dan
Sumiana, 2007:293). Analisis rasio likuiditas adalah analisis yang dilakukan
terhadap kemampuan

perusahaan (lembaga keuangan) dalam memenuhi

kewajiban jangka pendeknya atau kewajiban yang sudah jauh tempo (Agung
dan Bambang 2010:137).

16
Dari pendapat para ahli dapatlah dikatakan bahwa likuiditas adalah rasio
Yang digunakan untuk mengakui kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban keuangannya yang bersifat jangka pendek atau segera harus
dibayar dengan menggunakan alat-alat pembayaran yang bersifat likuid atau
cair.
Perusahaan yang mampu memenuhi kewajiban keuangannya
tepat pada waktunya berarti perusahaan tersebut mempunyai alat pembayaran
ataupun aktiva lancar yang lebih dari pada hutang lancar. Sebaliknya kalau
perusahaan tidak dapat segera memenuhi kewajiban keuangannya pada saldo
ditagihanya, berarti perusahaan tersebut dalam keadaan likuid (Munawir,
2007:187). Kemampuan membayar yang dimiliki suatu perusahaan apabila
dihubungkan dengan kewajiban kepada pihak luar (kreditur) dinamakan
likuiditas badan usaha (Sartono 2011:259). Apabila kemampuan membayar
tersebut dihubungkan dengan kewajiban finansial untuk menyelenggarakan
proses produksi, maka dinamakan likuiditas perusahaan. Untuk menjaga
likuiditas perusahaan maka harus memperhatikan apakah perusahaan dapat
memenuhi pembayaran yang diperlukan untuk kelancaran jalannya perusahaan
menurut (Haryono, 2012:301).

2.1.5 Arti penting likuiditas


Setiap perusahaan harus dapat mempertahankan tingkat likuiditasnya
agar kegiatan operasional tidak mengalami gangguan, sehingga tujuan
perusahaan dapat tercapai (Sartono, 2008:279). Alat-alat pembayaran yang

17
harus tersedia di perusahaan agar dapat menjamin hutang lancar perusahaan
berupa elemen-elemen aktiva yang dimiliki oleh perusahaan, pada suatu saat
tertentu merupakan kekuatan membayar dan suatu perusahaan. Jika
kekuatan membayar dari perusahaan itu dihubungkan dengan kewajiban
yang harus dipenuhi, maka akan didapatkan kemampuan membayar perusahaan
tersebut.
Menurut Sartono (2001:276) Likuiditas badan usaha merupakan
kemampuan perusahaan untuk menyediakan alat-alat pembayaran yang
sedemikian rupa, sehingga dapat memenuhi kewajiban finansialnya yang
segera harus dipenuhi kepada pihak luar. Kemampuan untuk dapat
menumbuhkan kepercayaan pihak luar terhadap perusahaan merupakan faktor
penting bagi kelangsungan hidup perusahaan. Kemajuan perusahaan sangat
tergantung dari banyak relasi yang dimiliki untuk mempercepat pembayaran
hutang agar likuiditas perusahaan dapat dipertahankan.
2.1.6 Cara mengukur Likuiditas
Menurut Riyanto (2009:271) untuk mengukur tingkat likuiditas
perusahaan, digunakan.alat-alat sebagai berikut :
1) Current ratio
Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar
hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar.
Current ratio

= Aktiva Lancar
Hutang Lancar

2) Cash ratio (Ratio of immediate solvency)


Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar

18
hutang yang segera harus dipenuhi dengan kas yang tersedia pada
perusahaan dan efek yang dapat segera diuangkan.
Cash ratio =

Kas + Efek
Hutang Lancar

3) Quick ratio
Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang
yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih likuid (quick
assets)
Quick ratio = Kas + Efek + Piutang
Hutang Lancar
4) Cara meningkatkan likuiditas
Menurut (Riyanto, 2009 : 109) cara mengukur tingkat likuiditas adalah
dengan menggunakan current ratio sebagai alat pengukuranya, maka
tingkat likuiditas dengan current ratio perusahaan dapat dipertinggi dengan
cara yaitu:
a)

Dengan hutang lancar (current liabilities) tertentu, diusahakan untuk


menambah aktiva lancar (current asset).

b)

Dengan aktiva lancar tertentu, diusahakan untuk mengurangi jumlah


hutang lancar.

c)

Dengan mengurangi jumlah hutang lancar bersama-sama dengan


mengurangi aktiva lancar.
Dengan cara-cara untuk mempertinggi current ratio sebagai mana
disebutkan di atas, maka transaksi dapat diadakan pada sektor aktiva
lancar, hutang lancar, atau keduanya yaitu aktiva dan hutang lancar.

2.1.7 Pengertian Ratio Aktivitas

19
Rasio-rasio aktivitas yaitu rasio-rasio yang dimaksudkan untuk
mengukur sampai seberapa besar efektivitas perusahaan dalam mengerjakan
sumber-sumber dananya seperti inventory turnover, average collection period
dan lain sebagainya (Arifinb 2005 : 271).
Analisis aktivitas digunakan untuk mengukur sampai seberapa jauh tingkat
efisiensi

perusahaan dalam memanfaatkan sumber yang dimilikinya

(Simamora 2011:234).
Activity ratio mengukur sejauh mana efektivitas manajemen
perusahaan dalam mengolah aset-asetnya. Rasio aktivitas menganalisis
hubungan antara laporan laba rugi, khususnya penjualan dengan unsur-unsur
yang ada pada neraca, khususnya unsur-unsur aktiva (Husnan, 2009: 166).
Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa rasio aktivitas
adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
memanfaatkan sumber-sumber yang dimilikinya secara efisien untuk
menghasilkan revenue.
2.1.8 Cara Mengukur Rasio Aktivitas
Menurut Riyanto (2010:268) rasio yang digunakan untuk menilai
tingkat aktivitas antara lain :
1) Total assets turnover adalah kemampuan dana yang tertanam dalam
keseluruhan aktiva berputar dalam suatu periode tertentu atau
kemampuan modal yang diinvestasikan untuk menghasilkan revenue.
Total asset turnover

Penjualan neto
Jumlah aktiva

2) Working capital asset adalah kemampuan modal kerja neto berputar

20
dalam suatu periode tertentu atau indikasi siklus kas dari perusahaan.
Working capital asset =

Penjualan neto
Aktiva lancar-hutang lancar

2.1.9 Pengertian Solvabilitas


Menurut Sartono (2011:249) Solvabilitas adalah mengukur kemampuan
perusahaan untuk membayar semua kewajibannya pada saat perusahaan di
likuidasi dengan rasio sebagai berikut :
1) Rasio aktiva dengan hutang adalah perbandingan jumlah aktiva dengan
jumlah hutang dengan rumus :
Rasio aktiva dengan total hutang

Total aktiva
Total hutang

2) Rasio modal sendiri dengan hutang jangka pendek adalah perbandingan


modal sendiri dengan hutang jangka pendek dengan rumus :
Rasio modal sendiri dengan total hutang = Modal sendiri
Total hutang
3) Rasio aktiva tetap dengan hutang jangka panjang adalah perbandingan
jumlah aktiva tetap dengan hutang jangka panjang dengan rumus:
Rasio aktiva tetap dengan hutang jangka panjang = Aktiva tetap
Hutang jangka panjang

2.1.11 Pengertian Rasio Profitabilitas


Menurut Riyanto (2009:319) Rasio profitabilitas adalah untuk
mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan profit/laba, maka
dalam pengukuran tingkat profitabilitas perusahaan, dimana masing-masing

21
pengukuran akan dihubungkan dengan volume produksi, total aktiva dan
modal sendiri, secara keseluruhan ketiga pengukuran ini akan memungkinkan
dalam analisis dapat mengevaluasi tingkat earning dalam hubungannya
dengan

volume produksi, jumlah aktiva dan investasi ini pada rasio

profitabilitas, karena untuk dapat melangsungkan hidup suatu perusahaan


haruslah berada dalam keadaan menguntungkan/profitabilitas. Tampa adanya
keuntungan akan sangat sulit bagi perusahaan untuk menarik modal dari luar
perusahaan. Para kreditur, pemilik perusahaan dan terutama sekali pihak
management perusahaan akan berusaha meningkatkan keuntungan ini, karena
disadari betapa pentingnya arti keuntungan bagi masa depan perusahaan,
rumus profitabilitas adalah :
Net income
1) Return on asset (ROA) =
Total Asset
Net income
2) Return on equity

=
Equity

2.1.12 Pengertian Kinerja Perusahaan


Menurut Setyawan (2007 : 45) Kinerja perusahaan adalah hasil kerja
suatu perusahaan selama periode tertentu yang menunjukkan apakah suatu
perusahaan

berkembang atau tidak pada suatu periode. Idealnya semua

perusahaan harus terus mengembangkan kinerjanya dari waktu ke waktu.


Perusahaan yang kinerjanya tumbuh dan bekembang dari waktu ke waktu
akan

selalu

mendatangkan

hasil

bagi

pemiliknya.

Semakin

tinggi

pertumbuhan kinerja suatu perusahaan maka kemampuannya dalam


meningkatkan produksi, penjualan, maupun laba juga akan meningkat,

22
sehingga kinerja perusahan meningkat, ditinjau dari rasio keuangan (rasio
likuiditas, rasio aktivitas,

rasio rentabilitas, rasio solvabilitas dan rasio

profitabilitas).
Indikator pertumbuhan perusahaan dengan kinerja keuangan dapat
dilihat dari :
1) Kemampuan dalam meningkatkan produksi
2) Kemampuan dalam meningkatkan penjualan
3)

Kemampuan dalam meningkatkan laba, sehingga kinerja perusahaan


meningkat ditinjau dari :
a)

Meningkatan rasio likuiditas

b)

Meningkatkan rasio aktivitas

c)

Meningkatkan rasio rentabilitas

d)

Meningkatkan rasio solvabilitas

e)

Meningkatkan rasio profitabilitas

2.2 Penelitian Terdahulu


Penelitian terdahulu seperti pada tabel 2.1 sebagai berikut.
Tabel 2.1
Penelitian Terdahulu

23
No
1

No
2

Nama/
Tahun
Suryawan
2013

Nama/
Tahun
Aribawa
2013

Judul

Variabel

Analisis
kinerja
keuangan
ditinjau dari
rasio
likuiditas,
aktivitas,
rentabilitas
dan rasio
solvabilitas
PT Bank
Sinar
Harapan Bali
Denpasar

Rasio
Likuiditas
Aktivitas
Solvabilitas

Judul

Variabel

Teknik
Analisis
Analisis
Kuantitatif
Likuiditas
Aktivitas
Rentabilitas
Solvabilitas

Teknik
Analisis
Analisis
Rasio
Analisis
kinerja
Likuiditas
kuantitatif
keuangan
Aktivitas
rasio
ditinjau dari Solvabilitas likuiditas,
rasio
Profitabilitas aktivitas,
Likuiditas,
solvabilitas
aktivitas,
profitabilitas
solvabilitas
dan
profitabilitas
PT
Bank
PBD Cabang
Tabanan

BAB III
KERANGKA PEMIKIRAN
3.1 Kerangka Pemikiran.

Hasil
Penelitian
Hasil penelitian
dari semua
variabel yang
digunakan yaitu
rasio likuiditas
sehat, rasio
aktivitas sehat,
rasio solvabilitas
dan rasio
rentabilitas
sehat dan
solvabilitas
perusahaan
cukup sehat.
Hasil
Penelitian
Hasil penelitian
dari semua
variabel yang
digunakan yaitu
rasio likuiditas
cukup sehat,
rasio aktivitas
sehat, rasio
solvabilitas
cukup sehat dan
rasio
profitabilitas
perusahaan
sehat.

24
Faktor penting yang perlu diperhatikan dalam analisis kinerja keuangan,
diantaranya: tingkat penjualan, struktur asset, tingkat pertumbuhan perusahaan,
profitabilitas dan perlindungan pajak, skala perusahaan serta kondisi intern
perusahaan. Analisis kinerja keuangan perusahaan selain sebagai variabel yang
mempengaruhi penentuan, pertumbuhan juga dapat berdampak pada nilai
perusahaan (Sartono, 2011:201). Analisis keuangan yang ditinjau dari rasio
likuiditas, rasio aktivitas, rasio rentabilita dan rasio solvabilitas. sangat penting
untuk mengetahui perkembangan perusahaan dalam satu periode (Suryawan
2013).
Kinerja perusahaan merupakan hasil kerja suatu perusahaan selama
periode tertentu yang menunjukkan apakah suatu perusahaan berkembang atau
tidak pada suatu periode. Idealnya

semua

perusahaan harus terus

mengembangkan kinerjanya dari waktu ke waktu. Perusahaan yang kinerjanya


tumbuh dan bekembang dari waktu ke waktu akan selalu mendatangkan hasil
bagi pemiliknya. Semakin tinggi pertumbuhan kinerja suatu perusahaan maka
kemampuannya dalam meningkatkan produksi, penjualan, maupun laba juga
akan meningkat, sehingga kinerja perusahan meningkat, ditinjau dari rasio
keuangan (rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas dan rasio
profitabilitas) (Aribawa 2013).
Kerangka berpikir yang mendasari penelitian ini adalah bahwa kinerja
perusahaan merupakan tujuan penting yang harus dicapai bagi manajemen
perusahaan. Banyak hal yang dapat24dilakukan untuk meningkatkan kinerja
perusahaan

oleh

manajemen

keuangan yang dibuatnya.

perusahaan

melalui

keputusan-keputusan

25
Berdasarkan uraian tersebut, maka kerangka penelitian seperti gambar
3.1 sebagai berikut :
Gambar 3.1
Kerangka Pemikiran
Analisis Rasio Keuangan

Analisis Kinerja
Keuangan
PT Bank Pasar Umum
Cabang Teuku Umar
Denpasar
Tahun 2012-2014

Rasio keuangan
1) Rasio likuiditas
a) Current ratio
b) Cash ratio
2) Rasio aktivitas
a) Total asset turnover
b) Working capital asset
3) Rasio Solvabilitas
a) Rasio modal dengan aktiva
b) Rasio hutang dengan aktiva
4) Rasio profitabilitas
a) Return on asset
b) Return on equity

Sumber : Pemikiran Peneliti


Gambar 3.2 tersebut menunjukkan bahwa penelitian ini dilakukan
bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan ditinjau dari rasio likuiditas,
rasio aktivitas, rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas.

BAB IV
METODE PENELITIAN
4.1

Lokas Penelitian

26
Penelitian ini dilakukan di PT Bank Pasar Umum Cabang Teuku Umar
Denpasar yang berlokasi di Jalan Teuku Umar No. 5 Denpasar.
4.2

Objek Penelitian
Yang menjadi objek penelitian adalah kinerja Keuangan PT Bank Pasar
Umum Cabang Teuku Umar Denpasar di tinjau dari rasio likuiditas, rasio
aktivitas, rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas.

4.3 Identifikasi Variabel


Adapun variabel yang diteliti disini adalah :
1) Rasio likuiditas
2) Rasio aktivitas
3) Rasio solvabilitas
4) Rasio profitabilitas.
4.4

Definisi Operasional
Guna menghindari kesalahan dalam mengartikan variabel yang
dianalisis, berikut ini dijelaskan definisi operasional variabel dari masingmasing variabel sebagai berikut:
1) Rasio likuiditas adalah berhubungan dengan kemampuan suatu perusahaan
untuk

memenuhi

kewajiban

finansial

jangka

pendek

dengan

memperhatikan elemen-elemen Yang berkaitan seperti aktiva lancar dan


hutang lancar
Denpasar .

pada

PT Bank Pasar Umum Cabang Teuku Umar


26

2) Rasio aktivitas adalah rasio untuk mengukur sampai seberapa besar


efektivitas dalam mengerjakan sumber-sumber dananya seperti inventory

27
turnover, average collection period dan lain sebagainya pada PT Bank
Pasar Umum Cabang Teuku Umar Denpasar.
3) Rasio solvabilitas adalah mengukur kemampuan perusahaan untuk
membayar semua kewajibannya pada PT Bank Pasar Umum Cabang
Teuku Umar Denpasar di likuidasi.
4) Rasio profitabilitas adalah untuk mengukur kemampuan PT Bank Pasar
Umum Cabang Teuku Umar Denpasar dalam mengasilkan profit/laba.
4.5

Sumber dan Jenis Data


4.5.1 Menurut Sumber Data
1) Data Primer yaitu

data yang pertama kali diteliti/ dikumpulkan

peneliti (Sugiyono, 2010:129). Data primer dalam penelitian ini


meliputi pertumbuhan perusahaan, struktur modal dan kinerja
keuangan PT Bank Pasar Umum Cabang Teuku Umar Denpasar di
tinjau dari rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas dan rasio
profitabilitas.
2) Data Sekunder yaitu data yang sudah dikumpulkan, sudah diolah
peneliti lain (Sugiyono, 2010:132). Data sekunder dalam penelitian
ini laporan keuangan PT Bank Pasar Umum Cabang Teuku Umar
Denpasar.
4.5.2

Jenis Data Berdasarkan Sifatnya


1) Data Kuantitatif, yaitu data yang dalam bentuk angka-angka yang
dapat dihitung dengan

satuan (Sugiyono, 2010:131). Data yang

28
diperoleh adalah perhitungan laporan keuangan

PT Bank Pasar

Umum Cabang Teuku Umar Denpasar.


2)

Data Kualitatif, yaitu data yang tidak berbentuk angkat-angka


sifatnya keterangan yang dapat memberikan gambaran terhadap
permasalahan yang dibahas (Sugiyono, 2010:139). Data kualitatif
dalam penelitian yaitu sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi
dan pembagian tugas dan tanggungjawab masing-masing bagian.

4.6

Metode Pengumpulan Data


1) Observasi, yaitu pengumpulan data dengan jalan mengadakan pengamatan
langsung terhadap objek penelitian (Sugiyono, 2010:159). Seperti mencatat
data sesuai dengan pembahasan.
2) Wawacara yaitu metode yang dilakukan dengan cara mengadakan tanya
jawab langsung (Sugiyono, 2010:163). Seperti wawancara dengan
pimpinan karyawan PT Bank Pasar Umum Cabang Teuku Umar Denpasar.
3) Studi Dokumentasi yaitu pengumpulan data dengan mempergunakan atau
mengadakan suatu penyelidikan terhadap catatan-catatan atau dokumendokumen perusahaan (Sugiyono, 2010:169). Seperti dokumen laporan
keuangan PT Bank Pasar Umum Cabang Teuku Umar Denpasar.

4.7

Teknik Analisis kuantitatif


Analisis yang dipergunakan untuk mengetahui
Pasar Umum Cabang Teuku Umar Denpasar adalah :

kinerja keuangan PT Bank

29
4.7.1 Analisis Likuiditas
Menurut Riyanto (2009:271) analisis rasio likuiditas alat-alat sebagai
berikut :
1) Current ratio
Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar
hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar.
Current ratio

= Aktiva Lancar
Hutang Lancar

2) Cash ratio
Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar
hutang yang segera harus dipenuhi dengan kas yang tersedia pada
perusahaan dan efek yang dapat segera diuangkan.
Cash ratio =

Kas + Efek
Hutang Lancar

4.7.2 Analisis Rasio Aktivitas


Menurut Riyanto (2010:268) analisis rasio aktivitas yang digunakan
untuk menilai tingkat aktivitas antara lain :
1) Total assets turnover adalah kemampuan dana yang tertanam dalam
keseluruhan aktiva berputar dalam suatu periode tertentu atau
kemampuan modal yang diinvestasikan untuk menghasilkan revenue.
Total asset turnover

= Penjualan neto
Jumlah aktiva

2) Working capital asset adalah kemampuan modal kerja neto berputar


dalam suatu periode tertentu atau indikasi siklus kas dari perusahaan.
Working capital asset =

Penjualan neto
Aktiva lancar-hutang lancar

30

4.7.3 Analisis Solvabilitas


Menurut Sartono (2011:249) rasio solvabilitas diukur dengan rasio
sebagai berikut :
1) Rasio aktiva dengan hutang adalah perbandingan jumlah aktiva dengan
jumlah hutang dengan rumus :
Rasio aktiva dengan total hutang

Total aktiva
Total hutang

2) Rasio modal sendiri dengan hutang jangka pendek adalah perbandingan


modal sendiri dengan hutang jangka pendek dengan rumus :
Rasio modal sendiri dengan total hutang = Modal sendiri
Total hutang
4.7.5 Analisis Profitabilitas
Menurut Riyanto (2009:319) rasio profitabilitas diukur dengan rumus
sebagai berikut :
Net income
1) Return on asset (ROA) =
Total Asset
Net income
2) Return on equity

=
Equity

BAB V
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
5.1 Gamabaran Umum Perusahaan

31
5.1.1 Sejarah PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar Denpasar
PT Bank Pasar Umum Cabang Teuku Umar Denpasar
merupakan usaha perbankan dengan Surat Keputusan Bank
Indonesia No. 10/599/DKBU/Idat/Dpr pada tanggal 11 Juli 2008 PT
Bank Pasar Umum Cabang Teuku Umar Denpasar. Dalam melaksanakan
operasionalnya PT Bank Pasar Umum Cabang Teuku Umar Denpasar
sudah dilengkapi ijin berupa Surat Keterangan Melanjutkan.
Walaupun kegiatan usaha PT Bank Pasar Umum Cabang Teuku
Umar Denpasar telah berkembang dengan lancar namun dengan adanya
peraturan Bank Indonesia No. 7/15/PBU2005 tanggal 1 Juli 2005, maka
permodalan yang dimiliki belum memenuhi kebutuhan sebagaimana
dalam pasal 2 peraturan tersebut diatas yakni Bank Umum wajib memenuhi
jumlah modal inti paling sedikit

kurang sebesar Rp. 80.000.000.000.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka pihak manajemen PT Bank


Windu Tbk Cabang

Teuku Umar Denpasar berupaya melakukan

langkah-langkah untuk memenuhi kebutuhan tersebut antara lain


dengan meminta kepada pemegang saham untuk menambah setoran
modal da disamping itu diusahakakn pula melakukan pendekatan
kepada beberapa investor yang berminat untuk membeli saham PT
Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar Denpasar.

33
5.1.2 Visi dan Misi PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar Denpasar
1)

Visi
Menjadi bank yang dominan di segmen Mikro dan UKM di Bali. 2.

32
2) Misi
a) Mewujudkan dan menjaga Bank Windu selalu dalam keadaan sehat
dan memiliki keunggulan bersaing secara berkelanjutan.
b) Mengembangkan Sumber Daya Manusia Profesional.
c) Memberi keuntungan yang maksimal bagi stake holder
5.1.3 Struktur Organisasi PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar
Denpasar
Pada prinsipnya yang menjadi tujuan utama suatu perusahan
adalah untuk memperoleh laba. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut,
sangat diperlukan suatu setruktur organisasi yang baik dalam mengelola
kegiataan

perusahaan,

disini

diperlukan

adanya

penempatan

jabatan/kedudukan sesuai dengan kemampuan maupun kegiatan yang


dimiliki sehingga pekerjaan yang akan mereka hadapi tidak menyulitkan
dan dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan keahlian masingmasing.
Organisasi adalah sekelompok orang yang mempunyai hubungan
dengan bekerjasama untuk mencapai tujuan. Struktur organisasi adalah
wadah kerjasama yang harmonis dan mencerminkan lalu lintas wewenang
dan tanggung jawab di antara orang-orang di dalam organisasi untuk
mencapai tujuan. Struktur organisasi PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku
Umar Denpasar adalah struktur organisasi garis, yang artinya komando
berasal dari jenjang tinggi sampai terendah. Dimana atasan memberikan
tugas masing-masing kepada bawahan serlanjutnya bawahan memberikan
laporan serta pertanggung jawaban atas pekerjaan yang dilaksanakan

33
kepada atasan, sehingga terwujud kesatuan perintah. Adapun bentuk
sruktur organisasi PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar Denpasar
seperti pada Gambar 5.1 berikut:
Gambar 5.1
Struktur Organisasi PT Bank Windu Tbk
Cabang Teuku Umar Denpasar
KEPALA
CABANG

KABAG KREDIT
DAN PEMASARAN

KABAG
OPERASIONAL

KEPALA SEKSI KREDIT


DAN PEMASARAN

KEPALA SEKSI
OPERASIONAL

ACCOUNT
OFFICER/
ANALISIS

ADMINISTRASI
KREDIT

PEMBINAAN
NASABAH

PERSONASLIA
DAN UMUM

STAF
PERSONASLIA
UMUM
SATPAM
OFFICE BOY

TELLER
TELLER
LUAR

ADM
DANA

ACCOUN
TING

Sumber : PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar Denpasar


5.1.3 Uraian Tugas Masing-Masing Bagian

5.1.4 Tugas Masing-masing Bagian


1)

Kepala cabang
a) Memimpin dan mengendalikan semua kegiatan PT Bank Windu Tbk
Cabang Teuku Umar Denpasar.

COSTOMER
SERVICES

34
b) Merencanakan dan menyusun program tahunan.
c) Membina karyawan PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar
Denpasar.
d) Mengurus dan mengelola PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar
Denpasar.
e) Menyelenggarakan adminitrasi umum dan karyawan PT Bank
f)

Windu Tbk Cabang Teuku Umar Denpasar.


Memberikan support operational dan marketing sebesar-besarnya

kepada anak buah yang ada di perusahaan.


g) Menjaga layanan mutu Bank kepada nasabah selalu ada pada tingkat
yang tinggi.
h) Tercapainya tujuan dan berkembangnya perusahhan sesuai dengan
rencana jangka panjang.
2) Bagian operasional
a) Membuat rencana kunjungan setiap hari yang didasarkan atas dasar
market leader yang dimiliki oleh atasan.
b) Melakukan kunjungan-kunjungan kepada calon nasabahdan nasabah
lama untuk memasarkan prodak-prodak bank dan jasa-jasa bank
lainnya.
c) Selalu mengikuti perkembangan yang terjadi di bank misalnya
perubahan suku bunga dan lain-lain sehingga informasi yang
diberikan kepada nasabah atau calon yang selalu siap untuk bersaing
dipasaran.
3) Seksi operasional
a) Mampu memberikan penjelasan kepada nasabah dan calon nasabah
tentang keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh produk PT Bank
Windu Tbk Cabng Teuku umar Denpasar dan jasa-jasa menjelang
kredibilitas PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku umar Denpasar di
masyarakat.
b) Mampu melakukan cross selling kepada nasabah-nasabah yang
unggul (Prime Custumer).

35
c) Membina nasabah-nasabah lama sehingga bias bertahan bahkan mau
memakai prodak-prodak dan jasa-jasa bank lainnya.
d) Membuat laporan-laporan yang diperlukan oleh atasan dalam hal
hasil kunjungannya.
e) Melaksanakan marketing program yang jelas dengan mengikuti
pola-pola sebagai berikut:
(1) Soliction plan /account plan
(2) Account profitability
(3) Potensial target market/identifikasi
(4) Risk asset monitoring market competitation
f) Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sepanjang
masih dalam ruangan lingkup marketing.
g) Menyiapka slip-slip dan belangko-blangko yang diperlukan dalam
melaksanakan tugas-tugas sehingga dengan cepat kita dapat
mensevice nasabah.
4) bagian kredit dan pemasaran
a) Mengimput data nasabah kredit ke computer yng akan diaresasi pada
hari itu yang dapat perstujun dari pihak-pihak yang berwenag dan
selanjutnya

membuat

perhitungan

adminitrasi

kredit

yang

dibebankan kepada nasabah.


b) Menyiapkan atau meriviw kelenkapan data proposal kredit,
perjanjian

kredit

dan

menggabungkan

SPK

yang

akan

ditandatangani debitur didepan pejabat bank yang berwenang pada


saat pencairan kredit.
c) Melakukan pengetikan perjanjian kredit secara benar dan rapi.
d) Memfile proposal kredit yang telah realisasikan dan selanjutnya
diserahkan kepada bagian legal.
e) Mengadminitrasikan atau mencatat semua surat-surat permohonan
kredit.
f) Mengadminitrasikan atau mencatat semua surat-surat permohonan
kredit.

36
g) Membuat laporan-laporan perkereditan yang diperlukan pleh Bnak
Indonesia.
h) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan langsung
sepankang masih dalam lingkungan tugas dan fungsi.
5) Bagian dana
a) Mempersaipkan segala rencana tugas pungutan kelapangan.
b) Mengecek dan menyetor uang ahsil pungutan sore hari pada kasir
dengan terlebih dahulu meneliti rekap harian kolektifnya dan
membuat slip setoran konsulidasi yang benar dicetak oleh kosubsi
dana.
c) Menerima dan mengecek uang nasabah yang diterima dari kasir.
d) Memeriksa persiapan buku tabungan dan resi yang akan digunakan
operasional setiap hari serta tanggung jawab atas semua buku dan
resi-resi yang telah dipergunakan.
5) ADM dana
a) Melihat dan meneliti kondisi pendapatannya pada kondisi hari
kemarin sebagai evaluasi apa yang dilakukan untuk pungutan hari
ini bias lebih baik dari hri kemarin.
b) Menyampaikan kendala-kendala atau

masalah-masalah

yang

dihadapi di lapangan kepada kasubsi dan baik menyangkut


konplain dan pelayanan lainnya.
c) Melaksanakan pemberian dan mencantumkan bunga tabungan pada
buku nasabahnya masing-masing sesuai dengan print out yang
diberikan oleh kasubsi dana.
d) Meneliti buku-buku nasabah dan mencocokkan dengan print dan
diisi stempel buku nasabah tanda pengesahan.
e) Meneliti antara saldo buku dan saldo komputer terlebih dahulu
apabila terjadi penarikan oleh nasabahnya.

37
f) Menuliskan setoran yang dilakukan oleh nasabah pada buku nasabah
yang bersangkutan secara teliti dan benar untuk selanjutnya
menjumlah dengan saldo kemarin.
g) Wajib mempertanggung jawabkan segala keteledoran sehingga
menyebabkan kerugian pada perusahaan.
6) Staf umum
a) Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan dibidang surat menyurat
perusahaan, hukum, dan perundang-undangan serta perlengkapan
kantor.
b) Melaksanakan tata usaha atau dokumen persuratan dan perusahaan.
c) Menyimpan dan memelihara dokumen-dokumen penting yang
berkenaan dengan tugas-tugas kesekretariatan.
d) Mengurus peralatan perusahaan.
e) Mengatur dan mengurus kebutuhan karyawan.
f) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan atau
pimpinan.
7) Pembinaan nasabah
a) Membina usaha nasabah.
b) Memberikan petunjuk pelaksanaan pembinaan.
c) Mengembangkan usaha nasabah
8) Teller
a) Menerima dan mengeluarkan uang kas.
b) Menyediakan dana uang kas.
c) Menyediakan dana cash untuk kegiatan operasional.
d) Membuat laporan kas.
9) Accounting
a) Membukukan transaksi keuangan perusahaan.
b) Menjaga berkas keuangan perusahaan.
c) Memeriksa fail keuangan perusahaan.
d) Membuat laporan keuangan.
5.2 Hasil-Hasil Pembahasan Penelitian
Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari PT Bank
Windu Tbk Cabang Teuku Umar Denpasar. Proses pengumpulan data yang
dilakukan pada PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar Denpasar sesuai
dengan variabel yang diteliti. Berikut ini disajikan deskripsi mengenai variabel

38
yang diteliti meliputi,

kinerja keuangan

ditinjau dari rasio likuiditas,

aktivitas, rentabilitas, solvabilitas dan propitabilitas. Alat ukur kinerja


keuangan PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar Denpasar seperti pada
Tabel 5.1 berikut :

Tabel 5.1
Alat Ukur Kinerja Keuangan Ditinjau dari Rasio Likuiditas, Aktivitas,
Rentabilitas Solvabilitas dan Profitabilitas
No
Uraian
Tahun
2011-2013
1)

Rasio likuiditas

a) Current ratio

2:1

b) Cash ratio
2)
Rasio aktivitas

1:1

a) Total asset turnover

0,500

b) Working capital asset


3)
Rasio rentabilitas

4,00

a) Earning power of total invesment

15%

b) Rate of return

30%

39
4)

Rasio solvabilitas

a) Rasio aktiva dengan hutang


Aktiva

b) Rasio modal dengan hutang jangka pendek

15

5)

Rasio profitabilitas

a) Return on asset (ROA)

0,50

b) Return on equity (ROE)

0,60

Sumber : Adita (2011)

5.2.1

Analisis Kinerja Keuangan PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar


Denpasar di Tinjau Dari Rasio Likuiditas,

Rasio Aktivitas,

Rasio

Rentabilitas, Rasio Solvabilitas dan Rasio Profitabilitas


Kinerja keuangan PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar Denpasar
di tinjau dari rasio likuiditas, rasio

aktivitas, rasio rentabilitas, rasio

solvabilitas, dan rasio profitabilitas disajikan seperti pada Tabel 5.2 sebagai
berikut ;
Tabel 5.2
Hasil Analisis Kinerja Keuangan PT Bank Windu Tbk
Cabang Teuku Umar Denpasar
Ditinjau dari Rasio Likuiditas, Aktivitas, Rentabilitas, Solvabilitas dan
Profitabilitas Tahun 2011-2013
No
Uraian
Tahun
Tahun
Tahun
Rata- Rata
2011
2012
2013
I
Rasio likuiditas
7,198:1
a) Current ratio
5,213 : 1
7,426 : 1 8,955: 1
1,793
b) Cash ratio
1,164 : 1
1,224: 1 2,991 : 1
II

Rasio aktivitas
a) Total asset turnover
b) Working capital asset

0,629
6,476

0,663
6,546

0,903
8,765

0,731
7,262

40
III Rasio rentabilitas
a) Earning power
total invesment
b) Rate of return

of

IV Rasio solvabilitas
a) Rasio aktiva dengan
hutang
b) Rasio modal sendiri
dengan hutang jangka
panjang
V
Rasio profitabilitas
a) Return on asset
(ROA)
b) Return on equity
(ROE)
Sumber : Lampiran 3

20,327%

21,982%

23,878%

22,062%

43,100%

48,009%

54,097%

48,402%

3,704

3,816

3,926

3,704

20,429

20,221

19,511

0,629

0,663

0,903

0,731

0,862

0,899

1,212

0,991

20,053

Berdasarkan Tabel 5.2 memberikan gambaran bahwa, jika dilihat


dari

rasio likuiditasnya, PT Bank Windu Tbk Cabang

Teuku Umar

Denpasar memiliki current ratio dari tahun 2011 sebesar 5,213:1, tahun
2012 sebesar 7,426 :1 dan tahun 2013 sebesar 8,955:1. Kenaikan

current

ratio ini disebabkan adanya peningkatan piutang setiap tahun. Cash ratio
tahun 2011 sebesar 1,164 :1, cash ratio tahun 2012 sebesar 1,224 : 1 dan
cash ratio tahun 2013 sebesar 2,991:1. Kenaikan rasio likuiditas karena
adanya kenaikan pada kas dan bank piutang.
Dilihat dari rasio aktivitasnya, PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku
Umar Denpasar memiliki total asset trunover

dari tahun 2011 sebesar

0,629, tahun 2012 sebesar 0,663dan tahun 2013 sebesar 0,903. Kenaikan
total asset trunover
pinjaman setiap tahun.

disebabkan adanya

kenaikan pendapatan bunga

Working capital asset dari tahun 2011 sebesar

6,476, tahun 2012 sebesar 4,690 dan tahun tahun 2013 sebesar 4,999.

41
Kenaikan working capital asset disebabkan adanya kenaikan pendapatan
setiap tahun.
Jika dilihat dari rasio Rentabilitas, PT Bank Windu Tbk Cabang
Teuku Umar Denpasar memiliki earning power of total invesment dari
tahun 2011 sebesar 20,327%, tahun 2012 sebesar 21,982% dan tahun 2013
menurun menjadi sebesar 23,878% , hal ini disebabkan adanya tahun 2013
terjadi peningkatan

aktiva. Rate of return dari tahun 2011 sebesar

43,100%, tahun 2012 sebesar 48,009% dan tahun 2013 sebesar 54,097%
karena adanya kenaikan laba setiap tahun.
Dilihat dari rasio solvabilitas, PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku
Umar Denpasar

memiliki rasio aktiva dengan hutang

dari tahun 2011

sebesar 3,704, tahun 2012 sebesar 3,816 dan tahun 2013 turun 3,926.
Kenaikan tahun 2011 dan 2012 karena adanya kenaikan total aktiva. Rasio
modal dengan hutang jangka pendek dari tahun 2011 sebesar 20,429, tahun
2012 sebesar 20,221 dan tahun 2013 naik menjadi

sebesar

19,511.

Menurunnya hasil rasio modal dengan hutang jangka pendek karena


adanya peningkatan hutang jangka pendek.
Berdasarkan hasil rasio profitabilitas PT Bank Windu Tbk Cabang
Teuku Umar Denpasar memiliki return on aseet (ROA) dari tahun 2011
sebesar 0,629, tahun 2012 sebesar 0,663 dan tahun 2013 sebesar 0,903,
kenaikan return on aseet (ROA) disebebkan karena adanya kenaikan net
income tahun 2013. Return on equity (ROE)

rata-rata dari tahun 2011

sebesar 0,862 tahun 2012 turun menjadi sebesar 0,899 dan tahun 2013 naik

42
menjadi sebesar 1,212. Kenaikan return on equity (ROE)

disebabkan

adanya kenaikan pendapatan bersih.


5.2.2

Perbandingan Antara Alat Ukur Kinerja Keuangan Dengan Hasil


Analisis Kinerja Keuangan PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar
Denpasar

di Tinjau Dari Rasio Likuiditas, Rasio Aktivitas, Rasio

Rentabilitas, Rasio Solvabilitas dan Rasio Profitabilitas


Untuk mengetahaui hasil analisis kinerja keuangan ditinjau dari rasio
analisis likuiditas, aktivitas, rentabilitas, solvabilitas, dan profitabilitas PT
Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar Denpasar maka alat ukur kinerja
keuangan PT Bank Windu Tbk Cabang
dibandingkan

Teuku Umar Denpasar

dengan hasil analisis kinerja kuangan ditinjau dari rasio

likuiditas, aktivitas, rentabilitas, solvabilitas dan profitabilitas, seperti pada


Table. 5.3 sebagai berikut :

Tabel 5.3
Perbandingan Alat ukur Kinerja Keuangan Dengan Rata-Rata Hasil
Analisis Kinerja Keuangan PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar
Denpasar Ditinjau dari Rasio Likwiditas, Aktivitas, Rentabilitas,
Solvabilitas dan Profitabilitas Tahun 2011-2013
Rata-Rata
Hasil perbandingan
Alat ukur Hasil Analisis antara alat ukur dengan
No
Uraian
kinerja
hasil analisis
I
Rasio likuiditas
a) Current ratio
2:1
7,198 : 1
+ 5,198 : 1 Sangat baik
b) Cash ratio
1:1
1,793: 1
+ 0,793 : 1 Cukup baik
II
Rasio aktivitas
a) Total asset turnover

0,500

0,731

+ 0,231 Cukup baik

43
b) Working capital asset
III Rasio rentabilitas
a) Earning power of
total invesment
Rate of return
b)
IV Rasio solvabilitas
a) Rasio aktiva dengan
hutang
b) Rasio modal saham
dengan hutang jangka
panjang
V
Rasio profitabilitas
a) Return on asset
(ROA)
b) Return on equity
(ROE)

4,00

7,262

+ 3,262 Sangat baik

15%

22,062

+ 7,062% Baik

30%

48,402%

+ 18,402% Baik

3,704

+ 0,704 Cukup baik

15

20,053

+ 5,053 Baik

0,50

0,731

+ 0,231 Cukup baik

0,60

0,991

+ 0,391 Baik

Sumber : Tabel 5.1 dan Tabel 5.2

Berdasarkan Tabel 5.3 diatas dapat dilihat dari rasio likuiditasnya, PT


Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar Denpasar memiliki current ratio dari
tahun 2011 - tahun 2013 rata-rata sebesar 7,198 dibandingkan dengan alat
ukur sebesar 2 : 1, terdapat nilai lebih sebesar 5,198 ini menunjukkan current
ratio PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar Denpasar sangat baik. Cash
ratio

dari tahun 2011 tahun 2013 rata-rata sebesar 1,793 : 1 ini berarti

kemampuan membayar kewajiban jangka pendeknya cukup baik, karena masih


diatas target sebesar cash ratio sebesar 1 : 1 terdapat nilai lebih sebesar 0,793,
ini menunjukkan cash ratio

PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar

Denpasar sangat cukup baik.


Dilihat dari rasio aktivitasnya PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar
Denpasar memiliki total asset trunover dari tahun 2011 - tahun 2013rata-rata
sebesar 0,731 di atas target sebesar 0,231 dan working capital asset

tahun

44
2011 tahun 2013 rata-rata sebesar 7,262 diatas target

sebesar 3,262. Ini

berarti perputaran assetnya sangat baik.


Jika dilihat dari rasio rentabilitas PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku
Umar Denpasar memiliki earning power of total investment dari tahun 2011 tahun 2013 rata-rata sebesar 22,062% diatas target sebesar

7,062%, ini

berarti earning power of total investment baik dan rate of return dari tahun
2011 tahun 2013 rata-rata sebesar 48,402%, diatas target sebesar 18,402% ini
berarti rate of return baik. Kenaikan rasio rentabilitas disebabkan

adanya

kenaikan laba setiap tahun.


Dilihat dari rasio solvabilitas, PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar
Denpasar memiliki rasio aktiva dengan hutang dari tahun 2011 - tahun 2013
rata-rata sebesar 3,704 diatas target sebesar 0,704 ini kemampuan aktiva yang
dimiliki PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar Denpasar untuk membayar
hutang cukup baik. Rasio modal sendiri dengan hutang jangka pendek tahun
2011 tahun 2013 rata-rata sebesar 20,053 di atas target sebesar 5,053. Ini
berarti kemampuan membayar kewajibannya jangka pendek PT Bank Windu
Tbk Cabang Teuku Umar Denpasar pada saat di likuidasi baik.
Berdasarkan rasio profitabilitas, PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar
Denpasar memiliki return on aseet (ROA) dari tahun 2011 - tahun 2013 ratarata sebesar 0,731 lebih besar sebesar 0,231 dari target, hal baik. Berdasarkan
dari return on equity (ROE)

dari tahun 2011 tahun 2013 rata-rata sebesar

0,991 lebih besar dari target sebesar 0,391. Ini berarti kemampuan perputaran
asset dan return on equity (ROE) baik. Kinerja keuangan PT Bank Windu Tbk
Cabang Teuku Umar Denpasar yang dinilai dari rasio profitabilitas baik.

45

BAB VI
SIMPULAN DAN SARAN
6.1. Simpulan
1.

Hasil analisis rasio likuiditasnya, PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar
Denpasar berdasarkan dari current ratio tahun 2011-2013 sangat baik dan
berdasarkan dari

cash ratio tahun 2011-2013 cukup baik.

Ini berarti

kemampuan membayar kewajiban jangka pendeknya baik.


2.

Hasil analisis rasio aktivitasnya, PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar
Denpasar berdasarkan total asset trunover

tahun 2011 - 2013 adalah

cukup baik dan working capital asset tahun 2011 2013 cukup baik. Ini

46
berarti perputaran assetnya PT Bank Windu Tbk Cabang

Teuku Umar

Denpasar cukup baik.


3.

Hasil analisis rasio rentabilitas, PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar
Denpasar berdasarkan earning power of total investment tahun 2011-2013
dinilai baik dan

rate of return

tahun 2011-2013 baik. Ini berarti

kemampuan menghasilkan laba dari modal saham baik.


4.

Hasil analisis rasio solvabilitas PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar
Denpasar berdasarkan rasio aktiva dengan hutang dari tahun 2011 - 2013
cukup baik dan modal dengan hutang jangka pendek dari tahun 2011 2013
adalah baik. Ini berarti kemampuan membayar semua kewajibannya dengan
modal pada saat perusahaan di likuidasi baik.

5.

Hasil analisis rasio Profitabilitas, PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku


Umar Denpasar berdasarkan dari return on aseet (ROA) tahun 2011 2013 adalah cukup baik dan dari return on equity (ROE) dari tahun 2011
2013 adalah baik. Ini berarti kemampuan perputaran assetnya masih cukup
49
baik.

6.2 Saran
1. Dilihat dari analisis likuiditas PT Bank Windu Tbk Cabang Teuku Umar
Denpasar dari tahun 2011-2013 mengalami kenaikan untuk tahun yang
akan datang likuiditas perusahaan naik terus.
2. Rasio aktivitas perusahaan masih baik dan untuk tahun yang akan datang
perusahaan

harus nengusahakan peningkatan aktivitas

bidang pemberian kredit agar pendapatan meningkat.

terutama pada

47
3. Rasio profitabilitas diperoleh masih baik daka perputaran assetnya terus
ditingkatkan untuk tahun yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA
Ardita Gusti Ngurah, 2011. Analisis Kinerja Keuangan Ditinjau Dari Rasio
Likuiditas, Aktivitas, Rentabilitas, dan Rasio Solvabilitas dan Profitabilitas
PT Bank BPD Cabang Gianyar, Skripsi Universitas Mahasaraswati
Denpasar
Arifin, Zaenal. 2005. Teori Keuangan & Pasar Modal. Edisi Pertama. EKONISIA
Yogyakarta
Brigham, Eugene F dan Houston, Joel F. 2006. Dasar-dasar Manajemen Keuangan.
Buku 1. Edisi 10. (Ali Akbar Yulianto,pentj). Salemba Empat Jakarta
Hanafi, .Mamduh. 2011. Manajemen Keuangan BPFE Yogyakarta
Husnan, Suad. 2009. Manajemen Keuangan Teori dan Penerapan (Keputusan
Jangka Panjang). Buku 1. Edisi 4. Yogyakarta: BPFE
Hariadi, Bambang. 2008. Akuntansi Manajemen, Sudut Pandang, BPFE-UGM
Yogyakarta.
Haryono Yusup , 2012. .Dasar-Dasar Akuntansi. Liberty : Yogyakarta
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2005. Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat.

48
Martono dan Harjito 2007. Manajemen Keuangan Teori BPFE Yogyakarta.
Munawir,2007. Akuntansi Keuangan dan Manajemen, Edisi Pertama, BPFE,
Yogyakarta.
Mulyadi. 2010. Akuntansi Biaya, Penerbit Aditya Madia, Yogyakarta.
Agung M & Bambang. 201 Financial Statement Analisys BPFE-UGM Yogyakarta.
Riyanto Bambang 2009 . Dasar Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat
Cetakan Ketujuh Yogyakarta : BPFE
Pandey, I.M.2009. Capital Structure and The Firm Characteristics: Evidence from
An Emerging Market. Avalaible from: URL: http://www. ssrn.com
Sartono, R. Agus. 2011. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Edisi 4 BPFE
Yogyakarta
Sasttrawan I Gede, 2010. Analisis Kinerja Keuangan PT Bank Mandiri Ditinjau
Dari Rasio Likuiditas, Aktivitas, Rentabilitas, dan Rasio Solvabilitas,
Skripsi Universitas Udayana.
Simamora, Henry. 2011. Akuntansi Manajemen, Jakarta Salemba Empat.
Sugiyono, 2010. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV. Alvabeta Bandung.
Sumiyanto, 2007. Manajemen Keuangan BPFE Yogyakarta
Setyawan Mohamad. 2007. Teori Manajemen Keuangan BPFE Yogyakarta
Syamsuddin Mohamad, 2008, Akuntansi Manajemen, Penerbit Salemba Empat,
Jakarta

49

Lampiran 1
NERACA PT. BANK WINDU TBK DENPASAR
TAHUN 2011,2012,2013 (DALAM RIBUAN RUPIAH)

No

Perkiraan
Aktiva
I Aktiva lancar
1
Kas
2
Piutang
a Kredit Modal Kerja
b Kredit Investasi
c Kredit Konsumsi
d Kredit UKM
3
Cadangan Penyisihan
4
Bunga yang masih diterima
Jumlah aktiva lancar
II Aktiva Tetap
1
Tanah
2
Gedung
3
Akumulasi penyusutan
Gedung
4
Kendaraan
5
Akumulasi penyusutan
Kendaraan
6
Inventaris kantor
7
Penyusutan inventaris

Tahun 2011

Tahun 2012

Tahun 2013

2.125.213

2.257.650

261.666

2.490.901
2.135.212
1.521.763
980.583
(58.391)
317.819
9.513.100

2.983.560
3.956.351
2.705.912
987.550
(74.178)
542.875
13.359.720

3.995.840
4.961.265
3.400.285
998.455
(83.970)
576.386
17.109.927

25.500.000
101.752.228
(60.864.267)

25.500.000
101.752.228
(61.097.823)

25.500.000
101.752.228
(61.843.252)

3.082.780
(924.834)

3.082.780
(1.233.112)

3.082.780
(1.541.390)

90.804
(27.241)

90.804
(36.321)

90.804
(45.402)

50
kantor
Jumlah aktiva tetap
Total aktiva
Pasiva
III Kewajiban jangka pendek
1
Giro
2
Tabungan
3
Simpanan berjangka
4
Hutang pajak
Jumlah kewajiban jangka pendek
IV Kewajiban jangka
panjang
1
Pinjaman jangka panjang
2
Cadangan dana
3
Dana jaminan simpanan
Jumlah kewajiban jangka
panjang
Total hutang jangka pendek dan
jangka panjang
V
Ekuity
1
Modal saham
2
Cadangan dana
3
Laba di tahan
4
Laba tahun berjalan
Total ekuity
Total pasiva

69.532.765
79.045.865

68.058.556
81.418.276

66.995.768
84.105.695

444,762
300.688
194.351
884.987
1.824.788

498.795
317.512
140.583
886.737
1.843.627

491.867
325.515
140.606
892.637
1.910.625

1.304.362
16.268.148
1.942.882
19.515.392

1.245.765
16.281.145
1.965.752
19.492.662

1.178.651
16.345.525
1.987.534
19.511.710

21.340.180

21.335.289

21.422,335

37.280.000
62.416
4,295.540
16.067.685
57.705.685
79.045.865

37.270.000
61.311
4.853.820
17.897.856
60.082.987
81.418.276

37.270.000
89.015
5.156.785
20.167.560
62.683.360
84.105.695

Lampiran 2
LABA/RUGI PT. BANK WINDU TBK DENPASAR
TAHUN 2011,2012,2013 (DALAM RIBUAN RUPIAH)
No
Uraian
1
Pendapatan operasional
a Pendapatan bunga kredit
b Pendapatan adminitstrasi
kredit
Jumlah pendapatan
2
Biaya operasional
a Beban bunga dana ketiga
b Beban tenaga kerja
c Biaya administrasi
Jumlah biaya operasional
3
Laba operasional
4
Pendapatn non operasional
dan biaya non operasinal
a Pendapatan bunga antar
kanor
b Beban bunga antar kantor
Pendapatan non

Tahun 2011

Tahun 2012

Tahun 2013

47.059.518
2.731.782

50.714.422
3.305.420

71.791.616
4.204.112

49.791.300

54.019.842

75.995.728

31.867.649
1.142.048
76.406
33.086.103
16.705.197

33.315.857
2.034.379
79.117
35.429.353
18.590.489

53.147.340
2.204.139
154.499
55.505.978
20.489.750

252.477

198.210

578.976

(4.958)
247.519

(4.106)
194.104

(8.529)
570.447

51
5
6
7

operasional
Laba sebelum pajak
Pajak pendapatan
Laba setelah pajak tahun
berjalan

16.952.716
(884.987)
16.067.729

18.784.593
(886.737)
17.897.856

21.060.197
(892.637)
20.167.560

52
Lampiran 3

No
I
1

2
II
1

Tabel
Perhitungan Kinerja Keuangan Dari Rasio
Likuiditas, Aktivitas, Rentabilitas dan Solvabilitas, Profitabilitas
Tahun 2011, 2012 dan 2013
Rasio
Tahun 2011
Tahun 2012
Tahun 2013
Likuiditas
Hasil
Hasil
Hasil
Current ratio :
Aktiva lancar
9.513.100
13.359.720
17.109.927
Hutang lancar
1.824.788
1.843.627
1.910.625
= 5,213 : 1
= 7,246 : 1
= 8,955
Cash ratio :
2.125.213
2.257.650
3.261.666
Kas + Efek
1.824.788
1.843.627
1.910.625
Hutang lancar
= 1.164 : 1
= 1,224 : 1
= 1,707
Rasio aktivitas
Total asset turnover
JumlahPendapatan
49.791.300
54.019.842
75.995.728
Jumlah aktiva
79.045.865
81.418.276
84.105.695
= 0,629
= 0,663
= 0,903
Working Capital Asset
Jumlah pendapatan
49.791.300
54.019.842
75.995.728
Aktiva lancar-Hutang
(9.513.100(13.359.720(17.109.927lancar
1.824.788)
1.843.627)
1.910.625)
= 49.791.300
7.688.312
= 6,476

= 54.019.842
11.516.093
= 4,690

75.995.728
15.199.302
= 4,999

16.067.729 x100%

17.897.856 x100%

20.167.560 x100%

9.045.865
= 20,327

81.418.276
= 21,982

84.105.695
= 23,878

16.067.729 x100%

17.897.856 x100%

20.167.560 x100%

37.280.000
= 43,100

37.280.000
= 48,009

37.280.000
= 54,097

III
Rasio Rentabilitas
1 Earning power of total
invesment :
Laba bersih setelah pajak x 100%

Total aktiva
2 Rate of return :
Laba bersih x 100%
Total modal
IV
Rsio Solvabilitas
1 Rasio aktiva dengan hutang
Total aktiva
Total hutang
2 Rasio modal
dengan hutang Jangka pendek
Modal saham
Total hutang jangka pendek

21.340.180
= 3,704

81.418.276
21.335.289
= 3,816

84.105.695
21.422,335
= 3,926

37.280.000
1.824.788
= 20,429

37.280.000
1.843.627
= 20,221

37.280.000
1.910.625
= 19,511

79.045.865

53
No
Rasio
V
Profita bilitas
1 Return on asset (ROA)
Net income
Total asset
2 Return on equity (ROE):
Net income
Equity

Tahun 2011
Hasil

Tahun 2012
Hasil

Tahun 2013
Hasil

49.791.300

54.019.842

75.995.728

79.045.865

81.418.276

= 0,629

= 0,663

49.791.300

54.019.842

57.705.685

60.082.987

= 0,862

= 0,899

84.105.695

= 0,903
75.995.728
62.683.360

= 1,212