Anda di halaman 1dari 27

PENYAKIT OBSTRUKSI

SALURAN CERNA
Disusun Oleh: Fitri Larasati
Pembimbing :
dr. Hj. Mariana Hasnah Yunizaf, Sp. THT

Atresia Esofagus

Kelainan ini terjadi karena adanya gangguan perkembangan jaringan pemisah


antara trakea dan esofagus yang dibentuk selama minggu keempat sampai
keenam kehidupan janin.
Karena cairan yang ditelan oleh janin tidak dapat masuk saluran cerna, tidak
terjadi absorpsi cairan amnion di dalam uterus sehingga ibu biasanya menderita
hidramnion.
Ada banyak klasifikasi atresia esofagus; yang paling sering digunakan adalah
klasifikasi Gross of Boston.

Tipe

Uraian

Atresia esofagus tanpa fistel (atresia esofagus murni) 10%

Atresia esofagus dengan fistel proksimal - < 1%

Atresia esofagus dengan fistel distal - < 1%

Atresia esofagus dengan fistel proksimal dan distal - < 1%

Fistel trakeo-esofagus tanpa atresia esofagus (fistel tipe H) 4%

Stenosis esofagus congenital

Atresia esofagus perlu dicurigai bila timbul napas mengorok


atau terlihat gelembung udara bercampur lendir putih pada
lubang hidung dan mulut beberapa jam setelah bayi lahir.
Keadaan ini terjadi karena regurgitasi air ludah atau minuman
pertama. Diagnosis harus dibuat sebelum bayi diberi minum
karena bila telah diberi minum, dapat timbul kegawatan akibat
aspirasi susu ke dalam paru. Bayi akan batuk-batuk dan timbul
sianosis.

Atresia Esofagus
dengan kontras

Divertikel Esofagus
Divertikel esophagus adalah penonjolan dinding esophagus, baik
seluruh bagian dindingnya maupun hanya mukosanya, kearah luar
lumen membentuk struktur seperti kantong.
Menurut penyebabnya, terdapat divertikel tekan (pulsi) yang terjadi
karena tekanan yang timbul terus-menerus di lumen, dan divertikel
tarik (traksi) yang terjadi karena tarikan dinding esophagus dari luar.
Divertikel pulsi di daerah faringoesofagus dinamai divertikel Zenker,
sedangkan divertikel pulsi di atas diafragma
disebut divertikel
epinefrik. Divertikel traksi umumnya ditemukan di sekitar
percabangan trakea atau karina.

Divertikel Zenker

Divertikel pulsi ini terletak di faring bagian posterior, yaitu di dalam segitiga Killian.
Segitiga Killian adalah suatu struktur yang dibatasi di samping kiri dan kanan oleh m.
konstriktor faring inferior dan di sebelah kaudal oleh m. krikofaringeus.
Divertikel Zenker terjadi karena kekauan sfingter atas esophagus sehingga tekanan di
dalam lumen pada saat proses menelan meningkat. Lama-kelamaan mukosa menonjol ke
luar dan akhirnya membentuk kantong yang memanjang ke bawah di belakang
esophagus.
Dinding divertikel biasanya hanya terdiri atas mukosa, submukosa, dan jaringan ikat tipis,
sangat jarang ditemukan jaringan otot. Di dalam dinding sering terdapat tanda-tanda
peradangan, baik akut maupun kronik.

Gejala utama yang biasa dikeluhkan adalah disfagia di daerah leher dan
regurgitasi, terutama pada malam hari sebelum tidur, yang sering
menyebabkan aspirasi, sehingga timbul batuk-batuk yang hebat. Makanan
yang belum tercerna dan berbau masuk lagi ke dalam mulut setelah ditelan.
Timbul rasa sakit di dalam leher akibat radang dan luka di dalam vertikel.
Kadang penderita dapat mengosongkan divertikelnya dengan tekanan
setempat.
Diagnosis dibuat dengan
menggunakan zat kontras.

anamnesis

dan

pemeriksaan

radiologi

Gejala dan tanda divertikel Zenker :


Disfagia di tingkat leher

Perasaan tekanan tonjolan di leher


Regurgitasi halitosis

2/17/16

Divertikel Epinefrik

Penyebab utama divertikel epinefrik adalah gangguan motilitas.


Menurut Debas, 50 dari 65 kasus divertikel epinefrik mempunyai
gangguan motilitas di kaudal divertikel, tersering berupa spasme atau
akalasia.
Gejala tersering berupa disfagia, nyeri dada, dan regurgitasi akibat
gangguan motilitas. Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan
radiologis. Gangguan motilitas diketahui melalui pemeriksaan
manometri.
Pengangkatan divertikel harus disertai dengan tindakan terhadap
penyebabnya.

Gejala dan tanda divertikel epinefrik :

Disfagia atau perasaan mengganjal di bagian distal esophagus setelah makan

Muntah

Nyeri retrosternal

Gangguan motilitas esophagus bagian distal

Mungkin disertai hernia hiatus esophagus

Diagnosis :

Gambaran Rontgen

Esofagografi

Esofagoskopi

Akalasia Esofagus

Akalasia adalah gangguan motilitas berupa hilangnya peristaltis


esophagus dan gagalnya sfingter esofagokardia berelaksasi sehingga
makanan tertahan di esophagus. Akibatnya, terjadi hambatan
masuknya makanan ke dalam lambung sehingga esophagus
berdilatasi membentuk megaesofagus.
Kegagalan sfingter berelaksasi dihubungkan dengan hilangnya sel-sel
ganglion si pleksus myenteric Auerbach dengan sebab yang belum
diketahui.

Segmen esofagus bagian bawah yang panjangnya berkisar antara 2-8


cm menyempit dan tidak mampu berelaksasi. Esofagus bagian
proksimal dari penyempitan tersebut mengalami dilatasi dan
pemanjangan sehingga akhirnya menjadi megaesofagus yang
berkelok-kelok. Mukosa mungkin mengalami peradangan akibat
rangsangan retensi makanan.
Gejala utama adalah disfagia, regurgitasi, rasa nyeri atau tidak enak
di belakang sternum, dan berat badan menurun. Lama timbul gejala
sangat bervariasi, dari beberapa hari sampai bertahun-tahun, dan
gejala lambat laun semakin berat.

Spasme Difus Esophagus


Spasme difus esofagus terdiri atas kontraksi hipertonik berkala
dari dua pertiga bagian bawah esofagus yang mengakibatkan
hipertrofi dan hyperplasia dinding esofagus. Fungsi sfingter
esofagus kardia tetap normal. Keadaan ini menyebabkan
motilitas esofagus meningkat.
Kondisi spasme difus ditandai oleh hipertrofi otot sirkular dan
gambaran esofagus corkscrew pada pemeriksaan barium.

Gejala utama spasme difus adalah rasa sakit dan disfagia yang
terasa di epigastrik atau retrosternal yang dapat menjalar ke 17
belakang, leher, telinga, atau lengan, dan biasanya disertai
regurgitasi gastroesofagus.

Akalasia

Spasme difus

Disfagia

Sering

Jarang

Nyeri

Jarang

Sering

Esofagogram

Abnormal

Normal

Endoskopi

Normal

Normal

Motilitas

Relaksasi sfingter bawah

Kontraksi hipertonik

terganggu

Perbandingan akalasia dan


spasme difus

2/17/16

Benda Asing
Benda asing di esofagus umumnya terjadi pada anak dan
penderita yang terbelakang perkembangan mentalnya
akibat ketidaktahuannya.
Benda asing umumnya terhenti di tempat yang secara
anatomis relatif sempit, yaitu di hipofaring, tempat
setinggi arkus aorta, percabangan bronkus utama, dan di
atas batas esofagokardia.

Dengan anamnesis yang jelas, diagnosis mudah ditegakkan.


Keluhan yang menonjol adalah nyeri di daerah leher atau
retrosternal, terutama bila benda asing yang tertelan cukup
besar dan telah menimbulkan infeksi di sekitarnya ( setelah 24
jam ).
Keluhan disfagia bervariasi, mulai dari yang ringan sampai berat
akibat obstruksi total. Apabila disertai penekanan cabang bronkus
utama atau trakea, akan timbul kesulitan bernapas sampai sesak
napas yang berat.

Uang logam pada esofagus

Tumor Esophagus

Tumor Jinak

Tumor jinak esofagus relatif jarang. Tumor jinak dapat


berasal dari epitel seperti polip, atau jaringan lunak
seperti kista. Yang paling sering ditemukan adalah
leimioma dan kista. Kebanyakan tumor jinak esofagus
kecil dan tidak memiliki gejala.

Tumor Ganas

Keganasan esofagus dilaporkan merupakan keganasan nomor enam tersering di


dunia. Pada umumnya muncul pada usia lanjut. Keganasan yang paling sering
menyerang esofagus adalah jenis karsinoma epidermoid. Namun demikian, di
banyak tempat, kasus-kasus adenokarsinoma meningkat jumlahnya.
Keganasan di bagian distal esofagus, terutama di batas esofagus-lambung, sering
berupa adenokarsinoma. Esofagitis Barret merupakan faktor risiko utama
karsinoma esofagus. Beberapa tumor tumbuh ke dalam lumen esofagus sehingga
menyebabkan sumbatan, dan jenis lain menimbulkan tukak yang mudah
menyebar tanpa sumbatan saluran cerna. Invasi tumor sering sampai ke dalam
dinding esofagus sehingga menimbulkan fibrosis dan akhirnya menyempitkan
lumen.

Gejala utama karsinoma esofagus adalah disfagia progresif


yang berangsur-angsur menjadi berat. Mula-mula disfagia
timbul bila makan makanan padat, dan akhirnya makanan cair,
atau air liurpun sangat mengganggu. Semua ini menyebabkan
keadaan gizi yang buruk pada penderita. Mungkin juga
penderita mengalami regurgitasi atau muntah, dan kadang
terjadi aspirasi ke dalam paru.

24

Pada pemeriksaan fisik biasanya tidak menunjukkan kelainan


kecuali akibat sumbatan esofagus atau infiltrasi ke nervus
rekuren yang menyebabkan suara serak dan metastasis ke
kelenjar
limfe
leher.
Diagnosis
ditegakkan
dengan
esofagogastrografi, yang memperlihatkan gambaran mukosa
yang tidak teratur dengan permukaan kasar dan ulseratif atau
polipoid serta penyempitan lumen di daerah tumor.
2/17/16

Golden
standard
Karsinoma
Esofagus
dengan biopsi, sebelum dilakukan biopsi
dilakukan esofagoskopi.
Tujuan esofagoskopi adalah untuk melihat
langsung isi lumen esofagus dan keadaan
mukosanya.
Diperlukan alat esofagoskop yang kaku
(rigid oesophagoscope) atau yang lentur
(flexible fibreoptic oesophagoscope).
Bersifat invasif, perlu dilakukan persiapan
yang baik.

25

2/17/16

27

STASE INTENA - BLUD SEKARWANGI


2/17/16

Terima Kasih...