Anda di halaman 1dari 4

Antibiotik Untuk

Menghilangkan Bisul
admin Februari 22, 2015 Info Obat 16 Komentar

Kebersihan adalah pangkal kesehatan. Setiap orang saya


rasa sudah mengetahuinya. Maka demi menjaga kesehatan,
saya rela mandi 2 kali sehari, dengan sabun. Tak lupa pula
cuci tangan dan kaki setelah melakukan aktivitas. Cuci kaki
dan tangannya juga pakai sabun. Tapi apakah itu cukup untuk
mencegah semua penyakit kulit, utamanya infeksi bakteri?
Ternyata tidak juga. Sebab hari ini aku menemukan benjolan
kecil, di kaki, yang cukup gatal. Aku garuk, ternyata tidak
hilang juga. Setelah diamati, ternyata kulitku ada bisul. Orang
Jawa menyebut bisul sebagai wudun. Kecil, gatal dan terasa
panas. Huadhuh.. Penyakit akibat kurang higienis ternyata
mampir juga.
Bukan masalah serius soal penyakit bisul. Tapi mengganggu
dan bikin malu itu lho membuatku segera mencari obat yang
tepat dan manjur untuk bisul satu ini. Tapi apasih bisul itu?

PENYEBAB BISUL
Bisul atau wudun adalah penyakit kulit, berupa benjolan yang
berisis nanah (abses) yang terakumulasi di dalam jaringan
sebagai akibat infeksi bakteri. Ketika terjadi infeksi, terjadi
kerusakan sel. Hal ini memicu dikeluarkannya toksin yang

menyebabkan radang. Sel darah putih akan menuju tempat


terjadinya infeksi untuk meredam dan menghilangkan
infeksinya. Dalam usaha menghilangkan infeksi, sel darah
putih ada yang gagal dan terjadilah nanah.
Penyebab bisul (furunkel) jelas infeksi oleh bakteri, utamanya
bakteri Staphilococcus aureus. Bakteri ini masuk melalui pori
dan menginfeksi folikel rambut, menyebabkan peradangan,
rasa gatal, panas dan nyeri.
Pada awalnya, bisul berupa benjolan keras berwarna merah
yang mengandung nanah. Benjolan ini berfluktuasi dan baian
tengah menjadi putih/kuning membentuk pustula. Bisul dapat
pecah secara spontan atau dipecahkan dab mengeluarkan
nanah, kadang bercampuir bersama darah. Jika bisul ini
sering kambuh, disebut dengan furunkelosis.
Bagian yang paling sering terkena infeksi bisul adalah daerah
leher, payudara, wajah dan pantat.

OBAT ANTIBIOTIK UNTUK BISUL


Banyak yang menganggap remeh bisul. Karenanya, bisul
sering dibiarkan, menunggu sampai matang. Dan setelah
matang, pengobatan yang dilakukan adalah di sodet hingga
pecah dan nanah dikeluarkan. Ini tentu pengobatan yang
tidak tepat.
Adanya nanah dapat menimbulkan rongga di dalam kulit.
Bisa jadi rongga ini besar sehingga setelah bisul sembuh,

akan timbul bekas luka berupa lekukan di kulit. Dari sisi


estetika, tentu hal ini tidak diharapkan.
Pengobatan bisul sebaiknya dilakukan sedini mungkin.
Karena penyebab bisul adalah infeksi bakteri, maka
digunakan obat antibiotik. Salah satu obat bisul yang populer
adalah ichtyol salep merupakan obat klasik untuk bisul.
Namun obat ini merupakan nantiseptik lemah dan beraroma
tida sedap sehingga saat ini mulai tergeser penggunaannya.
Gentamicin (Sagestam, Genoint, Garamycin) krim maupun
salep merupakan obat yang cukup efektif mengatasi infeksi
staphilococcus penyebab bisul. Gentamicin bekerja dengan
cara menghambat sintesa protein bekateri malalui
pengikatan unit 30s ribosom yang akan menghentikan
sintesis protein bakteri. Gentamicin merupakan antibiotik
yang mudah diserap dalam kulit sehingga mempunyai aksi
cepat mengatasi bisul.
Selain gentamicin, asam fusidat (fucidic acid) merupakan
antibiotik yang juga efektif. Asam fusidat (Fusycom) bekerja
dengan cara menghambat replikasi bakteri dan bersifat
bakteriostatik.
Apabila obat topikal tida mencukupi, maka dapat digunakann
antibiotik oral seperti amoksisilin (Amoxsan, Kalmoxillin) yang
diminum 3 kali sehari 1 tablet. Klindamisin (Clinmas,
Climadan, Clinjos) yang diminum 2 kali sehari 1 kapsul juga
efektif danmemiliki kemampuan yang baik dalam menembus

jaringan lunak dan nanah. Jika bakteri tersebut resisten,


maka dapat digunakan antibiotik yang lebih kuat seperti
flucloxacillin (Floxabiotic, Floxapen) atau dicloxacillin yang
merupakan antibiotik anti staphilococcus.