Anda di halaman 1dari 18

ILMU

KESEHATAN
ANAK
Nama : An. R

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA

ANAMNESIS

NO RM : 3

Jenis Kelamin : Laki-laki

Ruang : Melati
Kelas : II-6

: An. R

Jenis Kelamin

Tempat dan tanggal lahir

: Karanganyar, 27 / 12 / 2011 Umur

: 5 tahun

Nama Ayah

: Tn. H

Umur

: 35 tahun

Pekerjaan ayah

: Karyawan

Pendidikan ayah

: SMA

Nama ibu

: Ny. S.

Umur

: 33 tahun

Pekerjaan ibu

: Karyawati

Pendidikan ibu

: SMA

Alamat

: Pondok Gaum Tasikmadu

Masuk RS tanggal

: 6 Januari 2016

Dokter: dr. Elief Rohana, Sp.A, M.Kes

Umur : 5 tahun

Nama lengkap

Jam : 14.00

: Laki-laki

Diagnosis masuk : GEA-DRS

Ko Asisten : Aldino Siwa Putra , S.Ked

Tanggal : 7 Januari 2016 (Alloanamnesis) di Bangsal Melati


KELUHAN UTAMA

: BAB cair

KELUHAN TAMBAHAN

: Demam, muntah, makan/minum sedikit

1. Riwayat penyakit sekarang


1 Hari SMRS Pasien demam, muntah, nafsu makan menurun, minum sedikit, lemas, rewel,
kejang (-), batuk (-), pilek (-).
8 Jam SMRS Pasien diperiksakan ke puskesmas dengan keluhan demam dan muntah,
mendapat obat penurun panas dan obat anti muntah. Demam agak turun dan muntah berkurang,
tetapi pasien BAB cair 4x, berampas, tidak ada lendir darah, tampak lemas dan rewel.
4 jam SMRS pasien diperiksakan lagi ke puskesmas lagi, mendapat obat diare tetapi diare
belum sembuh
HMRS pasien datang ke IGD RSUD karanganyar dengan keadaan umum lemas, rewel,
keluhan BAB cair >10, berampas, tidak ada lendir darah. Keluhan pasien disertai dengan nafsu
makan menurun, tidak disertai dengan kejang, penurunan kesadaran (-), mimisan (-), bintik-bintik
merah (-), muntah (-), batuk (-), pilek (-), BAK (+). Baru 1 kali sejak tadi malam

2. Riwayat penyakit dahulu


1

Riwayat sakit serupa

ILMU
KESEHATAN
: disangkal ANAK

Riwayat batuk pilek

: disangkal

Riwayat batuk lama

: disangkal

Riwayat kejang demam

: disangkal

Riwayat kejang tanpa demam : disangkal

Riwayat asma

: disangkal

Riwayat alergi

: disangkal

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA

NO RM : 3

Kesan : Tidak terdapat riwayat penyakit dahulu dengan riwayat penyakit sekarang
3. Riwayat penyakit pada keluarga yang diturunkan:
Riwayat penyakit serupa : disangkal
Riwayat batuk pilek
: disangkal
Riwayat asma
: disangkal
Riwayat Alergi
: disangkal
Kesan : Tidak terdapat riwayat penyakit keluarga yang berhubungan dengan peyakit sekarang
4. Riwayat Penyakit Lingkungan
Riwayat penyakit serupa : disangkal
Kesan : Tidak terdapat riwayat penyakit lingkungan dengan penyakit sekarang.
5. Pohon keluarga

Keterangan:
Laki-laki

Perempuan :
Pasien

RIWAYAT PRIBADI
1. Riwayat kehamilan dan persalinan
2

ILMU
KESEHATAN
ANAK

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA

NO RM : 3

a. Riwayat kehamilan ibu pasien


Ibu G2P1A0 Hamil saat usia 32 tahun. Ibu memeriksakan kehamilannya rutin ke bidan, Ibu
tidak pernah mual dan muntah berlebihan, tidak ada riwayat trauma maupun infeksi saat
hamil, sesak saat hamil (-), Merokok saat hamil (-), kejang saat hamil (-). Ibu hanya minum
obat penambah darah dan vitamin dari bidan. Tekanan darah ibu dinyatakan normal. Berat
badan ibu dinyatakan normal dan mengalami kenaikan berat badan selama kehamilan.
Perkembangan kehamilan dinyatakan normal.
b. Riwayat persalinan ibu pasien
Ibu melahirkan pasien dibantu oleh dokter kandungan, umur kehamilan 9 bulan, persalinan
normal, presentasi kepala, bayi langsung menangis dengan berat lahir 3000 gram, tidak
ditemukan cacat bawaan saat lahir.
c. Riwayat paska lahir pasien
Bayi laki-laki BB 3000 gr, setelah lahir langsung menangis, gerak aktif, warna kulit
kemerahan, tidak ada demam atau kejang. bayi dilatih menetek dari hari pertama keluar ASI
Kesan

: Riwayat ANC baik, riwayat persalinan baik, riwayat PNC baik.

2. Riwayat makanan
0-6 bulan : ASI
6-12 bulan : ASI, susu formula, bubur susu, diselingi nasi tim kuah sayur.
1-2 tahun : ASI, susu formula, bubur susu, diselingi nasi dan kuah sayur.
2-3 tahun : Nasi piring 3xsehari, sayur, lauk, buah, dan susu.
3-sekarang : Nasi 1 piring + sayur + lauk (tahu, tempe, telur, ikan, ayam, dll), buahbuahan (pisang, jeruk,pepaya) 3x sehari

3. Perkembangan dan kepandaian :

ILMU
KESEHATAN
ANAK

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA

NO RM : 3

4. Vaksinasi

Kesan : Imunisasi dasar lengkap.


5. Sosial, ekonomi, dan lingkungan:
Sosial dan ekonomi
Ayah (35 tahun, karyawan) dan ibu (33 tahun, karyawati), penghasilan keluarga sekitar
Rp.3.000.000-Rp.3.500.000,- /bulan (keluarga merasa cukup untuk memenuhi kebutuhan seharihari)
4

ILMU
KESEHATAN
ANAK

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA
Lingkungan

NO RM : 3

Pasien tinggal bersama kakek, nenek, ayah, ibu dan kakak. Rumah terdiri dari ruang tamu, dapur,
kamar mandi dan 3 kamar tidur. WC menyatu dengan kamar mandi. Sumber air berasal dari air
sumur. Air minum menggunakan sumber air yang direbus, Atap terbuat dari genteng, dinding dari
semen, lantai rumah dari semen. Ventilasi udara dan penerangan cukup. Sampah dibuang di
penampungan sampah dan dibakar tiap hari.
Kesan : keadaan sosial ekonomi & kondisi lingkungan rumah cukup.
6. Anamnesis sistem :
Cerebrospinal

: kejang (-), delirium (-)

Kardiovaskuler

: sianosis (-), keringat dingin (-)

Respiratorius

: batuk (-), pilek (-), nyeri tenggorokan (-), sesak nafas (-)

Gastrointestinal

: mual (-), muntah (+), BAB (+) cair

Urogenital

: BAK (+)

Muskuloskeletal

: deformitas (-) nyeri sendi (-), nyeri otot (-)

Integumentum

: bintik merah (-), ikterik (-)

Otonomik

: demam (+)

Kesan : terdapat masalah pada sistem gastrointestinal dan otonomik.

ILMU
KESEHATAN
ANAK
Nama : An. R

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA

PEMERIKSAAN

Jenis Kelamin : Laki-laki

JASMANI

PEMERIKSAAN OLEH : Aldino Siwa Putra, S.Ked


PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum

: rewel

TANDA VITAL :
Nadi : 88 x/menit
RR

: 32 x/menit

Suhu : 38,3 C
Status Gizi :
BB/TB : 15 kg/107cm
BMI

: 13,58

Kesimpulan status gizi : status gizi baik menurut WHO

NO RM : 3

Umur : 5 tahun
Ruang : Melati

Kelas : III-6
Tanggal 7 Januari 2016
Jam 14.00

ILMU
KESEHATAN
ANAK

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA

NO RM : 3

Kulit : putih, pucat(-), sianosis(-), petekie(-)


Kepala: ukuran normocephal, rambut warna hitam, keriting, jumlah cukup. Bentuk mesocephal.

UUB cekung (-)


Mata: mata cowong (-/-), air mata (-/-), CA (-/-), SI (-/-), reflek cahaya (+/+), pupil isokor, edema

palpebra (-/-)
Hidung : sekret (-/-), epistaksis (-/-), nafas cuping hidung (-/-)
Mulut : mukosa bibir dan lidah basah (+), sianosis (-)
Leher : Pembesaran limfonodi (-), massa (-)

Kesan: masih dalam batas normal

Jantung
Inspeksi

: ictus cordis tidak tampak

Palpasi

: ictus cordis kuat angkat

Perkusi :
batas kanan atas

: SIC II linea parasternalis dextra

batas kanan bawah

: SIC IV linea parasternalis dextra

batas kiri atas

: SIC II linea parasternalis sinistra

batas kiri bawah

: SIC IV linea midclavicula sinistra

Auskultasi

: BJ I-II intensitas reguler (+), bising jantung (-)

Kesan : Tidak terdapat pembesaran kelenjar limfonodi di region sub mandibula dextra dan sinistra, thorak dan
jantung dalam batas normal
Paru :

Kanan

DEPAN

kiri

Simetris (+), retraksi (-)


subcostae, intercostae dan
suprasternal

Inspeksi

Simetris (+), retraksi (-)


subcosta,
intercosta
dan
suprasternal

Ketinggalan
fremitus (+)

Palpasi

Ketinggalan
fremitus (+)

gerak

(-),

gerak

(-),

ILMU
KESEHATAN
PerkusiANAK Sonor

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA

Sonor
SD normal

Auskultasi
Kanan

gerak

(-),

Sonor
SDV, Rh (-), Whz (-)

kiri

Inspeksi

Simetris (+)

Palpasi

Ketinggalan
fremitus (+)

Perkusi

Sonor

Auskultasi

gerak

SDV, Rh (-), Whz (-)

Kesan : Paru dalam batas normal

Abdomen :
Inspeksi

: distended (-), sikatrik (-), purpura (-)

Auskultasi

: peristaltik meningkat (+), bising usus (+)

Perkusi

: hipertimpani (-), pekak beralih (-),

Palpasi

: turgor kulit kembali agak cepat

Hepar

: tidak teraba membesar

Lien

: tidak teraba membesar

Anogenital

: tidak ada kelainan

Ekstremitas

: akral hangat (+), deformitas (+), kaku sendi (+), sianosis (-), edema (-)
tungkai

lengan

kanan

kiri

kanan

kiri

Gerakan

bebas

bebas

bebas

bebas

Tonus

normal

normal

normal

normal

Trofi

entrofi

eutrofi

eutrofi

eutrofi

Klonus Tungkai

(-)

(-)

(-)

Reflek fisiologis

Reflek patella (+) normal, achiles (+), normal, tricep (+) normal

(-)

Refleks patologis :

Babinski (-), chaddock (-), Oppenheim (-), gordon (-)

Meningeal Sign

Kaku kuduk (-), Brudzinski I (-), Brudzinski II (-), kernig (-)

Sensibilitas

Dalam batas normal

Kesan : extremitas superior et inferior dalam batas normal


8

SD normal

BELAKANG

Simetris (+),
Ketinggalan
fremitus (+)

NO RM : 3

(-),

ILMU
KESEHATAN
ANAK

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA

NO RM : 3

PEMERIKSAAN LABORATORIUM DARAH RUTIN


( 6 Januari 2016)
No
1.

Parameter
Leukosit

2.

Eritrosit

Jumlah

Satuan
uL

Nilai Rujukan
5000-1000 /uL

uL

4,0-5,0 / uL

gr/dl

12,00-16,00 g/dl

37-47%

femtoliter

82-92 fl

Pikograms

27-31 pg

g/dl

32-37 g/dl

uL

150.000-300.000/uL

25-40%

3-9%

19.580
4,56
3.

Hemoglobin
11,9

4.

Hematokrit

5.

MCV

6.

MCH

7.

MCHC

35,2
77,3
26,1
33,8
8.

Trombosit
243.000

9.

Limfosit
4,3

10.

Monosit
2,1

Kesan : terdapat peningkatan angka leukosit

RINGKASAN ANAMNESIS
9

ILMU
KESEHATAN
ANAK

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
7 6
2 6
NO RM : 3 5
SURAKARTA
1 Hari SMRS Pasien tiba-tiba demam, muntah, nafsu makan menurun, minum sedikit,

lemas, rewel, perut kembung (+), BAK (+), kejang (-), batuk (-), pilek (-).
8 jam sebelum masuk rumah sakit pasien diperiksakan ke puskemas dengan keluhan demam
dan muntah, mendapat obat penurun panas dan obat anti muntah. Demam agak turun dan
muntah berkurang, tetapi pasien BAB cair 4x, berampas, tidak ada lendir darah, pasien
lemas dan rewel.
4 jam SMRS pasien diperiksakan lagi ke puskesmas, mendapat obat diare tetapi diare
belum sembuh
Hari Masuk Rumah Sakit, pasien datang ke IGD RSUD karanganyar dengan keadaan umum
lemas, rewel, keluhan BAB cair >10x sejak pagi hari, berampas, tidak ada lendir darah.
Keluhan pasien disertai dengan nafsu makan menurun, tidak disertai dengan kejang,
penurunan kesadaran (-), mimisan (-), bintik-bintik merah (-), muntah (-), batuk (-), pilek (-),
BAK (+) 1 kali sejak tadi malam
Tidak terdapat riwayat penyakit dahulu yang berhubungan dengan penyakit sekarang,
Tidak terdapat riwayat penyakit pada keluarga dan lingkungan yang ditularkan pada pasien.
Pasien mendapatkan susu formula dan bubur susu
Riwayat ANC baik, Persalinan spontan, Riwayat PNC baik.
Perkembangan dan kepandaian sesuai usia
Pasien melakukan imunisasi dasar lengkp sesuai dengan jadwal.
Keadaan sosial ekonomi & kondisi lingkungan rumah cukup
RINGKASAN PEMERIKSAAN FISIK
KU: CM, rewel
Vital sign :
N: 88x/menit
RR: 32x/menit
S: 38,3
Status gizi baik menurut WHO.
Kulit: petechie (-)
Kepala: mata cowong (-/-), air mata (+), CA -/-, SI -/-, bibir basah (+)
Leher: pembesaran kelenjar getah bening (-)
Thorax: cord an pulmo dalam batas normal
Abdomen: peristaltik (+), turgor kulit kembali agak cepat, bising usus
10

ILMU
KESEHATAN NO RM : 3
Extremitas superior et inferior, dan Status neurologis
dalam batas normal.
ANAK
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA

LABORATORIUM
Darah Rutin : terdapat peningkatan kadar angka leukosit
DAFTAR MASALAH AKTIF / INAKTIF
AKTIF
Demam (+)
Diare > 10x, cair (+)
Muntah (+)
BAK (+) baru 1 kali sejak tadi malam
Pasien minum sedikit
Rewel (+)
Terdapat tanda-tanda dehidrasi : rewel, turgor kulit kembali agak cepat, bising usus
Hasil Lab DR : leukosit meningkat

INAKTIF
DIAGNOSA KERJA
GEA Dehidrasi Ringan Sedang
Status Gizi Baik
RENCANA PENGELOLAAN
Rencana Tindakan
Obsevasi Keadaan umum dan vital sign
Pemeliharaan hidrasi dan nutrisi
Bed rest
Rencana Terapi
Terapi Suportif dan Simptomatis
Rencana tindakan Tanpa komplikasi
Obsevasi KU dan VS
Bed rest
11

ILMU
KESEHATAN
ANAK

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA

Cukup intake cairan peroral.

NO RM : 3

Inf RL 25 tpm
Inj. Amoxicilin 250 mg/8 jam
Inj. Ranitidin 0,5 amp/12 jam
Inj. Ondansetron 1,5 mg/12 jam
Zinc 1 x 20 mg (1 tablet) per hari
L-Bio 2 x 1 sachet
Paracetamol syr 3x1 cth
Rencana Edukasi
Jika anak mencret (terjadi perubahan dalam konsistensi dan frekuensi berak) segera bawa ke

layanan kesehatan.
Mengingatkan ibu untuk kontrol bersama anak sesuai tanggal yang ditentukan.
Obat tablet zink harus dihabiskan.
Berikan susu formula dengan maksimal.
Berikan oralit 100cc setiap anak mencret.
Mengenali tanda dehidrasi berat seperti mata cowong, bibir kering, rewel, tidak mau minum,
nafas terengah-engah, turgor kulit lambat, kencing sedikit/ tidak kencing. Segera dibawa

kedokter bila anak mengalami gejala-gejala tersebut.


Menasihati ibu untuk menjaga kebersihan baik lingkungan maupun makanan dan bahan
masakan.

PROGNOSIS
Quo ad vitam

: ad bonam

Quo ad fungsionam

: ad bonam

Quo ad sanam

: dubia ad bonam

12

ILMU
KESEHATAN
ANAK

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA

Tgl

6
januari
2016

Pasien datang dengan keluhan


BAB >10x, muntah (+), pusing
(+)

7
Januari
2016

NO RM : 3

KU: lemas, CM
Kepala: mata cekung (+/+), CA
(-/-), SI (-/-), air mata (-/-)
Leher: PKGB (-)
Thoraks: BJ I&II murni reguler,
SDV (+/+), Rh (-/-), Wz, (-/-)
Abdomen: distensi (-)
Ekstremitas : akral hangat

GEA Dehidrasi
Ringan Sedang
Status Gizi Baik

inf RL 25
Inj. Amoxic
Inj.ranitidin
Inj.ondanse
zinc 1 x 1 t
L-Bio 2 x 1

GEA Dehidrasi
Ringan Sedang
Status Gizi Baik

Inf.KN3A 2
Inj.amoxici
Inj.dexamet
Inj.ranitidin
Inj.ondanse
Zinc 20mg
L Bio 2x1 s

Pasien diare 6x dari semalem,


bapil (+), kembung (+)

KU: lemas, CM
Kepala: mata cowong (-/-), air
mata (+/+), CA(-/-), SI (-/-)
Leher: PKGB (-)
Thoraks: BJ I&II murni reguler,
SDV (+/+), Rh (-/-), Wz, (-/-)
Abdomen: distensi (+)
Ekstremitas : akral hangat

8
Januari
2016

Pasien demam (-), bapil (-), diare


(-), makan/minum (+)

KU: lemas, CM
Kepala: mata cowong (-/-), air
mata (+/+), CA (-/-), SI (-/-)
Leher: PKGB (-)
Thoraks: BJ I&II murni reguler,
SDV (+/+), Rh (-/-), Wz, (-/-)
Abdomen: distensi (-)
Ekstremitas : akral hangat

GEA Dehidrasi
Ringan Sedang
Status Gizi Baik

Inf.KN3A 2
Inj.amoxici
Inj.dexamet
Inj.ranitidin
Inj.ondanse
Zinc 20mg
L Bio 2x1 s

Pasien demam (-), bapil (-), diare

KU: lemas, CM

GEA Dehidrasi

Inf.KN3A 2

13

ILMU
KESEHATAN NO RM : 3 5 7
Kepala:
mata cowong (-/-),
Ringan Sedang
ANAK

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA

2x, makan/minum (+)


Januari
2016

UUB cekung (-), air mata (+/+),


CA(-/-), SI (-/-)
Leher: PKGB (-)
Thoraks: BJ I&II murni reguler,
SDV (+/+), Rh (-/-), Wz, (-/-)
Abdomen: kembung (-),
distensi (-)
Ekstremitas : akral hangat

14

Inj.amoxici
Inj.dexamet
Inj.ranitidin
Inj.ondanse
Zinc 20mg
L Bio 2x1 s

ILMU
KESEHATAN
ANAK

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA

NO RM : 3

DISKUSI
Diagnosis pada pasien ini yaitu Gastroenteritis Akut (GEA) Dehidrasi Ringan Sedang
berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.
Seorang anak laki-laki usia 5 tahun datang diantar keluarganya dengan keluhan BAB cair
>10, demam, muntah dan minum sedikit.
GEA atau yang lebih dikenal dengan diare akut adalah buang air besar pada bayi atau anak
lebih dari 3x perhari, disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan
darah yang berlangsung kurang dari 1 minggu..
Dari hasil anamnesa didapatkan pasien berak cair >10x dalam sehari, rewel, muntah, demam
dan minum sedikit, nafsu makan juga menurun. Dari pemeriksaan fisik didapatkan : KU tampak
rewel, compos mentis, gizi kesan baik; VS : N = 88x/menit, RR = 32x/menit; S = 38,5 C. Kepala:
Mata: cowong (-/-), air mata (+/+); Mulut : Mukosa basah (+). Thorax, cor dan pulmo dalam batas
normal; Abdomen : peristaltik meningkat, turgor kembali agak cepat, hepar tidak teraba, lien tidak
teraba.
Muntah dapat disebabkan oleh dehidrasi, iritasi usus atau gastritis karena infeksi, ileus yang
menyebabkan fungsi usus atau mual yang berhubungan dengan infeksi sistemik. Demam adalah
salah satu reaksi tubuh jika terjadi infeksi.
Pada pasien ditemukan adanya tanda dehidrasi. Bising usus meningkat menandakan bahwa
peristaltik usus meningkat sehingga terjadi diare pada pasien.
Patogenesis E. hystolitica diyakini tergantung pada 2 mekanisme, yaitu kontak sel dan
pemajanan toksin. Amoeba dapat mengeluarkan protein pembentuk pori yang membentuk saluran
pada membrane sel sasaran hospes. Bila trofozoid E. histolytica menginvasi usus, akan menyebabkan
tukak dengan sedikit respon radang lokal. Organisme memperbanyak diri dan menyebar di bawah
usus untuk menimbulkan ulkus yang khas. Lesi ini biasanya ditemukan pada coecum, colon
transversum dan kolon sigmoid.5
Pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan: Hemoglobin: 11,9 g/dl; Hematokrit:
35,2%; Leukosit: 19,58 L; Trombosit: 243.000 L. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium
darah rutin, pasien leukosit meningkat yang menandakan adanya infeksi pada pasien. Leukosit yang
meningkat adalah sebagai respon terhadap bakteri yang menyerang mukosa kolon.

15

ILMU
KESEHATAN
ANAK

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA

NO RM : 3

Departemen kesehatan mulai melakukan sosialisasi Panduan Tata Laksana Pengobatan Diare
pada balita yang didukung oleh IDAI, dengan merujuk pada panduan WHO. Lima Pilar
penatalaksanaan diare yang diderita anak balita yaitu :
1.
2.
3.
4.
5.

Rehidrasi dengan menggunakan oralit baru


Zinc diberikan selama 10 hari berturut-turut
ASI dan makanan tetap diteruskan
Antibiotik selektif
Nasihat kepada orang tua

Pelaksanaan rehidrasi pada diare dehidrasi ringan sampai sedang harus dirawat di sarana
kesehatan dan segera diberikan terapi rehidrasi oral dengan oralit. Jumlah oralit yang diberikan
75cc/kg BB dalam 3 jam. Dilanjutkan dengan dosis 10 cc/kg BB tiap diare atau muntah, ATAU usia
< 1 th: 50 100 cc oralit tiap diare/muntah; usia 1 -5 th: 100 200cc oralit tiap diare/muntah ; usia >
5 tahun : 200 300 cc oralit tiap diare/muntah. Apabila penderita menujukkan gejala dehidrasi berat
maka pasang infus.
Pada penderita ini diberikan amoxicilin, zink, L-Bio. Tambahan obat ini dimaksudkan
sebagai perawatan suportif dan simptomatis bagi pasien ini.
Pada dasarnya antibiotik tidak diberikan pada kasus diare akut kecuali pada diare berdarah
dan kolera. Pemberian antibiotik dapat memperpanjang lamanya diare karena akan menggangu
keseimbangan flora usus dan Clostridium dificile yang akan tumbuh dan menyebabkan diare sulit
disembuhkan.2,7 Antibiotika pada umumnya tidak diperlukan pada semua diare akut oleh karena
sebagian besar diare infeksi adalah rotavirus yang sifatnya self limited dan tidak dapat dibunuh
dengan antibiotika.
Tiap tablet mengandung zink 20 mg, untuk indikasi penatalaksanaan diare dan rekomendasi
WHO untuk terapi diare sehingga dapat memperpendek durasi diare akut, mencegah berubahnya
diare akut ke diare kronik, mengurangi keparahan diare, epitalisasi usus yang rusak2. Dosis zink
untuk anak di atas 6 bulan adalah 20 mg (1 tablet) per hari, diberikan selama 10-14 berturut-turut
terbukti mengurangi lama dan beratnya diare, mencegah berulangnya diare selama 2-3 bulan 7. Zink
berperan menjaga keutuhan epitel usus dan juga berperan dalam aktivasi limfosit T2.

16

ILMU
KESEHATAN NO RM : 3 5 7 6
Pencegahan diare dapat dilakukan dengan pemberian
ANAKprobiotik dalam waktu yang panjang
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA

terutama untuk bayi yang tidak minum ASI. Kemungkinan mekanisme efek probiotik dalam
pencegahan diare melalui : perubahan lingkungan mikro lumen usus (pH, oksigen), produksi bahan
antimikroba terhadap beberapa patogen khusus, kompetisi nutrien, mencegah adhesi kuman patogen
pada enterosit, modifikasi toksin atau reseptor toksin efek trofik terhadap mukosa usus melalui
penyediaan nutrien dan immunomodulasi.
Prognosis pada pasien ini adalah baik, karena penegakkan diagnosis sudah tepat,
penatalaksanaan penyakit menggunakan obat yang efektif dan pada pasien ini tidak ditemukan
adanya komplikasi.

17

ILMU
KESEHATAN
ANAK

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA

NO RM : 3

DAFTAR PUSTAKA

1. Soebagyo, B. 2012. Buku Ajar Gastroenterologi-Hepatologi Jilid 1, Ikatan Dokter Anak


Indonesia. Jakarta
2. Richard E. 2005. Diarrhea. Departement of Pediatrics. Shands Hospital. University of Florida.
Florida
3. Departemen Kesehatan RI. 2005. Muntah dan Diare Akut. www.pediatrik.com
4. Rumah Sakit Umum Dokter Soetomo Surabaya. 2008. Pedoman Diagnosis dan Terapi. Bagian
Ilmu Kesehatan Anak. Surabaya
5. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2010. Pedoman Pelayanan Medis Jilid 1. Jakarta

18