Anda di halaman 1dari 15

PENGARUH PEMBERIAN JENIS PAKAN YANG BERBEDA

TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis


niloticus)

Yustini Fauziah
4443131770
Perikanan 5B
Kelompok 4

Asisten :
Fitri Sofiany
Fitriana Sari N

JURUSAN PERIKANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2015

DAFTAR ISI

Analisis Kadar Air

Analisis Kadar Abu

Analisis Kadar Protein

Makalah Pengaruh Pemberian Jenis Pakan yang Berbeda Terhadap Laju


Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
4
Jurnal Harian 5

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ikan Nila (oreochormis niloticus) yang berasal dari Taiwan sudah sejak
tahun 1969 dikenal oleh masyarakat Indonesia. Nama atau sebutan nila ditetapkan
oleh Direktur Jenderal Perikanan pada tahun 1972, diambil dari nama spesiesnya
nilotika menjadi nila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ikan Nila
(oreochormis niloticus) mempunyai keunggulan dan perkembangan budidaya
relatif lebih cepat. Hal ini disebabkan oleh sifatnya yang mudah berkembang biak,
pertumbuhan badannya cepat, dan merupakan pemakan plankton serta tumbuhan
air lunak yang tumbuh di dalam kolam. Keunggulan lain, ternyata Ikan Nila
(oreochormis niloticus) dapat hidup, tumbuh dan berbiak pada kondisi air ber pH
= 5.
Ikan Nila (oreochormis niloticus) termasuk salah satu jenis ikan yang
mempunyai toleransi terhadap kualitas air dengan kisaran lebar, maka Ikan Nila
(oreochormis niloticus) sehinga sangat cocok dibudidayakan di kolam-kolam
pekarangan yang relatif sempit di sekitar rumah tinggal. Cara pembudidayaan
tidak sulit. Dari segi pembesaran, dapat dibudidayakan dengan berbagai cara atau
sistem antara lain : monokultur (pemeliharaan tunggal), polikultur (pemeliharaan
campuran) dan longyam (pemeliharaan terpadu).
Usaha pemerintah dalam memasyarakatkan makan ikan nila terutama di
pedesaan, untuk memenuhi kebutuhan gizi, kiranya akan terwujud. Hal ini
didukung oleh keunggulan Ikan Nila (oreochormis niloticus) yang harganya
terjangkau masyarakat, mudah dibudidayakan, pertumbuhan cepat, serta tahan
terhadap oksigen rendah.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini adalah untuk mengetahui
pertumbuhan ikan nila (Orechromis niloticus) yang terbaik berdasarkan
pemberian jenis pakan yang berbeda

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Ikan Nila (Oreochromis niloticus)


Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan genus ikan yang dapat hidup
dalam kondisi lingkungan yang memiliki toleransi tinggi terhadap kualitas air
yang rendah, sering kali ditemukan hidup normal pada habitat-habitat yang ikan
dari jenis lain tidak dapat hidup. Bentuk dari ikan nila panjang dan ramping
berwarna kemerahan atau kuning keputih-putihan. Perbandingan antara panjang
total dan tinggi badan 3 : 1. Ikan nila merah memiliki rupa yang mirip dengan
ikan mujair, tetapi ikan ini berpunggung lebih tinggi dan lebih tebal, ciri khas lain
adalah garis-garis kearah vertikal disepanjang tubuh yang lebih jelas dibanding
badan sirip ekor dan sirip punggung. Mata kelihatan menonjol dan relatif besar
dengan tepi bagian mata berwarna putih (Sumantadinata, 1999).

Gambar 1. Ikan Nila (Orechromis niloticus)


Ikan nila merah mempunyai mulut yang letaknya terminal, garis rusuk
terputus menjadi 2 bagian dan letaknya memanjang dari atas sirip dan dada,
bentuk sisik stenoid, sirip kaudal rata dan terdapat garis-garis tegak lurus.
Mempunyai jumlah sisik pada gurat sisi 34 buah. Sebagian besar tubuh ikan
ditutupii oleh lapisan kulit dermis yang memiliki sisik. Sisik ini tersusun seperti
genteng rumah, bagian muka sisik menutupi oleh sisik yang lain (Santoso, 1996).
Nila merah mempunyai 4 warna yang membalut sekujur tubuh, antara lain oranye,
pink/albino, albino berbercak-bercak merah dan hitam serta oranye/albino bercak
merah (Santoso, 1996). Berdasarkan kebiasaan makannya 5 ikan nila merah
termasuk pemangsa segala jenis makanan alam berupa lumutlumut, plankton dan
sisa-sisa bahan organik maupun makanan seperti dedak, bungkil kelapa, bungkil
kacang, ampas tahu dan lain-lain (Sugiarto, 1988). Kedudukan taksonomi ikan
nila merah menurut Saanin (1968) :

Kingdom

: Animalia

Filum

: Chordata

Sub filum

: Vertebrata

Kelas

: Osteichtyes

Sub kelas

: Acanthopterigii

Ordo

: Percomorphii

Sub Ordo

: Percoidea

Famili

: Chiclidae

Genus

: Oreochromis

Spesies

: Oreochromis niloticus

2.2 Pakan Komersial


Pakan komersial adalah pakan yang dibuat oleh manusia dengan
menggunakan bahan baku yang mempunyai kandungan gizi yang baik dan sesuai
dengan kebutuhan ikan. Di antara kedua jenis pakan tersebut, terdapat kelebihan
dan kekurangannya. pakan buatan,dapat diartikan secara umum sebagai pakan
yang berasal dari olahan beberapa bahan pakan yang memenuhi nutrisi yang
diperlukan. Pakan buatan sering dijumpai dalam bentuk pellet (Syahputra 2005).
Contoh produk pakan komersial adalah 781-1 yang memiliki komposisi
kandungan gizi : protein 31 33 %, lemak 3 5 %, serat 4 6 %, abu 10 13 %,
dan kadar air 11 13 %. Pakan ikan komplit No. 781-1 berbentuk butiran untuk
makanan masa pertumbuhan ikan lele dengan berat badan 60 -150 gram, tetapi
pakan ini bisa pula digunakan untuk pakan ikan lainnya.
2.3 Pakan Nabati
Pakan nabati adalah pakan buatan manusia yang berasal dari bahan
tumbuhan yang dibuat pakan dengan memenuhi nutrisi ikan. Bahan pakan nabati
adalah bahan pakan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Bahan pakan nabati ini
umumnya mempunyai serat kasar tinggi, misalnya dedak dan daun-daunan.
Disamping itu bahan pakan nabati banyak pula yang mempunyai kandungan
protein tinggi seperti bungkil kelapa. bungkil kedele dan bahan pakan asal
kacang-kacangan.

Bahan pakan nabati seperti kedelai, jagung, dedak, gandum, hijauan (rumput
gajah, rumput raja dll), leguminosa (daun lamtoro, daun turi dll), bungkil kelapa,
bungkil kedelai, kacang-kacangan, singkong/ketela pohon dan lain-lain (Lestari,
2007).

3. METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat


Waktu pemeliharaan ikan nila (Oreochromis niloticus) pada praktikum
Pengaruh Pemberian Jenis Pakan Yang Berbeda Terhadap Laju Pertumbuhan Ikan
Nila (Oreochromis niloticus) ini dilakukan selama 30 hari dari mulai dari hari
Minggu, 8 November 2015 sampai dengan hari Selasa 7 Desember 2015 yang
bertempat di kolam jurusan perikanan, fakultas pertanian, Universitas Sultan
Ageng Tirtayasa.
3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum Pengaruh Pemberian Jenis Pakan
Yang Berbeda Terhadap Laju Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) ini
adalah pompa, timbangan, penggaris, saringan, ember, dan kolam. Sedangkan
bahan yang digunakan adalah ikan nila (Oreochromis niloticus) 50 ekor, pakan
nabati, pakan komersial, dan air.
3.3 Prosedur Kerja
Jenis ikan yang dipakai yaitu ikan nila sebanyak 50 ekor. Ikan dipelihara
pada kolam beton yang berukuran 31248 cm2, lalu kolam tersebut diisi dengan air
setinggi 53 cm, kemudian ikan diaklimatisasi selama 5 menit agar ikan dapat
menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Setelah itu ikan dipuasakan
selama 24 jam yang bertujuan untuk menghilangkan sisa makanan yang ada di
dalam tubuh ikan, lalu ikan tersebut diberi makan sebanyak 3 kali sehari secara at
satitation (sekenyangnya) yaitu pagi pada pukul 08.00 WIB, siang pada pukul
12.00 WIB, dan sore pada pukul 16.00 WIB.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil

Adapun hasil yang didapatkan selama pemeliharaan ikan nila (Oreochromis


niloticus) dengan jenis pakan yang berbeda adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Data Sampling Pemeliharaan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
A
Tengah

Awal
No

P
(cm

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34

)
6
6
7
6,7
7
6,1
6,5
6,5
6,2
6,5
7
6
6,5
6,5
5,9
5.5
6
6,7
5,5
5,6
6
6,7
6,5
6,8
7
6,5
6
6
6,5
6
6,5
7
6,4
6,2

Akhir

B
tengah

awal

(gr)

(cm)

(gr)

(cm)

(gr)

(cm)

(gr)

(cm)

(gr)

6
4
6
5
5
5
5
5
4
5
6
5
5
4
4
4
4
5
3
3
4
6
6
6
6
5
4
5
7
4
5
5
4
4

8
7,5
8,5
8
5,5
9
8,5
7
8
9,5
8,5
8,5
6,5
9
9,5
8
9
9
8,5
8,5
8,5
9
8
7,5
9
9
9
8
8
7,5
10
10
9,5
9

12
7
15
11
5
10
9
3
8
15
10
9
4
11
16
11
10
12
7
10
11
12
10
7
18
14
15
10
10
8
19
19
15
14

9
11,5
10
10,7
12
10
9,5
9,5
8,5
8,5
11
9
10
10,5
10,5
10,5
10
10,4
11,5
8
9,3
10,5
9,3
10
10,5
12
9,3
7,5
9,2
6,5
9,8
11,3
6,3
10

12
27
19
26
26
17
14
14
10
11
22
11
14
17
19
21
17
14
25
9
14
20
12
18
20
29
15
6
14
7
17
26
4
17

6,5
5,5
5,5
5
6
5
5
5
7
5,5
6
5,5
8
5,5
8
5,5
6
5
5
6,5
6
6
7
6
7
6
8
5,5
7
6
6
6
7,5
6

5
3
4
4
4
3
3
3
5
3
4
5
3
5
11
3
4
3
3
5
4
4
7
4
6
4
10
4
7
4
4
5
8
4

8,5
6,5
8
7,6
7
9
9
9,5
7
8,5
7,5
8,7
8,5
9
8
9,5
9
8,5
8
10
9
8
8,3
9
10
8
9
9
10,5
8
8,5
7,5
8,5
8,5

14
5
8
7
7
7
12
13
6
9
8
10
9
13
8
16
12
9
8
11
1
12
9
9
22
9
15
16
25
9
13
9
11
13

akhir
P
(cm
)
8,5
11,5
8
9
9
7
9,5
10
10
11
10
8
9
8
10
9
9,5
9
8,5
9
10
9
7,5
9,5
10
10
9,5
8,8
8,5
9,5
7,5
7,5
8
9

B
(gr)
13
29
10
13
11
7
15
15
16
21
18
10
14
10
16
12
15
11
10
11
17
11
7
15
15
17
14
8
10
13
8
8
8
12

35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
ratarata

6,4
6,8
5,9
6
6
6,5
6,2
6
6,5
5
6,5
6,5
6,5
6,5
5
5,5

4
6
4
4
5
5
4
4
5
4
4
4
4
4
4
4

9
7,5
8,5
8,5
9
8,5
8
8
8
9
9

18
8
11
12
12
13
10
11
12
14
12

10,5
8,8
10
9,5
9,5
10
10,8

18
11
17
13
13
15
21

6,5
6,5
7
7
6
6
7,5
7
6
6,5
6,5
6
6
6,5
7
7

7
5
5
6
4
8
5
5
5
5
5
4
4
6
6
5

8
7
7
7,5
8
9
7,5
8,5
8
7,5
8,5
7,5
8
8,5

6,16

4,66

8,43

11,33

9,79

16,39

6,24

4,86

8,33

7
6
6
8
9
13
7
9
9
7
9
8
8
11

10,04 8,83

Tabel 2. Data Ikan Mati


NO
1
2
3
4
5
6

P (cm)

B (gr)

P (cm)

B (gr)

2
4
5
6,5
8
8

5,5
0,5
3
3
10
12

8
7.5
7
8
9
11.5

10
8
5
18
14
24

Tabel 3. Data Parameter Praktikum


SGR
JKP
SR
FCR

A
3,53%
0,854 kg
82%
1,95

8,5
8,5
9
7,5
8,5
8,5
8
7,5
7,5
7

B
2,6%
1,751 kg
88%
5,93

4.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil pengukuran berat dan panjang ikan selama pemeliharaan
yang didapatkan pada sampling awal, tengah, dan akhir (tabel 1) didapatkan

10
11
15
7
12
10
10
8
8
7

12,23

bahwa pada sampling awal ikan, rata-rata berat ikan A adalah 4,66 gram,
sedangkan panjang rata-rata tubuh ikan adalah 6,16 cm. Sedangkan pada sampling
awal B didapatkan bahwa berat ikan rata-rata adalah 4,86 gram, dan panjang ratarata tubuh ikan adalah 6,24 cm, artinya berat da panjang ikan A lebih kecil
dibandingakan dengan berat dan panjang ikan B. Hasil pengukuran sampling
tengah pada ikan didapatkan bahwa berat rata-rata ikan A adalah 11,33 gram, dan
panjang rata-rata ikan B adalah 8,43 cm. Sedangkan berat rata-rata ikan B adalah
10,04 gram, dan panjang rata-rata ikan B adalah 8,33 cm. Sedangkan hasil
pengukuran sampling akhir ikan nila selama pemeliharaan 30 hari didapatkan
bahwa berat rata-rata ikan A adalah 16,39 gram, dan panjang rata-rata ikan B
adalah 9,79 cm. Sedangkan berat rata-rata ikan B adalah 12,23 gram, dan panjang
rata-rata ikan B adalah 8,83 cm.
Berdasarkan hasil data yang terdapat pada tabel 2 didapatkan bahwa jumlah
ikan nila A yang mati pada saat pemeliharaan hingga selesai pemeliharaan yaitu
sebanyak 6 ekor ikan. Sedangkan jumlah ikan nila B yang mati pada saat
pemeliharaan hingga selesai berjumlah 6 ekor ikan. Kematian ikan nila pada saat
pemeliharaan dapat disebabkan karena matinya pompa secara tiba-tiba yang
terlambat diketahui mengakibatkan ikan kekurangan oksigen dalam air sehingga,
kematian pompa air ini dapat menjadi salah satu alasan ikan mati. Pemberian
pakan yang berlebih juga dapat menjadi salah satu alas an ikan mati, hal ini
disebabkan karena sisa pakan ynag tidak dimakan oleh ikan ddapat menimbulkan
pencemaran lingkungan berupa amonia akibat sisa pakan.
Berdasarkan hasil data yang terdapat pada tabel 3 dapat diketahui bahwa laju
pertumbuhan spesifik (SGR) ikan nila kolam A sebesar 3,53% sedangkan laju
pertumbuhan spesifik (SGR) ikan nila kolam B sebesar 2,6%. Hal ini menunjukan
bahwa laju pertumbuhan ikan nila yang diberikan pakan komersial lebih cepat
dibandingkan dengan ikan nila yang diberikan pakan nabati. hal tersebut diduga
karena pakan nabati yang dipakai adalah jenis pakan yang sangat mudah
tenggelam sehingga ikan sulit untuk memakannya, sedangkan ikan nila tidak
memiliki indra lain selain mata untuk menangkap makanan, sehingga pakan
nabati tidak cocok dengan karakteristik ikan nila. Jumlah konsumsi pakan
komersial lebih besar dibandingkan dengan pakan nabati, yaitu sebesar 0,854 kg
dan 1,751 kg. Hal ini diduga karena ketidaktahuan pada saat pemberian pakan,
pellet pakan nabati yang digunakan langsung tenggelam dan tidak diketahui
apakah ikan memakan pakan tersebut atau tidak. Tingkat kelangsungan hidup
(SR) ikan nila yang dipelihara pada kolam A yang diberikan pakan komersial
yaitu sebesar 82%, sedangkan kolam B yang diberikan pakan nabati mendapatkan
SR sebesar 88%. Dari data tersebut bahwa kelangsungan hidup ikan nila yang
diberi pakan nabati lebih besar dibandingkan pakan komersial. Sedangkan, FCR
ikan nila pada kolam A yaitu pakan yang diberikan pakan komersial adalah 1,95,
sedangkan FCR ikan nila pada kolam B yaitu pakan yang diberikan pakan nabati
adalah 5,93. Hal tersebut menunjukan bahwa pakan komersial yang dibutuhkan

untuk menghasilkan 1 kg daging yaitu 1,95 kg pakan komersial, sedangkan pakan


nabati yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kg daging lebih tinggi
dibandingkan pakan komersial yaitu sebesar 5,93 kg pakan nabati.

5.

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Dalam praktikum Pengaruh Pemberian Jenis Pakan yang Berbeda Terhadap
Laju Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) didapatkan bahwa Tingkat
kelangsungan hidup ikan nila yang diberi pakan nabati lebih besar dibandingkan
dengan ikan nila yang diberi pakan komersial, tingkat kelangsungan hidup bisa
mencapai 88%. Jumlah konsumsi pakan ikan nila yang diberi pakan nabati lebih
banyak dibandingkan dengan pakan komersial. Serta FCR ikan nila yang diberi
pakan komersial lebih kecil dibandingkan dengan ikan nila yang diberi pakan
nabati. Sehingga sejauh ini dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan komersial
pada ikan nila lebih baik dibandingkan dengan pakan nabati.
5.2 Saran
Sebaiknya pada saat melakukan pemeliharaan ikan budidaya, kita harus
benar-benar mengetahui pakan ikan yang baik yang diberikan, hal ini disebabkan
karena pakan merupakan salah satu hal penting dalam bisnis budidaya.

DAFTAR PUSTAKA
Saanin. H. 1968. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan, Jilid I. Binacipta.
Bandung.
Sugiarto. 1988. Teknik Pembenihan Ikan Mujair dan Nila, Edisi I, C.V. Simplex.
Jakarta.
Sumantadinata, K. 1999. Program Penelitian Genetika Ikan. INFIGRAD. Jakarta.
Syahputra, Andrian. 2005. Rancang bangun alat pembuat pakan ikan mas dan
ikan lele bentuk pellet. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/755
2/1/10E00030.pdf

LAMPIRAN
Lampiran 1. Data sampling ikan kelas
X =

berat total ikan


jumlah ikan yang hidup
A

Sampling awal
233
X =
=4,66
50

Sampling awal
243
X =
=4,86
50

Sampling tengah
510
X =
=11,33
45

Sampling tengah
482
X =
=10,04
48

Sampling akhir
672
X =
=16,39
41

Sampling akhir
538
X =
=12,23
44

Lampiran 2. Parameter PemeliharaanIkan


A

Wo
ln Wtln

SGR =100
233
ln 672ln

100
100

Wo
ln Wtln

SGR =100
243
ln 538ln

100

( 6,515,45 )
30

100

( 6,285,49 )
30

1,06
30

100

0,79
30

100

3,53

2,6

JKP = Kumlah Pakan Awal Jumlah Pakan Akhir


= 2000 gr - 1146 gr

= 2000 gr - 249 gr

= 854 gr

= 1751 gr

= 0,854 kg
Jumlah total ikan akhir( ekor )
SR=
100
jumlah total ikan awal (ekor )

JKP = jumlah pakan awal jumlah pakan akhir

41
100
50

= 1,751 kg
Jumlah total ikan akhir( ekor )
SR=
100
jumlah total ikan awal (ekor )

44
100
50

0,82 100

0,88 100

82

88

FCR=

F
Wt Wo

FCR=

F
Wt Wo

0, 854
0,6720,233

1,751
0,5380,243

0,854
0,439

1,751
0,295

1,95

5,94

Jadi, untuk menghasilkan 1 kg daging

Jadi, untuk menghasilkan 1 kg daging

membutuhkan 1,95 kg pakan

membutuhkan 5,94 kg pakan

Lampiran 3. Dokumentasi

Gambar 1. Kolam A

Gambar 2. Kolam B